Optika Geometri

5,021 views

Published on

MATERI PRESENTASI FISIKA UNTUK ANAK SMA KELAS X PADA SEMESTER GENAP. SUDAH SAYA SUSUN DENGAN RINCI, MENARIK DAN DETAIL, SEHINGGA MEMUDAHKAN ANDA UNTUK MEMPELAJARINYA. Kunjungi saya di http://aguspurnomosite.blogspot.com

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,021
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
358
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Optika Geometri

  1. 1. OPTIKA GEOMETRIDrs. Agus Purnomoaguspurnomosite.blogspot.com
  2. 2. Yang akan dibahas :1. Pemantulan cahaya : a. cermin datar b. cermin lengkung (cekung dan cembung)2. Pembiasan cahaya : a.Lensa Tipis b.Prisma
  3. 3. Apakah cahaya itu? Cahaya menurut  Sementara menurut Newton (1642 - 1727) Huygens ( 1629 - terdiri dari partikel- 1695), cahaya adalah partikel ringan gelombang seperti berukuran sangat halnya bunyi. kecil yang Perbedaan antara dipancarkan oleh keduanya hanya sumbernya ke segala arah dengan pada frekuensi dan kecepatan yang panjang sangat tinggi. gelombangnya saja.
  4. 4. Apakah cahaya itu? Eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan :Thomas Young (1773 - 1829) danAgustin Fresnell (1788 - 1827) :berhasil membuktikan bahwa cahayadapat melentur (difraksi) danberinterferensi merupakan sifat
  5. 5. Apakah cahaya itu?Eksperimen yang dilakukan olehpara ilmuwan :Maxwell (1831 - 1874) : Cahaya ejala kelistrikan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektromagnetik.
  6. 6. Dua fisikawan pemenang hadiah Nobel :Max Planck (1858 - 1947) danAlbert Enstein (1879 – 1955) :teori fotonPlanck cahaya dipancarkan dalam bentuk paket-paket kecil yang disebut kuanta (teori Kuantum)
  7. 7. Dua fisikawan pemenang hadiah Nobel :Einstein menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik, yakni pemancaran elektron dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya.Disimpulkan : Cahaya menunjukkan sifatsebagai gelombang dan dalam kondisi lainmenunjukkan sifat sebagai partikel. Hal inidisebut dualisme cahaya
  8. 8. Pemantulan Cahaya Jika sebuah batu dijatuhkan ditengah kolam, maka akan muncul gelombang lingkaran dari titik dimana batu dijatuhkan. Sinar gelombang tegak lurus terhadap muka gelombang, menyatakan arah kemana gelombang menyebar/merambat.
  9. 9. Semakin jauh dari titik sumbergelombang, muka gelombang menjadilebih datar.
  10. 10.  Hukum pemantulan (snellius) :1. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.2. Sudut datang = sudut pantul
  11. 11. Cermin Datar Pemantulan cahaya dari obyek (bunga dan vas) pada cermin datar.
  12. 12. Cermin DatarSifat bayangan yang dibentuk cermin datar : a. maya b. jarak benda-cermin = jarak bayangan-cermin c. tegak
  13. 13. Cermin Datar Panjang minimal cermin datar agar dapat melihat seluruh tinggi benda adalah : L = ½.hDengan : h = tinggi benda ( cm atau m ) L = panjang cermin datar ( cm atau m )
  14. 14. Cermin DatarJika sebuah benda diletakkan didepan 2 cermin datar yangmembentuk sudut tertentu, ternyata jumlah bayanganyang dihasilkan lebih dari satu dan jumlahnya ditentukanoleh besar sudut apitnya, yang secara geometris dapatditentukan dari persamaan :
