SISTEM PENGONTROLAN TEKANAN UDARA                            PADA RUANG TERTUTUP                         Ayuta Anindyaning...
Gambar 3 Respon Tangga percobaan BumpTest untuk model FOPDT                                                               ...
     1                                                     G. Motor Servo         COs   K p 1        Td s e(s)   ...
Masukan dari kontrol Proporsional adalah error                                                         8                  ...
Gambar 15. Respon sistem kontrol Proporsional pada setting point 10 kPa. Gambar 13. Pengujian Bump Test bertekanan dengan ...
untuk mencapai setting point tersebut adalah 272 detik dan                                                                ...
relatif cepat karena terbentuknya steam dipengaruhi juga             Mikrokontroller Di Workshop Instrumentasi. Surabaya: ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

L2 f607012 mta

647 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
647
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

L2 f607012 mta

  1. 1. SISTEM PENGONTROLAN TEKANAN UDARA PADA RUANG TERTUTUP Ayuta Anindyaningrum#1, Sumardi,ST,MT#2, Budi Setiyono,ST,MT#3 # Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro jl. Prof Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia #1 @abdi.mslm@gmail.com #2 setiaone.iwan@gmail.com #3 Budisty@gmail.com Abstrak — Perkembangan teknologi dan industry telah keperluan. Air adalah media yang berguna dan murah untukmendorong berdirinya perusahaan dalam skala besar, seperti mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkanperusahaan tambang, kimia, dan otomotif. Salah satu faktor penting sampai menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitaryang ada pada industry yaitu pengendalian tekanan yang berada di 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubukdalam sebuah ruang tertutup yang dipanaskan. Pengukuran tekananini dapat bermanfaat untuk mengetahui ketinggian level fluida, mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakanrefrensi untuk mengatur suhu ruangan pemanas, maupun untuk peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.mengatur pasokan fluida sebagai proses pencampuran kimia. Pengendalian tekanan dalam ruang tertutup sangat Pengendalian tekanan ini sangat perlu diperhatikan berhubungan langsung dengan safety. Maka dari itu sistemdengan baik karena proses yang terjadi didalamnya sangat rawan pengontrolan tekanan dibuat selain dapat mendukung prosesterjadinya ledakan sehingga perlu keamanan lebih. Terlebih lagi produksi juga untuk keamanan apabila terjadi error kelebihanapabila terjadi pasokan bahan bakar yang berlebihan sehingga suplay bahan bakar yang mengakibatkan pemanasan yangterjadi pemanasan hingga menghasilkan tekanan udara yang berlebihan sehingga diperlukan pembuangan tekanan melaluiberlebihan. katup valve. Pada tugas akhir ini, dibuat suatu system pengontrolanuntuk mengatur besar tekanan yang nilainya agar sesuai dengan Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalamyang diinginkan, untuk mendapatkan pengontrolan yang akurat sistem pengontrolan tersebut diperlukan adanya metodemaka digunakan metode Proporsional. Perancangan alat ini pengontrolan. Pada tugas akhir ini metode kontrol yangdidapatkan nilai perameter Kp=40. Saat pengujian set point naik digunakan yaitu Proporsional (P). Untuk pengolahan datadiperlukan waktu 331 detik untuk mencapi kestabilan setelah masukan dari sensor dan proses perhitungan dengan metodeperubahan set point dari 10 kPa ke 15 kPa dan saat pengujian set kontrol Proporsional maka diperlukan mikrokontrolerpoint turun diperlukan waktu 389 untuk mencapai kestabilan setelah Atmega8535, sebagai tampilannya dengan menggunakan