Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
1
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM
INFORMASI BANK UOB
Disusun Oleh:
Ratna Dwi Anjani
43115120257...
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan ...
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................. ..2
DAFTAR ISI ....
4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi saat ini teknologi tumbuh dan berkembang sangat
pesat. Beberap...
5
masalah dalam lembar aplikasi pengajuan credit card, biasanya terjadi karena
adanya penumpukan data atau double dan keru...
6
1. Memudahkan pihak analis (staff verifikasi, staff penilai dan manager)
dalam menyeleksi calon nasabah terdapat pada ap...
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sistem Informasi Manajemen
Saat ini manusia dalam kesehariannya sebagai pengguna informasi s...
8
2.2 Sistem Informasi Pelaporan Bank Kepada Bank Indonesia
:: Sistem Informasi Manajemen – Sektor Perbankan Bank Indonesi...
9
suatu bank sejak laporan penyimpangan diterima, jadwal investigasi,
langkah-langkah yang telah dilakukan sampai dengan h...
10
SIMWAS-BPR merupakan sistem informasi untuk meningkatkan efektifitas
dan efisiensi sistem pengawasan BPR. Melalui SIMWA...
11
Gambar 2.3 Systems Development Life Cycle (SDLC)
Salah satu model SDLC yang paling sering digunakan untuk
menggambarkan...
12
membuat setiap karyawan IT yang terlibat dari proses SDLC dapat fokus
terhadap pekerjaannya masing-masing. Misalnya par...
13
BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Gambaran Umum Perusahaan
3.1.1 Tinjauan Perusahaan
PT Bank UOB Indonesia (UO...
14
mendorong karyawannya untuk ikut serta di kegiatan sukarela, antara lain
melalui UOB Heartbeat, Kegiatan donor darah da...
15
1) Monitor Tenaga Penjual.
2) Melakukan coaching, briefing mengenai performance Tenaga Penjual.
3) Mencari & merekrut T...
16
10) Melakukan pengecekan recording untuk data nasabah gagal transfer dan
menghubungi nasabah bila perlu untuk konfirmas...
17
berdasarkan bulan berjalan atau yang disebut rekap bulanan. Dari hasil final
rekap bulanan, proses perhitungan komisi d...
18
menganalisa masalah terhadap sistem yang sedang berjalan. Dimana sistem
yang berjalan saat ini masih menggunakan sistem...
19
BAB IV
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Kebutuhan untuk mensinkronisasi perencanaan strategis dengan
pengembangan sistem informasi...
20
DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/n!@file_skripsi/Isi1774579185803.pdf
http://digilib.mercubuana.a...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

SIM, Ratna Dwi Anjani, Analisis dan Perencanaan Sistem Informasi Bank UOB, Hapzi Ali, Universitas Mercu Buana 2017

588 views

Published on

SIM, Ratna Dwi Anjani, Analisis dan Perencanaan Sistem Informasi Bank UOB, Hapzi Ali, Universitas Mercu Buana 2017

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

SIM, Ratna Dwi Anjani, Analisis dan Perencanaan Sistem Informasi Bank UOB, Hapzi Ali, Universitas Mercu Buana 2017

  1. 1. 1 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI BANK UOB Disusun Oleh: Ratna Dwi Anjani 43115120257 Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM UNIVERSITAS MERCUBUANA REGULER III ANGKATAN XXVIII TAHUN AKADEMIK 2016/2017
  2. 2. 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Analisis dan Perencaaan Sistem Informasi Bank UOB” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Hapzi Ali selaku Dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah memberikan tugas ini kepada saya. Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai manfaat Pengimplementasian Sistem Informasi Manajemen, dan juga bagaimana menggunakan Sistem Informasi Manajemen dengan baik. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada yang sempurna sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan. Jakarta, 10 juni 2017 Penulis
