Bab 7 gsp

3,320 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab 7 gsp

  1. 1. 1 COOPERATIVE STRATEGIES & GLOBAL STRATEGIC PARTNERSHIP (Strategi kerjasama & kemitraan strategis global). In a complex, uncertain world filled with dangerous opponent, it is best not to go it alone (k. Ohmae). Alasan kemitraan strategi global : 1. Mengatasi tantangan sewaktu memasuki & memperluas usaha di lingkungan yg komplek, penuh gejolak, susah diramalkan. 2. Meningkatkan kecepatan pengembalian modal Sifat kemitraan strategi global  perjanjian kerjasama  aliansi strategi  kemitraan strategi global/global strategy partnership (GSP) Cara yg paling cepat utk mengembangkan strategi global (Roland Smith) Bermitra krn adanya keterbatasan: - biaya - penguasaan teknologi - penguasaan pasar / akses pasar - transfer of knowledge & skill
  2. 2. 2 FAKTOR PENENTU SUKSES KE MITRAAN 1. Misi -- win-win 2. Strategi -- hindari konflik 3. Pengaturan -- consensus merup.norma, mitra kedudukannya sama. 4. Keberhasilan membangun nilai 5. Organisasi -- struktur & ranca ngan yg inovatif 6. Manajemen GSP Tahapan Perkembangan GSP 1. GSP 2. Keiretsu 3. Super aliansi 4. Virtual corporation Ad 1. Snecma (perancis) vs GE (USA) Snecma; Mesin pendorong, kipas, eksekutif senior di luar industri, pertimbangan data, pendelegasian wewenang. GE (USA); Rancangan sistem, senior eksekutif dlm industri, intuitif. ALIANSI DENGAN PESAING ASIA - perbedaan fil osofi managemen - harapan - pendekatan - jepang memberikan komitmen jangka panjang
  3. 3. 3 Ad 2. Strategi Kerjasama Jepang; Keiretsu  kartel di Jepang, mengutamakan keselarasan. Ex: 6 besar ; Mitsui+Mitsubishi+sumitomo+Fuyo+sanwa+DKB Berhasil dan berpengaruh baik didlm negeri maupun LN. Ad 3. Super aliansi: Kerjasama antara; boing + British Airways + Siemens + TNT + snecma dalam rangka membangun 10 airport di Cina.  BA & TNT diberi kontrak fasilitas pendaratan  Pemerintah Cina mengadakan kontrak membeli pesawat boeing/snecma.  Siemens menyediakan pengendalian lalulintas udara Ad 4. Virtual Corporation - Terjadi Karena perkembangan IC T - Keberhasilan tergantung pd kemampuan pengumpulan & mengintegrasikan info masal di seluruh komponen organisasi serta bertindak secara cerdas atas info tsb. Ex: mobil dunia ford baru; mercury mystique & ford contour (USA), mondeo dieropa. Dikembangkan dgn menggunakan jaringan komunikasi workstation computer kerja dari perancang/ insinyur 3 benua.
  4. 4. 4 MARKETING IS ALSO RESPONSIBLE FOR DRIVING THE REST OF COMPANY TO BE CUSTOMER-ORIENTED AND MARKET DRIVEN. HERE ARE SEVERAL EMPHASES IN CURRENT MARKETING THINKING: (KOTLER’97) 1. A GROWING EMPHASIS ON QUALITY, VALUE AND CUSTOMER SATISFACTION. 2. A GROWING EMPHASIS ON RELATIONSHIP BUILDING AND CUSTOMER RETENTION. 3. A GROWING EMPHASIS ON MANAGING BUSINESS PROCESSES AND INTEGRATING BUSINESS. 4. A GROWING EMPHASIS ON GLOBAL THINKING AND LOCAL MARETING PLANNING. 5. A GROWING EMPHASIS ON BUILDING STRATEGIC ALLIANCES AND NETWORKS. 6. A GROWING EMPHASIS ON DIRECT AND ONLINE MARKETING. 7. A GROWING EMPHASIS ON SERVICES MARKETING. 8. A GROWING EMPHASIS ON HIGH-TECH INDUSTRY 9. A GROWING EMPHASIS ON ETHNICAL MARKETING BEHAVIOR.
