“ INDUSTRI TELEKOMUNIKASI SELULER
ANALISIS ARAH PERKEMBANGAN
DI INDONESIA TAHUN 2013
DAN MANFAATNYA
UNTUK MASYARAKAT LUAS
...
Teknologi telekomunikasi selalu mengalami perkembangan yang semakin canggih dari tahun ke
tahun. Perkembangan ini mencipta...
seperti yang ada pada gambar 2. Jumlah penetrasi kartu SIM yang terus meningkat pada
masyarakat membuat Indonesia berpoten...
Sumber gambar: http://akkaoffee.deviantart.com/art/another-BTS-tower-196232366

1. Arah perkembangan Infrastruktur
Pada ta...
dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi.
4G akan menawarkan segala jenis la...
Sumber gambar: http://www.roimaker.com via http://image.google.com

2. Arah perkembangan Produk
Saat ini, industri telekom...
Sumber gambar: http://www.google.co.id/publicdata/explore?ds=d5bncppjof8f9_&ctype=l&met_y=it_net_user_p2

Gambar 3: Grafik...
Adapun alasan lainnya untuk lebih memilih Layanan Data(Internet) adalah pertumbuhan
pengguna Internet di Indonesia saat in...
Layanan konten pertama yang dapat diberikan adalah layanan multimedia. Pada layanan ini,
operator seluler dapat menyediaka...
Sumber gambar : NN, 2012, Indonesia – Go Online, Frost and Sullivan

3. Perilaku pengguna jasa telekomunikasi
Berdasarkan ...
berbagi informasi, ciri khas yang kemudian muncul adalah pengguna lebih senang untuk
mengungkapkan pendapatnya melalui med...
Sumber gambar: http://www.wssmedia.com/mobile-apps.html via http://image.google.com

4. Simpulan
Bagian ini akan membahas ...
operator seluler mengadopsi teknologi 4G dengan lebih memfokuskan pada Layanan Data
(internet) yang bersifat Mobile.
Keunt...
Sumber referensi
a. Al Hamzah, Zaky, 2013, Menyambut datangnya teknologi 4G,
http://www.republika.co.id/berita/koran/news-...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Analisis arah perkembangan industri telekomunikasi di indonesia tahun 2013 dan manfaatnya untuk masyarakat luas

8,614 views

Published on

It's an analysis paper, which is written in Indonesian language, about the trend of Indonesian telecommunication industry in 2013. You can also read it on my personal blog at :

http://rajadavidhasugian.wordpress.com/2013/06/17/analisis-arah-perkembangan-industri-telekomunikasi-di-indonesia-tahun-2013-dan-manfaatnya-untuk-masyarakat-luas-part-1/

Published in: Technology
1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
  • selamat sore kak Raja David Hasuglan..
    kak, boleh minta power pointnya ya?? saya butuh banget datanya,, mau saya download tapi disable. mau ya kak :)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
8,614
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
10
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisis arah perkembangan industri telekomunikasi di indonesia tahun 2013 dan manfaatnya untuk masyarakat luas

