Bab 5. awan, hujan, angin dan pengaruhnya terhadap tanaman

6,689 views

Published on

1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,689
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
246
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 5. awan, hujan, angin dan pengaruhnya terhadap tanaman

  1. 1. Bab 5. Awan, Hujan, Angin dan Pengaruhnya terhadap Tanaman Penulis Dr. Ir. Ismangil, MS. Editor kelas: Purwandaru Widyasunu (Lab. Tanah / Sumberdaya Lahan, Faperta, Unsoed)
  2. 2. AWAN DAN HUJAN Definisi Awan adalah kumpulan partikel air yang tampak di atmosfer, sebagai hasil dari kondensasi uap air. Partikel air itu dapat berupa tetes air maupun kristal es. Kondensasi adalah perubahan fase gas ke fase cair Hujan adalah curahan yang terdiri atas tetes air yang diameternya lebih dari 500 µm dan kecepatan jatuhnya >3 m/detik.
  3. 3. Pembentukan awan dan hujan Prasarat pembentukan awan dan hujan adalah tersedianya: 1. inti pengembunan (kondensasi) 2. uap air 3. suhu rendah (dingin) Perubahan dari uap air menjadi partikel air (embun) membu- tuhkan permukaan, tanpa permukaan sulit terjadi partikel air (embun). Contoh pengembunan di permukaan bumi pengem- bunan terjadi pada permukaan tanaman, tanah, dll. Di atmosfer bumi pengembunan terjadi pada partikel yang melayang, dengan ukuran antara 0,001 dan 10 µm, dan bersifat higroskopis. debu  pembakaran, tanah tiupan angin asap  pembakaran SO2  hasil kegunungapian, cerobong penyulingan minyak NaCl  deburan gelombang laut benda kecil  spora, dll
  4. 4. Pembentukan awan dan hujan …. Pada kondensasi terbentuk uap jenuh, terjadi kesetimbangan uap air dan air uap air === air  ea = es Bila udara didinginkan, maka kelembaban nisbinya naik menjadi 100 %, tetapi sebelum tercapai keadaan ini, pengembun-an dimulai dari permukaan inti pengembun yang ukuran besar. Tetes yang terbentuk akan tumbuh mencapai tetes awan pada saat KN mendekati 100 %. Efek larutan dilawan efek kelengkungan. Akibatnya inti pengembunan kecil kurang aktif karena inti pengembunan yang besar ada telah diguna-kan oleh uap air. Oleh sebab itu, banyak tetes awan di dalam suatu volume lebih kecil dari pada banyaknya inti kondensasi. Tetes awan dan hujan r tetes awan antara 1,0 dan 20 µm atau Ø 2 dan 40 µm r tetes hujan antara 100 dan 3000 µm atau Ø 200 dan 6000 µm
  5. 5. Tetes awan dan hujan . 0,1 -5 cm/detik > 5 cm/detik Tidak akan jatuh Inti kondensasi, ∅: 0.001-10 µm ∅: 2-20 µm
  6. 6. Pengubahan tetes awan  tetes hujan Teori tumbukan-penggabungan Teori tumbukan Suhu > 0oC, awan panas Proses hujan panas
  7. 7. Macam awan Di atmosfer terdapat banyak bentuk awan. Berdasar bentuknya awan digolongkan menjadi 1. awan berserat (sirus)- a. tinggi (>7 km) 2. awan berlapis (stratus)-a. tengahan (2-7 km) 3. awan bergumpal (kumulus)-awan rendah (< 2 km) sirus = rambut/serat Sirokumulus sirostratus altokumulus altostratus nimbostratus stratokumulus stratus kumulus kumolonimbus
  8. 8. Macam awan
  9. 9. Awan sirus (cirrus), stratus, dan kumolonimbus cirrus kumolonimbus stratus
  10. 10. Macam hujan Hujan konveksi terjadi sebagai arus vertikal (udara hangat dan lembab) yang disebabkan oleh pemanasan adia- batik  awan kumulus  kumolonimbus. Pemanasan adiabatik adalah proses yang tidak ada pertukaran bahang antara sistem dan lingkungannya Hujan Orografik adalah hujan terbetuk oleh uap air dipaksa naik pegunungan. Hujan frontal adalah hujan pada lintang tengah akibat naik- nya masa udara yang mengalami konvergensi. Hujan ini terjadi pertemuan masa udara dingin yang kering dan hangat yang lembab. Terbentuk awan stratus dan awan kumulus pada musim panas. Hujan gangguan adalah hujan yang terbentuk oleh uap air yang mengalami konvergensi