LCD,perubahan set point dari 18 kPa ke 14 kPa. Perancangan alat ini dan sebagai aktuatornya menggunakan motor servo untukmenggunakan mikroprosesor ATmega8535, sensor tekanan mengatur bukaan valve.MPX5050GP dan motor servo untuk mengendalikan buka tutupnyavalve pembuang tekanan. II. DASAR TEORIKata kunci — system control tekanan, sensor tekanan MPX5050GP, ATmega8535, metode Proporsional, valve pembuang A. Pengenalan Ketel Uap tekanan. Ketel uap atau boiler merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menghasilkan steam (uap) dalam berbagai I. PENDAHULUAN keperluan. Air di dalam boiler dipanaskan oleh panas dari Pada jaman sekarang ini perkembangan teknologi telah hasil pembakaran bahan bakar (sumber panas lainnya)berkembang sedemkian pesatnya keberbagai bidang. sehingga terjadi perpindahan panas dari sumber panas tersebutTerutama dalam bidang industri yang menuntut adanya ke air yang mengakibatkan air tersebut menjadi panas atauketelitian, keamanan, dan keefektifan dalam proses produksi. berubah wujud menjadi uap. Air yang lebih panas memilikiUntuk mendukung itu semua, maka diperlukan adanya berat jenis yang lebih rendah dibanding dengan air yang lebihotomatisasi yang dapat mengurangi tingkat kesalahan yang dingin, sehingga terjadi perubahan berat jenis air di dalamdisebabkan oleh kesalahan manusia. boiler. Air yang memiliki berat jenis yang lebih kecil akan Pengukuran tekanan udara memegang peranan yang naik, dan sebaliknya air yang memiliki berat jenis yang lebihsangat penting dalam bidang industri. Pada saat ini banyak tinggi akan turun ke dasar[2].industri yang memanfaatkan konsep tekanan dalam proses Uap panas atau steam pada tekanan tertentu kemudianindustri. Oleh karena itu, pengukuran diperlukan dalam digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika airpemantauan dan pengendalian suatu proses. dididihkan sampai menjadi steam, volumenya akan Salah satu contoh pengaplikasian pengontrolan tekanan meningkat[13].udara dalam bidang industri diterapkan pada boiler. Boilermerupakan tempat dimana sebuah bejana tertutup yangdigunakan untuk menghasilkan steam (uap) dalam berbagai 1
  2. 2. Gambar 3 Respon Tangga percobaan BumpTest untuk model FOPDT Gambar 3 diatas merupakan grafik respon tangga Gambar 1. Boiler untuk penyulingan percobaan BumpTest yang mana parameter-parameter proses FOPDT (First Order Plus Ded Time) dapat dicari sebagaiB. Model Kendali Proses Tekanan Udara pada Prototip berikut: Boiler a. Keterlambatan transportasi proses (L) = waktu yang Dalam mendapatkan model kendali dari suatu proses terjadi pada proses yang dihitung sejak terjadi perubahan dapat dilakukan dengan menerapkan hukum tangga pada CO sampai variabel proses (PV) yang kesetimbangan energi yaitu: “Laju akumulasi energi di dikontrol mulai menanggapi perubahan input CO. dalam tangki = Laju energi yang masuk - Laju energi b. Konstanta waktu (T) = Waktu yang di perlukan sehingga yang keluar” [6]. nilai PV mencapai kurang lebih 63 % dari keadaan steady dP(t ) C   w q1 (t )   v q 2 (t ) (1) akhir setelah waktu tunda. dt c. Gain Statis Proses (K) = Perbandingan perubahan PV Dimana: terhadap perubahan CO dalam keadaan steadynya. Gain C : kapasitansi tangki statis bisa bernilai positif maupun negatif tergantung jenis dP : perubahan pressure steam (kg/m2) kontrol valve yang di gunakan. dt : perubahan waktu (detik) PV PV1  PV0 K  (3) q1 : flow air masuk (m3/s) CO CO1  CO0 q2 : flow uap air keluar (m3/s) D. Kontrol Proporsional, Integral, dan Derivatif (PID) w : masa jenis air (kg/m3) Kontrol PID merupakan gabungan dari tiga macam metode v : masa jenis uap air (kg/m3) kontroler, yaitu pengontrol proporsional (ProportionalPersamaan model matematis untuk pressure sebagai berikut: Controller), pengontrol