Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tax Planning (Hpp And Pengurang)

5,659 views

Published on

Published in: Economy & Finance, Business
  • Be the first to comment

Tax Planning (Hpp And Pengurang)

  1. 1. Tax Planning HPP DAN PENGURANG PENGHASILAN BRUTO
  2. 2. PRINSIP EFISIENSI BEBAN PAJAK <ul><li>Usahakan penghasilan tersebut tidak termasuk penghasilan yang kena pajak atau penghasilan yang pengenaan pajaknya ditangguhkan; </li></ul><ul><li>Tingkatkan biaya-biaya yang dapat dikurangkan; </li></ul><ul><li>Kurangi biaya tertentu yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak dan dialihkan ke biaya-biaya yang dapat dikurangkan; </li></ul>
  3. 3. PRINSIP EFISIENSI BEBAN PAJAK <ul><li>Perpanjang jangka waktu pengenaan pajak atas penghasilan; </li></ul><ul><li>Perpendek jangka waktu biaya-biaya yang dapat dikurangkan; </li></ul>
  4. 4. Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><ul><li>Manakah yang lebih baik : </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembelian aktiva tetap secara langsung </li></ul></ul><ul><ul><li>atau </li></ul></ul><ul><ul><li>Finance lease (sewa guna usaha dengan hak opsi) ? </li></ul></ul><ul><ul><li>Discuss! </li></ul></ul>
  5. 5. Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Buy Fixed Assets vs Leasing (Finance Lease) </li></ul><ul><li>Buy Fixed Assets: </li></ul><ul><ul><li>Capital expenditure </li></ul></ul><ul><ul><li>Alokasi biaya: depresiasi </li></ul></ul>
  6. 6. a.Selama masa SGU tidak boleh menyusutkan brg modal, sampai hak opsi dipakai; b.Dasar penyusutan setelah pemakaian hak opsi adalah nilai sisa brg ybs; c.Dapat membebankan pemb a- y a r a n SGU dari pengh bruto; d.Bila masa SGU lebih pendek, biaya akan dikoreksi. a.Objek PPh adalah Imbalan Jasa (pembyrn - angs.pokok); b.Tidak boleh menyusutkan brg modal; c.Bila masa SGU lebih pendek, penghasilan akan dikoreksi; d.Dapat membentuk cadangan; e.Kerugian piutang tak tertagih dibebankan ke cadangan ybs; f.Dlm hal cadangan > kerugian, sisanya mrpk penghasilan, demikian sebaliknya; g.Angsuran PPh Ps 25 dihitung dari laporan keuangan tri - wulan disetahunkan dibagi 12. Perlakukan PPh atas SGU Finance Lease Lessor Lessee
  7. 7. Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Pertimbangan: </li></ul><ul><ul><li>Jika jangka waktu leasing < useful life per fiskal  lebih baik leasing karena angsuran pokok > depresiasi  meningkatkan expense  reduce taxable income  reduce tax payable </li></ul></ul>
  8. 8. Capital Expenditure VS Revenue Expenditure <ul><li>Pertimbangan: </li></ul><ul><ul><li>Tergantung juga pada kondisi perusahaan: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jika ingin meng-utilize Tax Loss  pilih metode yang menghasilkan expense per fiskal yang lebih kecil </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jika ingin mengurangi pajak  pilih metode yang menghasilkan expense per fiskal yang lebih besar </li></ul></ul></ul>
  9. 9. Pemilihan Metode Persediaan <ul><li>Metode Persediaan secara fiskal: </li></ul><ul><ul><li>FIFO method </li></ul></ul><ul><ul><li>Average method </li></ul></ul>
  10. 10. Pajak Akuntansi PENILAIAN PERSEDIAAN <ul><li>PENENTUAN NILAI PERSEDIAAN DG HISTORICAL COST, LOCOM, HARGA ECERAN, ATAU METODE GROSS PROFIT. </li></ul><ul><li>METODE YANG DIPERBOLEH-KAN DAPAT BERUPA: </li></ul><ul><li>IDENTIFIKASI SPESIFIK </li></ul><ul><li>RATA-RATA (AVERAGE) </li></ul><ul><li>LIFO </li></ul><ul><li>FIFO </li></ul><ul><li>PENENTUAN NILAI PERSEDIAAN HANYA DENGAN HISTORICAL COST. </li></ul><ul><li>METODE YANG DIPERBOLEHKAN HANYA BERUPA: </li></ul><ul><li>RATA-RATA (AVERAGE) </li></ul><ul><li>FIFO </li></ul>