  11. 11. Cara mengukur awan dan hujan Ombrometer Observatorium Otomatis elektronik
  12. 12. Pengamatan Hujan Hujan yang diamati adalah tebal air hujan yang diterima di permukaan bumi sebelum mengalami evaporasi dan peresapan ke dalam tanah. Hujan yang diamati adalah yang mempunyai ketebalan > 0,5 mm. Alat penakar hujan (ombrometer) dipasang bebas dari gang- guan tegakan (benda yang berdiri), misalnya gedung, pohon, menara, dll. Ombrogen bisa menggunakan yang non rekam (manual), dan yang rekam (otomatis). Otomatis = waktu hujan direkam intensitas hujan bisa dihitung pengukuran tidak setiap hari
  13. 13. Kegunaan data curah hujan • Bulan basah • Bulan kering Schimdt-Ferguson, • Bulan lembab Oldeman Variabel klasifikasi iklim Peluang Hujan P75 = (0,82 CHb-30)mm
  14. 14. Hujan memasok air tanah untuk tanaman . Kadar air di bawah TLT terjadi defisit air pertumbuhan tanaman terganggu, kecuali tanaman toleran kekeringan Kadar air antara KL dan TLT merupakan air yang tersedia bagi banyak tanaman. kadar air tanah di atas KL merupakan air yang mengisi pori makro tersedia untuk tanaman hidrofit. lembab basahkering Kapasitas lapangan (KL)Titik layu tetap (TLT)
  15. 15. Curah hujan untuk evaluasi kesesuaian lahan Untuk evaluasi lahan atau mencari lokasi untuk tanaman, curah hujan yang digunakan adalah curah hujan bulanan atau tahunan. Dalam evaluasi kesesuaian lahan tidak berdasarkan kadar air tanah tersebut, tetapi berdasarkan pembatas pertumbuhan atau produksi tanaman, maka dibuat kisaran CH tahunan yang termasuk dalam S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), dan N (tidak sesuai). Tanaman S1 S2 S3 N ----------------- (mm) ------------------- Padi 175-500 500-650 125-175 650-750 100-125 <100 >750 Jagung 500-1200 1200-1600 450-500 >1600 300-450 < 300 Sorgum 400-900 300-400 900-1200 150-300 1200-1400 > 1400 < 150 Kacang hijau 350-600 600-1000 300-350 >1000 250-300 <250
  16. 16. Kebutuhan hujan beberapa tanaman Tanaman S1 S2 S3 N --------------------- (mm ) ----------------------- Ujbi jalar 800-1500 600-800 1500-2500 400-600 2500-4000 < 400 >4000 Ubi Kayu 1000-2000 600-1000 2000-3000 400-600 2500-4000 < 500 >5000 Durian 2000-3000 1750-2000 3000-3500 1250-1750 3500-4000 >4000 <1250 Kedele 350-1100 250-350 1100-1600 180-250 1600-1900 < 180 >1900 Kentang Bulan 1 Bulan 2 dan 3 Bulan 4 >45 > 80 >20 30-45 65-80 < 20 20-30 50-65 <20 <50 Mangga 1250-1750 1750-2000 1000-1250 2000-2500 750-1000 > 2500 < 7500 Rambutan 2000-3000 1750-2000 3000-3500 1250-1750 3500-4000 < 1250 > 4000 Salak 1000-2000 500-1000 2000-3000 250-500 3000-4000 < 250 >4000
  17. 17. Hujan merupakan faktor pembentuk tanah
  18. 18. Pengaruh hujan terhadap OPT Secara tak langsung hujan berpengaruh thd populasi serangga hama melalui pertumbuhan tanaman Secara langsung hujan berpengaruh terhadap water balance tubuh serangga hama Pada hujan  kN tinggi beberapa parasit tidak mencari inang (host) Kepekaan serangga hama terhadap serangan penyakit jamur, bakteri, ataupun virus juga berubah pada lingkungan lembab akibat hujan. Kondisi lembab-basah memungkinkan menyebarnya patogen serangga dan juga mempengaruhi survival dan virulensinya. Sabetan hujan secara langsung menyebabkan kematian telur dan larva serangga hama. Air menggenang, banjr, serangga hama tidak bisa menghindar, maka lemah dan mati