integral (Integral Controller), dan w KP pengontrol turunan (Derivative Controller). P( s )  Q1 ( s )  Q2 (s) (2) Cs  k Q 2 Cs  k Q 2 +C. Model self regulating process + + co SP e 1 Kp Ti.S Pada dasarnya dapat didekati oleh sebuah model matematis +FOPDT (First Order Plus Ded Time) yang hanya dicirikan - Td.Soleh tiga buah parameter yaitu Process transport delay – L,Process time constant – T, Process static gain- K PV Ketiga parameter yang menggambarkan dinamika proses, Gambar 4. Struktur kontrol PID ideal bentuk dependent.secara praktis dapat diperoleh atau diidentifikasi melaluieksperimen sederhana BumpTest atau sinyal tangga secara Gambar 4 menunjukkan struktur kontrol PID ideal.open loop pada mode kontrol manual (lihat Gambar 2). Struktur kontrol PID ideal merupakan struktur kontrol PID yang umum dijumpai .. Persamaan (5) memperlihatkan bentuk umum dari kontrol PID ideal tersebut dalam bentuk kontinyu.  t   1 det   COt   K p  et   et .dt  Td . (4)  Ti  dt    0  Secara praktis, struktur kontrol PID pada persamaan (4) dikenal juga dengan istilah PID ideal bentuk dependent. Istilah Gambar 2 Percobaan BumpTest pada kontrol manual tersebut mengacu pada dependensi (ketergantungan) setiap suku persamaan terhadap nilai gain proporsional (Kp) Dalam kawasan Laplace, persamaan (4) tersebut dapat ditulis: 2
  3. 3.  1  G. Motor Servo COs   K p 1   Td s e(s) (5) Motor servo adalah sebuah motor dengan system closed  Ti s  feedback di mana posisi dari motor akan diinformasikan Dari persamaan (6) tersebut dapat diperoleh fungsi alih kembali ke rangkaian kontrol yang ada di dalam motor servo.kontroler PID (dalam domain s) sebagai berikut: Motor ini terdiri dari sebuah motor, serangkaian gear, potensiometer dan rangkaian kontrol. Potensiometer berfungsi  1  untuk menentukan batas sudut dari putaran servo. Gc s   K p 1   Td s (6)  Ti s  Aksi kontrol PID ideal bentuk dependent dalamkawasan sistem diskret dapat dituliskan pada bentukpersamaan (4) sebagai berikut: kCO k   K p .ek   K i .Tc. ei   K d ek   ek  1 i 0 Tc (7) Gambar 7. standard motor servo[15]. Realisasi kontrol PID digital akan ditemukan dalamsistem berbasis mikroprosesor. Sistem kontrol PID digital III. PERANCANGANbekerja dalam basis-basis waktu diskret, sehingga persamaanmatematis diskret diperlukan untuk aplikasi kontrol PID ke Perancangan alat pada tugas akhir ini meliputi perancangandalam sistem mikroprosesor. perangkat keras dan perancangan perangkat lunak.E. Sensor tekanan MPX5050GP A. Perancangan Perangkat Keras Sensor tekanan tipe MPX5050GP ini mampu mendeteksi Perancangan perangkat keras sistem pengontrolan tekanantekanan sebesar 0 sampai dengan 50 kPa. MPX5050GP hanya udara ini terdiri dari mikrokontroler AVR ATmega8535,membutuhkan supply tegangan +5 Volt. Seperti sensor sensor tekanan MPX5050GP, sensor suhu LM35, rangkaiantakanan pada umumnya, sensor akan mengubah tekanan relay sebagai pengaman plant, motor servo sebagai aktuator,menjadi tegangan. Semakin besar tekanan yang diberikan, Keypad sebagai unit masukan dan LCD sebagai penampilsemakin besar pula tegangan yang dihasilkan. Sensor ini menu, parameter, dan nilai tekanan udara. Secara umumdilengkapi chip signal conditioned seperti dijelaskan diatas, perancangan perangkat keras sistem ditunjukan pada Gambarmaka keluaran dari sensor ini tidak perlu dikuatkan lagi. 8. Gambar 5. Sensor tekanan MPX5050GPF. Sensor LM 35 Sensor suhu LM35 digunakan untuk mengetahui besarnyasuhu. IC ini akan mengubah nilai suhu menjadi besarantegangan dengan range suhu yang mampu dirasakan olehLM35 adalah dari 0oC sampai dengan 150oC. Tegangan Gambar 8. Rancangan hardware plant pengontrolan tekanan udara .keluaran sensor ini akan mengalami perubahan 10 mV untuksetiap perubahan suhu 1 C atau memenuhi Persamaan (8). B. Perancangan Perangkat Lunak Perancangan sistem pengontrolan tekanan udara ini = 10 (8) menggunakan metode kontrol Proporsional. Blok diagram aplikasi pengontrolan secara umum dapat dilihat pada Gambar dengan T adalah suhu yang dideteksi dalam derajat celcius. 9. Set Point Error Kontroler Co Tekanan Motor Servo Valve P Mikrokontroler ATMega 8535 Sensor Tekanan +Vcc (MPX5050GP) Vout GND Gambar 9. Diagram blok sistem pengendalian tekanan udara. Gambar 6. Sensor suhu LM35. 3
