KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN         PROFESIONALISME GURU                 MAKALAH                Disusun Oleh:      ...
KATA PENGANTAR         Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esayang telah memberikan rahmat ser...
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................     ...
BAB I                                 PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG       Guru profesional seharusnya memiliki empat kompet...
3) Penghasilan tidak ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. Sementara ini        guru yang berprestasi dan yang tidak be...
terhormat", dalam arti semakin memiliki banyak waktu luang untukmempertajam intelektualitas (mind) dan kepribadian (person...
BAB II                                 PEMBAHASANA. KOMPETENSI GURU       Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidika...
masyarakat; (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru   misalnya sopan santun dan tata karma dan; (5) ber...
kemasyarakatan dan; (3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik        secara individual maupun secara kelompok.B. KOMPET...
disebutkan diatas merupakan hal yang dapat menunjang terbentuknyakompetensi guru. Dengan kompetensi profesional tersebut, ...
hanya mendengarkan. Dalam suasana seperti itu, peserta didik secara aktifdilibatkan dalam memecahkan masalah, mencari sumb...
peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajarannya yang       diterimanya.   5. Sesuai dengan prinsip repitisi dalam ...
C. GURU PROFESIONAL DALAM PROSES PENDIDIKAN         Guru adalah suatu profesi, dimana sebelum ia bekerja sebagai guru,terl...
(a) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; (b) memiliki komitmenuntuk meningkatkan mutu pendidikan, keimana...
Dalam sudut pandang penulis, selain berbagai pendapat di atas, terdapatbeberapa kriteria lainnya yang harus dimiliki seora...
10. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil pendidikan guna       keperluan pengajaran.       Bila ditelaah s...
BAB III                                    PENUTUP       Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa untuk menjadi guru...
DAFTAR PUSTAKADede    Mohamad Riva. Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru       http://www.duniaesai.com/pendidikan/didi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru

35,701 views

Published on

3 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
35,701
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
82
Actions
Shares
0
Downloads
1,358
Comments
3
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

28526777 makalah-kompetensi-guru-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru

  1. 1. KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MAKALAH Disusun Oleh: Eka L. Koncara, S.Pd.I. SD NEGERI 2 CIBOGOGIRANGUPTD PEMBINAAN TK-SD DAN PLS KEC. PLEREDDINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN PURWAKARTA 2010
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esayang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunanmakalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini disusun untuk sekedar memperkaya pustaka di lingkungan SDNegeri 2 Cibogogirang, dengan judul “KOMPETENSI GURU DALAMMENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU”. Terima kasih banyak kami haturkan kepada semua pihak yang telahmendukung hingga rampungnya makalah ini. Mohon maaf atas segalakekurangannya. Demikianlah, semoga bermanfaat. Purwakarta, Maret 2010 Penyusun i
  3. 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................ iDAFTAR ISI ........................................................................................................ iiBAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A. LATAR BELAKANG ........................................................................... 1 B. RUMUSAN MASALAH ..................................................................... 3BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 4 A. KOMPETENSI GURU ........................................................................ 4 B. KOMPETENSI PROFESIONAL GURU ................................................ 6 C. GURU PROFESIONAL DALAM PROSES PENDIDIKAN....................... 10BAB III PENUTUP .............................................................................................. 14DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 15 ii
