Implementasi Kurikulum 2013

6,084 views

Published on

Materi Seminar yang disampaikan oleh Drs. Parjito, MP. Sebagai bahan referensi bagi Sekolah, Guru, Masyarakat, Praktisi pendidikan, Siswa agar lebih mendalami Detail tentang Kurikulm 2013. Semoga bermanfaat!
Kunjungi saya di http://aguspurnomosite.blogspot.com/

Published in: Education
2 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,084
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
643
Comments
2
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Pendidikannasionalberfungsimengembangkankemampuandanmembentukwataksertaperadabanbangsa yang bermartabat, dalamrangkamencerdaskankehidupanbangsa, bertujuanuntukberkembangnyapotensianakdidik agar menjadimanusia yang berimandanbertaqwakepadaTuhan Yang MahaEsa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakapkreatif, mandiridanmenjadiwarganegara yang demokratiddanbertanggungjawab.
  • Pendidikankitatelahkehilanganobjektivitasnya,Pendidikankitatidakmendewasakanpesertadidik,Pendidikankitatidakmenumbuhkanpolapikir,Pendidikankitatidakmenghasilkanmanusiaterdidik,Pendidikankitadirasamembelenggu, Pendidikankitabelummampumembanguninividubelajar, Pendidikankitadirasa linier-indoktrinatif, Pendidikankitabelummampumenghasilkankemandirian, Pendidikankitabelummampumemberdayakanpesertadidik.Misalnya:Tawuranmasal, obat-obattelarang, minumankeras, pencurian, gengantarsekolah, seksbebas, dll
  • Menanamkankaraktermuliaterkaitlangsungdengankeilmuangeografi (pedulilingkungan, cintatanah air, rasa ingintahu, toleransi, semangatkebangsaan, pedulisosial, tanggungjawab).Menggeserkemampuansiswaberpikirtingkatrendah (mengingat, memahamidanmengaplikasikan) menujuberpikirtingkattinggi (analitis, menemukan, danevaluasi) denganpendekatansaintifikdankontekstualgeografisgunameningkatkankemampuankreativitaspesertadidik, melaluipendekatangeografi (pendekatankeruangan, pendekatanekologisdanpendekatankomplekswilayah)
  • Implementasi Kurikulum 2013

    1. 1. Drs. Agus Purnomo aguspurnomosite.blogspot.com aguspurnomosite.blogspot.com IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
    2. 2. KURIKULUM 2013 Ini adalah Materi Seminar yang disampaikan oleh : Drs. Parjito MP
    3. 3. PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Drs. Parjito, MP
    4. 4. BABAK BARU KURIKULUM 2013 Tetapi saatnya IMPLEMENTASI dan juga tidak menghiraukan SOSIALISASI Sudah tidak lagi mempermasalahkan PROSES PENYUSUNAN
    5. 5. Fungsi Pendidikan Nasional UU RI No. 20 tahun 2003, pasal 3 CITA-CITA PENDIDIKAN (das sollen)
    6. 6. Kenyataan (das sein) Djohar (2003) Moral/akhlak/watak (karakter) yang lemah dan kurang baik.
