SlideShare a Scribd company logo

Pembahasan makalah agama islam tentang kedudukan akal dan wahyu

Teks tersebut membahas tentang kedudukan akal dan wahyu dalam Islam serta klasifikasi ilmu. Akal dan wahyu menempati posisi terhormat dalam Islam sebagai sarana utama untuk memperoleh pengetahuan. Ada empat sistem klasifikasi ilmu menurut Islam, yaitu berdasarkan teoritis-praktis, yang dihadirkan-dicapai, religius-intelektual, dan kewajiban individu-kewajiban umat.

1 of 12
Download to read offline
1 
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Kedudukan akal dan wahyu dalam Islam menempati posisi yang sangat terhormat, 
melebihi agama-agama lain. karena Akal dan wahyu adalah suatu yang sangat urgen untuk 
manusia, dialah yang memberikan perbedaan manusia untuk mencapai derajat ketaqwaan 
kepada Sang Kholiq, akal pun harus dibina dengan ilmu-ilmu sehingga mnghasilkan budi 
pekerti yang sangat mulia yang menjadi dasar sumber kehidupan dan juga tujuan dari 
Baginda Rasulullah SAW. Tidak hanaya itu dengan akal juga manusia bisa menjadi ciptaan 
pilihan yang Allah amanatkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini, begitu juga dengan 
wahyu yang dimana wahyu adalah pemberian Allah yang sangat luar biasa untuk 
membimbing manusia pada jalan yang lurus. 
Namun dalam menggunakan akal terbatas akan hal-hal bersifat tauhid, karena 
ketauhitan Sang pencipta tak akan terukur dalam menemukan titik akhir, begitu pula dengan 
wahyu sang Esa, karena wahyu diberikan kepada orang-orang terpilih dan semata-mata untuk 
menunjukkan kebesaran Allah. Maka dalam menangani antara wahyu dan akal harus selalu 
mengingat bahwa semua itu karna Allah semata. Dan tidak akan terjadi jika Allah tak 
mengizinkannya. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kemusyrikan terhadap Allah karena 
kesombongannya. 
Akal mengandung arti daya untuk memperoleh pengetahuan, membuat seseorang dapat 
membedakan antara dirinya dengan benda lain dan antara benda yang satu dengan benda 
yang lainnya.disamping memiliki kemampuan yang konkrit, akal dapat mengabstralkan 
benda-benda yang ditangkap panca indra atau benda-benda konkrit bahkan membedakan 
antara kebaikan dan keburukan atau mempunyai fungsi moral. 
Akal dalam pengertian Islam adalah daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia: 
daya, yang memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. Pengertian 
inilah yang dikontraskan dengan wahyu yang membawa pengetahuan dari luar diri manusia. 
Wahyu berasal dari bahas Arab al-wahy, artinya suara, api dan 
kecepatan,bisikan,isyarat,dan tulisan. Juga berati pemberitahuan secara tersembunyi dan 
cepat. Pemberitahuan yang dimaksud datang dari luar diri manusia. Yaitu Tuhan. Dengan 
demikian wahyu diartikan penyampaian sabda Tuhan kepada pilihannya agar diteruskan 
kepada umat manusia untuk dijadikan pegangan hidup. Berbeda dengan akal yang memberi
pengetahuan dari luar diri, yaitu dari Tuhan. Maka dari itu kita bedakan akal dan wahyu serta 
hubungannya dengan ilmu dalam pembahasan ini. 
2 
B. Tujuan 
Adapun tujuan dibuatnya makalah ini karena : 
1. Ingin mengetahui apa yang dimaksud Islam dan ilmu pengetahuan. 
2. Memberikan pengetahuan mengenai pendidikan agama Islam. 
3. Sebagai suatu media untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. 
4. Menambah kepustakaan. 
C. Rumusan Masalah 
1. Kedudukan akal dan wahyu dalam Islam. 
2. Klasifikasi ilmu dalam Islam. 
3. Kewajiban menuntut ilmu. 
D. Manfaat 
Manfaat yang dapat kami petik dalam pembuatan makalah ini : 
1. Menambah ilmu dan pengetahuan khususnya di bidang Agama Islam. 
2. Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran masalah Islam dan ilmu 
pengetahuan khususnya untuk mahasiswa dan mahasiswi.
3 
BAB II 
PEMBAHASAN 
A. Kedudukan Akal dan Wahyu 
a. Pengertian Akal 
Kata akal sudah menjadi kata Indonesia, berasal dari kata Arab al-‘Aql ( ,(العـقـل 
yang dalam bentuk kata benda. Al-Qur’an hanya membawa bentuk kata kerjanya 
‘aqaluuh ( عـقـلوه ) dalam 1 ayat, ta’qiluun ( 24 (تعـقـلون ayat, na’qil ( 1 (نعـقـل ayat, 
ya’qiluha ( 1 (يعـقـلها ayat dan ya’qiluun ( 22 (يعـقـلون ayat, kata-kata itu datang dalam arti 
faham dan mengerti. Maka dapat diambil arti bahwa akal adalah peralatan manusia 
yang memiliki fungsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta 
menganalisis sesuatu yang kemampuanya sangat luas. 
b. Fungsi Akal 
Akal mempunyai banyak fungsi antara lain : 
1. Sebagai tolak ukur antara kebaikan dan keburukan. 
2. Sebagai alat untuk menemukan solusi ketika permasalahan datang. 
3. Sebagai alat untuk mencerna berbagai hal dan cara tingkah laku yang benar. 
c. Kekuatan Akal 
Kekuatan akal antara lain : 
1. Mengetahui Tuhan dan sifat-sifatnya. 
2. Mengetahui adanya hidup dan akhirat. 
3. Mengetahui bahwa kebahagiaan jiwa di akherat bergantung pada mengenal 
Tuhan dan berbuat baik, sedangkan kesengsaraan di akherat adalah bergantung 
pada tidak mengenal Tuhan dan berbuat jahat. 
4. Mengetahui wajibnya manusia berbuat baik dan wajibnya ia menjahui 
perbuatan jahat untuk kebahagiaan di akherat. 
5. Membuat hukum-hukum tentang kewajiban-kewajiban itu. 
d. Pengertian Wahyu 
Kata wahyu berasal dari kata arab الوحي , dan al-wahy adalah kata asli Arab dan 
bukan pinjaman dari bahasa asing, yang berarti suara, api, dan kecepatan.[1] Dan 
ketika Al-Wahyu berbentuk masdar memiliki dua arti yaitu tersembunyi dan 
cepat. oleh sebab itu wahyu sering disebut sebuah pemberitahuan tersembunyi dan 
cepat kepada seseorang yang terpilih tanpa seorangpun yang mengetahuinya. 
Sedangkan ketika berbentuk maf’ul wahyu Allah terhada Nabi-NabiNYA ini
sering disebut Kalam Allah yang diberikan kepada Nabi. Menurut Muhammad 
Abduh dalam Risalatut Tauhid berpendapat bahwa wahyu adalah pengetahuan 
yang di dapatkan oleh seseorang dalam dirinya sendiri disertai keyakinan bahwa 
semua itu datang dari Allah SWT, baik melalui pelantara maupun tanpa pelantara. 
Baik menjelma seperti suara yang masuk dalam telinga ataupun lainya. 
4 
e. Fungsi Wahyu 
Wahyu berfungsi memberi informasi bagi manusia. Yang dimaksud memberi 
informasi disini yaitu wahyu memberi tahu manusia, bagaimana cara berterima 
kasih kepada Tuhan, menyempurnakan akal tentang mana yang baik dan yang 
