EFFECT ON THE QUALITY OF EARNINGS RATIO CAMEL    (CASE STUDY OF REGISTERED COMMERCIAL BANKS IN              INDONESIA STOC...
I.        PENDAHULUANWalaupun bisa dikatakan kondisi perbankan nasional secara umum saat inidalam keadaan yang baik dan st...
Capital Adequancy Ratio (CAR) atau sering disebut rasio permodalan merupakanmodal dasar yang harus dipenuhi oleh bank. Mod...
Setiawan (2007), melakukan penelitian dengan variabel CAR, ROA, ROE, LDR danBOPO terhadap laba Dengan menggunakan metode s...
Keterangan :Δ Yn = perubahan laba tahun ke-nY = laba sebelum pajakn = tahun ke-nberdasarkan pemikiran diatas maka gambar 1...
Variabel-Variabel1.             Variabel dependent atau Variabel terikat (Variabel Y)Variabel terikat yang digunakan yaitu...
Hasil PenelitianYang menjadi obyek pada penelitian ini adalah bank umum yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia (BEI) period...
Nilai NPL pada periode 2004-2008, dimana pada periode tersebutnilai NPL mayoritas bank yang listing di BEI sudah mencapai ...
Uji Korelasi                                            Table 4.3                                          Correlations   ...
CAR         ROA         BOPO        LDR         NPL      LABA         N                        75          75          75 ...
DepndetVarible:LAB4                         Jurnal Universitas Gunadarma Hal 11
Gambar 4.1 uji heteroskdastisitas3.       Uji Autokorelasi                                            Tabel 4.6           ...
4.         Koefisien regresi sebesar 20.795 untuk ROA dan bertanda positif, hal inimenandakan bahwa setiap penambahan satu...
hasil uji t                                    Model                      t        Sig.                                   ...
Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ROA berpengaruh terhadappertumbuhan laba. persamaan hasil penelitian ...
Sedangkan secara parsial hanya rasio ROA yang berpengaruh signifikan terhadapkualitas laba industri perbankan di Indonesia...
Lilis, Erna. 2010. Analisis Pengaruh CAR, NIM, LDR, NPL, BOPO ROA dan KualitasAktiva Produktif Terhadap Perubahan Laba Pad...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

970 2579-1-pb

934 views

Published on

EFFECT ON THE QUALITY OF EARNINGS RATIO CAMEL

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
934
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

970 2579-1-pb

  1. 1. EFFECT ON THE QUALITY OF EARNINGS RATIO CAMEL (CASE STUDY OF REGISTERED COMMERCIAL BANKS IN INDONESIA STOCK EXCHANGE) Rindy Nurhafita, Dr. Dharma Tintri E.S, SE., Ak., MBA Undergraduate Program, Economy Faculty, 2010 Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.idKeywords: CAR, NPLs, ROA, BOPO, LDR and quality of earnings ratioABSTRACTBanking is a financial institution that has a function as financial intermediary inpayment traffic. Ensuring the performance of a bank is a foundation of belief ourcustomers to do transactions with the bank. Therefore, bank managers must be able tomaintain a balance between maintaining adequate liquidity remurative achievement, andfulfillment of adequate capital. Levels of corporate performance is measured by usingfinancial ratios contained in the CAMEL (Capital, Asset Quality, Management,Earnings , dan Liquidity, the CAR, NPLs, ROA, ROA and LDR. In this research wewill discuss about the presence or absence of the influence of CAR, NPLs, ROA, ROA,and the LDR on the quality of earnings ratio. Data that used in this research issecondary data in the form of financial statements of banks listed on the Indonesia StockExchange since the year 2004-2008, and has a comprehensive financial report duringthe study period. From the 28 data that available, only 15 banks that meet the criteria forthis study. In this research method is a method of analysis used multiple linearregressions with SPSS 17. The results in this research that may in CAR, NPLs, ROA,ROA, and LDR together have an influence on the quality of earnings ratio. But onlypartially ROA ratios that have an influence on the quality of earnings ratio, while CAR,NPLs, ROA, and the LDR do not have a significant impact on the quality of earningsratio. Jurnal Universitas Gunadarma Hal 1
  2. 2. I. PENDAHULUANWalaupun bisa dikatakan kondisi perbankan nasional secara umum saat inidalam keadaan yang baik dan stabil, namun Faktanya masih terdapat kinerja bankyang dinilai tidak layak oleh Bank Indonesia (BI). Sejak Tahun 2004 sampai saat iniBank Indonesia (BI) telah menutup 13 bank yang terdiri dari 4 Bank Umum dan 9 BankBPR, contoh nama Bank yang saat ini ditutup adalah Bank IfI. Bank Indonesiamengumumkan penutupan bank tersebut, Karena tidak mampu menambah jumlahmodal hingga waktu yang telah ditetapkan. Sebelum ditutup, kecukupan modalbank tersebut menurun di bawah 8 persen. Modal bank juga merosot akibattingginya rasio kredit bermasalah (non performing loan / NPL) yang mencapai 24persen. BI berpendapat penutupan tidak akan