  1. 1. “ INDUSTRI TELEKOMUNIKASI SELULER ANALISIS ARAH PERKEMBANGAN DI INDONESIA TAHUN 2013 DAN MANFAATNYA UNTUK MASYARAKAT LUAS RAJA DAVID HASUGIAN Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 1
  2. 2. Teknologi telekomunikasi selalu mengalami perkembangan yang semakin canggih dari tahun ke tahun. Perkembangan ini menciptakan adanya tren yang ikut berubah pada industri telekomunikasi global. Tren yang ada tidak hanya berkaitan dengan pengadopsian infrastruktur telekomunikasi terbaru tetapi juga berkaitan dengan gaya pemakaian perangkatnya di masyarakat. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa apabila suatu perusahaan operator seluler dapat memprediksi tren industri telekomunikasi, maka artinya perusahaan itu bisa melihat gambaran peluang bisnis yang ada pada pasar di masa depan. Prediksi tren ini berguna sebagai alat bantu perusahaan untuk mengatur strategi pemasaran dalam beberapa waktu kedepan sehingga akan selangkah lebih maju dari pesaing-pesaingnya. Sumber : KEN, 2012, GfK: Business Monitor International, McKinsey and Company Gambar 1: Grafik pengguna layanan telekomunikasi di Indonesia Perubahan tren tidak hanya terjadi secara global tetapi juga di alami oleh industri telekomunikasi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh semakin terjangkaunya perangkat telekomunikasi dan adanya peningkatan penetrasi kartu SIM dari operator seluler di masyarakat. Peningkatan jumlah penetrasi kartu SIM ini berdampak pada Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah pengguna mobile phone, pengguna smart phone, dan pengguna Internet. Gfk Custom Research menunjukkan bahwa jumlah pengguna mobile phone meningkat sebesar 10,2% hingga tahun 2015. Untuk jumlah pengguna smart phone meningkat lebih dari 177% pada periode 2010-2011. Sedangkan untuk pengguna Internet mencapai hingga 77 juta orang pada tahun 2013. Selain itu, Frost and Sullivan Indonesia memprediksi penetrasi kartu SIM di masyarakat akan meningkat terus hingga tahun 2015 Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 1
  3. 3. seperti yang ada pada gambar 2. Jumlah penetrasi kartu SIM yang terus meningkat pada masyarakat membuat Indonesia berpotensi menjadi negara digital. Potensi ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan ladang subur untuk investasi pada di sektor industri telekomunikasi. Sumber : NN, 2012, Indonesia – Go Online, Frost and Sullivan Gambar 2: Grafik data prediksi penetrasi kartu SIM di masyarakat Secara umum, tulisan ini akan dibahas dalam 4 subbagian. Pertama adalah arah perkembangan infrastruktur telekomunikasi. Kedua adalah arah perkembangan produk telekomunikasi. Ketiga adalah perilaku pengguna jasa telekomunikasi. Keempat adalah simpulan yang dapat diperoleh dari tulisan ini. Dari 4 subbagian tersebut, permasalahan utama yang akan dibahas adalah bagaimana operator seluler melihat arah perkembangan Industri telekomunikasi seluler ini sehingga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Tulisan ini akan mencoba untuk membantu operator seluler untuk menyesuaikan arah perkembangan industri telekomunikasi dengan perilaku konsumen sehingga dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat Indonesia. Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 2
  4. 4. Sumber gambar: http://akkaoffee.deviantart.com/art/another-BTS-tower-196232366 1. Arah perkembangan Infrastruktur Pada tahun 2013 ini, infrastruktur telekomunikasi dunia telah mengadopsi teknologi generasi ke 4. Hal inilah yang sering disebut sebagai 4G (Fourth-Generation). Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond" [f]. Sebelum 4G, HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3.5G telah dikembangkan oleh WCDMA. Hal yang sama seperti pada teknologi 3G yaitu EV-DO yang dikembangkan dari CDMA 2000 1X [d]. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun) [f]. Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi berbasis IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Sistem ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 3