    7. 7. UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN 1. Mengejar Mutu Pendidikan 2. Menerapkan Desentralisasi Pendidikan 3. Menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah 4. Mengembangkan Kurikulum 5. Memperbaiki Sistem Pembelajaran 6. Meningkatkan Kesejahteraan Pendidik
    8. 8. KURIKULUM SARANA PRASARANA KEBERHASILAN PENDIDIKAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN • MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN • IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH • KOMITMEN • SISTEM POLITIK • REGULASI • MINAT • BAKAT • MOTIVASI • KESIAPAN
    9. 9. Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1947 Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1964 Rencana Pendidikan Sekolah Dasar 1968 Kurikulum Sekolah Dasar 1973 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 1984 Kurikulum 1984 1994 Kurikulum 1994 1997 Revisi Kurikulum 1994 2004 Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1945 1965 20151955 1975 20051985 1995 2013 Kurikulum 2013
    10. 10. Alasan Pengembangan Kurikulum 2013 Tantangan Masa Depan • Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, AFTA • masalah lingkungan hidup • kemajuan teknologi informasi • konvergensi ilmu dan teknologi • ekonomi berbasis pengetahuan • kebangkitan industri kreatif dan budaya • pergeseran kekuatan ekonomi dunia • pengaruh dan imbas teknosains • mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan • Hasil TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan • Kemampuan berkomunikasi • Kemampuan berpikir jernih dan kritis • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan • Kemampuan menjadi warga negara yang efektif • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal • Memiliki minat luas mengenai hidup • Memiliki kesiapan untuk bekerja • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya Fenomena Negatif yang Mengemuka  Perkelahian pelajar  Narkoba  Korupsi  Plagiarisme  Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..) Persepsi Masyarakat • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif • Beban siswa terlalu berat • Kurang bermuatan karakter
    11. 11. A. Kompetensi Lulusan 1 Berkarakter mulia 2 Keterampilan yang relevan 3 Pengetahuan-pengetahuan terkait B. Materi Pembelajaran 1 Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2 Materi esensial 3 Sesuai dengan tingkat perkembangan anak Identifikasi Kesenjangan Kurikulum Konsep Ideal B. Materi Pembelajaran 1 Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2 Beban belajar terlalu berat 3 Terlalu luas, kurang mendalam A. Kompetensi Lulusan 1 Sikap belum mencerminkan karakter mulia 2 Keterampilan belum sesuai kebutuhan 3 Pengetahuan-pengetahuan lepas Kondisi Saat Ini C. Proses Pembelajaran 1 Berpusat pada peserta didik (student centered active learning) 2 Sifat pembelajaran yang kontekstual 3 Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan C. Proses Pembelajaran 1 Berpusat pada guru (teacher centered learning) 2 Sifat pembelajaran yang berorientasi pada buku teks 3 Buku teks hanya memuat materi bahasan
    12. 12. F. Pengelolaan Kurikulum 1 Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan 2 Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah 3 Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman Identifikasi Kesenjangan Kurikulum Konsep Ideal F. Pengelolaan Kurikulum 1 Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum 2 Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah 3 Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran Kondisi Saat Ini D. Penilaian 1 Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional 2 Penilaian test dan portofolio saling melengkapi D. Penilaian 1 Menekankan aspek kognitif 2 Test menjadi cara penilaian yang dominan 15 E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1 Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal 2 Motivasi mengajar 15 E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1 Memenuhi kompetensi profesi saja 2 Fokus pada ukuran kinerja PTK
    13. 13. KTSP 2006 Kurikulum 2013 Ket Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan] Semua Jenjang Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Semua Jenjang Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel lain Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain [sikap dan keterampilan berbahasa} SD Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,.... Semua Jenjang Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah [separated curriculum] Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integrated curriculum] SD Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya SD Perbedaan Esensial Kurikulum 2013
    14. 14. KTSP 2006 Kurikulum 2013 Ket Tematik untuk kelas I – III [belum integratif] Tematik Integratif untuk Kelas I – VI SD TIK adalah mata pelajaran sendiri TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain SMP Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge SMP/ SMA/SMK Untuk SMA, ada penjurusan sejak kelas XI Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat SMA/SMK SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap. SMA/SMK Penjurusan di SMK sangat detil [sampai keahlian] Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi], didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman SMA/SMK Perbedaan Esensial Kurikulum 2013
    15. 15. TINGKATAN KEMAMPUAN Ranah Psikomotor (HARROW) NATURALIZATION Spontan dan otomatis ARTICULATION Akurat Dan Cepat PRECISION Lancar Dan Tepat MANIPULATION Tanpa Contoh Visual Dapat Meniru IMITATION Meniru Dengan Contoh TINGKATAN KEMAMPUAN RANAH AFEKTIF ( Sikap dan Nilai ) (KRATHWOHL) CHARACTERIZATION Menjadikan Pola Hidup ORGANIZATION Mengatur DiriVALUING MenghargaiRESPONDING MenanggapiRECEIVING Menerima 17
    16. 16. Tingkat Kemampuan Kognitif Mengingat Memahami Aplikasi Analisis Menemukan - Sintesis Evaluasi