menimbulkan efek sistemik. Sebab,bank tersebut hanya mempunyai pinjaman ke bank lain sebesar Rp 8,5 miliar.Jumlah ini terbilang kecil dibanding bank lain. Selain itu saat ini sebanyak 106bank diantaranya memiliki Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) diatas 12 persen per Oktober 2009. Dari total jumlah bank tersebut masihterdapat 11 bank yang masih memiliki modal dasar di bawah Rp 100 miliar.Terjaminnya kinerja suatu perbankan tentu menjadi dasar kepercayaan nasabah dalammelakukan transaksi dengan bank tersebut. Kepercayaan masyarakat dapat di penuhidengan disajikanya laporan keuangan yang memadai. Sebagai suatu entitas ekonomi,bank memberi laporan keuangan untuk menunjukkan informasi dan posisi keuanganyang disajikan untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi akuntansi sepertiyang tercantum dalam pelaporan keuangan dapat digunakan oleh investor dalammemprediksi penerimaan kas dari deviden dan bunga di masa yang akan datang.Dalam dunia perbankan rasio – rasio yang biasa di publikasikan dan di analisis adalahrasio-rasio yang termasuk dalam aspek permodalan, aspek kualitas aktiva, aspekrentabiitas, likuiditas dan efisiensi operasionalnya. Publikasi terhadap kelima aspektersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kinerja bank yang akhirnya menjadisuatu indikator yang digunakan oleh investor dan nasabah dalam menilaian prospekkedepan bank tersebut. Penilaian di indonesia mengenai aspek-aspek tersebut dilakukanoleh beberapa ahli seperti yang dilakukan oleh Nesti hapsari (2004), Zainudin danJogiyanto Hartono (2000), Linna ismawati (2008), Lilis Erna (2010), Nugroho Setiawan(2007), Rianti Cahya dewi (2007), dan Atika Violeta (2010).Selain itu adanya perbedaan pergerakkan antara rasio dengan laba yang tidak sesuaidengan teori menjadi dasar diadakannya penelitian lebih lanjut mengenai kinerja danlaba bank umum melalui rasio keuangannya. Berdasarkan latar belakang permasalahantersebut, maka dalam penelitian yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimanapengaruh rasio CAMEL terhadap kualitas laba industri perbankan di Indonesia. Penelitian ini dibatasi pada rasio CAMEL yang digunakan hanya rasio CapitalAdequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return on Assets (ROA),Efisiensi Operasional yang diukur dengan BOPO dan Loan to Deposit Ratio (LDR).Kualitas laba yang digunakan yaitu pertumbuhan laba periode 2004-2008, sedangkanindustry perbankan di Indonesia adalah Bank Umum yang sudah go publik dan terdaftardi Bursa Efek Indonesia (BEI).II. LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESISLandasan Teori Jurnal Universitas Gunadarma Hal 2
  3. 3. Capital Adequancy Ratio (CAR) atau sering disebut rasio permodalan merupakanmodal dasar yang harus dipenuhi oleh bank. Modal ini digunakan untuk menjagakepercayaan masyarakat terhadap kinerja bank. Susilo (2000:27). CAR menurut standarBIS (Bank for International Settlements) minimum sebesar 8%, jika kurang dari itumaka akan dikenakan sanksi oleh Bank Sentral. Penilaian asset yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rasio NPL(Non Performing Loans). NPL merupakan salah satu indikator kesehatan kualitas asetbank. Penilaian kualitas aset merupakan penilaian terhadap kondisi aset Bank dankecukupan manajemen risiko kredit. Menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan BankUmum, semakin tinggi nilai NPL (diatas 5%) maka bank tersebut tidak sehat. Return on Assets (ROA) adalah rasio keuangan perusahaan yang berhubungandengan aspek earning atau profitabilitas. ROA berfungsi untuk mengukur efektifitasperusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang dimiliki.(Hasibuan 2004: 100). Standar yang ditetapkan oleh BI untuk rasio Roa adalah diatas1.22%. Rasio biaya operasional dan pendapatan operasional adalah perbandingan antarabiaya operasi dengan pendapatan operasi. Rasio biaya operasional digunakan untukmengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatanoperasinya. InfoBank (2005:22). Standar yang ditetapkan oleh BI untuk rasio Roaadalah dibawah 93.52%. Likuiditas adalah kemampuan bank untuk membayar semua utang jangkapendeknya dengan alat-alat likuid yang dikuasainya. Hasibuan (2001:92). Standar yangditetapkan oleh BI untuk rasio Roa adalah dibawah 93.75%Penelitian mengenai rasio-rasio keuangan telah banyak dilakukan. Rasio keuangan telahbanyak dikaitkan dengan kemampuan melakukan peramalan atau prediksi serta untukpengambilan keputusan. Penelitian yang terdahulu menunjukkan berbagai kemampuanrasio keuangan sebagai alat prediksi yang memadai. Zainuddin dan jogiyanto (2000)menguji kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba yang berdasarkanpada rasio CAMEL. Hasil yang didapat secara individual rasio capital (termasuk CAR),assets, earnings (termasuk ROA), dan liquidity (termasuk LDR) tidak signifikan dalammemprediksi perubahan laba. Sedangkan, dalam tahapan construct rasio keuanganCAMEL signifikan