buruk, serta menjelaskan perincian upah dan hukuman yang akan di terima 
manusia di akhirat. 
Sebenarnya wahyu secara tidak langsung adalah senjata yang diberikan Allah 
kepada nabi-nabiNya untuk melindungi diri dan pengikutnya dari ancaman orang-orang 
yang tak menyukai keberadaanya. Dan sebagai bukti bahwa beliau adalah 
utusan sang pencipta yaitu Allah SWT. 
f. Kekuatan Wahyu 
Memang sulit saat ini membuktikan jika wahyu memiliki kekuatan, tetapi kita 
tidak mampu mengelak sejarah wahyu ada, oleh karna itu wahyu diyakini 
memiliki kekuatan karena beberapa faktor antara lain: 
1) Wahyu ada karena izin dari Allah, atau wahyu ada karena pemberian Allah. 
2) Wahyu lebih condong melalui dua mukjizat yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. 
3) Membuat suatu keyakinan pada diri manusia. 
4) Untuk memberi keyakinan yang penuh pada hati tentang adanya alam ghaib. 
5) Wahyu turun melalui para ucapan nabi-nabi. 
B. Klasifikasi Ilmu dalam Islam 
Akal menjadi faktor utama yang melahirkan pengetahuan, baik yang dilahirkan 
dalam diri manusia sendiri, maupun pengetahuan yang datang dari Tuhan. 
Berdasarkan dua macam sumber tersebut, para ahli membuat klasifikasi ilmu yang 
sesuai dengan kehendak ajaran Islam. Al-Ghazali mengklasifikasikan ilmu dalam 
empat sistem sebagai berikut : 
1. Pembagian ilmu atas dasar teoritis dan praktis 
Ilmu teoritis adalah ilmu yang diketahui sebagaimana adanya. Sedangkan ilmu 
praktis adalah tindakan-tindakan manusia yang bertujuan untuk mencari aktifitas 
kodusif manusia untuk kesejahteraannya di dunia dan akherat.
5 
2. Pembagian atas dasar yang dihadirkan dan dicapai 
Pembagian ini didasarkan atas perbedaan paling mendasar berkenaan dengan 
cara-cara mengetahui. Pengetahuan yang dihadirkan bersifat langsung,serta 
merta,supra rasional,intuitif, dan kontemplatif. Ilmu semacam ini disebut ilmu 
laduuni (pengetahuan dari yang tinggi) dan ilmu mukasyafah (pengetahuan 
menangkap misteri Illahi). Pengetahuan yang dicapai atau pengetahuan perolehan 
bersifat tidak langsung, rasional, logis dan diskursif. 
Pengetahuan yang dihadirkan lebih unggul daripada pengetahuan yang dicapai 
karena terbebas dari kesalahan dan keraguan. Pengetahuan kategori ini jugfa 
memberikan kepastian tertinggi mengenai kebenaran-kebenaran spiritual. 
3. Pembagian atas dasar religius dan intelektual 
Ilmu religius adalah ilmu yang diperoleh nabi-nabi dan tidak hadir pada 
mereka melalui akal. Sedangkan ilmu-ilmu intelektual adalah ilmu yang diperoleh 
melalui itelek manusia. 
4. Pembagian atas dasar kewajiban individu (fardu ain), dan kewajiban umat (fardhu 
kiffayah). 
Topik ini mula diberi perhatian oleh Imam al-Ghazali setelah beliau mendapati 
sebagian daripada ilmuan Islam dari berbagai bidang disiplin ilmu seperti ilmu kalam 
[tawhid], fiqh, tasawuf, tafsir dan hadist bercanggah pendapat tentang bidang-bidang ilmu 
yang wajib dikuasai oleh setiap individu Islam. 
Berdasarkan sabda Nabi Muhammad (s.a.w) yang bermaksud “Menuntut ilmu adalah 
fardhu yang diwajibkan ke atas setiap individu Islam”. Imam al-Ghazali menimbulkan 
persoalan tentang ilmu; adakah menuntut ilmu itu fardhu ‘ain ataupun fardhu kifayah atas 
individu Islam ? 
Berpandukan persoalan tersebut Imam al-Ghazali telah mengkalsifikasikan ilmu kepada 
dua bagian utama yaitu : 
a) Ilmu Mu‘amalah. 
Ilmu mu‘amalah dimaksudkan sebagai suatu ilmu yang diperolehi manusia melalui utusan 
Allah, akal [pembelajaran], pengalaman dan pendengaran. Pada asasnya ilmu tersebut 
[mu‘amalah] tiada sebarang perbedaan melainkan menerusi nama-nama khas yang dberikan 
kepadanya seperti ilmu fardhu ‘ain dan ilmu fardhu kifayah oleh para ilmuan Islam. 
Ilmu mu‘amalah menurut beliau terbagi kepada dua bagian yaitu : 
1- Ilmu fardhu ‘ain.
Ilmu fardhu ‘ain secara ringkas dimaksudkan sebagai ilmu tentang asas-asas 
agama Islam seperti mengucap syahadah, menunaikan sembahyang, mengeluarkan 
zakat, berpuasa dan menunaikan fardhu haji bagi yang berkemampuan. Ia merupakan 
suatu ilmu yang wajib dituntut oleh setiap individu Islam kerana menerusi ilmu 
pengetahuan tersebut individu Islam dapat melaksanakan segala tuntutan yang 
ditaklifkan samada berbentuk iktikad [kepercayaan], melaksanakan perintah dan 
menjauhi laranganNya. Ilmu fardhu ‘ain hanya diperolehi menerusi utusan Allah iaitu 
para rasulNya. 
6 
2- Ilmu fardhu kifayah. 
Ilmu fardhu kifayah menurut ajaran Islam merupakan suatu ilmu yang perlu 
dikuasai oleh sebahagian manusia yang mendiami sesebuah kawasan, daerah atau 
negeri. Hukum mempelajari ilmu fardhu kifayah berubah menjadi fardhu ‘ain apabila 
tiada seseorang pun di sesebuah kawasan, daerah atau negeri mengetahui tentang 
sesuatu ilmu seperti ilmu perubatan, pertanian, pembinaan, pengiraan dan sebagainya. 
Ilmu fardhu kifayah juga dimaksudkan sebagai ilmu yang berhubung kait dengan 
kehidupan sosial. Ilmu tersebut terbahagi kepada tiga bahagian iaitu : 
i) Terpuji 
Ilmu terpuji adalah ilmu yang bermanfaat kepada kehidupan manusia di dunia 
dan di akhirat. Menurut Imam al-Ghazali ilmu terpuji merangkumi dua 
kategori iaitu : 
a) Ilmu syariah. 
Ilmu syariah hanya dapat diperolehi menerusi utusan Allah atau dalam 
kata lain ilmu yang tak tercapai oleh akal, pengalaman dan pendengaran 
untuk mengetahuinya seperti ilmu tentang hari kiamat. 
b) Ilmu umum. 
Ilmu umum pula mampu diperolehi manusia menerusi akal 
(pembelajaran), pengalaman dan pendengaran seperti ilmu bahasa dan 
ilmu perubatan. 
ii) Harus. 
Ilmu yang harus dipelajari oleh manusia adalah seperti ilmu- ilmu 
kesusasteraan, sejarah dan sebagainya. 
iii) Tercela. 
Ilmu tercela merupakan ilmu yang dilarang kepada manusia untuk 
mempelajarinya seperti ilmu sihir dan sebagainya. 
b) Ilmu Mukasyafah. 
Ilmu mukasyafah merupakan suatu ilmu yang hanya diperolehi oleh manusia menerusi 
ilham yang diberikan oleh Allah kepadanya setelah melalui peringkat-peringkat tertentu 
dalam amalannya. Ilmu ini lebih dikenali di kalangan ahli-ahli tasawuf sebagai ilmu ladunni. 
Pembagian ilmu-ilmu tersebut adalah berdasarkan kepada pemerhatian Imam al-Ghazali 
tentang : 
a) Sejauh manakah ilmu-ilmu tersebut bermanfaat kepada manusia dari segi 
penggunaanya seperti ilmu bahasa.

