1Metode Pengajaran Agama Islam“ Metode untuk Pengajaran Keimanan”Disusun Oleh:Siti Nurbaya 1012100007Hafsa 1012100010Hardi...
2KATA PENGANTARAlhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan Hidayah-Nya sehingga makalah kami y...
3DAFTAR ISIKATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………….. iDAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………. iiBAB I. PENDAH...
4Beriman adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan melakukandengan perbuatan. Maka, Tidaklah mudah mengata...
5BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian ImamIman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkanmenurut syara...
62. Surah Al Baqarah : 255...
7Artinya :“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yangnyata, Dia-lah yang Maha Pemurah l...
8Kisah-kisah yang terdapat dalam AlQur’an merupakan salah satu cara untukmendidik umat Islam agar beriman kepada Allah SWT...
9“ Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalahseperti laba-laba yang membuat rumah. dan...
10menimbulkan kesan yang mendalam menyebabkan nasehat tersebut tidak hanya tertanamdalam hati saja yang dapat menebalkan i...
11d. Jangan menyakiti secara fisik, misalnya menampar mukanya atau menarik kerahbajunya dan sebagainya.e. Bertujuan mengub...
12a.PengertianSecara bahasa berasal dari kata biasa dalam kamus besar bahasaIndonesia biasa adalah lazim atau umum dalam k...
13pendidik yang dibutuhkan untuk mengaplikasikan pendekatan ini adalah pendidik pilihanyang mampu menyelaraskan pendekatan...
14Artin...
15Maksudnya adalah agama itu berupa nasihat dari Allah bagi umat manusia melaluipara nabi dan rasul-Nya agar manusia hidup...
16BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANIman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkanmenurut syara’ iman...
17sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Metode pengajaran agama islam

1,388 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,388
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Metode pengajaran agama islam

  1. 1. 1Metode Pengajaran Agama Islam“ Metode untuk Pengajaran Keimanan”Disusun Oleh:Siti Nurbaya 1012100007Hafsa 1012100010Hardiana Utari 1012100040Putri Khas Syarifah 1012100042UNIFERSITAS MUSLIM INDONESIAFakultas Agama Islam
  2. 2. 2KATA PENGANTARAlhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan Hidayah-Nya sehingga makalah kami yang berjudul “Metode untuk Pengajaran Keimanan”dapatterselesaikan tepat waktu.Dan tak lupa pula kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak yang telah memimbingkami dalam memotivasi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami.Apabila pemabaca mendapatkan kekurangan dalam makalah kami ini maka kamisadar bahwa kami hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Olehnya itu kamimengharapkan masukan yang bersifat membangun demi kelengkapan atau sempurnanyamakalah kami.Semoga makalah kami dapat bermanfaat bagi kita semua.Makassar, 27Mei 2013Kelompok 2
  3. 3. 3DAFTAR ISIKATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………….. iDAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………. iiBAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………. 1A. Latar Belakang ……………………………………………………………………………………. 1B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………………………. 1BAB II. PEMBAHASANA. Pengertian Keimanan ……………………………..………………………………………… 2B. Dalil- dalil tentang keimanan …………………………..………………………………..………… 2C. Metode Pengajaran Keimanan ……………. ……....…………………………………… 4BAB III. PENUTUP …………………………………………………………………………………... 13DAFTAR PUSTAKABAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG
  4. 4. 4Beriman adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan melakukandengan perbuatan. Maka, Tidaklah mudah mengatakan seseorang beriman apabila hanyadilihat dari lahiriahnya saja. Karena iman tersebut tertanam dalam hati, oleh karena ituAqidah atau keimanan merupakan unsur terpenting bagi manusia agar memiliki peganganatau dasar dalam hidup, maka dengan keyakinan yang dimiliki oleh manusia perlu diajarkandan ditanamkan pada diri manusia sejak dini.Sulit sekali manusia dapat membaca bahkan menebak apa yang ada di hati manusia.Hanya Allah SWT yang mengetahui seberapa tinggi tingkatan iman seseorang.Iman yang terdapat dalam hati dapat dipupuk sehingga tumbuh subur dan orang tersebutbenar-benar melaksanakan apa yang diperintah Allah SWT. Iman dapat ditanamkan dalamhati seseorang melalui pengajaran. Tetapi pengajaran keimanan yang dimaksudkan tidaksekedar pengajaran yang menambah wawasan pengetahuan saja atau hanya sekedarmenyentuh aspek kognitif saja. Pengajaran iman harus menyeluruh mulai dari pemahamansampai dengan aplikasinya dalam kehidupan.Seorang guru agama Islam harus mempunyai dasar mengajar keimanan. Karena inti daripengajaran agama Islam adalah penanaman keimanan. Pendekatan dan metode yangditerapkan guru harus sesuai dengan apa yang dipelajari dan merujuk pada apa yang telahdicontohkan Nabi Muhammad SAW. Dengan penerapan metode yang tepat diharapkan,anak didik dapat menumbuhkembangkan iman yang sudah ada dalam hati.B. RUMUSAN MASALAH1. Mengetahui Pengertian Imam?2. Mengetahui dalil-dalil tentang keimanan?3. Metode pengajaran keimanan?
