Resistor

6,898 views

Published on

Sofhian Fazrin Nashrullah
www.azidan.com

Published in: Education
2 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,898
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
392
Comments
2
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Resistor

  1. 1. ResistorRangkaian Elektronika
  2. 2. Daftar IsiApa Itu Resistor?Fungsi Spesifik ResistorKategori ResistorMembaca/Menentukan Nilai Resistor
  3. 3. Apa Itu Resistor?Resistor merupakan komponen elektronika yang bersifatmembatasi, menghambat, menahan arus listrik yangmengalir di dalam suatu rangkaian. Kemampuan resistordalam menghambat arus listrik sangat beragamdisesuaikan dengan nilai resistor tersebut. Satuan Resistoradalah Ohm dengan simbol "Ω".Bagaimana resistor dapat menahan arus listrik? di antaradua kutub resistor diproduksi sejumlah tegangan listrik,berdasarkan hukum Ohm, nilai tegangan berbanding lurusdengan arus yang mengalir.
  4. 4. Prinsip Kerja ResistorSebagai gambaran tentang bagaimana prinsip kerja darisebuah resistor, anggap saja ada arus air itu sebagai aruslistrik, sedangkan bendungan sebagai resistornya makabesarnya arus tergantung dari besar kecilnya pintubendungan yang dibuka. Semakin besar terbukanya pintubendungan, semakin besar juga arus yang melewatibendungan tersebut, jadi bila kita menginginkan arus yangbesar maka kita pasang resistor yang nilai resistansi(tahanan)-nya kecil, bila mendekati nol atau sama dengan nolatau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidaklagi dibatasi.
  5. 5. Fungsi Spesifik ResistorSebagai pembagi arusSebagai penurun teganganSebagai pembagi teganganSebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.
  6. 6. Kategori Resistor Berdasarkan Nilainya• Resistor Linera (Fixed)• Resistor non Linear• Resistor variabel Berdasarkan Bentuknya• Silinder• SMD• Wiremound Berdasarkan Bahan Resistor Karbon (paling Banyak) Kawat Meta film (paling Banyak) SMD
  7. 7. Berdasarkan Nilainya Resistor Linear (fixed)Ialah resistor yang nilai hambatannya tetap.Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula dayaresistor tersebut.Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yangbisa diterima resistor tersebut.Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentukdan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon.
  8. 8. Berdasarkan Nilainya Resistor non LinearIalah resistor yang nilai hambatannya berubah-ubah karena faktorlingkungan, ex cahaya dan suhu PTC : Positive Temperatur CoefisienNilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggisuhu yang mempengaruhi makin besar nilai hambatannya. NTC : Negative Temperatur CoefisienNilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggisuhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya. LDR : Light Dependent ResistorNlai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahayayang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yangmengenainya makin kecil nilai hambatannya
  9. 9. Gambar Resistor Non Linier
  10. 10. Berdasarkan Nilainya Resistor variabelIalah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubahdengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alattersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuaidengan kebutuhan. Trimpot, Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng. Potensio, Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.
  11. 11. Gambar Resistor VariabelGbr. Resistor TrimpotGbr. Potensio
  12. 12. Berdasarkan BentuknyaSilinderSMD (chip)
  13. 13. Berdasarkan Bahan Resistor KarbonPada awalnya, resistor ini dibuat dari bahan karbonkasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberitanda dengan kode warna berbentuk gelang danpembacaannya dapat dilihat pada tabel kode warna.Jenis resistor ini juga merupakan jenis resistor generasiawal setelah adanya resistor kawat. Sekarang sudahjarang untuk dipakai pada rangkaian – rangkaianelektronika. Bentuk dari resistor jenis ini dapat dilihatpada gambar di samping.
  14. 14. Berdasarkan Bahan Resistor KawatResistor kawat adalah jenis resistor generasi pertama yanglahir pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan(vacuum tube). Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuranyang cukup besar. Resistor kawat ini biasanya banyakdipergunakan dalam rangkaian power karena memilikiresistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi.Jenis lainnya yang masih dipakai sampai sekarang adalah jenisresistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahankeramik, kemudian dilapisi dengan bahan semen. Rating dayayang tersedia untuk resistor jenis ini adalah dalam ukuran 1watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt. Ilustrasi dari resistor kawatdapat dilihat pada gambar di samping.
