Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
610.69 Ind  d1
2
3
4
5
Katalog Dalam Terbitan. Kementerian Kesehatan RI           Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Sekretariat Jenderal      ...
PengantarMelihat keburukan orang itu mudah, seperti melihat gajah di          utuh, apa adanya dan unik, sesuai dengan sit...
Daftar Isi                                                              25                                                ...
43                                                    63Ringan membantu akar rumput                           Sampai Ketem...
85                                                                       101Dia tak pantas dilupakan                      ...
127                                                   145Beliau Mengajarkan Kami Pro Rakyat                    Selalu Meny...
12
Pemimpin cerdas danmemilih hidup yang berkualitasProf. dr. Ali Gufron Mukti, M.SC. PhDWakil Menteri Kesehatan RI	I  bu Men...
Kesehatannya    memang     merosot    karena   penyakit   yang    Katanya, penyakitnya itu seperti membawa anugerah daridi...
Sahabat yang penuh semangatdr. Ratna Rosita, MPH.MSekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RIK     erja cerdas dan cepat....
Menkes Canangkan Kemenkes Raih WTP201216
Please, make it another success!Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P(K), MARS, DTM&H, DTCEDirektur Jenderal Pengendalian ...
ketersediaan rumah sakit yang canggih. Dalam hal penelitian,         ditangani dengan cepat.beberapa bulan yang lalu di aw...
Menteri Kesehatan denganPrestasi Prima dan Reputasi IndahDr. dr. Trihono, M.scKepala Badan LitbangkesP      agi hari, pada...
selama ini. Juga mengucapkan selamat atas pengangkatan saya         kalau dituduh berkhianat pada bangsa sendiri”. Saya te...
banyak masalah. Dengan bertemu kembali para peneliti di         Ibu Endang Rahayu SedyaningsihBalitbangkes, semangat belia...
Menkes menghadiri pertemuan WHO tahun 201022
Ibu Endang,Pemimpin yang Apresiatif,Aspiratif, Disiplin, dan Tegasdr. Supriantoro, Sp.P, MARSDirektur Jenderal Bina Upaya ...
Misalnya saja ketika saya menanyakan mengapa Beliau selalu         menyarankan Ibu Menkes tidak melakukan kunjungan ke Sum...
Smart dan strong-leadershipdra. Maura Linda sitanggang, Ph.DDirektur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat KesehatanI  bu End...
26
Banyak yang dapat dipelajaridari beliauProf. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F (K), Sp.KPStaf Ahli Menteri Bidang Mediko Le...
Menkes menyerahkan bantuan bencana mentawai        disahkan Wapres dan Mensos tahun 201028
Dua bilah keris Bu Ennydr. Bambang Sardjono, MPHStaf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralis...
kaus olah raga lengan panjang. Dan, beliau  rupanya sedang asyik    ingin mengetahui hal apapun. Singkatnya, kemudian beli...
dengan pakaian rapi siap untuk suatu acara. Kemudian                 memelihara keris.saya menyerahkan keris tersebut kepa...
32
Ia Memperhatikan Anak Buahdr. Untung Suseno Sutarjo, M. KesStaf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan & Pemberdayaan MasyarakatP ...
datang, beliau tertawa. Beliau menyatakan tujuannya sederhana     informasi yang benar, sehingga staf bisa menjalankan tug...
Dia peneliti baik dan pandaidr. Indriyono Tantoro, MPHStaf Khusus Menkes Bidang Percepatan Pembangunan Kesehatan dan Refor...
Anthropology dan Epidemiology, tetapi beliau selalu menekuni        Delegasi Amerika dapat menyepakati sesuatu, yaitu sepa...
mekanisme unik yang berlaku bagi saya setiap beliau memimpin    titik temu antara kedua belah pihak. Akhirnya, kerjasamara...
38
Bu Endang inspirasikudrg. Murti Utami, MPHKepala Pusat Komunikasi PublikIbu....                                           ...
mempromosikan jabatan saya menjadi lebih tinggi.                                                                      Hamp...
Empaty, rational, smart, and smiledr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.KesDirektur Bina Yankes Tradisional, Alternatif & komple...
advokasi ke seluruh Provinsi, Revitalisasi Sentra P3T (semula zero   jeda acara internal atau eksternal, kami berdua serin...
Ringan membantu akar rumputAnorital SutanbatuahPeneliti Pusat 1S      etahun setelah menjadi warga Balitbangkes (1998), Ib...
Awal tahun 2007, Ibu Endang diberi kepercayaan untuk menjadi          ”memarahi” tersebut, beliau menyesal tidak dapat ber...
berasal dari Ibu Endang. Padahal saat itu Ibu Endang masih        Allah swt berkehendak lain untuk Ibu Endang. Beliau disa...
46
Sang pencetus jaminan persalinanDirektorat Bina Kesehatan IbuD        irektorat Bina Kesehatan Ibu dan siapapun yang      ...
Mewakili keluarga-keluarga di seluruh Indonesia yang telah          “Saya sangat bersyukur sekali atas adanya Jampersal. P...
2,5 tahun yang sangat berartiDr. Merki Rundengan, MKMAuditor ItjenP      enujukan Dr. Endang RS sebagai Menteri Kesehatan ...
Pemberian penghargaan kepada Karyawan Kemenkes di halaman Upacara Kemenkes50
Selalu punya waktu untuk stafdra. Rahmaniar Brahim, Apt, M.KesInspektur III, ItjenK     ejadian ini tidak bisa saya lupaka...
Foto bersama Perawat RSUD Labuha Maluku Utara52
Beliau bagian dari kamiSupraptiniPeneliti Pusat 3P      ada saat saya di San Diego Hills, ketika mengikuti Upacara    kare...
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu

6,226 views

Published on

Dua setengah Tahun Yang Sangat Berarti Bersama Endang Rahyu

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Dua setengah tahun yang sangat Berarti Bersama endang rahayu

  1. 1. 610.69 Ind d1
  2. 2. 2
  3. 3. 3
  4. 4. 4
  5. 5. 5
  6. 6. Katalog Dalam Terbitan. Kementerian Kesehatan RI Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Sekretariat Jenderal Dua setengah tahun yang sangat berarti bersama Endang Rahayu Sedyaningsih,-- Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. 2012 610.69 ISBN 978-602-235-117-7 Ind d 1. Judul I. BIOGRAPHY II. PHYSICIAN’S ROLE Dua setengah tahun yang sangat berarti bersama Endang Rahayu Sedyaningsih Penerbit: Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav.4-9 Jakarta 129506
  7. 7. PengantarMelihat keburukan orang itu mudah, seperti melihat gajah di utuh, apa adanya dan unik, sesuai dengan situasi yang terjadi.depan mata. Sebaliknya, melihat kebaikan orang itu sangat sulit, Mulai dari ekspresi marah, gembira, kecewa, sedih atau lainnya.seperti mencari jarum di gurun pasir. Begitu, sebagian besar orangberperilaku. Tapi, tidak untuk Bu Endang Rahayu Sedyaningsih. Begitu beragam kesan dan kedekatan terhadap Bu Endang,Beliau justru sebaliknya. Ada orang yang jelas-jelas mengkritik terlihat dari cara mereka menyapanya. Ada yang menyapadengan pedas dan sangat pribadi, beliau menyebutnya, sebagai dengan ERS ( Endang Rahayu Sedyaningsih), Eny, Bu Endang, Ibu“kritik membangun”. Menanggapi cara mengkritiknya, beliau Endang, Bu Menteri atau Bu Menkes. Semua jenis penyebutanberkomentar “pada hakekatnya semua orang baik, hanya cara nama itu mempunyai maknanya sendiri-sendiri, sesuai denganmenyampaikannya saja yang berbeda”, begitu kata saksi mata kesan para pelakunya. Nah, sebagian kesan itu dapat pembacaDirjen BUK, dr. Supriantoro, Sp.P MARS. nikmati dalam buku ini.Masih banyak tutur kata, sikap dan perilaku mulia yang inspiratif Memang, penerbitan buku kesan-kesan ini diperuntukkan bukandari dr. Endang Rahayu Sedyaningsih. Sebagian kecil keteladanan hanya kepada keluarga, teman sejawat Kementerian Kesehatan,itu terekam saat berinteraksi dengan staf, teman sejawat, tapi juga untuk semua. Mengapa ? Banyak hikmah, teladan dansaudara dengan berbagai sudut pandang dan pengalamannya. pelajaran yang dapat diambil dari sosok ERS selama dua setengahTak ketinggalan kesan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang tahun pengabdiannya menjadi Menteri Kesehatan.dimuat media massa. Kini, kesan-kesan mengagumkan itu telahterangkum dalam buku mungil yang sedang Anda baca ini. Akhirnya, sebagai hamba, tak ada gading yang tak retak, tak ada kesempurnaan yang tak bersalah dan khilaf, termasukMereka dengan tulus ikhlas menulis kesan yang dirasakan almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih. Mari kita maafkantentang Bu Endang Rahayu Sedyaningsih, dengan gaya dan mohonkan ampunanNya. Semoga, kita sesama hamba, jugabahasanya sendiri. Harapannya, seluruh kesan terungkap secara dimaafkan dan mendapat ampunanNya. Amin.Jakarta, 11 Juni 2012Kementerian Kesehatan RISekretaris Jenderaldr. Ratna Rosita, MPH.M 7
  8. 8. Daftar Isi 25 Smart dan strong-leadership, dra. Maura Linda Sitanggang, Ph.D Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Dirjen. Binfar & Alkes)07Pengantar 27 Banyak yang dapat dipelajari dari Beliau13 Prof. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F (K), Sp.KPPemimpin cerdas dan Staf Ahli Menteri Bidang Mediko Legalmemilih hidup yang berkualitas Prof. dr. Ali Gufron Mukti, M.SC. PhD 29Wakil Menteri Kesehatan RI Dua bilah keris Bu Enny dr. Bambang Sardjono, MPH15 Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan danSahabat yang penuh semangat Desentralisasidr. Ratna Rosita, MPH.MSekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI 33 Ia Memperhatikan Anak Buah17 dr. Untung Suseno Sutarjo, M. KesPlease, make it another success! Staf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan & Pemberdayaan MasyarakatProf. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P(K), MARS, DTM&H, DTCEDirektur Jenderal Pengendalian Penyakit dan 35Penyehatan Lingkungan (Dirjen. P2-PL) Dia peneliti baik dan pandai dr. Indriyono Tantoro, MPH19 Staf Khusus Menkes Bidang Percepatan Pembangunan Kesehatan danMenteri Kesehatan dengan Reformasi BirokrasiPrestasi Prima dan Reputasi IndahDr. dr. Trihono, M.sc 39Kepala Badan Litbangkes Bu Endang Inspirasiku drg. Murti Utami, MPH23 Kepala Pusat Komunikasi PublikIbu Endang,Pemimpin yang Apresiatif, 41Aspiratif, Disiplin, dan Tegas Empaty, rational, smart, and smiledr. Supriantoro, Sp.P, MARS dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.KesDirektur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (Dirjen BUK) Direktur Bina Yankes Tradisional, Alternatif & Komplementer Direktorat Jenderal Bina Gizi Ibu dan Anak8
