Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Hidrodinamika

2,182 views

Published on

MATERI PRESENTASI FISIKA UNTUK ANAK SMA KELAS XI PADA SEMESTER GENAP. SUDAH SAYA SUSUN DENGAN RINCI, MENARIK DAN DETAIL, SEHINGGA MEMUDAHKAN ANDA UNTUK MEMPELAJARINYA. Kunjungi saya di http://aguspurnomosite.blogspot.com

Published in: Education
  • Ijin nyadur, pak...terima kasih
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Hidrodinamika

  1. 1. FLUIDA DINAMIS (HIDRODINAMIKA) Drs. Agus Purnomo aguspurnomosite.blogspot.com
  2. 2. Fluida adalah zat yang dapat mengalir Contoh : udara, air,minyak dll
  3. 3. Semakin dalam menyelam dirasakan tekanan semakin besarSemakin tinggi dirasakan tekanan udara yaitu gendang telinga dirasakan pekak
  4. 4. FLUIDA FLUIDA IDEAL FLUIDA SEJATI1. Aliran bersifat steady/tunak(tetap) 1. alirannya turbulen2. Nonviscous (tidak kental) 2. Viscous (kental)3. Incompresibel (tidak termamfatkan) 3. Compressible (termamfatkan)
  5. 5. FLOW LINE STREAM LINE TURBULEN Aliran fluida yang mengikuti suatu garis Karena adanya partikel-partikal yang (lurus/lengkung) yang jelas ujung pang- berbeda arah geraknya, bahkan berla- kalnya. wanan dengan arah gerak keseluruhan fluidaGaris arus bercabang Garis arus berlapis
  6. 6. Air PAM dialirkan kerumah Udara dialirkan ke pompa hidrolik Air dari dalam tanah dialirkan ke bak mandi CERMATI ULASAN BERIKUT
  7. 7. ALIRAN FLUIDA PADAPIPA PIPA BERLUAS PE- NAMPANG BESAR (A1) DENGAN LAJU ALIRAN FLUIDA (v1) v1 v2 v1 A1 A2 A1 PIPA BERLUAS PE- NAMPANG KECIL (A2) DENGAN LAJU ALIRAN FLUIDA (v2) Massa fluida yang masuk ke salah satu ujung pipa sama dengan massa fluida yang keluar ari ujung lain :
  8. 8. m1 m2 V 1 1 2 V2 1 A1 x1 2 A2 x 2 1 A1 v1 t1 2 A2 v 2 t 2 A1v1 A2 v 2Persamaan KONTINUITAS
  9. 9. Debit Fluida t t v1 A2 v2 A1 x2 x1Jumlah fluida yang mengalir melalui suatu penampangtiap satuan waktu disebut Debit dan dirumuskan : Q = debit (m3/s) V = volum (m3) t = waktu (s)
  10. 10. Dari persamaan kontinuitas dapai disimpulkan : Kelajuan fluida yang termampatkan berbanding terbalik dengan luas Luas penampang pipa dimana fluida mengalirPerkalian antara luas penampang pipa (A) dengan laju aliran fluida (v)sama dengan debit (Q) yang juga menyatakan besar volume fluida yangmengalir persatuan waktu : V Q t Av Dengan satuan : m3/s PHYSIC
  11. 11. Pada pipa horizontal : pada bagian yang kelajuannya paling besar tekanannya paling kecil dan pada bagian yang kelajuannya paling kecil tekanannya paling besarDaniel Bernoulli
  12. 12. Melukiskan aliran fluida pada suatu pipa yang luas penampang (A) serta ketinggian(h) tidak sama. P2 Pada ujung pipa A1 bekerja tekanan P1 dan pada ujung A2 bekerja tekanan P2.Agar fluida dapat bergerak dari permukaan A1 ke permukaan A2 diperlukanP1 usaha total yang besarnya sama dengan jumlah perubahan energi kinetik Bidang acuan dan energi potensial. Selama fluida mengalir dapat dirumuskan : P1 + ½ v12 + gh1 = P2 + ½ v22 + gh2
  13. 13. PENERAPAN AZAS BERNOULLI
  14. 14. v2 P2 = P 1 P2 P1 + ½ v12 + gh1 = P2 + ½ v22 + gh2 v1 ½ v12 + gh1 = ½ v22 + gh2 dibagi h h2 P1 ½v12 + gh1 = ½v22 + gh2 v2 = nol h1 ½v12 + gh1 = + gh2 ½ v12 = gh2 - gh1 x h = h2-h1 v1 = (h 2 - h 1 ).g v1 = g.hJarak jatuhnya fluida terhadap dinding bejana dirumuskan : t = waktu fluida keluar dari lubang sampai ke tanah (s) 2h 1 h1= tinggi lubang dari tanah (m) x = v1.t t= g g = percepatan gravitasi (m/s2) x = jarak jatuhnya fluida dilantai terhadap dinding (m) v = kecepatan zat cair keluar dali lubang (m/s)