    17. 17. Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Kompetensi Lulusan • Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan Kedudukan mata pelajaran (ISI) • Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari kompetensi. Pendekatan (ISI) Kompetensi dikembangkan melalui: • Tematik Integratif dalam semua mata pelajaran • Mata pelajaran • Mata pelajaran • Vokasinal
    18. 18. Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Struktur Kurikulum (Matapelajara n dan alokasi waktu) (ISI) • Holistik berbasis sains (alam, sosial, dan budaya) • Jumlah matapelajaran dari 10 menjadi 6 • Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran • TIK menjadi media semua matapelajaran • Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler • Jumlah matapelajaran dari 12 menjadi 10 • Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran • Perubahan sistem: ada matapelajara n wajib dan ada matapelajara n pilihan • Terjadi pengurangan matapelajara n yang harus diikuti siswa • Jumlah jam bertambah 1 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran • Penambahan jenis keahlian berdasarkan spektrum kebutuhan (6 program keahlian, 40 bidang keahlian, 121 kompetensi keahlian) • Pengurangan adaptif dan normatif, penambahan produktif • produktif disesuaikan dengan trend perkembangan di
    19. 19. Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Proses pembelajara n • Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. • Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat • Guru bukan satu-satunya sumber belajar. • Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan • Tematik dan terpadu • IPA dan IPS masing- masing diajarkan secara terpadu • Adanya mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan bakat dan minatnya • Kompetensi keterampilan yang sesuai dengan standar industri
    20. 20. Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Penilaian hasil belajar • Penilaian berbasis kompetensi • Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil] • Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) • Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL • Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian Ekstrakuri-kuler • Pramuka (wajib) • UKS • PMR • Bahasa Inggris • Pramuka (wajib) • OSIS • UKS • PMR • Dll • Pramuka (wajib) • OSIS • UKS • PMR • Dll • Pramuka (wajib) • OSIS • UKS • PMR • Dll Elemen Perubahan
    21. 21. No Komponen I II III IV V VI Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4 2 PPKN 5 6 6 4 4 4 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 5 IPA 3 3 3 6 IPS 3 3 3 Kelompok B 7 Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan lokal*) 4 4 4 5 5 5 8 Pend. Jasmani, OR & Kes (termasuk muatan lokal). 4 4 4 4 4 4 Jumlah 30 32 34 36 36 36 STRUKTUR KURIKULUM SD Catatan: 1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah 2. IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya
    22. 22. STRUKTUR KURIKULUM SMP * Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah No Komponen VII VIII IX Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 3 3 3 3 Bahasa Indonesia 6 6 6 4 Matematika 5 5 5 5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 7 Bahasa Inggris 4 4 4 Kelompok B 8 Seni Budaya (termasuk mulok)* 3 3 3 9 Pend. Jasmani, OR & Kesehatan (termasuk mulok) 3 3 3 10 Prakarya (termasuk mulok) 2 2 2 Jumlah 38 38 38
    23. 23. Mata Plajaran Kelas X XI XII Kelompok Wajib Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 Matematika 4 4 4 5 Sejarah Indonesia 2 2 2 6 Bahasa Inggris 2 2 2 Kelompok B 7 Seni Budaya (termasuk muatan lokal) 2 2 2 8 Prakarya dan Kewirausahaan (termasuk muatan lokal) 2 2 2 9 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) 3 3 3 Jumlah jam pelajaran Kelompok Wajib 24 24 24 Kelompok Peminatan Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) 18 20 20 Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMK) 26 26 26 Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah
    24. 24. MATA PELAJARAN Kelas X XI XII Kelompok A dan B (Wajib) 24 24 24 Peminatan Matematika dan IPA I 1 Matematika 3 4 4 2 Biologi 3 4 4 3 Fisika 3 4 4 4 Kimia 3 4 4 Peminatan Sosial II 1 Geografi 3 4 4 2 Sejarah 3 4 4 3 Sosiologi & Antropologi 3 4 4 4 Ekonomi 3 4 4 Peminatan Bahasa III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4 2 Bahasa dan Sastra Inggeris 3 4 4 3 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 3 4 4 4 Antropologi 3 4 4 Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat 6 4 4 Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu 60 72 72 Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu 42 44 44 Struktur Kurikulum Peminatan SMA
    25. 25. MATA PELAJARAN KELAS X XI XII Kelompok A (Wajib) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4. Matematika 4 4 4 5. Sejarah Indonesia 2 2 2 6. Bahasa Inggris 2 2 2 Kelompok B (Wajib) 7. Seni Buadaya 2 2 2 8. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2 9. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3 Jumlah kelompok A dan B 24 24 24 Kelompok C (Peminatan) Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi 24 24 24 TOTAL 48 48 48
    26. 26. Pentingnya Peran Guru
    27. 27. Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi Tema Kurikulum 2013 Produktif Kreatif Inovatif Afektif
    28. 28. Fakta Kualitatif Yang Mendorong Perlunya Pergeseran Peran Guru:  I HEAR, I FORGET  I SEE, I REMEMBER  I DO, I UNDERSTAND Hasil penelitian*, rata-rata manusia mengingat : *Rose, Colin dan Malcolm J. Nicholl, Accelerated Learning for the 21st Century – 20% dari apa yang kita dengar – 30% dari apa yang kita baca – 40% dari apa yang kita lihat prosesnya – 50% dari apa yang kita katakan – 60% dari apa yang kita kerjakan – 90% dari apa yang kita lihat, dengar, katakan dan kerjakan  TELL ME AND I WILL FORGET.  SHOW ME AND I WILL REMEMBER.  INVOLVE ME AND I WILL UNDERSTAND.