  9. 9. 43 63Ringan membantu akar rumput Sampai Ketemu Lagi, MbakAnorital Sutanbatuah Damaryanti SuryaningsihPeneliti Pusat 1 Adik dari Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih47 73Sang pencetus jaminan persalinan Beliau memikirkan generasi yangDirektorat Bina Kesehatan Ibu akan datang Dr. Minarto,MPS49 Direktur Bina Gizi Masyarakat2,5 tahun yang sangat berarti Direktorat Jenderal Bina Gizi Ibu dan AnakDr. Merki Rundengan, MKMAuditor Itjen 75 Ibu Endang, si angsa hitam51 Dr.Hj.Eko Rahajeng, SKM, M. KesSelalu punya waktu untuk staf Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular,dra. Rahmaniar Brahim, Apt, M.Kes Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit danInspektur III, Itjen Penyehatan Lingkungan53 77Beliau bagian dari kami Sederhana tapi menghargai budayaSupraptini dr. Sri Henni Setiawati, MHAPeneliti Pusat 3 Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemenkes55 79Hujan di Mamuju Kesan dan Pesan dalam Rangka Kunjungan keWahyudin Amir Tanah Papua Tanggal 20 Februari 2012 Humas Sekretariat Badan PPSDMKes57Dia penuh perhatian pada anak 81penderita kanker Jujur dalam semua bidangDr. Ir Ashwin Sasongko Sastro Subroto, M.Sc dr.Elizabet Jane Soepardi, MPH, DScDirektur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Kepala Pusat Data dan Informasi61 83Beliau adalah puteri terbaik bangsa Dia selalu tersenyumdr.H.Azimal, M.Kes drg. S.R. Mustikowati, M.KesKepala Pusat Kesehatan Haji Sekretaris Inspektorat Jenderal 9
  10. 10. 85 101Dia tak pantas dilupakan Bu Endang, pendengar yang baikMKDKI - Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia Ria Sukarno, SKM, MCN Sekretaris Badan Litbang Kesehatan87Saya terharu ibu menteri memberi 103 perhatian pada istri saya di ICU Kami senangDr. Nyoman Kandun, MPH diperhatikan Ibu MenteriPurnabakti Eselon I Kemkes Rita Djupuri, B.Sc, DCN, M.Epid Direktorat Surveilans Imunisasi Karantina dan Kesehatan Matra91 Direktorat Jenderal P2-PLDia selalu ingin hasil terkiniDrs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si, Apt 105 Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Menteri yang arif dan bijaksanaLitbangkes Subdit Bina Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar93 Direktorat Jenderal Bina Upaya KesehatanMenteri yang rajinke pelosok tanah air 107drg. Oscar Primadi, MPH Pesan dan KesanKepala Pusat Standarisasi dan Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung,SDM Kes, Badan PPSDM Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan95 113 Dia mengayomi Kenangan dan Kesansemua jajaran profesi medis dari Sahabat & KawanDrg. Zaura Kiswarini, MDScKetua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) 121 Endang, Menteri Kesehatan Terbaik97 Prof.Dr. Agus Suwandono, MPH, Dr PhSrikandi Indonesia yang memberi Peneliti Pusat 1warna kesehatan IndonesiaPusat Promosi Kesehatan 123 Sedikit Bicara Terkesan Selamanya99 Dr. Qomariah Alwi, SKM, M.ScSemua programnya prorakyat PDBK’ers Kab. KupangPusdiklat Aparatur, Badan PPSDM10
  11. 11. 127 145Beliau Mengajarkan Kami Pro Rakyat Selalu Menyediakan WaktuDirektorat Bina Kesehatan Jiwa, Siti IsfandariDirektur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (Dirjen BUK) Badan Litbangkes129 147Dia Ditakdirkan Jadi Orang Besar @ NEWSFaridaPeneliti131 Sekilas Kenangan BersamaBu MenkesProf,Dr. Menaldi Rasmin, Sp. P(k)Ketua Konsil Kedokteran Indonesia133Kenangan berkesanbersama pemilik untaian Garnetyang selain indah juga menyejukkan hati darisahabatku “Endang Rahayu Sedyaningsih Mamahit”Hj. Endang Agustini Syarwan H.,S.IPAnggota MPR / DPR RI No. A - 237139 Big CondolanceKamel SenouciDirector SIVAC141I’ll remember Dr. Endangas a scientist and politicianBrad Gessner143One More Ibu Endang StoryRobert Tilden 11
  12. 12. 12
  13. 13. Pemimpin cerdas danmemilih hidup yang berkualitasProf. dr. Ali Gufron Mukti, M.SC. PhDWakil Menteri Kesehatan RI I bu Menkes adalah seorang pemimpin yang cerdas, cepat di kementerian. Beliau proaktif memulai berkomunikasi dengan belajar, fokus, memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas orang lain. Suatu hari saya pernah ditanya, “Pak Wamen, dan tanggung jawabnya, dan memiliki visi yang jelas. Meskipun bagaimana ada masalah?” Saya jawab, “Tidak ada. Cuma masalahsedang sakit, ia tidak terlalu menghiraukan penyakitnya. Beliau transportasi yang menyita waktu 3-4 jam sehari untuk perjalanan.”hanya memikirkan bagaimana meningkatkan kesehatanmasyarakat. Hal lain yang menonjol dari Beliau adalah: dia memiliki semangat bekerja juga semangat hidup yang luar biasa.Beliau juga memiliki hubungan solidaritas yang tinggi terhadap Saya punya pengalaman menarik soal ini dengan beliau,staf maupun rekan kerja. Caranya berkomunikasi sangat bagus. sekaligus pengalaman terakhir tentang berpergian ke luarDia mempunyai kedekatan yang khas hampir dengan seluruh kota. Ketika itu, kami akan berkunjungan ke NTT, tepatnyajajaran di kementerian. Ia juga dikenal sangat lugas dalam ke Waykabubak. Secara geografis, medan tempat ini sangatmenyampaikan nasehat kepada orang di lingkungan kerjanya. berat bagi kebanyakan orang. Saya mengatakan begitu,Sekalipun tegas, tapi nasehat disampaikan dengan cara yang karena saya pernah menjadi konsultan di tempat ini.sangat lembut. Lebih dari semua itu, beliau memiliki nilaikejujuran yang hakiki. Karena itu, dalam hati saya bertanya: “Mengapa Beliau ingin berangkat ke sana? Mengapa tidak memberi tugas kepada yangSuatu hari, Ibu Menkes pernah mendapat souvenir atau uang lain atau saya, yang lebih muda atau kuat. Walaupun beliau jugadari orang lain yang berindikasi tidak baik dan terkait dengan kuat, dan memiliki semangat yang tinggi, tapi kan beliau sedangtugas dan tanggung jawabnya sebagai menteri, beliau langsung sakit.”mengembalikan hadiah itu kepada yang memberinya. Walau akhirnya batal karena beliau harus merawat kesehatannyaTerkait dengan kedekatan hubungan dengan orang lain, beliau peristiwa ini memperlihatkan bahwa beliau mempunyaisangat perhatian kepada orang yang dekat dengannya, termasuk semangat baja, hampir dalam segala hal yang dipegangnya. 13
  14. 14. Kesehatannya memang merosot karena penyakit yang Katanya, penyakitnya itu seperti membawa anugerah daridideritanya. Allah SWT. Maksudnya, beliau menyadari mungkin waktunya di dunia sudah dibatasi, lalu beliau ingin sekali memanfaatkanSaya pernah membaca ungkapan Bu Menkes tetang penyakit sisa umur untuk membantu sesama. Sungguh pemikiran yangyang dideritanya, “Why me?” Artinya, dia telah berfikir panjang mulia dan sangat terpuji. “Panjangnya umur tak terlalu pentingtentang mengapa dia yang menderita sakit seperti itu. Dan dibanding kualitas umur itu sendiri,” ungkapan Bu Menkes dalamjawabannya sungguh mengagumkan bagi semua orang. sambutannya di hadapan penderita kanker, di Indonesia.14
  15. 15. Sahabat yang penuh semangatdr. Ratna Rosita, MPH.MSekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RIK erja cerdas dan cepat. Itu yang saya alami ketika bekerja sejumlah pejabat di Kementerian Kesehatan. bersama Ibu Endang sejak tahun 2003. Ketika itu, SARS melanda beberapa kawasan di dunia. Gejala klinis pada Ketika Beliau sakit, semangatnya tidak surut, walaupun diapenderita suspect SARS menjadi tanggung  jawab saya sebagai harus berjuang untuk sekedar dapat menikmati makan siangnyakasubdit Gawat Darurat dan Matra. Sedangkan konfirmasi kasus dengan baik. Ketika sudah terbaring di rumah sakit, beliau masihmenjadi tanggung jawab Ibu Endang di Litbang. Setelah proyek mengerjakan tugas-tugas negara, memberikan arahan, baikSARS ini kami sibuk masing-masing dengan pekerjaan berbeda. dengan sms maupun email. Pesan beliau melalui sms tanggal 31 Maret 2012 agar kita  merapatkan lagi barisan.  Jangan sampaiJauh sebelum bekerjasama menangani SARS, kami telah barisan kita terpecah-belah.berkawan sejak kami bersama masuk FKUI th 1973, dan lulusserta diwisuda pada tahun 1979. Beliau seperti roket, melesat dengan cepat lalu menghilang atau lenyap. Banyak kenangan manis bersama ibu ERS yang tidakKami bertemu kembali, dan bekerja bersama pada saat Beliau dapat dilupakan.menjadi Menteri Kesehatan. Saya melihat Beliau sebagai sosokyang konsisten, jujur, teguh dalam pendirian, pantang menyerah, Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosa ibu Endang Rahayuteliti, dan mempunyai komitmen tinggi terhadap tugasnya. Sedyaningsih, masukkanlah ke dalam surgaMu kelak. SelamatDengan karakter seperti itu, Ibu Endang menjadi panutan bagi jalan sahabat. 15
  16. 16. Menkes Canangkan Kemenkes Raih WTP201216
  17. 17. Please, make it another success!Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P(K), MARS, DTM&H, DTCEDirektur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen. P2-PL)S aya memiliki empat kesan mendalam tentang almarhumah sama menangani kasus berbagai penyakit waktu saya masih kerja Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih. Pertama, Almarhumah di RS dan Almarhumah di Badan Penelitian dan Pengembangan amat menguasai Ilmu Kesehatan Masyarakat yang menjadi Departemen Kesehatan, lalu sama-sama menjadi pejabat eselontanggung jawab beliau sebagai Menteri Kesehatan. Penguasaan 2 di Departemen Kesehatan,  sampai beliau menjadi Menteriilmu ini didasari pada tiga hal utama. Yaitu, latar belakang Kesehatan. Sebagai pribadi, kesan mendalam saya bahwapendidikan Beliau sebagai dokter dan Doktor; kebiasaan Beliau Almarhumah adalah orang yang baik hati, dan menurut sayamembaca berbagai jurnal dan publikasi ilmiah, walaupun di kebaikan hati Almarhumah terpancar dari lubuk hati beliau.   tengah kesibukannya sebagai Menteri; dan terakhir pengalaman Di sisi lain, dalam aspek kesehatan masyarakat, almarhumahpanjang beliau bekerja di lingkungan Kesehatan sejak 30 tahun Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih mampu secara serasilalu, di masa awal Beliau masuk dunia bekerja. menyeimbangkan antara kegiatan Promotif Preventif dengan Kuratif Rehabilitatif. Kedua, Almarhumah amat taat pada aturan yang ada. Dalamberbagai arahan, beliau selalu menekankan agar semua dilakukan Saya pernah dengan beliau, pada suatu waktu di tahun 2011sesuai dengan aturan yang ada. Dalam semua kegiatan di yang lalu, melakukan kunjungan kerja ke suatu kabupatenKementerian Kesehatan maka semua pekerjaan selalu dilakukan untuk meninjau kegiatan PosBinDu (Pos Pembinaan Terpadu,dengan aturan perundangan yang ada. semacam Posyandu untuk dewasa dan orang tua). Waktu itu pimpinan daerah setempat mengatakan bahwa Ibu MenkesKetiga, Almarhumah sebagai pimpinan sangat menjaga harusnya meninjau ke Rumah Sakit, dan almarhumah denganhubungan baik yang humanis dengan para stafnya. Beliau selalu amat bijak mengatakan bahwa pelayanan kesehatan harusmenjaga agar selalu ramah dan tersenyum. Namun, dengan tetap berjalan secara menyeluruh, mulai dari perilaku hidup bersihmemegang prinsip hubungan kerja amat sehat dan produktif sehat, pemeriksaan kesehatan, kesehatan lingkungan dandalam organisasi Kementerian Kesehatan.  berbagai kegiatan promotif preventif lain sampai ke pelayanan kesehatan yang prima di berbagai fasilitas (Puskesmas,Terakhir keempat, Almarhumah adalah orang yang baik hati. Klinik, RS) sampai kegiatan rehabilitatif bila diperlukan. Kesimpulan itu saya ambil setelah mengenal beliau sejak lama, Secara umum, menurut Beliau, pada dasarnya keberadaansejak sebelum beliau menjadi Menteri. Yaitu, sejak kami sama- Posyandu dan posbindu adalah sama pentingnya dengan 17