  5. 5. 5BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian ImamIman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkanmenurut syara’ iman itu bukanlah suatu angan-angan akan tetapi apa yang telah mantapdalam hati dan dibuktikan lewat amal perbuatan.Menurut hanafi (2001), Imam mempunyai dua pengertian :1. Iman dalam arti luas yakni keyakinan bulat yang dibenarkan oleh hati,diikrarkan olehlidah,dan diwujudkan dalam perbuatan,tingkah laku didalam aspek kehidupan2. Iman dalam arti khas adalah arkanul iman atau rukun iman yang jumlahnya enamMenurut Heri Jauhari Muchtar (2005), Iman adalah meyakini keberadaan Allah beserta sifat-sifat yang dimilikinya. Artinya kita harus yakin bahwa Allah itu ada dan memiliki sifat-sifatyang mulia atau Asmaul Husna. Beriman kepada Allah merupakan dasar utama keimanan,dari sinilah melahirkan ketaatan terhadap yang lainnya. Hanya ketaatan yang berdasarkankeimanan pada Allah sajalah yang benar dan akan diterima.B. Dalil- dalil tentang keimanan :Dalam Al- quran dijelaskan tentang keimanan pada :1. Surah An- Nisa : 136----–136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allahturunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang ituTelah sesat sejauh-jauhnya.
  6. 6. 62. Surah Al Baqarah : 255255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekallagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafaat disisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkanapa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidakmerasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.3. Firman Allah SWT surah Al- Hasyr : 22- 24
  7. 7. 7Artinya :“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yangnyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Dialah Allah yang tiada Tuhanselain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan,yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segalaKeagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.Dialah Allah yangMenciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna.bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi MahaBijaksana.C. Metode Pengajaran KeimananDalam rangka menumbuhkan rasa iman, rasa cinta kepada Allah SWT, seorang gurudapat menggunakan metode yang telah diterapkan Nabi Muhammad SAW seperti berikutini :1. Metode kisah Qur’ani dan NabawiDalam pendidikan Islam, kisah mempunyai fungsi edukatif yang tidak dapat digantidengan bentuk penyampaian lain selain bahasa. Hal ini disebabkan kisah Qur’ani danNabawi mempunyai beberapa keistimewaan yang membuatnya mempunyai dampakpsikologi dan edukatif yang sempurna. (Binti Maunah, 2009 : 71).Kisah Qur’ani dan Nabawi dapat digunakan dalam pengajaran keimanan. Pemberiankisah-kisah yang diambil dari Al Qur’an maupun kisah para Nabi dan Sahabat dapatmendidik perasaan keimanan dengan cara :a. Membangkitkan berbagai perasaan seperti khauf, rida, dan cinta.b. Mengarahkan seluruh perasaan sehingga bertumpuk pada suatu puncak yaitu kesimpulankisah.c. Melibatkan pembaca atau pendengarnya ke dalam kisah itu sehingga secara emosional iaterlibat.
