Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TUGAS MATA KULIAH 
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 
TEORI HUMANISTIK 
Disusun oleh : 
1. Nia Oktaria (06121010017) 
2. Pujiati (0...
ii 
KATA PENGANTAR 
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan 
rahmat dan hidayahNya kepada penul...
1 
DAFTAR ISI 
KATA PENGANTAR ...............................................................................................
2 
BAB 1 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar belakang 
Belajar bukan hanya menghafal dan bukan pula mengingat, tetapi belajar 
adalah ...
terhadap teori tersebut dan rasa senang untuk menggunakan dan 
mengembangknnya secara tepat guna dengan kondisi di Indones...
4 
BAB 2 
PEMBAHASAN 
2.1 Pengertian Teori Belajar Humanistik. 
Dalam teori belajar humanistik proses belajar harus berhul...
5 
2.2 Tokoh-Tokoh Teori Humanistik 
2.2.1 Carl Rogers 
Carl R. Rogers kurang menaruh perhatian kepada mekanisme proses 
b...
6 
2.2.2 Arthur W. Combs 
Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa 
memaksakan materi yang tidak...
7 
6. mengembangkan suasana belajar yang menantang dan dapat dimengerti, 
mendukung, menyenangkan, serta bebas dari ancama...
Pada tahun 1937-1951, Maslow memperdalam ilmunya di Brooklyn 
College. Di New York, ia bertemu dengan dua mentor lainnya y...
4. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila 
9 
ancaman itu kecil 
5. Bila bancaman itu rendah ...
kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan 
mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembela...
tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau 
etika yang berlaku. 
11 
2.5 Implikasi ...
kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti 
siswa yang lain. 
h) Dia mengambil prakarsa...
13 
BAB 3 
PENUTUP 
3.1 Kesimpulan 
Demikian yang dapat kami berikan kepada sahabat-sahabat mahasiswa, dapat 
kami berikan...
14 
DAFTAR PUSTAKA 
Dakir, Prof.Drs. 1993. Dasar-dasar Psikologi. Jakarta: Pustaka Pelajar. 
Hadis, Abdul. 2006. Psikologi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah teori humanistik

