Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
ULTRA SOUND Oleh: RAHMAT SYUKUR ZEBUA NIM: 100102012
ULTRA SOUND <ul><li>DEFINISI: </li></ul><ul><li>Suara: Getaran mekanik dalam medium dengan frek: 20-20.000 Hz, </li></ul><...
<ul><li>Gerak massa pada gelombang suara merupakan osilasi dengan arah ‘dari dan ke’ merupakan gelombang longitudinal, </l...
Hambatan Suara <ul><li>Hambatan suara dalam media oleh: </li></ul><ul><ul><li>Penyerapan  energi glb: Frek tetap,  λ  dan ...
Pengaruh Glb Suara Dlm  Jar. Tubuh <ul><li>Hambatan glb suara dlm media oleh sifat impedansi media. </li></ul><ul><ul><li>...
Absorbsi Energi US <ul><li>Glb US diabsorbsi Jar. tubuh dlm macam ukuran. Absorbsi tingkat frekwensi. </li></ul><ul><li>Fr...
Half Value Depth <ul><li>Halfvalue Depth  (HVD) adalah kedalaman/jarak teretentu dimana  1 / 2  energi US dapat diserap, <...
Penetration Depth <ul><li>Kedalaman yg paling dalam dimana efek trapeutik masih dapat diharapkan dinyatakan dlm  penetrati...
BEAM NON FORMATIO RATE <ul><li>Pada permukaan transducer terjadi interferensi (superposisi) glb, </li></ul><ul><li>Terjadi...
EFFECTIVE RADIATING AREA  (ERA) <ul><li>Pada permukaan transducer terjadi emisi glb US, </li></ul><ul><li>Luas permukaan t...
EFEK-EFEK ULTRA SOUND <ul><li>Pengaruh Fisis </li></ul><ul><ul><li>Mekanik </li></ul></ul><ul><ul><li>Termis </li></ul></u...
Algogene Trauma tekanan MEKANIK ENERGI US Inflamasi primer Inflamasi neurogenik C aff Deep mild heating  1 mnt/cm 2 Penyem...
PENGARUH TERAPETIK Jaringan otot Sistem saraf Sel otot Jar ikat otot Nocisensor sensitivity Air dlm matrix Sel fibroblast ...
PENGARUH TERAPETIK Jaringan kapsuloligamenter Sel fibroblast myofibroblast Synovium  Air dlm matrix Afferent  Collagen  Pr...
PENGARUH TERAPETIK Jaringan tulang dan rawan sendi Micro circulatory periost Protein synovium Pertumbuhan callus Nutrisi  ...
INDIKASI <ul><li>Adhesi, tendinitis, sinovitis, sindroma miofasial. </li></ul><ul><li>Nyeri, spasme otot dan nyeri akibat ...
KONTRA INDIKASI <ul><li>Absolut: mata, jantung, uterus wanita hamil, testis,  epiphyseal plate  tulang anak yg belum matan...
PENERAPAN US DLM TERAPI <ul><li>INTENSITAS: </li></ul><ul><ul><li>Aktulaitas patologi </li></ul></ul><ul><ul><li>Power per...
DOSIS WAKTU TERAPI Luas permukaan yang diterapi dalam cm 2 Minimal 1 mnt/cm 2  dan terapi keseluruhan maksimal 15 mnt Trea...
PENERAPAN US UNTUK PADA TRIGGER POINT <ul><li>Mendeteksi lokasi trigger point (myofacsial) dikombinasikan dgn interferenti...
PENERAPAN US PD MUSCLE TIGHTNESS/CONTRACTURE <ul><li>Relaksasi dan peningkatan kelenturan, </li></ul><ul><li>Diikuti contr...
PENERAPAN US PD TENDINITIS <ul><li>Mempercepat proses healing dan meningkatkan kelenturan, </li></ul><ul><li>Dosis interve...
PENERAPAN US PD HAND (RHEUMATOID ARTHRITIS) <ul><li>Menurunkan keasaman jaringan, </li></ul><ul><li>Mempercepat proses hea...