Recommended

2. ilmuhadits pengertian, sejarah dan cabang nya
2. ilmuhadits pengertian, sejarah dan cabang nya2. ilmuhadits pengertian, sejarah dan cabang nya
2. ilmuhadits pengertian, sejarah dan cabang nyaFakhri Cool
 
Makalah ushul fiqh istihsan
Makalah ushul fiqh istihsanMakalah ushul fiqh istihsan
Makalah ushul fiqh istihsanMuli Bluelovers
 
Makalah Tafsir, Ta'wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)
Makalah Tafsir, Ta'wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)Makalah Tafsir, Ta'wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)
Makalah Tafsir, Ta'wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)Khusnul Kotimah
 
Makalah sejarah munculnya teologi islam
Makalah sejarah munculnya teologi islamMakalah sejarah munculnya teologi islam
Makalah sejarah munculnya teologi islamsaiful anwar
 
Presentasi bahasa arab
Presentasi bahasa arabPresentasi bahasa arab
Presentasi bahasa arabMuhammad Idris
 
PPT Ulumul Qur'an, Al-Qur'an dan Wahyu
PPT Ulumul Qur'an, Al-Qur'an dan WahyuPPT Ulumul Qur'an, Al-Qur'an dan Wahyu
PPT Ulumul Qur'an, Al-Qur'an dan WahyuIbanez Sofadella
 

More Related Content

What's hot

Tugas pembuatan makalah studi al qur’an
Tugas pembuatan makalah studi al qur’anTugas pembuatan makalah studi al qur’an
Tugas pembuatan makalah studi al qur’anNur Alfiyatur Rochmah
 
Makalah manthuq dan mafhum
Makalah manthuq dan mafhumMakalah manthuq dan mafhum
Makalah manthuq dan mafhumrismariszki
 
PPT Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)
PPT Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)PPT Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)
PPT Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)Khusnul Kotimah
 
Presentasi 2 islam sebagai ajaran & objek kajian ilmiah
Presentasi 2   islam sebagai ajaran & objek kajian ilmiahPresentasi 2   islam sebagai ajaran & objek kajian ilmiah
Presentasi 2 islam sebagai ajaran & objek kajian ilmiahMarhamah Saleh
 
Ujian dan Cobaan (QS. Al-Baqarah. 155)
Ujian dan Cobaan (QS. Al-Baqarah. 155)Ujian dan Cobaan (QS. Al-Baqarah. 155)
Ujian dan Cobaan (QS. Al-Baqarah. 155)Nur Putri Maulidia
 
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannyacontoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannyaRoisMansur
 
Makalah alquran hadist
Makalah alquran hadistMakalah alquran hadist
Makalah alquran hadistRaden Sengkuni
 
KB 2 Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur'an
KB 2 Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur'anKB 2 Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur'an
KB 2 Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur'anIstna Zakia Iriana
 
sejarah pembukuan hadits
sejarah pembukuan hadits sejarah pembukuan hadits
sejarah pembukuan hadits khoirotul ula
 
makalah pengertian ilmu tasawuf
makalah pengertian ilmu tasawufmakalah pengertian ilmu tasawuf
makalah pengertian ilmu tasawufMuhammad Husein
 
Agama akal dan wahyu
Agama akal dan wahyuAgama akal dan wahyu
Agama akal dan wahyuZainal Abidin
 
RPP MA Quran Hadits Kelas X
RPP MA Quran Hadits Kelas XRPP MA Quran Hadits Kelas X
RPP MA Quran Hadits Kelas XDiva Pendidikan
 
KD 5 - Komponen Pendidikan Islam
KD 5 - Komponen Pendidikan IslamKD 5 - Komponen Pendidikan Islam
KD 5 - Komponen Pendidikan IslamSyarifatul Marwiyah
 
Sejarah dan pengantar ilmu hadits(karya prof. dr. t.m. hasbi ash shiddieqy)
Sejarah dan pengantar ilmu hadits(karya prof. dr. t.m. hasbi ash shiddieqy)Sejarah dan pengantar ilmu hadits(karya prof. dr. t.m. hasbi ash shiddieqy)
Sejarah dan pengantar ilmu hadits(karya prof. dr. t.m. hasbi ash shiddieqy)Riezal Bintan
 

What's hot (20)

Tugas pembuatan makalah studi al qur’an
Tugas pembuatan makalah studi al qur’anTugas pembuatan makalah studi al qur’an
Tugas pembuatan makalah studi al qur’an
 
Makalah manthuq dan mafhum
Makalah manthuq dan mafhumMakalah manthuq dan mafhum
Makalah manthuq dan mafhum
 
PPT Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)
PPT Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)PPT Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)
PPT Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah (Ulumul Qur'an 1)
 
Presentasi 2 islam sebagai ajaran & objek kajian ilmiah
Presentasi 2   islam sebagai ajaran & objek kajian ilmiahPresentasi 2   islam sebagai ajaran & objek kajian ilmiah
Presentasi 2 islam sebagai ajaran & objek kajian ilmiah
 
Ujian dan Cobaan (QS. Al-Baqarah. 155)
Ujian dan Cobaan (QS. Al-Baqarah. 155)Ujian dan Cobaan (QS. Al-Baqarah. 155)
Ujian dan Cobaan (QS. Al-Baqarah. 155)
 
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannyacontoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
 
(memahami isi pokok ajaran al-qur'an)
(memahami isi pokok ajaran al-qur'an)(memahami isi pokok ajaran al-qur'an)
(memahami isi pokok ajaran al-qur'an)
 
Makalah ijaz alquran
Makalah ijaz alquranMakalah ijaz alquran
Makalah ijaz alquran
 
Makalah alquran hadist
Makalah alquran hadistMakalah alquran hadist
Makalah alquran hadist
 
KB 2 Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur'an
KB 2 Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur'anKB 2 Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur'an
KB 2 Pendekatan dan Metode Penafsiran Al-Qur'an
 
sejarah pembukuan hadits
sejarah pembukuan hadits sejarah pembukuan hadits
sejarah pembukuan hadits
 
Materi Al Qur'an
Materi Al Qur'anMateri Al Qur'an
Materi Al Qur'an
 
makalah pengertian ilmu tasawuf
makalah pengertian ilmu tasawufmakalah pengertian ilmu tasawuf
makalah pengertian ilmu tasawuf
 
Agama akal dan wahyu
Agama akal dan wahyuAgama akal dan wahyu
Agama akal dan wahyu
 
Unsur – unsur hadits
Unsur – unsur hadits Unsur – unsur hadits
Unsur – unsur hadits
 
RPP MA Quran Hadits Kelas X
RPP MA Quran Hadits Kelas XRPP MA Quran Hadits Kelas X
RPP MA Quran Hadits Kelas X
 
Ppt tasawuf
Ppt tasawufPpt tasawuf
Ppt tasawuf
 
KD 5 - Komponen Pendidikan Islam
KD 5 - Komponen Pendidikan IslamKD 5 - Komponen Pendidikan Islam
KD 5 - Komponen Pendidikan Islam
 
Makna syahadat
Makna syahadatMakna syahadat
Makna syahadat
 
Sejarah dan pengantar ilmu hadits(karya prof. dr. t.m. hasbi ash shiddieqy)
Sejarah dan pengantar ilmu hadits(karya prof. dr. t.m. hasbi ash shiddieqy)Sejarah dan pengantar ilmu hadits(karya prof. dr. t.m. hasbi ash shiddieqy)
Sejarah dan pengantar ilmu hadits(karya prof. dr. t.m. hasbi ash shiddieqy)
 

Viewers also liked

Landasan Pendidikan sebagai ilmu dan seni
Landasan Pendidikan sebagai ilmu dan seniLandasan Pendidikan sebagai ilmu dan seni
Landasan Pendidikan sebagai ilmu dan seniagusindro
 
Perkembangan, faktor dan aliran pemikiran islam semasa
Perkembangan, faktor dan aliran pemikiran islam semasaPerkembangan, faktor dan aliran pemikiran islam semasa
Perkembangan, faktor dan aliran pemikiran islam semasaYusri Mohamad Ramli
 
Tokoh dan pemikiran islam kontemporer
Tokoh dan pemikiran islam kontemporerTokoh dan pemikiran islam kontemporer
Tokoh dan pemikiran islam kontemporerari3s2482
 
Kaidah-Kaidah Ushul Fiqih
Kaidah-Kaidah Ushul FiqihKaidah-Kaidah Ushul Fiqih
Kaidah-Kaidah Ushul FiqihUNIB
 
Makalah managemen tentang perencanaan (planning)
Makalah managemen tentang perencanaan (planning)Makalah managemen tentang perencanaan (planning)
Makalah managemen tentang perencanaan (planning)Puji Winarni
 

Viewers also liked (10)

MATERI 2 - Pendidikan Sebagai Ilmu
MATERI 2 - Pendidikan Sebagai IlmuMATERI 2 - Pendidikan Sebagai Ilmu
MATERI 2 - Pendidikan Sebagai Ilmu
 
Landasan Pendidikan sebagai ilmu dan seni
Landasan Pendidikan sebagai ilmu dan seniLandasan Pendidikan sebagai ilmu dan seni
Landasan Pendidikan sebagai ilmu dan seni
 
Kedudukan Ilmu Tauhid
Kedudukan Ilmu TauhidKedudukan Ilmu Tauhid
Kedudukan Ilmu Tauhid
 
