Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pembahasan Tugas 1 Jaringan Komputer tentang Perhitungan VLSM

277 views

Published on

Pembahasan Tugas 1 Jaringan Komputer tentang Perhitungan Variable Length Subnetmask (VLSM)

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pembahasan Tugas 1 Jaringan Komputer tentang Perhitungan VLSM

  1. 1. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 1 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER PERHITUNGAN VARIABLE LENGTH SUBNETMASK (VLSM) OLEH: I PUTU HARIYADI admin@iputuhariyadi.net SOAL: Tuliskan perhitungan VLSM dari alamat network 199.200.201.0/24 untuk memenuhi kebutuhan pengalamatan IP pada Local Area Network (LAN) dari PT. Angin Ribut, seperti terlihat pada gambar berikut: Berdasarkan hasil perhitungan VLSM yang telah dibuat, AMBIL ALAMAT SUBNET PERTAMA dari setiap tahapan untuk mengalamati setiap LAN baik HRD, MARKETING maupun SALES dan gambar topologi serta tuliskan alamat subnet yang digunakan pada gambar tersebut.
  2. 2. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 2 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM Langkah-langkah penyelesaian adalah sebagai berikut: a. Lakukan perhitungan subnetting dimulai dari kebutuhan host terbanyak yaitu 25 hosts. Ambil subnet pertama dari hasil perhitungan subnetting ini sebagai alamat subnet yang akan digunakan untuk mengalamati LAN SALES. b. Selanjutnya lakukan perhitungan subnetting untuk kebutuhan 12 hosts dengan menggunakan alamat subnet kedua dari hasil perhitungan subnetting untuk kebutuhan 25 hosts sebelumnya (a). Ambil subnet pertama dari hasil perhitungan subnetting ini sebagai alamat subnet yang akan digunakan untuk mengalamati LAN MARKETING. c. Terakhir lakukan perhitungan subnetting untuk kebutuhan 4 hosts dengan menggunakan alamat subnet kedua dari hasil perhitungan subnetting untuk kebutuhan 25 hosts sebelumnya (b). Ambil subnet pertama dari hasil perhitungan subnetting ini sebagai alamat subnet yang akan digunakan untuk mengalamati LAN HRD. SOLUSI:  Alamat network 199.200.201.0/24 merupakan alamat network Class C dengan 24 bit Network ID dan 8 bit HostID.  Perhitungan subnetting dimulai dari kebutuhan host terbanyak yaitu 25 hosts. A. 1 jaringan dengan 25 hosts untuk pengalamatan IP pada LAN SALES.  Menentukan berapa jumlah bit HostID yang harus dicadangkan untuk memenuhi kebutuhan 25 hosts menggunakan rumus: 2^? - 2 >= jumlah host yang diminta. 2^? - 2 > = 25 hosts. 2^5 - 2 > = 25 hosts yaitu menghasilkan 30 host per subnet.
  3. 3. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 3 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM  Dibutuhkan 5 bit HostID yang harus dicadangkan untuk membentuk 25 hosts per subnet sehingga sisa bit HostID yang dapat digunakan untuk subnetting adalah total bit HostID dikurangi dengan jumlah bit HostID yang dicadangkan yaitu 8 bit - 5 bit = 3 bit.  Alamat network 199.200.201.0/24 disubnet 3 bit 1. Akan terbentuk berapa subnet baru? 2^x, dimana x adalah jumlah bit HostID yg diambil untuk subnetting. 2^3 = 8 subnet baru. 2. Ada berapa host per subnet? 2^y - 2, dimana y adalah jumlah bit HostID sisa setelah dikurangi dengan jumlah bit HostID yang diambil untuk subnetting. Secara sederhana, nilai y diperoleh menggunakan rumus: total bit HostID - jumlah bit HostID yang diambil untuk subnetting = 8 - 3 = 5. 2^5-2 = 30 host per subnet 3. Subnet-subnet yang valid? a. Subnetmask default: 255.255.255.0  decimal bagian HostID (octet 4) dikonversi ke  biner 00000000  disubnet 3 bit (3 bit terkiri dari HostID diatur  dengan biner 1) 11100000  konversi biner ke decimal 128+64+32 = 224 b. Subnetmask baru: 255.255.255.224 (/27)
