Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
LAPORAN PENELITIAN          SISTEM PENGELOLAAN PARIWISATA       TAMAN MAYURE DAN MUSIUM NEGERI NTB                        ...
HALAMAN PENGESAHANLaporan ini berjudul “Sistem Pengelolaan Pariwisata Taman Mayure danMusium Negeri NTB” dan disahkan pada...
KATA PENGANTAR      Dengan rahmat tuhan yang maha kuasa dan atas kekuasaannya yangmenciptakan alam semesta dengan segala i...
DAFTAR ISIHalaman judul .....................................................................................................
BAB I                             PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG       Pariwisata memegang peranan penting dalam menunjang p...
sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat, baik dari  segi ekonomi, sosial, dan kultural.       Perenc...
Dalam penelitian ini kami membatasi tempat agar nantinya      penelitian ini tidak terlalu lebar yaitu bertempat di taman ...
BAB II                             LANDASAN TEORIA. KAJIAN TENTANG SISTEM            Pengertian Sistem Menurut Para Ahli  ...
B. KAJIAN TENTANG PENGELOLAAN  Pengertian pengelolaan menurut para ahli  1) Wardoyo (1980:41) memberikan definisi sebagai ...
mata untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk   memenuhi keinginan yang beraneka ragam.c) Menurut H.Ko...
h) Menurut pendapat Anonymous (1986) Pariwisata adalah kegiatan   seseorang dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tem...
BAB III                             METODE PENELITIANA. OBSERVASI        Pengamatan (Observasi) adalah aktivitas yang dila...
a. Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi : Apa yang akan      diobservasi , dimana letak loka...
si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakaninterview guide (panduan wawancara).        Walaupun wawa...
B. Jenis Wawancara          Sebagaimana metode lainnya yang digunakan pada penumpulan  data,       metode    wawancara    ...
BAB IV                            PEMBAHASANA. TAMAN MAYURE  1. Asal Mula Taman Mayura         Sejarah keberadaan Taman Ma...
Berdasarkan pada kenyataan tersebut, maka Taman Mayura dan juga     Pura Meru dapat dipandang sebagai satu-satunya bukti k...
tahun 1976 dan Museum ini resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 1982 olehMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Joesoe...
Keterangan yang ada juga tidak terlalu lengkap mengenai penjelasanmengenai isi tulisan, yang jelas di sana salah satunya a...
4. Jumlah koleksi di musium negeri NTB     Musium ini mempunyai 7.387 koleksi berupa koleksi geologi, biologi,etnografi, a...
BAB V                                PENUTUPA. KESIMPULAN        Taman mayure merupakan taman peninggalan awal masuknya ag...
DAFTAR PUSTAKAAritonang, Lerbin R. (2007), Riset Pemasaran, Jakarta: Ghalia Indonesia.Nazir, Mohammad (2005), Metode Penel...
LAMPIRAN – LAMPIRAN        23
Lampiran I                        Daftar Nara Sumber1. Nama       :  Alamat      : Mataram  Umur        : 40 th  Pekerjaan...