  3. 3. 3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................. ..2 DAFTAR ISI .............................................................................................3 BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang..............................................................................4 1.2 Tujuan...........................................................................................5 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Informasi manajemen .......................................................6 2.2 Sistem Informasi Pelaporan Bank Kepada Bank Indonesia..........7 2.3 Systems Development Life Cycle .................................................9 BAB 3. ANALISA DAN PERENCANAAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Perusahaan .....................................................14 3.2 Analisa Sistem ..............................................................................17 3.2 Perencanaan Sistem.....................................................................18 BAB 4. PENUTUP KESIMPULAN .........................................................................................19 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................20
  4. 4. 4 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini teknologi tumbuh dan berkembang sangat pesat. Beberapa tehnologi yang tumbuh dan berkembang seperti Perangkat Mobile dan Komputer menjadi sebuah media yang sangat penting untuk mempermudah manusia untuk menyelesaikan pekerjaan, terutama dalam hal memperoleh informasi dan data untuk mendukung pengambilan keputusan dan seluruh kebutuhan guna mencapai tujuan. Banyak negara maju yang menjadikan sebuah sistem komputerisasi sebagai ujung tombak dari kemajuan negara tersebut, hal ini dapat dilihat dari semua sektor industri, pendidikan sampai pemerintah untuk mencapai tujuan. PT.Bank UOB Indonesia adalah perusahaan Indonesia yang berbentuk perseroan terbatas dan bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Bank ini awalnya bernama "Bank Buana Indonesia" dan didirikan pada tahun 1956. Perusahaan ini mengalami perubahan nama menjadi "Bank UOB Buana" pada tahun 2008 karena saham mayoritasnya dibeli oleh UOB, sebuah perusahaan perbankan dari Singapura. Dengan kepemilikan saham mayoritas yang beralih kepada UOB maka perusahaan yang semula terdaftar di Bursa Efek Indonesia ini mengajukan voluntary delisting dan go private pada tahun 2008. Pada tahun 2011, "Bank UOB Buana" berganti nama menjadi "Bank UOB Indonesia". Dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan atau ingin memilik fasilitas dari credit card tersebut, membuat tenaga pemasar (marketing) dari masing – masing tersebut menjadi kewalahan terlebih lagi jika ada calon nasabah yang complain apabila proses yang diajukan terlampau lama maka tenaga pemasar pun harus memeriksa kebenaran atas complain tersebut dan jika benar proses yang diajukan terhambat karena suatu sebab maka tenaga pemasar harus kembali mengeceknya ke bagian analis apakah terdapat
  5. 5. 5 masalah dalam lembar aplikasi pengajuan credit card, biasanya terjadi karena adanya penumpukan data atau double dan kerusakan pada lembar aplikasi itu sendiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mengambil judul tema: “Aplikasi pengajuan credit card pada PT. Bank Uob Indonesia”. Dengan adanya perancangan aplikasi ini diharapkan proses pengajuan credit card dapat berlangsung dengan cepat dan akurat, sehingga dapat membatu kinerja dari tenaga pemasar dan calon nasabah untuk memperoleh informasi yang di butuhkan. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka di dapatkan rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana aplikasi yang dibangun dapat membatu para analis untuk menentukan kelayakan calon nasabah. 2. Belum diterapkan penggunaan aplikasi yang dapat mendukung pemprosesan credit card secara online. 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah dari rumusan permasalahan diatas adalah: 1. Perancangan aplikasi ini hanya dikhususkan pada staff verifikasi, staff penilaian dan manager analis pada sebuah bank, bagaimana menyediakan sebuah informasi yang tepat dan cepat kepada calon nasabah yang sudah mengajukan credit card. 2. Aplikasi ini berbasis Web menggunakan PHP dan Database. 1.4 Tujuan dan Manfaat Sistem informasi pengajuan kartu kredit pada PT. Bank Uob Indonesia ini memiliki tujuan dan manfaat yaitu :
  6. 6. 6 1. Memudahkan pihak analis (staff verifikasi, staff penilai dan manager) dalam menyeleksi calon nasabah terdapat pada aplikasi ini. 2. Dengan adanya aplikasi ini maka, semakin besar antusias para calon nasabah untuk mengajukan fasilitas credit card tersebut karena pelayanan yang sangat cepat dan akurat.