  5. 5. dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau dan cakupan jaringan yang luas. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IPv6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi Internet via telepon yang berbasis SIP (Session Initiation Protocol) [g,h]. Dalam skala nasional, Muhamad Budi Setiawan selaku Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos Kemenkominfo menyatakan bahwa Indonesia telah siap untuk menerapkan teknologi LTE TDD (Long Term Evolution Time-Division Duplex) [m]. Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang bersiap-siap menggelar jaringan LTE yang kabarnya berlangsung mulai tahun 2013 ini. Namun, hingga kini pemerintah belum menentukan alokasi spektrum frekuensi untuk menggelar LTE [j]. Oleh karena itu, Presiden Direktur dan CEO PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi, meminta pemerintah segera membebaskan spektrum frekuensi 700 MHz untuk menjalankan jaringan long term evolution (LTE) atau jaringan 4G. Menurut pendapatnya spektrum frekuensi 700 MHz paling cocok diterapkan untuk kondisi geografis Indonesia [k]. Dari penjelasan diatas, hal yang dapat disimpulkan dari subbagian pertama ini adalah tahun 2013 merupakan tahun untuk menyambut teknologi 4G. Teknologi ini adalah perkembangan dari teknologi 3G sebelumnya. Keunggulan dari teknologi ini adalah daya jangkauannya lebih luas, kecepatan data yang lebih tinggi, serta mampu menyediakan solusi berbasis IP komprehensif. Pemerintah melalui Menkominfo menyatakan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia nantinya akan mengadopsi teknologi 4G[a]. Operator seluler perlu mempersiapkan diri untuk memasuki jaringan 4G dan memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat di Indonesia. Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 4
  6. 6. Sumber gambar: http://www.roimaker.com via http://image.google.com 2. Arah perkembangan Produk Saat ini, industri telekomunikasi Indonesia memiliki 3 produk utama. Produk tersebut dapat dipisahkan menjadi Layanan Suara, Layanan Teks(SMS), dan Layanan Data (Internet). Akan tetapi, untuk pembahasan arah perkembangan produk akan difokuskan kepada Layanan Data(Internet). Layanan ini diprediksi akan berkembang dengan baik di tahun 2013 [l]. Alasan dari dipilihnya Layanan Data (Internet) adalah Layanan Suara dan Layanan Teks(SMS) semakin menginjak kedewasaan. Dewasa disini memiliki arti bahwa untuk tahun 2013 ke depan pertumbuhan keuntungan yang diperoleh operator seluler melalui 2 layanan ini akan semakin kecil [e,l]. Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 5
  7. 7. Sumber gambar: http://www.google.co.id/publicdata/explore?ds=d5bncppjof8f9_&ctype=l&met_y=it_net_user_p2 Gambar 3: Grafik data pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia berdasarkan Bank Dunia Sumber gambar: http://www.apjii.or.id/v2/index.php/read/page/halaman-data/9/statistik.html Gambar 4: Grafik data pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia berdasarkan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 6
  8. 8. Adapun alasan lainnya untuk lebih memilih Layanan Data(Internet) adalah pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia saat ini semakin pesat dan memiliki pasar yang besar. Grafik yang ada pada gambar 3 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah pengguna Internet secara signifikan pada tahun 2009 hingga tahun 2011. Pola yang sama juga ditunjukkan oleh grafik yang ada pada gambar 4. APJII memproyeksikan pada tahun 2013 hingga tahun 2015 terjadi peningkatan jumlah pengguna Intenet di Indonesia. Berbeda penyajian dengan gambar sebelumnya, pada gambar 5 bisa dilihat bahwa penterasi Internet hanya mencapai 22% jumlah penduduk. Masih ada 50% lebih masyarakat Indonesia yang belum terjamah Layanan Data (Internet) padahal jumlah penetrasi mobile mencapai 109% jumlah penduduk. Hal ini dapat diartikan bahwa layanan Data (Internet), khususnya Internet mobile masih memiliki pasar yang besar untuk operator seluler. Sumber gambar: http://teknologi.kompasiana.com/internet/2012/10/18/infografik-perkembangan-internet-media-sosial-danseluler-asia-502626.html Gambar 5 : Grafik data pengguna Internet di Indonesia pada bulan Oktober 2012 Selain dari kedua alasan sebelumnya, alasan terakhir untuk lebih memilih Layanan Data(Internet) adalah layanan ini ikut membuka peluang bisnis layanan baru. Operator seluler dapat melebarkan sayap kepada layanan konten sebagai pendukung dari layanan Data (Internet). Layanan konten ini nantinya hanya dikhususkan kepada pelanggan operator seluler. Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 7
  9. 9. Layanan konten pertama yang dapat diberikan adalah layanan multimedia. Pada layanan ini, operator seluler dapat menyediakan download lagu, video, maupun buku secara gratis untuk pelanggan. Layanan konten kedua yang dapat diberikan adalah layanan media sosial. Melalui layanan ini, operator seluler dapat membangun sebuah portal digital untuk interaksi antar pelanggan serta memberikan akses gratis untuk media sosial terkenal seperti facebook dan twitter. Layanan konten ketiga yang dapat diberikan adalah layanan cloud. Disini, operator seluler dapat menyediakan jada penyimpanan data secara cloud. Selain itu, operator seluler juga dapat menyediakan layanan remote access seperti remote monitoring cctv. Dari pembahasan yang telah diberikan, simpulan subbagian kedua ini adalah untuk tahun 2013 arah perkembangan produk lebih condong kepada layanan Data(Internet). Layanan ini akan berkembang disebabkan oleh 3 hal. Pertama adalah Layanan Teks(SMS) semakin menginjak kedewasaan. Kedua adalah pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia semakin pesat. Ketiga adalah Layanan Data(Internet) menjanjikan peluang baru. Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 8