  15. 15. Cermin DatarBerlaku : n = jumlah bayangan yang dihasilkan (buah) α = sudut apit kedua cermin datar () NB : jika nilai n tidak bulat, maka harus dibulatkan ke atas!
  16. 16. Cermin Cekung Cermin Cekung adalah cermin yang permukaan bidang pantulnya merupakan bidang lengkung fang cekung.Sifat-sifat Cermin Cekung : Cermin cekung disebut juga dengan cermin Konkaf (lengkung yang cekung), Cermin cekung disebut juga dengan cermin Konvergen (bersifat mengumpulkan berkas sinar), Cermin cekung disebut juga dengan cermin Positif (nilai f dan R selalu positif).
  17. 17. Cermin CekungDepan Belakang
  18. 18. Cermin CekungSinar-sinar istimewa pads cermin cekung : Berkas sinar datang sejajar sumbu utama, dipantulkan melalui titik fokus cermin. Berkas sinar datang melalui titik fokus cermin, dipantulkan sejajar sumbu utama cermin. Berkas sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin, dipantulkan melalui titik itu juga. NB : Untuk membentuk bayangan benda melalui gambar minimal diperlukan dua buah sinar istimewa.
  19. 19. Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cekung
  20. 20. Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cekung
  21. 21. Pembentukan Bayangan Pada Cermin CekungNo Benda Bayan Sifat bayangan gan 1 I IV Maya, tegak, diperbesar2 II III Nyata, terbalik, diperbesar3 III II Nyata, terbalik, diperkecil 4 IV - - 5 F - -6 M M Nyata, terbalik, sama besar
  22. 22. Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cekung•Hukum Penjumlahan RuangFungsi : Untuk menentukan sifat-sifat bayanganyang dihasilkan cermin cekung tanpa melaluiperhitungan. Hanya dengan mengamati posisibenda terhadap cermin cekung.Berlaku : RBENDA + RBAYANGAN = 5 Ro + RI = 5•RO = ruang letak benda•RI = ruang letak bayangan benda
  23. 23. Rumus2 Pada Cermin Cekung
  24. 24. Keterangan :S= jarak benda ke cermin ( cm ) S = jarak bayangan benda ke cermin ( cm ) f = jarak fokus cermin ( cm ) R = jari-jari kelengkungan cermin ( cm ) M = perbesaran bayangan yang terjadi ( kali ) h = tinggi benda ( cm ) h = tinggi bayangan yang terjadi ( cm )
  25. 25. Cermin Cembung Cermin Cembung adalah cermin yang permukaan bidang pantulnya merupakan bidang lengkung cembung. Bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung selalu : Maya, Tegak, dan Diperkecil. Untuk itu cermin cembung banyak digunakan sebagai kaca spion pada mobil atau sepeda motor. Sifat-sifat cermin cembung : Cermin Cembung disebut juga dengan cermin konvek (lengkung yang cembung), Cermin Cembung disebut juga dengan cermin Divergen (bersifat menyebarkan berkas sinar), Cermin Cembung disebut juga dengan cermin negatif (nilai f dan R selau negatif).
  26. 26. Cermin CembungSinar-sinar istimewa pada cermin cembung : Berkas sinar datang sejajar sumbu utama, dipantulkan seolah-olah berasal dad titik fokus cermin. Berkas sinar datang menuju titik fokus cermin, dipantulkan sejajar sumbu utama cermin. Berkas sinar datang menuju titik pusat kelengkungan- cermin, dipantulkan melalui titik itu juga.
  27. 27. Pembentukkan Bayangan Pada Cermin Cembung
  28. 28. PEMBIASAN CAHAYAn = merupakan indeks bias mediumC = cepat rambat cahaya (3 x 108 m/s)V = cepat rambat cahaya dalam medium (m/s0