  7. 7. 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Informasi Manajemen Saat ini manusia dalam kesehariannya sebagai pengguna informasi sangat bergantung pada berbagai sistem informasi, mulai dari sistem informasi manual yang sederhana dengan menggunakan saluran informal, hingga sistem informasi berbasis komputer yang rumit dan menggunakan saluran telekomunikasi canggih. Di dalam organisasi, apapun jenis dan bentuknya, sistem informasi bahkan telah memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan operasional, mendukung pengambilan keputusan hingga mendukung organisasi mencapai keunggulan kompetitif yang strategis. Pembahasan tentang sistem informasi manajemen akan diawali dengan pembahasan tentang konsep sistem. Dapat dijabarkan secara sederhana sebagai kelompok elemen yang saling berhubungan dan saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui sebuah proses yang terorganisasi. Menurut O’brien (2005), setiap sistem setidaknya terdiri dari tiga komponen atau fungsi dasar yang saling berinteraksi, yaitu : 1. Masukan (input) meliputi kegiatan penangkapan (capturing) dan pengumpulan (assembling) elemen yang akan dimasukkan ke dalam sistem untuk diproses. Masukan dapat dibedakan menjadi maintenance input yang memungkinkan sistem dapat beroperasi dan signal input yang nantinya akan diolah menjadi produk. Contohnya, bahan baku, data, dan energi. 2. Pemrosesan (processing) meliputi proses pengubahan masukan menjadi keluaran. Contohnya, proses pembuatan mobil. 3. Keluaran (output) meliputi proses pemindahan elemen yang telah melewati tahap pemrosesan ke tujuan akhir yang ditetapkan. Keluaran dari sebuah sistem selalu berupa keluaran yang berguna dan sisa pembuangan
  8. 8. 8 2.2 Sistem Informasi Pelaporan Bank Kepada Bank Indonesia :: Sistem Informasi Manajemen – Sektor Perbankan Bank Indonesia (SIM-SPBI) SIMSPBI merupakan sistem informasi terpadu untuk mendukung tugas pengawasan, pemeriksaan dan pengaturan perbankan BI. Tujuan dari penerapan SIM-SPBI adalah :  Meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem pengawasan dan pemeriksaan bank;  Menciptakan keseragaman (standarisasi) dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan bank.  Mengoptimalkan Pengawas dan Pemeriksa Bank dalam menganalisa kondisi bank sehingga dapat meningkatkan mutu pengawasan dan pemeriksaan bank;  Memudahkan audit trail oleh pihak yang berkepentingan;  Meningkatkan keamanan dan integritas data serta informasi SIM-SPBI terdiri dari 3 subsistem yakni : 1. Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS), merupakan sistem informasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi tugas-tugas pengawasan, pemeriksaan dan penelitian bank umum. Melalui SIMWAS, pengawas bank akan mampu mengoptimalkan kegiatan analisa dan memperoleh informasi mengenai kondisi keuangan bank (termasuk Tingkat Kesehatan Bank dan profil risiko) secara cepat. Modul-modul yang tersedia antara lain modul Data Pokok Bank dan modul Fit and Proper Test (FPT). 2. Sistem Informasi Bank dalam Investigasi (SIBADI), merupakan sistem informasi untuk meningkatkan tertib administrasi dan kemudahan pemantauan tugas dalam rangka investigasi tindak pidana di bidang perbankan. Melalui SIBADI, dapat dilakukan pemantauan terhadap perkembangan investigasi atas dugaan tindak pidana yang diakukan oleh