  19. 19. ANGIN Definisi Angin adalah gerak nisbi atmosfer (udara) terhadap permukaan bumi. Gerak nisbi itu bisa secara horisontal dan vertikal. Umumnya gerak atmosfer horisontal > gerak atmosfer vertika. Apa pentingnya angin dalam cuaca? Perubahan atmosfer dari jam ke jam, hari ke hari, bulan ke bulan, di muka bumi ini adalah hasil gerak atmosfer yang dihasilkan dari gaya gradient tekanan, gaya koriolis, gaya gesek, dan gaya gravitasi. Secara statika angin = udara adalah benda yang mempunyai berat dan bisa mengalir (fluida)
  20. 20. Angin … Secara statika, angin = udara adalah benda yang mempunyai berat dan bisa mengalir (fluida). Pengaliran udara berlaku kaidah fisika. Hukum Newton I Bahwa benda yang dalam keadaan diam atau bergerak akan tetap bertahan pada keadaannya, kecuali ada gaya dari luar yang bekerja padanya Hukum Newton II Bahwa perubahan gerak terhadap suatu benda berhubungan langsung dengan gaya yang mengerakan benda tersebut Hukum Newton III, Bahwa suatu gaya adalah salah satu segi kerja dari kerja timbal balik antar dua benda (aksi-reaksi).
  21. 21. Pembentukan angin Angin = gerak atmosfer terbentuk oleh adanya ketidakseimbangan radiasi bersih, kelembaban dan momentum di antara lintang rendah dan tinggi (horisontal), dan antara permukaan bumi dan dan atmosfer (vertikal). Ketidakseimbangan radiasi bersih, kelembaban dan momentum di antara lintang rendah dan tinggi, dan antara permukaan bumi dan dan atmosfer gerak atmosfer yang dihasilkan dari gaya gradien tekanan (penggerak utama), gaya koriolis, gaya gesek, dan gaya gravitasi. Pengendali gerak atmosfer tsb. adalah topografi, distribusi permukaan daratan dan lautan, dan arus laut.
  22. 22. Pembentukan angin …  Gradient tekanan terbentuk oleh perbedaan termal  Gaya koriolis adalah gaya khayal (semu) yang dimunculkan oleh rotasi bumi. Pengaruh gaya ini di belahan utara membelokkan gerak udara ke kanan, sedangkan di belahan selatan membelokkan gerakan udara ke kiri. Sh. tinggiSh. rendah P rendahP tinggi
  23. 23. BB utara BB selatan Gaya Koriolis depan depan kanan kiri
  24. 24. Macam angin … Angin muson (monsoon) adalah sistem sirkulasi udara yang berbalik arah secara musiman yang terbentuk oleh perbedaan sifat termal (panas) antara benua dan lautan Muson Barat adalah angin muson yang membentang dari ujung Sumatera bagian selatan, jawa, bali, Lombok, NT-Papua pada bulan Desember,Januari, Februari, dan bertiup dari barat Muson Barat daya adalah angin muson yang menguasai wilayah Sumatera dan Kal. Barat pada bulan Juni, Juli, dan Agustus, dan bertiup dari barat daya ke timur laut. Muson Timur adalah angin muson yang membentang dari ujung Sumatera bagian selatan, jawa, bali, Lombok, NT-Papua pada bulan Juni, Juli, Agustus dan bertiup dari timur ke barat Muson Timur laut adalah angin muson yang mencakup bagian besar wilayah Sumatera pada bulan Desember, Januari, dan februari dan bertiup dari timur laut ke barat daya.
  25. 25. Macam angin … Angin lembah dan angin gunung = angin anabatik. Angin yang terbentuk oleh perbedaan suhu antara bagian lembah dan punggung gunung. Angin lembah adalah angin yang menaiki lereng punggung gunung pada siang hari (sebelum tengah hari), karena suhu pada punggung gunung lebih tinggi daripada lembah. Angin gunung adalah angin yang menuruni lereng punggung gunung pada malam hari, karena suhu pada punggung gu-nung lebih rendah daripada suhu lembah. Fohn adalah angin yang terbentuk di bagian belakang atau di bagian bawah gunung api atau pegunungan yang bersifat pa-nas, kering, kencang dan ribut. Angin ini terbentuk karena udara dipaksa naik puncak gunung api atau pegunungan. Udara tersebut mengalami pemanasan adiabatik kemudian menuruni lereng.