16,774 views

Published on

Makalah teori humanistik

Published in: Education
  • Be the first to comment

Makalah teori humanistik

  1. 1. TUGAS MATA KULIAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN TEORI HUMANISTIK Disusun oleh : 1. Nia Oktaria (06121010017) 2. Pujiati (06121010018) 3. Citra Purnama Sitta (06121010019) 4. Ranny Rolinda Rusman (06121010020) 5. Binti Uswatin (06121010021) Dosen Pembimbing : Dra.Walamma Ishak PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013
  2. 2. ii KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada penulis sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “TEORI BELAJAR HUMANISTIK” . Penyusun makalah ini bertujuan untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Penulis menyadari bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik menyangkut isi maupun penulisan. Kekurangan-kekurangan tersebut terutama disebabkan karena kelemahan dan keterbatasan pengetahuan serta kemampuan penulis. Hanya dengan kearifan dan bantuan dari berbagai pihak untuk memberikan kritik dan saran yang konstruktif maka kekurangan-kekurangan tersebut dapat diperkecil. Namun dalam penulisan makalah ini ada sepercik harapan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, serta diridlai oleh Allah SWT aamiin. Indralaya, September 2013 Penulis
  3. 3. 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii DAFTAR ISI............................................................................................................ iii BAB 1................................................................................................................... 2 PENDAHULUAN ................................................................................................. 2 1.1 Latar belakang.............................................................................................. 2 1.2 Rumusan masalah ......................................................................................... 3 1.3 Tujuan ........................................................................................................ 3 BAB 2................................................................................................................... 4 PEMBAHASAN.................................................................................................... 4 2.1 Pengertian Teori Belajar Humanistik. ............................................................. 4 2.2 Tokoh-Tokoh Teori Humanistik .................................................................... 5 2.2.1 Carl Rogers............................................................................................ 5 2.2.2 Arthur W. Combs ................................................................................... 6 2.2.3 Abraham Harold..................................................................................... 7 2.3 Prinsip-prinsip Teori Belajar Humanistik ........................................................ 8 2.4 Aplikasi Teori Belajar Humanistik .................................................................. 9 2.5 Implikasi Teori Belajar Humanistik .............................................................. 11 BAB 3................................................................................................................. 13 PENUTUP .......................................................................................................... 13 3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 13 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 14
  4. 4. 2 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Belajar bukan hanya menghafal dan bukan pula mengingat, tetapi belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri siswa. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk, seperti perubahan pengetahuanya, sikap dan tingkah laku ketrampilan, kecakapanya, kemampuannya, daya reaksinya dan daya penerimaanya. Jadi belajar adalah suatu proses yang aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada pada siswa. Belajar merupakan suatu proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui situasi yang ada pada siswa. Istilah belajar dan pembelajaran merupakan suatu istillah yang memiliki keterkaitan yang sanngat erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Belajar bisa diartikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Proses belajar itu terjadi secara internal dan bersifat pribadi dalam diri peserta didik. Belajar dan pembelajaran berhubungan sangat erat karena pembelajaran merupakan suatu proses yang digunakan dalam belajar. Belajar dan pembelajaran juga terjadi secara bersama-sama dan beriringan. Pembelajaran merupakan suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk memodifikasi berbagai kondisi yang diarahkan pada tercapainya suatu tujuan yaitu tercapainya tujuan pendidikan. Untuk membantu terselenggaranya suatu proses pembelajaran di kelas yang baik, diperlukan adanya suatu teori belajar. Penggunaan teori belajar yang salah akan mengakibatkan terjadinya hambatan dalam proses pembelajaran. Penerapan teori belajar di kelas membutuhkan pemahaman yag mendalam
  5. 5. terhadap teori tersebut dan rasa senang untuk menggunakan dan mengembangknnya secara tepat guna dengan kondisi di Indonesia. Dalam suatu pembelajaran juga perlu didukung oleh adanya suatu teori dan belajar, secara umum teori belajar di kelompokan dalam empat kelompok atau aliran meliputi: (1) Teori Belajar Behavioristik (2) Teori Belajar Kognitif (3) Teori Belajar Humanistik (4) Teori Belajar Sibernik. Untuk memahami lebih lanjut maka dalam makalah ini akan membahas mengenai Teori Belajar Humanistik. 3 1.2 Rumusan masalah 1. Apa Pengertian Teori Belajar Humanistik? 2. Siapa sajakah tokoh Teori Belajar Humanistik? 3. Apa Saja Prinsip Dalam Teori Belajar Humanistik? 4. Materi pembelajaran yang bagaimanakah yang sesuai dengan teori humanistik ini? 5. Apa Implikasi Teori Belajar Humanistik? 1.3 Tujuan 1. Mengetahui pengertian teori belajar humanistik. 2. Mengetahui siapa saja tokoh-tokoh ahli teori humanistik. 3. Mengetahui Prinsip dalam Teori Belajar Humanistik 4. Mengetahui Materi pembelajaran yang bagaimanakah yang sesuai dengan teori humanistik ini 5. Mengetahui implikasi dan penerapannya dalam pembelajaran di masa kini.
