Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
BAB I                                PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang   Dewasa ini, proses pembelajaran di kelas kurang menin...
siswa akan lebih memahami materi dan tidak merasa enggan, takut dan malu lagi untukbertanya.1.2 Rumusan Masalah   Adapun r...
1.5 Batasan Istilah   1. Tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang murid yang ditunjuk dan       ditugaskan untuk me...
BAB II                               TINJAUAN PUSTAKA2.1 Hakekat Belajar dan Pembelajaran     Hakekat belajar adalah suatu...
merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Pembelajaran matematika memerlukanpendekatan, metode, dan teknik. Variabel-va...
Menurut Rani (2004) mengemukakan bahwa metode tutor sebaya adalahbagaimana mengoptimalkan kemampuan siswa yang kurang berp...
Pembelajaran bantuan tutor sebaya memberikan keuntungan, baik bagi siswa tutormaupun siswa yang dibimbing. Bagi tutor, den...
kemudian siswa yang menjadi tutor diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut.Pada pembelajaran Tutor Sebaya ini pelaksa...
bentuk nilai yang diperoleh dari evaluasi. Hasil belajar dalam penelitian ini nilai tessiswa diberi pembelajaran remedial ...
BAB III                        METODELOGI PENELITIAN3.1 Jenis Penelitian    Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelit...
3.4 Tempat dan Waktu Penelitian    Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 14 KotaBengkulu yang...
atau meminta siswa mengumpulkan rapor untuk melihat nilai matematika semester I,yang akan digunakan oleh peneliti dalam me...
2. Pelaksanaan Tindakan   1) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi belajar siswa.   2) Menyampaikan informasi ke...
menelaah penyebab kurang berhasilanya tindakan dan merumuskan cara       memperbaiki hal-hal yang kurang berhasil. Hasil r...
1) Siswa membaca dan memahami permasalahan matematika yang diberikan    guru.2) Siswa mengemukakan gagasan untuk menentuka...
Interval kategori penilaian lembar observasi aktivitas siswa adalah sebagai       berikut :          Tabel 3.3 Skor nilai ...
Adapun indikator keberhasilan tindakan sebagai berikut :1. Indikator keberhasilan tindakan untuk aktivitas belajar siswa  ...
Daftar PustakaAhmadi, Abu dan Joko Tri. 1987. Strategi Belajar Mengajar untuk Fakultas Tarbiyah       Komponen MKDK. Bandu...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Peer Tutor

9,825 views

Published on

  • Be the first to comment

Peer Tutor

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Dewasa ini, proses pembelajaran di kelas kurang meningkatkan aktifitas siswaterutama dalam pembelajaran matematika. Salah satu faktor yang sangat mendukungkeberhasilan guru dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan guru dalammenerapkan metode pembelajaran. Metode merupakan suatu cara yang dipergunakanuntuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Saat ini guru dituntut untuk lebih inovatifdan kreatif dalam menentukan atau memilih metode pembelajaran yang digunakan sertamenguasai metode yang akan diterapkan dalam pembelajaran tersebut, supaya prosespembelajaran akan lebih baik dan lebih efektif. Dalam kegiatan belajar mengajar,metode sangat diperlukan oleh guru. Pendekatan belajar dan strategi atau kiatmelaksanakan pendekatan serta metode belajar termasuk faktor-faktor yang turutmenentukan tingkat efisiensi dan keberhasilan belajar siswa. Dalam pembelajaran matematika, sebenarnya telah banyak upaya yang dilakukanoleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sisi lain yang menjadikanmatematika itu dianggap siswa pelajaran yang sulit adalah bahasa yang digunakan olehguru. Dalam hal ini tentu siswa lebih paham dengan bahasa teman sebayanya daripadabahasa gurunya. Agar proses pembelajaran dapat berlangsung aktif dan menyenagkan.Salah satu pendekatan pembelajaran yang diduga mampu mewujudkan situasi tersebutadalah pendekatan dengan metode Tutor Sebaya. Dengan memperhatikan tingkat perkembangan siswa yang kecepatanperkembangannya serba tak sama (heterogen) dan keanekaragaman potensi ataukemampuan yang dimiliki siswa dalam memahami sebuah pelajaran seringmenimbulkan masalah, antara lain kadang ada siswa yang sangat cepat memahamimateri dan ada yang merasa kesulitan dalam memahami materi, maka dari itu guru yangmengajar juga harus memperhatikan perbedaan individual setiap siswa. Metodel pembelajaran tutor sebaya sangat membantu siswa dalam memahamimateri pelajaran karena siswa akan lebih terbuka bebas menyampaikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi kepada temannya daripada kepada gurunya, dengan begitu