Perkembangan, faktor dan aliran pemikiran islam semasa
Perkembangan, faktor dan aliran pemikiran islam semasaPerkembangan, faktor dan aliran pemikiran islam semasa
Perkembangan, faktor dan aliran pemikiran islam semasa
 
Tokoh dan pemikiran islam kontemporer
Tokoh dan pemikiran islam kontemporerTokoh dan pemikiran islam kontemporer
Tokoh dan pemikiran islam kontemporer
 
Kaidah-Kaidah Ushul Fiqih
Kaidah-Kaidah Ushul FiqihKaidah-Kaidah Ushul Fiqih
Kaidah-Kaidah Ushul Fiqih
 
Definisi akal
Definisi  akalDefinisi  akal
Definisi akal
 
Contoh jurnal
Contoh jurnalContoh jurnal
Contoh jurnal
 
Makalah managemen tentang perencanaan (planning)
Makalah managemen tentang perencanaan (planning)Makalah managemen tentang perencanaan (planning)
Makalah managemen tentang perencanaan (planning)
 
MENUNTUT ILMU
MENUNTUT ILMUMENUNTUT ILMU
MENUNTUT ILMU
 

Similar to Pembahasan makalah agama islam tentang kedudukan akal dan wahyu

Islam dan ilmu Pengetahuan
Islam dan ilmu PengetahuanIslam dan ilmu Pengetahuan
Islam dan ilmu PengetahuanDUNIS RESTU
 
Nota pendidikan islam
Nota pendidikan islamNota pendidikan islam
Nota pendidikan islamAfshan Mbo
 
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...DitiTriAriputry
 
Filsafat hukum islam
Filsafat hukum islamFilsafat hukum islam
Filsafat hukum islamAzah Cobra
 
Tugas makalah pendidikan agama islam
Tugas makalah pendidikan agama islamTugas makalah pendidikan agama islam
Tugas makalah pendidikan agama islamaqilul ghazir
 
Hakikat manusia bab I
Hakikat manusia bab IHakikat manusia bab I
Hakikat manusia bab Iarvant
 
Keperluan manusia kepada agama
Keperluan manusia kepada agama Keperluan manusia kepada agama
Keperluan manusia kepada agama Aina Sofieyah
 
PARADIGMA ALQURAN SEBAGAI SUMBER SEGALA ILMU.docx
PARADIGMA ALQURAN SEBAGAI SUMBER SEGALA ILMU.docxPARADIGMA ALQURAN SEBAGAI SUMBER SEGALA ILMU.docx
PARADIGMA ALQURAN SEBAGAI SUMBER SEGALA ILMU.docxSilvianaKhoirunNisa
 
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docxMAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docxAsriLadjagang
 
PRESENTASI STRUKTUR PAI.pptx
PRESENTASI STRUKTUR PAI.pptxPRESENTASI STRUKTUR PAI.pptx
PRESENTASI STRUKTUR PAI.pptxssuser4c4874
 
Tafsir ilmu pengetahuan
Tafsir ilmu pengetahuanTafsir ilmu pengetahuan
Tafsir ilmu pengetahuanAyu Kharisma
 
8. BAB 7- PENGHAYATAN BUDAYA ILMU DAN PENDIDIKAN.pptx
8. BAB 7- PENGHAYATAN BUDAYA ILMU DAN PENDIDIKAN.pptx8. BAB 7- PENGHAYATAN BUDAYA ILMU DAN PENDIDIKAN.pptx
8. BAB 7- PENGHAYATAN BUDAYA ILMU DAN PENDIDIKAN.pptxNabilaZaid1
 
UICI 2022 - Manusia dan ilmu
UICI 2022 - Manusia dan ilmuUICI 2022 - Manusia dan ilmu
UICI 2022 - Manusia dan ilmuAbdul Khaliq
 

Similar to Pembahasan makalah agama islam tentang kedudukan akal dan wahyu (20)

Islam dan Ilmu Pengetahuan
Islam dan Ilmu PengetahuanIslam dan Ilmu Pengetahuan
Islam dan Ilmu Pengetahuan
 
Islam dan ilmu Pengetahuan
Islam dan ilmu PengetahuanIslam dan ilmu Pengetahuan
Islam dan ilmu Pengetahuan
 
Nota pendidikan islam
Nota pendidikan islamNota pendidikan islam
Nota pendidikan islam
 
Akidah
AkidahAkidah
Akidah
 
Konsep ilmu
Konsep ilmuKonsep ilmu
Konsep ilmu
 
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
Tauhid, Al-Qur’an&Hadits, Generasi Terbaik dan Salafussalih, Berbagi, Keadila...
 
Filsafat hukum islam
Filsafat hukum islamFilsafat hukum islam
Filsafat hukum islam
 
KELOMPOK 7.pptx
KELOMPOK 7.pptxKELOMPOK 7.pptx
KELOMPOK 7.pptx
 
Tugas makalah pendidikan agama islam
Tugas makalah pendidikan agama islamTugas makalah pendidikan agama islam
Tugas makalah pendidikan agama islam
 
Islam dan Ilmu Pengetahuan
Islam dan Ilmu PengetahuanIslam dan Ilmu Pengetahuan
Islam dan Ilmu Pengetahuan
 
Hakikat manusia bab I
Hakikat manusia bab IHakikat manusia bab I
Hakikat manusia bab I
 
Keperluan manusia kepada agama
Keperluan manusia kepada agama Keperluan manusia kepada agama
Keperluan manusia kepada agama
 
PARADIGMA ALQURAN SEBAGAI SUMBER SEGALA ILMU.docx
PARADIGMA ALQURAN SEBAGAI SUMBER SEGALA ILMU.docxPARADIGMA ALQURAN SEBAGAI SUMBER SEGALA ILMU.docx
PARADIGMA ALQURAN SEBAGAI SUMBER SEGALA ILMU.docx
 
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docxMAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
 
Bab 1.konsep ilmu
Bab 1.konsep ilmuBab 1.konsep ilmu
Bab 1.konsep ilmu
 
PRESENTASI STRUKTUR PAI.pptx
PRESENTASI STRUKTUR PAI.pptxPRESENTASI STRUKTUR PAI.pptx
PRESENTASI STRUKTUR PAI.pptx
 
04 agama dan pst
04 agama dan pst 04 agama dan pst
04 agama dan pst
 
Tafsir ilmu pengetahuan
Tafsir ilmu pengetahuanTafsir ilmu pengetahuan
Tafsir ilmu pengetahuan
 
8. BAB 7- PENGHAYATAN BUDAYA ILMU DAN PENDIDIKAN.pptx
8. BAB 7- PENGHAYATAN BUDAYA ILMU DAN PENDIDIKAN.pptx8. BAB 7- PENGHAYATAN BUDAYA ILMU DAN PENDIDIKAN.pptx
8. BAB 7- PENGHAYATAN BUDAYA ILMU DAN PENDIDIKAN.pptx
 
UICI 2022 - Manusia dan ilmu
UICI 2022 - Manusia dan ilmuUICI 2022 - Manusia dan ilmu
UICI 2022 - Manusia dan ilmu
 

Recently uploaded

POWERPOINT KATABOLISME PROTEIN BIOKIMIA .pptx
POWERPOINT KATABOLISME PROTEIN BIOKIMIA .pptxPOWERPOINT KATABOLISME PROTEIN BIOKIMIA .pptx
POWERPOINT KATABOLISME PROTEIN BIOKIMIA .pptxNoorfajriaNingsih
 
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3mardia2
 
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara IndonesiaBahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesiaposotojo01
 
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training _"Teknik Perhitungan & Verifikasi TK...
PELAKSANAAN  + Link-Link MATERI Training _"Teknik Perhitungan & Verifikasi TK...PELAKSANAAN  + Link-Link MATERI Training _"Teknik Perhitungan & Verifikasi TK...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training _"Teknik Perhitungan & Verifikasi TK...Kanaidi ken
 
ASTS PRAKARYA 8 SMTR2.docx soal latihan ASTS
ASTS PRAKARYA 8 SMTR2.docx soal latihan ASTSASTS PRAKARYA 8 SMTR2.docx soal latihan ASTS
ASTS PRAKARYA 8 SMTR2.docx soal latihan ASTSTatiHerawati11
 
Bioteknologi kelas x kurikulum merdeka.ppt
Bioteknologi kelas x kurikulum merdeka.pptBioteknologi kelas x kurikulum merdeka.ppt
Bioteknologi kelas x kurikulum merdeka.pptRikaElvana
 