  6. 6. 4 BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Teori Belajar Humanistik. Dalam teori belajar humanistik proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Meskipun teori ini sangat menekankan pentingya isi dari proses belajar, dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. Dengan kata lain, teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya, seperti apa yang bisa kita amati dalam dunia keseharian.. Teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan untuk “memanusiakan manusia” (mencapai aktualisasi diri dan sebagainya) dapat tercapai. Dalam teori belajar humanistik, belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Menurut hemat kami, Teori Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusisa serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya.
  7. 7. 5 2.2 Tokoh-Tokoh Teori Humanistik 2.2.1 Carl Rogers Carl R. Rogers kurang menaruh perhatian kepada mekanisme proses belajar. Belajar dipandang sebagai fungsi keseluruhan pribadi. Mereka berpendapat bahwa belajar yang sebenarnya tidak dapat berlangsung bila tidak ada keterlibatan intelektual maupun emosional peserta didik. Oleh karena itu, menurut teori belajar humanisme bahwa motifasi belajar harus bersumber pada diri peserta didik. Roger membedakan dua ciri belajar, yaitu: (1) belajar yang bermakna dan (2) belajar yang tidak bermakna. Belajar yang bermakna terjadi jika dalam proses pembelajaran melibatkan aspek pikiran dan perasaan peserta didik, dan belajar yang tidak bermakna terjadi jika dalam proses pembelajaran melibatkan aspek pikiran akan tetapi tidak melibatkan aspek perasaan peserta didik. Bagaimana proses belajar dapat terjadi menurut teori belajar humanisme?. Orang belajar karena ingin mengetahui dunianya. Individu memilih sesuatu untuk dipelajari, mengusahakan proses belajar dengan caranya sendiri, dan menilainya sendiri tentang apakah proses belajarnya berhasil. Menurut Roger, peranan guru dalam kegiatan belajar siswa menurut pandangan teori humanisme adalah sebagai fasilitator yang berperan aktif dalam : (1) membantu menciptakan iklim kelas yang kondusif agar siswa bersikap positif terhadap belajar, (2) membantu siswa untuk memperjelas tujuan belajarnya dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar, (3) membantu siswa untuk memanfaatkan dorongan dan cita-cita mereka sebagai kekuatan pendorong belajar, (4) menyediakan berbagai sumber belajar kepada siswa, dan (5) menerima pertanyaan dan pendapat, serta perasaan dari berbagai siswa sebagaimana adanya.
  8. 8. 6 2.2.2 Arthur W. Combs Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka. Anak tidak bisa matematika atau sejarah bukan karena bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa dan merasa sebenarnya tidak ada alasan penting mereka harus mempelajarinya. Perilaku buruk itu sebenarnya tak lain hanyalah dari ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya. Untuk itu guru harus memahami perilaku siswa dengan mencoba memahami dunia persepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus berusaha merubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada. Perilaku internal membedakan seseorang dari yang lain. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Padahal arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya. Tujuan pendidikan humanistik menurut Combs (dalam Ridlowi, 2009) : 1. menerima kebutuhan-kebutuhan dan tujuan siswa serta menciptakan pengalaman dan program untuk perkembangan keunikan potensi siswa 2. memudahkan aktualisasi diri siswa dan perasaan diri mampu 3. memperkuat perolehan ketrampilan dasar (akademik,pribadi,antarpribadi,komunikasi dan ekonomi) 4. memutuskan pendidikan secara pribadi dan penerapannya 5. mengenal pentingnya perasaan manusia, niali dan persepsi dalam proses pendidikan
  9. 9. 7 6. mengembangkan suasana belajar yang menantang dan dapat dimengerti, mendukung, menyenangkan, serta bebas dari ancaman 7. mengembangkan siswa masalah ketulusan, respek dan menghargai orang lain, dan terampil dalam menyelesaiakan konflik. Combs memberikan lukisan persepsi diri dalam dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu.. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkungan besar (2) adalah persepsi dunia. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya terhadap perilakunya. Jadi, hal-hal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri, makin mudah hal itu terlupakan. 2.2.3 Abraham Harold Abraham Harold Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tanggal 1 April 1908. Maslow dibesarkan dalam keluarga Yahudi Rusia dengan orangtua yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Pada masa kecilnya, ia dikenal sebagai anak yang kurang berkembang dibanding anak lain sebayanya. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang anak Yahudi yang tumbuh dalam lingkungan yang mayoritas dihuni oleh non Yahudi. Ia merasa terisolasi dan tidak bahagia pada masa itu. Ia tumbuh di perpustakaan diantara buku-buku. Ia awalnya berkuliah umum, namun pada akhirnya, ia memilih untuk mempelajari psikologi dan lulus dari Universitas Wisconsin. Pada saat ia berkuliah, ia menikah dengan sepupunya yang bernama Bertha pada bulan Desember 1928 dan bertemu dengan mentor utamanya yaitu Profesor Harry Harlow. Ia memperoleh gelar bachelor pada 1930, master pada 1931, dan Ph.D pada 1934. Maslow kemudian memperdalam riset dan studinya di Universitas Columbia dan masih mendalami subjek yang sama. Di sana ia bertemu dengan mentornya yang lain yaitu Alfred Adler, salah satu kolega awal dari Sigmund Freud.