  2. 2. siswa akan lebih memahami materi dan tidak merasa enggan, takut dan malu lagi untukbertanya.1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang diambil dalam makalah ini adalah sebagai berikut : a. Bagaimana penerapan metode Tutor Sebaya sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa? b. Bagaimana penerapan metode Tutor Sebaya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa?1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Tutor Sebaya sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. 2. Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Tutor Sebaya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut : a. Bagi siswa Dengan proses pembelajaran yang menggunakan teman sendiri sebagai tutor akan memberikan kesempatan yang leluasa pada siswa untuk bertanya, mentransfer dan menyerap materi pelajaran sehingga dapat membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran. b. Bagi guru Sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan strategi/model pembelajaran matematika yang tepat sehingga tujuan pembelajaran tercapai. c. Bagi peneliti Melalui penelitian ini peneliti memperoleh wawasan dan pengalaman dalam merancang serta menerapkan pembelajaran dengan memanfaatkan tutor sebaya.
  3. 3. 1.5 Batasan Istilah 1. Tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang murid yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu murid-murid tertentu yang mengalami kesulitan belajar ( Surya, 1984 : 112 ). 2. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siwa setelah ia menerima pengalaman belajar (Sudjana, 2009:22).1.6 Ruang Lingkup Penelitian Agar penelitian ini terarah dan tujuan penelitian tercapai, maka permasalahan padapenelitian ini dibatasi pada penelitian yang dilakukan pada kelas VII SMP Negeri 14Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2011/2012
  4. 4. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Hakekat Belajar dan Pembelajaran Hakekat belajar adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah lakupada diri individu yang belajar. Menurut M.ali (1987:14) bahwa secara umum belajardapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku akibat interaksi denganlingkungan. Dimana perilaku tersebut mengandung pengertian yang sangat luas, yaitumencakup pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap dan sebagainya. Hal senadajuga disampaikan oleh Ahmadi (2004:128) yang mengungkapkan belajar adalah suatuproses usaha yang dilakukan individu yang memperoleh suatu perubahan tingkah lakuyang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalaminteraksi dengan lingkungan. Matematika dapat dipandang sebagai salah satu cabang ilmu, sebagai suatustruktur, sebagai suatu kumpulan sistem, dan sebagai bahasa atau alat. Sebagai suatustruktur matematika adalah suatu struktur dari hubungan-hubungan yang mengkaitkansimbol-simbol. Sebagai ilmu, matematika adalah ilmu yang bersifat terstruktur,deduktif, sistematis, dan konsisten. Objek matematika adalah hal yang abstrak.Matematika dibentuk sebagai hasil pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide,proses dan penalaran. Sebagai bahasa atau alat, matematika adalah alat untuk menyelesaikan masalah.Dalam penyelesaian masalah nyata dilakukan tiga tahap, yaitu tahap pembentukanmodel, tahap penanganan model dan tahap penerjemahan hasil. Matematika mempunyaistruktur yang kokoh, sistematis, konsisten. Sistem yang digunakan dalam matematikaadalah deduktif, yang terdiri dari sekumpulan pengertian pangkal, definisi, aksioma ataupostulat dan teorema atau dalil. Proses yang digunakan dalam penurunan teoremadisebut deduksi. Matematika akan berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu danteknologi. Pembelajaran matematika adalah proses yang sengaja dirancang dengan tujuanuntuk menciptakan suasana lingkungan yang memungkinkan kegiatan siswa belajarmatematika disekolah. Unsur-unsur pembelajaran matematika antara lain guru, prosespembelajaran, siswa dan matematika sekolah. Pembelajaran matematika sekolah