  8. 8. 8Kisah-kisah yang terdapat dalam AlQur’an merupakan salah satu cara untukmendidik umat Islam agar beriman kepada Allah SWT. Tujuan dari Qur’ani itu sendiri adalahsebagai berikut :a. Mengungkapkan kemantapan wahyu dan risalah, mewujudkan rasa mantap dalammenerima Qur’an dan keutusan Rasul-Nya. Kisah-kisah ini menjadi bukti kebenaran wahyudan kebenaran Rasul SAW.b. Menjelaskan bahwa secara keseluruhan, al-Din itu datangnya dari Allah.c. Menjelaskan bahwa Allah datang menolong dan mencintai Rasul-Nya, menjelaskan bahwakaum mukmin adalah umat yang satu dan Allah adalah Rabb mereka.d. Kisah-kisah itu bertujuan untuk menguatkan keimanan kaum muslim, menghibur merekadari kesedihan atas musibah yang menimpa.e. Mengingatkan bahwa musuh orang mukmin adalah syetan, menunjukkan permusuhanabadi tersebut akan lebih tampak jelas melalui kisah.2. Metode Amtsal.Metode Amtsal atau perumpamaan dalam cara penyampaiannya sama denganmetode kisah, yaitu menggunakan metode ceramah. Metode ini mirip dengan metode kisahQur’ani dan Nabawi karena dalam menggunakan perumpamaan mengambil dari AlQur’an.Penggunaan perumpamaan dalam pengajaran dapat merangsang kesan terhadap maknayang tersirat dalam perumpamaan tersebut.Sebagai contoh dalam Q. S Al Ankabut ayat 41,Artinya :
  9. 9. 9“ Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalahseperti laba-laba yang membuat rumah. dan Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalahrumah laba-laba kalau mereka Mengetahui.”Dari perumpamaan diatas, anak dapat memahami bahwa menyembah selain kepadaAllah ibarat berlindung pada sesuatu yang lemah dan tidak berdaya. Anak akan menyadaribahwa tidak ada kekuasan yang lebih besar dari kekuasaan Allah SWT. Sehingga dalam dirianak akan tertanam rasa keimanan yang tinggi dan pengakuan yang besar terhadap ke-esaan Allah SWT.Penggunaan perumpaman dalam pendidikan haruslah logis, dan mudah dipahami.Perumpamaan harus memperjelas konsep bukan malah mengaburkan penjelasan. Denganperumpamaan anak dapat memahami konsep yang abstrak karena perumpamaanmenggunakan benda-benda yang konkrit. Dalam Al Qur’an, kesimpulan perumpamaan yangada kebanyakan harus ditebak sendiri oleh pendengar atau pembacanya sendiri karenaAllah tahu manusia dapat menebaknya.3. Metode Ibrah dan Mauizah.Metode ibrah adalah suatu cara yang dapat membuat kondisi psikis seseorang(siswa) mengetahui intisari perkara yang mempengaruhi perasaannya, yang diambil daripengalaman-pengalaman orang lain atau pengalaman hidupnya sendiri. Sedangkan metodemauizah adalah suatu cara penyampaian materi pelajaran melalui tutur kata yang berisinasihat-nasihat dan peringatan tentang baik buruknya sesuatu. (Heri Jauhari Muchtar, 2005: 220).Metode ibrah sangat diperhatikan dalam pendidikan Islam. Hal ini dilakukan agaranak didik dapat mengambil intisari atau pelajaran dari kisah-kisah Al Qur’an ataupengalaman-pengalaman yang diceritakan. Demikian pula dengan metode mauizah.Seorang pendidik hendaknya memberi nasehat secara berulang-ulang agar nasehat tersebutdapat meninggalkan kesan sehingga anak didiknya tergerak untuk mengikuti nasehat itu.Metode ibrah dan mauizah apabila digunakan bersama-sama dalam pendidikanIslam memang tidak mudah. Penerapan metode ini membutuhkan keikhlasan dan berulang-ulang sehingga nasehat tersebut menyentuh kalbu pendengarnya. Nasehat yang dapat