terhadap perubahan laba. Nesti (2004) melakukan penelitian yang sama dengan menggunakan variabel capital,assets, dan liquidity terhadap pertumbuhan laba. Hasil yang didapat yaitu variabeltersebut baik secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhanlaba. Linna (2008), melakukan penelitian dengan variabel CAMELS terhadappertumbuhan laba. Hasil yang didapat secara bersama-sama variabel tersebutberpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Sedangkan, secara parsial hanya variabel ROAdan LDR yang tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba.Violeta (2010), melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan variabel CAR,ROA, ROE, BOPO, dan LDR terhadap pertumbuhan laba. Hasil yang didapat adalahrasio tersebut secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan laba.Erna (2010), melakukan penelitian dengan variabel CAR, NIM, KAP, LDR, BOPO danROA terhadap perubahan laba. Hasil yang didapat hanya rasio LDR yang memilikipengaruh terhadap perubahan laba. Jurnal Universitas Gunadarma Hal 3
  4. 4. Setiawan (2007), melakukan penelitian dengan variabel CAR, ROA, ROE, LDR danBOPO terhadap laba Dengan menggunakan metode stepwise hasil yang didapat hanyarasio ROE yang berpengaruh terhadap pertumbuhan laba.Cahya dewi (2007) melakukan penelitian dengan variabel CAR, RORA, NPM, ROAdan LDR terhadap pertumbuhan laba. Hasil yang didapat adalah secara bersama-samarasio tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Sedangkan secara parsial hanyavariabel NPM dan CAR yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba.Kerangka Pemikiran Dalam kerangka berpikir ini, menggambarkan tentang pengukurankinerja perbankan dengan menggunakan rasio keuangan bank untuk meprediksipertumbuhan laba perbankan, yaitu dengan menggunakan CAMEL. Kondisipermodalan akan diukur dengan Capital Adequancy Ratio (CAR). Semakin besar nilaiCAR maka laba yang diperoleh semakin besar sehingga berpengaruh terhadap laba(Sumarta, 2000:53). Penilaian terhadap rasio NPL yaitu semakin besar nilai NPL makasemakin kecil laba yang dihasilkan. Hubungan NPL dengan variabel lain yaitu denganmeningkatnya NPL akan mengurangi jumlah modal bank, selain itu meningkatnya NPLakan mempengaruhi perkembangan deviden dan laba perusahan, secara tidak langsungmenunjukkan adanya hubungan dengan efisiensi dalam memperoleh laba. Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dengan seluruh modal yangbekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba. Rentabilitas merupakan perbandinganantara laba usaha dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Penilaianunsur ini didasarkan pada rasio laba terhadap total asset (Return on Asset). Semakinbesar ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai banktersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset(Hasibuan 2004:100). Hubungan ROA dengan variabel lain yaitu tinggi rendahnya rasioROA dipengaruhi oleh besar kecilnya tingkat efisiensi manajemen dalam menjalankanoperasi yang akan berpengaruh terhadap meningkatnya laba. Rasio Efisiensi Operasional didasarkan pada penilaian rasio BOPO. Semakinbesar rasio BOPO yang dimiliki oleh bank maka akan berpengaruh terhadap pencapaianlaba yang tinggi. Hubungan efisiensi operasional terhadap variabel lain yaitu tinggirendahnya efisiensi operasional memberikan dampak pada rendahnya likuiditas, danpenyaluran kredit yang rendah yang menyebabkan rendahnya profitabilitas. Yangberdampak pada rendahnya laba yang dihasilkan. Penilaian atas likuiditas bank didasarkan pada rasio Loan to DepositRatio (LDR). Tingginya rasio LDR akan menyebabkan rendahnya likuiditas yang dapatberpengaruh pada meningkatnya laba (Muljono, 2000:79). LDR yang tinggi (tidakmelebihi standar) tentu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan meningkatkankegiatan bank dalam penyaluran kredit kepada nasyarakat yang berdampak padameningkatnya profitabilitas bank. Namun tingkat LDR yang tinggi tentu saja memilikijumlah resiko yang tinggi, yang apabila bank tidak dapat menanggulanginya maka akanmengalami kerugian. Kualitas laba yang digunakan dalam penelitian ini yaitupertumbuhan laba yang dianalisis oleh (Zainuddin dan Hartono, 2000). Untukmengetahui pertumbuhan laba yang terjadi pada perusahaan dijadikan sampel padapenelitian ini, akan digunakan rumus sebagai berikut dimana:Δ Yn = Yn – Yn-1 Yn-1 Jurnal Universitas Gunadarma Hal 4