Lampiran II          Taman Mayure           Istana atas airPose bersama Pengelola taman mayure                 25
Lampiran IIIMusium negeri Mataram  Pengelola musium         26
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan penelitian pariwisata

39,154 views

Published on

  • terima kasih pa atas uploadan nya ,sangat bermanfaat sekali...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Laporan penelitian pariwisata

  1. 1. LAPORAN PENELITIAN SISTEM PENGELOLAAN PARIWISATA TAMAN MAYURE DAN MUSIUM NEGERI NTB OLEH ABDURRAHMAN NPM : 1 0 3 5 0 0 0 3 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) HAMZANWADI SELONG LOTIM 2012/2013
  2. 2. HALAMAN PENGESAHANLaporan ini berjudul “Sistem Pengelolaan Pariwisata Taman Mayure danMusium Negeri NTB” dan disahkan pada tanggal …./……../………. Di pancorselong lombok timur Pancor, 17 November 2012 Kaprodi Pengampu Pendidikan Sejarah, Mata Kuliyah, MUHTASAR, M.Pd. H. RAHMAN, M.Pd ii
  3. 3. KATA PENGANTAR Dengan rahmat tuhan yang maha kuasa dan atas kekuasaannya yangmenciptakan alam semesta dengan segala isi dan keindahannya sehingga kitadapat menikmatinya dengan di anugrahkan nikmat kesehatan dan keafiatansampai saat ini. Shalawat beserta salam atas junjungan alam nabi besar muhammad SAWyang telah membawa risalah untuk kebahagiaan dinia dan akhirat, nabi terakhiryang menuntun manusia kejalan yang di ridhoi Allah SWT serta mengajarkankepada manusia bagaimana menjaga alam semesta ciptaan Allah SWT ini. Penelitian yang berjudil “Sistem Pengelolaan Pariwisata Taman MayureDan Musium Negeri NTB” merupakan penelitian dalam rangka mengetahuisegala bentuk sistem pengelolaan dari kedua objek wisata tersebut. Penelitian inidilaksanakan untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai sistem pariwisatatersebut pada mata kuliyah Sistem Pengembangan Pariwisata. Hal ini dilakukansemata-mata untuk memperbanyak pengetahuan mengenai kepariwisataan. Dalam penelitian sederhana dan dalam laporan ini tentunya banyak sekalikesalahan yang kami selaku pelaksana penelitian dan penulis laporan ini lakukanbaik itu secara sadar atau pun tidak, sengaja maupun tidak. Dengan itu kamimemintak keritik dan saran dari semua pihak yang siifatnya membangun demilebih baiknya lapran penelitian kami selanjutnya. Demikian yang dapat kami sampaikan dalam kata pengantar laporanpenelitian ini, semoga laporan penelitian ini bermanfaat bagi segenap pembacaatau kita semua. Amien yha robbal „alamin Pancor, 12 November 2012 Penulis iii
  4. 4. DAFTAR ISIHalaman judul .................................................................................................. iHalaman pengesahan ........................................................................................ iiKata pengantar ................................................................................................. iiiDaftar isi ........................................................................................................... ivBAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 5 A. Latar belakang ................................................................................ 5 B. Identifikasi masalah ....................................................................... 6 C. Batasan masalah ............................................................................. 6 D. Rumusan masalah........................................................................... 7 E. Tujuan penelitian ............................................................................ 7 F. Manfaat penelitan ........................................................................... 7BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................... 8 A. Kajian tentang system .................................................................... 8 B. Kajian tentang pengelolaan ............................................................ 9 C. Kajian tentang pariwisata ............................................................... 9BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 12 A. Observasi ........................................................................................ 12 B. Wawancara ..................................................................................... 13BAB IV PEMBAHASAN ................................................................................ 16 A. Taman Mayure ............................................................................... 16 B. Musium Negeri NTB ..................................................................... 17BAB V PENUTUP ........................................................................................... 21 A. Kesimpulan .................................................................................... 21 B. Saran ............................................................................................... 21DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 22LAMPIRAN - LAMPIRAN iv
