Successfully reported this slideshow.
BySTRUMA   Sri Endah A (Eteh)         Dadang AN(Aom)          Yoyoh R (yoyoh)           Nurhayati (uni)           Tatuh H ...
DEFINISI           truma adalah pembesaran kelenjar gondok yang disebabkan oleh penambahan jaringan kelenjar           gon...
ANATOMI TIROIDKelenjar tiroid terletak di leher, regio koli anterior antara fasia colli media dan fasia prevertebralis.Ber...
Kelenjar tiroid terdiri dari nodul-nodul yangtersusun dari folikel-folikel.     Epitel folikel merupakan tempat sintesisho...
BATAS KELENJAR            TIROID :bagian kranial  tepi rahang bawah, bagian kaudal kedua tulang selangka dan tepi krania...
Fisiologi Hormon Tyroid           elenjar tyroid menghasilkan hormon tyroid utama yaitu Tiroksin (T4).           Bentuk ak...
ETIOLOGI            •   Defisiensi iodium.           Kelainan metabolik kongenital yang menghambat sintesa hormon tyroid. ...
KLASIFIKASI            Menurut American society for Study of Goiter membagi :           truma Non Toxic Diffusa           ...
PATOFISIOLOGI           Iodium merupakan semua bahan utama yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hormon           tyroid...
MANIFESTASI KLINIS           ada umumnya pasien struma nodosa datang berobat karena keluhan           kosmetik atau ketaku...
PENATALAKSANAAN           primer           Memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal merubah pola perilaku makan dan...
PEMERIKSAANnspeksi warna kulit dan gerakan menelan,alpasi saat duduk atau berbaring meliputi ukuran, konsistensidan nyeri ...
USULAN PEMERIKSAANine Needle Aspiration Biopsy (dapat diulang maksimal 4 kali):kirim ke sitologi untuk mencari sel atipik ...
emeriksaan sidik tiroid : bila nodul menangkap yodium lebihsedikit dari jaringan tiroid yang normal disebut nodul dingin(c...
DASAR PENGOBATANengobatan konservatifekanisme kerja obat antitiroid  prevensi pada sintesisdan akhir dari thyroxid golong...
ndikasi konservatif:   • Toleransi operasi tidak baik   • Struma yang residif   • Pasien lanjut usia
ndikasi Pembedahanuspek keganasanultinodular beratiwayat radiasi pada kepala & leherejala-gejala penekanan pada laring leh...
Jenis Pembedahan        Contoh indikasiBiopsi insisi           Struma difusa pradiagnosisIsmolobektomiBiopsi eksisi       ...
ollow Upost operasi:uka Operasiematuriaesak nafas
ASUAHAN KEPERAWATAN                        PADA PASIEN STRUMA           ENGKAJIAN           engumpulan data           dent...
PEMERIKSAAN FISIK           eadaan umum           ada umumnya keadaan penderita lemah dan kesadarannya composmentis dengan...
akanan/cairan           ehilangan berat badan yang mendadak, nafsu makan meningkat, makan banyak,           makannya serin...
PEMERIKSAAN PENUNJANG           Human thyrologlobulin( untuk keganasan thyroid)           Kadar T3, T4           Nilai ...
PEMERIKSAAN RADIOLOGIS           ilakukan foto thorak posterior anterior           oto polos leher antero posterior dan la...
DIAGNOSA KEPERAWATAN           dapun diagnosa yang sering timbul pada penderita post operasi theroidectomy adalah :       ...
EVIDANCE BASE           truma berulang adalah pertumbuhan kembali jaringan tiroid setelah           tiroidektomi. Sebuah o...
Sementara itu untuk kekambuhan adalah 15 tahun. Temuan           histopatologi yang paling sering selama operasi pertama d...
1.   PENGKAJIAN                  1. Pengumpulan Data                     a. Data Biografi                        1) Identi...
a. Riwayat Kesehatan              a) Riwayat kesehatan sekarang                 (1) Keluhan Utama saat masuk RS           ...
a. Data Penunjang                   a) Hasil laboratorium                      Tgl 12/10/2012                      - Hemog...
Diagnosa Keperawatan berdasarkan proritas           1. Tidak efektif jalan nafas berhubungan dengan akumulasi secret.    ...
INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI           anajement nyeri           irway manajemen           erawatan luka           dukasi p...
TERIMA KASIH
Struma 2
Struma 2
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Struma 2

6,657 views

Published on

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Struma 2

  1. 1. BySTRUMA Sri Endah A (Eteh) Dadang AN(Aom) Yoyoh R (yoyoh) Nurhayati (uni) Tatuh H (ema)
  2. 2. DEFINISI truma adalah pembesaran kelenjar gondok yang disebabkan oleh penambahan jaringan kelenjar gondok yang menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah banyak sehingga menimbulkan keluhan seperti berdebar - debar, keringat, gemetaran, bicara jadi gagap, mencret, berat badan menurun, mata membesar, penyakit ini dinamakan hipertiroid (graves’ disease). truma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme. truma Diffusa toxica adalah salah satu jenis struma yang disebabkan oleh sekresi hormon- hormon thyroid yang terlalu banyak. Histologik keadaan ini adalah sebagai suatu hipertrofi dan hyperplasi dari parenkhym kelenjar. truma endemik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang disebabkan oleh asupan mineral yodium yang kurang dalam waktu yang lama12/15/12
  3. 3. ANATOMI TIROIDKelenjar tiroid terletak di leher, regio koli anterior antara fasia colli media dan fasia prevertebralis.Berat kelenjar tiroid normal adalah 10-20 gram.Terdiri dari 2 lobus yaitu kanan dan kiri.
  4. 4. Kelenjar tiroid terdiri dari nodul-nodul yangtersusun dari folikel-folikel. Epitel folikel merupakan tempat sintesishormon dan mengaktifkan pelepasannya ke sirkulasi. Hormon utamanya adalahT4 (Tiroksin) yangbanyak memproduksi, T3 (Tiriyodotirotin) yang lebihaktif.
  5. 5. BATAS KELENJAR TIROID :bagian kranial  tepi rahang bawah, bagian kaudal kedua tulang selangka dan tepi kranial sternum,bagian lateral  pinggir depan m.trapezius kiri dan kanan,m.sternocleidomastoid.garis tengah dari kranial ke kaudal  tulang hioid, kartilagotiroid, kartilago krikoid, dan trakea.
  6. 6. Fisiologi Hormon Tyroid elenjar tyroid menghasilkan hormon tyroid utama yaitu Tiroksin (T4). Bentuk aktif hormon ini adalah Triodotironin (T3), yang sebagian besar berasal dari konversi hormon T4 di perifer, dan sebagian kecil langsung dibentuk oleh kelenjar tyroid. Iodida inorganik yang diserap dari saluran cerna merupakan bahan baku hormon tyroid12/15/12
  7. 7. ETIOLOGI  • Defisiensi iodium. Kelainan metabolik kongenital yang menghambat sintesa hormon tyroid. enghambatan sintesa hormon oleh zat kimia Phenolic dan phthalate ester derivative dan resorcinol berasal dari tambang batu dan batu bara. enghambatan sintesa hormon oleh obat-obatan (misalnya : thiocarbamide, sulfonylurea dan litium). iwayat radiasi kepala dan leher : Riwayat radiasi selama masa kanak-kanak mengakibatkan nodul benigna dan maligna (Lee, 2004)12/15/12
  8. 8. KLASIFIKASI Menurut American society for Study of Goiter membagi : truma Non Toxic Diffusa truma Non Toxic Nodusa tuma Toxic Diffusa truma Toxic Nodusa stilah Toksik dan Non Toksik dipakai karena adanya perubahan dari segi fungsi fisiologis kelenjar tiroid seperti hipertiroid dan hipotyroid, sedangkan istilah nodusa12/15/12 dan diffusa lebih kepada perubahan bentuk anatomi