  9. 9. 9 suatu bank sejak laporan penyimpangan diterima, jadwal investigasi, langkah-langkah yang telah dilakukan sampai dengan hasil akhir investigasi dimaksud. 3. Data Mart Data Pokok Bank, yang menyediakan informasi yang berkaitan dengan kelembagaan, kepemilikan dan kepengurusan, operasional dan strategi pengawasan yang diterapkan pada suatu bank sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan informasi dalam rangka pengawasan dan pembinaan bank. :: Sistem Informasi Debitur (SID) SID adalah sistem yang menyediakan informasi mengenai debitur baik perorangan maupun badan usaha, yang diolah berdasarkan laporan penyediaan dana yang diterima Bank Indonesia dari Pelapor. SID dikembangkan dengan tujuan untuk membantu : 1. Bagi pemberi kredit, antara lain : o Membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit o Mengurangi ketergantungan pemberi kredit kepada agunan konvensional.Pemberi kredit dapat menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti/pelengkap agunan. 2. Bagi penerima kredit, antara lain : o Mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh persetujuan kredit o Nasabah baru,khususnya yang tergolong sebagai UMKM,a kan mendapat akses yang lebih luas kepada pemberi kredit dengan mengandalkan reputasi keuangannya tanpa harus tergantung pada kemampuan untuk menyediakan agunan. :: Sistem Informasi Manajemn Pengawasan BPR (SIMWAS BPR)
  10. 10. 10 SIMWAS-BPR merupakan sistem informasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem pengawasan BPR. Melalui SIMWAS, pengawas BPR akan mampu mengoptimalkan kegiatan analisis terhadap kondisi BPR, mempercepat diperolehnya informasi kondisi keuangan BPR (termasuk Tingkat Kesehatan BPR), meningkatkan keamanan dan integritas data serta informasi perbankan. Modul-modul yang tersedia dalam aplikasi SIMWAS BPR antara lain modul perizinan pendirian BPR, data pokok BPR, Tingkat Kesehatan BPR, status BPR, cabut izin usaha dan likuidasi BPR. 2.3 Systems Development Life Cycle 2.3.1 Pengertian Systems Development Life Cycle Systems Development Life Cycle atau SDLC adalah tipe metodologi yang digunakan untuk menggambarkan proses untuk membuat sistem informasi. SDLC tradisional ditemukan pertama kali pada tahun 1960, untuk mengembangkan skala besar dari sistem bisnis pada abad konglomerat bisnis merajalela. Pada tahun 1980, Structured Systems Analysis and Design Method (SSADM) adalah dasar dari SDLC. SSADM adalah pendekatan sistem untuk analisa dan perancangan dari sistem informasi. Sejak tahun 1980, SDLC yang tradisional semakin dikembangkan dan digantikan dengan pendekatan lainnya.
  11. 11. 11 Gambar 2.3 Systems Development Life Cycle (SDLC) Salah satu model SDLC yang paling sering digunakan untuk menggambarkan proses dari pengembangan software adalah model waterfall. Berdasarkan model ini, langkah selanjutnya baru akan dimulai setelah langkah sebelumnya diselesaikan. Langkah-langkah dalam proses pengembangan SDLC dimulai dari tahap system concept, planning, requirement analysis, development, integration and testing, implementation, dan operation and maintenance. 2.3.2 Systems Development Life Cycle di Bank UOB Buana Dalam pengembangan Teknologi Informasi ini yang ada di Bank UOB Buana, UOB menerapkan System Development Methodology (SDM) sebagai prosedur SDLC baru Teknologi Informasi di Bank UOB Buana yang disahkan pada tanggal 27 November 2007. Sebelum adanya SDM sebagai SDLC baru di UOB Buana, adanya pola SDLC UOB Buana yang lama dimana pada SDLC lama setiap proses dalam tahapan SDLC diperankan oleh departemen yang berbeda-beda. Hal ini
  12. 12. 12 membuat setiap karyawan IT yang terlibat dari proses SDLC dapat fokus terhadap pekerjaannya masing-masing. Misalnya para developer hanya fokus terhadap development terhadap program dan lain-lain. Sementara pada SDLC yang baru, semua proses dalam SDLC baru telah diperankan oleh satu departemen saja. Dan perubahan inilah yang mengakibatkan beban kerja setiap karyawan IT menjadi berubah dan meningkat, dan perubahan beban kerja ini pastinya akan mempengaruhi kinerja karyawan IT. Jika kinerja karyawan IT berubah, maka kualitas produk pun akan ikut terpengaruh dan pada akhirnya akan mempengaruhi kepuasan dari para pengguna.
