Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
LAPORAN TUGAS AKHIR 
REDRAWING CASING BELAKANG MOTOR HONDA 
VARIO TAHUN 2010 DENGAN MENGGUNAKAN 
SOFTWARE CREO PARAMETRIC ...
i 
LAPORAN TUGAS AKHIR 
REDRAWING CASING BELAKANG MOTOR HONDA 
VARIO TAHUN 2010 DENGAN MENGGUNAKAN 
SOFTWARE CREO PARAMETR...
ii
iii
iv
v 
MOTTO 
“Bila Allah cepat mengabulkan do’aku, Maka Allah Menyayangiku, 
Bila Allah lambat dalam mengabulkan do’aku , Mak...
vi 
LEMBAR PERSEMBAHAN 
”Laporan ini ku tunjukan kepada 
Ibu dan Bapakku, serta saudara-saudaraku 
Atas do’a dan dukungann...
vii 
KATA PENGANTAR 
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan 
rahmat dan karunia-Nya sehingga Tug...
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. 
Untuk itu, kritik dan saran akan menjadi masukan ya...
ix 
ABSTRACT 
A good body of motorcycle design is the most important thing in the 
manufacture of machine where it operate...
x 
DAFTAR ISI 
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i 
...
xi 
3.2.5 Special Surfaces Feature .......................................................... 22 
3.2.6 Copy, Paste, and P...
xii 
BAB V ASSEMBLY DAN DRAWING PROCESS 
5.1 Assembly Process ...............................................................
xiii 
DAFTAR GAMBAR 
Gambar 3.1 Interface Creo Parametric 2.0 .................................................... 13 
Gam...
xiv 
Gambar 4.27 Style Surfaces 4 ......................................................................... 49 
Gambar 4.2...
xv 
Gambar 4.58 Final Project ............................................................................. 64 
Gambar 4.5...
xvi 
Gambar 4.89 Style Surfaces 16 ....................................................................... 78 
Gambar 4.90...
xvii 
Gambar 5.8 Result Command 3 ...................................................................... 94 
Gambar 5.9 Pa...
1 
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang 
Selaras dengan semakin berkembangnya zaman dan semakin bertambahnya 
kebutuhan ...
sehingga mampu mengubah pandangan bahwa pemodelan konstruksi sepeda 
motor secara 3D lebih lama daripada menggambar secara...
3 
2. Observasi 
Observasi merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan 
mengamati secara langsung pada object ...
BAB VI PENUTUP 
Berisikan kesimpulan penggambaran konstruksi dari hasil metode Surface 
Modeling dan evaluasi yang di dapa...
5 
BAB II 
LANDASAN TEORI 
2.1 Teori Dasar Desain 
Sepeda motor adalah sebuah alat transportasi kompak, praktis, dan harga...
adalah unsur feminim dan mudah dikendarai, begitulah pada saat sekarang para 
produsen sepeda motor terus berinovasi dalam...
4. Tahan Lama (Durability) 
Merupakan ukuran waktu operasi yang diharapkan dari suatu produk tertentu. 
Sebagai contoh, Ho...
Dari sudut pandang perusahaan, sebuah produk yang didesain dengan baik 
akan mudah dibuat dan didistribusikan. Sedangkan d...
Pada saat ini, Creo Parametric 2.0 bisa menjadi sebuah software desain yang 
sangat populer dikalangan para desainer. Hal ...
kerja yang digunakan. Dengan demikian, akan mempertinggi efisiensi waktu dan 
tenaga sehingga biaya produksi bisa ditekan ...
2. Meningkatkan mutu produk. 
Dikembangkannya “Solid Modeling” dan “Parametric Design” didalam 
software ini memungkinkan ...
3. Desain Creo Parametric 2.0 untuk alat olahraga 
Desain raket tenis dapat menggunakan teknologi ini. Dengan menggunakan ...
FEA 
ATURE-F 
engenal Int 
3.1 Me 
1. 
2. 
FEATURE 
terface Cre 
Browser 
Menu 
Title Bar 
Merupaka 
ini bertuli 
nama fil...
14 
3. Menu Browser 
Feature yang berisi tentang fungsi-fungsi untuk menggunakan Creo 
Parametric 2.0 antara lain perintah...
15 
b) Revolve 
Revolved feature digunakan untuk membuat suatu profil 3D yang 
biasanya mempunyai sebuah sumbu putar untuk...