  5. 5. 5 Sourcing Decisions & The Value Chain (keputusan menentukan pemasok & Rantai Nilai) Dasar pijakan Bisnis Global : 1. Marketing (ingat konsepsinya) 2. Research & development 3. Engineering & Design 4. Manufacturing & sourcing / penentuan pemasok 5. Financial resources 6. Human resources The challenge of the sourcing is to materialize the value that meet customer needs. Customer value (V) = Q + F =B P V = customer value Q = product quality as perceived by customer F = product features valued by customer P = price of product to the customer The measure of the value is the price the firm’s customers are willing to pay for its product or services.
  6. 6. 6 The value chain exposes 3 roles for marketing global competitive strategy: 1. Relates to the configuration of marketing. Ex: kegiatan pemasaran dilakukan dimana-mana, tapi pelatihannya cukup di Negara tertentu. 2. Marketing is the coordination of marketing activities across countries to leverage a company’s know how. Ex: transfer of relevan experience across national boundaries. 3. Marketing is its role in topping opportunities for upstream advantage in the value chain (memanfaatkan peluang utk keunggulan). Canon;-- Research provide the requirements that enable to develop a world product. SOURCHING & THE TRADE CYCLE (Menentukan pemasok & siklus perdagangan) Variabel kuncinya adalah biaya & mutu; tidak hanya tergantung dari faktor produksi dan tenaga kerja. a. Faktor produksi > lahan, bahan baku, modal, T.kerja, technologi. b. Faktor kritis > manajemen, professional, efektivitas tim pekerja. FAKTOR2 KEPUTUSAN PENET APAN PEMASOK : 1. Faktor biaya & kondisi F.biaya : lahan, T.kerja (manufactur & produksi, professional & teknis, serta manajemen), modal. --kaitan dgn tingkat gaji / pendapatan.
  7. 7. 7 2. Logistik Waktu yg diperlukan utk mengisi pesanan, keamanan & keselamatan, biaya transportasi. 3. Infrastruktur negara Akses road, listrik, telekomunikasi, peraturan pemerintah, perbankan, keamanan, dll. 4. Resiko politik Stabilitas pemerintahan, perubahan kebijakan pemerintah, dll. 5. Akses pasar Hambatan tariff & non tariff; pabrik mobil jepang di AS, perakitan mobil di bekasi; dlm rangka memudahkan akses ke pasar. 6. Kurs mata uang asing Mis, bila nilai mata uang $, yen terlalu tinggi maka lokasi di Negara lain yg mata uangnya tak terlalu tinggi akan merupakan keunggulan kompetitif. SOURCHING STRATEGY ALTERNATIVES (ALTERNATIF STRATEGI MENENTUKAN PEMASOK). 1. Strategi menentukan pemasok pers thp II (international). - Mencari pemasok international;--mengandalkan kemampuan industri & jasa sendiri utk memasok produk/jasa bagi pelanggan seluruh dunia. - Tetapkan target pasar, prioritas pasar--penetrasi pasar
  8. 8. 8 - Menetapkan pemasok internasional, menekankan pemasok di negara sendiri dengan beberapa adaptasi oleh unit nasional. 2. smp pers thp III (Multinational) - Pendirian fasilitas produksi disetiap neg. tempat produksi - Pers meletakkan fasilitas prod. dlm perbatasan suatu neg. - Memanfaatkan keunggulan faktor produksi lokal serta memperpendek jalur pasokan. - Dekat pelanggan produksi mudah menyesuaikan dgn kehendak pelanggan--menetapkan produksi disetiap neg.tempat berproduksi. 3. smp pers thp III (Global) - kejar efisiensi biaya dgn menetapkan produk pemasok standard dari pabrik berukuran dunia--asumsi keinginan dan kebutuhan pelanggan homogen. - Biaya untuk transportasi dari sumber produksi tinggi - jika berhasil tingkat impor neg.sasaran tinggi--reaksi kebijakan devisa. - Menekankan ekspor neg. sendiri dari fasilitas skala dunia 4. smp pers thp IV (Transnasional) - Menetapkan pemasok; mencari keseimbangan antara keunggulan dan kelemahan dari thp I, II, III. - Jika terjadi perubahan kurs mata uang & akses pasar-- yg paling cocok utk beradaptasi dgn lingkungan yg berubah.