<ul><li>TERIMAKASIH </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ultra Sound – Fisioterapi

1,890 views

Published on

Ultra Sound
DEFINISI:
Suara: Getaran mekanik dalam medium dengan frek: 20-20.000 Hz,
Ultra Sound (frek >20.000 Hz) dihasilkan dari piezo electic (PZT) menggetarkan plat metal transducer,
Fisioterapi: 0,75 MHz, 0,87 MHz, 1 MHz, 1,5 MHz, 3 MHz.
Diagnostik: 1 MHz – 10 MHz
Surgical: 1 MHz – 5 MHz
Tidak bisa lewat media udara.

Published in: Education, Health & Medicine
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Ultra Sound – Fisioterapi

  1. 1. ULTRA SOUND Oleh: RAHMAT SYUKUR ZEBUA NIM: 100102012
  2. 2. ULTRA SOUND <ul><li>DEFINISI: </li></ul><ul><li>Suara: Getaran mekanik dalam medium dengan frek: 20-20.000 Hz, </li></ul><ul><li>Ultra Sound (frek >20.000 Hz) dihasilkan dari piezo electic (PZT) menggetarkan plat metal transducer, </li></ul><ul><li>Fisioterapi 0,75 MHz, 0,87 MHz, 1 MHz, 1,5 MHz, 3 MHz. </li></ul><ul><li>Diagnostik 1 MHz – 10 MHz </li></ul><ul><li>Surgical 1 MHz – 5 MHz </li></ul><ul><li>Tidak bisa lewat media udara. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Gerak massa pada gelombang suara merupakan osilasi dengan arah ‘dari dan ke’ merupakan gelombang longitudinal, </li></ul><ul><li>Akibat hilang energi terjadi penurunan amplitudo secara eksponensial, perubahan panjang gelombang dengan frek tetap (oleh penyerapan energi dlm media), </li></ul><ul><li>Penyerapan energi suara diubah jadi vibrasi molekul ( Mechanical effect ), panas ( Thermal effect ) dan perubahan muatan listrik membran sel ( Piezo electric effect ). </li></ul>
  4. 4. Hambatan Suara <ul><li>Hambatan suara dalam media oleh: </li></ul><ul><ul><li>Penyerapan energi glb: Frek tetap, λ dan v berubah. Besarnya penyerapan energi tingkat nilai acoustic impedance. Pengaruh pada media tingkat besarnya penyerapan energi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemantulan glb: Makin besar perbedaan impedansi media makin besar pemantulan. Besarnya pemantulan glb suara tingkat perbedaan jar. Jar. Interface. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembiasan glb: Makin besar beda impedansi media makin besar pembiasan. </li></ul></ul>
  5. 5. Pengaruh Glb Suara Dlm Jar. Tubuh <ul><li>Hambatan glb suara dlm media oleh sifat impedansi media. </li></ul><ul><ul><li>Terjadi absorbsi energi suara, </li></ul></ul><ul><ul><li>Molekul dlm jar. terjadi osilasi (vibrasi): kompresi dan ekspansi, </li></ul></ul><ul><ul><li>Timbul panas. </li></ul></ul><ul><li>Impedansi media tergantung kepadatan dan kelenturan jaringan. </li></ul><ul><ul><li>Makin padat dan makin kaku, makin besar hambatan, </li></ul></ul><ul><ul><li>Tulang > tendon > ligament > otot > cairan tubuh. </li></ul></ul>
  6. 6. Absorbsi Energi US <ul><li>Glb US diabsorbsi Jar. tubuh dlm macam ukuran. Absorbsi tingkat frekwensi. </li></ul><ul><li>Frekwensi rendah absorbsi lebih sedikit, </li></ul><ul><li>Ada saling ketergantungan antara frekwensi, absorbsi dan kedalaman efek glb US, </li></ul><ul><li>Disamping refleksi, koefisien absorbsi menentukan penyebarluasan US di jar. tubuh. </li></ul>