  15. 15. Berdasarkan Bahan Resistor Meta filmResistor film metal dibuat dengan bentuk hampir menyerupai resistorfilm karbon. Resistor tahan terhadap perubahan temperatur. Resistorini juga memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransiyang tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1%atau 5%. Jika dibandingkan dengan resistor film karbon, resistor filmmetal ini memiliki tingkat kepresisian yang lebih tinggi dibandingkandengan resistor film karbon karena resistor film metal ini memiliki 5buah gelang warna, bahkan ada yang 6 buah gelang warna.Sedangkan, resistor film karbon hanya memiliki 4 buah gelang warna.Resistor film metal ini sangat cocok digunakan dalam rangkaian –rangkaian yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, seperti alatukur. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt,dan 2 watt. Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar disamping.
  16. 16. Berdasarkan Bahan Resistor SMDSMD ( Surface Mounted Device ) Resistor adalahresistor dengan bentuk kotak kecil yang carapemasangannya menempel pada pcb.
  17. 17. Gambar Resistor Berdasar Bahannya Gbr. Resistor Karbon Gbr. Resistor Kawat
  18. 18. Gambar Resistor Berdasar Bahannya Gbr. Resistor Film Gbr. Resistor SMD
  19. 19. Membaca/Menentukan Nilai ResistorSeperti yang sudah diketahui, kemampuan resistor dalammenghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengannilai resistor tersebut. Nilai tersebut ditandai oleh gelangwarna serta angka pada jenis resistor tertentu.Apabila kita menginginkan nilai suatu resistor tetapi tidakterdapat di resistor tersebut, kita dapat menggunakan teknikrangkaian seri dan pararel untuk mendapatkan nilai sepertiyang kita inginkan.Pada bahasan kali ini, kita akan mempelajari bagaimanamenghitung nilai resistor berdasarkan gelang warna, angkaserta rangkaian.
  20. 20. Caranya?Berdasarkan warna gelangBerdasarkan kode angkaBerdasarkan rangkaianMengukur Resistor Dengan Multitester
  21. 21. Gelang WarnaGelang warna merupakan tanda nilai suatu resistor,pada umumnya resistor bentuk silinder. Kode warnatersebut berjumlah 10 warna yang menandakan kodebilangan, multiplier, toleransi dan temperatur.Jumlah gelang warna dalam resistor ada yang 4 warna,5 warna serta 6 warna.
  22. 22. Kode Gelang Warna
  23. 23. Contoh
  24. 24. Warna dimulai dari 3 warna yang rapat, warna pertama sebagaiangka, kedua sebagai angka, ketiga sebagai pengali, keempatsebagai toleransi.Warna kuning bernilai 4, warna ungu bernilai 7, merah sebagaipengali bernilai 00, dan emas bernilai 5%.Kalkulasikan kode tersebut, 4 digabung 7 X 100 = 4700 ohm.Dengan toleransi 5% dari 4700 = 235 ohm.Nilai toleransi ada karena nilai resistor tidak begitu tepat, karenapada kenyataannya nilai tersebut tergantung kondisi resistor itusendiri.Batas Maksimal nilai= 4700+235 = 4935 ohmBatas minimal nilai= 4700-235 = 4665 ohm.Maka kesimpulannya, resistor tersebut mempunyai nilai antara4665 – 4935 ohm.
  25. 25. Berdasarkan kode angkaResistor dengan kode angka pada umumnya terdapat pada resistorchip. ContohDalam gambar diatas tertera kode 102. Penghitungan sama sepertigelang warna, berarti 1 digabung dengan 2 X 100 = 1000 ohm.
  26. 26. Berdasarkan rangkaianBerapakah nilai total rangkaian resistor di bawah?
  27. 27. PenghitunganPertama jumlahkan rangkaian yang paralel.1/R = 1/56 + 1/33 = 89/1848, Maka R = 1848/89 = 20,8 ohm.Sekarang didapat rangkaian seri sbb :Maka, R = R1 + R2, R = 20,8 + 47 = 67,8 ohm.
  28. 28. Mengukur Resistor Dengan MultitesterPastikan anda sudah melakukan zerro Ohm.Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur lebih tinggiatau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur).Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik samasaja)Lihat penunjukan jarum pada papan skala.Kesimpulan Hasil PengukuranJarum menunjuk angka sesuai dengan ukuran aslinya : resistor baikJarum menunjuk angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya :resistor rusakJarum tidak bergerak sama sekali : resistor putusJarum menunjuk angka nol : resistor short
  29. 29. SelesaiOleh Sofhian Fazrin NashrullahMahasiswa PTIK Tingkat 2, STKIP MuhammadiyahKuninganwww.azidan.com

×