  5. 5. merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Pembelajaran matematika memerlukanpendekatan, metode, dan teknik. Variabel-variabel yang terlibat sulit didentifikasi,saling terkait, dan bagaimana keterkaitannya sulit untuk dijelaskan. Proses pembelajaran dalam konsep komunikasi pada dasarnya merupakan proseskomunikasi antara guru dan siswa, antara siswa, dan antar siswa dengan sumber belajar.Pembelajaran matematika disekolah dikatakan berhasil jika siswa dapat belajar sesuaidengan tujuan yang ditetapkan. Suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil jikakomunikasi yang terjadi didalam pembelajaran tersebut mampu menimbulkan intensitasproses belajar yang tinggi.2.2 Pembelajaran dengan metode Tutor Sebaya Model pembelajaran adalah pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelasyang menyangkut strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yangditerapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dikelas. Metode mengajar adalah cara penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar ataumenyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atausecara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan olehsiswa dengan baik (Ahmadi, 1997:52). Dengan demikian, makin baik metode mengajar,makin efektif pula pencapaian tujuan. Salah satu metode yang dapat digunakan padakegiatan remedial adalah metode tutorial sebaya. Tutor Sebaya adalah salah satu metode pembelajaran yang mana Tutor Sebayamerupakan seorang atau beberapa orang yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantumurid-murid tertentu yang mengalami kesulitan belajar. Murid yang dipilih sebagaitutor hendaknya diperhatikan dari segi kemampuan dalam penguasaan materi dankemampuan membantu orang lain. Ini berarti tutor adalah murid yang tergolong baikdalam prestasi belajarnya dan mempunyai hubungan sosial yang baik dengan teman-temannya. Tutor Sebaya dikenal dengan pembelajaran teman sebaya atau antar pesertadidik, hal ini bisa terjadi ketika siswa yang lebih mampu menyelesaikan pekerjaannyasendiri kemudian membantu siswa lain yang kurang mampu. Menurut Ischak dan Warji (1987:45) metode tutorial secara tutor sebaya adalahpara siswa yang mengalami kesulitan belajar diberi bantuan oleh teman-teman merekasekelas ataupun tidak sekelas yang mempunyai umur sebaya dengannya.
  6. 6. Menurut Rani (2004) mengemukakan bahwa metode tutor sebaya adalahbagaimana mengoptimalkan kemampuan siswa yang kurang berprestasi dapat mengatasiketertinggalan. Bantuan belajar oleh teman sebaya dapat menghilangkan kecanggungan. Bahasateman sebaya lebih mudah dipahami, selain itu dengan teman sebaya tidak ada rasaenggan, takut, malu dan sebagainya, sehingga diharapkan siswa yang kurang pahamtidak segan-segan untuk mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.Menurut Surya (1985 : 112) “hubungan antara murid yang satu dengan murid lain padaumumnya terasa lebih dekat dibandingkan dengan hubungan murid dengan guru”.Bantuan yang diberikan oleh teman-teman sebaya pada umumnya dapat memberikanhasil yang cukup baik terhadap hasil belajar. Tutor Sebaya merupakan salah satu strategi pembelajaran untuk memenuhikebutuhan siswa. Rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara siswa yangbekerja sama. Ketika siswa belajar dengan teman sebayanya, siswa jugamengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi danpenjelasan tutor sebaya kepada temannya lebih memungkinkan lebih berhasildibandingkan guru.2.3 Peran dan Manfaat Pembelajaran dengan Metode Tutor SebayaA. Peran Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Dalam menyelesaikan soal-soal matematika, pengajaran tutor sebaya seringdigunakan untuk membantu para siswa yang lambat menyelesaikan soal-soal yangdiberikan. Disinilah peran siswa yang ditunjuk sebagai tutor untuk membantu teman-temannya dalam menyelesaikan soal matematika. Tutor sebaya berperan sebagaipengganti guru dan guru disini hanya berperan sebagai pengawas. Adapun kriteria-kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih Tutor, yaitu : 1. Tutor dapat diterima atau disetujui oleh siswa yang akan dibantu sehingga siswa tidak mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya. 2. Tutor dapat menerangkan materi yang akan diajarkan kepada teman-temannya. 3. Tutor tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama teman. 4. Tutor mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan bimbingan, yaitu dapat menerangkan pelajaran kepada teman-temannya.