16 
i) Chamfer 
Sebuah perintah yang digunakan untuk mengubah sudut pada 
pertemuan dua garis, dari sudut lancip menjadi s...
17 
1. Standard Offset 
Menyeimbangkan permukaan yang dipilih oleh nilai tertentu. Hanya 
permukaan tunggal atau selimut s...
18 
d) Side Normal to Sketch 
Permukaan sisi offset adalah normal terhadap bidang sketsa. 
e) Straight Side Profile 
Permu...
19 
e). Datum Points 
Merupakan titik-titik yang diketahui posisi horizontal maupun vertikal 
yang ketinggiannya digunakan...
20 
4. Influencing Curves 
Kurva tambahan yang mendefinisikan batas perkiraan untuk batas 
permukaan yang tidak berhubunga...
21 
c) Solidify 
Perintah yang digunakan untuk menciptakan bagian padat dengan 
menggunakan permukaan tertutup atau selimu...
22 
4. Trim Using Silhouettes 
Selimut permukaan yang menggunakan datum plane sebagai 
referensi object untuk mengarahkan ...
23 
3.2.6 Copy, Paste, and Paste Special 
Perintah yang digunakan untuk menggandakan bentuk solid, kurva, dan 
permukaan d...
24 
3.3 Mengenal Interactive Surface Design 
3.3.1 The Style Feature 
3.3.1.1 Styling User Interface 
Gambar 3.2 Interface...
25 
1. Windows Layout 
Untuk beralih antara satu tampilan tata letak menjadi tata letak empat 
tampilan. 
2. Active Plane ...
26 
a) Green 
Ketika ikon berwarna hijau, entitas dalam feature sepenuhnya 
diregenerasi dan ada kebutuhan untuk memperbah...
27 
1. Free Curves 
Kurva 3D terbatas. Membuat free curves sebaiknya dilakukan 
dengan menggunakan tata letak empat tampil...
28 
5. Vertical 
Sistem ini menyinggungkan dari titik akhir yang dipilih yaitu 
vertikal relatif terhadap bidang yang akti...
29 
12. Surface Curvature 
Titik akhir yang dipilih adalah kelengkungan terus-menerus yang 
terhubung ke permukaan. Panjan...
30 
f) Copying Style Curves 
Perintah yang digunakan untuk membuat salinan atau duplikat yang 
tepat dari free curves dan ...
31 
3.3.3 Creating Surfaces 
a) Boundary Surface 
Jenis feature yang menggunakan satu set empat persegi panjang atau 
segi...
32 
e) Curve from Surface 
Membuat kurva free atau COS yang mengikuti garis iso dari 
permukaan yang ada. 
3.3.5 Surface C...
33 
d) Draft 
Permukaan yang dihubungkan dengan curvature condition yang 
terbagi bersama dengan draft angle yang telah di...
34 
7. Remove 
Menghilangkan gambar yang disketch. 
8. Fit 
Mengatur atau menskala besarnya jarak pada gambar. 
9. Lock As...
35 
BAB IV 
STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN 
4.1 Mengenal Casing 
Gambar 4.1 Casing Sepeda Motor 
Sekarang ini proses redrawing...
bagian terluar dari keseluruhan mesin. Secara umum bagian casing belakang 
sepeda motor Honda Vario tahun 2010 terdiri ata...
 Pilih datum plane FRONT pada model tree. 
 Klik Working Directory dan klik Open pada dialog box. 
 Double Klik folder ...
 Klik checkmark pada dashboard tool. 
 Klik icon Model pada ribbon bar. 
 Klik icon Style pada dashboard tool. 
 Klik ...
39 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Length Ratio (0) Tangent to Natural 
Gambar 4.6 Style Cu...
40 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.8 Style Curve 4 
 ...
41 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.10 Style Curve 6 
...
42 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.12 Style Curve 8 
...
43 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.14 Style Curve 10 
...
44 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.16 Style Curve 12 
...
45 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.18 Style Curve 14 
...
46 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.20 Style Curve 16 
...
47 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Free Tangent to Free 
Gambar 4.22 Style Curve 18 
 Klik...
48 
4.2.1.2 Create Style Surfaces 
Langkah-langkah Create Style Surfaces process: 
 Klik icon Surface 
 Klik satu sketch...
49 
Gambar 4.27 Style Surface 4 
 Tekan dan tahan CTRL. 
 Klik satu sketch line pada sisi kanan atas gambar. 
Gambar 4.2...