  4. 4. Masukan dari kontrol Proporsional adalah error 8 14 1.44 1.43 1.44 1.437tekanan udara. Error akan diolah oleh algoritma kontrol 9 16 1.61 1.61 1.61 1.61Proporsional sehingga menghasilkan sinyal kontrol yangdiumpankan ke valve melalui motor servo. 10 18 1.78 1.79 1.78 1.783Flowchart program utama diperlihatkan pada Gambar 10. 11 20 1.98 1.98 1.97 1.977 Rata-rata Tegangan Terukur (Volt) 2.5 2 Output (V) 1.5 1 0.5 0 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 Tekanan (kPa) Gambar 11. Grafik perbandingan pembacaan sensor MPX5050GP dengan tegangan keluaran secara terukur. Ya Tekanan >20 kPa Tekanan >20 kPa atau suhu >35oC? atau suhu >35oC? Tidak Ya Keypad D Ditekan ? Tidak Ya Keypad C Ditekan ? Tidak Keypad * Tidak Ditekan ? Heater mati Heater mati Ya Selesai Selesai Gambar 10. Flowcart program pengendalian tekanan udara. IV. PENGUJIAN DAN ANALISAA. Pengujian Sensor MPX5050GP Gambar 12. Grafik perbandingan pembacaan sensor MPX5050GP dengan Pengujian terhadap sensor MPX5050GP dilakukan dengan tegangan keluaran pada datasheet.mengukur tegangan keluaran sensor tekanan. Pembacaansensor tersebut kemudian dibandingkan dengan grafik B. Pengujian Sistempengujian pada datasheet. Data hasil pengukuran yangdilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.1. 1) Pengujian Kalang Terbuka (Bumptest) Karakteristik plant sistem pengendalian tekanan udaraTabel 1. Hasil keluaran tegangan pembacaan sensor MPX5050GP. dapat diketahui dengan melakukan pengujian kalang terbuka. Hubungan antara CO (sinyal kontrol) dan PV Tekanan Tegangan Terukur Rata-rata Tegangan (deviasi output proses) pada hasil eksperimen bump test No pengujian kalang terbuka ditunjukkan pada Gambar 13. (kPa) (Volt) Terukur (Volt) 1 0 0.21 0.21 0.21 0.21 2 2 0.38 0.38 0.38 0.38 3 4 0.56 0.55 0.56 0.557 4 6 0.73 0.74 0.73 0.73 5 8 0.90 0.91 0.91 0.907 6 10 1.08 1.07 1.08 1.077 7 12 1.26 1.25 1.26 1.257 4
  5. 5. Gambar 15. Respon sistem kontrol Proporsional pada setting point 10 kPa. Gambar 13. Pengujian Bump Test bertekanan dengan tekanan awal 10 kPa dan ΔCO = 8%. Nilai keterlambatan transportasi (L) respon sistemtersebut sangatlah kecil maka dapat diabaikan dan Gain statisproses (K) yang dimiliki model FOPDT didapatkan dariperhitungan berikut: PV PV 1  PV 0 K  CO CO1  CO 0 (9) 0.12  10 K  1.235 ( kPa %) 80 Sedangkan nilai T ditentukan dari 63% ΔPV yangdidapatkan dari perhitungan berikut: Gambar 16. Respon sistem kontrol Proporsional pada setting point 15 kPa.63% ΔPV = 0.12 + (63% (10  0.12)) = 0.12 + 6.2244 Tabel 2. Karakteristik respon sistem pengendalian tekanan udara pada setting = 6.3444 kPa point tetap.Sehingga pada saat 63% ΔPV , nilai T = 115 detik Berdasarkan pengujian dapat diketahui bahwa proses Suhu Tekanan Setting Tr Tspada sistem adalah reverse. Sehingga dapat diperoleh Awal Awal Pointpersamaan matematis fungsi alih sistem. (detik) (detik) (kPa) (kPa) (kPa) pv( s) K H (s)   e  sL 100 0 5 73 85 co(s) Ts  1 (10) 100 0 10 160 185 1.235 H (s)  100 0 15 302 357 115s  12) Pengujian dengan Referensi tetap Pengujian ini dilakukan dengan memberikan setpoint tetap Pada Tabel 2 ditunjukkan bahwa respon sistem dengandengan suhu awal air sebesar 100°C. Berikut ini adalah hasil setting point semakin besar akan mengakibatkan waktupengujiannya. naiknya (Tr) semakin besar. Gambar 14, Gambar 15, dan Gambar 16. menunjukkan respon sistem relatif stabil untuk mencapai variasi nilai setting point 5, 10 dan 15 kPa tanpa adanya overshoot dan osilasi. 