  5. 5. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Pariwisata memegang peranan penting dalam menunjang perekonomian daerah dengan tetap melestarikan nilai-nilai budaya. Dari kegiatan itu, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata. Salah satunya memunculkan dan menata destinasidestinasi pariwisata baru harus ditunjang pembangunan sektor kepariwisataan berkelanjutan. SELAIN itu, kegiatan ini harus dapat dijadikan momentum dalam upaya menggalang semangat solidaritas dan kebersamaan untuk membangun industri pariwisata yang lebih baik sebagai wujud tanggung jawab bersama. Lebih jauh lagi, apresiasi masyarakat terhadap pentingnya peran industri pariwisata dalam membangun perekonomian daerah melalui kesadaran diri sendiri untuk senantiasa menggali, menumbuhkan, dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah sebagai aspek penting Dalam membangun pariwisata. Dengan demikian, pada akhirnya nanti, dapat tercapai kesejahteraan masyarakat Banten berlandaskan iman dan takwa. Membicarakan tentang peranan pemerintah dalam pariwisata, sangat tidak asing lagi. Peran pemerintah yang sangat penting terutama dalam melindungi wisatawan dan memperkaya atau mempertinggi pengalaman perjalanannya. Peran atau peraturan-peraturan yang penting harus dibuat penerintah untuk kepentingan tersebut adalah peraturan Perlindungan wisatawan, terutama bagi biro perjalanan wisata. Selain itu, pemerintah juga bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya alam. Seperti flora dan fauna yang langka, air tanah dan udara agar tidak terjadi pencemaran yang dapat mengganggu, bahkan merusak suatu ekosistem. Oleh karena itu, penerapan semua peraturan pemerintah dan undang-undang yang berlaku mutlak dilaksanakan pemerintah. Di dalam pengembangan pariwisata harus merupakan pengembangan yang berencana secara menyeluruh, 5
  6. 6. sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, dan kultural. Perencanaan tersebut harus mengintegrasikan pengembangan pariwisata ke dalam program pembangunan ekonomi, fisik, dan sosial dari suatu negara. Di samping itu, rencananya harus mampu memberikan kerangka kerja kebijakan pemerintah untuk mendorong dan mengendalikan pengembangan pariwisata. Peranan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dalam garis besarnya adalah menyediakan infrastruktur (tidak hanya bentuk fisik), memperluas berbagai fasilitas, kegiatan koordinasi antara aparatur pemerintah dengan pihak wisata, pengaturan dan promosi umum keluar negeri. Tidak dapat dipungkiri, hampir di seluruh daerah di Indonesia terdapat potensi pariwisata, sehingga yang diperhatikan sarana transportasi, keadaan infrastruktur, dan sarana-sarana pariwisata Di indonesia umumnya dan hususnya di NTB terdapat banyak sekali tempat-tempat sebagai objek pariwisata yang merupakan tempat idaman para pengunjung baik dari wisatawan manca negara maupun dari wisatawan lokal. Tidak hanya keindahan alam serta pasilitasnya saja, pengelolaan pariwisata harus diperhatikan karena memiliki daya tarik tersendiri untuk wisatawan- wisatawan tersebut. Melihat sistim pariwisata tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna mengkaji serta mengamati lebih lanjut sistim pengelolaan pariwisata sebagai inti masalah dalam penelitan ini dengan judul “Sistem Pengelolaan Pariwisata Taman Mayure dan Musium Negeri NTB”B. IDENTIFIKASI MASALAH Berdasarkan urayan latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat mengidentifikasi beberpa masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana sistem pengelelolaan pariwisata taman mayura? 2. Bagaimana sistem pengelolaan pariwisata musium negeri NTB?C. BATASAN MASALAH a. Batasan Tempat 6