50 
Gambar 4.30 Final Process 
4.2.1.3 Mirror the Quilt 
Langkah-langkah Mirror the Quilt process: 
 Setting posisi Selec...
51 
4.2.2 Creating Lower Left Vario Body 
4.2.2.1 Trace Sketch Image and Style Curves 
Langkah-langkah Trace Sketch Images...
52 
Gambar 4.33 Trace Sketch Images 
 Double klik, kemudian masukan dimensi dan enter < 1110 > 
 Klik icon Fit pada dash...
 Pilih icon Planar pada dashboard tool. 
 Klik icon Active Plane Orientation pada Graphics toolbar. 
 Buat dan edit kur...
 Klik checkmark pada dashboard tool. 
 Klik icon Curve pada ribbon bar. 
 Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashbo...
 Klik checkmark pada dashboard tool. 
 Klik icon Curve pada ribbon bar. 
 Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashbo...
 Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left 
56 
vario body pada tampilan dibawah ini. 
Constrai...
57 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Free Tangent to Free 
Gambar 4.43 Style Curve 27 
 Klik...
58 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.45 Style Curve 29 
...
59 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.47 Style Curve 31 
...
60 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.49 Style Curve 33 
...
61 
Gambar 4.51 Style Curve 35 
 Klik checkmark pada dashboard tool. 
 Klik icon Curve pada ribbon bar. 
 Pastikan icon...
62 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.53 Style Curve 37 
...
63 
Gambar 4.55 Style Curve 39 
 Klik checkmark pada dashboard tool. 
 Klik icon Curve pada ribbon bar. 
 Pastikan icon...
64 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Free Tangent to Free 
Gambar 4.57 Style Curve 41 
 Hasi...
65 
4.2.2.2 Create Style Surfaces 
Langkah-langkah Create Style Surfaces process: 
 Klik icon Surface 
 Klik satu sketch...
66 
Gambar 4.62 Style Surface 10 
 Tekan dan tahan CTRL. 
 Klik satu sketch line pada sisi bawah tepi gambar 
Gambar 4.6...
67 
Gambar 4.65 Final Process 
4.2.2.3 Mirror the Quilt 
Langkah-langkah Mirror the Quilt process: 
 Setting posisi Selec...
68 
4.2.3 Creating Top Cover Vario Body 
4.2.3.1 Trace Sketch Images and Create Style Curves 
Langkah-langkah Trace Sketch...
69 
Gambar 4.68 Trace Sketch Images 
 Double klik, kemudian masukan dimensi dan enter < 1110 > 
 Klik icon Fit pada dash...
70 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.70 Style Curve 42 
...
71 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.72 Style Curve 44 
...
72 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.74 Style Curve 46 
...
73 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.76 Style Curve 48 
...
74 
Constraint this endpoint Constraint this endpoint 
Tangent to Natural Tangent to Natural 
Gambar 4.78 Style Curve 50 
...
75 
Gambar 4.80 Style Curve 52 
 Klik checkmark pada dashboard tool. 
 Klik icon Curve pada ribbon bar. 
 Pastikan icon...
 Klik checkmark pada dashboard tool. 
 Klik icon Curve pada ribbon bar. 
 Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashbo...
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Tugas Akhir
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas Akhir

5,521 views

Published on

  • Be the first to comment

Tugas Akhir

  1. 1. LAPORAN TUGAS AKHIR REDRAWING CASING BELAKANG MOTOR HONDA VARIO TAHUN 2010 DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CREO PARAMETRIC 2.0 Disusun oleh: EKO PRIYANTO 11/314908/NT/14750 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2014
  2. 2. i LAPORAN TUGAS AKHIR REDRAWING CASING BELAKANG MOTOR HONDA VARIO TAHUN 2010 DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CREO PARAMETRIC 2.0 Disusun oleh: EKO PRIYANTO 11/314908/NT/14750 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2014
  3. 3. ii
  4. 4. iii
  5. 5. iv
  6. 6. v MOTTO “Bila Allah cepat mengabulkan do’aku, Maka Allah Menyayangiku, Bila Allah lambat dalam mengabulkan do’aku , Maka Allah ingin Mengujiku, Bila Allah tidak mengabulkan do’aku , Maka Allah merancang sesuatu yang lebih baik untukku. Oleh karena itu, harus berprasangka baik sama Allah dalam keadaan apapun juga... Karena, kasih sayang Allah itu mendahului kemurkaanNya...”