  9. 9. PATOFISIOLOGI Iodium merupakan semua bahan utama yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hormon tyroid. Bahan yang mengandung iodium diserap usus, masuk ke dalam sirkulasi darah dan ditangkap paling banyak oleh kelenjar tyroid. Dalam kelenjar, iodium dioksida menjadi bentuk yang aktif yang distimuler oleh Tiroid Stimulating Hormon kemudian disatukan menjadi molekul tiroksin yang terjadi pada fase sel koloid. Senyawa yang terbentuk dalam molekul diyodotironin membentuk tiroksin (T4) dan molekul yoditironin (T3). Tiroksin (T4) menunjukkan pengaturan umpan balik negatif dari sekresi Tiroid Stimulating Hormon dan bekerja langsung pada tirotropihypofisis, sedang tyrodotironin (T3) merupakan hormon metabolik tidak aktif. Beberapa obat dan keadaan dapat mempengaruhi sintesis, pelepasan dan metabolisme tyroid sekaligus menghambat sintesis tiroksin (T4) dan melalui rangsangan umpan balik negatif meningkatkan pelepasan TSH oleh kelenjar hypofisis. Keadaan ini menyebabkan pembesaran kelenjar tyroid.12/15/12
  10. 10. MANIFESTASI KLINIS ada umumnya pasien struma nodosa datang berobat karena keluhan kosmetik atau ketakutan akan keganasan. Jika struma cukup besar, akan menekan area trakea yang dapat mengakibatkan gangguan pada respirasi dan juga esofhagus tertekan sehingga terjadi gangguan menelan. Peningkatan simaptis seperti ; jantung menjadi berdebar- debar, gelisah, berkeringat, tidak tahan cuaca dingin, diare, gemetar, dan kelelahan12/15/12
  11. 11. PENATALAKSANAAN primer Memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal merubah pola perilaku makan dan memasyarakatkan pemakaian garam yodium Mengkonsumsi makanan yang merupakan sumber yodium seperti ikan laut Mengkonsumsi yodium dengan cara memberikan garam beryodium setelah dimasak, tidak dianjurkan memberikan garam sebelum memasak untuk menghindari hilangnya yodium dari makanan Iodisai air minum untuk wilayah tertentu dengan resiko tinggi.. Memberikan kapsul minyak beryodium (lipiodol) pada penduduk di daerah endemik berat dan endemik sedang. Memberikan suntikan yodium dalam minyak (lipiodol 40%).12/15/12
  12. 12. PEMERIKSAANnspeksi warna kulit dan gerakan menelan,alpasi saat duduk atau berbaring meliputi ukuran, konsistensidan nyeri tekan. Prinsipnya, kepala fleksi ringan supayaregangan otot pita leher tidak mengganggu palpasi. Saatmenelan, trakea bergerak turun naik dan kelenjar tiroidmengikuti gerakan menelan karena menempel dengan trakea.
  13. 13. USULAN PEMERIKSAANine Needle Aspiration Biopsy (dapat diulang maksimal 4 kali):kirim ke sitologi untuk mencari sel atipik yang menunjukkankeganasan.Gambaran aspirat merah coklat  kista yang dapat berulangkembali.
  14. 14. emeriksaan sidik tiroid : bila nodul menangkap yodium lebihsedikit dari jaringan tiroid yang normal disebut nodul dingin(cold nodule), bila sama afinitasnya maka disebut nodulhangat (warm nodule) dan bila afinitasnya lebih maka disebutnodul panas (hot nodule).iopsi jaringan tumor : dianggap sebagai Gold Standar untukdiagnosis secara histopatologis, sehingga dapat diketahuisecara pasti apakah tumor tersebut termasuk jinak atau
  15. 15. DASAR PENGOBATANengobatan konservatifekanisme kerja obat antitiroid  prevensi pada sintesisdan akhir dari thyroxid golongan thiouracil(propilthiouracyl) 100 mg 3x/hari. Jika menjadi euthiroidmaka lanjutkan obat maintainance 5mg 2x/hari selama 12-18 bulan.
