Allah adalah kebutuhan

1,346 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,346
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
71
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Allah adalah kebutuhan

  1. 1. ALLAH ADALAH KEBUTUHANSeperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau,ya Allah (Mazmur 42:2).Betapa seringnya kita membaca ayat ini. Kesimpulan apakah yang kita peroleh dari ayat-ayatdalam mazmur ini. Dikuatirkan kita tidak mencapai sasaran pengertian ayat ini. Kitamemahaminya dengan baju kita atau pengertian kita yang masih dangkal. Walaupun kita bisabegitu mudah berkata: “ Sperti rusa merindukan sungai yang berair demikianlah jiwakumerindukan Engkau Tuhan…Yesus, Yesus kau berarti bagiku. Perlu dipersoalkan oleh kitasekarang adalah “seberapa perlunya kita terhadap-Nya”. Lalu juga harus dipersoalkan“mengapa kita memerlukannya?”. Ini bukan pertanyaan konyol, tetapi pertanyan prinsip yangsangat menentukan mutu atau kwalitas relasi kita dengan Tuhan. Seberapa dalam hubungankita dengan Tuhan sangat ditentukan oleh jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kitaharus mempersoalkan ini dengan serius kalau kita mau sungguh-sungguh bertuhan denganbenar dan memiliki kehidupan secara benar. Dari pernyataan-pernyataan pemazmur kita dapat menangkap betapa kuatnya “rasabutuhnya” pribadi pemazmur terhadap Tuhan. Seperti rusa merindukan sungai yang berair.Perhatikan kata “sungai” dalam ayat ini. Dalam teks ibraninya “awfeek”, aliran air. Bukansungai mati, tetapi sungai yang mengalir. Hal ini menunjukkan rusa membutuhkan air secaraberlimpah dan berkesinambungan. Baginya sungai itu adalah kehidupannya. Aliran airtersebut bukan sekedar hobi, alat penunjang dan pelengkap hidup tetapi kehidupan itu sendiri.Ia tidak dapat hidup tanpa aliran sungai tersebut. Dari Mazmur 42: 1-5 kita memperoleh kesimpulam penting: Bahwa tidak ada yangkita perlukan dalam hidup ini seperti kita memerlukan Tuhan. Kita merasa memerlukanTuhan bukan sekedar karena kita orang beragama maka kita datang ke gereja dan melakukansyariatnya agama kita, ke gereja adalah bagian syariat agama yang dianggap penting. Hampirsemua agama berpendirian bahwa datang ke rumah ibadah adalah syariat penting dan seringdianggap utama. Jadi bias dimengerti kalau banyak orang berpikir, kalau sudah datang kegereja berarti sudah memenugi panggilannya bersekutu dengan Tuhan. Harus memeriksa diridengan jujur yaitu “kita butuh Tuhan karena Tuhan sendiri, atau karena suatu kebutuhan” .Kalau kita butuh Tuhan karena didesak persoalan hidup duniawi atau suatu kebuituhan makakita telah menjadikan Tuhan alat atau sarana semata-mata bukan tujuan.Bila seseorang
  2. 2. bersikap demikian terhadap Tuhan, yaitu datang ke gereja atau bertuhan memang karena itaharus beragama, maka pada umumnya orang akan menjadikan Tuhan sekedar pelengkapkehidupan. Tuhan menjadi tambahan yang memang dianggap penting, tetapi sepentingapapun tetap adalah tambahan. Sesungguhnya Tuhan bukanlah pelengkap atau tambahan.Ban serep mobil kita itu penting. Banyak orang tidak berani mengendarai mobilnya tanpa banserep. Tetapi tetap ban serep, bukan ban yang digunakan menggelindingkan mobil itu. Tuhantidak sejajar dengan ban serep mobil.Dia adalah kehidupan itu sendiri. Kita tidak memiliki kehidupan tanpa Tuhan atau hidup inibukanlah sebuah kehidupan bila tanpaTuhan. Tuhan lebih penting dari nafas kita. Dia lebihberharga dari jantung kita. Dia kita butuhkan lebih dari kita membutuhkan darah. Apalagiharta dalam bentuk uang dan fasilitas yang lain. Tentu Tuhan kita butuhkan lebih dari kitamembutuhkan apapun dan siapapun. Tuhan adalah kehidupan kita sendiri. Bagi yang belummenikah jodoh bukan jawaban yang utama. Bagi yang belum punya anak, keturunanbukanlah jawaban kebutuhan kita. Bagi yang dalam problem ekonomi uang bukanlahjawaban. Bagi yang dalam persoalan rumah tangga, Tuhanlah jawabannya. Bagi