  7. 7. vi LEMBAR PERSEMBAHAN ”Laporan ini ku tunjukan kepada Ibu dan Bapakku, serta saudara-saudaraku Atas do’a dan dukungannya”
  8. 8. vii KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Ahli Madya (A.Md.) di Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Terselesaikannya penyusunan Tugas Akhir tidak luput dari bantuan dan motivasi serta partisipasi dari semua pihak, untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis ucapan terimakasih kepada: 1. Lilik Dwi Setyana, ST., MT selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada. 2. Ir. Bambang Suharnadi, MT sebagai Dosen Pembimbing Tugas Akhir ini, yang telah memberikan bimbingan bagi penulis sehingga pembuatan Laporan Tugas Akhir ini dapat terlaksana. 3. Bapak dan ibu dosen Jurusan Program Studi Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada yang telah membagi ilmunya kepada penulis sehingga penulis mampu menyusun Tugas Akhir ini dan memberikan bekal ilmu yang sangat berharga bagi masa depan penulis. 4. Semua staf karyawan Program Studi Teknik Mesin, mas Sapto, mas Ilham, mba Irine, mba Eny, mba Indah, mas Try, dan mas Eko yang telah memberikan sarana dan prasarana kepada penulis selama ini. 5. Kedua orang tua dan saudara-saudaraku di Kebumen, Jawa Tengah, terima kasih atas segala bantuan dan doa yang telah diberikan. 6. Teman-teman kelas A1 Manufaktur serta semua angkatan 2011 jangan putuskan hubungan kita. 7. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan Tugas Akhir ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.
  9. 9. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran akan menjadi masukan yang sangat berharga. Semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dapat memberikan ide untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya. Yogyakarta, Juli 2014 viii Penulis
  10. 10. ix ABSTRACT A good body of motorcycle design is the most important thing in the manufacture of machine where it operates every day for the optimal engine work and have longevity. So, it needs the right design for determining the manufactures casing which is used in of the type motorcycle, especially matic motorcycle. The aim of this study is to design casing matic motorcycle using Creo Parametric 2.0 software. There are some steps that used in the study. The first was observing the casing motorcycle design used by woman. The second was conducting library study to the relevant articles and books in the software used. The result of this study shows that the selection of the Surface Modeling concept was appropriate, the quality of the design that produced by Creo Parametric 2.0 software are precise and accurate (high quality), because the resulting image scale can be arranged freely either reduced or enlarged without effect the resulting design.
  11. 11. x DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i HALAMAN NOMOR PERSOALAN ............................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN MOTTO ..................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... v KATA PENGANTAR .................................................................................... vi ABSTRACT .................................................................................................. viii DAFTAR ISI ................................................................................................... ix DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 1.2 Perumusan Masalah .............................................................................. 2 1.3 Tujuan ................................................................................................... 2 1.4 Metode Pengumpulan Data ................................................................... 2 1.5 Sistematika Penulisan ........................................................................... 3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Desain .............................................................................. 5 2.2 Pengenalan Creo Parametric 2.0 ......................................................... 8 2.3 Manfaat dan Keunggulan Creo Parametric 2.0 ................................. 10 2.4 Aplikasi Teknologi Creo Parametric 2.0 .......................................... 11 BAB III FEATURE-FEATURE PADA CREO PARAMETRIC 2.0 3.1 Mengenal Interface Creo Parametric 2.0 .......................................... 13 3.2 Mengenal Surface Modeling .............................................................. 14 3.2.1 Basic Surface ............................................................................. 14 3.2.2 Construction Geometry ............................................................. 16 3.2.3 Advanced Surfaced .................................................................... 19 3.2.4 Editing Surfaced ........................................................................ 20
  12. 12. xi 3.2.5 Special Surfaces Feature .......................................................... 22 3.2.6 Copy, Paste, and Paste Special ................................................. 23 3.3 Mengenal Interactive Surface Design ............................................... 24 3.3.1 The Style Feature ...................................................................... 24 3.3.1.1 Styling User Interface ................................................... 24 3.3.1.2 Views and Planes .......................................................... 24 3.3.2 Creating and Editing Curves .................................................... 26 3.3.3 Creating Surfaces ...................................................................... 31 3.3.4 Curve On Surfaces .................................................................... 31 3.3.5 Surfaces Command ................................................................... 32 3.3.5.1 Surface Trim .................................................................. 32 3.3.5.2 Surface Connection ....................................................... 32 3.3.6 Trace Sketch Images ................................................................. 33 3.3.7 Resolve Mode ............................................................................ 34 BAB IV STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN 4.1 Mengenal Casing ............................................................................... 35 4.2 Proses Redrawing Casing Sepeda Motor ........................................... 36 4.2.1 Creating Upper Left Vario Body ............................................... 