  18. 18. ketersediaan rumah sakit yang canggih. Dalam hal penelitian, ditangani dengan cepat.beberapa bulan yang lalu di awal tahun 2012 saya mendapat 2. Pentingnya surveilans untuk pengamatan terus menerus dantugas dari Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih untuk menghadiri tindakan untuk menanganinya, yang memang merupakanpertemuan WHO, sehubungan ada kontroversi penelitian salah satu aspek penting dalam kegiatan pengendalianilmiah flu burung yang antara lain menyebutkan kemungkinan penyakit.perubahan virus sehingga mungkin menular antar manusia. Sejalan dengan arahan Ibu Endang itu maka kami kemudian mengembangkan sistem  EWARS, E-tb, E-malaria dll.Arahan Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih saat ini menunjukkankematangan beliau dalam bidang penelitian dalam kaitannya Ketiga, saya ingat, salah satu email laporan saya ke beliau adalahdengan hubungan luar negeri, yaitu antara lain: ketika terjadi gempa di Aceh 11 April yang lalu. Ketika itu saya melaporkan komunikasi saya dengan Kepala Dinas Kesehatan- ilmu pengetahuan pada dasarnya perlu terus dikembangkan Aceh dan Sumatera Barat serta beberapa Kepala Kantor Kesehatan- hasil penelitian harus mempertimbangkan azaz manfaat dan Pelabuhan di Sumatera. Pada waktu itu beliau sedang dirawat di aspek kemanusiannya RSCM, dan setelah menerima email saya beliau langsung menjawab:- keterlibatan negara asal merupakan hal yang mutlak bila “Harap dipantau terus Prof. Saya juga melihat dari TV. Siagakan sampel dari satu negara di/ter kirim ke negara lain bantuan yang kira-kira dibutuhkan. Terimakasih.” Seperti- semua negara harus mematuhi resolusi WHO, dalam hal ini sudah diberitakan bahwa walau sedang dirawat di rumah tentang hal “virus and benefit sharing”. sakit, Ibu Endang terus memimpin Kementerian Kesehatan dan- azaz “fair, transparant and equitable” harus selalu dipegang memberikan arahannya. erat.Sementara itu, dalam hal teknologi informasi, setidaknya ada 4 Keempat, terakhir kali beliau menanggapi secara pribadi emailpengalaman saya yang menunjukkan bahwa Ibu Endang Rahayu laporan saya adalah pada 15 April 2012 ketika saya melaporkanSedyaningsih amat menyadari dan memanfaatkan teknologi 4 kegiatan Hari Malaria Sedunia, dimana saya laporkan juga bhwkomunikasi. puncak acara tingkat nasional akan dilakukan di Palangkaraya pada 2 Mei 2012, dan ini penggalan dari jawaban email beliau :Pertama, pada saat beliau masih awal menjadi Menteri “Baik sekali. Terima kasih laporan Prof. Tjandra. Kita banggaKesehatan, Beliau membuat group email antar-eselon 1 di upaya kita diapresiasi. Semua saran rekomendasi kita upayakanKementerian Kesehatan. Melalu group email ini berbagai lakukan. Mungkin baik juga kalau kita tawarkan ibu-ibu sikibinformasi dipertukarkan, dan saya sering pula menyampaikan untuk sebar ikan kepala timah ya? Silakan lanjutkan dengan Harilaporan kegiatan, khususnya pada hal-hal yang sifatnya segera/ Malaria Palangkaraya. Please make it another success! Ers”.mendadak.     Jadi,dalam email terakhir sekitar dua minggu sebelum wafat,Kedua, pada rapat koordinasi dengan seluruh pejabat juga ketika sedang dirawat di RS, beliau menyebutkan bahwaeselon 2 DitJen P2PL maka beliau berpesan agar P2PL dapat hari malaria yang diperingati tanggal 2 Mei agar “Please make itmemanfaatkan maksimal teknologi komunikasi yang ada, antara another success!”. Tanggal 2 Mei ini Ibu Endang wafat, dan sayalain karena dua hal: akan tetap mengingat pesan beliau agar terus bekerja dengan1. Letupan penyakit dapat datang di mana saja dan harus giat dan “Please make it another success!”.18
  19. 19. Menteri Kesehatan denganPrestasi Prima dan Reputasi IndahDr. dr. Trihono, M.scKepala Badan LitbangkesP agi hari, pada tanggal pelatikan pejabat eselon 2, saya Tak lama kemudian Ibu Endang datang. Ada suasana hening, dipanggil Kepala Badan Litbang Kesehatan, Pak Triono tampaknya berat juga Pak Triono mengungkapkannya. Ternyata Sundoro. Sebagai Kabadan, beliau menasihati saya agar setelah disampaikan bahwa Ibu Endang dicopot dari jabatannya,siap kalaupun tidak jadi dilantik. Katanya, perubahan bisa terjadi saya lihat Ibu Endang ada rasa terkejut. Tetapi beliau tetap tegar.setiap saat. Setelah hening sejenak, Ibu Endang berkata,” Saya sudah diberi firasat oleh Allah, tadi malam saya bermimpi diberi bantal yangHal itu sudah terjadi pada surat undangan pelantikan saya. bau pesing oleh Ibu Menkes. Tampaknya itu tanda, saya harusUndangan sampai di tangan saya kemarin malam jam 19.00 lengser. Saya siap kembali jadi peneliti.” Waktu itu belum tahu(sehari sebelum pelantikan). Kemudian Pukul 21.00, undangan siapa yang menggantikan beliau. Setelah pelantikan baru tahuuntuk saya dibatalkan. Tetapi pukul 06.00 pagi, esok harinya, bahwa saya yang menggantikan beliau.undangan pelantikan itu dihidupkan kembali. Saya santai sajamenanggapi, “Kalau enggak jadi dilantik, ya, pecinya dilepas. Jadi Pisah sambuttamu undangan.” Beberapa hari setelah pelantikan diadakan pisah sambut antara Ibu Endang dan saya. Suasana mengharukan, beberapa sahabatPagi itu, Pak Triono minta saran. Bagaimana, ya, cara beliau meneteskan air mata, karena jarang sekali kejadian sepertimemberitahukan kepada Ibu Endang bahwa jabatannya selaku ini. Banyak staf yang memberikan cindera mata, bahkan ada yangKepala Pusat Litbang Biomedis dan Farmasi akan dicopot. Pada membuat puisi khusus untuk Ibu Endang. Itu semua menandakansaat itu belum pernah ada eselon 2 yang dilengserkan begitu penghormatan dan pengakuan atas jasa beliau selama memimpinsaja, biasanya diputar menduduki jabatan eselon 2 lainnya. Puslitbang Biomedis dan Farmasi. Saya perhatikan beliau tetapSaya menyarankan untuk diberitahu saja, akan lebih baik Kabadan tegar meski sewaktu salaman banyak peneliti yang meneteskanyang memberi tahu terlebih dahulu dari pada menunggu sampai air mata tanda haru. Beliau mengucapkan terima kasih atassaat pelantikan oleh Ibu Menkes SFS. kerjasama yang baik dengan seluruh jajaran Pusat Biomedis dan Farmasi, dan mohon maaf bila ada kesalahan yang diperbuat 19
  20. 20. selama ini. Juga mengucapkan selamat atas pengangkatan saya kalau dituduh berkhianat pada bangsa sendiri”. Saya terdiam,sebagai pengganti beliau. merasakan betapa sesaknya beliau ketika dituduh menjual virus ke luar negeri. Saya dan segenap jajaran litbangkes tahu betul,Giliran saya menyampaikan sambutan: “Saya bersyukur Ibu tuduhan itu tidak pernah terbukti. Dari situ saya tahu betapaEndang tetap di Puslitbang Biomedis dan Farmasi sebagai tingginya kadar merah-putih dalam dada Ibu Endang.peneliti senior, saya akan menempatkan Ibu sebagai Konsultan,yang pasti memudahkan saya dalam mengemban amanah, Tidak ada rasa balas dendamkarena biomolekuler bukanlah bidang saya.” Jadi meski Ibu ERS Sewaktu beliau masih menjabat sebagai Kepala Pusat Biomediskembali sebagai peneliti, saya menempatkan beliau pada posisi dan Farmasi, beliau pernah “berantem” dengan staf penelitilebih karena saya tahu kompetensi dan profesionalitas beliau. senior. Biasa, di Balitbangkes peneliti bisa tidak sejalan dengan Kepala Pusatnya, karena peneliti mempunyai integritas sendiri,Ruang ERS yang tentu saja bisa berbeda pendapat dengan Pimpinannya.Setelah tidak menjabat, beliau menempati ruang yang beliau Pertengkaran itu cukup parah sehingga sang peneliti sampaidisain sendiri. Tempatnya di Lantai 1 Puslitbang Biomedis “mogok”.dan Farmasi. Nuansa seninya memang terasa. Di ruang beliau Namun sewaktu beliau menjadi Menteri Kesehatan, penelitisegalanya teratur rapi dan selalu ada bunga. Kini ruang itu tersebut malah sekarang dipromosikan menjadi eselon 2kami lestarikan dan kami beri nama ruang ERS. Semua pesan atas usulan beliau. Ini bukti yang menunjukkan bahwa beliaudan kenangan beliau kami kumpulkan di ruang tersebut. Ada memang tidak mempunyai rasa “balas dendam”.beberapa buku dan tulisan ilmiah karya beliau, ada kaca cerminyang beliau gunakan, juga karya kenangan kami (puisi, kumpulan Mementingkan pluralitasSMS) terhadap beliau kami taruh di ruang tersebut. Ruang ERS Sewaktu beliau mencari Kepala Badan Litbang Kesehatan untuksemoga menjadi tanda bahwa seorang peneliti dari Balitbangkes menggantikan Prof. AP, beliau minta agar dicarikan calon yangpernah diangkat menjadi Menteri Kesehatan, dengan prestasi memenuhi syarat tetapi bukan dari UI. Beliau menyadari bahwaprima dan reputasi indah. makin beragam asal universitas dari para pejabat eselon 1, akan makin baik buat Kementerian Kesehatan secara keseluruhan.Rasa yang paling menyakitkan Apalagi waktu itu ada saran agar jangan “UI sentris”. SayangnyaSaya pernah mendapati Ibu ERS dalam keadaan marah, sedih, tidak mudah mencarinya, mereka yang mau tidak memenuhisakit hati, bercampur aduk. Saya lupa tanggalnya, tetapi saat itu syarat sedangkan yang memenuhi syarat tidak mau. Itulahsaya perlu konsultasi tentang Flu Burung. Beliau telah mendalami sebabnya saya yang juga alumni UI akhirnya dipromosikan,masalah ini, bahkan pernah membuat tulisan ilmiah tentang setelah calon dari Universitas lain tidak bersedia/belumpenyakit ini. Saya menghadap beliau dan hanya berdua saja. Saya memenuhi syarat.minta pendapat beliau tentang penanganan Avian Influenzakaitannya dengan pengembangan laboratorium. Namun diskusi Bersemangat bila berkunjung ke Balitbangkesini kemudian bergerak kemana-mana termasuk tudingan Ibu Setiap beliau berkunjung kembali ke Balitbangkes, baik formalMenkes SFS kepada beliau. Pada saat itulah beliau menangis maupun dadakan, saya perhatikan beliau selalu kelihatansedih dan seolah menahan rasa sakit, dengan penuh perasaan “sumringah”, merasa kembali ke dalam dunianya. Itulah sebabnyabeliau berkata: “Pak Tri, yang paling menyakitkan adalah Balitbangkes selalu membuat acara bila ibu sedang “terbebani”20
  21. 21. banyak masalah. Dengan bertemu kembali para peneliti di Ibu Endang Rahayu SedyaningsihBalitbangkes, semangat beliau seolah kembali segar dan siap Semoga tetap bekerja tanpa pamrihmenghadapi beban seberat apapun. Di bawah ini disajikan puisi Berteman tanpa pilih kasihsederhana sewatku kami merayakan ulang tahun beliau pada Mendapatkan ridho Allah Yang Maha Pengasihtahun 2010. Demikian sekilas kenangan saya dengan Ibu Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih MPH, DR.PH Menkes & Meneg PP dan Anak dalam acara hari anak 21
  22. 22. Menkes menghadiri pertemuan WHO tahun 201022