  7. 7. Dalam penelitian ini kami membatasi tempat agar nantinya penelitian ini tidak terlalu lebar yaitu bertempat di taman mayure dan musium negeri NTB. b. Batasan Tema Teman penelitian ini ialah “Sistem Pengelolaan Pariwisata Taman Mayure dan Musium Negeri NTB”D. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pokok pikiran di atas dan agar penelitian lebih terarah maka dapat di rumuskan masalah yang akan di lakukan dalam penelitian ini ialah: 1. Bagaimana sistem pengelelolaan pariwisata taman mayura? 2. Bagaimana sistem pengelolaan pariwisata musium negeri NTB?E. TUJUAN PENELITIAN Setiap segala sesuatu pasti memiliki tujuan dan maksud yang jelas, begitu juga dengan penelitian yang kami lakukan ini yaitu dengan tujuan: 1. Bagaimana nantinya pembaca mampu memahami dan mengetahui pengelolaan pariwisata taman mayure 2. Bagaimana nantinya pembaca mampu memahami dan mengetahui pengelolaan pariwisata musium negeri NTBF. MANFAAT PENELITAN Adapun mampat penelitian ini ialah : 1. Diharapkan sebagai pedoman bagi masyarakat yang ada di nusa tenggara barat ini. 2. Hasil penelitian ini juga di harapkan bisa di jadikan salah satu acuan bagi para peneliti yang ingin meneliti leibih lanjut dan lebih akurat lagi. 7
  8. 8. BAB II LANDASAN TEORIA. KAJIAN TENTANG SISTEM Pengertian Sistem Menurut Para Ahli 1) L. James Havery Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. 2) John Mc Manama Menurutnya sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien. 3) C.W. Churchman. Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan. 4) J.C. Hinggins Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan. 5) Edgar F Huse dan James L. Bowdict Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa sistem itu adalah prosedur yang logis dan memiliki bagian dan berhubungan antara yang satu dan yang lainnya serta memiliki ketergantungan diantara mereka. 8
  9. 9. B. KAJIAN TENTANG PENGELOLAAN Pengertian pengelolaan menurut para ahli 1) Wardoyo (1980:41) memberikan definisi sebagai berikut pengelolaan adalah suatu rangkaian kegiatan yang berintikan perencanaan ,pengorganisasian pengerakan dan pengawasan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. 2) Menurut Harsoyo (1977:121) pengelolaan adalah suatu istilah yang berasal dari kata “kelola” mengandung arti serangkaian usaha yang bertujuan untuk mengali dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya. Definisi pengelolaan oleh para ahli diatas terdapat perbedaan– perbedaan, hal ini disebabkan karena para ahli meninjau pengertian dari sudut yang berbeda-beda. Berdasarkan uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pengelolaan adalah suatu rangkaian kegiatan yang berintikan perencanaan, pengorganisasian,penggerakan dan pengawasan yang bertujuan menggali dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan.C. KAJIAN TENTANG PARIWISATA Definisi Pariwisata Menurut Beberapa Ahli a) Menurut Robert McIntosh bersama Shaskinant Gupta dalam Oka A.Yoeti (1992:8) adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah tuan rumah serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan-wisatawan serta para pengunjung lainnya. b) Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar (2000:46-47) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut : Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata- 9
  10. 10. mata untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.c) Menurut H.Kodhyat (1983:4) adalah sebagai berikut : Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.d) Salah Wahab (1975:55) mengemukakan definisi pariwisata, yaitu : pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor yang komplek, pariwisata juga merealisasi industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata, penginapan dan transportasi.e) Menurut pendapat dari James J. Spillane (1982:20) mengemukakan bahwa pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain.f) Devinisi yang di kemukakan oleh A.J. Burkart dan S. Medik (1987) Pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan- tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hlidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat- tempat tujuan itu.g) Devinisi yang dikemukakan oleh Wahab dalam Oka Yoeti (1994, 116.) Pariwisata adalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu Negara itu sendiri/ diluar negeri, meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya, dimana ia memperoleh pekerjaan tetap. 10