36 4.2.1.1 Trace Sketch Images and Style Curves ......................... 36 4.2.1.2 Create Style Surfaces .................................................... 48 4.2.1.3 Mirror the Quilt ............................................................ 50 4.2.2 Creating Lower Left Vario Body ................................................ 51 4.2.2.1 Trace Sketch Images and Style Curves .......................... 51 4.2.2.2 Create Style Surfaces ..................................................... 65 4.2.2.3 Mirror the Quilt ............................................................. 67 4.2.3 Creating Top Cover Vario Body ................................................ 68 4.2.3.1 Trace Sketch Images and Style Curves .......................... 68 4.2.3.2 Create Style Surfaces ..................................................... 77 4.2.4 Creating Front Cover Vario Body ............................................. 79 4.2.4.1 Trace Sketch Images and Style Curves .......................... 79 4.2.4.2 Create Style Surfaces ..................................................... 87
  13. 13. xii BAB V ASSEMBLY DAN DRAWING PROCESS 5.1 Assembly Process ............................................................................... 90 5.2 Drawing Process ................................................................................ 97 5.2.1 Upper Left Vario Body .............................................................. 97 5.2.2 Upper Right Vario Body ........................................................... 98 5.2.3 Lower Left Vario Body .............................................................. 99 5.2.4 Lower Right Vario Body ......................................................... 100 5.2.5 Top Cover Vario Body ............................................................ 101 5.2.6 Front Cover Vario Body ......................................................... 102 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ...................................................................................... 103 6.2 Saran ................................................................................................. 104 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
  14. 14. xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Interface Creo Parametric 2.0 .................................................... 13 Gambar 3.2 Interface Surface Design ............................................................. 24 Gambar 3.3 Interface Trace Sketch Images .................................................... 33 Gambar 4.1 Casing Sepeda Motor .................................................................. 35 Gambar 4.2 Sketch Places FRONT ................................................................. 36 Gambar 4.3 Trace Sketch Images.................................................................... 37 Gambar 4.4 Trace Sketch FRONT Position .................................................... 37 Gambar 4.5 Style Curve 1 ............................................................................... 38 Gambar 4.6 Style Curve 2 ............................................................................... 39 Gambar 4.7 Style Curve 3 ............................................................................... 39 Gambar 4.8 Style Curve 4 ............................................................................... 40 Gambar 4.9 Style Curve 5 ............................................................................... 40 Gambar 4.10 Style Curve 6 ............................................................................. 41 Gambar 4.11 Style Curve 7 ............................................................................. 41 Gambar 4.12 Style Curve 8 ............................................................................. 42 Gambar 4.13 Style Curve 9 ............................................................................. 42 Gambar 4.14 Style Curve 10 ........................................................................... 43 Gambar 4.15 Style Curve 11 ........................................................................... 43 Gambar 4.16 Style Curve 12 ........................................................................... 44 Gambar 4.17 Style Curve 13 ........................................................................... 44 Gambar 4.18 Style Curve 14 ........................................................................... 45 Gambar 4.19 Style Curve 15 ........................................................................... 45 Gambar 4.20 Style Curve 16 ........................................................................... 46 Gambar 4.21 Style Curve 17 ........................................................................... 46 Gambar 4.22 Style Curve 18 ........................................................................... 47 Gambar 4.23 Final Project ............................................................................. 47 Gambar 4.24 Style Surfaces 1 ......................................................................... 48 Gambar 4.25 Style Surfaces 2 ......................................................................... 48 Gambar 4.26 Style Surfaces 3 ......................................................................... 48
  15. 15. xiv Gambar 4.27 Style Surfaces 4 ......................................................................... 49 Gambar 4.28 Style Surfaces 5 ......................................................................... 49 Gambar 4.29 Style Surfaces 6 ......................................................................... 49 Gambar 4.30 Final Process............................................................................. 50 Gambar 4.31 Upper Right Vario Body ............................................................ 50 Gambar 4.32 Sketch Places FRONT ............................................................... 51 Gambar 4.33 Trace Sketch Images.................................................................. 52 Gambar 4.34 Trace Sketch FRONT Position .................................................. 52 Gambar 4.35 Style Curve 19 ........................................................................... 53 Gambar 4.36 Style Curve 20 ........................................................................... 53 Gambar 4.37 Style Curve 21 ........................................................................... 54 Gambar 4.38 Style Curve 22 ........................................................................... 