  23. 23. Ibu Endang,Pemimpin yang Apresiatif,Aspiratif, Disiplin, dan Tegasdr. Supriantoro, Sp.P, MARSDirektur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (Dirjen BUK)S eperti kita ketahui bahwa sebelum menjabat sebagai harus menyebutkan hal itu. Itulah bukti bahwa Ibu Menkes Menteri Kesehatan, Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih sangat menghargai staf-stafnya. Beliau juga contoh pemimpin pernah menjabat Eselon II. Saat itu tidak sedikit yang yang terbuka dengan perbedaan pendapat. Beliau tidak marahmeragukan Beliau, underestimated. Bahkan ada yang mencurigai atau tersinggung jika stafnya mempunyai pemikiran berbeda.hubungannya dengan Namru. Namun saya tahu, itu tidak benar.Ibu Endang adalah sosok yang cepat belajar, cepat menyesuaikan Di antara Pejabat Negara, Ibu Menkes termasuk yang sangatdiri, dan cepat pula menyelesaikan pekerjaan. peduli dengan masalah-masalah masyarakat umum, terutama masyarakat miskin dan tidak mampu. Teleponnya terbukaYang menjadi ciri khasnya, Ibu Menkes selalu membawa buku. bagi siapa saja bisa menyampaikan pengaduan. Beliau sendiriDengan buku itulah beliau langsung menuliskan apa saja hal-hal merespon pengaduan tersebut. Dan selanjutnya meneruskanmenarik yang didiskusikan atau disampaikan lawan bicaranya. pengaduan masyarakat itu kepada staf-stafnya terkait untukMungkin ini disebabkan latar belakangnya seorang peneliti. ditindaklanjuti dan diselesaikan.Ini menunjukan bahwa Ibu Menkes sangat mengapresiasi danmendengar masukan dari orang lain, siapapun itu. Kemudian Di antara kebaikan dan kesabarannya, Ibu Menkes adalahsaran dan masukan yang baik akan ditindaklanjuti dan pemimpin yang tegas. Siapa yang benar akan diapresiasi, siapadiimplementasikan. yang salah akan ditegur baik secara halus maupun tegas. Pendek kata, Ibu Endang adalah pemimpin yang berwibawa, apresiatif,Beliau juga sangat menghargai masukan dengan cara aspiratif, disiplin, dan tegas. Untuk kejujurannya dan kepatuhanmenyampaikan apa adanya. Contohnya dalam sebuah pertemuan pada prinsip tata pemerintahan yang baik, tak usah diragukandengan Gubernur, DPRD, Bupati, Walikota, dan pejabat daerah di lagi. Sebagai contoh ketika diberikan sebuah souvenir saja,Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ibu Endang mengatakan bahwa Beliau mengembalikan kepada yang memberikan.apa yang disampaikannya berdasarkan informasi dari saya.Padahal sebagai Menkes, beliau mempunyai kewenangan tidak Ada beberapa sikap yang membuat saya sangat terkesan. 23
  24. 24. Misalnya saja ketika saya menanyakan mengapa Beliau selalu menyarankan Ibu Menkes tidak melakukan kunjungan ke Sumba.berprasangka baik bahkan kepada orang yang pernah menyakiti Karena itu perjalanan yang jauh dan berat. Namun ternyata beliaudan melecehkan dirinya. Beliau menjawab bahwa pada dasarnya tetap bertekad melaksanakan tugas ke Sumba. “Pak Pri, sayaorang itu adalah orang baik dan apa yang disampaikannya sudah janji. Mereka akan kecewa jika saya tidak datang,” begitumerupakan koreksi dan perbaikan diri bagi Ibu Menkes. Luar kata Ibu Menkes waktu itu. Dan meskipun akhirnya Ibu Menkesbiasa, beliau selalu melihat sisi positif dan mengabaikan sisi batal ke Sumba, karena harus menjalani perawatan sakitnya.negatif seseorang. Akhirnya, saya bisa mengambil hikmah bahwa Ibu Endang adalahSaya semakin kagum dengan komitmen dan etos kerja yang pribadi yang telah melakukan apa yang pernah dikatakan padaditunjukkan Beliau meskipun sedang sakit. Sebagai spesialis sambutan buku Berdamai dengan Kanker, “Sungguh, lamanyaparu, saya sampaikan prognosa terkait kesehatan beliau. Namun hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukanfaktanya, beliau sangat tegar dan aktif melaksanakan tugas-tugas sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukanberat sehari-hari. Tanpa segan beliau juga melakukan kunjungan dengan sepenuh hati.”ke daerah yang jauh. Saya ingat beliau mengatakan bahwabeliau sudah merasa mendapatkan anugerah yang banyak dari Begitulah sekelumit kesan saya tentang Ibu Menkes. Apa yangAllah SWT, sehingga sekarang saatnya melakukan sesuatu yang saya paparkan ini mungkin tak berarti apa-apa dibandingkanberguna bagi masyarakat. Mengisi hidup dengan hal-hal yang dengan keteladanan sebenarnya yang dilakukan oleh Ibubermanfaat bagi sesama. Endang Rahayu Sedyaningsih.Suatu hari sebelum dirawat di rumah sakit, saya pernah Selamat jalan, Ibu Menkes.24
  25. 25. Smart dan strong-leadershipdra. Maura Linda sitanggang, Ph.DDirektur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat KesehatanI bu Endang adalah pribadi yang smart, namun tetap rendah hati Di balik kepribadiannya yang tegas, Ibu Endang adalah sosok dengan segala kelebihan dan talenta yang dimilikinya. Sebagai yang sangat perhatian/concern kepada orang kecil dan terpuruk, pemimpin, beliau memiliki strong-leadership. Walaupun bagi yang diaktualisasikan melalui sikap dan pengorbanannya.saya sangat singkat, selama bekerja di bawah pimpinannya, sayamerasakan ketegasan dan kecepatan beliau dalam mengambil Selamat berpulang Ibu. Kenangan dan teladanmu akan selalukeputusan serta berani mengambil risiko, namun tetap penuh menginspirasi banyak orang!pertimbangan. 25
  26. 26. 26
  27. 27. Banyak yang dapat dipelajaridari beliauProf. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F (K), Sp.KPStaf Ahli Menteri Bidang Mediko LegalE ndang Rahayu Sedyaningsih saya kenal sebagai Beliau begitu bersemangat dan berkeinginan kuat untuk pemimpin, ibu, dan teman. Beliau seorang pemimpin menyelesaikan rancangan peraturan pemerintah tentang Air yang memiliki visi. Ia mampu menguraikan dan Susu Eksklusif dan pengamanan bahan yang mengandung zatmempertahankan pandangannya ke depannya, gigih adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.dalam melaksanakan upaya untuk mencapainya, serta tidakmudah tergoyahkan. Keputusan dalam menghadapi pertentangan dua kepentingan selalu dibuat dengan mempertimbangkan dari berbagai aspek.Di bidang yang merupakan domain kerja saya, khususnya Beliau mau mendengar kritik dan saran, dan mampu pulapenyusunan peraturan perundang undangan, kematangan membuat keputusan yang tegas.beliau dalam membuat kebijakan publik terlihat dengannyata. Beliau bijaksana dalam menghadapi tantangan, Beliau juga konsisten dan konsekuen dalam menjalankan konsepkhususnya dalam kebijakan di bidang Air Susu Ibu, produk dan isi kedua rancangan peraturan tersebut.tembakau, dan sunat perempuan. Beliau meyakini bahwatujuannya baik bagi masyarakat luas. Banyak yang dapat dipelajari dari kepemimpinan beliau. 27
  28. 28. Menkes menyerahkan bantuan bencana mentawai disahkan Wapres dan Mensos tahun 201028
  29. 29. Dua bilah keris Bu Ennydr. Bambang Sardjono, MPHStaf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan DesentralisasiA pabila kita bercerita tentang Bu Endang Rahayu tentang anthusiasme beliau terhadap rakyat, tentang penyakit Sedyaningsih, atau akrab disapa dengan Bu Enny, yang beliau derita, tentang keluarga, dan tentang-tentang yang lain.  tidak  akan pernah ada habisnya. Ada saja topikpembicaraan yang dikaitkan dengan beliau sebab wawasan Saya juga mempunyai kesan tersendiri tentang Bu Enny. Sayabeliau sangat luas. Beliau juga memberikan perhatian yang besar bisa menulis berbagai hal tentang Bu Enny menurut persepsipada banyak hal. saya. Namun, kali ini saya menulis atau bercerita tentang hal-hal yang sangat berbeda dengan yang selama ini diketahui banyakKadang-kadang saya masih belum percaya bahwa beliau sudah orang, yakni tentang keris. Ya, tentang KERIS dan Bu Enny.tiada. Saya sering merasa bahwa beliau masih ada. Ketikasaya sedang berkunjung ke daerah, dan ketika menyampaikan Begini ceritanya; suatu hari  di  bulan Oktober 2011, setelah selesaikebijakan Kemenkes --menjelaskan tentang kebijakan Kemenkes memimpin sebuah rapat di gedung  Kementerian Kesehatan,antara lain PIREB (Pro-Rakyat, Inklusif, Responsif, Efisien -Effektif ketika berjalan menuju ruangan, Bu Menkes memanggil saya.dan Bersih)-- rasanya Bu Enny masih ada di sekitar saya. Seakan- Beliau berkata bahwa ada orang menyampaikan bahwa hobi sayaakan dia sedang mengawasi dari kejauhan sambil tersenyum. adalah mengoleksi keris. Kemudian beliau sampaikan bahwa diaSenyum khas Bu Enny. Atau apabila saya sedang  melintasi Blok A memiliki dua bilah keris peninggalan ayahnya, almarhum Prof.lantai 2 kantor Kementerian Kesehatan, masih terasa kehadiran Sudjiran. Singkatnya, beliau ingin agar saya melihatnya dansosok Bu Enny. Seakan-akan beliau masih berada di ruang kerja minta saran sebaiknya diapakan keris itu. Bu Enny meminta sayabeliau. datang dan melihat  di rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur.Tentu sudah banyak orang yang menulis mengenai Bu Enny dari Pada hari yg ditentukan, yaitu Sabtu pagi, sekitar pukul 08.30,berbagai sudut padang. Misalnya, tentang keterkaitan beliau saya menghadap beliau di rumahnya. Ketika saya tiba di sana,dengan khazanah penelitian, mengenai etos dan semangat kerja, sepertinya beliau baru kembali dari suatu acara  meresmikan atautentang kedekatan beliau dengan program untuk masyarakat, memberikan amanat atau kegiatan di Monas. Beliau mengenakan 29
  30. 30. kaus olah raga lengan panjang. Dan, beliau  rupanya sedang asyik ingin mengetahui hal apapun. Singkatnya, kemudian beliaumenata koleksi gantungan kunci dan magnet kulkas. Ternyata, memasrahkan keris untuk saya bersihkan. Saya menyanggupi.salah satu hobi beliau adalah mengumpulkan magnit kulkas dariberbagai tempat. Kedua keris tersebut saya bawa pulang ke rumah. Saya langsung membersihkan keris itu. Sebenarnya, proses membersihkanSetelah masuk, kami duduk dan ngobrol sejenak seputar keris cukup panjang, dan ada urut-urutan bakunya. Langkahpekerjaan. Saya menyampaikan tentang kegiatan Direktorat pertama adalah merendam keris itu di dalam air kelapa sayu.Bina Upaya Kesehatan Dasar yang saya emban. Lalu, akhirnya, Lalu membersihkan karat. Setelah itu,  memutihkan permukaankami membicarakan tentang keris. Beliau masuk ke kamar dan keris dengan jeruk nipis. Setelah putih, lalu mewarangi, danmembawa keluar dua bilah keris. Satu  terbungkus kain slayer/ seterusnya.scarf dan satu lagi dibungkus kain hitam. Pada saat yang sama saya juga membersihkan beberapa bilahBeliau menceritakan riwayat keris tersebut. Dia menerima keris keris lama saya. Kebetulan, persediaan warangan (arsenikum)itu dari ayahanda. Dia juga bercerita bahwa keris itu sebenarnya saya saat itu tidak ada, maka proses hari itu hanya sampaimilik keluarga, dan akan diberikan kepada adik laki-laki beliau. memutihkan besinya. Pada hari Minggu esoknya saya mintaSaya mohon izin membuka sarung/warangkanya. Lalu saya bantuan ke rekan mranggi (pembuat warangka) di daerahmengamati  dan memeriksa dengan seksama. Saya mencermati Cipinang. Di sana kami  sama-sama mewarangi. Siang itu cuacakeris itu dan mengecek/merujuk referensi --Ensiklopedi Keris cukup bagus, sehingga dalam waktu satu jam sudah terlihatkarya Bambang  Harsrinuksmo dan lainnya yang sengaja saya gambaran pamor di besi ke dua keris tersebut. Saya bisa melihatbawa. keindahan besi berpadu dalam pamor yang indah.  Sementara itu rekan mranggi yang lain menggarap ke dua warangkanya.Lalu saya sampai pada kesimpulan sementara; kedua keris itudibuat dari bahan yang baik. Pamornya bagus. Hanya sedikit Menjelang ashar, proses kerja spoet ini sudah selesaiberkarat karena lama tidak dibersihkan. Deskripsi kedua kerisitu kira-kira adalah: 1) Keris A: Warangkanya Ladrang Surakarta, Keesokan harinya saya kirim SMS ke Bu Enny mengabarkandibuat di era Sri Sunan Paku Buwono IX di Surakarta dan kerisnya bahwa keris telah selesai dibersihkan dan  sudah siap untukSabuk  Inten luk 11 dari zaman Majapahit. 2) Keris B: Warangkanya diantar. Beliau menjawab melalui SMS: kok, cepat  sekali. Sayaladrang Surakarta era baru, Keris Luk 9 yang dibuat zaman tidak menceritakan bahwa saya membersihkan keris itu bersamaMajapahit atau sebelumnya. teman-teman saya para mranggi dari  Madura.Bu Enny rupanya ingin tahu lebih detil. Pertanyaan beliau Kemudian beliau menentukan waktu untuk bertemu di rumahantara lain:  makna pamornya, karya empu dari mana, dinas di Jl. Denpasar. Pada hari yang ditentukan pukul 07.30 sayadari zaman kapan, apa tanda-tandanya, bagaimana cara sudah hadir. Ajudan dan penjaga mempersilahkan masuk. Sayamemelihara dan menyimpan. Sambil mengobrol beliau menunggu di ruang dalam. Sementara itu, seorang pembantumembolak-balik buku ensklopedia. Rasa ingin tahu beliau menyodorkan teh manis dan kue.tentang keris itu sangat besar. Saya menduga, barangkalikarena  beliau adalah seorang peneliti dan jiwa peneliti selalu Sejenak kemudian beliau keluar kamar dengan wajah cerah30