  11. 11. h) Menurut pendapat Anonymous (1986) Pariwisata adalah kegiatan seseorang dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan perbedaan pada waktu kunjungan dan motivasi kunjungan.i) Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Yoeti, (1991:103). Pariwisata berasal dari dua kata, yakni Pari dan Wisata. Pari dapat diartikan sebagai banyak, berkali-kali, berputar-putar atau lengkap. Sedangkan wisata dapat diartikan sebagai perjalanan atau bepergian yang dalam hal ini sinonim dengan kata ”travel” dalam bahasa Inggris. Atas dasar itu, maka kata ”Pariwisata” dapat diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali- kali atau berputar-putar dari suatu tempat ke tempat yang lain, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan ”Tour”.j) Menurut pendapat RG. Soekadijo (1997:8), Pariwisata ialah segala kegiatan dalam masyarakat yang berhubungan dengan wisatawan.k) Suyitno (2001) tentang Pariwisata sebagai berikut : Bersifat sementara, bahwa dalam jangka waktu pendek pelaku wisata akan kembali ke tempat asalnya. Melibatkan beberapa komponen wisata, misalnya sarana transportasi, akomodasi, restoran, obyek wisata, souvenir dan lain-lain. Memiliki tujuan tertentu yang intinya untuk mendapatkan kesenanga. Tidak untuk mencari nafkah di tempat tujuan, bahkan keberadaannya dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi masyarakat atau daerah yang dikunjungi, karena uang yang di belanjakannya dibawa dari tempat asal. 11
  12. 12. BAB III METODE PENELITIANA. OBSERVASI Pengamatan (Observasi) adalah aktivitas yang dilakukan makhluk cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Kebaikan dan kejelekan observasi : 1. Kebaikan dari observasi adalah sebagai berikut : a. Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu. b. Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan. c. Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain. d. Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu. 2. Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut : a. Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman,sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya. b. Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidakselalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu. c. Dapat mengganggu proses yang sedang diamati. d. Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam teknik observasia. 12
  13. 13. a. Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi : Apa yang akan diobservasi , dimana letak lokasi observasi, kapan observasi akan dilakukan, siapa yang akan melaksanakan observasi tersebut, siapa yang akan diobservasi, bagaimana melaksanakan observasi tersebut. b. Mintalah ijin terlebih dahulu dari manajer dan atau pegawai yang terlibat c. Bertindaklah dengan rendah hati (low profile) d. Lengkapilah dengan catatan selama observasie. kaji ulang hasil observasi dengan individu-individu yang terlibat. Yang tidak boleh dilakukan dalam observasia. a. Menggangu kerja individu yang diobservasi maupun individu lainnya. b. Terlalu menekankan pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting. c. Jangan membuat asumsi-asumsi. Dari hal diatas dapat di simpulankan Observasi adalah metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulandata. Penggunanan metode ini sangat dipengaruhi oleh interesnya sangpeneliti. Observasi ini lebih banyak digunakan pada statistika survei,misalnya akan meneliti kelakuan orang-orang suku tertentu. Observasi kelokasi yang bersangkutan akan dapat diputuskan alat ukur mana yang tepatuntuk digunakanB. WAWANCARA Salah satu metode pengumpulan data adalah dengan jalan wawancara, yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. Cara inilah yang banyak dilakukan di Indonesia belakangan ini. Wawancara merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap survey. Tanpa wawancara, peneliti akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden. Data semacam itu merupakan tulang punggung suatu penelitian survey. A. Pengertian Wawancara Yang dimaksud dengan wawancara menurut Nazir (1988) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan 13