yang sakitTuhanlah jawabannya. Memiliki Tuhan berarti memiliki kehidupan. Cukuplah hidup ini kalaukita memiliki Tuhan dan bersekutu dengan benar. Bila bersikap demikian maka kita benar-benar memuliakan Tuhan dan bersikap sepantasnya. Selanjutnya sikap seperti inilah yangmenciptakan keintiman hubungan yang luar biasa dengan Tuhan.Kebenarnnya ini sukardikenakan, karena ketidak dewasaan kita. Kedengarannya enak, mudah kita mengamininya,tetapi sukar melakukannya. Namun demikian kita harus melatih diri untuk mengenakankebenaran tersebut. Di rumah petak kecilmu hadirkan Tuhan. Maka itu lebih dari tinggaldiistana raja-raja. Semarakkan hidupmu dengan hadirat Tuhan walau tanpa celoteh anak-anakdi rumahmu. Sukacitakan jiwa kita dengan berjalan bersama Tuhan ditengah tikamankesunyian tanpa teman hidup. Bahkan ketika maut mengancam karena sakit penyakit atauyang lain nikmati kabut kemuliaanNya yang menyertai kita yaitu pendampinganNya atas kita.Hendaknya kita ke gereja atau datang kepada Tuhan bukan hanya karena kita menghadapisuatu masalah atau suatu kebutuhan. Tuhan menjadi sumber pertolongan dan kekuatan yangmemenuhi segala kebutuhan kita. Dalam hal ini Tuhan menjadi pendukung kehidupan kita,penopang kehidupan kita. Kedengarannya benar tetapi ini juga belum tepat. Ini bukan berartisalah. Tuhan memang sumber pertolongan kita. Tetapi sikap seperti ini masih sikap orangKristen second grade. Masih orang-orang Kristen kelas dua. Kalau mau kelas satu, harusmenjadikan Tuhan sebagai kebutuhan satu-satunya dan yang paling utama. Kita datang kegereja atau mencari Tuhan bukan ketika sedang ada dalam persoalan atau kebutuhan semata-
  3. 3. mata. Tuhan bukan sekedar seperti supermarket yang kita kunjungi karena ada suatukebutuhan yang daripadanya kita dapat memperolehnya. Dalam segala keadaan kitamembutuhkan Tuahan, sebab Dialah kehidupan kita. Kebutuhan kita sebenarnya adalah Tuhan sendiri. Bukan karena ada kebutuhan lalukita membutuhkan Tuhan. Tetapi Tuhan sendirilah kebutuhan kita. Bila demikian maka kitaakan merasa puas dengan apapun yang kita miliki hari ini. Sama seperti hubungan kitadengan pasangan hidup. Bagaimana kita memperlakukan pasangan hidup kita selama ini ?.Kita membutuhkan dia karena untuk sesuatu hal atau karena memang kita membutuhkan dia.Coba perhatikan, kalau sepasang manusia sudah dihanyutkan oleh cinta, maka hasrat merekauntuk membangun rumah tangga tidak didorong oleh apapun tetapi oleh cinta itu semata.Cinta itulah yang membangun sikap hati merasa membutuhkan pasangannya. Biarpun tinggaldi gubug derita, sepiring ebrdua, tidur diatas tikar tetapi itu bukan menjadi masalah. Berbedadengan wanita yang mau menikah dengan pria karena oria mengendarai mobil mewah ataukarena fasilitas lain. Wanita seperti sukar setia dalam arti yang sebenarnya. Pada hakekatnyaia tidak menikah dengan pria itu tetapi menikah dengan hartanya. Pada akhirnya kalau kita mencari Tuhan bukan karena berkatNya bukan pul akarenasorgaNya tetapi karena Tuhan sendiri. Tuhyan itulah sorga kita. Tuhan itulah berkat kita.Dalam hal ini kita mengerti mengapa pemazmur berkata: “…tidak ada yang kuingini di bumiselain Engkau (Maz 73:25-26). Seorang penginjil India yang hebat bernama Sadhu SundarSigh berkata” Aku rela masuk neraka asal Tuhan ada disana. Jelas kalau Tuhan ada di Nerakamaka Neraka menjadi sorga. Tuhan adalah kehidupan kita, adalah pernyataan penting yang melandasi seseorangmembangun hubungan dengan Tuhan. Melandasi orang bertuhan dengan benar. Kefanatikanseperti ini adalah kefanatikan sehat yang tidak melukai orang lain, kecuali orang yang maubinsa. Kefanatikan seperti ini harus digelorakan dalam jiwa kita. Harus dikobarkan dalamjiwa kita. Hal ini akan menyembuhkan segala penyakit jiwa yang menggrogoti kehidupankita. Dengan sikap hati seperti ini bias dipastikan jiwa kita akan menjadi sehat sempurna.Inilah jalan kesembuhan bagi jiwa yang sakit.