  31. 31. dengan pakaian rapi siap untuk suatu acara. Kemudian memelihara keris.saya menyerahkan keris tersebut kepada beliau sambil menyampaikan dan menjelaskan lebih detil. Intinya, bahwa dua Saya sungguh  bangga dan bahagia diberi amanah, mendapatkeris ini berkualitas baik. Rupanya beliau ingin tahu lebih banyak kehormatan dan kesempatan untuk melihat, memegang tentang keris. Lalu kami membuka buku rujukannya. Kami bahkan membersihkan dan mewarangi pusaka keluarga ibuberdiskusi tentang keris lebih kurang 15 menit. Setelah itu, saya Enny. Demikianlah, sekelumit cerita tentang keris dan Bu Enny.pamit ke kantor. Wilujeng saklajengipun.Cerita ini menggambarkan sisi lain dari bu Enny yang tetapmeneruskan tradisi nguri-urii kabudayan (memeliharakebudayaan), yang salah satunya adalah melestarikan dan Kunjungan Menkes bersama mentri PDT di Sambas Kalbar 31
  32. 32. 32
  33. 33. Ia Memperhatikan Anak Buahdr. Untung Suseno Sutarjo, M. KesStaf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan & Pemberdayaan MasyarakatP ada suatu hari saya diminta menghadap Ibu Menkes. salah besar. Tetapi, mengapa beliau harus bicara sendiri seperti Saya waktu itu memang baru membuat telaahan tentang itu pada saya. Jadi saya dengarkan terus arahan hingga akhirnya pembiayaan sesuai dengan tupoksi jabatan saya, yang beliau menyatakan itu keputusannya harus dijalankan.dikaitkan dengan pengambilan keputusan Ibu Menteri. Jadi, sayadatang membawa semua bahan yang diperlukan. Wah saya speechless, tidak berani menjawab. Saya pikir nanti setelah beliau selesai saya akan bertanya. Kurang lebih 20Sesampai di kamar beliau, langsung saya masuk dan duduk. menit kemudian beliau memberikan kesempatan kepada untukBeliau memang tampak tegang dan langsung menyatakan, “Pak melaporkan apa yang saya bawa. Saya langsung bertanya,Untung harus sadar bahwa jabatan itu adalah amanah. Kalau “Mohon maaf Ibu menteri. Mohon izin, kalau berkenan, ibumasih dibutuhkan, akan tetap menjabat. Kalau tidak mampu, memberitahu apa salah saya sehingga harus dipindahkan.dipersilahkan untuk ke tempat lain.” Saya siap Ibu kalau harus dipindahkan.” Tiba-tiba saja beliau tersenyum dan membalas, “Saya tidak ada niat memindahkanSaya terkejut mendengar kalimat itu, dan macam-macam timbul Pak Untung. Baru saja dilantik, koq dipindah. Saya hanya maudi pikiran saya. Termasuk terpikirkan juga yang paling ekstrim: kasih tahu, instruksi saya di rakorpim, karena saya perhatikan Paksaya harus berkarya di luar Kemkes. Atau, rupanya tidak mudah Untung sudah dua kali tidak hadir, dan harus tahu apa yang sayamasuk jajaran eselon satu. Sebab, saya baru dilantik tiga bulan putuskan.”tapi sudah menghadapi pernyataan yang demikian kerasnya.Apalagi beliau kemudian menjelaskan secara panjang lebar Terus terang perasaan saya kaget campur kagum. Seorangkriteria menjadi pejabat di Kemkes. Beliau juga menekankan menteri mau memanggil anak buahnya untuk menjelaskanapa yang diharapkannya dari para pejabat dalam melaksanakan keputusannya. Baru pertama kali saya mengalami hal seperti itu.program unggulan Kemkes. Beliau juga memperhatikan kehadiran anak buahnya dalam rapatTerus terang pada saat itu saya berfikir, saya pasti sudah buat penting. Ketika saya jelaskan kekagetan saya pada saat awal 33
  34. 34. datang, beliau tertawa. Beliau menyatakan tujuannya sederhana informasi yang benar, sehingga staf bisa menjalankan tugassupaya saya mendapatkan informasi langsung dari sumbernya, dengan baik. Saya masih ingat ungkapan yang sering beliaubukan isu atau gosip. Beliau tidak marah atas ketidakhadiran sampaikan yaitu A chain is only as strong as its weakest link.saya, karena jelas alasannya. Saya baru menyadari betapa beliau Dan benar satu bulan kemudian ada pelantikan pejabat, sesuaimengutamakan chain of command yang harus mendapatkan dengan arahan beliau. Kunjungan Menkes di B2P2TO-OT Tawangmangu34
  35. 35. Dia peneliti baik dan pandaidr. Indriyono Tantoro, MPHStaf Khusus Menkes Bidang Percepatan Pembangunan Kesehatan dan Reformasi BirokrasiK etika itu tahun 1997. Seorang teman mengatakan kepada Ketika terjadi Pandemi SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) saya bahwa di Badan Litbangkes ada seorang peneliti tahun 2002-2003, saya kembali bekerjasama dengan Bu baru yang baik dan pandai. Saya segera menemui peneliti Endang. Di Badan Litbangkes, beliau bertanggungjawabitu untuk berkenalan. Waktu itu, sebagai penanggung jawab mengkoordinasikan konfirmasi laboratorium kasus suspek SARS.program Pengendalian ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), Sedangkan saya yang saat itu bertugas di bidang Surveilanssaya memerlukan counter part dari Badan Litbangkes untuk Epidemiologi, Imunisasi dan Kesehatan Matra, bertanggung-membantu mengembangkan program. jawab dalam surveilans SARS. Selama beberapa minggu, saat Pandemi SARS merebak, setiap hari mulai pukul 08:00 pagiPeneliti itu bernama Endang Rahayu Sedyaningsih. Beliau diadakan rapat koordinasi di Departemen Kesehatan yangmenyatakan bersedia membantu saya dengan ramah. Itulah dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan (waktu itu Dr Sujudi).perkenalan saya pertama kali dengan Bu Endang. Setelah itu Rapat koordinasi itu dihadiri para pejabat terkait serta parapertemanan dan kerjasama kami berlanjut sekitar lima belas klinisi dan para peneliti di bidang penyakit menular. Bu Endangtahun. Berteman dan bekerjasama dengan Bu Endang sangat tidak pernah absen dalam rapat yang setiap hari berlangsungmenyenangkan, karena beliau selalu bersikap ramah dan selama 3-4 jam itu.bersahabat. Beliau juga bekerja keras, profesional, serius, tekun,serta amat bertanggung-jawab. Karena waktu itu saya bekerja Pada tahun 2005, kasus flu burung yang disebabkan virus Influenzadi bidang pemberantasan penyakit menular dan Bu Endang H5N1 mulai bermunculan di Indonesia. Dalam Pengendalian Flubekerja di bidang penelitian yang terkait dengan penyakit Burung, Bu Endang bertugas mengkoordinasikan pemeriksaanmenular, maka kerjasama kami terus berlanjut. Antara lain dalam spesimen dan pengembangan kapasitas laboratorium virusPengendalian HIV-AIDS yang kelak menjadi tugas pokok saya dan Influenza H5N1. Ketika itu saya bertugas sebagai Sekretaris Timmerupakan topik tesis doktor beliau di Harvard School of Public Penanggulangan Flu Burung internal Departemen Kesehatan.Health. Sebetulnya bidang yang ditekuni Bu Endang adalah Medical 35
  36. 36. Anthropology dan Epidemiology, tetapi beliau selalu menekuni Delegasi Amerika dapat menyepakati sesuatu, yaitu sepakatdengan sungguh-sungguh bidang apa pun yang menjadi tugas untuk istirahat makan siang”.dan tanggung-jawab beliau. Di Badan Litbangkes beliau bertugasdi laboratorium yang juga melaksanakan kegiatan virologi Untuk mewujudkan reformasi tatanan tersebut, Indonesiainfluenza. Oleh karena itu pengetahuan dan pemahaman Bu bersama beberapa negara berkembang (like minded countries)Endang tentang influenza tidak perlu diragukan. harus berjuang keras dalam lima Sidang Majelis Kesehatan Sedunia (World Health Assembly), yaitu tahun 2007, 2008, 2009,Pada tahun 2006, ketika Dr. Siti Fadilah Supari menjabat 2010, dan 2011. Akhirnya, pada tahun 2011, sewaktu Bu EndangMenteri Kesehatan, Indonesia mempelopori perubahan atau menjabat Menteri Kesehatan, perjuangan itu berhasil denganreformasi tatanan Pandemic Influenza Preparedness: Sharing sukses. Tatanan baru yang adil, transparan dan setara berhasilof Virus and Sharing of Vaccines and Other Benefits di lingkungan disepakati oleh seluruh negara anggota WHO dalam SidangOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO). Reformasi ini dimaksudkan Majelis Kesehatan Sedunia ke-64 tahun 2011.agar tatanan yang berlaku di WHO tidak merugikan negaraberkembang dan agar menganut prinsip adil, transparan dan Ketika Bu Endang menjabat Menteri Kesehatan (2009-2012),setara (fair, transparent, and equitable). Dalam negosiasi antara saya ditugasi membantu beliau sebagai Staf Khusus Menterinegara berkembang (yang dipelopori Indonesia) dan negara Kesehatan. Beliau melaksanakan tugas Menteri Kesehatanmaju (yang dipelopori Amerika Serikat) tentang reformasi dengan profesional, penuh dedikasi, dan dengan komitmentatanan tersebut, Bu Endang adalah negosiator Delegasi kuat. Hal ini tercermin dalam tag line beliau, yaitu : pro-rakyat,Indonesia dalam aspek tehnis virologi Influenza. Beliau sangat responsif, efektif, inklusif dan bersih. Dalam kesibukan sebagaidisegani oleh delegasi negara-negara yang berpihak maupun Menteri Kesehatan, Beliau tetap membaca dengan teliti semuayang berseberangan dengan Indonesia. Negosiasi berlangsung surat, dokumen, e-mail, dan SMS yang diajukan kepadanya.alot dan untuk mencapai titik temu antara negara berkembang Bahkan beliau menandai dengan coretan jika dalam suatudan negara maju, WHO harus menyelenggarakan beberapa dokumen ada salah ketik, salah ejaan, pilihan kata yang tidakkali IGM (Inter Governmental Meeting) dan beberapa kali Open tepat atau ada data atau informasi yang tidak masuk akal.Ended Working Group (OEWG) di Jenewa sepanjang hampir lima Beliau bukan hanya membaca tetapi juga menilai akurasi datatahun (2006-2011). Ada kejadian lucu dalam salah satu sidang yang disajikan dalam dokumen yang diajukan staf. Beliau selaluOEWG di Jenewa. Ketika itu Bu Endang sebagai negosiator memberikan umpan balik pada hasil pekerjaan staf disertaiDelegasi Indonesia bertahan pada posisi Indonesia untuk bunyi ucapan terima kasih. Umpan balik beliau dapat berupa pujian,suatu paragraf dalam draft MTA (Material Transfer Agreement). kritik, atau teguran. Beliau mengarahkan agar semua surat, e-mail,Sementara itu, pihak Amerika juga bertahan pada posisinya. sms dan telpon yang masuk ke Kementerian Kesehatan dari siapaKetika waktu makan siang tiba, Delegasi Amerika Serikat pun harus direspons segera. Beliau sendiri bekerja cepat, semuamengusulkan agar sidang ditunda untuk istirahat makan siang. berkas yang diajukan kepada beliau rata-rata sudah “turun”Bu Endang, segera mengangkat flag – isyarat minta bicara dalam waktu 1 X 24 jam. Dalam setiap rapat, diskusi, dan saatpada Ketua Sidang - dan sambil tersenyum beliau menyatakan menerima staf atau tamu, beliau selalu mencatat sendiri hal-halbahwa Indonesia dapat menyetujui usul Amerika untuk istirahat yang penting dalam buku catatan. Jika beliau mengikuti Sidangmakan siang. Seluruh peserta sidang tertawa dan Ketua Sidang Kabinet, maka catatan beliau disampaikan kepada staf dalammengatakan : ”Inilah pertama kalinya Delegasi Indonesia dan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) untuk ditindaklanjuti. Ada36