  10. 10. Pada tahun 1937-1951, Maslow memperdalam ilmunya di Brooklyn College. Di New York, ia bertemu dengan dua mentor lainnya yaitu Ruth Benedict seorang antropologis, dan Max Wertheimer seorang Gestalt psikolog, yang ia kagumi secara profesional maupun personal. Kedua orang inilah yang kemudian menjadi perhatian Maslow dalam mendalami perilaku manusia. Maslow menjadi pelopor aliran humanistik psikologi yang terbentuk pada sekitar tahun 1950 hingga 1960-an. Ia menghabiskan masa pensiunnya di California, sampai akhirnya ia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni 1970. Kemudian ia dianugerahkan gelar Humanist of the Year oleh Asosiasi Humanis Amerika pada tahun 1967. Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal, yaitu : (a) suatu usaha yang positif untuk berkembang; dan (b) kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan 8 (needs) manusia menjadi lima hierarki, yaitu: (1) kebutuhan fisiologis, (2) kebutuhan keamanan dan keselamatan, (3) kebutuhan sosial, (4) kebutuhan penghargaan, dan (5) kebutuhan aktualisasi diri. 2.3 Prinsip-prinsip Teori Belajar Humanistik Beberapa prinsip Teori belajar Humanistik: 1. Manusia mempunyai belajar alami 2. Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu 3. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya.
  11. 11. 4. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila 9 ancaman itu kecil 5. Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara. 6. Belajar yang bermakna diperolaeh jika siswa melakukannya 7. Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar 8. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam 9. Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri 10. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar Roger sebagai ahli dari teori belajar humanisme mengemukakan beberapa prinsip belajar yang penting yaitu: (1). Manusia itu memiliki keinginan alamiah untuk belajar, memiliki rasa ingin tahu alamiah terhadap dunianya, dan keinginan yang mendalam untuk mengeksplorasi dan asimilasi pengalaman baru, (2). Belajar akan cepat dan lebih bermakna bila bahan yang dipelajari relevan dengan kebutuhan siswa, (3) belajar dapat di tingkatkan dengan mengurangi ancaman dari luar, (4) belajar secara partisipasif jauh lebih efektif dari pada belajar secara pasif dan orang belajar lebih banyak bila belajar atas pengarahan diri sendiri, (5) belajar atas prakarsa sendiri yang melibatkan keseluruhan pribadi, pikiran maupun perasaan akan lebih baik dan tahan lama, dan (6) kebebasan, kreatifitas, dan kepercayaan diri dalam belajar dapat ditingkatkan dengan evaluasi diri orang lain tidak begitu penting. 2.4 Aplikasi Teori Belajar Humanistik Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam
  12. 12. kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa memahami potensi diri , mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif. Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah : 1. Merumuskan tujuan belajar yang jelas 2. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat 10 jelas , jujur dan positif. 3. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri 4. Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri 5. Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukkan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukkan. 6. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya. 7. Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya 8. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterapkan. Keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab
  13. 13. tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku. 11 2.5 Implikasi Teori Belajar Humanistik Psikologi humanistik memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator. Berikut ini adalah berbagai cara untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kualitas fasilitator. Ini merupakan ikhtisar yang sangat singkat dari beberapa (petunjuk): a) Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas b) Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum. c) Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi. d) Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. e) Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok. f) Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok g) Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota
  14. 14. kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain. h) Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa i) Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar j) Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri. 12 Ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah : 1. Merespon perasaan siswa 2. Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang 3. Berdialog dan berdiskusi dengan siswa 4. Menghargai siswa 5. Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan 6. Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa) 7. Tersenyum pada siswa
  15. 15. 13 BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Demikian yang dapat kami berikan kepada sahabat-sahabat mahasiswa, dapat kami berikan sedikit kesimpulan awal, bahwa: 1. Teori Belajar Humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusisa serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya 2. Tokoh dalam teori ini adalah C. Roger dan Arthur Comb. 3. Aplikasi dalam teori ini, Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku. Serta guru hanya sebagai fasilitator. 4. Ciri-ciri guru yang fasilitatif adalah : 1. Merespon perasaan siswa 2. Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang 3. Berdialog dan berdiskusi dengan siswa 4. Menghargai siswa 5. Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan 6. Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa) 7. Tersenyum pada siswa
  16. 16. 14 DAFTAR PUSTAKA Dakir, Prof.Drs. 1993. Dasar-dasar Psikologi. Jakarta: Pustaka Pelajar. Hadis, Abdul. 2006. Psikologi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Imron, Ali. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya. Ridlowi, A. 2009. Teori Belajar Humanistik, (Online), (file:///H:/ALL OF BELAJAR PEMBELAJARAN/teori humanistik/teori-belajar-humanistik_ 29ahmd.htm), diakses 4 September 2013 Soemanto, Wasty. 1998. Psikoloogi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Sudrajat, A. 2008. Sekilas tentang Psikologi Humanistik, (Online), (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/29/psikologi-humanistik/), diakses 4 September 2013 Uno, Hamzah. 2006. Orientasi Baru Dalam Psikologi Perkembangan.Jakarta: Bumi aksara.

×