  13. 13. 13 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Tinjauan Perusahaan PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) didirikan pada tanggal 31 Agustus 1956 dengan nama PT Bank Buana Indonesia. Pada bulan Mei 2011, berganti nama menjadi PT Bank UOB Indonesia. Jaringan layanan UOB Indonesia mencakup 41 kantor cabang, 168 kantor cabang pembantu dan 191 ATM yang tersebar di 54 kota di 18 provinsi. Layanan UOB Indonesia juga dapat dinikmati melalui jaringan ATM regional UOB, ATM Prima, ATM bersama serta jaringan VISA. UOB Indonesia memperoleh tingkat kelayakan investasi AAA (idn) dari lembaga pemeringkat independen, Fritch Rating. UOB Indonesia juga berhasil memenangkan penghargaan Platinum Award dari majalah infobank atas kinerja keuangan “sangat bagus” selama 10 tahun berturut-turut. UOB Indonesia dikenal sebagai Bank dengan focus pada layanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), layanan kepada nasabah retail, serta mengembangkan bisnis consumer dan corporate banking melalui layanan treasury dan cash management. Dengan jaringan layanan yang luas, sistem teknologi informasi, struktur permodalan yang sehat dan sumber daya manusias yang berkualitas, UOB Indonesia bertujuan menciptakan manfaat jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemangku kepentingan. Fokus UOB Indonesia senantiasa mengarah pada pembaharuan untuk menjadi Bank Premier melalui pertumbuhan yang berdisiplin dan stabilitas bisnis. UOB Indonesia melalui program Corporated Social Responsibility turut berpartisipasi aktif membangun komunitas. Kegiatan CSR UOBI fokus kepada dunia seni, pendidikan dan anak-anak. UOBI mengadakan kompetisi seni secara regular di Indonesia memalui UOB Painting of The Year. UOBI juga
  14. 14. 14 mendorong karyawannya untuk ikut serta di kegiatan sukarela, antara lain melalui UOB Heartbeat, Kegiatan donor darah dan donasi buku. 3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan Dalam menjalankan sebuah bisnis suatu perusahaan harus memiliki visi dan misi guna menunjang keberhasilan dari pesaing bisnis kedepannya, yaitu; UOB (Indonesia) menjadi Bank terkemuka di Indonesia, berkomitmen untuk menyediakan produk yang berkualitas dan memberikan layanan yang terbaik. 3.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa. pekerjaan dari struktur organisasi yang berhubungan langsung dengan service report pada PT. Bank UOB Indonesia. Berikut struktur organisasi PT. Bank UOB Indonesia Tbk. 1. Tugas Talesales Portfolio Manager 1) Menerima database yang dikirim oleh MIS Database yang sudah di encrypt 2) Melakukan proses upload database ke telesales system & akan langsung dibagi ke semua agent secara automatic 3) Mendelegasikan fungsi upload database ke Telesales Manager lain apabila tidak di tempat 4) Melakukan monitoring terhadap TSA, sales supervisor, admin dan QA 5) Melakukan briefing, coaching kepada semua fungsi di bawah unit kerjanya. 2. Tugas Telesales Portfolio Supervisor