  37. 37. mekanisme unik yang berlaku bagi saya setiap beliau memimpin titik temu antara kedua belah pihak. Akhirnya, kerjasamarapat. Dalam rapat tersebut, bila saya ingin menyampaikan antara Kementerian Kesehatan RI dengan US Namru-2 diakhirisesuatu, saya akan memandang beliau dan beliau paham bahwa pada tahun 2010 itu juga. Selanjutnya, seluruh staf asing USsaya mohon diberi kesempatan bicara. Mekanisme unik ini tidak Namru-2 dipulangkan, dan peralatan yang ada di laboratoriumpernah dibicarakan atau disepakati sebelumnya, berlaku begitu ex-Namru-2 tersebut diserahkan kepada pihak Indonesia. Setelahsaja. kerjasama tersebut berakhir, laboratorium ex-Namru-2 dikuasai dan dikelola oleh Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan.Pada tahun 2010, beberapa bulan setelah Bu Endang menjabatMenteri Kesehatan, diadakan pertemuan bilateral antara Masa-masa berteman, bekerjasama, dan membantu tugas BuIndonesia dan Amerika Serikat di Jakarta untuk membahas Endang sebagai Menteri Kesehatan adalah masa-masa yangkelanjutan kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dengan indah bagi saya. Tapi kehendak Allah yang berlaku di alamUS Namru-2 (US Naval Medical Research Unit-2), termasuk semesta ini. Seperti dikatakan seorang penceramah dalammembahas masa depan Laboratorium Namru-2 yang terletak tausiah memperingati tujuh hari wafatnya Almarhumah Budi kompleks Badan Litbangkes, Jakarta. Delegasi Indonesia Endang : “Allah lebih mencintai beliau. Karena itu beliau dipanggilmendapat arahan langsung dari Bu Endang selaku Menteri berpulang ke Rahmatulah”. Sesungguhnya, segala sesuatu yangKesehatan agar memegang teguh prinsip kepentingan nasional ada di dunia adalah milik Allah dan semuanya akan kembalidi atas kepentingan segalanya. Bersama beberapa teman, kepada-Nya. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga Arwahsaya ditugasi Bu Endang untuk menjadi anggota Delegasi Almarhumah Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih mendapatIndonesia. Ternyata sampai akhir perundingan, tidak tercapai tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Amin. 37
  38. 38. 38
  39. 39. Bu Endang inspirasikudrg. Murti Utami, MPHKepala Pusat Komunikasi PublikIbu.... pengunduran diri sebagai Kepala Bagian tersebut, yang sehariGenggaman tanganmu yang hangat masih kurasakan hari mengurusi pimpinan tertinggi di Kementerian ini. SayaSenyum manismu masih kuingat katakan bahwa saya ingin beliau lancar dalam menjalankanUcapan lembutmu masih kudengar amanah ini, terutama dalam 100 hari kerja pertama beliauKau adalah pemimpin yang mempunyai hati menjadi Menkes. Saya dapat mengerti pasti ada beberapa orangKau gunakan perasaan dan hatimu untuk memimpin Kementerian yang kurang suka apabila saya masih di lingkungan terdekatbesar yang terisi oleh berbagai watak dan nafsu manusia Menkes, karena saya sebelumnya adalah sekretaris Menkes yangSelamat jalan ibuku terdahulu. Tak aku sangka, beliau menjawab dengan jujur dariKau adalah inspirasiku hati beliau, “Saya juga tidak mengerti mengapa orang meminta saya untuk berhati-hati dengan kamu. Saya tau betul bu Ami dan I dont know why. I can trust you.”Tidak seperti yang lainnya, mereka mengenal ibu Endang sudahcukup lama, ada yang dari masa sekolah, kolega kerja di Litbang Jawaban beliau begitu menghentak saya. Beliau menatap sayadan lainnya. Tidak seperti saya. Saya mengenal beliau mungkin dengan tajam. Tanpa kusadari airmata menetes perlahan disekitar 4 tahun terakhir. Itu pun tidak rutin bertemu. Namun sulit pipiku. Ya ALLAH, begitu mulia dan bersihnya hati ibu Endang.rasanya menghilangkan kenangan yang mendalam ini karena Subhahanallah.beliau selalu menjadi inspirasi saya.Sekitar tahun 2010. Ketika beliau diangkat menjadi Menteri Esok harinya kami bekerja seperti biasa. Suatu sore beliauKesehatan, saya menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan memanggil saya dan mengatakan bahwa beliau akan(banyak orang mengatakan kedudukan ini adalah Sekretaris mempromosikan saya menjadi eselon 2. Saya berusaha menolakpribadi Menkes). Pada hari kedua beliau mulai bekerja dengan berbagai alasan, dan saya katakan ingin pindahsebagai Menkes, saya memberanikan diri untuk mengajukan bukan untuk minta dipromosikan. Tetapi beliau tetap ingin 39
  40. 40. mempromosikan jabatan saya menjadi lebih tinggi. Hampir satu bulan beliau dirawat di RSCM. Selalu kusempatkanRupanya keinginan mempromosikan saya telah menjadi menengok beliau, paling tidak seminggu sekali. Saat kujengukpergunjingan. Hal ini saya ketahui dari beliau sendiri. Saya ibu hari minggu pagi tanggal 30 April 2012, beliau menggenggamsempat katakan, “Ibu, walaupun saya sudah mendapatkan tanganku begitu kuat. Seperti biasa, apabila saya menjengukundangan pelantikan untuk besok, dan sekarang ibu menjadi beliau, saya akan bertanya: bagaimana kabar ibu hari ini? Dengansusah dan bingung, maka saya mohon untuk tidak dilantik besok senyum dan suara yang sudah parau, beliau menjawab, “Baik,karena saya sebenarnya tidak ingin sebuah jabatan.” Bu Ami.” Kami sempatkan untuk berdzikir menyebut asma Allah bersama dan saat saya akan pamit, beliau menyampaikan pesanSaat itu tangan saya ditarik untuk diajak ke ruang istirahat beliau terakhir untuk saya, “Sukses, ya, Bu Ami.”(ruangan itu berada di samping ruang kerja beliau). Kami dudukdi kursi makan dengan cukup dekat dan tanpa saya sangka Pesan terakhir ini yang selalu menjadi bagian dari inspirasi saya,beliau katakan. “Kalau saya jadi bu Ami, saya akan tunjukkan yaitu dorongan seorang ibu untuk anaknya.kepada orang-orang yang menilai ketidakmampuan saya, bahwasaya bisa.”  Oh, ibu. Engkaulah inspirasiku. Tanpa doronganmu, saya tidak dapat membuktikan bahwa ternyata saya bisa. Ketulusanmu,Langsung saya merespon dengan tegas, “Apabila memang kelembutanmu, dan kehangatanmu akan selalu menjadiini yang ibu inginkan, saya bisa.” Kulihat ibu tersenyum, kenangan yang sejati.dan memegang tanganku dengan erat. Terima kasihibu, kau telah memberikan kepercayaan kepadaku. Ya, Allah, ampunilah Ibu Endang. Tempatkanlah beliau di sisiMu yang  hangat dan lembut sesuai dengan amal ibadah yang selaluPerjalanan saya menjadi seorang Kepala Pusat Komunikasi Publik beliau berikan kepada kami. Amien.mengharuskan kami selalu berkomunikasi. Saat beliau mulaitidak dapat aktif masuk kantor dan harus beristirahat, baik dirumah maupun di rumah sakit, maka menjadi semakin seringkami ber-SMS dan ber-email. Hal ini karena semakin banyakwaktu beliau menonton tv dan membaca media cetak maupunonline. Semua komunikasi kami tentang pekerjaan, sampaiakhirnya saya memberanikan diri mengirim SMS ke beliau: “Sayakangen dengan Ibu. Setiap hari saya hanya menjawab SMS Ibuyang semuanya terkait dengan pekerjaan.”Tengah malam ternyata beliau  menjawab SMS saya, “ApabilaBu Ami berkenan menengok saya, datang saja besok.” Dengansemangat, kutengok ibu di Paviliun Kencana RSCM, siang.Ternyata saya tidak sendiri. Di kamar ibu sudah ada kolega dansahabat sahabat ibu dari Litbangkes. Kami tertawa dan bercanda.40
  41. 41. Empaty, rational, smart, and smiledr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.KesDirektur Bina Yankes Tradisional, Alternatif & komplementerDirektorat Jenderal Bina Gizi Ibu dan AnakK ami mengenal Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, mendapat sambutan positif dari pemangku kepentingan; yang MPH, Dr.PH, sebagai Menteri Kesehatan RI. Lebih dari itu pada akhirnya kami merasakan kemajuan pesat. kami mengenal beliau sebagai seorang pimpinan yangmampu memacu kami untuk mengemban amanah dalam Ini semua bermula pada tanggal 3 Januari 2011, ketika nama sayamengakselerasikan pengembangan dan penataan pelayanan disebutkan menjabat sebagai Direktur Bina Pelayanan Kesehatankesehatan tradisional. Baik penataan di tingkat masyarakat, Tradisional, Alternatif, dan Komplementer. Ketika itu mungkinmaupun penataan fasilitas kesehatan. Penilaian ini kami anggap hampir semua yang hadir di Auditorium Dr. Leimena “surprise”tidak berlebihan, apalagi bila melihat dukungan yang sangat --untuk tidak mengatakan kaget dan tertanya-tanya-- jabatanbesar dari beliau untuk pekerjaan yang kami tangani. Beliau apa gerangan yang diberikan kepada saya.terus memotivasi kami agar kami terus berusaha mengejarketertinggalan Indonesia dibandingkan dengan negara lain dan Lalu, saat Bu ERS memberikan ucapan selamat dengan menjabatmengangkat citra Jamu sebagai Brand of Indonesia. tangan, Beliau mengatakan: “Pak Abidin, saya percaya Bapak bisa mengemban amanat ini, Presiden punya harapan besarTidak mudah mewujudkan hal di atas karena banyak tantangan, pada bidang ini.” Saya tatap Ibu ERS, dan saya balas denganwalaupun peluang yang dinamis juga selalu datang. Namun anggukan lega dan senyum, sebagai pertanda bahwa saya akanBeliau terus memberikan dukungan melalui kebijakannya sebagai memperhatikan permintannya.menteri. Karena kebijakan dan dukungan itu, Direktorat BinaPelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer Saya dan teman-teman di lingkup Dit. Tradkom (demikian(Dit.Bina Yankes Tradkom), Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA, kami menyebut inisial pendek nomenklatur institusi kami),menjadi mampu melakukan banyak hal mendasar. Antara lain, sudah berkomitmen kuat dan mengibarkan semangat strategimenyusun Regulasi, NSPK, Revitalisasi sistem dan kelembagaan, “Akselerasi Program”. Hasilnya luar biasa. Kami mencapai targetserta memacu Integrasi Pelayanan Kesehatan Tradkom di di atas sasaran hingga akhir tahun 2011. Tahun itu bisa ditutuprumah sakit dan Puskesmas. Semua yang telah kami lakukan itu dengan Pencapaian Target di atas sasaran, baik sosialisasi/ 41