54 Gambar 4.39 Style Curve 23 ........................................................................... 55 Gambar 4.40 Style Curve 24 ........................................................................... 55 Gambar 4.41 Style Curve 25 ........................................................................... 56 Gambar 4.42 Style Curve 26 ........................................................................... 56 Gambar 4.43 Style Curve 27 ........................................................................... 57 Gambar 4.44 Style Curve 28 ........................................................................... 57 Gambar 4.45 Style Curve 29 ........................................................................... 58 Gambar 4.46 Style Curve 30 ........................................................................... 58 Gambar 4.47 Style Curve 31 ........................................................................... 59 Gambar 4.48 Style Curve 32 ........................................................................... 59 Gambar 4.49 Style Curve 33 ........................................................................... 60 Gambar 4.50 Style Curve 34 ........................................................................... 60 Gambar 4.51 Style Curve 35 ........................................................................... 61 Gambar 4.52 Style Curve 36 ........................................................................... 61 Gambar 4.53 Style Curve 37 ........................................................................... 62 Gambar 4.54 Style Curve 38 ........................................................................... 62 Gambar 4.55 Style Curve 39 ........................................................................... 63 Gambar 4.56 Style Curve 40 ........................................................................... 63 Gambar 4.57 Style Curve 41 ........................................................................... 64
  16. 16. xv Gambar 4.58 Final Project ............................................................................. 64 Gambar 4.59 Style Surfaces 7 ......................................................................... 65 Gambar 4.60 Style Surfaces 8 ......................................................................... 65 Gambar 4.61 Style Surfaces 9 ......................................................................... 65 Gambar 4.62 Style Surfaces 10 ....................................................................... 66 Gambar 4.63 Style Surfaces 11 ....................................................................... 66 Gambar 4.64 Lower Left VarioBody ............................................................... 66 Gambar 4.65 Final Process............................................................................. 67 Gambar 4.66 Lower Right VarioBody ............................................................. 67 Gambar 4.67 Sketch Places Images ................................................................ 68 Gambar 4.68 Trace Sketch Images.................................................................. 69 Gambar 4.69 Trace Sketch TOP Position ....................................................... 69 Gambar 4.70 Style Curve 42 ........................................................................... 70 Gambar 4.71 Style Curve 43 ........................................................................... 70 Gambar 4.72 Style Curve 44 ........................................................................... 71 Gambar 4.73 Style Curve 45 ........................................................................... 71 Gambar 4.74 Style Curve 46 ........................................................................... 72 Gambar 4.75 Style Curve 47 ........................................................................... 72 Gambar 4.76 Style Curve 48 ........................................................................... 73 Gambar 4.77 Style Curve 49 ........................................................................... 73 Gambar 4.78 Style Curve 50 ........................................................................... 74 Gambar 4.79 Style Curve 51 ........................................................................... 74 Gambar 4.80 Style Curve 52 ........................................................................... 75 Gambar 4.81 Style Curve 53 ........................................................................... 75 Gambar 4.82 Style Curve 54 ........................................................................... 75 Gambar 4.83 Style Curve 55 ........................................................................... 76 Gambar 4.84 Final Project ............................................................................. 76 Gambar 4.85 Style Surfaces 12 ....................................................................... 77 Gambar 4.86 Style Surfaces 13 ....................................................................... 77 Gambar 4.87 Style Surfaces 14 ....................................................................... 77 Gambar 4.88 Style Surfaces 15 ....................................................................... 78
  17. 17. xvi Gambar 4.89 Style Surfaces 16 ....................................................................... 78 Gambar 4.90 Top Cover Vario Body............................................................... 78 Gambar 4.91 Sketch Places Images ................................................................ 79 Gambar 4.92 Trace Sketch Images.................................................................. 80 Gambar 4.93 Style Curve 56 ........................................................................... 80 Gambar 4.94 Style Curve 57 ........................................................................... 81 Gambar 4.95 Style Curve 58 ........................................................................... 81 Gambar 4.96 Style Curve 59 ........................................................................... 82 Gambar 4.97 Style Curve 60 ........................................................................... 82 Gambar 4.98 Style Curve 61 ........................................................................... 83 Gambar 4.99 Style Curve 62 ........................................................................... 83 Gambar 4.100 Style Curve 63 ......................................................................... 84 Gambar 4.101 Style Curve 64 ......................................................................... 