Jurnal refleksi 4

480 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
480
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal refleksi 4

  1. 1. Mr. E1 Berkata, “Aturan Mainnya Pakai Business Ethics dan Alat Mainnya Pakai E1-BMY(Entrepreneurship1Business Model You)” Jurnal Refleksi-4 By Rado C.S. Pasti Entrepreneur
  2. 2. Pertama, saya mempelajari tentang Business Ethics. Saya diingatkan kembali tentang metode kulkas dalam entrepreneurship. Tetapi perlu diingat tentang kulkas yang sebenarnya, agar kita memperoleh pemahaman dari metode kulkas secara entrepreneurship. Kulkas adalah sebuah tempat untuk menyimpan makanan agar lebih tahan lama, dan pada umumnya, isinya digunakan untuk membuat makanan. Metode kulkas dalam entrepreneurship adalah bahwa kulkas itu adalah mindset dan attitude kita, lalu isinya adalah knowledge dan skill kita. Sementara, etika dalam metode kulkas adalah bagaimana kita menggunakan skill dan knowledge dengan baik, sehingga hasilnya memiliki dua tujuan yaitu baik ataupun buruk.
  3. 3. Etika Bisnis, why is it important? Etika Bisnis penting karena etika adalah aturan main dalam berbisnis. Etika adalah penyesuaian cara kita dalam berprilaku di suatu tempat. Etika adalah pilihan, pilihan yang membawa seseorang pada tujuan yang baik ataupun buruk. Etika amat berperan penting. Itu adalah ekspresinya dari metode kulkas tersebut.
  4. 4. Etika yang baik mencerminkan integritas kita sebagai entrepreneur. Etika kerapkali penerapannya dilupakan demi meraup keuntungan/profit yang besar dan bersifat individualis. Banyak kasus bisnis yang melakukan tindakan yang tidak beretika, misalnya kasus pengusaha kuali/wajan yang mengurung karyawannya untuk kerja paksa membuat kuali/wajan tapi tidak digaji dan pengusaha itu memperlakukan karyawannya dengan cara yang tak beretika demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya
  5. 5. Kasus dalam laporan keuangan adalah seperti mengasumsikan dan memalsukan laporan keuangan perusahaan bahwa perusahaannya diprediksi akan memperoleh keuntungan dalam jangka yang panjang demi mendapat investasi dan pinjaman uang dari bank. Tetapi, nayatanya perusahaan memperoleh kerugian yang besar. Hal seperti ini adalah kasus Enron.
  6. 6. Misleading Marketing adalah tindakan yang tak beretika yang melebih-lebihkan. Padahal itu belum tentu kepastiannya. Itu adalah sesuatu yang tak beretika dalam berbisnis contohnya, iklan yang bombastis. Iklan bombastis memberikan janji-janji yang berlebihan demi membuat konsumen tertarik akan produknya.
  7. 7. Exploitation of Resources adalah eksploitasi sumber daya alam dan manusia secara berlebihan demi mengejar keuntungan si individu. Tindakan ini adalah tak beretika.
  8. 8. Sehabis itu, saya juga mendengar cerita dari Bapak Chandra dengan Bapak David mengenai pengalamannya yang berhubungan dengan etika. Mendengar pengalaman mereka. Ternyata, saat kita memulai usaha/bisnis akan banyak godaan yang merusak integritas kita dengan melakukan tindakan yang tak beretika. Etika dalam bisnis adalah penting dalam menjaga integritas kita sebagai pebisnis. Dan kami diingatkan bahwa melakukan sesuatu yang baik dan benar memberikan hasil yang jauh lebih berharga meskipun itu tidak dalam bentuk uang. Uang bukan menjadi patokan untuk menjadi entrepreneur, sehingga segala cara dilakukan sampai melupakan etika dalam berbisnis. Oleh karena itu, menjadi entrepreneur adalah menciptakan kesejahteraan bagi diri sendiri dan sesama bukan untuk uang dan menghalalkan segala cara.
  9. 9. Kedua, saya mempelajari tentang BMY (Business Model You). BMY adalah alat main dalam berbisnis yang juga dimainkan oleh entrepreneur-entrepreneur. BMY seperti pemetaan yang terstruktur. Isi dari BMY adalah Value Prepositions, Customer Segments, Customer Relationship, Channels, Key Activities, Key Resources, Key Partners, Revenue Streams, dan Cost Structure. BMY digunakan untuk membuat sebuah konsep yang terstruktur dengan baik, sehingga dapat mencapai output yang maksimal. Dengan tertatanya sesuatu yang sudah kita planning kan seperti dalam memulai bisnis, maka kemungkinan untuk gagal akan semakin terminimalisir.
  10. 10. Setelah mempelajari apa yang diajarkan oleh Bapak David, saya merasakan dorongan yang kuat mengenai etika bisnis, ditambah lagi dengan sharing pengalaman dari Bapak Chandara dan Bapak David yang menyangkut etika bisnis. Saya merasa saya harus mengembangkan “KULKAS” dalam arti dari isi kulkas entrepreneur tersebut yang berupa mindset, attitude, knowledge, and skill saya sendiri, dan yang lebih penting menanamkan etika dalam diri saya sehingga diri saya dan kapasitas saya dapat saya gunakan ke arah yang baik. Saya juga senang bisa mendengar langsung kisah dari Bapak David dan Bapak Chandra. Itu sangat menarik mendengarnya dan itu bermanfaat bagi pribadi saya. I have it, and I can make it.
  11. 11. Perubahan yang saya akan lakukan adalah mulai membiasakan diri dalam beretika yang saya mulai dari hal yang kecil. Demi keberhasilan saya membiasakan menjadi entrepreneur yang berjiwa entrepreneur yang professional, berintegritas, berinovasi, bekerja sama, dan berkepedulian. To Know, To Do, and To Be. Saya bisa.
  12. 12. Key Partners •Teman Positif •Orangtua •Leader Key Activities •Listening and understanding •Berpenampilan rapi •Rajin Menjumpai •Memberikan Manfaat Asuransi Key Resources Hp Buku Tenaga Karakter/Kepriba dian Ilmu Value Propositions Customer Relationship Customer Segments  Hormat Sopan Jujur Ramah Jasa Asuransi Jiwa: Kesehatan dan Tabungan Jangka Panjang Maria L.Gaol (My Friend) Channels •Kontak langsung di rumah •Telepon Cost Structure Revenue Streams •Waktu •Tenaga •Uang •Pulsa •Happiness •Kepercayaan •New Partner •Komisi

×