  7. 7. Pembelajaran bantuan tutor sebaya memberikan keuntungan, baik bagi siswa tutormaupun siswa yang dibimbing. Bagi tutor, dengan membimbing atau mengajarkan suatutopik kepada temannya, maka pengertian terhadap materi itu akan menjadi lebihmendalam. Sedangkan siswa yang dibimbing akan lebih cepat mengerti karena bahasasiswa lebih mudah dimengerti oleh temannya. Tutor sebaya akan merasa bangga atasperannya dan belajar dari hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dandiperolehnya atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ketika mereka belajardengan tutor sebaya, peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih untukmendengarkan, berkonsentrasi dan memahami apa yang dipelajari. Penjelasan tutor sebaya kepada temannya lebih memungkinkan berhasildibandingkan kepada guru. Dapat menghilangkan kecanggungan, bahasa mudahdipahami, tidak merasa enggan, rendah diri dan malu untuk bertanya atau memintabantuan. Kemudian akan membentuk suasana hubungan yang lebih dekat dan akrabantara murid atau siswa yang dibantu dengan murid atau siswa sebagai tutor yangmembantu. Dapat menambah motivasi belajar baik sebagai siswa yang dibantu atausiswa yang sebagai tutor. Kekurangan yang didapat pada metode Tutor Sebaya iniadalah bahwa tidak semua siswa dapat menjelaskan kepada temannya dan tidak semuasiswa mampu menjawab pertanyaan temannya.B. Manfaat dalam pembelajaran Adapun manfaat yang didapat dalam pembelajaran dengan metode Tutor Sebayaadalah sebagai berikut : 1. Melatih siswa untuk bekerja sama, toleransi, menghormati orang lain dan mengembangkan keterampilan siswa. 2. Melatih jiwa kepemimpinan, disiplin dan tanggung jawab. 3. Memacu semangat belajar siswa. 4. Membangkitkan keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat dan kesulitan- kesulitan yang dihadapi kepada orang lain.2.4 Penerapan Metode Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Metode tutorial diberikan dengan bantuan tutor. Guru menunjuk beberapa siswauntuk menjadi tutor. Guru memberikan bahan ajar kepada siswa yang menjadi tutor,
  8. 8. kemudian siswa yang menjadi tutor diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut.Pada pembelajaran Tutor Sebaya ini pelaksanannya dengan membagi kelas dalamkelompok-kelompok kecil. Guru membentuk suatu kelompok dimana masing-masingkelompok diberi tutor yang telah ditentukan. Untuk sumber belajarnya bukan hanya guru melainkan teman sebaya yang pandaidan cepat menguasai suatu materi tertentu. Dalam pembelajaran matematika ini, siswayang menjadi tutor hendaknya mempunyai kempampuan yang lebih tinggidibandingkan dengan teman lainnya, sehingga pada saat ia memberikan bimbingan, iasudah dapat menguasai bahan yang akan disampaikan. Model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil sangat cocok digunakandalam pembelajaran matematika dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehinggasiswa menjadi terampil dan berani mengemukakan pendapatnya dalam prosespembelajaran. Penerapan model pembelajaran Tutor Sebaya sangat efektif dalampeningkatan hasil belajar siswa dan keunggulan model pembelajaran tutor sebaya jugaditunjukkan oleh hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan.2.5 Hasil Belajar Sudjana (2009:22) mengatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. Hasil belajar juga merupakan tolok ukur yang utama untuk mengetahuikeberhasilan belajar seseorang. Seseorang yang prestasinya tinggi dapat dikatakanbahwa ia telah berhasil dalam belajar. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor, dari dalam individu siswa berupakemampuan personal (intern) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengandemikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanyausaha atau kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kemampuan sehingganampak pada diri individu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dankecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak padadiri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan suatu buktikeberhasilan seseorang dalam mempelajari pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam
  9. 9. bentuk nilai yang diperoleh dari evaluasi. Hasil belajar dalam penelitian ini nilai tessiswa diberi pembelajaran remedial dengan metode tutorial sebaya.2.6 Respon Siswa Menurut kamus besar bahasa Indonesia respon berarti tanggapan, reaksi ataujawaban. Sedangkan respon siswa terhadap pelajaran adalah reaksi siswa setelahmelakukan pembelajaran. Reaksi siswa dapat berupa reaksi positif dan negatif. Respon siswa terhadap metode pembelajaran disertai dengan perasaan positif ataunegatif. Jika siswa mempunyai respon positif terhadap proses pembelajaran yangditerapkan maka siswa menilai pembelajaran tersebut bermanfaat baginya . Sebaliknyajika siswa merespon negatif proses pembelajaran yang diterapkan, berarti siswa menilaibahwa pembelajaran tersebut tidak bermanfaat baginya.2.7 Penelitian yang Relevan Penelitian yang dilakukan Pami Sistri (2007) tentang Penerapan PembelajaranRemedial dengan Metode Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswaterhadap siswa kelas VII SMP Negeri 6 Kota Bengkulu dengan sampel siswa yangmempunyai tingkat kemampuan awalnya rendah, menemukan bahwa secara umumpelaksanaan tutor sebaya dapat meningkatkan kemampuan siswa yang tingkatkemampuan awalnya rendah dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Penelitian yang dilakukan Selmi Huda (2001) tentang Upaya MeminimalkanKesulitan Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Statistika Melalui Remedial TutorSebaya di Kelas II SLTP Negeri 4 Sukaraja. Dimana salah satu kelas yang mempunyaiprestasi yang heterogen, maksudnya terdapat siswa yang pandai, sedang, dan rendah,menemukan bahwa melalui metode tutor sebaya efektifitas belajar siswa dapatditingkatkan dan kesulitan belajar siswa dapat diminimalkan.
  10. 10. BAB III METODELOGI PENELITIAN3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Suhardjono dan Arikunto (2009: 57) berpendapat bahwa PTK adalah penelitian yangdilakukan oleh guru, bekerjasama oleh peneliti di kelas atau di sekolah tempat iamengajar dengan penekanan dan penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktispembelajaran. Dalam PTK guru melakukan penelitian di dalam kelas melalui refleksidiri untuk memperbaiki cara pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar secaraoptimal.3.2 Subyek penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 14 Kota Bengkulu TahunAjaran 2011/2012 yang mempunyai hasil belajar rendah (belum tuntas belajar). Dipilihsatu kelas sebagai subyek penelitian, karena pada satu kelas keakraban antarsesamasiswa lebih erat dibandingan dengan keakraban siswa yang berbeda kelas. Hal ini cocokuntuk pembelajaran dengan metode tutor sebaya yang membutuhkan keakrabanantarsesama.3.3 Faktor Yang Diteliti Faktor yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah : 1. Hasil belajar siswa setelah dilaksanakan pembelajaran remedial dengan metode tutor sebaya. 2. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran remedial dengan metode tutor sebaya. 3. Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran remedial dengan metode tutor sebaya.
  11. 11. 3.4 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 14 KotaBengkulu yang beralokasi di jalan Zainul Arifin Bengkulu pada semester genap tahunajaran 2011/2012. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademiksekolah.3.5 Prosedur Penelitian Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari tigasiklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu : (1) tahap perencanaan, (2) tahappelaksanaan tindakan, (3) tahap pengamatan, (4) tahap repleksi. Empat tahap tersebutdigambarkan pada bagan berikut : Gambar 3.1 Model Siklus PTK (Arikunto, 2006 : 16)A. Refleksi Awal Sebelum melakukan tindakan, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi awaldi kelas VII SMPN 14 Kota Bengkulu. Observasi awal tersebut berupa wawancaradengan guru bidang studi matematika mengenai proses belajar mengajar di dalam kelasuntuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam kelas selamaproses belajar mengajar. Peneliti juga meminta rekap nilai matematika siswa semester I