  4. 4. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 4 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM c. Block size: 256 - subnetmask baru = 256 - 224 = 32. Ketentuan:  Alamat subnet pertama dimulai dari 0 (subnet zeros).  Alamat subnet kedua diperoleh dengan cara: alamat subnet pertama ditambahkan dengan nilai block size atau kelipatan yaitu 32 sehingga menjadi 199.200.201.(0 + 32 = 32) = 199.200.201.0/27. Dengan demikian alamat subnet berikutnya diperoleh dengan cara yang sama yaitu dengan melakukan penambahan menggunakan nilai block size atau kelipatannya.  IP Pertama diperoleh dengan cara: alamat subnet itu sendiri di octet ke- empatnya ditambah dengan 1 (Step 1: +1).  IP Broadcast diperoleh dengan cara: alamat subnet berikutnya dikurangi dengan 1 (Step 2: -1).  IP Terakhir diperoleh dengan cara: alamat IP Broadcast dikurangi dengan 1 (Step 3: -1). Subnet 1 : 199.200.201.0/27 IP Pertama : 199.200.201.1 (Step 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.30 (Step 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.31 (Step 2: -1) Subnet 2 : 199.200.201.32/27 IP Pertama : 199.200.201.33 (Step 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.62 (Step 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.63 (Step 2: -1) Subnet 3 : 199.200.201.64/27 IP Pertama : 199.200.201.65 (Step 1: +1)
  5. 5. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 5 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM IP Terakhir : 199.200.201.94 (Step 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.95 (Step 2: -1) Subnet 4 : 199.200.201.96/27 IP Pertama : 199.200.201.97 (Step 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.126 (Step 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.127 (Step 2: -1) Subnet 5 : 199.200.201.128/27 IP Pertama : 199.200.201.129 (Step 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.158 (Step 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.159 (Step 2: -1) Subnet 6 : 199.200.201.160/27 IP Pertama : 199.200.201.161 (Step 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.190 (Step 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.191 (Step 2: -1) Subnet 7 : 199.200.201.192/27 IP Pertama : 199.200.201.193 (Step 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.222 (Step 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.223 (Step 2: -1) Subnet 8 : 199.200.201.224/27 IP Pertama : 199.200.201.225 (Step 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.254 (Step 3: -1)
  6. 6. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 6 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM IP Broadcast : 199.200.201.255 (Step 2: -1)  Alamat subnet 1: 199.200.201.0/27 dialokasikan untuk mengalamati 1 jaringan dengan 25 hosts, seperti terlihat pada gambar berikut: Subnet 2-8 sisa. B. 1 jaringan dengan 12 hosts untuk pengalamatan IP pada LAN MARKETING.  Alamat subnet 2 yang tersisa pada tahap sebelumnya (A) yaitu 199.200.201.32/27 disubnet lagi (Variable Length SubnetMask – VLSM) untuk membentuk 12 hosts per subnet. Alamat subnet ini menyediakan sisa 5 bit HostID yang diperoleh dengan rumus: total panjang IPv4 32 bit - subnetmask dalam format bit count = 32 - 27 = 5 bit.  Menentukan berapa jumlah bit HostID yg harus dicadangkan untuk memenuhi kebutuhan 12 hosts menggunakan rumus: 2^y - 2 >= jumlah host yang diminta 2^y - 2 > = 12 host. 2^4 - 2 > = 12 host karena menghasilkan 14 host per subnet.  Dibutuhkan 4 bit HostID (nilai y) yang harus dicadangkan untuk membentuk 12 host per subnet sehingga sisa bit HostID yang dapat digunakan untuk subnetting adalah total bit HostID dikurangi jumlah bit HostID yang dicadangkan yaitu 5 bit - 4 bit = 1 bit.
  7. 7. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 7 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM  Alamat subnet 199.200.201.32/27 disubnet 1 bit (nilai x). 1. Akan terbentuk berapa subnet baru? 2^x = 2^1 = 2 subnet baru. 2. Ada berapa host per subnet? 2^y - 2 = 2^4 - 2 = 14 host per subnet. 3. Subnet-subnet yang valid? a. Subnetmask default: 255.255.255.224  konversi decimal HostID (octet 4) ke biner 11100000  disubnet 1 bit 11110000  konversi ke decimal 128+64+32+16 = 240 b. Subnetmask baru: 255.255.255.240 (/28) c. Block size: 256 - subnetmask baru = 256 - 240 = 16 Ketentuan:  Alamat subnet pertama nilainya sama dengan alamat subnet yang di subnetting 199.200.201.32 namun menggunakan subnetmask baru (/28) yaitu 199.200.201.32/28.  Alamat subnet kedua diperoleh dengan cara: alamat subnet pertama ditambahkan dengan nilai block size atau kelipatan yaitu 16 sehingga menjadi 199.200.201.(32 + 16 = 48) = 199.200.201.48/28.  IP Pertama diperoleh dengan cara: alamat subnet itu sendiri di octet ke- empatnya ditambah dengan 1 (Step 1: +1).  IP Broadcast diperoleh dengan cara: alamat subnet berikutnya dikurangi dengan 1 (Step 2: -1).  IP Terakhir diperoleh dengan cara: alamat IP Broadcast dikurangi dengan 1 (Step 3: -1).