  5. 5. Keterangan :Δ Yn = perubahan laba tahun ke-nY = laba sebelum pajakn = tahun ke-nberdasarkan pemikiran diatas maka gambar 1.1 berikut ini menyajikan kerangkapemikiran dan menjadi pedoman dalam keseluruhan penelitian yang dilakukan. CAR NPL KUALITAS ROA LABA BOPO LDR Gambar 2.1 Kerangka PemikiranHipotesisH1 = Terdapat korelasi antara rasio CAR, NPL, ROA, BOPO, dan LDR terhadapkualitas laba Bank Umum yang terdaftar di BEI.H2 = Rasio keuangan CAR, ROA, BOPO, NPL dan LDR secara bersama-samaberpengaruh signifikan terhadap kualitas laba Bank Umum yang terdaftar di BEI.H3 = Rasio keuangan CAR, ROA, BOPO, NPL dan LDR secara parsial berpengaruhsignifikan terhadap kualitas laba Bank Umum yang terdaftar di BEI.III. METODE PENELITIANObjek PenelitianDalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah rasio CAMEL dan KualitasLaba. Unit Penelitian dalam penulisan skripsi ini yaitu Bank Umum yang terdaftar diBursa Efek Indonesia. Unit Analisis dalam penulisan ini yaitu laporan keuangan periodewaktu yaitu tahun 2004-2008 yang telah di audit dan secara teratur di listing padaperiode penelitian.Populasi dan SampelSebagai populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum yang terdaftar di BEI danlisting selama 2004-2008, Sampel penelitian ini ditentukan dengan metode purposivesampling dengan kriteria sebagai berikut.1. Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama lima tahun berturut-turut, yaitutahun 2004-2008. 2. Bank tidak sedang dibekukan atau termasuk dalam status pengawasan.3. Bank yang menerbitkan laporan keuangan secara lengkap selama 5 tahun yaitu 2004-2008.Berdasarkan metode sampel diatas maka terdapat 15 bank dari 28 bank yang memenuhipersyaratan sebagai sampel. Jurnal Universitas Gunadarma Hal 5
  6. 6. Variabel-Variabel1. Variabel dependent atau Variabel terikat (Variabel Y)Variabel terikat yang digunakan yaitu kualitas laba (Pertumbuhan laba).2. Variabel independent atau Variabel bebas (Variabel X) Capital Adequancy Ratio (CAR) Non Performing Loans (NPL) Return on Assets (ROA) Efisiensi Operasional (BOPO) Loan To Deposit Ratio (LDR).Metode Analisis1. Statistik Deskriptif adalah cabang dari statistik yang berhubungandengan penggambaran atau perigkasan data penelitian sehingga data tersebut mudahdipahami.2. Statistik Inferensial adalah serangkaian teknik yang digunakan untukmengkaji, menaksir dan mengambil kesimpulan sebagian data (data sampel) yangdipilih secara acak dari seluruh data yang menjadi subjek kajian (populasi). Dibagimenjadi 4 tahap yaitu : Uji Korelasi Uji Asumsi Klasik1. Uji Autokorelasi2. Uji Multikolinieritas3. Uji Normalitas Data4. Uji Heteroskedastisitas Analisis RegresiPenelitian ini menggunakan model analisis koefisien regresi berganda dengan bantuanprogram SPSS untuk menganalisis pengaruh CAR, NPL, ROA, BOPO, dan LDRterhadap pertumbuhan laba (Y) yang disusun dalam bentuk persamaan berikut :Y = a+b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 +Keterangan:Y = Perubahan Labaa Intercept persamaan regresib1-b5 = Koefisien regresi variabel independenX1 = Capital Adequacy RatioX2 = Non Performing LoansX3 = Return on AssetsX4 = Biaya Operasional/Pendapatan OperasionalX5 = Loan to Deposit Ratio Uji Hipotesa yaitu pengujian hipotesa tentang kemampuan variabelindependen dalam memprediksi variabel dependen masa mendatang dapatmenggunakan alat analisa statistik berupa uji F dan uji t.IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Jurnal Universitas Gunadarma Hal 6
  7. 7. Hasil PenelitianYang menjadi obyek pada penelitian ini adalah bank umum yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia (BEI) periode 2004 sampai 2008. Jumlah bank umum dari tahun 2004 sampai2008 sebanyak 28 bank, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan ada 15 bank yangmasuk menjadi sampel penelitian dapat dilihat pada lampiran). Berikut merupakan tabelprofil perusahaan perbankan yang menjadi sampel penelitian secara umum : Tabel 4.1Sebagai Sampel Penelitian N0 Nama Bank 1 PT Bank Bumiputra Indonesia Tbk 2 PT Bank Central Asia Tbk 3 PT Bank Danamon Indonesia Tbk 4 PT Bank Esekutif Internasional Tbk 5 PT Bank Internasional Indonesia Tbk 6 PT Bank Mandiri Tbk 7 PT Bank Mega Tbk 8 PT Bank Negara Indonesia Tbk 9 PT Bank Niaga Tbk 10 PT Bank NISP Tbk 11 PT Bank Pan Indonesia Tbk 12 PT Bank Permata Tbk 13 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 14 PT Bank Swadesi Tbk 15 PT Bank Viktoria Internasional Tbk Sumber : Bursa Efek Indonesia, 2010 Statistik Deskriptif Tabel 4.2Deskriptif Data Variabel Penelitian CAR (%) NPL(%) ROA(%) BOPO(%) LDR(%) Laba (%) Rata-rata pertahun 2004 18.84 1.99 2.78 71.59 65.52 73.14 2005 18.19 2.39 1.44 81.70 62.19 -65.83 2006 19.31 2.22 1.68 80.82 64.03 2.17 2007 16.99 1.95 1.97 77.57 71.98 39.97 2008 16.70 1.84 1.62 79.93 74.83 21.19 Maksimum Minimum 37.43 5.02 5.77 124.52 124 236 Rata-rata 9.34 0.77 -2.99 41.50 29.87 -469,19 18.0052 2.0865 1.8983 78.4703 67.7089 14,1275 Sumber : Data diolah, 2010 Tabel 4.2 memperlihatkan nilai CAR pada periode 2004-2008,dimana pada periode tersebut nilai CAR mayoritas bank yang listing di BEI sudahmencapai bahkan melebihi standar yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 8%yaitu sebesar 18,0052% sehingga dapat dikatakan mayoritas perusahaan perbankanmempunyai kemampuan yang baik dalam memenuhi kewajiban kecukupan modalnya.Adapun nilai CAR tertinggi dicapai yaitu sebesar 37,43% dan bank yang berada padanilai terendah yaitu sebesar 9,34%. Jurnal Universitas Gunadarma Hal 7