  4. 4. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitukompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memilikipengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik. Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yangmemerlukan prinsip-prinsip profesional. Mereka harus (1) memiliki bakat, minat,panggilan jiwa, dan idealisme, (2) memiliki kualifikasi pendidikan dan latarbelakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya, (3) memilikikompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya. Di samping itu,mereka juga harus (4) mematuhi kode etik profesi, (5) memiliki hak dankewajiban dalam melaksanakan tugas, (6) memperoleh penghasilan yangditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya, (7) memiliki kesempatan untukmengembangkan profesinya secara berkelanjutan, (8) memperoleh perlindunganhukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya, dan (9) memiliki organisasiprofesi yang berbadan hukum (sumber UU tentang Guru dan Dosen). Bila kita mencermati prinsip-prinsip profesional di atas, kondisi kerja padadunia pendidikan di Indonesia masih memiliki titik lemah pada hal-hal berikut: 1) Kualifikasi dan latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan bidang tugas. Di lapangan banyak di antara guru mengajarkan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya. 2) Tidak memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas. Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, seorang guru selain terampil mengajar, juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik. 1
  5. 5. 3) Penghasilan tidak ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. Sementara ini guru yang berprestasi dan yang tidak berprestasi mendapatkan penghasilan yang sama. Memang benar sekarang terdapat program sertifikasi. Namun, program tersebut tidak memberikan peluang kepada seluruh guru. Sertifikasi hanya dapat diikuti oleh guru-guru yang ditunjuk kepala sekolah yang notabene akan berpotensi subjektif. 4) Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan profesi secara berkelanjutan. Banyak guru yang terjebak pada rutinitas. Pihak berwenang pun tidak mendorong guru ke arah pengembangan kompetensi diri ataupun karier. Hal itu terindikasi dengan minimnya kesempatan beasiswa yang diberikan kepada guru dan tidak adanya program pencerdasan guru, misalnya dengan adanya tunjangan buku referensi, pelatihan berkala, dsb. Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai he does his job well.Artinya, guru haruslah orang yang memiliki insting pendidik, paling tidakmengerti dan memahami peserta didik. Guru harus menguasai secara mendalamminimal satu bidang keilmuan. Guru harus memiliki sikap integritas profesional.Dengan integritas barulah, sang guru menjadi teladan atau role model. Menyadari banyaknya guru yang belum memenuhi kriteria profesional,guru dan penanggung jawab pendidikan harus mengambil langkah. Hal-hal yangdapat dilakukan di antaranya (1) penyelenggaraan pelatihan. Dasarprofesionalisme adalah kompetensi. Sementara itu, pengembangan kompetensimutlak harus berkelanjutan. Caranya, tiada lain dengan pelatihan. (2) Pembinaanperilaku kerja. Studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20dan penelitian-penelitian manajemen dua puluh tahun belakangan bermuarapada satu kesimpulan utama bahwa keberhasilan pada berbagai wilayahkehidupan ternyata ditentukan oleh perilaku manusia, terutama perilaku kerja.(3) Penciptaan waktu luang. Waktu luang (leisure time) sudah lama menjadisebuah bagian proses pembudayaan. Salah satu tujuan pendidikan klasik(Yunani-Romawi) adalah menjadikan manusia makin menjadi "penganggur 2
  6. 6. terhormat", dalam arti semakin memiliki banyak waktu luang untukmempertajam intelektualitas (mind) dan kepribadian (personal). (4) Peningkatankesejahteraan. Agar seorang guru bermartabat dan mampu "membangun"manusia muda dengan penuh percaya diri, guru harus memiliki kesejahteraanyang cukup.B. RUMUSAN MASALAH Dalam makalah ini, penulis akan membahas beberapa masalah yangberkaitan dengan kompetensi guru dalam meningkatkan profesional guru, yaitu“Bagaimana upaya peningkatan kompetensi guru dalam dunia pendidikan?”. 3
  7. 7. BAB II PEMBAHASANA. KOMPETENSI GURU Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalursekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalamdefinisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang barudapat juga dianggap seorang guru. Guru adalah profesi yang mempersiapkan sumber daya manusia untukmenyongsong pembangunan bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Guru dengansegala kemampuannya dan daya upayanya mempersiapkan pembelajaran bagipeserta didiknya. Sehingga tidak salah jika kita menempatkan guru sebagai salahsatu kunci pembangunan bangsa menjadi bangsa yang maju dimasa yang akandatang. Dapat dibayangkan jika guru tidak menempatkan fungsi sebagaimanamestinya, bangsa dan negara ini akan tertinggal dalam kemajuan ilmupengetahuan dan teknologi yang kian waktu tidak terbendung lagiperkembangannya. Seorang guru yang mendidik banyak siswa dan siswi di sekolah harusmemiliki kompetensi. Kompetensi yang harus dimiliki diantaranya adalah : 1. Kompetensi Pribadi Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Oleh karena itu, pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). Sebagai seorang model guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies), di antaranya: (1) kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya; (2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antarumat beragama; (3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma, aturan, dan sistem nilai yang berlaku di 4