  7. 7. Half Value Depth <ul><li>Halfvalue Depth (HVD) adalah kedalaman/jarak teretentu dimana 1 / 2 energi US dapat diserap, </li></ul><ul><li>Halfvalue Depth menjelaskan hubungan antara energi yang ditransmisikan dgn jarak penetrasi energi US yg digambarkan dlm suatu kurva eksponensial yg dpt dianalogikan dgn material radioaktif yg msh dimiliki 1 / 2 nya oleh jar. tsb, </li></ul><ul><li>Secara umum dianggap bahwa HVD pd jar otot 3 cm. Ini benar jika bundel US berjalan sejajar dgn serabut otot (jarang), </li></ul><ul><li>Terbukti bahwa banyak energi US diabsorbsi dlm jar tendon dan tulang rawan. </li></ul>
  8. 8. Penetration Depth <ul><li>Kedalaman yg paling dalam dimana efek trapeutik masih dapat diharapkan dinyatakan dlm penetration depth, </li></ul><ul><li>Penetration depth adalah suatu titik dimana intensitas US yg diberikan masih bersisa 10 %, </li></ul><ul><li>Intensitas US pd penetration depth ditentukan utk mengetahui apakah msh terjadi efek trapeutik. </li></ul>
  9. 9. BEAM NON FORMATIO RATE <ul><li>Pada permukaan transducer terjadi interferensi (superposisi) glb, </li></ul><ul><li>Terjadi variasi bentuk amplitudo glb US variasi intensitas, </li></ul><ul><li>Dikenal sbg BNR (Beam Non Formatio Rate). Nilai tertinggi yg dibenarkan 6 kali Intesitas. </li></ul>
  10. 10. EFFECTIVE RADIATING AREA (ERA) <ul><li>Pada permukaan transducer terjadi emisi glb US, </li></ul><ul><li>Luas permukaan transducer yg mengerluarkan glb US dikenal sbg ERA (Effective Radiating Area), </li></ul><ul><li>Dalam Fisioterapi digunakan transducer ERA 1 cm 2 dan 5 cm 2 . </li></ul>
  11. 11. EFEK-EFEK ULTRA SOUND <ul><li>Pengaruh Fisis </li></ul><ul><ul><li>Mekanik </li></ul></ul><ul><ul><li>Termis </li></ul></ul><ul><ul><li>Piezoelektris </li></ul></ul><ul><li>Pengaruh Fisiologis </li></ul><ul><ul><li>Inflamasi neurogenik dan primer </li></ul></ul><ul><ul><li>Circulatory </li></ul></ul><ul><ul><li>Peningkatan proses metabolisme </li></ul></ul>
  12. 12. Algogene Trauma tekanan MEKANIK ENERGI US Inflamasi primer Inflamasi neurogenik C aff Deep mild heating 1 mnt/cm 2 Penyembuhan jar Dilatasi & hiperemia kapiler PIEZO ELECTRIC TERMAL Metabolisme sel membran
  13. 13. PENGARUH TERAPETIK Jaringan otot Sistem saraf Sel otot Jar ikat otot Nocisensor sensitivity Air dlm matrix Sel fibroblast Motoric conductivity Protein matrix Collagen Metabolism Contractivity Elasticity Tensile strength Kelenturan dan kontraktilitas meningkat, nyeri bila allodynia
  14. 14. PENGARUH TERAPETIK Jaringan kapsuloligamenter Sel fibroblast myofibroblast Synovium Air dlm matrix Afferent Collagen Protein Protein matrix Nocisensor sensitivity Tensile strength Elasticity Mechanoceptors ensitivity Meningkatkan kelenturan dan kekuatan dan sensitivitas aferen
  15. 15. PENGARUH TERAPETIK Jaringan tulang dan rawan sendi Micro circulatory periost Protein synovium Pertumbuhan callus Nutrisi Collagen & Matrix tulang (minimal)
  16. 16. INDIKASI <ul><li>Adhesi, tendinitis, sinovitis, sindroma miofasial. </li></ul><ul><li>Nyeri, spasme otot dan nyeri akibat disfungsi simpatis, neuroma. </li></ul><ul><li>neuralgia prepatelar traumatik, efusi akut lutut akibat trauma. </li></ul><ul><li>Haematoma, bengkak ( swelling ). </li></ul><ul><li>Fraktur, proses penyembuhan luka dan kondisi bakteria. </li></ul><ul><li>Penyakit sirkulasi darah seperti penyakit raynud dan buerger, suddeck dystrhropie. </li></ul><ul><li>Kelainan pada kulit seperti saraf neuropati, phantom pain, HNP. </li></ul><ul><li>Rheumatoid arthritis pada stadium tidak aktif. </li></ul><ul><li>Dupuytren kontraktur. </li></ul>