  12. 12. atau meminta siswa mengumpulkan rapor untuk melihat nilai matematika semester I,yang akan digunakan oleh peneliti dalam menentukan kelas yang akan menjadi subjekpenelitian.B. Persiapan tindakan a. Melakukan tes diagnostik dan menganalisa hasil tes diagnostik tersebut. b. Menentukan materi yang akan diremedialkan. c. Menentukan tutor dan peserta tutorial. d. Menyusun kelompok belajar siswa dimana setiap kelompok terdapat satu tutor. e. Memberitahukan kepada siswa tentang pembagian kelompok dan materi. f. Menentukan tindakan yang akan diberikan pada tutor untuk mempersiapkan materi. Ada tiga alternatif tindakan yang dapat diberikan kepada tutor, antara lain : - Tutor diminta mempelajari sendiri materi yang diberikan. - Tutor mendapatkan bimbingan langsung dari guru (peneliti) mengenai materi yang akan diajarkan. - Selain tutor mendapatkan bimbingan langsung dari guru (peneliti), tutor juga diberikan LKS untuk memudahkan tutor dalam memahami materi dan dapat dijadikan bagi tutor untuk menjelaskan materi tersebut pada peserta tutorial yang dibimbingnya. g. Memberikan penjelasan kepada siswa tutor tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode tutor sebaya dan materi yang akan disampaikan. h. Membuat lembar observasi pembelajaran, daftar aktivitas siswa dalam kelompok dan angket respon siswa. Siklus pertama 1. Rencana Tindakan Peneliti membuat rencana pembelajaran dengan metode tutor sebaya, dengan membuat rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan, membuat soal- soal latihan yang akan dikerjakan siswa pada pembelajaran dengan metode tutor sebaya, membuat pedoman kerja tutor dan menyusun soal tes akhir siklus.
  13. 13. 2. Pelaksanaan Tindakan 1) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi belajar siswa. 2) Menyampaikan informasi kepada siswa mengenai materi yang akan diajarkan. 3) Meminta siswa untuk duduk pada kelompoknya masing-masing. 4) Membagi soal-soal latihan yang akan dikerjakan siswa pada pembelajaran dengan metode tutor sebaya. 5) Tutor dan peserta tutorial membahas bersama soal-soal latihan yang diberikan guru. 6) Memberikan kesempatan kepada peserta tutorial untuk menanyakan materi yang belum mereka pahami kepada tutor pada kelompok mereka masing- masing dengan sejelas-jelasnya. Jika ada materi yang tidak dipahami oleh tutor, tutor segera menanyakan kepada guru. 7) Mengingatkan kepada tutor untuk menjelaskan ulang materi yang dibahas kepada peserta tutor yang dibimbingnya. 8) Melakukan pengawasan dan memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa dan meminta salah seorang peserta tutor untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka. 9) Membimbing siswa menyimpulkan materi yang dipelajari. 10) Memberikan tes kepada siswa secara individu yang dilakukan pada akhir siklus.3. Observasi Observasi dilakukan untuk mencatat semua temuan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamatan pada penelitian ini ada dua jenis, pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran dan pengamatan keaktifan siswa dengan menggunakan lembar aktivitas siswa tiap kelompok. Observasi dilakukan oleh peneliti dan pengamat.4. Refleksi Pada tahap ini, semua hasil yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan siklus pertama. Melalui refleksi peneliti dapat mengendentifikasi hal-hal yang belum tercapai serta
  14. 14. menelaah penyebab kurang berhasilanya tindakan dan merumuskan cara memperbaiki hal-hal yang kurang berhasil. Hasil refleksi dapat dijadikan dasar untuk memutuskan rencana tindak lanjut atau perlu tidaknya siklus berikutnya. Kegiatan pada siklus I selalu berulang pada siklus berikutnya dengan berbagaiperbaikan apabila diperlukan. Data yang diperoleh dari setiap siklus dianalisis denganteknik analisis yang telah disiapkan.3.6 Instrumen Penilaian Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari : 1. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk memperoleh data evaluasi proses belajar mengajar dengan metode Tutor Sebaya berupa lembar aktivitas siswa yang digunakan untuk mengamati keaktifan siswa selama proses pembelajaran pada setiap siklus. Lembar aktivitas siswa terdiri dari lembar aktivitas individu dan lembar aktivitas klasikal. 2. Tes Hasil Belajar Tes merupakan cara atau prosedur yang digunakan dalam rangka pengukuran dan penelitian dibidang pendidikan. Tes akhir dapat dikuasai oleh siswa dengan baik dan mengetahui apakah hasil belajar mengalami peningkatan pada setiap siklus.3.7 Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil observasi dan tes hasil belajar akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. 1. Lembar Observasi Lembar observasi siswa digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan sebagian pedoman untuk memperbaiki pelaksanaan proses belajar mengajar pada siklus selanjutnya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran matematika. Adapun aktivitas yang diamati pada lembar observasi aktivitas siswa adalah :