  29. 29. Hukum pembiasan cahaya1. Sinar datang, sinar bias dan garis normal terletak pada satu bidang2. Jika sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat sinar akan dibiaskan mendekati garis normalHubungan n, v, λDalam pembiasan cahaya frekuensi tidak mengalami perubahan
  30. 30. PEMANTULAN PEMBIASAN1. Sudut datang sama 1. Sudut datang tidak sama dengan sudut pantul dengan sudut bias 2. Berkas-berkas 2. Berkas-berkas sinar datangsinar datang dan sinar dan sinar bias merambatpantul merambat dalam medium yang tidakdalam medium yang sama.sama. 3. Berkas-berkas 3. Berkas-berkas sinar datangsinar datang dan sinar dan sinar pantul merambatpantul merambat dengan kecepatan yangdengan kecepatan yangsama. tidak sama.
  31. 31.  Pemantulan sempurna Example:
  32. 32. Pembiasan CahayaSoal Cahaya merambat dari udara ke kaca yang memiliki indeks bias 1,5 dengan tebal 40 mm, tentukan panjang lintasan cahaya dalam kaca? Seberkas sinar merambat dari medium 1 ke medium 2 dengan sudut datang 600 dan sudut bias 450 . Hitunglah indeks bias relatif medium 2 terhadap medium 1
  33. 33. PEMBIASAN PADA PRISMAPeristiwa dispersi cahaya
  34. 34.  sudut deviasi, yaitu sudut yang dibentuk perpanjangan sinar datang dan sinar bias yang terakhir Ket:δ = sudut deviasi βi1 = sudut datangr2 = sudut bias i1 r2 δβ = sudut puncak atau pembias prisma r1 i2Jika terjadi deviasi minimum maka i1 = r2
  35. 35. PEMBIASAN PADA LENSA TIPIS Lensa cembung Lensa cekung
  36. 36.  Beberapa rumus yang dipergunakan dalam lensa tipisUntuk lensa gabunganPgab = p1 + p2 + p3 +…Ketp = kuat lensa (dioptri=D)f = jarak fokus (m)R1 = jari-jari kelengkungan permukaan 1R2 = jari-jari kelengkunagn permukaan 2n1 = indeks bias medium 1n2 = indeks bias medium 2
  37. 37. Interferensi Cahaya Interferensi merupakan perpaduan 2 gelombang cahaya yang menghasilkan pola-pola tertentuA. Interferensi young (celah ganda)
  38. 38. Dari gambar di atask = 1, 2, 3, 4,…d = jarak 2 celahΘ = sudut simpang interferensiλ = panjang gelombang cahaya mono kromatikUntuk θ yang sangat kecil maka sin θ = y/L
  39. 39. B. Interferensi pada lapisan tipis n r d
  40. 40. Contoh interferensi
  41. 41. DIFRAKSI CAHAYA Difraksi Pada Celah Tunggal
  42. 42. Difraksi Multi Celah (difraksi kisi)
  43. 43. Polarisasi CahayaPolarisasi cahaya adalahperistiwa pengutuban arahgetar gelombang medan listrikBeberapa cara polarisasi ip ipcahaya 1. Polarisasi karena pemantulan rCahaya pantul terpolarisasi sempurnajika sinar pantul tegak lurus sinar bias
  44. 44.  Medan listrik yang diteruskan analisator E=E0cosθ  θ = sudut antara sumbu polarisator2. Polarisasi karena dan analisatorpenyerapan selaktif  Intensitas yang diteruskan analisator I=I0cos2θ
  45. 45.  Bias kembar adalah pembiasan sinar alamiah yang disertai3. Polarisasi karena penguraian sinar biasa (memenuhi hukum snelius) dan bias kembar sinar istimewa (tak memenuhi hukum snelius)
  46. 46.  Soal1. Seberkas sinar monokromatis yang panjang gelombangnya 600nm menyinari tegak lurus kisi yang mempunyai 300 garis/mm. Tentukan Orde maksimum yang dapat diamati2. Apabila sudut yang dibentuk polarisator dan analisator adalah 600 , maka tentukan perbandingan intensitas sinar yang lolos dan sebelum lolos dari analisator
  47. 47. aguspurnomosite.blogspot.com

×