  16. 16. ndikasi konservatif: • Toleransi operasi tidak baik • Struma yang residif • Pasien lanjut usia
  17. 17. ndikasi Pembedahanuspek keganasanultinodular beratiwayat radiasi pada kepala & leherejala-gejala penekanan pada laring leher dan struktur
  18. 18. Jenis Pembedahan Contoh indikasiBiopsi insisi Struma difusa pradiagnosisIsmolobektomiBiopsi eksisi Tumor (nodul) terbatasIsmolobektomi pradiagnosisTiroidektomi subtotal Hipertiroid (graves) Struma nodusa benignaHemitiroidektomi Kelainan unilateral (adenoma) (Ismolobektomi)Tiroidektomi total Keganasan terbatas tanpa kelainan kelenjar limfeTiroidektomi radikal Keganasan tiroid dengan kemungkinan metastase ke kelenjar limfe regional
  19. 19. ollow Upost operasi:uka Operasiematuriaesak nafas
  20. 20. ASUAHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STRUMA ENGKAJIAN engumpulan data dentifikasi klien. eluhan utama klien.Pada klien post operasi thyroidectomy keluhan yang dirasakan pada umumnya adalah nyeri akibat luka operasi. iwayat penyakit sekarangBiasanya didahului oleh adanya pembesaran nodul pada leher yang semakin membesar sehingga mengakibatkan terganggunya pernafasan karena penekanan trakhea eusofagus sehingga perlu dilakukan operasi. iwayat penyakit dahulu Perlu ditanyakan riwayat penyakit dahulu yang berhubungan dengan penyakit gondok, misalnya pernah menderita gondok lebih dari satu kali, tetangga atau penduduk sekitar berpenyakit gondok. iwayat kesehatan keluarga Dimaksudkan barangkali ada anggota keluarga yang menderita sama dengan12/15/12 klien saat ini.
  21. 21. PEMERIKSAAN FISIK eadaan umum ada umumnya keadaan penderita lemah dan kesadarannya composmentis dengan tanda-tanda vital yang meliputi tensi, nadi, pernafasan dan suhu yang berubah. epala dan leher: Pada klien dengan post operasi thyroidectomy biasanya didapatkan adanya luka operasi yang sudah ditutup dengan kasa steril yang direkatkan dengan hypafik serta terpasang drain. Drain perlu diobservasi dalam dua sampai tiga hari. istem pernafasan: Biasanya pernafasan lebih sesak akibat dari penumpukan sekret efek dari anestesi, atau karena adanya darah dalam jalan nafas. istim Neurologi: Pada pemeriksaan reflek hasilnya positif tetapi dari nyeri akan didapatkan ekspresi wajah yang tegang dan gelisah karena menahan sakit. istim gastrointestinal:Komplikasi yang paling sering adalah mual akibat peningkatan asam lambung akibat anestesi umum, dan pada akhirnya akan:hilang sejalan dengan efek anestesi yang hilang. ktivitas/istirahat :Insomnia, otot lemah, gangguan koordinasi, kelelahan berat, atrofi otot.12/15/12
  22. 22. akanan/cairan ehilangan berat badan yang mendadak, nafsu makan meningkat, makan banyak, makannya sering, kehausan, mual dan muntah, pembesaran tyroid. asa nyeri/kenyamanan Nyeri orbital, fotofobia. eamanan idak toleransi terhadap panas, keringat yang berlebihan, alergi terhadap iodium (mungkin digunakan pada pemeriksaan), suhu meningkat di atas 37,4 0C, diaforesis, kulit halus, hangat dan kemerahan, rambut tipis, mengkilat dan lurus, eksoptamus : retraksi,12/15/12 iritasi pada konjungtiva dan berair, pruritus, lesi eritema (sering terjadi pada pretibial)
  23. 23. PEMERIKSAAN PENUNJANG Human thyrologlobulin( untuk keganasan thyroid) Kadar T3, T4 Nilai normal T3=0,6-2,0 , T4= 4,6-11 Darah rutin Endo Crinologiie minimal tiga hari berturut turut (BMR) nilai normal antara – 10s/d +15 Kadar calsitoxin (hanya pada pebnderita tg dicurigai carsinoma meduler).12/15/12
  24. 24. PEMERIKSAAN RADIOLOGIS ilakukan foto thorak posterior anterior oto polos leher antero posterior dan lateral dengan metode soft tissu technig . sofagogram bila dicurigai adanya infiltrasi ke osofagus.12/15/12