  9. 9. 9 SELECTING A GLOBAL TARGET MARKETING STRATEGY 1. Undifferentiated Global Marketing  mass marketing  the same marketing mix  standardized product  standardized global communication ex: Revlon, cocacola, etc 2. Concentrated Global Marketing  membidik segment tertentu ex: channel, lauder, rolroyc, etc. 3. Differentiated Global Marketing  membedakan; ex: Toyota utk konsumen USA, berbeda dgn Indonesia GLOBAL PRODUCT POSITIONING A process whereby a company establishes an image for its product in the minds of consumers relative to the image of competitors product offering. a. High-Tech Positioning: • Technical product: PC, VCD, automobile--terbukti efektif. • Special-Interest Product: Fuji bicycle, canon camera, adidas sport equipment. • Product that demonstrate well: Ex: Polaroid instant camera.
  10. 10. 10 b. High-Touch Positioning: • Product that solve a common problem Ex: cocacola, kopiko • Global village product Ex: mineral water, pizza, levis, Marlboro, harley Davidson, are enhance their cosmopolitans around the world. c. Product that use universal themes: materialsm (status, kekayaan); heroism, procreation (images of courtship & romance). PIL STRATEGI MEMASUKI Psr GLOBAL & EKSPANSI The best strategy is always to be very strong, first generaly then at the decisive point…there is no more imperative and no simpler law for strategy than to keep the forces concentrated (strategi terbaik selalu menjadi amat kuat, mula2x secara umum kemudian dgn tujuan tertentu…tidak ada hukum yg lebih jelas & lebih sederhana utk strategi selain menyatukan kekuatan). MARKETING & VALUE CHAIN MANAGEMENT ISSUES Berdasarkan informasi pasar setelah melakukan STP yg harus diperhatikan selanjutnya: - to establish objective for volume - market share - sales & earning - decide how to implement the marketing effort
  11. 11. 11 Cara pers. A.S memasuki pasar LN (bisa berlaku umum) 1. exporting (51%) 2. licensing (7%) 3. joint ventures (11%) 4. ownership - start-up/FDI, (20%) - acquisition (11%) (PA: software’,89 dlm WJ, Keegen’95) 5. combination--- hybrid joint venture/ownership strategy ad 1. EXPORT - Product adapted to customer needs & preference in the market, price, distribution, communication policies that are an integrated part of the country marketing strategy. - Considerations : cost, market acces, political risk & quality. - Company : technology, know-how, or strong brand image - Bentuk operasional secara internasional yg paling tradisional. Alternative strategi utk memasuki & perluasan pasar ekspor harus dilaksanakan dan dipadukan yaitu meliputi kegiatan: Pembelian, logistik dlm perusahaan, litbang, perakitan & proses manufaktur, logistik diluar perusahaan, marketing (target market selection, marketing mix (3P) & communication policy & strategy (message, appeal, media str, advertising/promotion plan), direct marketing plan (personal selling, direct mail, telemarketing, info & research, installation & testing service, margin.
  12. 12. 12 ad 2. LICENCING - licencor membuat persetujuan dgn licensee (memperoleh hak utk menggunakan; proses/tehnologi produksi, trade mark, paten, dll dgn membayar royalty. - Perusahaan (licencor) unggul dlm; technology, know-how, brand equity yg kuat. - Sumber laba, cost rendah, resiko rendah. Ex: coca-cola, Disney, dll Bentuknya: a. Franchising  kontrak kerja sama antara franchisor dan franchisee (diberi hak utk mendistribusikan produk/jasa tertentu,serta cara- cara yg ditentukan) ex: fast food restaurant, bisnis eceran, dll. b. Management contract  Menawarkan keahlian management utk menjalankan beberapa atau seluruh fungsi operasi pihak mitra kerja. Ex: RS mitra keluarga dgn RS Australia c. Contract Manufacturing > Mengajak produsen lokal membuat produk perusahaan. Sbg pemasok bahan baku. ad 3. JOINT VENTURE