  8. 8. masyarakat; (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan; (5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik.2. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Oleh sebab itu, tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi sebagai berikut: (1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan, misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional, institusional, kurikuler dan tujuan pembelajaran; (2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan, misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa, paham tentang teori-teori belajar; (3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya; (4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran; (5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar; (6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran; (7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran; (8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang, misalnya administrasi sekolah, bimbingan dan penyuluhan dan; (9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja.3. Kompetensi Sosial Kemasyarakatan Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial, meliputi: (1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional; (2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga 5
  9. 9. kemasyarakatan dan; (3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelompok.B. KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan olehguru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar, tugas guru ini sangatberkaitan dengan kompetensi profesionalnya. Hakikat profesi guru merupakansuatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusussebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidangpendidikan. Walaupun pada kenyataannya masih terdapat hal-hal tersebut diluar bidang kependidikan. Ciri seseorang yang memiliki kompetensi apabila dapat melakukansesuatu, hal ini sesuai dengan pendapat Munandar bahwa, kompetensimerupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaandan latihan. Pendapat ini, menginformasikan dua faktor yang mempengaruhiterbentuknya kompetensi, yakni ; (a) faktor bawaan, seperti bakat, dan (b) faktorlatihan, seperti hasil belajar. Menurut Soedijarto, Guru yang memiliki kompetensi profesional perlumenguasai antara lain: (a) disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran, (b) bahan ajar yang diajarkan, (c) pengetahuan tentang karakteristik siswa, (d) pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan, (e) pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar, (f) penguasaan terhadap prinsip-prinsip teknologi pembelajaran, (g) pengetahuan terhadap penilaian, dan mampu merencanakan, memimpin, guna kelancaran proses pendidikan. Tuntutan atas berbagai kompetensi ini mendorong guru untukmemperoleh informasi yang dapat memperkaya kemampuan agar tidakmengalami ketinggalan dalam kompetensi profesionalnya. Semua hal yang 6
  10. 10. disebutkan diatas merupakan hal yang dapat menunjang terbentuknyakompetensi guru. Dengan kompetensi profesional tersebut, dapat didugaberpengaruh pada proses pengelolaan pendidikan sehingga mampu melahirkankeluaran pendidikan yang bermutu. Keluaran yang bermutu dapat dilihat padahasil langsung pendidikan yang berupa nilai yang dicapai siswa dan dapat jugadilihat dari dampak pengiring, yakni dimasyarakat. Selain itu, salah satu unsurpembentuk kompetensi profesional guru adalah tingkat komitmennya terhadapprofesi guru dan didukung oleh tingkat abstraksi atau kemampuan menggunakannalar. Guru yang rendah tingkat komitmennya, ditandai oleh ciri-ciri sebagaiberikut: a. Perhatian yang disisihkan untuk memerhatikan siswanya hanya sedikit. b. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya hanya sedikit. c. Perhatian utama guru hanyalah jabatannya. Sebaliknya, guru yang mempunyai tingkatan komitmen tinggi, ditandaioleh ciri-ciri sebagai berikut: a. Perhatiannya terhadap siswa cukup tinggi. b. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya banyak. c. Banyak bekerja untuk kepentingan orang lain. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme, yaitu guru yangprofesional adalah guru yang kompeten (berkemampuan). Karena itu,kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dankewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuantinggi. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalammewujudkan sekolah berbasis pengetahuan, yaitu pemahaman tentangpembelajaran, kurikulum, dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar.Pada umumnya di sekolah-sekolah yang memiliki guru dengan kompetensiprofesional akan menerapkan “pembelajaran dengan melakukan” untukmenggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik 7