  8. 8. Nilai NPL pada periode 2004-2008, dimana pada periode tersebutnilai NPL mayoritas bank yang listing di BEI sudah mencapai standar yang ditetapkanBank Indonesia (BI), kurang dari 5% yaitu sebesar 2,0865% sehingga dapat dikatakanmayoritas perusahaan perbankan mempunyai kemampuan yang baik dalam memenuhipenialian kualitas aset bank nya. Adapun nilai NPL tertinggi yaitu sebesar 5,02% ,angka ini melebihi standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sehingga kualitas asetyang dimiliki tidak sehat, dan nilai NPL terendah yaitu sebesar 0.77%, angka inimenunjukkan bahwa penilaian kualita aset yang dimiliki dalam keadaan sehat. Nilai ROA pada periode 2004-2008, dimana pada periodetersebut nilai ROA mayoritas bank yang listing di BEI sudah mencapai standar yangditetapkan Bank Indonesia (BI) yaitu diatas 1,22% yaitu sebesar 1,8983% sehinggadapat dikatakan rata-rata bank telah memiliki kemampuan yang baik dalammenghasilkan income dan mengendalikan biayanya. Adapun nilai ROA tertinggi yaitusebesar 5,77% , dan bank yang memiliki nilai ROA terendah adalah yaitu sebesar -2,99%, angka tersebut menandakan kemampuan bank dalam menghasilkan laba rendah,hal ini disebabkan kurangnya kemampuan perusahaan dalam mengontrol pengeluaranyang tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan sehingga laba yang dihasilkanpun mengalami penurunan hampir disetiap tahunnya. Nilai BOPO pada periode 2004-2008, dimana pada periode tersebut nilai BOPO mayoritas bank yang listing di BEIsudah mencapai standar yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) yaitu kurang dari 93,52%yaitu sebesar 78,4703% sehingga dapat dikatakan rata-rata bank telah memilikikemampuan efesiensi yang baik dalam menghasilkan pendapatan dibandingkan denganbiaya yang dikeluarkan. Nilai BOPO tertinggi yaitu sebesar 124,52% angka tersebut jauhmelebihi standar yang diberikan oleh Bank Indonesia yaitu kurang dari 93,52% dan halitu menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menjaga efisiensi tergolong rendah.Tingginya rasio BOPO yang dimiliki tentu akan berdampak pada kemampuan bankdalam memperoleh laba. Selanjutnya nilai BOPO terendah yaitu sebesar 41,50%. Nilai LDR pada periode 2004-2008, dimana pada periodetersebut nilai LDR mayoritas bank yang listing di BEI sudah mencapai standar yangditetapkan Bank Indonesia (BI) yaitu kurang dari 93.75% yaitu sebesar 67,7089%sehingga dapat dikatakan rata-rata bank telah memiliki kemampuan yang baik dalampemenuhan hutang jangka pendeknya. Adapun bank yang memiliki nilai LDR tertinggiyaitu sebesar 124%. Tingginya rasio tersebut disebabkan tingginya kredit yangdiberikan oleh bank dibandingkan dengan dana simpanan yang dimiliki bank. Semakinbesarnya penyaluran dana dalam bentuk kredit dibandingkan dengan deposit atausimpanan masyarakat akan membawa dampak semakin besarnya konsekuensi resikokerugian yang harus ditanggung bank tersebut. Nilai LDR terendah yaitu sebesar29,87% hal ini menunjukkan bank dalam keadaan sehat dalam mengelola likuiditasnya,karena sudah memunuhi standar yang di tetapkan oleh Bank Indonesia yaitu kurang dari93,75%. Nilai Pertumbuhan Laba pada periode 2004-2008, dimana pada perioderata-rata pertumbuhan laba yaitu sebesar 14,1275%. Adapun bank yang memiliki nilaiPertumbuhan Laba tertinggi yaitu sebesar 236%. Keberhasilan tersebut dicapai melaluiefisiensi biaya atas pendanaan pada tahun sebelumnya. Nilai pertumbuhan laba terendahyaitu sebesar-469,19. Statistik Inferensia Jurnal Universitas Gunadarma Hal 8
  9. 9. Uji Korelasi Table 4.3 Correlations PertumbuhanLa ba CAR NPL ROA BOPO LDR Pearson PertumbuhanLa 1.000 .250 -.242 .462 -.372 -.139 Correlation ba CAR .250 1.000 -.045 .401 -.449 -.271 NPL -.242 -.045 1.000 -.411 .154 .068 ROA .462 .401 -.411 1.000 -.630 -.174 BOPO -.372 -.449 .154 -.630 1.000 .173 LDR -.139 -.271 .068 -.174 .173 1.000 Sig. (1-tailed) PertumbuhanLa . .015 .018 .000 .001 .118 ba CAR .015 . .350 .000 .000 .009 NPL .018 .350 . .000 .094 .280 ROA .000 .000 .000 . .000 .067 BOPO .001 .000 .094 .000 . .068 LDR .118 .009 .280 .067 .068 . Sumber : Data olahan spss, 2010 Pada tabel correlations tersebut, yang memiliki hubunganterhadap pertumbuhan laba yaitu rasio CAR sebesar 0,015, rasio ROA sebesar 0,000,rasio BOPO sebesar 0,001, dan rasio NPL sebesar 0,018. Sedangkan untuk rasio LDRdengan nilai sig sebesar 0,118 tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap laba.Kelima variabel bebas memiliki hubungan yang erat sekali dengan pertumbuhan laba,akan tetapi hanya 3 variabel yaitu NPL, BOPO, LDR yang memiliki hubungan negatif. Uji Asumsi Klasik 1. Normalitas Pengujian normalitas pada penelitian ini adalah dengan menggunakanuji nonparametric test dengan uji menggunakan uji sampel Kolmogorov-Smirnov. Tabel 4.4 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Jurnal Universitas Gunadarma Hal 9