  15. 15. 1) Siswa membaca dan memahami permasalahan matematika yang diberikan guru.2) Siswa mengemukakan gagasan untuk menentukan hipotesis terhadap permasalahan yang diberikan.3) Siswa bersama kelompoknya merancang percobaan.4) Siswa dalam kelompoknya mengungkapkan gagasan dan melakukan percobaan untuk menyelesaikan masalah5) Siswa menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri.6) Siswa mengumpulkan data yang diperoleh dalam bentuk tabel dalam LKS.7) Siswa melakukan uji coba terhadap data yang diperoleh.8) Siswa dalam kelompok menganalisis data yang diperoleh.9) Siswa membuat kesimpulan yang diajukan oleh kelompok lain. Lembar observasi aktivitas siswa diolah dengan menggunakanpersamaan berikut ini :Lembar observasi aktivitas siswa terdiri dari 10 butir aspek yang diamati.Data setiap aspek dapat diolah dengan ketentuan pemberian skor sebagaiberikut : Tabel 3.2 Skor nilai untuk setiap butir lembar observasi aktivitas siswa Kriteria Penilaian Notasi Skor Nilai Kurang K 1 Cukup C 2 Baik B 3
  16. 16. Interval kategori penilaian lembar observasi aktivitas siswa adalah sebagai berikut : Tabel 3.3 Skor nilai untuk setiap butir lembar observasi Kriteria Penilaian Kisaran Skor Kurang Aktif 10 – 16 Cukup Aktif 17 – 23 Aktif 24 – 30 2. Tes Hasil Belajar Data tes dianalisis dengan menggunakan nilai rata-rata siswa, dan ketuntasan belajar klasikal siswa. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa pada setiap siklus. Nilai Rata-rata Keterangan : = Nilai rata-rata siswa : = Jumlah nilai siswa : = Jumlah siswa Ketuntasan Belajar Klasikal Keterangan : KB = Ketuntasan belajar : Ns = Jumlah siswa yang memperoleh :S = Jumlah seluruh siswa3.8 Indikator Keberhasilan Tindakan Tindakan akan diberhentikan bila kriteria keberhasilan tindakan telah tercapai.Kriteria keberhasilan tindakan yang digunakan dalam penelitian ini ditetapkanberdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) matematika SMP Negeri 14 KotaBengkulu dan pertimbangan peneliti.
  17. 17. Adapun indikator keberhasilan tindakan sebagai berikut :1. Indikator keberhasilan tindakan untuk aktivitas belajar siswa Kegiatan pembelajaran matematika dengan menerapakan metode tutor sebaya di kelas VII SMP Negeri 14 Kota Bengkulu dikatakan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, jika dari hasil observasi aktivitas siswa meningkat setiap siklus dengan skor rata-rata pengamat adalah dengan kriteria skor aktif.2. Indikator keberhasilan tindakan untuk hasil belajar siswa Kegiatan pembelajaran matematika dengan penerapan pembelajaran tutor sebaya di kelas VII SMP Negeri 14 Kota Bengkulu. Tindakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa jika nilai rata-rata seluruh siswa meningkat pada setiap siklus dan mencapai dan persentase ketuntasan belajar klasikal .
  18. 18. Daftar PustakaAhmadi, Abu dan Joko Tri. 1987. Strategi Belajar Mengajar untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK. Bandung : Pustaka SetiaAli, Muhammad. 1987. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Biru AlgensindoArikunto, Suharsimi, dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi AksaraHuda, Selmi. 2001. Upaya Meminimalkan Kesulitan Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Statistika Melalui Remedial Tutor Sebaya di Kelas II SLTP Negeri 4 Sukaraja. Bengkulu : SkripsiSistri, Pami. 2007. Penerapan Pembelajaran Remedial dengan Metode Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Bengkulu : SkripsiSudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja RosdakaryaSurya, Mohammad. 1985. Psikologi Pendidikan. Bandung : Unit Percetakan Offset IKIP Bandung

×