  15. 15. Alat untuk mengukur kecepatan aliran zat cair dalam pipa Kecepatan aliran zat cair dalam pipa dirumuskan :Manometer
  16. 16. vKecepatan aliran zat cair dalam pipa besardirumuskan :
  17. 17. MENENTUKAN KECEPATAN ALIR PADA DINDING TABUNG (TEOREMA TORRICELLI) Po v1 h 1 v acuan h 2P o 2Tekanan pada permukaan fluida dan pada lubang di bawah (Poadalah1sama : h2 = karena berada pada titikJika h = da ): v h1 n 0da vacuan 2= v 2 ghMaka : P gh n 0v P g 0 1 v diabaikan 1 o 2 o 2 2 2 1 Jika luas kebocoran lubang = A, maka debit 2 Po gh Po v fluida yang keluar dari lubang : 2 2 v 2 gh Q A 2 gh
  18. 18. VENTURIMETER Alat untuk mengukur kelajuan zat cair TANPA MANOMETER DENGAN MANOMETER
  19. 19. VENTURIMETER TANPA MANOMETER h P v P v2 A A 1 1 2 2 1 1 Fluida yang diukur tidak memiliki perbedaan ketinggian : P1 P2 2 v2 2 v1 A1 2 Berdasarkan persamaan kontinuitas : v2 v1 A2Maka 2 2: 1 A1 2 1 2 A1 P1 P2 v1 v 1 v1 1 2 A2 2 A2Perbedaan tinggi zat cair pada tabung vertikal : h Sehingga P1 P2 gh 2Jadi : 1 2 A1 : gh v1 1 2 A2
  20. 20. Maka kelajuan fluida pada bagian pipa berpenampang A1adalah : 2 1 2 A1 gh v1 1 2 A2 2 2 A 2 gh v1 1 A2 2 gh v1 2 A1 1 A2Sehingga debit fluida pada pipa senturi tanpa manometer adalah : 2 gh Q A1 2 A1 1 A2
  21. 21. VENTURIMETERDENGAN MANOMETER v1 v P A P 2 A1 1 y 2 2 N h MPerbedaan tekanan : P1 P2 P dapat diukur dengan manometerdimana tekanan di kaki kiri PN = tekanan di kaki kanan PM 2 gh PN PM v1 2P1 gy P2 g y h gh A1 1 P1 P2 gy gy gh gh A2 P gh ghDengan mensubtitusikan persamaan di atas kepersamaan : 2 1 A1 = Massa jenis fluida dlm venturi 2 P v1 1 = Massa jenis fluida dlm manometer 2 A2Maka akan didapat :
  22. 22. TABUNG PITOT Untuk mengukur kelajuan gas v Kelajuan gas di a = va = v a Aliran b Tekanan di kiri kaki manometer = gas tekanan aliran gas (Pa) h Lubang kanan manometer tegak lurus terhadap aliran gas, sehingga laju gas di b Air raksa = vb = 0Tekanan di kaki kanan manometer = tekanan di b, sedangkan a dan b sama tinggi, sehingga : 1 2 1 2 Pa va Pb vb 2 2 1 2 1 2 Pa va Pb Pb Pa v 2 2Beda tekanan di a dan b = tekanan hidrostatis air raksa setinggi h = Pb Pa gh Sehingga : v = kelajuan gas 1 2 v gh 2 gh = massa jenis raksa dlm manometer 2 v 2 gh = massa jenis gas 2 v h = perbedaan tinggi raksa dlm manometer
  23. 23. GAYA ANGKAT (Pengaruh bentuk pesawat) GAYA GERAK GAYA HAMBAT(Oleh mesin pesawat) (Gesekan antara badan pesawat dengan udara) GAYA BERAT (Pengaruh gravitasi bumi)
  24. 24. v1 = kelajuan udara bagian bawah v2 = kelajuan udara bagian atas V2 Menurut azas Bernoulli : v2>v1 P2<P V1 Dengan persamaan : 1 1 2 1 2 P1 gh 1 v 1 P2 gh 2 v2 2 2Dengan ketinggian kedua permukaan sayap sama tinggi : 1 2 1 2 P1 v1 P2 v2 2 2 1 2 2 F1 F2 A v2 v1 Gaya angkat 2 1 2 2 Pesawat P1 P2 v2 v1 2 F1-F2 = gaya angkat pesawat F1 F2 1 2 2 = massa jenis udara v2 v1 A A 2
  25. 25. Syarat pesawat bisa mengudara :-Gaya angkat pesawat > beratpesawat-Laju pesawat harus semakin besaruntuk-Ukuran pesawat harus besarpesawat memeperbesar gaya angkatsehingga gaya angkat semakin besar
  26. 26. aguspurnomosite.blogspot.com SEKIAN DAN TERIMA KASIH

×