Bahan Tayang Penyusunan SKP Tahun 2024.pdf
Bahan Tayang Penyusunan SKP Tahun 2024.pdfBahan Tayang Penyusunan SKP Tahun 2024.pdf
Bahan Tayang Penyusunan SKP Tahun 2024.pdfaagau43
 
PROGRAM WALI KELAS untuk SMA/SMK sebagai kelengkapan pelaporan PMM. semoga be...
PROGRAM WALI KELAS untuk SMA/SMK sebagai kelengkapan pelaporan PMM. semoga be...PROGRAM WALI KELAS untuk SMA/SMK sebagai kelengkapan pelaporan PMM. semoga be...
PROGRAM WALI KELAS untuk SMA/SMK sebagai kelengkapan pelaporan PMM. semoga be...LukyDEwiMasitoh
 
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Kanaidi ken
 
BUPENA 6D TEMA 8 SUBTEMA 2 KELAS SEKOLAH DASAR).pptx
BUPENA 6D TEMA 8 SUBTEMA 2 KELAS SEKOLAH DASAR).pptxBUPENA 6D TEMA 8 SUBTEMA 2 KELAS SEKOLAH DASAR).pptx
BUPENA 6D TEMA 8 SUBTEMA 2 KELAS SEKOLAH DASAR).pptxAdeGk
 
Modul Ajar MTK KLS 5 disiplin postif.docx
Modul Ajar MTK KLS 5 disiplin postif.docxModul Ajar MTK KLS 5 disiplin postif.docx
Modul Ajar MTK KLS 5 disiplin postif.docxMarsitaAssech2
 
SOSIALISASI LOMBA INOBEL 2024. .pptx
SOSIALISASI LOMBA INOBEL 2024.          .pptxSOSIALISASI LOMBA INOBEL 2024.          .pptx
SOSIALISASI LOMBA INOBEL 2024. .pptxgeri91000081118200
 
Re_Post By LK_Pedoman Penerapan ASEAN MRA-TP.pdf
Re_Post By LK_Pedoman Penerapan ASEAN MRA-TP.pdfRe_Post By LK_Pedoman Penerapan ASEAN MRA-TP.pdf
Re_Post By LK_Pedoman Penerapan ASEAN MRA-TP.pdfLALU LK
 
aksi nyata iklim sekolah aman mencegah kekerasan seksual
aksi nyata iklim sekolah aman mencegah kekerasan seksualaksi nyata iklim sekolah aman mencegah kekerasan seksual
aksi nyata iklim sekolah aman mencegah kekerasan seksualLIDIADEVEGA4
 
Materi Kelas Ministry Learning Center "Kehidupan Rasul Paulus"
Materi Kelas Ministry Learning Center "Kehidupan Rasul Paulus"Materi Kelas Ministry Learning Center "Kehidupan Rasul Paulus"
Materi Kelas Ministry Learning Center "Kehidupan Rasul Paulus"SABDA
 
RENCANA + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 /2023 (PENG...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 /2023 (PENG...RENCANA + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 /2023 (PENG...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 /2023 (PENG...Kanaidi ken
 
soialisasi isu perundungan di satuan pendidikan
soialisasi isu perundungan di satuan pendidikansoialisasi isu perundungan di satuan pendidikan
soialisasi isu perundungan di satuan pendidikanLIDIADEVEGA4
 
materi PPT Cerpen kelas VIII Bhs ind.ppt
materi PPT Cerpen kelas VIII Bhs ind.pptmateri PPT Cerpen kelas VIII Bhs ind.ppt
materi PPT Cerpen kelas VIII Bhs ind.pptArifRivaldi3
 
AKSI NYATA ERWIN Literasi Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing [Kemitraan d...
AKSI NYATA ERWIN Literasi Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing [Kemitraan d...AKSI NYATA ERWIN Literasi Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing [Kemitraan d...
AKSI NYATA ERWIN Literasi Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing [Kemitraan d...Erwin606694
 
power point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxpower point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxNurindahSetyawati1
 

Recently uploaded (20)

POWERPOINT KATABOLISME PROTEIN BIOKIMIA .pptx
POWERPOINT KATABOLISME PROTEIN BIOKIMIA .pptxPOWERPOINT KATABOLISME PROTEIN BIOKIMIA .pptx
POWERPOINT KATABOLISME PROTEIN BIOKIMIA .pptx
 
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
LAPORAN BEST PRACTICE. PPG UNKHAIR ANGKATAN 3
 
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara IndonesiaBahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
 
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training _"Teknik Perhitungan & Verifikasi TK...
PELAKSANAAN  + Link-Link MATERI Training _"Teknik Perhitungan & Verifikasi TK...PELAKSANAAN  + Link-Link MATERI Training _"Teknik Perhitungan & Verifikasi TK...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training _"Teknik Perhitungan & Verifikasi TK...
 
ASTS PRAKARYA 8 SMTR2.docx soal latihan ASTS
ASTS PRAKARYA 8 SMTR2.docx soal latihan ASTSASTS PRAKARYA 8 SMTR2.docx soal latihan ASTS
ASTS PRAKARYA 8 SMTR2.docx soal latihan ASTS
 
Bioteknologi kelas x kurikulum merdeka.ppt
Bioteknologi kelas x kurikulum merdeka.pptBioteknologi kelas x kurikulum merdeka.ppt
Bioteknologi kelas x kurikulum merdeka.ppt
 
Bahan Tayang Penyusunan SKP Tahun 2024.pdf
Bahan Tayang Penyusunan SKP Tahun 2024.pdfBahan Tayang Penyusunan SKP Tahun 2024.pdf
Bahan Tayang Penyusunan SKP Tahun 2024.pdf
 
PROGRAM WALI KELAS untuk SMA/SMK sebagai kelengkapan pelaporan PMM. semoga be...
PROGRAM WALI KELAS untuk SMA/SMK sebagai kelengkapan pelaporan PMM. semoga be...PROGRAM WALI KELAS untuk SMA/SMK sebagai kelengkapan pelaporan PMM. semoga be...
PROGRAM WALI KELAS untuk SMA/SMK sebagai kelengkapan pelaporan PMM. semoga be...
 
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
 
BUPENA 6D TEMA 8 SUBTEMA 2 KELAS SEKOLAH DASAR).pptx
BUPENA 6D TEMA 8 SUBTEMA 2 KELAS SEKOLAH DASAR).pptxBUPENA 6D TEMA 8 SUBTEMA 2 KELAS SEKOLAH DASAR).pptx
BUPENA 6D TEMA 8 SUBTEMA 2 KELAS SEKOLAH DASAR).pptx
 
Modul Ajar MTK KLS 5 disiplin postif.docx
Modul Ajar MTK KLS 5 disiplin postif.docxModul Ajar MTK KLS 5 disiplin postif.docx
Modul Ajar MTK KLS 5 disiplin postif.docx
 
SOSIALISASI LOMBA INOBEL 2024. .pptx
SOSIALISASI LOMBA INOBEL 2024.          .pptxSOSIALISASI LOMBA INOBEL 2024.          .pptx
SOSIALISASI LOMBA INOBEL 2024. .pptx
 
Re_Post By LK_Pedoman Penerapan ASEAN MRA-TP.pdf
Re_Post By LK_Pedoman Penerapan ASEAN MRA-TP.pdfRe_Post By LK_Pedoman Penerapan ASEAN MRA-TP.pdf
Re_Post By LK_Pedoman Penerapan ASEAN MRA-TP.pdf
 
aksi nyata iklim sekolah aman mencegah kekerasan seksual
aksi nyata iklim sekolah aman mencegah kekerasan seksualaksi nyata iklim sekolah aman mencegah kekerasan seksual
aksi nyata iklim sekolah aman mencegah kekerasan seksual
 
Materi Kelas Ministry Learning Center "Kehidupan Rasul Paulus"
Materi Kelas Ministry Learning Center "Kehidupan Rasul Paulus"Materi Kelas Ministry Learning Center "Kehidupan Rasul Paulus"
Materi Kelas Ministry Learning Center "Kehidupan Rasul Paulus"
 
RENCANA + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 /2023 (PENG...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 /2023 (PENG...RENCANA + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 /2023 (PENG...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _(Ketentuan TERBARU) "PTK 007 Rev-5 /2023 (PENG...
 