3) Pengujian Kontrol Proporsional pada Setting Point Naik Pengujian dengan setting point naik ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan respon kendali sistem terhadap perubahan kenaikan setting point. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan nilai parameter Kp = 40. Berikut adalah gambar grafik untuk pengujian set point naik. Gambar 14. Respon sistem kontrol Proporsoinal pada setting point 5 kPa. 5
  6. 6. untuk mencapai setting point tersebut adalah 272 detik dan waktu penetapan (Ts) 286 detik. Ketika sistem melakukan perubahan setting point dari 18 kPa menjadi 14 kPa waktu naik (Tr) yang diperlukan untuk mencapai setting point baru adalah 372 detik dan waktu penetapan (Ts) 389 detik dengan overshoot. 5) Pengujian Kontrol Proporsional terhadap Gangguan Daya tahan sistem terhadap gangguan dan kecepatan respon sistem untuk kembali ke referensi setelah gangguan, dapat diketahui dengan melakukan pengujian dengan Gambar 17. Respon Sistem pada perubahan setting point naik. memberikan gangguan berupa pembukaan valve 2 pada sistem yang telah mencapai kestabilan pada suatu nilai referensi.Gambar 17 menunjukkan pengujian respon sistem Pemberian gangguan sesaat dilakukan selama 20 detik denganpengendalian tekanan udara pada perubahan setting point naik membuka katup valve 2 setelah itu valve 2 dinormalkanatau semakin besar dengan lama pengujian 380 detik. Pada kembali.awalnya sistem diberi setting point tinggi sebesar 10 kPadengan tekanan awal 0 kPa. Waktu naik (Tr) yang diperlukanuntuk mencapai setting point tersebut adalah 159 detik. Sistemtelah mencapai keadaan steady dengan waktu penetapan (Ts)165 detik. Ketika sistem melakukan perubahan setting pointdari 10 kPa menjadi 15 kPa waktu naik (Tr) yang diperlukanadalah 311 detik dan waktu penetapan (Ts) 331 detik, tanpaovershoot. Waktu yang diperlukan untuk mencapai settingpoint baru ketika setting point naik relatif lebih cepat karenaterbentuknya steam dipengaruhi juga oleh suhu air. Semakintinggi suhu air maka kecepatan kecepatan untuk menghasilkansteam akan makin cepat pula. Gambar 19. Respon sistem kontrol Proporsional terhadap gangguan.4) Pengujian Kontrol Proporsional pada Setting Point Turun Pada Gambar 19. menunjukkan respon sistem terhadap gangguan sesaat berupa bukaan valve 2 selama 20 detik pada Pengujian dengan setting point turun ini bertujuan untuk setting point 13 kPa. Pada gangguan sesaat, terjadimengetahui kecepatan respon kendali sistem terhadap penurunana tekanan sebesar 3,5 kPa dari keadaan steady-nya,perubahan penurunan setting point. untuk meningkatkan tekanan yang ada di dalam tabung akan memberikan respon dengan menutup valve. V. PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang dilakukan didapatkan hal-hal penting sebagai berikut: 1. Hasil pengujian kalang terbuka dengan eksperimen bumptest untuk ΔCO = 8% dari CO awal 0%, plant sistem pengendalian tekanan udara termasuk model FOPDT dengan nilai L = 0 detik, T = 115 detik, dan K = 1,235 kPa/ %. Gambar 18. Respon Sistem pada perubahan setting point turun. 2. Pengujian untuk setting point tetap dengan tekanan awal sama yaitu 0 kPa, sistem mampu menghasilkan respon yang relative stabil untuk semua setting point tanpa Gambar 18 menunjukkan pengujian respon sistem adanya overshoot. Pada setting point 5 kPa Tr = 73 detik,pengendalian tekanan udara pada perubahan setting point setting point 10 kPa Tr = 160 detik, dan pada setting pointturun atau semakin kecil dengan lama pengujian 448 detik. 15 kPa Tr = 302 detik.Pada awalnya sistem diberi setting point tekanan sebesar 18 3. Salah satu pengujian untuk mengetahui kestabilan systemkPa dari tekanan awal 0 kPa. Waktu naik (Tr) yang diperlukan yaitu dengan pengujian setting point naik, respon sistem mampu mengikuti kenaikan setting point dengan rise time 6
