Makalah ham

11,183 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
11,183
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
285
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah ham

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusiayang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hakkebebasan. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAMadalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas. Dalam halpemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi denganorang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang laindalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Dalam halini penulis membuat makalah tentang HAM. B. Identifikasi Masalah 1. Pengertian dan Haikat HAM 2. Perkembangan Pemikiran tentang HAM 3. Bentuk HAM 4. Penjabaran HAM dalam UUD 1945 C. Batasan Masalah Agar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus padamasalah dan tujuan dalam hal ini pembuatan makalah ini, maka dengan inipenyusun membatasi masalah hanya pada ruang lingkup HAM. 1
  2. 2. D. Metode Pembahasan Dalam hal ini penulis menggunakan penelitian kepustakaan, yaitupenelitian yang dilakukan melalui kepustakaan, mengumpulkan data-data danketerangan melalui buku-buku dan internet . 2
  3. 3. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian dan Hakikat HAM 1. Pengertian : Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan terjemahan dari istilah human rightsatau the right of human. Secara terminologi istilah ini artinya adalah Hak-HakManusia. Namun dalam beberapa literatur pemakaian istilah Hak Asasi Manusia(HAM) lebih sering digunakan. Di Indonesia hak-hak manusia pada umumnyalebih dikenal dengan istilah “hak asasi” sebagai terjemahan dari basic rights(Inggris) dan grondrechten (Belanda). HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengankodratnya (Kaelan: 2002). Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam TeachingHuman Rights, United Nations, HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiapmanusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia. John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikanlangsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAMdisebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekatpada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esadan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan 3
  4. 4. dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatanserta perlindungan harkat dan martabat manusia” 1. Hakikat HAM : HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa. HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. B. Perkembangan Pemikiran tentang HAM a. Sebelum Deklarasi Universal HAM 1948 : 1. Magna Charta Pada umumnya para pakar di Eropa berpendapat bahwa lahirnya HAM dikawasan Eropa dimulai dengan lahirnya magna Charta yang antara lain memuatpandangan bahwa raja yang tadinya memiliki kekuasaan absolute (raja yangmenciptakan hukum, tetapi ia sendiri tidak terikat dengan hukum yangdibuatnya), menjadi dibatasi kekuasaannya dan mulai dapat diminta pertanggungjawabannya dimuka hukum(Mansyur Effendi,1994) 2. The American declaration Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya TheAmerican Declaration of Independence yang lahir dari paham Rousseau danMontesquuieu. Mulailah dipertegas bahwa manusia adalah merdeka sejak di 4
  5. 5. dalam perut ibunya, sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harusdibelenggu. 3. The French declaration Selanjutnya, pada tahun 1789 lahirlah The French Declaration (DeklarasiPerancis), dimana ketentuan tentang hak lebih dirinci lagi sebagaimana dimuatdalam The Rule of Law yang antara lain berbunyi tidak boleh ada penangkapantanpa alasan yang sah. Dalam kaitan itu berlaku prinsip presumption of innocent,artinya orang-orang yang ditangkap, kemudian ditahan dan dituduh, berhakdinyatakan tidak bersalah, sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatanhukum tetap yang menyatakan ia bersalah. Kemudian prinsip itu dipertegas olehprinsip Freedom of Expression ( Kebebasan mengeluarkan pendapat ), Freedomof Religion ( Kebebasan menganut keyakinan / agama yang dikehendaki ), TheRight of Property ( Perlindungan hak milik ) dan hak-hak dasar lainnya. Jadidalam French Declaration sudah tercakup hak-hak yang menjamin tumbuhnyademokrasi maupun Negara hukum . 4. The four freedom Dari Presiden Roosevelt pada tanggal 06 Januari 1941.Ada empat hakkebebasan berbicara dan menyatakan pendapat, hak kebebasan memeluk agamadan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang diperlukannya, hak kebebasandari kemiskinan dalam pengertian setiap bangsa berusaha mencapai tingkatkehidupan yang damai dan sejahtera bagi penduduknya, hak kebebasan dariketakutan, yang meliputi usaha, pengurangan persenjataan, sehingga tidaksatupun bangsa berada dalam posisi berkeinginan untuk melakukan seranganterhadap Negara lain. 5