  42. 42. advokasi ke seluruh Provinsi, Revitalisasi Sentra P3T (semula zero jeda acara internal atau eksternal, kami berdua sering terlibatmenjadi 17 Sentra), NSPK, Regulasi: lebih 40 Rumah Sakit dan diskusi panjang tentang mengembangkan Dit. Tradkom. Bahkanlebih 100 Puskesmas telah memberikan Pelayanan Kesehatan kami membicarakan juga hal-hal yang sensitif dan serius.Tradisional yang terintegrasi dan bersinergi dengan pelayanan Alhamdulillah, Ibu Menteri bisa menerima dengan besar hati.konvensional yang sudah ada sebagai komplementer maupun Karena itu, saya merasakan betul, ruang dan peluang untukalternatif. saling asah, asih, dan asuh antara pimpinan dan bawahan.Sebenarnya, masih banyak agenda kerja atau “permintaan” ibu, Ibu Menteri telah memberikan hadiah kepada Indonesia berupatermasuk untuk jalan bersama ke Puskesmas dan Rumah Sakit karya besar untuk mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri.yang telah memberikan Pelayanan Tradkom. Jalan bersama ini Karya besar itu termasuk lembaga “Direktorat Bina Pelayanankira-kira seperti sudah kami lakukan di Satelit Obat Tradisional Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer” yangRumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta. Di sini Ibu merupakan institusi paling baru di lingkungan KementerianMenteri berpesan agar mengutamakan produk Obat Herbal Kesehatan. Ini juga menjadi bukti tekad dan mutiara gagasanasli Indonesia. Ibu juga berpesan agar kami menertibkan iklan beliau.pengobatan tradisional lokal dan asing. Saya percaya Ibu ERS, seperti keyakinan kami para “Tradkomers”Program yang sudah kami agendakan adalah kunjungan ke (sebutan gampang bagi para pegiat Program Bina Yankesfasilitas industri Jamu, antara lain ke Kampoeng Djamoe Organik Tradkom), bahwa Yankes Tradkom punya masa depan gemilang(KADO) di Cikarang, Puskesmas Yankestrad di NTB, dan banyak di Indonesia dan bahkan dapat memberikan kontribusi untukkunjungan lain lagi. kualitas kesehatan dunia.Perhatian Ibu ERS pada Dit.Tradkom semakin terlihat saat Kini Ibu telah berpulang ke Rahmatullah dengan cara yangsaya mendapat giliran Paparan Eselon 2 di forum Rapat Kerja sangat luar biasa. Namun Ibu meninggalkan semangat baja.Pimpinan. Di hadapan Menteri dan seluruh eselon 1 dan Staf Semangatmu itu telah menjadi bagian dari kami yang terusKhusus Menteri, mungkin Dit. Tradkom termasuk paling lama memperjuangkan cita-citamu memajukan Yankes Tradkom didibahas. Ketika itu, pembahasan di Dit. Tradkom mencapai tiga bumi Indonesia.jam lebih, termasuk jeda isoma 45 menit. Pertanyaan, pandangan,gugatan, harapan dan dukungan yang diberikan, menunjukkan Selamat jalan Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH.betapa Ibu Menteri sangat menguasai dan punya visi yang kuat Semoga Allah SWT menerima semua amal-ibadah Ibu dan Ibudan futuristik untuk mengembangkan Tradkom di Indonesia. mendapat surga jannatunna’iim.. Aamiin ya Robbal Alamin.Sikapnya jelas dan tegas, santun mendengar dan berbicara. Semua Izinkan saya memberi makna untuk inisial namamu ERS:itu membuat kita selalu terdorong untuk memberikan masukan E untuk Empaty,agar mendapat hasil akhir yang maksimal. Kami memberikanmasukan dengan segala cara, termasuk berkomunikasi melalui R untuk Rational dansms yang interaktif. Kami pernah berbicara empat mata dirumah Beliau di Duren Sawit. Di sela perjalanan dinas atau saat S untuk Smart and Smile.42
  43. 43. Ringan membantu akar rumputAnorital SutanbatuahPeneliti Pusat 1S etahun setelah menjadi warga Balitbangkes (1998), Ibu dengan Ketua KPP. Usul ini disetujui oleh dr. Ingerani, SKM (saat Endang Rahayu Sedyaningsih, mengajukan proposal itu sebagai Ka Puslitbang). Sayangnya beliau jadi Ketua PPI hanya penelitian tentang PMS untuk mendapat dana hibah 1 periode (2002-2003).Risbinkes. Sewaktu dinilai Tim Pakar, proposal tadi mendapatnilai tinggi dan layak dibiayai dari APBN. Namun setelah itu, Akhir 2004, tsunami meluluhlantakkan Aceh. Sebagai seorangbeliau jarang mengajukan proposal lagi untuk dapat dibiayai peneliti dan juga dokter, sifat untuk menolong sesama yangdari APBN karena anggaran Balitbangkes yang memang terbatas. sedang dilanda musibah, membuat beliau sudah tidak sabar lagiBeliau lebih sering memanfaatkan dana hibah dari donor agency. untuk ditugaskan ke Serambi Makkah. Sempat beliau berujar ke saya: “Pak Ano, saya jadi geregetan nih dengan lambannyaTahun 2000 saya dipromosi ke Puslitbang Pemberantasan upaya penanggulangan yang dilakukan”.  Hancurnya sarana danPenyakit (kelak berubah nama menjadi Biomedis dan Farmasi, prasarana laboratorium menyebabkan Balitbangkes ditugaskandan kini Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan). Kerja sama untuk mendirikan laboratorium lapangan (laboratoriumsaya dengan Ibu Endang semakin intens. Terlebih lagi sewaktu lapangan ini kelak menjadi Loka Litbangkes Banda Aceh).beliau dipilih para peneliti menjadi Ketua PPI (Panitia PembinaIlmiah)  Puslitbang Pemberantasan Penyakit. Jika dalam lingkup Oleh Ka Puslitbang (saat itu dr. Agus Suwandono), Ibu Endangnegara, Ketua PPI dapat disamakan dengan Ketua DPR. Meski ditugaskan memimpin Tim Litbangkes untuk menjalankanbukan merupakan jabatan struktural, Ketua PPI punya pengaruh operasional lab lapangan. Di bawah kepemimpinan Ibuyang besar bagi Kepala Puslitbang dalam menetapkan berbagai Endang, tim yang terdiri dari para peneliti dan teknisi litkayasakebijakan. Salah satu usulan beliau adalah pemisahan fungsi KPP (laboratorium), melaksanakan tugas dengan baik. Dalam(Kelompok Program Penelitian) yang semula juga mencakup bertugas, Ibu Endang banyak menggalang kerja sama denganfungsi laboratorium sebagai pendukung penelitian. Fungsi lembaga donor dan LSM dari manca negara. Kepiawaian beliaulaboratorium dijadikan tersendiri, bebas dari pengaruh KPP, dalam berkomunikasi dan membina hubungan yang baik,sehingga Penanggung Jawab Laboratorium sama kedudukannya mendapat banyak pujian dari berbagai pihak.  43
  44. 44. Awal tahun 2007, Ibu Endang diberi kepercayaan untuk menjadi ”memarahi” tersebut, beliau menyesal tidak dapat bertahanKepala Puslitbang (saat itu sudah berubah menjadi Puslitbang untuk tidak ”marah”. Sengaja saya menuliskan kata marah denganBiomedis dan Farmasi/BMF). Keputusan pak Triono Soendoro/ menggunakan tanda apostrof (”) karena yang namanya ”marah”pak TS (sebagai Ka Badan Litbangkes) mempromosikan Ibu tetap yang keluar adalah kata-kata santun. Untuk menghindariEndang adalah keputusan yang sangat tepat. Terlebih lagi saat itu kata-kata kasar, dalam marah Ibu ERS lebih sering memilihRiskesdas baru akan dimulai. Sebuah pekerjaan besar yang belum menggunakan kata-kata bahasa Inggris.pernah dilakukan Badan Litbangkes. Sebagai Ka. PuslitbangBMF, beliau bertanggung jawab dalam pelaksanaan Riskesdas Salah satu yang patut kita teladani pada diri Ibu Endang adalahdi 8 provinsi (Banten, DKI Jakarta, Jateng,  DI Yogyakarta, Kalbar, contoh yang diberikan dalam menjalani pekerjaan sehari-hari.Kalteng, Kalsel, dan Kaltim). Dalam perjalanan kegiatan, ternyata Beliau tidak pernah meminta agar staf Puslitbang BMF harustanggung jawab pelaksanaan Riskesdas tidak hanya dalam masuk dan pulang pada jam sekian. Hanya sekali-kali beliaupengumpulan data kesmas saja. Puslitbang BMF pun dibebani mengingatkan masalah kedisiplinan pegawai dalam acara-acaratanggung jawab mengkordinir kegiatan pengumpulan data tertentu. Tapi kita melihat bagaimana disiplinnya beliau bekerja,biomedis di 33 provinsi. Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan masuk kantor antara pukul 7-7.30 pagi dan keluar kantor bisabeliau, tugas maha berat tersebut dapat diselesaikan dengan terkadang sampai pukul 9 malam. Bahkan hari Sabtu pun, beliaubaik. Tidak salah jika Pak Triono menggelari beliau sebagai ke kantor. Etos kerja seperti ini tidak hanya beliau perlihatkan”wanita besi” (iron woman). Tahan bantingan, tidak pernah sewaktu jadi Ka. Puslitbang; tapi sudah ”berurat-berakar” sejakmengeluh, dan bekerja sepenuh hati. masuk ke Badan Litbangkes (1997) menjadi peneliti. Beliau pernah menasehati saya: ”Pak Ano,   kita tidak perlu memintaSelama beliau berada di lingkungan Puslitbang BMF, baik sebagai staf untuk datang dan pulang kantor sesuai dengan keinginanpeneliti maupun Kepala, banyak kenangan manis yang dirasakan kita, cukup dengan kita memberikan contoh datang lebih awalpara staf, terutama dari kalangan ”akar rumput” (office boy dan dan pulang lebih belakangan, maka sedikit banyaknya akansekuriti).  Ingatan kolektif yang tidak pernah dilupakan oleh menyentuh kesadaran staf untuk lebih disiplin”.”akar rumput” adalah sesaat menjelang lebaran, beliau selalumembagi-bagikan hadiah lebaran dari uang pribadi beliau. Tidak Hal lain yang menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakanhanya itu, mereka yang mendapat musibah dan kemalangan, bagi para peneliti dan para teknisi litkayasa (laboratorium)tidak segan-segan Ibu Endang membantu. adalah kepedulian beliau dengan sarana pendukung penelitian. Saat itu porsi anggaran Badan Litbangkes dari APBN terbilangSebagai seorang pemimpin, ada beberapa hal yang membuat memprihatinkan. Pendingin ruangan (AC) banyak yang sudahsaya terkesan dan hal itu membuat kita seharusnya meneladani tidak berfungsi, lemari pendingin  tempat penyimpan spesimensifat tersebut. Selama Ibu Endang menjadi Ka. Puslitbang BMF, dan reagen terbatas, peralatan kantor seperti mesin fotocopytidak pernah beliau berkata kasar atau ketus terhadap staf tidak ada, demikian juga mesin fax. Dari honor beliau sebagaiatau bawahan beliau. Meskipun beliau tampak stress dengan ketua pelaksana penelitian, peralatan tersebut satu demi satupekerjaan yang memburu,   beliau tetap menunjukkan wajah diadakan. Seminggu setelah saya bertugas di Puslitbang, stafbiasa seperti tidak terjadi apa-apa. Marah kepada staf? Selama urusan rumah tangga lapor bahwa ada rehabilitasi ruangini tidak pernah. Hanya pernah sekali beliau ”marah”, itu pun laboratorium bakteriologi khususnya untuk tuberkulosis. Sayakarena ulah staf tsb sudah sangat keterlaluan. Sewaktu kejadian  tanya biayanya dari mana. Staf tersebut menjawab bahwa biaya44