  10. 10. 10menimbulkan kesan yang mendalam menyebabkan nasehat tersebut tidak hanya tertanamdalam hati saja yang dapat menebalkan iman tetapi anak juga melaksanakan nasehattersebut.4. Metode Targhib dan Tarhib.Metode ini berhubungan dengan pujian dan penghargaan. Imbalan atau tanggapanterhadap orang lain itu terdiri dari dua, yaitu penghargaan (reward/ targhib) dan hukuman(punishment/tarhib). Targhib bertujuan agar orang mematuhi aturan Allah. Sedangkantarhib bertujuan agar orang menjauhi kejahatan. Metode ini didasarkan atas fitrah manusiayaitu sifat kesenangan, keselamatan dan tidak menginginkan kepedihan dan kesengsaraan.(Binti Maunah, 2009 : 76).Metode ini dapat menumbuhkan rasa keimanan dalam diri anak didik. Denganproses pemberian ganjaran dan hukuman tersebut, anak akan belajar mana yang bolehdilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Proses tersebut akan kuat tertanam dalam dirianak karena apabila anak diberi suatu hadiah atau penghargaan tatkala dia melakukansesuatu yang terpuji, anak tersebut akan cenderung mengulanginya dan mencobamenemukan sesuatu yang baik lainnya yang menyebabkan dirinya diberi penghargaan.Sebaliknya, apabila anak diberi hukuman tatkala melakukan sesuatu, tentu anak akanberpikir bahwa yang dilakukannya salah dan tidak akan mengulanginya lagi karena hukumanyang dia rasakan. Dengan ini maka anak akan menghindari hal-hal yang menyebabkan diadihukum. Anak akan lebih patuh dan melaksanakan hal-hal yang diperintahkan Allah.Agama Islam memberi arahan dalam memberi hukuman (terhadap anak/pesertadidik) hendaknya memperhatikan hal-hal sebagi berikut :a. Jangan menghukum keika marah. Karena pemberian hukuman ketika marah akanlebih besifat emosional yang dipengaruhi nafsu syaithaniyah.b. Jangan sampai menyakiti perasaan dan harga diri anak atau orang yang kitahukum.c. Jangan sampai merendahkan derajat dan martabat orang bersangkutan, misalnyadengan menghina atau mencaci maki didepan orang lain.
  11. 11. 11d. Jangan menyakiti secara fisik, misalnya menampar mukanya atau menarik kerahbajunya dan sebagainya.e. Bertujuan mengubah perilakunya yang kurang/tidak baik. Kita menghukumkarenaanak /peserta didik berperilaku tidak baik.Karena itu yang patut kita benci adalahperilakunya, bukan orangnya. Apabila anak/orang yang kita hukum sudah memeperbaikiperilakunya, maka tidak ada alasan kita untuk tetap membencinya. Anak perlu diberikanpenghargaan karena telah memperbaiki perilakunya. Dalam penerapan merode inidiupayakan bahwa intensitas pemberian hukuman tidak sebesar pemberian hadiah. Denganpemberian penghargaan yang lebih besar persentasenya, anak akan termotivasi untuk lebihberusaha berbuat kebaikan.5. Metode Pembiasaan.Untuk melaksanakan tugas atau kewajiban secara benar dan rutin terhadap anakatau peserta didik diperlukan pembiasaan. Misalnya, agar anak atau peserta didik dapatmelaksanakan sholat secara benar dan rutin maka mereka perlu dibiasakan sholat sejakmasih kecil, dari waktu kewaktu. Itulah sebabnya kita perlu mendidik mereka sejak dini ataukecil agar mereka terbiasa dan tidak merasa berat untuk melaksanaknnya ketika merekasudah dewasa.Sehubungan itu tepatlah pesan rosulullah kepada kita agar melatih ataumembiasakan anak untuk melaksanakan sholat ketika mereka berusia 7 tahun danmemukulnya (tanpa cidera atau bekas) ketika berumur 10 tahun- atau lebih- apabila merekatidak mengerjakannya. Dalam pelaksanaan metode ini diperlukan pengertian, kesabaran,dan ketelatenan orang tua, pendidik dan dai terhadap anak atau peseta didiknya.Dalam hal ini penanaman iman kepada anak-anak antara lain dapat dialkukan dalam bentukpembiasaan. Dalam materi yang diajrkan setiap kali anak atau murid makan dan berdo’a,mencuci tangan supaya bersih, bangun pagi, hidup teratur, dan sebagainya. Pembiasaantidaklah memerlukan keterangan atau argumen yang logis. Pembiasaan akan berjalan danberpengaruh kerena semata-mata kebiasaan itu. Maksudnya, biasakanlah murid-murid kitadan tidak perlu benar dijelaskan mengapa harus begitu. Biasakanlah bangun pagi, shalatsubuh tidak kesiangan, dan tidak perlu dijelaskan berulang-ulang mengapa harus begitu.Dengan demikian, pembiasaan itu datangnya dari kebiasaan itu sendiri.