  13. 13. 13 Perjanjian partnership Foreign + local utk mendirikan usaha local, saling berbagi kepemilikan dan pengendalian. Pembagian resiko; banyak dilaksanakaan pers go internasional; pertimbangan politik & ekonomi nyata. Ex: GM+Toyota; Mazda+Ford; dll. ad 4. OWNERSHIP Bentuknya : a. Foreign Direct Investment (FDI): - penghematan; T.kerja, bahan mentah, transportasi. - Image dari host country, krn membuka lapangan kerja. - Bina hubungan; dgn pemerintah,pelanggan,pemasok lokal, distributor--mudah menyesuaikan dgn psr lokal. - Investor mengendalikan penuh b. Acquisition - pembelian perusahaan yg telah ada (krn kesalahan management sebelumnya). MARKET EXPANSION STRATEGY Market segmentation Concentration diversification concentration 1. narrow focus 2. CF (serve many (few segmen,in few market in a few C) country) diversification 3. Coun D & market C 4. CD&SD (global conglomerate)
  14. 14. 14 Note: 1. Strategi yg realistis utk memulai 2. melayani byk pasar di beberapa negara. Ex: psr AS, Eropa. 3. Strategi perusahaan global klasik; mencari psr dunia, melayani pelanggan dunia;-- mencapai akumulasi vol penjualan. Mempunyai keunggulan bersaing yg tinggi. 4. Strategi perusahaan multibisnis yg besar Ex: GE, Matsushita USA : -- innovation; Europe:-- defensive Japan : -- low-cost, high vol production KOLABORASI Menggunakan pengetahuan yg dikembangkan oleh perusahan lain caranya : • pemberian lisensi • usaha patungan • kemitraan Jepang ulung dlm menggunakan strategi kolaborasi utk mencapai kepemimpinan dlm industri. Konsep strategi pengembangan (Hamel & Prahalad (’89) 1. Memusatkan sumber daya pada sasaran strategis melalui konvergensi & focus. 2. Akumulasi sumber daya lebih efisien melalui penyaringan & peminjaman.
  15. 15. 15 3. Membuat sumber daya mendukung yg lain dgn mencampur dan menyeimbangkan. 4. Lestarikan sumber daya dgn daur ulang 5. Menambah anggota & melindungi Penentu Keunggulan Bangsa (M,E Porter) 1. Kondisi faktor > (acuan sederhana: lahan, SDM, SDA, modal, infrastruktur). a. Faktor SDM  jumlah ketersediaan, upah, moral, dll b. SDA (fisik) > ketersediaan, mutu, jumlah, harga lahan, air, sda lainnya c. SD Pengetahuan > knowledge & skill, adanya fasilitas R&D, universitas d. SD Modal > ketersediaan, jumlah, biaya, tipe modal yg tersedia, tingkat bunga, perpajakan, defisit Negara. e. SD infrastruktur > sistem perbankan, transportasi, komunikasi, ketersediaan listrik, dll serta biaya penggunaan sistem tsb. 2. Kondisi Permintaan a. Komposisi permintaan  menentukan bagaimana perusahaan menerima, menginterpretasikan & memberi reaksi pd kebutuhan pembeli. b. Ukuran & pola pertumbuhan permintaan
  16. 16. 16 c. Pertumbuhan psr dlm negeri yg cepat, merupakan insentif utk menginvestasikan/mengadopsi teknologi baru lebih cepat. d. Cara produk & jasa ke luar negeri ex: pabrik mobil jepang di USA, pemasok suku cadang ikut. 3. Industri terkait dgn pendukung Kehadirannya dpt memeberikan keunggulan kompetitif menyediakan input (low price, high quality). Ex: penjualan computer buatan AS di luar AS mendorong software AS utk ikut. 4. Strategi, struktur dan pesaing pers Gaya manajement, ketrampilan mengorganisasikan dan perspektif strategi, serta budaya kerja. Ex: a. Jerman Dilaksanakan dgn hirarkhis serta disiplin tinggi. b. Itali Dilaksanakan seperti bisnis keluarga menekankan: penyesuaian standard, peluang pasar, fleksibelitas cukup besar utk memenuhi permintaan pasar. c. USA UU melarang bank mempunyai saham pd perusahaan yg menerima pinjaman dari bank tsb. • pengembalian investasi prioritas utama • kenaikan harga saham • pangsa pasar d. Jepang, prioritasnya: 1. pangsa pasar
  17. 17. 17 2. pengembalian investasi 3. introduksi produk baru 4. saham 5. Kesempatan Peristiwa yg terjadi diluar kendali perusahaan, industri, pemerintah. 6. Pemerintah Sebagai pengatur jika tidak fair? Kasus Indonesia. 7. Sistem faktor penentu Saling terkait diantara faktor2x tsb diatas.

×