  10. 10. Sumber gambar : NN, 2012, Indonesia – Go Online, Frost and Sullivan 3. Perilaku pengguna jasa telekomunikasi Berdasarkan data yang ada pada subbagian kedua, jumlah pengguna Internet di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bertambahnya jumlah tersebut juga dibarengi dengan perubahan perilaku pengguna jasa telekomunikasi. Frost and Sullivan Indonesia menyatakan dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2007, pelanggan lebih cenderung untuk terhubung satu sama lain. Kebutuhan terhubung dengan orang lain bukan hanya untuk mengobrol dan janjian bertemu, tetapi juga dalam hal mendapatkan informasi. Pengumpulan informasi disini pada umumnya melalui kerabat, teman, ataupun dari internet. Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan terhubung ini kemudian berkembang menjadi perilaku media sosial. Perilaku media sosial terjadi dalam kurun waktu tahun 2008 hingga 2011. Pada periode tersebut, ciri khas yang muncul adalah pengguna jasa telekomunikasi akan bergabung membentuk suatu komunitas online. Setelah bergabung, timbul kecenderungan pengguna untuk berbagi suatu informasi ke khalayak ramai di sebuah media sosial. Informasi yang dibagikan dapat berupa undangan acara, video, lagu, maupun yang lainnya. Selain Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 9
  11. 11. berbagi informasi, ciri khas yang kemudian muncul adalah pengguna lebih senang untuk mengungkapkan pendapatnya melalui media sosial. Mereka melakukannya baik dengan cara menyampaikan hasil pemikirannya sendiri maupun dengan cara menanggapi informasi yang telah dibagikan oleh teman-temannya. Perilaku media sosial kemudian berkembang menjadi Mobile Commerce yang terjadi dalam kurun waktu tahun 2011 hingga sekarang. Ciri khas dari perilaku ini adalah menitik beratkan kepada perdagangan secara online dan mobile. Oleh karena itu, pengguna jasa telekomunikasi dapat dibagi menjadi dua yaitu penjual online dan pembeli online. Pertama akan dibahas dari sisi penjual online. Pada sudut pandang ini, pengguna jasa akan menjual barang dagangannya secara online. Mereka melakukannya melalui media sosial, media chatting, dan bahkan menawarkan barang dalam bentuk iklan online. Selanjutnya akan dibahas dari sisi pembeli. Pada sudut pandang ini, tujuan pengguna jasa adalah untuk menemukan barang yang ingin dibeli. Setelah mendapatkan harga yang sesuai, ciri khas yang kemudian muncul adalah pengguna jasa cenderung untuk melakukan pembayaran secara online. Dari pembahasan yang telah diberikan, simpulan subbagian ketiga ini adalah untuk tahun 2013 perilaku pengguna jasa telekomunikasi telah berkembang menjadi Mobile Commerce. Perkembangan ini didasari oleh dua perilaku yang berubah. Pada awalnya perilaku yang terjadi pada pelanggan adalah kebutuhan untuk terhubung satu sama lain. Dari kebutuhan, perilaku pelanggan mengalami perubahan menjadi perilaku media sosial. Dari media sosial, akhirnya perilaku berubah menjadi Mobile Commerce. Perubahan yang ada bukannya menghilangkan ciri khas dari dua perilaku sebelumnya, tetapi lebih ditekankan pada perkembangan perilaku. Walaupun perilakunya Mobile Commerce, ciri khas dari kebutuhan untuk tetap terhubung dan perilaku media sosial tetap ada pada pelanggan. Sumber : NN, 2012, Indonesia – Go Online, Frost and Sullivan Gambar 6: Perilaku pengguna jasa telekomunikasi Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 10
  12. 12. Sumber gambar: http://www.wssmedia.com/mobile-apps.html via http://image.google.com 4. Simpulan Bagian ini akan membahas tentang analisis dari 3 bagian pembahasan sebelumnya. Analisis ini nantinya dapat digunakan sebagai model bisnis yang tepat untuk operator seluler. Model bisnis yang tepat adalah jawaban dari penyesuaian operator seluler terhadap arah perkembangan industri telekomunikasi dengan perilaku konsumen. Mengapa butuh penyesuaian? Tujuannya adalah untuk membuat produk dan layanan yang diberikan operator seluler menjadi semakin laku dipasar. Selanjutnya, bagaimana model bisnis yang tepat untuk operator seluler pada tahun 2013 ini? Pada pembahasan sebelumnya, ada 3 informasi yang dapat kita peroleh. Informasi pertama adalah arah perkembangan infrastruktur memasuki teknologi 4G. Informasi kedua adalah arah perkembangan produk telekomunikasi lebih condong kepada Layanan Data (Internet). Informasi ketiga adalah Mobile commerce menjadi perilaku pengguna jasa telekomunikasi saat ini. Dari informasi yang ada, kita dapat menemukan sebuah solusi untuk model bisnis yang tepat yaitu Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 11