  26. 26. Macam angin … Angin Fohn. Angin Fohn Indonesia : a. Kumbang; a. Bohorok, a. Gending, a. Grenggong, a. Brubu, a. Wambaraw h hujanSirkulasi sekunder Angin Fonh
  27. 27. Cara mengukur kecepatan dan arah angin anemometer
  28. 28. Karakteristik angin Angin mempunyai parameter utama yaitu kecepatan dan arah angin. Kec. Angin siang hari  0-2 m/det  ringan 2-5 m/det  moderat 5-8 m/det  kuat >8 m/det  sangat kuat Kecepatan angin bisa diduga dari gejala alam. Cara mendu-ganya menggunakan sekala BEAUFORT (dibuat 12 sekala ke-cepatan angin). Arah angin ditentukan dari arah datangnya agin. Angin darat = angin yang bertiup dari daratan Angin laut = angin yang bertiup dari laut dst.
  29. 29. Karakteristik angin … Sekala Kecepatan angin (mil/jam) Gejala alam 0 1, calm Asap naik tegak lurus 1 1-3, light air Arah angin dapat dilihat dengan asap, tetapi tidak terdeteksi oleh wind vane 2 4-7, Light breeze (breeze = spoi- spoi) Anin spoi-spoi basah, terasa pada muka, wind vane bergerak 3 8-12, gentle breeze Daun-daun dan ranting kecil bergerak konstan dan dapat menggerakkan bendera tipis 4 13-18, moderate breeze Debu mulai beterbangan, dapat menerbang-kan kertas dan cabang kecil mulai bergerak 5 19-24, fresh breeze Batang-batang kecil mulai bergerak, dan dapat menyebabkan gelombang kecil di permukaan air di darat (selokan atau sungai)
  30. 30. Karakteristik angin … Sekala Kecepatan angin (mil/jam) Gejala alam 6 25-31, strong breeze Cabang-cabang besar mulai bergerak dan menyulitkan orang menggunakan payung 7 32-38, moderat gale (gale = badai) Semua pohon bergerak dan menyulitkan orang berjalan 8 39-46, fresh gale Mematahkan ranting-ranting kecil 9 47-54, strong gale Menimbulkan kerusakan-kerusakan ringan pada bangunan. Cerobong kecil 10 55-63, whole gale Pohon tumbang, bangunan rusak berat, tetapi jarang terjadi di daratan 11 64-75, strom Menyebabkan keruskan bangunan berat sekali , tetapi jarang terjadi 12 > 75, Hurricane Sangat-sangat rusak berat, hancur rata tanah
  31. 31. Pengaruh angin terhadap tanaman Pada kecepatan angin rendah (kec. ringan – sedang) 1. membantu penyerapan unsur hara melalui transpirasi 2. membantu penyerbukan beberapa tanaman 3. membantu memasok CO2 daun pada fotosintesis 4. membantu penyebaran tanaman Pada kecepatan angin tinggi 1. mematahkan ranting-menumbangkan tanaman 2. menimbulkan erosi tanah 3. dll.
  32. 32. Pengaruh angin terhadap tanah Tiupan angin mendinginkan tanah, menurunkan kadar air tanah Tiupan angin pada musim kemarau menerbangkan partikel tanah berukuran pasir sangat halus-koloid Melalui tumbangnya tanaman (rungkat) dapat mengaduk tanah Pada wilayah gurun kegiatan angin menyediakan bahan endapan aeolian  tanah loes.
  33. 33. Pengaruh angin terhadap OPT Angin dapat digunakan sebagai lintasan migrasi serangga hama. Angin pasat dan angin muson sebagai jalur (lintasan) migrasi serangga hama dari daerah tropika ke subtropika  Angin dapat menggeser serangga hama, oleh karena itu angin dapat menjarangkan populasi hama dan juga mema-datkan populasi hama  Banyak serangga hama dan patogen muncul di suatu daerah karena terbawa angin  Angin juga mematikan serangga hama 
  34. 34. .. Terimakasih

×