  14. 14. si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakaninterview guide (panduan wawancara). Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuktanya jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu prosespengumpulan data untuk suatu penelitian. Beberapa hal dapatmembedakan wawancara dengan percakapan sehari-hari adalah antaralain: Pewawancara dan responden biasanya belum saling kenal-mengenal sebelumnya. Responden selalu menjawab pertanyaan. Pewawancara selalu bertanya. Pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban, tetapi harus selalu bersifat netral. Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang telah dibuat sebelumnya. Pertanyaan panduan ini dinamakan interview guide. Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalantanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskankepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007). Pada penelitian,wawancara dapat berfungsi sebagai metode primer, pelengkap atau sebagaikriterium (Hadi, 1992). Sebagai metode primer, data yang diperoleh dariwawancara merupakan data yang utama guna menjawab pemasalahanpenelitian. Mengenai latar belakang pengguanaan wawancara sebagai metodepengumpulan data pada suatu penelitian, pendapat Allport ( dalam Hadi,1992) berikut perlu dipertimbangkan: “If we want to know how peoplefeel, what their experience and what they remember, what their emotionsand motives are like, and the reasons for acting as they do – why not askthem?” Dari pendapat itu, kita mengetahui bahwa wawancara dapat ataulebih tepat digunakan untuk memperoleh data mengenai perasaan,pengalaman dan ingatan, emosi, motif, dan sejenisnya secara langsung darisubjeknya. 14
  15. 15. B. Jenis Wawancara Sebagaimana metode lainnya yang digunakan pada penumpulan data, metode wawancara dibedakan berdasarkan cara pengadministrasiannya menjadi wawancara pribadi (Lerbin, 2007). Wawancara pribadi dapat dilakukan di rumah subjek, melalui komputer, dan di tempat perbelanjaan. Wawancara yang dilakukan di tempat perbelanjaan itu sering disebut wawancara mall intercept. Berdasarkan strukturnya, wawancara dibedakan menjadi wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Pada wawancara terstruktur, hal-hal yang akan ditanyakan telah terstruktur, telah ditetapkan sebelumnya secara rinci. Pada wawancara tak terstruktur, hal-hal yang akan ditanyakan belum ditetapkan secara rinci. Rincian dari topik pertanyaan pada wawancara yang tak terstruktur disesuaikan dengan pelaksanaan wawancara di lapangan. Hal yang dijelaskan pada metode angket banyak berkaitan secara langsung dengan metode wawancara karena wawancara sendiri memang dapat dipandang sebagai bentuk lain dari angket, khususnya dari segi pengadministrasiannya. Sejalan dengan itu, banyak hal-hal yang dijelaskan pada metode angket dapat juga dugunakan pada pelaksanaaan wawancara, terutama mengenai pengembangan hal-hal yang akan diungkap atau ditanyakan. 15
  16. 16. BAB IV PEMBAHASANA. TAMAN MAYURE 1. Asal Mula Taman Mayura Sejarah keberadaan Taman Mayura berhubungan erat dengan sejarah keberadaan orang-orang Bali di Lombok. Taman ini sudah ada sejak Kerajaan Singasari atau Karangasem Sasak di Lombok pada awal abad ke- 19. Ketika itu di Lombok masih terdapat kerajaan-kerajaan kecil, seperti Mataram, Pagesangan, Sengkano, dan sebagainya. Dalam perkembangan selanjutnya, dari kerajaan-kerajaan kecil itu sampai dengan tahun 1823 hanya tinggal dua kerajaan, yaitu Singasari dan Mataram. Kedua kerajaan ini pun berperang. Singasari kalah, raja dan keluarganya melakukan puputan di Sweta. Hanya dua orang anaknya yang masih kecil-kecil, laki-laki dan perempuan, yang sempat diamankan dan dibawa ke Karangasem (Bali). Walaupun Mataram berada di pihak yang menang, namun rajanya tewas dalam peperangan itu. Sebagai pewaris tahta kerajaan Mataram adalah Anak Agung Gde Ngurah Karangasem (Putra Mahkota) dan adiknya bernama Anak Agung Ketut Ngurah Karangasem. Pada pertengahan abad ke-19, Putra Mahkota Kerajaan Mataram membangun Puri di atas bekas Kerajaan Singasari yang hancur. Pembangunannya selesai pada tahun 1866. Puri itu diberi nama Singasari atau Karangasem, kemudian diganti menjadi Cakranegara. Tahun 1894 ketika terjadi perang melawan Belanda yang berakhir dengan kekalahan Mataram, Puri kerajaan hancur. Perisitiwa penting yang terjadi pada waktu itu ialah ditemukannya Keropak (naskah lontar) yang kemudian terkenal dengan nama Negarakertagama. Pada waktu itu, keropak tersebut kemudian diketahui sebagai satu-satunya naskah yang berisi gambaran yang paling lengkap tentang kerajaan Majapahit. 16