84 Gambar 4.102 Style Curve 65 ......................................................................... 85 Gambar 4.103 Style Curve 66 ......................................................................... 85 Gambar 4.104 Style Curve 67 ......................................................................... 86 Gambar 4.105 Style Curve 68 ......................................................................... 86 Gambar 4.106 Final Project ........................................................................... 87 Gambar 4.107 Style Surfaces 17 ..................................................................... 87 Gambar 4.108 Style Surfaces 18 ..................................................................... 87 Gambar 4.109 Style Surfaces 19 ..................................................................... 88 Gambar 4.110 Style Surfaces 20 ..................................................................... 88 Gambar 4.111 Style Surfaces 21 ..................................................................... 88 Gambar 4.112 Front Cover Vario Body .......................................................... 89 Gambar 5.1 New Sketch .................................................................................. 90 Gambar 5.2 Part Position 1 ............................................................................ 91 Gambar 5.3 Assembly Process ........................................................................ 91 Gambar 5.4 Result Command 1 ...................................................................... 92 Gambar 5.5 Part Position 2 ............................................................................ 92 Gambar 5.6 Result Command 2 ...................................................................... 93 Gambar 5.7 Part Position 3 ............................................................................ 93
  18. 18. xvii Gambar 5.8 Result Command 3 ...................................................................... 94 Gambar 5.9 Part Position 4 ............................................................................ 94 Gambar 5.10 Result Command 4 .................................................................... 95 Gambar 5.11 Part Position 5 .......................................................................... 95 Gambar 5.12 Result Command 5 .................................................................... 96 Gambar 5.13 Final Project ............................................................................. 96 Gambar 5.14 Upper Left Vario Body .............................................................. 97 Gambar 5.15 Upper Right Vario Body ............................................................ 98 Gambar 5.16 Lower Left Vario Body .............................................................. 99 Gambar 5.17 Lower Right Vario Body .......................................................... 100 Gambar 5.18 Top Cover Vario Body............................................................. 101 Gambar 5.19 Front Cover Vario Body .......................................................... 102
  19. 19. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Selaras dengan semakin berkembangnya zaman dan semakin bertambahnya kebutuhan manusia akan mobilitas yang semakin tinggi menjadi alasan yang tepat guna mengembangkan penemuan-penemuan di bidang transportasi yang lebih handal baik dalam hal keamanan, efisiensi, serta kemudahan tanpa mengesampingkan kenyamanan dalam penggunaannya. Kendaraan sebagai sarana transportasi yang paling efektif saat ini dituntut memiliki karakteristik nilai jual yang handal, kuat, tangguh, dan termasuk dalam desain agar dapat menarik konsumen. Pada saat ini, proses mendesain alat transportasi seperti halnya casing sepeda motor telah mengikuti perkembangan teknologi komputer. Desain casing sepeda motor tidak lagi dibuat dengan teknik manual tetapi melibatkan penggunaan software komputer yang canggih. Software tersebut memberikan keunggulan dalam banyak hal seperti, visualisasi 3D, memberikan kecepatan, dan kemudahan dalam perhitungan maupun pengerjaan desain, ketelitian dalam penggambaran, pembuatan laporan perhitungan gambar dan diagram yang cepat, dapat diintegrasikan dengan jaringan komputer (network) dan database sehingga pekerjaan desain dapat dipecah menjadi beberapa bagian tetapi masih saling berkaitan. Namun, semakin canggih software desain yang digunakan semakin besar pula investasi yang dibutuhkan untuk pengadaan perangkat kerasnya. Kemajuan teknologi komputer juga telah menyentuh proses-proses desain gambar konstruksi casing sepeda motor. Teknik menggambar konvensional yaitu menggambar dalam 2D telah banyak ditinggalkan dan beralih ke pemodelan secara 3D. Pemodelan secara 3D memberikan banyak keuntungan seperti memberikan visualisasi secara nyata terhadap desain konstruksi casing sepeda motor. Software khusus desain konstruksi sepeda motor mampu melakukan pemodelan 3D secara cepat dan teliti
  20. 20. sehingga mampu mengubah pandangan bahwa pemodelan konstruksi sepeda motor secara 3D lebih lama daripada menggambar secara 2D. Beberapa software khusus desain konstruksi transportasi seperti Creo Parametric 2.0 dapat menjawab kebutuhan pemodelan konstruksi sepeda motor secara 3D. 1.2 Perumusan Masalah Materi yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah bagaimana melakukan proses CAD pada produk berbentuk casing sepeda motor dengan menggunakan software Creo Parametric 2.0 sebagai suatu proses perencanaan dengan bantuan komputer. 1. Mengenai penggunaan feature-feature yang ada di dalam Creo Parametric 2 2.0 Surface Modeling dan Interactive Surface Design. 2. Pembahasan dititik beratkan pada feature-feature yang digunakan untuk membuat casing sepeda motor tanpa menggunakan mekanika bahan yang digunakan untuk membuat mesin tersebut. 1.3 Tujuan Tujuan utama yang ingin dicapai dalam tugas akhir ini adalah untuk mengembangkan metodologi penggambaran yang tepat pada Creo Parametric 2.0 sehingga dapat digunakan sebagai alternatif software khusus penggambaran konstruksi casing sepeda motor. 1.4 Metode Pengumpulan Data Tahapan yang dilakukan dalam mengumpulkan data untuk penulisan laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Studi Literatur Studi Literatur adalah metode pengumpulan data, yang dilakukan dengan cara mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan dasar teori dan disiplin ilmu yang diterapkan dari berbagai sumber sehingga akan menambah wawasan yang bernuansa analisis.