  12. 12. 12a.PengertianSecara bahasa berasal dari kata biasa dalam kamus besar bahasaIndonesia biasa adalah lazim atau umum dalam kaitanya dengan metode pengajarankeimanan pembiasaan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan oleh anak anak didik untukberfikir ,bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agama islamPembiasaan dinilai sangat efektif jika dalam penerapanaya dilakukan oleh peserta didik yangusianya masih kecil. Karena memiliki rekaman ingatan yang kuat dan kondisi kepribadianyang belum matang, sehingga mereka mudah terlarut kedalam kebiasaan-kebjasaan yangmereka lakukan sehari hari. Oleh karena itu sebagai awal dari proses pendidikanpembiasaan merupakan cara yang sangat efektif dalam menanamkannilai-nilai moralkedalam jiwa anak.b.Landasan teori metode pembiasaanDalam teori perkembangan anak didik dikenalteori kovergen, dimana kepribadian anak dapat dibentuk melalui oleh lingkunganya dandengan mengembangkan potensi dasar yang ada pada diri anak tersebut.potensi ini dapatmenjadi penentu tingkah laku anak (melalui proses)Oleh karena itu potensi dasarharus selalu di arahkan agar tujuan pendidikan dapat tercapaidengan baik,salah satu cara untuk mengembangkan potensi dasar tesebut melaluikebiasaan yang baik.c. Kelebihan dan kekurangan metode pembiasaan, Sebagaimana metode metodeyang lain, metodepembiasaan memiliki kelebihan dan kekurangan.Kelebihan metode pembiasaan.1) Dapat menghemat waktu dengan baik.2) Pembiasaan tudak hanya bersifat lahiriah saja tetapi juga berhubungan denganaspek ruhaniah.3) Pembiasaan dalam catatan sejarah merupakan metode yang paling berhasil dalampembentukanKelemahan metode pembiasaan .Kelemahan metode ini adalah menumbuhkan tenaga pendidik yang benar benardijadikan contoh didalam penanamaan sebuah nilai kepada anak didik,oleh karena itu
  13. 13. 13pendidik yang dibutuhkan untuk mengaplikasikan pendekatan ini adalah pendidik pilihanyang mampu menyelaraskan pendekatan dan perbuatan, sehingga pendidik tidak haanyamemberi kesan memberi nilai tetapi mampu menggambarkan nilai Yang disampaikanterhadap anak didik.4. Metode KeteladananMetode ini merupakan metode yang paling unggul dan paling jitu dibandingkan metode-metode lainnya. Melalui metode ini para orang tua, pendidik atau dai memberi contoh atauteladan terhadap anak/peserta didiknya bagaiman cara berbicara, berbuat, bersikap,mengerjakan sesuatu atau cara beribadah, dsb.Melalui metode ini maka anak atau peserta didik dapat melihat, menyaksikan danmeyakini cara sebenarnya sehingga mereka dapat melaksanaknnya dengan lebih baik danlebih mudah. Metode keteladanan ini sesuai dengan sabda Rasolullah :“Mulailah dari diri sendiri”.Maksud hadist ini adalah dalam hal kebaikan dan kebenaran, apabila kita menghendakorang lain juga mengerjakannya, maka mulailah dari diri kita sendiri untuk mengerjakannya.Dalam pengajaran keimanan dengan menggunakan metode teladan ini, yaitu meneladanikisah –kisah para nabi, rasul ataupun para sahabat. Misalnya saja pada masa Nabi Ibrahim,yang mana nabi Ibrahim mencari tuhannya. Dengan cerita itu, maka dapat menambahkeyakinan makna adanya Allah.a. Pengertian keteladananKeteladanan berasal dari kata teladan yang memiliki arti yang patut ditiru atau dicontoh.atau dapat di artikkan keteladanan adalah hal hal yang patut ditiru atau di contoholeh seseorang dari orang lain.namun keteladanan yang dimaksud disini adalah keteladananketeladanan yang dapat dijadikan sebagai alat pendidikan keimanan.Sebagai pendidikan yang bersumber pada Alquran dan sunah rasulullah, metodeketeladanan tentunya didasarkan pada Al Quran.dalam firman allah surat al ahzab ayat 21yang artinya :
  14. 14. 14Artinya :“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan diabanyak menyebut Allah.”b. Kelebihan dan kekurangan, Seperti telah di ungkapkan sebelumnya kelebihan dankekurangan metode ini tidak bisa dilihat secara kongkret,namun secaa abstrak dapat diinterpretasikan sebagai berikut :Kelebihan1) Akan mempermudah anak didik dalam menerapkan ilmu yang dipelajarinya di sekolah2)Akan mempermudah guru dalam mengevaluasi hasil belajar.3) Agar tujuan belajar lebih terarah tercapai dengan baik.4) Bila keteladanan dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat baik, makaakantercipta situasiyang baik.Kelemahan :1) Jika figure yang di contoh tidak baik maka mereka cenderung mengikuti tidak baik.2) Jika teori tanpa praktek maka akan timbul verbalisme.7. Metode NasihatMetode inilah yang paling sering digunakan oleh para orang tua, pendidik dan da’iterhadap peserta didik dalam proses pendidikannya. Memberi nasihat sebenarnyamerupakan kewajiban kita selaku muslim seperti tertera antara lain dalam Q.S al- Ashar ayat3, yaitu agar kita senantiasa memberi nasihat dalam hal kebenaran. Rasulullah bersabda :“Agama itu adalah nasihat.”