  6. 6. Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari: Tonggak awal berlakunya HAM internasional ialah pada DeklarasiUniversal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada 10 Desember 1948 di Paris,Prancis. Disini tonggak deklarasi universal mengenai hak asasi manusia yangmengakui hak setiap orang diseluruh dunia. Deklarasi ini ditanda tangani oleh 48negara dari 58 negara anggota PBB dan disetujui oleh majelis umum PBB.Perumusan penghormatan dan pengakuan norma-norma HAM yang bersifatuniversal, nondiskriminasi, dan imparsial telah berlangsung dalam sebuah prosesyang sangat panjang. b. Setelah Deklarasi Universal HAM 1948 Secara garis besar, perkembangan pemikiran tentang HAM pasca perangdunia II dibagi menjadi 4 generasi, yaitu : Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik. Ini disebabkan oleh dampak perang dunia ke dua, dimana Negara baru ingin membuat tertib hukum baru. Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial, ekonomi, politik dan budaya. Jadi pemikiran HAM generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi manusia. Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua, yang menyebabkan ketidakseimbangan pada kehidupan bemasyarakat, sehingga melahirkan generasi ketiga yang menyatukan antara politik, ekonomi, sosial, budaya dan hukum dalam satu wadah disebut dengan hak melaksanakan pembangunan. 6
  7. 7. Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominan dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negatif seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat. Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit. Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negara-negara di kawasan Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut Declaration of the basic Duties of Asia People and Government. c. Perkembangan pemikiran HAM di Indonesia: Wacana HAM di indonesia telah berlangsung seiring dengan berdirinyaNegara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Secara garis besarnyaperkembangan pemikiran HAM di indonesia dapat dibagi ke dalam dua periode:sebelum kemerdekaan (1908-1945) dan sesudah kemerdekaan. 1. Periode Sebelum Kemerdekaan (1908-1945) Pemikiran HAM dalam periode sebelum kemerdekaan dapat dijumpaidalam sejarah kemunculan organisasi pergerakan nasional, seperti BoediOetomo (1908), Sarekat Islam (1911), indische partij (1912), partai komunisindonesia (1927), lahirnya organisasi pergerakan nasional itu tidak dapatdilepaskan dari sejarah pelanggaran HAM yang dilakukan oleh penguasaankolonial, penjajahan, dan pemerasan hak-hak masyarakat terjajah. PemikiranHAM periode sebelum kemerdekaan yang paling menonjol pada Indische Partijadalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakukanyang sama hak kemerdekaan. 7
  8. 8. 2. Periode Setelah Kemerdekaan Sejak kemerdekaan tahun 1945 sampai sekarang di Indonesia telah berlaku3 UUD dalam 4 periode, yaitu:  Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949, berlaku UUD 1945.  Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950, berlaku konstitusi Republik Indonesia Serikat.  Periode 17 Agustus sampai 5 Juli 1959, berlaku UUD 1950.  Periode 5 Juli 1959 sampai sekarang, berlaku Kembali UUD 1945. 3. HAM Dalam Tinjauan Islam Islam adalah agama universal yang mengajarkan keadilan bagi semuamanusia tanpa pandang bulu. Sebagai agama kemanusiaan, Islam meletakkanmanusia pada posisi yang sangat mulia. Manusia digambarkan oleh Al-Qu’ransebagai makhluk yang paling sempurnah dan harus dimuliakan. HAM adalahhak kodrati yang dianugerahkan Allah SWT kepada setiap manusia dan tidakdapat dicabut atau dikurangi oleh kekuasaan atau badan apapun. Hak-hak yangdiberikan Allah itu bersifat permanen dan kekal.Terdapat tiga (3) bentuk hak asasi manusia (HAM): a) Hak dasar (hak daruri), sesuatu dianggap hak dasar apabila hak tersebut dilanggar, bukan hanya membuat manusia sengsara, tetapi juga hilang eksistensinya, bahkan hilang harkat kemanusiaannya. Contohnya adalah hak untuk hidup, hak atas keamanan, hak untuk memiliki harta benda. b) Hak sekunder, yakni hak-hak yang apabila tidak dipenuhi akan berakibat pada hilangnya hak-hak dasarnya sebagai manusia.misalnya, jika seorang 8
  9. 9. kehilangan haknya untuk memperoleh sandang pangan yang layak, maka akan berakibat hilangnya hak hidup. c) Hak tersier, yakni hak yang tingkatannya lebih rendah dari hak primer dan sekunder.♣ Islam dan Kebebasan Beragama Kebebasan berkeyakinan merupakan salah satu ajaran islam yang sangatsarat dengan prinsip universal HAM tentang kebebasan bersama atau sebaliknya.Pemaksaan keyakinan beragama tidak saja bertentangan dengan prinsip HAM,tetapi juga tidak pernah diajarkan oleh islam. Dalam perspektif membangun toleransi antar umat beragama, ada limaprinsip yang bisa dijadikan pedoman semua pemeluk agama dalam kehidupansehari-hari: 1. Tidak satupun agama yang mengajarkan penganutnya untuk menjadi jahat 2. Adanya persamaan yang dimiliki agama-agama, misalnya ajaran tentang berbuat baik sesama. 3. Adanya perbedaan mendasar yang diajarkan agama-agama. 4. Adanya bukti kebenaran agama 5. Tidak boleh memaksa seseorang menganut suatu agama atau suatu kepercayaan.♣ Islam, HAM, dan Isu Lingkungan Hidup Selain sebagai agama yang sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsipkeadilan gender dan kebebasan berkeyakinan, islam sangat mengecam segalaperbuatan manusia yang merusak ekosistem bumi atau lingkungan hidup dan 9