  15. 15. 15 1) Monitor Tenaga Penjual. 2) Melakukan coaching, briefing mengenai performance Tenaga Penjual. 3) Mencari & merekrut Tenaga Penjual yang handal dan berprestasi. 3. Tugas Quality Assurance 1) Menerima incoming aplikasi dari TSA 2) Melakukan pemeriksaan recording penawaran TSA apakah sudah sesuai dengan ketentuan 3) Apabila sudah sesuai ketentuan maka aplikasi dapat diteruskan untuk selanjutnya masuk ke report harian 4) Apabila ada yang tidak sesuai atau kurang maka QA akan mengembalikan aplikasi tersebut kepada TSA dan memberikan rekomendasinya. 4. Tugas Administration Telesales 1) Memproses COP di Mesin EDC sesuai dengan data yang ada. 2) Menghubungi Otorisasi apabila ada reject di mesin EDC 3) Melakukan pengecekan data incoming COP dan FOP dengan exclusion list yang dikirimkan oleh USB MIS. 4) Melakukan settlement pada Mesin EDC di akhir hari. 5) Melakukan reconcile data antara yang di Mesin EDC dengan report telesales sistem. 6) Mengirimkan report hasil penawaran TSA ke team Settlement dan memastikan tidak ada yang ada di exclusion list dikirimkan ke team Settlement. 7) Mengirimkan data Nasabah yang gagal diproses karena termasuk dalam exclusion list kepada USB Fulfillment baik untuk program COP dan FOP. 8) Membuat report harian, mingguan dan bulanan tentang productivity, sales achievement 9) Membuat rekap perhitungan gaji, komisi maupun bonus setiap bulannya
  16. 16. 16 10) Melakukan pengecekan recording untuk data nasabah gagal transfer dan menghubungi nasabah bila perlu untuk konfirmasi no rekening 5. Tugas Telesales Agent 1) Penawaran produk Bank lewat telepon. 2) Melakukan proses Due Diligence dengan cara : a. Menjelaskan kepada Nasabah mengenai syarat dan ketentuan serta karakterisktik produk yang juga memuat tentang manfaat, resiko dan juga biaya-biaya mengenai produk bank yang ditawarkan. b. Melakukan verifikasi awal untuk memastikan telesales berbicara dengan nasabah yang dimaksud c. Mewawancarai dan mendapatkan informasi langsung dari Nasabah mengenai data yang dibutuhkan untuk proses lanjutan. 3.2 Analisa Sistem Untuk mengatasi berbagai persoalan yang masih dihadapi saat ini dan k endala yang dihadapi selama ini banyak perhitungan yang manual menggunakan Microsoft excel sebagai alat bantu perhitungan komisi dan bonus. Data-data yang telah dikerjakan oleh telesales agent (telemarketing) menghasilkan transaksi yang nantinya akan menjadi sumber data dari perhitungan komisi dan bonus. Sumber data tersebut sangat riskan terjadinya selisih atau kesalahan dalam perhitungan komisi dan bonus dengan hanya mengandalkan Microsoft Excel sebagai media perhitunganya. Dalam keterbatasan sumber daya manusia pada divisi portfolio selama ini hanya dengan media tersebut dilakukan perhitungan komisi dan bonus. Tujuan utama dari aplikasi penilaian kerja dan perhitungan komisi dan bonus adalah untuk mempermudah dan meningkatkan kinerja staff khususnya administrasi dalam menyajikan laporan-laporan yang tepat dan akurat. Data-data dari agent yang diberikan kepada admin untuk perhitungan komisi selama ini didapat dari transaksi harian. Setelah itu dijadikan satu
  17. 17. 17 berdasarkan bulan berjalan atau yang disebut rekap bulanan. Dari hasil final rekap bulanan, proses perhitungan komisi dijalankan. Selama ini, perhitungan komisi dan bonus dari tahap rekap, sortir, total hasil komisi per agent, maupun persetujuan dari manajer dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Mekanisme proses penilaian kerja dan perhitungan komisi dan bonus dimulai dari agent menyerahakan hasil transaksi harian kepada bagian administrasi. Kemudian bagian administrasi melakukan rekap harian dan bulanan untuk sumber data perhitungan komisi dan bonus. Setelah hasil dari perhitungan administrasi kemudian dilakukan pengecekan oleh atasan terkait yaitu supervisor dan manajer. Hasil dari persetujuan supervisor dan manajer menjadi perhitungan yang sah untuk dijalankan kepada bagian keuangan. Berdasarkan hasil analisa, maka akan dibuat suatu perancangan sistem informasi penilaian kerja dan perhitungan komisi dan bonus dengan menggunakan PHP dan MySQL untuk melakukan perubahan maka dibutuhkan tahapan - tahapan tertentu. Pada siklus hidup pengembangan sistem dapat diperoleh dengan menganalisa masalah terhadap sistem yang sedang berjalan. Dimana sistem yang berjalan saat ini masih menggunakan sistem manual yang belum menggunakan sistem terkomputerisasi. 