  15. 15. 15Maksudnya adalah agama itu berupa nasihat dari Allah bagi umat manusia melaluipara nabi dan rasul-Nya agar manusia hidup bahagia, selamat dan sejahtera di dunia sertaakhirat. Selain itu menyampaikan ajaran agama pun –bisa-dilakukan melalui nasihat. Supayanasihat ini dapat terlaksana dengan baik, maka dalam pelaksanaannnya perlumemperhatikan beberapa hal, sebagai berikut :a. Gunakan kata dan bahasa yang baik dan sopan serta mudah dipahami.b. Jangan sampai menyinggung perasaan orang yang dinasehati atau orang disekitarnya.c. Sesuaikan perkataan kita dengan umur sifat dan tingkat kemampuan/ kedudukan anakatau orang yang kita nasehati.d. Perhatian saat yang tepat kita memberi nasihat. Usahakan jangan menasehati ketika kitaatau orang yang dinasehati sedang marah.e. Perhatikan keadaan sekitar ketika memberi nasihat. Usahakan jangan dihadapan oranglain atau-apalagi dihadapan orang banyak (kecuali ketika memberi ceramah/tausiyah.).f. Beri penjelasan, sebab atau kegunaan mengapa kitaperlu memberi nasihat.g. Agar lebih menyentuh perasaaan dan hati nuraninya, sertakan ayat-ayat al-qur’an,hadistrasulullah atau kisah para nabi/ rasul, para sahabatnya atau orang-orang yang shalih.Metode pemberian nasihat yang dijadikan sebagai metode dalam pengajarankeimanan, mempunyai peran yang sangat penting. Nasihat-nasihat yang diberikan oleh gurudengan memperhatikan kondisi dan situasi anak didiknya akan lebih meresap di hati.Apalagi ketika guru menyelipkan ayat-ayat atau kisah-kisah orang shalih yang sesuai denganapa yang dialami anak didik. Hal ini dapat memupuk rasa keimanan dalam diri anak.
  16. 16. 16BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANIman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkanmenurut syara’ iman itu bukanlah suatu angan-angan akan tetapi apa yang telah mantapdalam hati dan dibuktikan lewat amal perbuatan.Dalil- dalil tentang keimanan :Dalam Al- quran dijelaskan tentang keimanan pada :Surah An- Nisa : 136Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dankepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allah turunkan
  17. 17. 17sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya.”Metode Pengajaran Keimanan, antara lain :Metode kisah Qur’ani dan NabawiMetode Amtsal.Metode Ibrah dan Mauizah.Metode Targhib dan Tarhib.Metode Pembiasaan.Metode KeteladananMetode NasihatDAFTAR PUSTAKAAbdul Fatah Abu Ghuddah. 2009. 40 Metode Pendidikan Dan Pengajaran Rosullulah.Bandung : Irsyad Baitus SalamAhmad Tafsir. 2003. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung : PT RemajaRosda Karyahttp://woelanmay.blogspot.com/2010/09/metode-pengajaran-keimanan.htmlUmar, Bukhari. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Amzah, 2010.http://banjirembun.blogspot.com/2012/07/model-pembelajaran-pai-di-sd-smp-dan.html

×