  45. 45. berasal dari Ibu Endang. Padahal saat itu Ibu Endang masih Allah swt berkehendak lain untuk Ibu Endang. Beliau disayangisebagai peneliti. Namun beliau merasa prihatin dengan kondisi Allah untuk lebih dahulu menghadap dibanding kita semua.laboratorium tuberkulosis yang kurang aman bagi para teknisi Selamat jalan Ibu Endang.litkayasa yang bekerja. Di akhir tulisan ini, saya persembahkan selarik puisi untuk IbuKabar wafatnya Ibu Endang, saya terima saat kami Tim PDBK Endang.Bulungan berada di ruang tunggu bandara Juwata Tarakan.Semula beberapa dari antara kami tidak percaya berita Ibu Endang ......tersebut.  Pimpinan Tim, Ibu dr. Eka Viora, sibuk menelpon. limapuluhtujuh tahun menembus waktu,Akhirnya kepastian beliau wafat kami terima setelah email menjalani kehidupan yang patut ditiru.Pak Triono masuk. Seluruh PDBK-ers terduduk lemas. Meski Kala kami berteriak,sebelumnya kami sudah siap andaikata menerima kabar seperti Ibu menoleh sejenak,itu,  mengingat berbagai pemberitaan dan info kritisnya kondisi namun kami tak melihat lagi senyuman Ibu.beliau sejak Selasa sore. Pak Yongki terduduk lemas. Pandangan Kini kesunyian menerkam kami,mata mbak Parmi menatap sayu, ada semburat kesedihan di karena Ibu terbaring damai di belantara belulang para pejuang,kelopak matanya. Seluruh  PDBK-ers Bulungan langsung turun antara Karawang--Bekasi.selera makannya. 45
  46. 46. 46
  47. 47. Sang pencetus jaminan persalinanDirektorat Bina Kesehatan IbuD irektorat Bina Kesehatan Ibu dan siapapun yang sini terllihat jiwa besar dan jiwa kepemimpinan yang besar pula. berkecimpung dalam program kesehatan ibu, pasti memiliki kesan mendalam terhadap sosok Ibu Endang Sifatnya yang sangat keibuan dia wujudkan juga dalam program-Rahayu Sedyaningsih. Sosok Ibu Endang telah memberikan program kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kauminspirasi yang luar biasa, khususnya bagi kaum perempuan ibu. Sebagai seorang ibu, beliau sadar betul bahwa hambatanIndonesia. Tanpa banyak bicara dan berteori, Ibu Endang telah finansial masih menjadi kendala bagi sebagian ibu di Indonesia,secara nyata memberikan gambaran seorang perempuan yang sehingga mereka tidak bisa mengakses pelayanan kesehatantak kenal lelah bekerja bagi rakyat dan bangsanya, dengan tidak ibu dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Dalammeninggalkan amanahnya sebagai seorang istri bagi suami dan analisis Ibu Endang, hal itu turut berperan dalam menyumbangibu bagi anak-anaknya. Sosok Kartini di masa lampau, bagai kematian ibu di Indonesia. Pemahaman itu mendoronglahir kembali dan menjelma dalam diri seorang Endang Rahayu Ibu Endang untuk melahirkan program Jaminan PersalinanSedyaningsih. (Jampersal) sejak tahun 2011, yang menanggung biaya paket persalinan secara komprehensif sejak pemeriksaan kehamilan,Endang Rahayu Sedyaningsih dikenal sangat keibuan. Ia ramah, pertolongan persalinan, pelayanan ibu nifas, pelayanan keluargalemah lembut, dan penuh kasih. Dalam kesehariannya sebagai berencana pasca persalinan, hingga pelayanan bayi baru lahir.Menteri Kesehatan, Ibu Endang dikenal sangat dekat denganseluruh stafnya, tanpa memandang jabatan, agama, atau status Kehadiran program Jampersal disambut hangat masyarakatpekerjaannya. Ibu Endang juga tidak pernah marah kepada Indonesia khususnya bagi ibu hamil yang tidak memiliki jaminansiapa pun. Namun itu bukan berarti Ibu Endang lemah. Apabila pembiayaan paket persalinan. Banyak sudah kaum ibu yangIbu Endang menjumpai pelanggaran aturan oleh stafnya, dia terbantu oleh program Jampersal. Sepanjang tahun 2011 saja,menunjukkan ketegasan yang amat sangat, namun tetap dibalut lebih dari 1,5 juta ibu telah melahirkan dengan ditanggungdengan kesantunan dan semangat mendidik, sehingga tidak Jampersal.menimbulkan sakit hati bagi staf yang mendapat peringatan. Di 47
  48. 48. Mewakili keluarga-keluarga di seluruh Indonesia yang telah “Saya sangat bersyukur sekali atas adanya Jampersal. Pada harimenerima manfaat Jampersal, berikut kami sampaikan ungkapan Kamis 1 Maret 2012 istri saya melahirkan anak pertama di Sidoarjo.terima kasih yang disampaikan oleh Bpk. Paul Wowor dan istri Pelayanannya sangat baik sekali. Bagi teman-teman yang mau ikutdari Pekanbaru Riau serta Bpk. Mufly dan istri dari Sidoarjo Jawa program Jampersal di manapun kalian berada, program ini sangatTimur, sebagaimana telah diungkapkannya melalui website baik dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Terima kasih semuanya.”Direktorat Bina Kesehatan Ibu: (Bpk. Mufly dan istri dari Sidoarjo, Jawa Timur)“Dear Depkes, saya mengucapkan terima kasih. Dengan Kebaikan yang telah diterima oleh Bpk Paul Wowor sekeluarga,menunjukkan KTP selaku warga Pekanbaru, kami diberikan Bpk Mufly sekeluarga, serta ribuan lainnya penerima manfaatpelayanan Jampersal yang sangat memuaskan, tanpa biaya sepeser Jampersal di seluruh Indonesia, semoga menjadi kebaikanpun. Saya yang dalam kondisi tidak bekerja sangat berterima kasih juga bagi almarhumah Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih, sangkepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam program pencetus Jampersal.Jampersal.” (Bpk. Paul Wowor beserta istri dari Pekanbaru, Riau) Selamat jalan Ibu Endang, doa kami selalu menyertai Ibu...48
  49. 49. 2,5 tahun yang sangat berartiDr. Merki Rundengan, MKMAuditor ItjenP enujukan Dr. Endang RS sebagai Menteri Kesehatan sempat Sehat rohani khusus buat jajaran Kemkes dan umumnya jajaran menimbulkan tanda tanya ketika namanya diumumkan kesehatan, karena beliau telah menunjukkan konsistensi dan oleh istana. Namanya tak pernah diperhitungkan. Namun semangat anti korupsi dan anti gratifikasi yang terus ditularkansetelah menjalankan tugas sebagai Menteri Kesehatan, dia ke jajarannya.menunjukkan kelasnya sebagai orang yang sangat layak dudukdi kursi Menteri Kesehatan. Buku alm dr. Endang RS terakhir “Untaian Garnet dalam Hidupku” yang habis kubaca dalam tiga jam, sungguh memberikan banyakBuktinya? apa yang telah dilakukannya menunjukkan bahwa pencerahan bagaimana perjuangan Beliau untuk memajukandia adalah seorang menteri yang memiliki profesionalitas tinggi, kesehatan Indonesia, tanpa ada pengecualiaan.pekerja keras, serta memiliki integritas dan konsistensi yang luarbiasa. Setelah setahun Ibu Endang menjadi Menteri Kesehatan, Sedih dan haru sungguh tak terkatakan manakala kita menatapkita meyakini bahwa akan ada kemajuan di bidang kesehatan beliau kaku dan tak bisa menyatakan besarnya perjuangannyadan Kementerian Kesehatan. Baik menyangkut pekerjaan untuk dunia kesehatan. Namun kesadaran melanjutkantugas pokok dan fungsi serta jajaran Kementerian Kesehatan. perjuangan Beliau tetap harus kita kobarkan.Kerja keras Beliau telah membawa perubahan bagi kemajuanpembangunan kesehatan Indonesia. Itu sudah terlihat nyata. Semoga semua insan kesehatan Indonesia tidak terpaku dalamWalaupun Beliau baru bekerja 2,5 tahun. keharuan kehilangan. Tetapi, semua pihak bersatu padu dengan penuh kesadaran dan kesungguhan meneruskan perjuanganSeandainya sisa jabatan 2,5 tahun (ataupun lebih) bisa terus almarhumah tanpa kompromi dan niat korupsi. Semoga.Beliau jalani sebagai Menteri Kesehatan, rasanya Indonesiaakan mencapai kondisi berperilaku sehat dan berpola hidup Terima kasih Ibu untuk semua yang telah kau berikan untuksehat jasmani dan rohani. Itu pasti. Sehat jasmani buat rakyat Indonesia tercinta ini...Indonesia karena kesadaran yang dibangun atas arahan Kemkes. 49
  50. 50. Pemberian penghargaan kepada Karyawan Kemenkes di halaman Upacara Kemenkes50
  51. 51. Selalu punya waktu untuk stafdra. Rahmaniar Brahim, Apt, M.KesInspektur III, ItjenK ejadian ini tidak bisa saya lupakan karena sangat email. Dan, Beliau langsung menjawab email saya, seraya juga membahagiakan saya. Ya, ketika itu tanggal I Februari mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. 2011. Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada IbuEndang, Menteri Kesehatan. Di samping menyampaikan ucapan Kejadian ini menyadarkan saya bahwa Ibu Menkes sebagaiselamat, saya juga mengatakan bahwa saya juga berulang tahun pimpinan tertinggi, selalu punya waktu untuk siapa saja.pada tanggal yang sama. Termasuk untuk stafnya. Beliau selalu berusaha agar dapat membahagiakan orang lain.Lalu yang terjadi adalah: saya dikirimi bunga besar oleh Beliau,dengan ucapan selamat ulang tahun. Ketika itu saya masih Buat saya bunga kiriman Ibu Endang tersebut sangat surprise,menjabat sebagai Kepala Bidang Statistik Kesehatan di Pusdatin. berarti, dan membanggakan sekali. Bunga itu juga sebuah anugrah dari Allah melalui Ibu Endang karena saya bahagiaSewaktu saya mengucapkan selamat ulang tahun melalui bukan main menerimanya. 51
  52. 52. Foto bersama Perawat RSUD Labuha Maluku Utara52
  53. 53. Beliau bagian dari kamiSupraptiniPeneliti Pusat 3P ada saat saya di San Diego Hills, ketika mengikuti Upacara karena sedang berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4. Pemakaman Ibu Endang, saya sempat kaget begitu Namun, dalam kesempatan Bedah Buku di RSCM, Beliau juga mendengar Presiden SBY menyebut akan membacakan kami undang dan hadir. Di dalam pidato sambutannya, saatkata pengantar dari Bu Endang yang ditulis untuk “Buku Berdamai itu Beliau meralat kata pengantar di buku di atas. Katanya:Dengan Kanker”. Saya jadi teringat pada saat saya memohon kata bahwa Beliau juga sudah menjadi survivor kanker karenapengantar tersebut kepada Beliau. sudah menjalani hidup bersama kanker. Beliau merasa bagian dari kami semua para survivor kanker. Setelah itu setiap adaSaat itu saya hanya menulis SMS kepada Beliau yang berbunyi: acara kanker Beliau selalu kami undang dan Beliau selaluYth. Ibu Endang. Saat ini kami para survivor cancer  akan menulis menyempatkan datang kalau ada waktu. Luar biasa kemauanbuku tentang pengalaman kami dengan kanker. Hasil penjualan Beliau untuk dapat membantu kegiatan-kegiatan kami.buku tersebut akan kami pergunakan untuk kegiatan CISC(Cancer Information and Support Center), untuk membantu Perlu saya ceritakan di sini bahwa kegiatan kami selain memberipara pasien kanker yang membutuhkan. Apakah kiranya Ibu support kepada pasien kanker. Kami juga punya kegiatan Rumahberkenan untuk menulis kata pengantar untuk buku tersebut? Singgah, yaitu rumah yang kami kontrak untuk membantu para pasien yang datang dari luar Jakarta untuk menginap, terutamaTidak saya sangka, beliau langsung menjawab SMS: Tentu saya untuk pasien-pasien Gakin dari luar Jakarta. Saat ini kamimau Bu Prapti. memiliki 4 rumah singgah: satu di dekat Rumah Sakit Kanker Dharmais (di Slipi), satu di Jl. Talang dekat RSCM, satu di dekat RS.Setelah naskah kami selesai diedit oleh Mbak Yuniarti Tanjung Persahabatan, dan satu lagi di daerah Paseban.(wartawati Femina), naskah saya kirimkan kepada Beliau.Naskah itu saya titipkan kepada mbak Iis yang kebetulan Semoga kegiatan kami diridhoi Tuhan Yang Maha Esa. Amin.mau ke rumah Beliau. Kurang dari seminggu kami telah Selamat jalan Ibu Endang. Kami semua mendoakan, semogamenerima Pengantar yang Beliau tulis. Bukan main, di situ Ibu mendapatkan tempat yang layak disisiNYA dan beristirahatBeliau mengaku terus terang bahwa beliau belum survivor dengan tenang dan damai. Amin. 53

×