3.3 Perancangan Sistem Sistem penilaian kerja dan perhitungan komisi selama ini masih menggunakan sistem yang manual dalam melakukan perhitungan komisi para agent, serta proses penilaian kerja yang juga masih bersifat manual, maka dari itu saya mengusulkan sistem program aplikasi untuk penilaian kerja dan perhitungan komisi agar lebih memudahkan kegiatan yang berhubungan dengan penilaian kerja dan perhitungan komisi. Pada dasarnya proses bisnis sistem usulan tidak berbeda jauh dengan sistem yang berjalan selama ini. Berdasarkan hasil analisa, maka akan dibuat suatu perancangan sistem informasi Penilaian Kerja dan Perhitungan Komisi dengan menggunakan PHP dan MySQL untuk melakukan perubahan maka dibutuhkan tahapan - tahapan tertentu. Pada siklus hidup pengembangan sistem dapat diperoleh dengan
  18. 18. 18 menganalisa masalah terhadap sistem yang sedang berjalan. Dimana sistem yang berjalan saat ini masih menggunakan sistem manual yang belum menggunakan sistem terkomputerisasi.
  19. 19. 19 BAB IV PENUTUP 1. KESIMPULAN Kebutuhan untuk mensinkronisasi perencanaan strategis dengan pengembangan sistem informasi sudah semakin mendesak. Organisasi tidak bisa lagi berbangga bila memiliki beberapa sistem aplikasi yang mempermudah operasional, tetapi juga sudah harus mulai memikirkan bagaimana semua sistem aplikasi yang ada mendukung tujuan dan misi organisasi. Perencanaan strategis organisasi harus diteliti ulang secara comprehensive karena hal ini merupakan kunci yan akan menjadi titik tolak dari perencanaan strategis sistem informasi. Hal ini tidak mudah untuk dilakssanakan karena eksekutif di VTS tidak memiliki suatu game plan yang telah terdokumentasi secara meyeluruh. Hal ini tidak berarti VTS tidak memiliki strategi, tetapi strategi tersebut belum dijabarkan secara sistematis. Oleh karena itulah, metodologi perencanaan strategis organisasi sangat besar peranannya dalam hal ini. Dengan melakukan wawancara dan menyusun faktor-faktor strategis dalam matriks, terciptalah “benaang merah” yang menghubungkan semua faktor-faktor strategis tersebut secara logis dan sistematis. Arsitektur teknologi informasi yang dihasilkan merupakan suatu landasan yang dapat dimanfaatkan untuk memiih dan/atau mengembangkan teknologi informasi yang baru sesuai dengan informasi yang telah disusun, Dengan merancang suatu Prototype executive information system (EIS) yang menyajikan informasi yang nilainya strategis, eksekutif dapat secara langsungmelihat manfaat yang konkrit dari proyek ini, dan sekaligus juga membuktikan bahwa pengembangan sistem informasi yang didasarkan kepada perencanaan strategis dapat memberikan manfaat yang aksimal bagi organisasi.
  20. 20. 20 DAFTAR PUSTAKA http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/n!@file_skripsi/Isi1774579185803.pdf http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/n!@file_skripsi/Isi3804556587611.pdf http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab5/bab5_97-17a.pdf

×