    29. 29. Pergeseran Peran Guru Sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, ahli materi, sumber segala jawaban Sebagai Fasilitator Pembelajaran, Pelatih, Kolaborator, Navigator Pengetahuan, Mitra belajar, Pembimbing/Konselorbecome mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran Memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran “mengajar” (teaching) “membelajarkan” (learning how to learn) INSTRUKTUR FASILITATOR
    30. 30. TANTANGAN GREAT TEACHER EXCELLENT TEACHER GOOD TEACHER ORDINARY TEACHER INSPIRES CAN DEMONSTRATE CAN EXPLAIN ONLY CAN TELL
    31. 31. Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:  Observing [mengamati]  Questioning [menanya]  Associating [menalar]  Experimenting [mencoba]  Networking [Membentuk jejaring] Proses yang Mendukung Kreativitas PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KONTEKSTUAL  penilaian berbasis portofolio  pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,  memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,  menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya,  penilaian spontanitas/ekspresif,  dll PENILAIAN AUTENTIK PROSES PEMBELAJARAN PROSES PENILAIAN
    32. 32. Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review: • 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. • Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. • Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: - Observing [mengamati] - Questioning [menanya] - Associating [menalar] - Experimenting [mencoba] - Networking [Membentuk jejaring] Personal Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning Pembelajaran berbasis intelejensia tidak akan memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%)
    33. 33. Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn from research?: Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar], • mentolerir jawaban yang nyeleneh, • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, • memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup proses penilaian yang menekankan pada proses dan hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll)
    34. 34. Ilmu Geografi mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan solutif kepada peserta didik. MENGAPA? Karena pada hakekatnya obyek studi Geografi adalah geospheric phenomena PERANAN
    35. 35. TUGAS • Mengidentifikasi problematik wilayah • Mengenal faktor-faktor lingkungan (abiotik, biotik, sosial, ekonomik dan kultural) yang berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap problematik wilayah, • Mengidentifikasi hubungan antar variabel yang berpengaruh dan menentukan munculnya permasalahan wilayah • Mengidentifikasi dampak negatif maupun positif dan permasalahan yang timbul baik pada saat ini maupun saat yang akan datang • Menemukan altematif pemecahannya baik secara preventif, kuratif maupun inovatif
    36. 36. REALITAS Bagaimana Realitasnya? 1. Masih banyak guru geografi dalam proses pembelajaran lebih menekankan pada menyampaian /pendiskripsian, data, fakta dan fenomena-fenomena geosfer secara terpisah. 2. Masih berhenti pada cara berpikir tingkat rendah 3. Belum menginternalisasikan karakter-karakter yang bersifat “nggeografeni” 4. Untuk merubah karakter masih sebatas pada mengajarkan karakter 5. Kurikulum sekedar dokumen tertulis yg kurang (tidak) menjadi acuan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran
    37. 37. Dalam rangka implementasi kurikulum 2013, harus ada perubahan mind set guru geografi dalam melaksanakan proses pembelajaran. 1. Memahami dan melaksanakan kurikulum: Kompetensi inti dan kompetensi dasar 2. Menanamkan karakter mulia 3. Menggeser kemampuan siswa berpikir tingkat rendah menuju berpikir tingkat tinggi
    38. 38. aguspurnomosite.blogspot.com

    ×