  8. 8. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 8 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM Subnet 1 : 199.200.201.32/28 IP Pertama : 199.200.201.33 (STEP 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.46 (STEP 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.47 (STEP 2: -1) Subnet 2 : 199.200.201.48/28 IP Pertama : 199.200.201.49 (STEP 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.62 (STEP 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.63 (STEP 2: -1)  Alamat subnet 1: 199.200.201.32/28 dialokasikan untuk mengalamati 1 jaringan dengan 12 hosts, seperti terlihat pada gambar berikut: Subnet 2 sisa. C. 1 jaringan dengan 4 hosts untuk pengalamatan IP pada LAN HRD.  Alamat Subnet 2 yang tersisa pada tahap sebelumnya (B) yaitu 199.200.201.48/28 disubnet lagi untuk membentuk 4 hosts per subnet. Alamat subnet ini menyediakan sisa
  9. 9. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 9 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM 4 bit HostID yang diperoleh dengan rumus: total panjang IPv4 32 bit - subnetmask dalam format bit count = 32 - 28 = 4 bit).  Menentukan jumlah bit HostID yg harus dicadangkan untuk memenuhi kebutuhan 4 host per subnet, dengan rumus: 2^y-2 >= jumlah host yg diminta 2^y - 2 > = 4 host. 2^3 - 2 > = 4 host karena menghasilkan 6 host per subnet.  Dibutuhkan 3 bit HostID (nilai y) yang harus dicadangkan untuk membentuk 4 host per subnet sehingga sisa bit HostID yang dapat digunakan untuk subnetting adalah total bit HostID dikurangi jumlah bit HostID yang dicadangkan yaitu 4 bit - 3 bit = 1 bit.  Alamat subnet 199.200.201.48/28 disubnet 1 bit (nilai x). 1. Akan terbentuk berapa subnet baru? 2^x = 2^1 = 2 subnet baru. 2. Ada berapa host per subnet? 2^y - 2 = 2^3 - 2 = 6 host per subnet. 3. Subnet-subnet yang valid? a. Subnetmask default: 255.255.255.240  konversi decimal HostID (octet 4) ke biner 11110000  disubnet 1 bit 11111000  konversi ke decimal 128+64+32+16+8 = 248 b. Subnetmask baru: 255.255.255.248 (/29) c. Block size: 256 - subnetmask baru = 256 - 248 = 8 Subnet 1 : 199.200.201.48/29
  10. 10. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 10 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM IP Pertama : 199.200.201.49 (STEP 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.54 (STEP 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.55 (STEP 2: -1) Subnet 2 : 199.200.201.56/29 IP Pertama : 199.200.201.57 (STEP 1: +1) IP Terakhir : 199.200.201.62 (STEP 3: -1) IP Broadcast : 199.200.201.63 (STEP 2: -1)  Alamat subnet 1 yaitu 199.200.201.48/29 dialokasikan untuk mengalamati 1 jaringan dengan 4 hosts, seperti terlihat pada gambar berikut: Subnet 2 sisa. Subnet-subnet yang masih tersisa sampai pada tahap ini adalah sebagai berikut: a) Subnet 2 : 199.200.201.56/29 b) Subnet 3 : 199.200.201.64/27 c) Subnet 4 : 199.200.201.96/27 d) Subnet 5 : 199.200.201.128/27 e) Subnet 6 : 199.200.201.160/27
  11. 11. COPYRIGHT © 2018 WWW.IPUTUHARIYADI.NET 11 PEMBAHASAN TUGAS 1 JARINGAN KOMPUTER – S1TI - STMIK BUMIGORA MATARAM f) Subnet 7 : 199.200.201.192/27 g) Subnet 8 : 199.200.201.224/27 Rangkuman pengalokasian alamat subnet dari hasil perhitungan VLSM adalah sebagai berikut: a. Alamat subnet 199.200.201.0/27 dialokasikan untuk mengalamati 1 jaringan dengan 25 hosts di LAN SALES. b. Alamat subnet 199.200.201.32/28 dialokasikan untuk mengalamati 1 jaringan dengan 12 hosts di LAN MARKETING. c. Alamat subnet 199.200.201.48/29 dialokasikan untuk mengalamati 1 jaringan dengan 4 hosts di LAN HRD. Atau seperti terlihat pada gambar berikut: SEMOGA BERMANFAAT. TERIMAKASIH 

×