  17. 17. Berdasarkan pada kenyataan tersebut, maka Taman Mayura dan juga Pura Meru dapat dipandang sebagai satu-satunya bukti kehadiran kerajaan Singasari atau Karangasem di Lombok, atau kerajaan Mataram yang kemudian mengganti nama menjadi Cakranegara. Taman Mayura Cakranegara tak hanya sebagai objek peninggalan sejarah dan budaya namun kini juga mengemban fungsi sebagai tempat kegiatan ritual keagamaan, sarana rekreasi, dan fungsi sosial bagi masyarakat di sekitarnya. Karena statusnya masih digunakan sebagai sarana kegiatan ritual, maka tak heran jika Anda berkunjung ke sana maka akan terlihat orang-orang yang sedang melakukan sembahyang bagi umat Hindu. Masyarakat yang melakukan sembahyang bukan hanya Lombok saja, melainkan juga dari Bali, terutama pada hari-hari besar bagi umat Hindu. Selain sebagai sarana kegiatan ritual keagamaan, taman ini pun difungsikan sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat sekitarnya yang mempunyai hobi memancing. Di Taman Mayura terdapat kolam yang mengelilingi Bale Kencana Taman Mayura dengan latar belakang Pura Meru dan oleh pengelola Taman tersebut ditabur benih ikan untuk pemancingan. Pada hari libur biasanya banyak pengunjung terutama masyarakat sekitarnya yang melakukan kegiatan dengan memancing. Sebelum peristiwa peledakan bom di Bali, Taman Mayura dulu banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Sekarang tinggal beberapa wisatawan asing yang berkunjung di sana, selebihnya wisatawan domestik dari dalam Lombok atau dari luar Lombok.B. MUSIUM NEGERI NTB 1. Sejarah Berdirinya Musium Negeri NTB Mataram memiliki sebuah museum yang dijadikan sebagai lambang perjalanan hidup dan bagian dari perkembangan provinsi NTB, yang dinamakan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat. Museum ini didirikan pada 17
  18. 18. tahun 1976 dan Museum ini resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 1982 olehMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Joesoef.2. Letak atau posisi Musium negeri NTB Museum ini terletak di Jalan Panji Tilar Negara No.6 Kota Mataramdengan gaya bangunan mengikuti arsitektur rumah adat sasak pada baginatapnya.3. Koleksi-Koleksi Yang Di Simpan Pada Musium Negeri NTB Museum Negeri NTB ini berisikan koleksi-koleksi benda-bendapeninggalan sejarah perjalanan NTB dan masyarakatnya seperti patung,senjata, lontar, keramik, dan lain-lain yang semuanya terekam di sini. Suasanadan koleksi dari Museum Negeri NTB ini hampir mirip dengan MuseumNasional (Museum Gajah) yang ada di Jakarta, hanya saja di sini benar-benarlengkap koleksinya fokus berkaitan dengan NTB. Kalau di Museum Nasionalkan beberapa contoh koleksi dari seluruh Indonesia, jadi tidak selengkap diMuseum Negeri NTB jika urusan koleksi khusus daerah NTB. Pada pagar museum ditaruh bekas peninggalan meriam dan jangkarsisa dari kedatangan Belanda dahulu. Memasuki museum kita bisa melihatboneka yang berpakaian adat Sasak, Mbojo, dan Samawa yang merupakanbagian budaya dari NTB, dan di sekitarnya ada beberapa peralatan hidupmasyarakat ala peradaban zaman dahulu seperti peralatan dapur mereka,bercocok tanam, melaut, dan lain-lain. Namun memang alat-alat tersebut tidak sepurba itu jadi masih banyakyang saat ini bisa ditemui di pasar walau sudah mengalami modifikasi. Hal itumungkin terjadi karena mungkin peradaban yang berlangsung di NTB masihdikategorikan muda sehingga manusia sudah mulai memasuki zaman modernketika berpindah ke daerah NTB. Koleksi lainnya yang ada di sini adalah sejarah catatan mengenaiLombok yang tertuliskan naskahnya di daun lontar. Tulisan yang ada ada yanghuruf arab, kawi, pokoknyakita tidak akan bisa mengerti apa yang dituliskan. 18
  19. 19. Keterangan yang ada juga tidak terlalu lengkap mengenai penjelasanmengenai isi tulisan, yang jelas di sana salah satunya ada yang menceritakanmengenai Sasak, masyarakat asli Lombok. Koleksi etnografi seperti inibiasanya menarik perhatian pengunjung yang ingin melakukan penelitian,kalau pengunjung biasa sepertinya hanya melewatinya begitu saja karena tidkaterlalu ingin tahu mengenai isi tulisan yang tidak bisa dibaca dan dimengertiitu. Tidak hanya itu koleksi keramik-keramik yang banyak berasal dariCina, yang merupakan peninggalan dan juga hibah dari pedagang-pedagangdari daratan Cina yang mengekspansi Indonesia di hampir seluruh wilayahnya,termasuk NTB. Keramik yang ada di museum ini memiliki jumlah yanglumayan banyak karena ternyata baru mendapatkan koleksi baru keramik yangterpendam di dasar laut yang diduga merupakan dari pedagang-pedagang Cinayang menjatuhkan barang bawaannya karena kelebihan beban pada kapal padamasa itu. Selain itu museum ini juga kedatangan koleksi berbagai macamtampilan kulit kerang yang ditemukan di daerah NTB. Untuk di bagian senjata, di museum ini diperlihatkan berbagai macammodel keris yang biasa digunakan