  10. 10. CAR ROA BOPO LDR NPL LABA N 75 75 75 75 75 75 Normal Mean Parameter 18.0052 1.8983 78.4703 67.7089 2.0865 14.1275 s(a,b) Most Absolute Extreme .118 .119 .105 .117 .117 .140 Difference s Positive .118 .108 .074 .111 .117 .140 Negative -.064 -.119 -.105 -.117 -.064 -.140 Kolmogorov-Smirnov Z 1.026 1.030 .911 1.011 1.010 1.215 Asymp. Sig. (2-tailed) .244 .240 .378 .258 .260 .104 Sumber : Data olahan spss, 2010 Dapat dilihat pada tabel 4.4 nilai sig semua variable memilikinilai > 0,05. dan ini menandakan data yang digunakan berdistribusi normal.1. Uji Multikolerasi Tabel 4.5Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) CAR .732 1.366 NPL .803 1.245 ROA .482 2.076 BOPO .549 1.820 LDR .920 1.087 Sumber : Data olahan spss, 2010Tabel 4.5 terlihat bahwa semua variabel nilai VIF-nya kurang dari 10 dan nilaiTolerance-nya lebih dari 0.1 maka hubungan variabel bebas dalam penelitian ini rendah(tidak berkolerasi). Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolineritas dalammodel regresi yang digunakan.2. Uji Heteroskedastisitas Jurnal Universitas Gunadarma Hal 10
  11. 11. DepndetVarible:LAB4 Jurnal Universitas Gunadarma Hal 11
  12. 12. Gambar 4.1 uji heteroskdastisitas3. Uji Autokorelasi Tabel 4.6 Model Summary(b) Change Statistics Durbin-Watson df1 df2 Sig. F Change 5 69 .002 1.844Sumber : Data olahan spss, 2010 Dari hasil penelitian nilai DW sebesar 1.844 (lampiran 2 tabelmodel summar b), dengan nilai tersebut menandakan bahwa model regresi tidakterdapat masalah Autokorelasi. Uji Regresi Tabel 4.7hasil uji regresi Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta (Constant ) 52.090 106.696 .488 .627 CAR .842 2.092 .050 .402 .689 NPL -10.504 14.285 -.086 -.735 .465 ROA 20.795 9.942 .318 2.092 .040 BOPO -.702 .773 -.129 -.908 .367 LDR -.231 .611 -.042 -.378 .707Sumber : Data olahan spss, 2010Y = 52.09 + 0.842 X1 – 10.504X2 + 20,795 X3 - 0,702 X4 – 0.231 X5Keterangan :1. Konstanta sebesar 52.09 dan bertanda positif menandakan bahwapertumbuhan laba yang dihitung dengan persamaan regresi akan lebih besar dari yangdiharapkan. Konstanta tersebut menyatakan bahwa jika tidak ada nilai CAR, NPL,ROA, BOPO, dan LDR , maka pertumbuhan laba yang diraih oleh bank umum sebesar52.09.2. Koefisien regresi sebesar 0.842 untuk rasio CAR dan bertanda positif, hal inimenandakan bahwa setiap penambahan satu persen rasio CAR maka pertumbuhanlabanya meningkat sebesar 0.842 dengan asumsi variabel lain tetap dan sebaliknya.3. Koefisien regresi sebesar 10.504 untuk NPL dan bertanda negatif, hal inimenandakan bahwa setiap kenaikan satu persen rasio NPL maka akan menurunkan labasebesar 10.504 dengan asumsi variabel lain tetap dan sebaliknya. Jurnal Universitas Gunadarma Hal 12
  13. 13. 4. Koefisien regresi sebesar 20.795 untuk ROA dan bertanda positif, hal inimenandakan bahwa setiap penambahan satu persen rasio ROA maka akanmeningkatkan laba sebesar 20,795 dengan asumsi variabel lain tetap dan sebaliknya.5. Koefisien regresi sebesar 0.702 untuk BOPO dan bertanda negatif, hal inimenandakan bahwa setiap penambahan satu persen rasio BOPO maka akan menurunkanlaba sebesar 0,702 dengan asumsi variabel lain tetap dan sebaliknya.6. Koefisien regresi sebesar 0.231 untuk LDR dan bertanda negatif, hal inimenandakan bahwa setiap penambahan satu persen rasio LDR maka akan menurunkanlaba sebesar 0.231 dengan asumsi variabel lain tetap dan sebaliknya Uji Hipotesis1. Uji F Tabel 4.12 Hasil pengujian signifikan uji F hipotesis R Adjusted R Durbin- Model R Square Square Change Statistics Watson F df df Sig. F Change 1 2 Change 1 .483(a) .234 .178 4.209 5 69 .002 1.844Sumber : Data olahan spss, 2010Hasil uji F ini pada output SPSS menunjukkan tingkat signifikan 0.002, karenaprobabilitas (0.002) jauh lebih kecil dari 0.05, maka CAR, NPL, ROA, BOPO dan LDRsecara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba hal inimenunjukkan bahwa rasio keuangan bermanfaat dalam memprediksi pertumbuhan labake 15 Bank Umum yang terdaftar di BEI. Sebesar 0,178 (tabel Adjusted R Square)memiliki arti yaitu sebesar 17.8% dari pertumbuhan laba dapat dijelaskan oleh rasioCAMEL. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 0,832 atau 83,20% variable lain yang didugayaitu :a. Kondisi Politik Perubahan kepemimpin yang terjadi pada tahun 2004. Adanya paket kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesiadengan pemerintah.b. Kondisi Ekonomi Domestik Kondisi perekonomian yang masih labil pasca krisis. Naiknya harga BBM dan suku bunga domestik. Tekanan terhadap kurs rupiah. Naiknya tingkat inflasi.c. Kondisi Ekonomi Global Naiknya harga minyak dunia Meningkatnya suku bunga internasional, kondisi tersebutberpotensi menurunkan permintaan domestic dan meningkatkan biaya usaha domestikatau menurunkan daya saing produk domestik dipasaran internasional. Ketidakseimbangan global yang dipicu oleh defisit neracaberjalan dan fiskal AS yang secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan risiko bagipertumbuhan ekonomi dunia dan instabilitas terhadap pasar keuangan global.2. Uji t Tabel 4.8 Jurnal Universitas Gunadarma Hal 13