  10. 10. segala isinya adalah titipan Allah kepada umat manusia yang harus dipeliharakelestarian dan kemanfaatannya bagi kesejahteraan hidup manusia.Sejalandengan pandangan ini, munculnya isu-isu tentang HAM dan lingkungan hidup,salah satunya isu tentang perubahan iklim,adalah sangat selaras dengan prinsipajaran islam tentang alam kehidupan. Hubungan antara perusakan lingkungan dengan HAM adalah bahwakerusakan suatu ekosistem bumi dapat mengancam kelangsungan hidup suatukelompok masyarakat penggundulan hutan, kawasan daerah tinggi, dan hutanlindung yang dilindungi undang-undang di suatu kawasan dapat berakibatbencana alam banjir dan longsor yang sangat merugikan kehidupan masyarakatyang nerada dikawasan yang lebih rendah, khususnya masyarakat miskin.Terkait dengan hubungan HAM dan lingkungan hidup, tidakan merusakkelestarian lingkungan hidup merupakan bagian dari pelanggaran HAM. C. Bentuk Hak Asasi Manusia (HAM)Dalam UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM, ada beberapa bentuk : 1) Hak untuk hidup. 2) Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. 3) Hak mengembangkan diri. 4) Hak memperoleh keadilan. 5) Hak atas kebebasan pribadi. 6) Hak atas rasa aman. 7) Hak atas kesejahteraan. 8) Hak turut serta dalam pemerintahan. 9) Hak wanita. 10) Hak anak. 10
  11. 11. D. Pejabaran HAM dalam UUD 1945 Pengingkaran terhadap hak berarti mengingkari martabat kemanusiaan.Oleh karena itu, negara, pemerintah, atau organisasi apapun mengembankewajiban untuk mengakui dan melindungi hak asasi manusia pada setiapmanusia tanpa kecuali. Ini berarti bahwa HAM harus menjadi titik tolak dantujuan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara. Kebebasan setiap orang dibatasi oleh hak asasi orang lain, hal initercermin dalam Pembukaan UUD 1945 yang menjiwai keseluruhan pasal dalambatang tubuhnya. Pengaturan mengenai HAM pada dasarnya sudah tercantum dalam berbagaiperaturan perundang-undangan. Namun untuk memayungi seluruh peraturanperundang-undangan yang sudah ada, perlu dibentuk UU tentang HAM, yaituUU No.39 Tahun 1999. Undang-undang ini secara rinci mengatur mengenai hak-hak asasi manusia, selain itu diatur juga mengenai kewajiban dasar, serta tugasdan tanggung jawab pemerintah dalam penegakan HAM. Disamping itu, UU ini mengatur menegenai Pembentukan Komisi NasionalHak Asasi Manusia sebagai lembaga mandiri yang mempunyai fungsi, tugas,wewenang, dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengkajian, penelitian,penyuluhan, pemantauan, dan mediasi tentang HAM. Dalam UU No.39 Tahun 1999 diatur pula tentang partisipasi masyarakatberupa pengaduan dan gugatan atas pelanggaran HAM, pengajuan usulanmengenai perumusan kebijakan yang berkaitan dengan HAM kepada KomnasHAM, penelitian, pendidikan dan penyebarluasan informasi mengenai HAM. 11
  12. 12. UU tentang HAM ini merupakan payung dari seluruh peraturan perundang-undangan tentang HAM. Oleh karena itu, pelanggaran baik langsung maupuntidak langsung atas HAM dikenakan sanksi pidana, perdata atau administratifsesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 12
  13. 13. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengankiprahnya. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapisatu hal yang perlu kita ingat bahwa jangan pernah melanggar atau menindasHAM orang lain. HAM setiap individu dibatasi oleh HAM orang lain. Dalam Islam, Islamsudah lebih dulu memperhatikan HAM. Ajaran Islam tentang Islam dapatdijumpai dalam sumber utama ajaran Islam itu yaitu Al-Qur’an dan Hadits yangmerupakan sumber ajaran normatif, juga terdapat dalam praktik kehidupan umatIslam. Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan olehseseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu negara akan diadilidalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh prosespengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalamUndang-Undang Pengadilan HAM. 2. Saran-saran Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan danmemperjuangkan HAM kita sendiri. Di samping itu kita juga harus bisamenghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan 13
  14. 14. pelanggaran HAM. Dan Jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain. Jadi dalam menjaga HAM kita harus mampu menyelaraskan danmengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain. 14
  15. 15. BAB IV DAFTAR PUSTAKAUbaedillah, Abdul Rozak, Demokrasi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, edisi ketiga,Kencana Prenada Media Group,Jakarta.Kansil C.S.T., Modul Pancasila dan Kewarganegaraan,cetakan kedua, PT Pradnya Paramita,Jakarta,2005.www.Google.comhttp://pusham.uii.ac.id/ham/7_Chapter1.pdf. 15

×