soialisasi isu perundungan di satuan pendidikan
soialisasi isu perundungan di satuan pendidikansoialisasi isu perundungan di satuan pendidikan
soialisasi isu perundungan di satuan pendidikan
 
materi PPT Cerpen kelas VIII Bhs ind.ppt
materi PPT Cerpen kelas VIII Bhs ind.pptmateri PPT Cerpen kelas VIII Bhs ind.ppt
materi PPT Cerpen kelas VIII Bhs ind.ppt
 
AKSI NYATA ERWIN Literasi Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing [Kemitraan d...
AKSI NYATA ERWIN Literasi Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing [Kemitraan d...AKSI NYATA ERWIN Literasi Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing [Kemitraan d...
AKSI NYATA ERWIN Literasi Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing [Kemitraan d...
 
power point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxpower point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptx
 

Pembahasan makalah agama islam tentang kedudukan akal dan wahyu

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kedudukan akal dan wahyu dalam Islam menempati posisi yang sangat terhormat, melebihi agama-agama lain. karena Akal dan wahyu adalah suatu yang sangat urgen untuk manusia, dialah yang memberikan perbedaan manusia untuk mencapai derajat ketaqwaan kepada Sang Kholiq, akal pun harus dibina dengan ilmu-ilmu sehingga mnghasilkan budi pekerti yang sangat mulia yang menjadi dasar sumber kehidupan dan juga tujuan dari Baginda Rasulullah SAW. Tidak hanaya itu dengan akal juga manusia bisa menjadi ciptaan pilihan yang Allah amanatkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini, begitu juga dengan wahyu yang dimana wahyu adalah pemberian Allah yang sangat luar biasa untuk membimbing manusia pada jalan yang lurus. Namun dalam menggunakan akal terbatas akan hal-hal bersifat tauhid, karena ketauhitan Sang pencipta tak akan terukur dalam menemukan titik akhir, begitu pula dengan wahyu sang Esa, karena wahyu diberikan kepada orang-orang terpilih dan semata-mata untuk menunjukkan kebesaran Allah. Maka dalam menangani antara wahyu dan akal harus selalu mengingat bahwa semua itu karna Allah semata. Dan tidak akan terjadi jika Allah tak mengizinkannya. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kemusyrikan terhadap Allah karena kesombongannya. Akal mengandung arti daya untuk memperoleh pengetahuan, membuat seseorang dapat membedakan antara dirinya dengan benda lain dan antara benda yang satu dengan benda yang lainnya.disamping memiliki kemampuan yang konkrit, akal dapat mengabstralkan benda-benda yang ditangkap panca indra atau benda-benda konkrit bahkan membedakan antara kebaikan dan keburukan atau mempunyai fungsi moral. Akal dalam pengertian Islam adalah daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia: daya, yang memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. Pengertian inilah yang dikontraskan dengan wahyu yang membawa pengetahuan dari luar diri manusia. Wahyu berasal dari bahas Arab al-wahy, artinya suara, api dan kecepatan,bisikan,isyarat,dan tulisan. Juga berati pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat. Pemberitahuan yang dimaksud datang dari luar diri manusia. Yaitu Tuhan. Dengan demikian wahyu diartikan penyampaian sabda Tuhan kepada pilihannya agar diteruskan kepada umat manusia untuk dijadikan pegangan hidup. Berbeda dengan akal yang memberi
  • 2. pengetahuan dari luar diri, yaitu dari Tuhan. Maka dari itu kita bedakan akal dan wahyu serta hubungannya dengan ilmu dalam pembahasan ini. 2 B. Tujuan Adapun tujuan dibuatnya makalah ini karena : 1. Ingin mengetahui apa yang dimaksud Islam dan ilmu pengetahuan. 2. Memberikan pengetahuan mengenai pendidikan agama Islam. 3. Sebagai suatu media untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. 4. Menambah kepustakaan. C. Rumusan Masalah 1. Kedudukan akal dan wahyu dalam Islam. 2. Klasifikasi ilmu dalam Islam. 3. Kewajiban menuntut ilmu. D. Manfaat Manfaat yang dapat kami petik dalam pembuatan makalah ini : 1. Menambah ilmu dan pengetahuan khususnya di bidang Agama Islam. 2. Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran masalah Islam dan ilmu pengetahuan khususnya untuk mahasiswa dan mahasiswi.
  • 3. 3 BAB II PEMBAHASAN A. Kedudukan Akal dan Wahyu a. Pengertian Akal Kata akal sudah menjadi kata Indonesia, berasal dari kata Arab al-‘Aql ( ,(العـقـل yang dalam bentuk kata benda. Al-Qur’an hanya membawa bentuk kata kerjanya ‘aqaluuh ( عـقـلوه ) dalam 1 ayat, ta’qiluun ( 24 (تعـقـلون ayat, na’qil ( 1 (نعـقـل ayat, ya’qiluha ( 1 (يعـقـلها ayat dan ya’qiluun ( 22 (يعـقـلون ayat, kata-kata itu datang dalam arti faham dan mengerti. Maka dapat diambil arti bahwa akal adalah peralatan manusia yang memiliki fungsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang kemampuanya sangat luas. b. Fungsi Akal Akal mempunyai banyak fungsi antara lain : 1. Sebagai tolak ukur antara kebaikan dan keburukan. 2. Sebagai alat untuk menemukan solusi ketika permasalahan datang. 3. Sebagai alat untuk mencerna berbagai hal dan cara tingkah laku yang benar. c. Kekuatan Akal Kekuatan akal antara lain : 1. Mengetahui Tuhan dan sifat-sifatnya. 2. Mengetahui adanya hidup dan akhirat. 3. Mengetahui bahwa kebahagiaan jiwa di akherat bergantung pada mengenal Tuhan dan berbuat baik, sedangkan kesengsaraan di akherat adalah bergantung pada tidak mengenal Tuhan dan berbuat jahat. 4. Mengetahui wajibnya manusia berbuat baik dan wajibnya ia menjahui perbuatan jahat untuk kebahagiaan di akherat. 5. Membuat hukum-hukum tentang kewajiban-kewajiban itu. d. Pengertian Wahyu Kata wahyu berasal dari kata arab الوحي , dan al-wahy adalah kata asli Arab dan bukan pinjaman dari bahasa asing, yang berarti suara, api, dan kecepatan.[1] Dan ketika Al-Wahyu berbentuk masdar memiliki dua arti yaitu tersembunyi dan cepat. oleh sebab itu wahyu sering disebut sebuah pemberitahuan tersembunyi dan cepat kepada seseorang yang terpilih tanpa seorangpun yang mengetahuinya. Sedangkan ketika berbentuk maf’ul wahyu Allah terhada Nabi-NabiNYA ini
  • 4. sering disebut Kalam Allah yang diberikan kepada Nabi. Menurut Muhammad Abduh dalam Risalatut Tauhid berpendapat bahwa wahyu adalah pengetahuan yang di dapatkan oleh seseorang dalam dirinya sendiri disertai keyakinan bahwa semua itu datang dari Allah SWT, baik melalui pelantara maupun tanpa pelantara. Baik menjelma seperti suara yang masuk dalam telinga ataupun lainya. 4 e. Fungsi Wahyu Wahyu berfungsi memberi informasi bagi manusia. Yang dimaksud memberi informasi disini yaitu wahyu memberi tahu manusia, bagaimana cara berterima kasih kepada Tuhan, menyempurnakan akal tentang mana yang baik dan yang buruk, serta menjelaskan perincian upah dan hukuman yang akan di terima manusia di akhirat. Sebenarnya wahyu secara tidak langsung adalah senjata yang diberikan Allah kepada nabi-nabiNya untuk melindungi diri dan pengikutnya dari ancaman orang-orang yang tak menyukai keberadaanya. Dan sebagai bukti bahwa beliau adalah utusan sang pencipta yaitu Allah SWT. f. Kekuatan Wahyu Memang sulit saat ini membuktikan jika wahyu memiliki kekuatan, tetapi kita tidak mampu mengelak sejarah wahyu ada, oleh karna itu wahyu diyakini memiliki kekuatan karena beberapa faktor antara lain: 1) Wahyu ada karena izin dari Allah, atau wahyu ada karena pemberian Allah. 2) Wahyu lebih condong melalui dua mukjizat yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. 3) Membuat suatu keyakinan pada diri manusia. 4) Untuk memberi keyakinan yang penuh pada hati tentang adanya alam ghaib. 5) Wahyu turun melalui para ucapan nabi-nabi. B. Klasifikasi Ilmu dalam Islam Akal menjadi faktor utama yang melahirkan pengetahuan, baik yang dilahirkan dalam diri manusia sendiri, maupun pengetahuan yang datang dari Tuhan. Berdasarkan dua macam sumber tersebut, para ahli membuat klasifikasi ilmu yang sesuai dengan kehendak ajaran Islam. Al-Ghazali mengklasifikasikan ilmu dalam empat sistem sebagai berikut : 1. Pembagian ilmu atas dasar teoritis dan praktis Ilmu teoritis adalah ilmu yang diketahui sebagaimana adanya. Sedangkan ilmu praktis adalah tindakan-tindakan manusia yang bertujuan untuk mencari aktifitas kodusif manusia untuk kesejahteraannya di dunia dan akherat.