  13. 13. operator seluler mengadopsi teknologi 4G dengan lebih memfokuskan pada Layanan Data (internet) yang bersifat Mobile. Keuntungan yang diperoleh dari adopsi model bisnis tersebut tidak hanya didapat oleh operator seluler saja, tetapi juga dapat dinikmati oleh masyarakat. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, produk dan layanan operator seluler akan semakin laku dipasar apabila operator seluler dapat menyesuaikan arah perkembangan industri telekomunikasi dengan perilaku konsumen. Semakin larisnya produk dan layanan dapat membuka kesempatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah melalui peluang usaha. Kesempatan membuka usaha dapat melalui penjualan pulsa maupun perangkat LTE seperti smartphone, modem, dan tablet. Nilai lebihnya adalah penjualan pulsa dan perangkat LTE dapat meningkat sejalan dengan fokus operator pada Layanan Data (Internet) Mobile. Hal itu karena perangkat LTE dapat menyediakan fitur Internet mobile. Selain itu, operator juga dapat meningkatkan penjualan melalui promo khusus untuk mobile messenger dan aplikasi media sosial. Melalui promo tersebut, operator seluler dapat menemukan solusi untuk menguangkan layanan Data (Internet) di tengah tren media sosial yang gratis. Jika kesempatan membuka usaha dapat diperluas, maka ekonomi masyarakat seluruh Indonesia pun akan ikut terdongkrak. Kesempatan tersebut tentu dapat terwujud. Hal itu karena didukung oleh wilayah cakupan jaringan yang luas dari teknologi 4G sehingga mampu menjangkau pedalaman dan bahkan daerah perbatasan. Selain itu, Deloitte dan Mobile Economy memprediksi bahwa harga perangkat LTE akan turun pada tahun 2013 [i,l]. Dari wilayah cakupan yang luas dan harga perangkat LTE semakin terjangkau tentu akan membuat bertambahnya masyarakat pedesaan/ perbatasan Indonesia yang melek teknologi. Selanjutnya dari masyarakat itu akan muncul sejumlah pengusaha dan konsumen baru. Pertambahan jumlah pengusaha dan konsumen baru menandakan peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia. Setelah operator seluler mengadaptasi usulan model bisnis pada tulisan ini, tentunya akan muncul peluang usaha pada masyarakat. Dari peluang ini, penulis mengusulkan bahwa operator seluler dapat memberikan pelatihan bisnis kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat untuk berwirausaha. Pelatihan ini adalah investasi operator seluler yang berguna untuk jangka panjang. Para wiraswasta yang baru akan muncul melalui pelatihan ini. Jika semakin banyak wiraswasta yang muncul, maka tidak hanya akan angka penjualan semakin meningkat, tetapi juga taraf hidup masyarakat ikut meningkat. Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 12
  14. 14. Sumber referensi a. Al Hamzah, Zaky, 2013, Menyambut datangnya teknologi 4G, http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/13/04/11/ml3k8e-menyambutdatangnya-teknologi-4g, diakses tanggal 29 Mei 2013 b. Budiman, Arief, dkk, 2012, The archipelago economy: Unleashing Indonesia’s potential, McKinsey and Company c. KEN, 2012, GfK: Business Monitor International, McKinsey and Company d. Neupane, Gyanendra, 2011, CDMA-2000, Hochschule Darmstadt University of Applied Science e. NN, 2012, Indonesia – Go Online, Frost and Sullivan f. NN, 2013, 4G, http://id.wikipedia.org/wiki/4G, Wikipedia Indonesia g. NN, 2013,4G, http://en.wikipedia.org/wiki/4G, Wikipedia h. NN, 2013, Apa itu Teknologi 4G, http://www.iniunik.web.id/2011/04/apa-itu-teknologi4g-bedanya-dengan-1g.html , diakses tanggal 29Mei 2013 i. Page, Mark, dkk, 2013, The mobile economy 2013, ATKearney j. Panji, Aditya, 2013, April, Axis uji coba 4G LTE, http://tekno.kompas.com/read/2013/02/05/16141958/April..Axis.Uji.Coba.4G.LTE , diakses tanggal 29 Mei 2013 k. Rosalina, 2013, Operator Seluler siap masuk ke jaringan 4G, http://www.tempo.co/read/news/2013/03/14/090467061/Operator-Seluler-SiapMasuk-ke-Jaringan-4G, diakses tanggal 29 Mei 2013 l. Siahaan, Parlindungan, dkk, 2013, Prediksi Teknologi, Media, dan Telekomunikasi 2013 edisi Asia Tenggara, Deloitte m. Wibowo, Agus Tri, Menyambut kedatangan 4G, http://www.metrotvnews.com/tekno/read/2013/05/20/71/155119/MenyambutKedatangan-4G, diakses tanggal 29 Mei 2013 Lomba Karya Tulis XL Award 2013 | 13

×