  25. 25. DIAGNOSA KEPERAWATAN dapun diagnosa yang sering timbul pada penderita post operasi theroidectomy adalah : angguan jalan nafas yang berhubungan dengan obstruksi trakhea secunder terhadap perdarahan, spasme laring yang ditandai dengan sesak nafas, pernafasan cuping hidung sampai dengan sianosis. angguan komunikasi verbal sehubungan dengan nyeri, kerusakan nervus laringeal yang ditandai dengan klien sulit berbicara dan hilang suara. angguan rasa nyaman (nyeri) sehubungan dengan dampak pembedahan, odema otot, terputusnya jaringan syaraf, yang ditandai ekspresi wajah tampak tegang.12/15/12 urangnya pengetahuan yang berhubungan dengan salah interprestasi yang ditandai
  26. 26. EVIDANCE BASE truma berulang adalah pertumbuhan kembali jaringan tiroid setelah tiroidektomi. Sebuah operasi pengangkatan tidak memadai elenjar tiroid, kurangnya terapi substitusi dan stimulasi patologis dari pertumbuhan tiroid semua dapat mempromosikan kambuh. ujuan dari evidance base ini adalah untuk mengetahui hubungan antara temuan histopatologi selama pertama dan kedua operasi dan terulangnya struma. Kelompok studi terdiri dari 29 wanita dan 1 laki-12/15/12 laki
  27. 27. Sementara itu untuk kekambuhan adalah 15 tahun. Temuan histopatologi yang paling sering selama operasi pertama dan kedua adalah struma nodosa. Menurut Beberapa penyelidikan genetik menunjukkan bahwa nodul struma berulang tidak berasal dari nodul kiri selama pertama operasi tetapi dari sekelompok sel yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Dengan demikian, tidak hanya teknik operasi dan Substitution setelah operasi merupakan faktor kunci keberhasilan terapi gondok, tetapi juga faktor-faktor lain yang merangsang pertumbuhan kembali12/15/12 jaringan tiroid.
  28. 28. 1. PENGKAJIAN 1. Pengumpulan Data a. Data Biografi 1) Identitas klien Nama : Ny. D Umur : 27 tahun Jenis kelamin : Perempuan Agama : Islam Pendidikan : SMP Pekerjaan : RT Suku/Bangsa : Sunda/Indonesia Status marital : Nikah Tanggal Masuk RS :12 Oktober 2012 Tanggal pengkajian : 12 Oktober 2012 Tanggal Operasi : 12 Oktober 2012 No.Medrek : 34.48.74 Diagnosa Medik : Post op Ishmus Lubectomy e.c SNNT Alamat : Kampung Cilopang RT 07 RW 07 Loa12/15/12
  29. 29. a. Riwayat Kesehatan a) Riwayat kesehatan sekarang (1) Keluhan Utama saat masuk RS Pada tanggal 3 oktober 2012 klien kepoli bedah untuk memeriksakan ada benjolan dileher kanan sejak satu tahun yang lalu. klien merasakan benjolan semakin membesar. Tanggal 12 oktober klien ke poli bedah dan diputuskan untuk dilakukan tindakan operasi. (2) Keluhan utama saat masuk rumah sakit Pada saat dikaji tanggal 12 oktober 2012 6 jam post op ishmus lubectomy klien mengeluh nyeri pada luka operasi di leher, nyeri bertambah jika menggerakan leher atau menelan makanan atau minuman, nyeri berkurang jika diberi obat nyeri lewat infuse, skala nyeri klien 4 ( 0 – 5 ) nyeri dirasakan sepanjang waktu .12/15/12
  30. 30. a. Data Penunjang a) Hasil laboratorium Tgl 12/10/2012 - Hemoglobin : 13,1g/dl - Lekosit : 6700sel/ul - Hematokrit : 38.2% - Trobosit : 196000sel/ul - BT :1`-50” - CT : 7`-45` - Golongan darah :B - TsHs : 0,924 - T3 : 1,14 T4 : 7,7512/15/12
  31. 31. Diagnosa Keperawatan berdasarkan proritas 1. Tidak efektif jalan nafas berhubungan dengan akumulasi secret. 2. Nyeri berhubungan dengan inkontinuitas jaringan. 3. Intake nutrisi tidak adekuat b.d. nyeri menelan 4. Resiko infeksi berhubungan luka operasi yang basa12/15/12
  32. 32. INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI anajement nyeri irway manajemen erawatan luka dukasi perawatan luka dan penyakit12/15/12
  33. 33. TERIMA KASIH

×