  • 5. 5 2. Pembagian atas dasar yang dihadirkan dan dicapai Pembagian ini didasarkan atas perbedaan paling mendasar berkenaan dengan cara-cara mengetahui. Pengetahuan yang dihadirkan bersifat langsung,serta merta,supra rasional,intuitif, dan kontemplatif. Ilmu semacam ini disebut ilmu laduuni (pengetahuan dari yang tinggi) dan ilmu mukasyafah (pengetahuan menangkap misteri Illahi). Pengetahuan yang dicapai atau pengetahuan perolehan bersifat tidak langsung, rasional, logis dan diskursif. Pengetahuan yang dihadirkan lebih unggul daripada pengetahuan yang dicapai karena terbebas dari kesalahan dan keraguan. Pengetahuan kategori ini jugfa memberikan kepastian tertinggi mengenai kebenaran-kebenaran spiritual. 3. Pembagian atas dasar religius dan intelektual Ilmu religius adalah ilmu yang diperoleh nabi-nabi dan tidak hadir pada mereka melalui akal. Sedangkan ilmu-ilmu intelektual adalah ilmu yang diperoleh melalui itelek manusia. 4. Pembagian atas dasar kewajiban individu (fardu ain), dan kewajiban umat (fardhu kiffayah). Topik ini mula diberi perhatian oleh Imam al-Ghazali setelah beliau mendapati sebagian daripada ilmuan Islam dari berbagai bidang disiplin ilmu seperti ilmu kalam [tawhid], fiqh, tasawuf, tafsir dan hadist bercanggah pendapat tentang bidang-bidang ilmu yang wajib dikuasai oleh setiap individu Islam. Berdasarkan sabda Nabi Muhammad (s.a.w) yang bermaksud “Menuntut ilmu adalah fardhu yang diwajibkan ke atas setiap individu Islam”. Imam al-Ghazali menimbulkan persoalan tentang ilmu; adakah menuntut ilmu itu fardhu ‘ain ataupun fardhu kifayah atas individu Islam ? Berpandukan persoalan tersebut Imam al-Ghazali telah mengkalsifikasikan ilmu kepada dua bagian utama yaitu : a) Ilmu Mu‘amalah. Ilmu mu‘amalah dimaksudkan sebagai suatu ilmu yang diperolehi manusia melalui utusan Allah, akal [pembelajaran], pengalaman dan pendengaran. Pada asasnya ilmu tersebut [mu‘amalah] tiada sebarang perbedaan melainkan menerusi nama-nama khas yang dberikan kepadanya seperti ilmu fardhu ‘ain dan ilmu fardhu kifayah oleh para ilmuan Islam. Ilmu mu‘amalah menurut beliau terbagi kepada dua bagian yaitu : 1- Ilmu fardhu ‘ain.
  • 6. Ilmu fardhu ‘ain secara ringkas dimaksudkan sebagai ilmu tentang asas-asas agama Islam seperti mengucap syahadah, menunaikan sembahyang, mengeluarkan zakat, berpuasa dan menunaikan fardhu haji bagi yang berkemampuan. Ia merupakan suatu ilmu yang wajib dituntut oleh setiap individu Islam kerana menerusi ilmu pengetahuan tersebut individu Islam dapat melaksanakan segala tuntutan yang ditaklifkan samada berbentuk iktikad [kepercayaan], melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya. Ilmu fardhu ‘ain hanya diperolehi menerusi utusan Allah iaitu para rasulNya. 6 2- Ilmu fardhu kifayah. Ilmu fardhu kifayah menurut ajaran Islam merupakan suatu ilmu yang perlu dikuasai oleh sebahagian manusia yang mendiami sesebuah kawasan, daerah atau negeri. Hukum mempelajari ilmu fardhu kifayah berubah menjadi fardhu ‘ain apabila tiada seseorang pun di sesebuah kawasan, daerah atau negeri mengetahui tentang sesuatu ilmu seperti ilmu perubatan, pertanian, pembinaan, pengiraan dan sebagainya. Ilmu fardhu kifayah juga dimaksudkan sebagai ilmu yang berhubung kait dengan kehidupan sosial. Ilmu tersebut terbahagi kepada tiga bahagian iaitu : i) Terpuji Ilmu terpuji adalah ilmu yang bermanfaat kepada kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Menurut Imam al-Ghazali ilmu terpuji merangkumi dua kategori iaitu : a) Ilmu syariah. Ilmu syariah hanya dapat diperolehi menerusi utusan Allah atau dalam kata lain ilmu yang tak tercapai oleh akal, pengalaman dan pendengaran untuk mengetahuinya seperti ilmu tentang hari kiamat. b) Ilmu umum. Ilmu umum pula mampu diperolehi manusia menerusi akal (pembelajaran), pengalaman dan pendengaran seperti ilmu bahasa dan ilmu perubatan. ii) Harus. Ilmu yang harus dipelajari oleh manusia adalah seperti ilmu- ilmu kesusasteraan, sejarah dan sebagainya. iii) Tercela. Ilmu tercela merupakan ilmu yang dilarang kepada manusia untuk mempelajarinya seperti ilmu sihir dan sebagainya. b) Ilmu Mukasyafah. Ilmu mukasyafah merupakan suatu ilmu yang hanya diperolehi oleh manusia menerusi ilham yang diberikan oleh Allah kepadanya setelah melalui peringkat-peringkat tertentu dalam amalannya. Ilmu ini lebih dikenali di kalangan ahli-ahli tasawuf sebagai ilmu ladunni. Pembagian ilmu-ilmu tersebut adalah berdasarkan kepada pemerhatian Imam al-Ghazali tentang : a) Sejauh manakah ilmu-ilmu tersebut bermanfaat kepada manusia dari segi penggunaanya seperti ilmu bahasa.
  • 7. b) Sejauh manakah ilmu-ilmu tersebut bermanfaat kepada kehidupan beragama 7 manusia. c) Sejauh manakah ilmu-ilmu tersebut bermanfaat kepada kehidupan manusia di dunia seperti ilmu perobatan dan pengiraan. d) Sejauh manakah kesan ilmu-ilmu tersebut dalam memberi ilmu pengetahuan dan keseronokan kepada manusia seperti ilmu kesusasteraan dan ilmu sejarah. Menurut Imam al-Ghazali dasarnya sesuatu ilmu tidak tercela sehingga ilmu tersebut : 1- Mendatangkan kemudaratan ke atas diri orang yang mempelajarinya serta orang lain. 2- Mendatangkan lebih banyak kemudaratan kepada penuntutnya. 3- Tidak memberikan sebarang faedah kepada penuntutnya maupun orang lain. Berdasarkan kepada klasifikasi ilmu yang diberikan oleh Imam al-Ghazali ilmu fardhu ‘ain merupakan ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap individu Islam. Manakala lain-lain ilmu adalah berdasarkan kepada sejauh manakah ilmu-ilmu tersebut bermanfaat kepada kehidupan individu ataupun masyarakat di dunia dan di akhirat. C. Kewajiban Menuntut Ilmu Di dalam Islam, menuntut ilmu itu wajib hukumnya, sebagaimana Nabi bersabda. “Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.” (HR.Bukhari). Ditambah lagi dalam firman Allah “Ilmu membuat seseorang jadi mulia, baik di hadapan manusia juga di hadapan-Nya”.Selain itu Allah juga menegaskan bahwa akan mengangkat derajat orang yang mempunyai ilmu pengetahuan. Seperti di bawah ini ” ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah [58] : 11). Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Az-Zumar [39]: 9). Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim dan di bawah ini ada beberapa hadits yang berhubungan dengan menuntut ilmu. Hadits riwayat Ibnu Abdil Bar لَ لتلرَلَلِ ملل الالفْر لا لاَلَ: بُُْاُ لُْْ رماْلَ لا للْ طرل رفَِْل اللرلَ بلالل رماْرَ الرْلُْطُ الالق لُرسَ اُِْْرعَ رُ ىلللو ل لْوُ ر لاََق لُبْلرلطيللال رحلل رر رماْرَ رِطلَطرلتل لحُْاُ Artinya: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Ibnu Abdil Bar). Penjelasan Hadits:
  • 8. Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar di atas menunjukkan bahwa menuntut ilmu itu wajib dan para malaikat turut bergembira. Agama Islam sangat memperhatikan pendidikan untuk mencari ilmu pengetahuan karena dengan ilmu pengetahuan manusia bisa berkarya dan berprestasi serta dengan ilmu, ibadah seseorang menjadi sempurna. Begitu pentingnya ilmu, Rasulullah saw. mewajibkan umatnya agar menuntut ilmu, baik laki-laki maupun perempuan. Adakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? (Az-Zumar:9). “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah:11). 8 Menuntut ilmu itu pahalanya begitu besar: “Barangsiapa berjalan di satu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penunutu ilmu tanda ridha dengan yang dia perbuat. (Dari hadits yang panjang riwayat Muslim) “Barangsiapa keluar dalam rangka thalabul ilmu (mencari ilmu), maka dia berada dalam sabilillah hingga kembali.” (HR. Tirmidzi, hasan) “Barangsiap menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim) “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan maka Allah akan pahamkan dia dalam (masalah) dan (agama).” (HR.Bukhari) Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa ilmu yang wajib dituntut adalah ilmu yang bermanfaat. Yang bukan hanya benar, tapi juga dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan dapat memberi kebahagiaan bagi kita, keluarga, dan masyarakat baik di dunia mau pun di akhirat. Rasulullah saw bersabda: “Apabila anak cucu adam itu wafat, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendoakan orangtuanya.” (HR.Muslim, dari Abu Hurairah ra) Allah berfirman, “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat (ilmu dan hikmah) Allah. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana.” (QS Lukman [31] : 27) Bagaimana dengan orang yang selalu mengamalkan ilmunya? “Sesungguhnya Allah SWT dan para malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, hingga semut yang ada pada lubangnya, dan ikan hiu yang ada di lautan akan membacakan shalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (Merupakan bagian dari hadits Abu Umamah di atas.). Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengajar orang lain kepada suatu petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melaksanakan petunjuk itu, tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali.”Nabi bersabda, ”Barangsiapa mengamalkan apa-apa yang ia ketahui, maka Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya, dan Allah akan menolong dia dalam amalan nya sehingga ia mendapatkan surga. Dan barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya maka ia tersesat oleh ilmunya itu. Dan Allah tidak menolong dia dalam amalannya sehingga ia akan mendapatkan neraka“.
  • 9. Banyak to keutamaan mencari ilmu dengan manfaat mengamalkan ilmu. Terus bagaimana selengekan pada awal notes ini? Bagaimana seharusnya niat yang ada didalam hati dalam mencari ilmu? Dalam Kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al Ghazali menulis sebagai berikut : “Wahai, hamba Allah yang rajin menuntut ilmu.Jika kalian menuntut ilmu, hendaknya dengan niat yang ikhlas karena Allah semata-mata. Di samping itu, juga dengan niat karena melaksanakan kewajiban karena menuntut ilmu wajib hukumnya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam laki-laki maupun perempuan” [HR Ibnu Abdul barr]. Janganlah sekali-kali engkau menuntut ilmu dengan maksud untuk bermegah-megahan, sombong, berbantah-bantahan, menandingi dan mengalahkan orang lain (lawan bicara), atau supaya orang mengagumimu. Jangan pula engkau menuntut ilmu untuk dijadikan sarana mengumpulkan harta benda kekayaan duniawi. Yang demikian itu berarti merusak agama dan mudah membinasakan dirimu sendiri. Nabi SAW mencegah hal seperti itu dengan sabdanya. “Barangsiapa menuntut ilmu yang biasanya ditujukan untuk mencari keridhaan Allah, tiba-tiba ia tidak mempelajarinya, kecuali hanya untuk Mendapatkan harta benda keduniaan, maka ia tidak akan memperoleh bau harumnya surga pada hari kiamat. ” [HR Abu Dawud]. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu, maka baginya neraka…neraka.” [HR Tirmidzi & Ibnu Majah]. Terkait dengan harta : Jawaban-jawaban dari Imam Ali bin Abi Thalib ketika ditanya tentang mana yang lebih utama antara Ilmu dengan harta : ” Ilmu lebih utama daripada harta, Ilmu adalah pusaka para Nabi, sedang harta adalah pusaka Karun, Sadad, Fir’aun, dan lain-lain.” ” Ilmu lebih utama daripada harta, karena ilmu itu menjagamu sedangkan harta malah engkau yang harus menjaganya.” ” Harta itu bila engkau tasarrufkan (berikan) menjadi berkurang, sebaliknya ilmu jika engkau tasarrufkan malahan bertambah.” ” Pemilik harta disebut dengan nama bakhil (kikir) dan buruk, tetapi pemilik ilmu disebut dengan nama keagungan dan kemuliaan. ” Pemilik harta itu musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak.” ” Ilmu lebih utama daripada harta, karena diakhirat nanti pemilik harta akan dihisab, sedangkan orang berilmu akan memperoleh safa’at.” ” Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi ilmu tidak akan rusak dan musnah walau ditimbun zaman.” ” Harta membuat hati seseorang menjadi keras, sedang ilmu malah membuat hati menjadi bercahaya.” ” Ilmu lebih utama daripada harta, karena pemilik harta bisa mengaku menjadi Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedang orang yang berilmu justru mengaku sebagai hamba karena ilmunya.” Lalu, apakah semua ilmu akan mendapatkan balasan luar biasa seperti diatas? Tidak. Hanyalah ilmu yang bermanfaatlah yang mendapatkan ini semua. Apa sih ilmu yang bermanfaat? “Ya, Rabbi. apakah ilmu yang bermanfaat itu ? ” tanya Nabi Daud. 9
  • 10. “Ialah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui keluhuran, keagungan, kebesaran, dan kesempurnaan kekuasaan-Ku atas segala sesuatu.Inilah yang mendekatkan engkau kepada- Ku.” Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Ar Rabi-i’, Rasulullah SAW bersabda, “Tuntutlah ilmu. Sesungguhnya, menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wa Jalla, sedangkan Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shadaqah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya didunia dan akhirat.”Oleh karena itu, Rasulullah SAW pernah memohon dalam doanya, “Allaahumma inni a’uudzubika min ‘ilmin laa yanfa’u”.‘Ya, Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.’ Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT Memberi wahyu kepada Nabi Dawud a.s. Firman-Nya, “Wahai, Dawud. Pelajarilah olehmu ilmu yang bermanfaat.” Itulah sedikit hal yang perlu diperhatikan dalam menjadi pencari ilmu. Baik sebagai penyemangat dan menjadi ilmu buat kedepan. 10
  • 11. 11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Itulah sedikit hal yang perlu diperhatikan dalam menjadi pencari ilmu. Baik sebagai penyemangat dan menjadi ilmu buat kedepan. Ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang menyebabkan kita semakin dapat mengenal Allah, yang dapat kita amalkan, yang membuat kita rendah hati serta terhindar dari sifat takabur. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang haus akan ilmu yang bermanfaat yang akan berguna bagi kita di dunia dan di akhirat. Amin. B. Saran Sebagai mahasiswa dan mahasiswi yang baik dan berbudi luhur, maka kita sebagai para pencari ilmu hendaknya mencari ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk di dunia maupun di akhirat. Dimanapun kita berada, apapun yang kita kerjakan hendaknya disertai dengan niat yang baik semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT.
  • 12. 12 DAFTAR PUSTAKA Ali, Muhammad Daud, Prof, S.H., Pendidikan Agama Islam, Jakarta, Rajawali Pers, 1997 Suryana, Toto, Drs, M.Pd., Pendidikan Agama Islam, Bandung, Tiga Mutiara, 1997 Asa-2009.blogspot.com Galuhe.wordpress.com Pendiislami.tripod.com Hikmah-kata.blogspot.com/2012/09/hadist-tentang- ilmu-pengetahuan.html