  11. 11. hanya mendengarkan. Dalam suasana seperti itu, peserta didik secara aktifdilibatkan dalam memecahkan masalah, mencari sumber informasi, dataevaluasi, serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerjamereka kepada teman sejawat dan yang lainnya. Sedangkan para guru dapatbekerja secara intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran,baik individual maupun tim, membuat keputusan tentang desain sekolah,kolaborasi tentang pengembangan kurikulum, dan partisipasi dalam prosespenilaian. Kompetensi profesional seorang guru adalah seperangkat kemampuanyang harus dimiliki oleh seorang guru agar ia dapat melaksanakan tugasmengajarnya dengan berhasil. Adapun kompetensi yang harus dimiliki olehseorang guru, terdiri dari 3 (tiga) yaitu ; kompetensi pribadi, kompetensi sosial,dan kompetensi profesional mengajar. Keberhasilan guru dalam menjalankanprofesinya sangat ditentukan oleh ketiganya dengan penekanan padakemampuan mengajar. Dengan demikian, bahwa untuk menjadi guru profesional yang memilikiakuntabilitas dalam melaksanakan ketiga kompetensi tersebut, dibutuhkan tekaddan keinginan yang kuat dalam diri setiap guru atau calon guru untukmewujudkannya. Sebagai seorang guru perlu mengetahui dan menerapkanbeberapa prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnyasecara profesional, yaitu sebagai berikut: 1. Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi. 2. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. 3. Guru harus dapat membuat urutan (sequence) dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik. 4. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (kegiatan apersepsi), agar 8
  12. 12. peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajarannya yang diterimanya. 5. Sesuai dengan prinsip repitisi dalam proses pembelajaran, diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas. 6. Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. 7. Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya. 8. Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial, baik dalam kelas maupun diluar kelas. 9. Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut. 10. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat,guru tidak lagi hanya bertindak sebagai penyaji informasi, tetapi juga harusmampu bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang lebihbanyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari danmengolah sendiri informasi. Dengan demikian keahlian guru harus terusdikembangkan dan tidak hanya terbatas pada penguasaan prinsip mengajarseperti yang telah diuraikan di atas. Bertitik tolak dari pendapat para ahlitersebut diatas, maka yang dimaksud “Kompetensi Profesionalisme Guru” adalahorang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidangnya sehinggaia mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru dengan hasilyang baik. 9
  13. 13. C. GURU PROFESIONAL DALAM PROSES PENDIDIKAN Guru adalah suatu profesi, dimana sebelum ia bekerja sebagai guru,terlebih dahulu dididik dalam suatu lembaga pendidikan keguruan, yangdidalamnya ia bukan hanya belajar ilmu pengetahuan bidang studi yang akandiajarkan dan ilmu serta metode mengajar, tapi juga dibina agar memilikikepribadian sebagai guru. Ki Hajar Dewatara telah menggariskan pentingnya peranan guru dalamproses pembelajaran dengan ungkapan “ing ngarso sung tulodho, ing madyomangun karso, tut wuri handayani”, di mana guru harus dapat menempatkan dirisebagai teladan, penasihat, pembimbing, dan motivator bagi anak didiknya. Menurut data Human Devlopment Indek (HDI), guru yang memilikistandar kualifikasi mengajar adalah berkisar 60% untuk SD, 40% SLTP, 34% SLTA,dan 17,2% atau 69,477 guru mengajar tidak sesuai dengan bidang studi atau latarbelakang pendidikannya ”. Dalam Jurnal Profesor Sujipto, Rektor UNJ menyebutkan bahwa ”Saat inibaru 50 % dari guru Indonesia yang memiliki standarisasi dan kompetensi”.Kondisi ini masih sangat jauh dari yang diharapkan, sehingga sangat wajar mutupendidikan kita tidak begitu bagus. Dari data HDI juga terungkap bahwa kualitas sumber daya manusiaIndonesia saat ini menduduki peringkat 105, dimana untuk wilayah Asia TenggaraSingapura menduduki peringkat 25, Brunai peringkat 26, Malaysia peringkat 57,Thailand peingkat 57, dan Philipina menempati peringkat 77. (Falah Yunus,2007). UU No.14 Tahun 2005 tentang, Guru dan Dosen pasal 1 ayat 1menyebutkan” Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasipeserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikandasar, dan pendidikan menengah”. Sedangkan pada pasal 7 ayat 1 disebutkan” Profesi guru ...... merupakanbidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: 10