  4. 4. AKHIRNYA ADALAH KEMENANGAN Di dunia yang sudah rusak dan bumi yang terkutuk ini manusia yang hidupdidalamnya akan selalu diperhadapkan dengan kesukaran-kesukaran. Kesukaran hidupmanusia bisa berasal dari diri sendiri atau orang lain. Diri sendiri yaitu kesukaran hidupkarena kesalahan kita dan kesukaran yang disebabkan karena orang lain, yaitu karenakejahatan orang lain tersebut. Kedua-duanya merupakan kesukaran yang harus ditanggulangidan pada umumnya kita mengharapkan penyelesaian dengan segera. Setiap kita pastimengalami persoalan-persoalan yang membuat hidup terasa sukar. Pada saaat seperti ini kitamenantikan pertolongan Tuhan. Masalahnya sekarang adalah bagaimana kita menunggu danmengalami pertolongan Tuhan. Dalam Alkitab kita dapat menemukan seringkali Tuhan berkata: Jangan takut. Kataini merupakan jaminan bagi kita, bahwa Tuhan : (1). Membela kita (2). Di pihak kita (3).Tuhan menyertai kita. Ini adalah jaminan yang dapat dipercayai. Dengan demikianseharusnya kita dapat menikmati hidup dengan keteduhan dan ketenangan. Dalam hal ini kitadapat memahami mengapa Paulus berkata: Bersukacitalah kamu senantiasa. Perintah untukbersukacita senantiasa memberi indikasi bahwa dalam segala keadaan kita mampu menjagahati untuk tidak menjadi cemas. Namun kenyataan yang kita hadapi adalah ketakutan dankecemasan disebabkan oleh berbagai masalah hidup yang tidak kita temukan jalan keluarnya.Kadang kita menjadi lemah dan putus asa. Untuk ini kita belajar bagaiman menunggu waktuTuahan dan mengalami pertolonganNya. Ada beberapa sikap hati yang harus kita miliki:Pertama, berani menunggu waktu Tuhan. “Menunggu” merupakan pekerjaan yang sulit, yaitumenunggu lolos dari sebuah persoalan hidup. Pada umumnya kita memiliki kecenderunganmendesak Tuhan untuk “segera menolong”. Godaan untuk mendesak atau kadang memaksaTuhan ini hampir dimiliki setiap orang. Tetapi sebagai orang percaya yang berpikir dewasakita harus percaya bahwa Tuhan memiliki “waktu” atau saat bertindak. Disini dibutuhkankeberanian atau kadang digunakan kata kesabaran menunggu waktu Tuhan. Menunggu waktuTuhan merupakan pergumulan latihan untuk percaya. Bahwa Tuhan adalah Tuhan yang tepatwaktu. Kesalahan Saul sehingga ia ditolak menjadi raja Karena ia tidak berani menungguwaktu Tuhan menolongnya (1Sam 13:8). Menunggu waktu Tuhan adalah sebuah “seniiman”. Dalam Ratapan 3:22-26 ditegaskan bahwa Tuhan memilikii kasih setiap yang tidakberkesudahan. Kita harus belajar dengan diam menanti pertolongan Tuhan (to wait quietly).Sementara dalam persoalan kita tidak gelisah seolah-olah persoalan tersebut akanmembinasakan kita. Kita harus percaya pertolongan Tuhan datang pada waktunya. Seni
  5. 5. menunggu pertolongan Tuhan ini juga dimiliki Pemazmur dalam kesaksiannya dalamMazmur 73:21-24. Pada akhirnya Tuhan pasti memberi pertolongan, walaupun keadaan kitaanggap sudah tidak tertolong (Yoh 11:1-6; 17-21; 32). Kalau saudara menantikan pertolonganTuhan pasti tidak akan dipermalukan (Maz 25:3).Kedua, dalam hal ini kita harus menaruh pertolongan hanya dari Tuhan, kalaupun Tuhanmembuka jalan maka bukan sarana itu itu sumbernya. Sumbernya adalah Tuhan. Dalam halini jangan mempertimbangkan sesuatu sebagai sumber pertolongan (Maz 124:8). Walaupundidepana mata, orang-orang tertentu yang saudara anggap sebagai sumber kita harusmemandang Tuhan dan menganggap hanya Tuhan sumber pertolongan kita. Menaruh harapahanya kepada Tuhan merupakan rahasia melihat pertolongan Tuhan (Rat 4:17). Denganpertolongan yang datang dari Tuhan Bapa hendakmemperkenalkan dirinya kepada umat agarterbangun keintiman.Ketiga, percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan yang sangat peduli terhadap kita. Kepedulian inilebih dari kepedulian seorang ibu terhadap anak bayinya (Yes 49:14-15). Kasih seorang ibuyang demikian kepada anaknya sukar dipahami sebenarnya, apalagi kasih Bapa kepada kita.Oleh sebab itu kita harus berani menguatkan percaya kita ini bahwa Tuhan itu baik. Kalaukita merasa jauh dari Tuhan dan tidak melihat uluran tanganNya, pasti ada sesuatu yangsalah. Hal paling dominan yang membiuat kita tidak mengalami pertolongan Tuhan adalahkarena dosa kita (Yes 59). Oleh sebab itu kalau kita hendak menagalami pertolongan Tuhanharus mau berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan.

×