  17. 17. KONTRA INDIKASI <ul><li>Absolut: mata, jantung, uterus wanita hamil, testis, epiphyseal plate tulang anak yg belum matang, kanker/pasien dgn pengobatan radioaktif dan penyakit kelainan darah seperti haemophilia, </li></ul><ul><li>Relatif: post laminektomi, hilangnya sensibilitas, tumor, tromboplebitis, varises, diabetes melitus, sepsis, inflamasi/infeksi akut, tuberkosa tulang. </li></ul>
  18. 18. PENERAPAN US DLM TERAPI <ul><li>INTENSITAS: </li></ul><ul><ul><li>Aktulaitas patologi </li></ul></ul><ul><ul><li>Power permukaan treatment head (W/cm 2 ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Tergantung ERA </li></ul></ul><ul><ul><li>Rasa iritasi adalah hangat ringan </li></ul></ul><ul><ul><li>Bila ada keluhan sakit, kepala, vertigo, kelelahan, dll. Intensitas diturunkan </li></ul></ul><ul><ul><li>Dosis rendah pemberian dgn continous dan pulsed: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Intensitas rendah: < 0,3 W/cm 2 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Medium: o,3 – 1,2 W/cm 2 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tinggi: 1,2 – 3 W/cm 2 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pemberian Pulsed: 1 W/cm 2 , Posisi 1:5, Panas identik 0,2 W/cm 2 . Efek mekanik ( peak of intensity ) tetap. </li></ul></ul></ul>
  19. 19. DOSIS WAKTU TERAPI Luas permukaan yang diterapi dalam cm 2 Minimal 1 mnt/cm 2 dan terapi keseluruhan maksimal 15 mnt Treatment head besar (5 cm 2 ) Treatment head kecil (1 cm 2 ) Luas permukaan maksimal 75 cm 2 Luas permukaan maksimal 15 cm 2
  20. 20. PENERAPAN US UNTUK PADA TRIGGER POINT <ul><li>Mendeteksi lokasi trigger point (myofacsial) dikombinasikan dgn interferential current (IFC), </li></ul><ul><li>Mendeteksi aktualitas patologi, </li></ul><ul><li>Memilih intervensi IFC atau US, </li></ul><ul><li>Dosis intervensi US: </li></ul><ul><ul><li>Dosis I: akt. tinggi 1-1,5 W/cm 2 , akt. rendah 2-2,5 W/cm 2 , </li></ul></ul><ul><ul><li>Dosis t: luas area dlm menit </li></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>ERA </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><li>Grk transducer circulair. </li></ul></ul>
  21. 21. PENERAPAN US PD MUSCLE TIGHTNESS/CONTRACTURE <ul><li>Relaksasi dan peningkatan kelenturan, </li></ul><ul><li>Diikuti contract relax-stretching, </li></ul><ul><li>Dosis intervensi US: </li></ul><ul><ul><li>Dosis I: akt. tinggi 1-1,5 W/cm 2 , akt. rendah 2-2,5 W/cm 2 , </li></ul></ul><ul><ul><li>Dosis t: luas area dlm menit </li></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>ERA </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><li>Grk transducer longitudinal. </li></ul></ul>
  22. 22. PENERAPAN US PD TENDINITIS <ul><li>Mempercepat proses healing dan meningkatkan kelenturan, </li></ul><ul><li>Dosis intervensi US: </li></ul><ul><ul><li>Dosis I: akt. tinggi 1-1,5 W/cm 2 , akt. rendah 2-2,5 W/cm 2 , </li></ul></ul><ul><ul><li>Dosis t: luas area dlm menit </li></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>ERA </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><li>Grk transducer tranversal. </li></ul></ul>
  23. 23. PENERAPAN US PD HAND (RHEUMATOID ARTHRITIS) <ul><li>Menurunkan keasaman jaringan, </li></ul><ul><li>Mempercepat proses healing, </li></ul><ul><li>Under water, </li></ul><ul><li>Dosis intensitas rendah 1 – 1,5 W/cm 2 , </li></ul><ul><li>Dosis waktu kurang lebih 5 menit. </li></ul>
  24. 24. <ul><li>TERIMAKASIH </li></ul>

×