sebagai pelengkap upacara adat. Kerismemang diketahui sebagai senjata khas Jawa, namun karena berkembangnyakerajaan Hindu sampai ke tanah Bali dan Lombok yang ajarannya berasal dariKerajaan Hindu Jawa, maka keris sebagai bagian dari upacara pun ikutmengalami asimiliasi serta akulturasi di Lombok yang sampai saat ini masihbanyak digunakan sebagai pelengkap upacara. Ada juga di sini riwayat perjalanan sejarah dari Kerajaan Bima,kerajaan Islam di NTB. Beberapa benda peninggalan sultan (raja) seperti ikatpinggang kebesarannya, stempel kerajaan, kertas-kertas dokumen sejarah yangantara lain ada berisi perjanjian sultan dengan Belanda yang berisikan bahwasultan memang memegang penuh kekuasaan di Bima tapi posisinya masihharus bertanggung jawab pada pemerintah Hindia di Batavia. Dahulu berartikerajaan Bima menempuh jalan diplomatis dengan Belanda sebagai salah satustrateginya agar tidak terjadi peperangan yang merugikan rakyat. 19
  20. 20. 4. Jumlah koleksi di musium negeri NTB Musium ini mempunyai 7.387 koleksi berupa koleksi geologi, biologi,etnografi, arkeologi, sejarah, numismatik, heraldik, filologi dan kemarik. Olehpengelola museum, semua jenis koleksi itu ditata berdasarkan unsurkebudayaannya seperti bahasa, sistem pengetahuan, sistem organisasikemasyarakatan, sistem teknologi, sistem etnik, Sasak dan Bali di pulauLombok dan etnik Sumbawa dan Mbojo yang mendiami Sumbawa.5. Harga tiket masuk dan Jadwal Buka Untuk melihat koleksi Museum Negeri NTB pengunjung dikenakanharga tiket sebesar 1000 rupiah untuk dewasa dan 500 rupiah untuk anak-anak. Harag tiket masuk di museum memang sangat murah padahal didalamnya merupakan koleksi sejarah yang nilainya tak terhingga. Sepertilayaknya museum di seluruh Indonesia, museum ini tutup di hari Senin danHari Libur Nasional lainnya. Museum Ngeri buka setiap Selasa hingga Kamis dari pukul 08.00-14.00WITA. Sedangkan pada hari Jumat buka sejak pukul 08.00-11.00 WITA.Untuk hari Sabtu dan Minggu buka dari jam 08.00 WITA dan berakhirmasing-masing pukul 12.30 dan 14. WITA. Khusus untuk haris Senin dan harilibur nasional, museum ini tutup. 20
  21. 21. BAB V PENUTUPA. KESIMPULAN Taman mayure merupakan taman peninggalan awal masuknya agama hindu di Lombok. Taman mayure ini di kelola oleh keturunan dari kerajaan hindu itu sendiri. Adapun sistim yang dilakukan atau di jalankan tidak jauh beda dengan daerah lain terutama yang menyangkut cagar budaya masyarakat indonesia dahulunya. Adapun musium negeri Nusa Tenggara Barat di kelola oleh pemerintah sejak di resmikannya menjai musium negeri NTB. Musium ini di kelola dengan sistim yang tersetruktur dan memiliki pegawai yang bekerja sesuai dengan job-jobnya masing-masingB. SARAN Sehubungan degan pembahasan dalam penelitian ini, selaku penulis menyajikan saran yang sekiranya bermamfaat meliputi : 1. Kepada pihak pemerintah penulis berharap supaya semua cagar budaya yang ada di perhatikan dan dijaga. 2. Masyarakat nantinya memperhatikan dan mendukung pemerintah dalam melestarikan cagar budaya yang ada. 21
  22. 22. DAFTAR PUSTAKAAritonang, Lerbin R. (2007), Riset Pemasaran, Jakarta: Ghalia Indonesia.Nazir, Mohammad (2005), Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.Singarimbun, Masri (1989), Metode Penelitian Survai, Jakarta: LP3ES.Tarigan, Joseph R. (1995), Metode Pengumpulan Data, edisi pertama, Yogyakarta: BPFE.Boxwell, Robert J., Jr. (1994), Benchmarking for Competitive Advantage, McGraw-Hill, Inc., NewYork.Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI (2005), Rencana Strategis Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata Nasional 2005 – 2009, Jakarta.Porter, Michael E. (2004), Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance, with a new introduction, copyright 1985, Free Press Publishing, New York.Thurow, Lester C. (1999), Building Wealth: the New Rules for Individuals, Companies, and Nations in a Knowledge-Based Economy, 1st Edition, HarperCollins Publishers, Inc., New York.Sumber: http://wisata-lombok.comPhoto: http://wisatanesia.com 22
  23. 23. LAMPIRAN – LAMPIRAN 23
  24. 24. Lampiran I Daftar Nara Sumber1. Nama : Alamat : Mataram Umur : 40 th Pekerjaan : Pengelola Taman Mayure Mataram2. Nama : Alamat : Mataram Umur : 45 th Pekerjaan : Kepala bidang pengembangan analisis data 24
  25. 25. Lampiran II Taman Mayure Istana atas airPose bersama Pengelola taman mayure 25
  26. 26. Lampiran IIIMusium negeri Mataram Pengelola musium 26

×