  14. 14. hasil uji t Model t Sig. 1 (Constant) .488 .627 CAR .402 .689 NPL -.735 .465 ROA 2.092 .040 BOPO -.908 .367 LDR -.378 .707 Sumber : Data olahan spss, 2010 Hasil uji t menunjukkan hanya variable ROA yang mampumenjelaskan pengaruh terhadap pertumbuhan laba.Pembahasan1. CAR terhadap Pertumbuhan labaBerdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio CAR tidak berpengaruhterhadap pertumbuhan laba. Perbedaan hasil penelitian dengan teori dan penelitiansebelumnya, menurut pemikiran penulis disebabkan oleh adanya peningkatan CARyang tidak diikuti oleh peningkatan pertumbuhan laba. Selain itu, pergerakkan rasioCAR ke 15 Bank yang menjadi sempel pun tidak menunjukkan kesesuaian dengan teoriyang ada. Seperti diketahui bahwa CAR juga biasa disebut dengan rasio kecukupanmodal, yang berarti jumlah modal sendiri yang diperlukan untuk menutup risikokerugian yang mungkin timbul dari penanaman aktiva-aktiva yang mengandung risiko(kredit, penyertaan, tagihan pada bank lain dll) serta membiayai seluruh aktiva tetapdan inventaris yang dimiliki bank. Maka bank-bank yang ada sebaiknya tetapmempertahankan kecukupan modalnya karena modal merupakan hal yang pentinguntuk kegiatan operasional. Selain itu perusahaan perbankan diharapkan semakin efektifdalam penggunaan modalnya khususnya dana yang digunakan pada unit penyalurankredit, sehingga dapat memperkecil resiko kredit yang diberikan.2 NPL terhadap Pertumbuhan labaBerdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio NPL tidak berpengaruhterhadap pertumbuhan laba. Perbedaan hasil dengan penelitian sebelumnya menurutpemikiran penulis dikarenakan selama periode penelitian bank dihadapkan pada kreditbermasalah yang tinggi. Kualitas perbankan mengalami penurunan akibat tekanan risikokredit yang meningkat dan meningkatnya suku bunga domestik. Kondisi NPL Ke 15bank umum yang menjadi sampel penelitian walaupun memenuhi standar yangditetapkan oleh Bank Indonesia namun masih terdapat beberapa bank yang masukdalam kondisi rawan.Selain faktor tingginya NPL yang terjadi pada periode penelitian,alasan lain tidak berpengaruhnya rasio NPL terhadap laba disebabkan oleh adanyapeningkatan NPL yang tidak diikuti oleh pergerakan NPL. karena semakin tinggi NPLmaka semakin rendah kemampuan bank dalam menghasilkan laba. Perbedaan yangterjadi pada tahun 2008 disebabkan karena kondisi ekonomi yang masih rawan akibatmeningkatnya inflansi dan suku bunga domestik pada tahun tersebut.3 ROA terhadap Pertumbuhan laba Jurnal Universitas Gunadarma Hal 14
  15. 15. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ROA berpengaruh terhadappertumbuhan laba. persamaan hasil penelitian dengan teori dan penelitian sebelumnya,menurut pemikiran penulis disebabkan oleh adanya peningkatan ROA yang diikuti olehpeningkatan pertumbuhan laba. Rasio ROA mewakili aspek Earning yang menunjukkankemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan dari pengelolaan aset yangdipercayakan manajemen yang bersangkutan. Pengelolaan aset dapat diwujudkandengan dipatuhinya ketentuan mengenai Batas Umum Pemberian Kredit. Dengandipatuhinya ketentuan ini maka risiko terjadinya kredit macet akan berkurang sehinggapeluang untuk mendapatkan pendapatan bunga menjadi tinggi dan akan diperolehkeuntungan atau laba yang maksimal.4 BOPO terhadap Pertumbuhan labaBerdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio BOPO tidak berpengaruhterhadap pertumbuhan laba. Perbedaan hasil penelitian dengan penelitian sebelumnya,menurut pemikiran penulis disebabkan selain kondisi keuangan pada periode penelitianyang masih rentan akibat kenaikkan kredit yang berpengaruh terhadap kemampuanmanajemen dalam mengelola efisiensi operasionalnya. Selain itu nilai BOPO ke 15bank yang menjadi sampel mengindikasikan bahwa masih terdapat beberapa bank yangmasih kurang dalam meningkatkan kemampuan manajemennya dalam mengelolaefisiensi.5. LDR terhadap Pertumbuhan labaBerdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio LDR tidak berpengaruhterhadap pertumbuhan laba. Perbedaan hasil penelitian dengan teori dan penelitiansebelumnya, menurut pemikiran penulis disebabkan oleh adanya peningkatan LDR yangtidak diikuti oleh peningkatan pertumbuhan laba. Hal ini terjadi dikarenakan selamapenelitian bank dihadapkan pada kredit bermasalah yang terjadi antara tahun 2004-2008. Rendahnya kredit yang terjadi karena kondisi perekonomian yang sulit baikdomestik maupun internasional (kenaikkan harga pokok, BBM dan minyak dunia).Mengakibatkan banyak nasabah bank yang tidak memiliki kemampuan untukmembayar pinjamannya kepada bank. Banyaknya kredit macet ini menyebabkantingginya rasio NPL. Dengan kondisi seperti ini, banyak bank kehilangan kesempatanuntuk memperoleh keuntungan dari pemberian kredit sehingga pada akhirnyaberpengaruh terhadap perolehan laba ke 15 Bank Umum yang menjadi sampelpenelitian. LDR menggambarkan tingkat likuiditas ataupun resiko