  7. 7. relatif cepat karena terbentuknya steam dipengaruhi juga Mikrokontroller Di Workshop Instrumentasi. Surabaya: oleh suhu air. Semakin tinggi suhu air maka kecepatan ITS. [7] Seiko Instrument Inc. Liquid Crystal Display Module untuk menghasilkan steam akan makin cepat pula. Saat M1632 : User Manual. Japan. 1987. mencapai setting point pertama 10 kPa dari tekanan awal [8] Setiawan,Iwan.2008.Kontrol PID untuk Proses Industri. 0 kPa, Tr sebesar 159 detik dan Ts sebesar 165 detik. Jakarta: Elex Media Komputindo. Ketika sistem melakukan perubahan setting point menjadi [9] Smith, A. Carlos. 1997. Principles and Practice of 15 kPa, Tr dan Ts yang diperlukan adalah 311 detik dan Automatic Process Control. John Wiley Son.Inc. 331 detik tanpa overshoot. [10] Welander, Peter. Understanding Derivative in PID4. Pada setting point turun respon sistem mampu mengikuti Control. Control Engineering, 2, 24-27-2012. penurunan setting point dengan rise time relatif cepat. [11] ----------, ATmega8535 Data Sheet, Saat mencapai setting point yang pertama 18 kPa dari [12] http://www.atmel.com tekanan awal 0 kPa, memiliki Tr sebesar 272 detik dan Ts [13] http://www.datasheetdir.com/MPX5050GP sebesar 286 detik. Ketika sistem melakukan perubahan [14] http://www.energyefficiencyasia.org setting point menjadi 14 kPa, Tr dan Ts yang diperlukan [15] http://www.IlmuKomputer.com adalah 372 detik dan 389 detik dengan overshoot. [16] http://www.national.com/ds/LM/LM35.pdf5. Pengujian respon sistem terhadap gangguan sesaat pada [17] http://www.servodatabase.com setting point 5 kPa selama 20 detik, sistem mampu merespon dengan waktu pemulihan relatif cepat dan berupaya untuk menyesuaikan respon pada keadaan BIODATA MAHASISWA steadynya walaupun terjadi osilasi di bawah setting point nya sebesar 3,5 kPa . Ayuta Anindyaningrum (L2F 607 012) Saat ini sedang melanjutkan studi pendidikanB. Saran strata I di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam Teknik Universitas Diponegoro Konsentrasipengembangan sistem pengontrolan tekanan ini, antara lain Kontrol.yaitu :  Menggunakan tabung yang lebih kuat sehingga dapat memaksimalkan tekanan pada sensor.  Harus memperhatikan peristiwa fisika sehingga dapat Mengetahui dan mengesahkan, meminimalkan terjadinya kerusakan alat. Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II  Menggunakan sensor dengan kapasitas tekanan maksimal yang lebih besar dan tahan oleh suhu tinggi.  Menambah system contohnya pengontrolan tekanan untuk mengatur level cairan, sebagai alat ukur besaran tekanan , dan lain-lain.  Mengunakan metode pengontrolan lain seperti fuzzy, Sumardi,ST,MT Budi Setiyono, ST, MT fuzzy sebagai tuning PID, Jaringan Syaraf Tiruan, NIP.196811111994121001 NIP.197005212000121001 Algoritma Genetik. Tanggal:____________ Tanggal: ___________ DAFTAR PUSTAKA[1] Barmawi, M. 1996. Prinsip-prinsip Elektronika. Jakarta : Erlangga.[2] Djokosetyardjo,M.J.1990.Ketel Uap.Jakarta: Pradnya Paramita.[3] Mu’amar, Awal. 2007. Perancangan Sistem Control Level Dan Pressure Pada Boiler Di Workshop Intrumentasi Berbasis Dcs Centum Cs3000 Yokogawa. Surabaya: ITS.[4] Ogata, Katsuhiko.1994. Teknik Kontrol Automatik Jilid 1, terj. Edi Leksono. Jakarta: Erlangga[5] Ogata, Katsuhiko. 1994. Teknik Kontrol Automatik Jilid 2, terj. Edi Leksono, Jakarta: Erlangga.[6] Rachmawati, Ika Nurina. 2010. Perancangan Sistem Pengaman Pada Tangki Kerosin Bertekanan Dengan Menggunakan Pengendalian On/Off Berbasis 7

×