  11. 11. Question <ul><li>Metode Penilaian Persediaan apa yang paling baik untuk dipilih secara fiskal? </li></ul><ul><li>AVERAGE or FIFO? </li></ul><ul><li>Please discuss! </li></ul>
  12. 12. Pemilihan Metode Persediaan- Tax Planning <ul><ul><li>Dalam kondisi perekonomian yang cenderung mengalami inflasi  Average method akan menghasilkan HPP > dari FIFO  laba kotor lebih kecil  PKP akan lebih kecil  tax akan lebih kecil </li></ul></ul>
  13. 13. Pemilihan Metode Penyusutan <ul><li>Metode penyusutan secara fiskal: </li></ul><ul><ul><li>Garis Lurus </li></ul></ul><ul><ul><li>Saldo Menurun </li></ul></ul><ul><li>Pertimbangkan: </li></ul><ul><ul><li>Desired tax effect </li></ul></ul><ul><ul><li>Simplicity </li></ul></ul>
  14. 14. Pemilihan Metode Penyusutan ( cont..) Biaya akan lebih besar di tahun-tahun awal, semakin mengecil di tahun berikutnya Biaya-nya rata sepanjang tahun Lebih complicated Simple Saldo Menurun Garis Lurus
  15. 15. Pemilihan Metode Penyusutan ( cont.. ) <ul><li>Jika perusahaan mempunyai prediksi laba yang cukup besar, maka dapat dipakai metode saldo menurun  dapat mengurangi laba kena pajak </li></ul>
  16. 16. Pemilihan Metode Penyusutan ( cont.. ) <ul><li>Jika diperkirakan pada awal-awal tahun investasi belum bisa memberikan keuntungan atau timbul kerugian, maka dapat menggunakan metode garis lurus  supaya biaya penyusutan dapat ditunda untuk tahun berikutnya. </li></ul>
  17. 17. Piutang Tak Tertagih <ul><li>Berdasarkan Pasal 6(h) UU PPh, piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dapat dijadikan sebagai pengurang dengan syarat, sebagai berikut: </li></ul>
  18. 18. Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial; </li></ul></ul><ul><ul><li>Telah diserahkan perkara penagihannya kepada PN atau BUPLN atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan </li></ul></ul>
  19. 19. Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus; dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Wajib pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada DJP. </li></ul></ul>
  20. 20. Piutang Tak Tertagih ( cont..) <ul><ul><li>Tax planning? </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Harus berusaha untuk memenuhi persyaratan di atas </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Paling mudah: adanya perjanjian tertulis antara kreditur dan debitur </li></ul></ul></ul>
  21. 21. Biaya Entertainment <ul><li>Pada dasarnya biaya entertainment (perjamuan) tidak dapat dijadikan pengurang. </li></ul><ul><li>Deductible  jika tersedia daftar nominatif ( nominative list) yang berisi detail tentang biaya perjamuan tersebut. </li></ul>
  22. 22. Harga Pokok Penjualan – Tax Planning <ul><li>Formula: </li></ul><ul><ul><li>Persediaan awal </li></ul></ul><ul><ul><li>+ Pembelian </li></ul></ul><ul><ul><li>Persediaan akhir </li></ul></ul><ul><ul><li>HPP </li></ul></ul>
  23. 23. Harga Pokok Penjualan – Tax Planning <ul><li>Pemeriksa kemungkinan besar akan memeriksa buku pembelian, buku hutang dagang beserta bukti-bukti pendukungnya. </li></ul><ul><li>Bukti-bukti pendukung harus ada: voucher pengeluaran uang, kuitansi pembayaran, bukti transfer melalui bank, bon-bon pembelian, faktur pajak, dsb. </li></ul>
  24. 24. Harga Pokok Penjualan – Tax Planning <ul><li>Jika perusahaan melakukan pembelian dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa  harus dapat membuktikan bahwa transfer price tersebut adalah harga yang arm’s length (wajar). </li></ul>
  25. 25. Foreign Exchange Loss <ul><li>Untuk menghilangkan adanya forex: </li></ul><ul><ul><li>lakukan pembukuan dalam mata uang asing (dollar) </li></ul></ul><ul><ul><li>hedging </li></ul></ul>

×