dalam berinvestasi,sehingga dengan LDR yang tinggi berarti perusahaan mempunyai resiko yang tinggidalam kegiatan operasionalnya, karena jumlah dana yang dipinjamkan cenderung lebihbesar dibandingkan dengan jumlah dana yang dikumpulkan dari pihak ketiga. Dengantingginya LDR maka terjadi kesenjangan antara kredit dengan jumlah simpanan,sehingga berdampak pada makin rendahnya likuiditas yang akan mempengaruhi tingkatkepercayaan investor untuk menanamkan dananya pada perusahaan perbankan.V. KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARANKesimpulanBerdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulanyaitu rasio CAMEL (CAR, ROA, BOPO, NPL dan LDR) secara bersama-samaberpengaruh signifikan terhadap kualitas laba industri perbankan di Indonesia. Jurnal Universitas Gunadarma Hal 15
  16. 16. Sedangkan secara parsial hanya rasio ROA yang berpengaruh signifikan terhadapkualitas laba industri perbankan di Indonesia.Keterbatasan Penulisan Adapun keterbatasan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :1. Penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor yang berpengaruhterhadap kinerja bank. Misalnya ukuran perusahaan, bidang konsentrasi bank, skalaoperasi.2. Penelitian ini juga tidak memperhitungkan faktor ekonomi lainnyaseperti tingkat inflasi, tingkat bunga, subsidi pemerintah dan sebagainya.3. Jumlah rasio keuangan yang dimasukkan dalam model sangat sedikitsehingga akan mempengaruhi estimasi regresi. Beberapa rasio yang lain belum dapatdimasukkan dalam analisis penelitian, karena keterbatasan data dan waktu selamapenelitian.SaranAdapun saran-saran yang diajukan dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagaiberikut:1. Faktor-faktor ekonomi seperti tingkat inflasi, tingkat suku bunga, kebijakanpemerintah, kondisi global dan sebagainya sebaiknya ikut dipertimbangkan dalammemprediksi kualitas laba.2. Ukuran perusahaan mungkin juga mempengaruhi kemampuan perusahaandalam memperoleh laba. Diharapkan periode amatan lebih panjang sehinggamemungkinkan diperolehnya keakuratan penelitian yang lebih baik.3. Perlu adanya penambahan rasio-rasio keuangan yang dimasukan dalammodel penelitian Pemilihan rasio yang lebih banyak akan memberikan tingkatkeakuratan penilaian kualitas kinerja bank terhadap kualitas laba dengan periodepenelitian yang lebih panjang.VI. DAFTAR PUSTAKAAshari, dan Purbayu Budi Santosa. 2005.Analisis Statistik dengan Microsoft Excel danSPSS. ANDI.YogyakartaAtika, Violeta. 2010. Pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan laba padaperusahaan perbankan yang listing di BEI tahun 2005-2007. Skripsi. Malang.Universitas Negeri Malang.Dendawijaya, Lukman.2005. Manajemen Perbankan. Erlangga. Jakarta Hasibuan, Malayu S. P. 2004. Dasar-dasar Perbankan. Bumi Aksara.JakartaIAI. 2002. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat. JakartaInfoBank. “BI Mesti Lebih Pro-aktif Pasca Pembekuan Bank Global”. Januari 2005.Volume XXVI. No. 310. Hal. 38.Linna, Ismawati. 2008. Pengaruh Rasio Kinerja Bank Terhadap Pertumbuhan LabaPada Bank Umum Swasta Nasional. Dalam Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol II,No.1 Desember 2008 , Hal 21-47 Jurnal Universitas Gunadarma Hal 16
  17. 17. Lilis, Erna. 2010. Analisis Pengaruh CAR, NIM, LDR, NPL, BOPO ROA dan KualitasAktiva Produktif Terhadap Perubahan Laba Pada Bank Umum di Indonesia. Tesis.Fakultas Ekonomi. Universitas DiponegoroMuljono, Teguh Pudjo. 2000. Analisis Laporan Keuangan Perbankan. Jakarta PenerbitDjambatan.Munawir, S. 2004. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta : Liberty YogyakartaNesti Hapsari. 2004.Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Pertumbuhan LabaMasa Mendatang Pada Perusahaan Sektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa EfekJakarta.Kode CA4C001295.hal 1-19Rianti, cahya dewi. 2007. Analisis rasio keuangan untuk memprediksi pertumbuhanlaba .Sumarta, Nurmadi H. 2000. Evaluasi Kinerja Perusahaan Perbankan yang Terdaftar diBursa Efek Indonesia dan Thailand. Dalam Perspektif, Vol. 5, No. 2Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 Tentang Tata cara penilaian tingkat kesehatan bank umumSurat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/61/KEP/DIR tanggal 9 Juli 1988.Tentang Batas Maksimum Pemberian KreditSurat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1987.Tentang Cara Penilaian Kesehatan BankSusilo, Sri. Y., Triandaru. Sigit, dan A. Totok Budi Santoso. 2000. Bank dan LembagaKeuangan Lain. Salemba Empat. JakartaUndang-undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1988. Tentang perubahan atasUndang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.Widjanarto. 2003. Hukum dan Ketentuan Perbankan di Indonesia. Pustaka UtamaGrafiti. JakartaZainuddin dan Hartono. 2000. Manfaat Rasio Keuangan Dalam MemprediksiPertumbuhan Laba. Dalam Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 2. No. 1 Januari2000, hal. 66-90. Jurnal Universitas Gunadarma Hal 17

×