  14. 14. (a) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; (b) memiliki komitmenuntuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;(c) memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai denganbidang tugas; (d). memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidangtugas. Dengan demikian, kriteria guru profesional yang diamanatkan olehundang-undang tersebut adalah: 1. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme. 2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. 3. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. 4. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. Lain lagi dengan tanggapan para siswa tentang bagaimana guruprofesional dalam perspektif mereka. Kriteria guru ideal dalam perspektif siswa,di antaranya: 1. Dapat berperan sebagai orang tua yang senantiasa memperhatikan anak didiknya, dan menghormati mereka dengan panggilan yang enak, serta hafal nama panggilan setiap anak didiknya. 2. Dapat berperan sebagai teman belajar yang senantiasa menempatkan diri pada posisi “peserta belajar” dengan tidak bersikap menggurui, sehingga anak didik akan dapat termotivasi untuk bersaing dalam menyelesaikan setiap masalahnya dalam proses pembelajaran. 3. Dapat berperan sebagai teman bergaul yang memposisikan diri sebagai sahabat “sebaya” yang sikap dan gaya bahasanya akrab dengan lingkungan seusia anak didik, serta dapat memberikan suasana santai yang penuh inovasi dalam lingkungan pembelajaran di kelas. Hal ini sesuai dengan Asas Utama Quantum Teaching “Bawalah duniamereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka.” 11
  15. 15. Dalam sudut pandang penulis, selain berbagai pendapat di atas, terdapatbeberapa kriteria lainnya yang harus dimiliki seorang guru dalam kegiatan belajardi kelas, antara lain: 1. Dalam segi penampilan, guru harus berpakaian rapi, sopan, dan enak dipandang, serta tidak tampil berlebihan. Guru juga harus dapat menampilkan sikap dan menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan lingkungan kelas tempat ia melakukan proses pembelajaran. 2. Dalam segi administrasi, guru harus menguasai berbagai administrasi kependidikan yang digunakannya dalam proses belajar. Guru harus menguasai kurikulum serta memiliki perencanaan dalam setiap kegiatan pembelajarannya. Guru juga harus selalu membekali diri dengan perangkat administrasi yang digunakan sebagai indikator perkembangan siswa di kelas, seperti daftar hadir dan daftar nilai, pada setiap pertemuannya. 3. Dalam segi organisasi, guru harus mampu memposisikan diri sebagai leader yang membawa anak didiknya ke dalam dunia pembelajaran. Guru juga harus mampu berperan sebagai motivator dan fasilitator bagi anak didiknya. Menurut Muhibbin Syah (2004), ada sepuluh kemampuan dasar yangharus dimiliki guru dalam upaya peningkatan mutu belajar, yaitu: 1. Menguasai bahan ajar, 2. Mengelola program belajar mengajar, 3. Mengelola kelas, 4. Menggunakan media dan sumber belajar, 5. Menguasai landasan-landasan pendidikan, 6. Mengelola interaksi belajar mengajar, 7. Menilai prestasi siswa, 8. Mengenal fungsi dan program layanan bimbingan konseling di sekolah, 9. Mengenal dan melaksanakan administrasi sekolah, dan 12
  16. 16. 10. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil pendidikan guna keperluan pengajaran. Bila ditelaah secara seksama, dapat kita temukan bahwa salah satukemampuan pokok yang wajib dikuasai oleh seorang guru profesional adalahmerencanakan, mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dalam setiapproses pengajarannya. Karena itu, guru harus menjadi gudang inovasi dalammenciptakan metode dan model-model pembelajaran yang unik, menarik, dansesuai dengan perkembangan jaman serta kondisi lingkungan pengajarannya.Guru harus mampu berpikir kreatif serta bersikap peka terhadap lingkungansekitarnya dan lingkungan sekitar anak didiknya. 13
  17. 17. BAB III PENUTUP Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa untuk menjadi guruprofesional, seseorang harus:1. Mengerti dan menyenangi dunia pendidikan, dan didukung dengan kompetensi profesionalisme.2. Menerapkan prinsip mengajar yang baik serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pendidikan.3. Mempunyai motivasi kerja yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar.4. Berjiwa sabar dan bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya, baik dalam berkata maupun bersikap.5. Memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif dan suasana sekolah yang kondusif.6. Mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk dunia pendidikan.7. Mempunyai program pengajaran yang jelas dan terarah sesuai dengan kurikulum.8. Berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang santun dan bertanggungjawab. Demikian tulisan yang sangat sederhana ini, mudah-mudahan bisamemberikan sumbangan pemikiran inovasi demi mencerdaskan kehidupan anakbangsa dan pada akhirnya dapat memberi manfaat bagi kita semua terutamabagi penulis sendiri tentunya. 14
  18. 18. DAFTAR PUSTAKADede Mohamad Riva. Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru http://www.duniaesai.com/pendidikan/didik18.html diakses tanggal 15 Maret 2010Fitrianur. Kompetensi Profesionalisme Guru. http://www.tarakankota.go.id diakses tanggal 15 Maret 2010Penyusun, 2006, Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta: BSNPPP Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, JakartaSutikno, Sobry, 2008, Belajar dan Pembelajaran, Bandung: ProspectUU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, JakartaUU Republik Indonesia No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, JakartaSaiful Adi. Kompetensi Yang Harus Dimiliki Seorang Guru http://saifuladi.wordpress.com/2007/01/06/ 15

×