  21. 21. 3 2. Observasi Observasi merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati secara langsung pada object yang didesain, kemudian mengambil data sebagai bahan pertimbangan awal dan mendesain casing sepeda motor pada mesin yang bersangkutan. 1.5 Sistematika Penulisan Secara garis besar sistematika penulisan Tugas Akhir ini sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Membahas tentang konsep dasar penyusunan tugas akhir yang meliputi latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II DASAR TEORI Membahas tentang teori yang digunakan dalam bab ini untuk lebih memahami konsep dasar tentang penggunaan standar layer untuk desain casing sepeda motor yang tepat dalam proses penggambaran pembuatan casing sepeda motor secara 3D. BAB III FEATURE-FEATURE PADA CREO PARAMETRIC 2.0 Membahas dan menjelaskan tentang feature-feature yang digunakan untuk Surface Modeling di Creo Parametric 2.0. BAB IV STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN Studi kasus dan pembahasan penelitian Tugas Akhir yang berisikan tentang penyajian data dan merancang menggunakan sistem Surface Modeling dengan bantuan software Creo Parametric 2.0 serta menjelaskan tentang langkah-langkah pembuatan standar-standar layer untuk gambar konstruksi casing sepeda motor. BAB V ASSEMBLY DAN DRAWING PROCESS Membahas dan menjelaskan proses perakitan gambar 3D serta sketch drawing dari masing-masing gambar 3D tersebut dengan menggunakan software Creo Parametric 2.0.
  22. 22. BAB VI PENUTUP Berisikan kesimpulan penggambaran konstruksi dari hasil metode Surface Modeling dan evaluasi yang di dapat serta saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut yang berkaitan dengan materi yang terdapat dalam tugas akhir ini. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 4
  23. 23. 5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Desain Sepeda motor adalah sebuah alat transportasi kompak, praktis, dan harganya terjangkau oleh masyarakat umum. Disamping itu sepeda motor memiliki keistimewaan seperti, harga beli, perawatan relatif murah, hemat bahan bakar, serta mudah dikendarai. Oleh karenanya, sepeda motor sangat banyak dijumpai, baik di kota maupun di desa. Khusus untuk komunitas yang tinggal di daerah padat penduduk yang ramai, sepeda motor adalah pilihan yang praktis. Praktis yang dimaksud adalah dimensi yang kecil, mudah dalam manuver dan akselerasi (gesit), dan tidak membutuhkan lahan parkir khusus. Jenis sepeda motor yang banyak digunakan pada saat ini di Indonesia adalah jenis sepeda motor bebek ataupun motor matic. Jenis ini banyak digunakan karena lebih mudah dikendarainya dibandingkan dengan sepeda motor laki-laki atau sport. Pada awalnya, jenis sepeda motor ini dirancang untuk pengendara wanita karena memiliki desain rangka yang berbeda dengan motor laki-laki, serta tidak memiliki kopling dan letak tangki bensin berada dibawah sadel. Desain merupakan dimensi yang unik dari sebuah produk, dimensi ini banyak memberikan aspek emosional yang tinggi dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan. Desain produk dalam pasar yang berubah mengikuti zaman, harga, dan teknologi tidaklah cukup untuk memberikan kepuasan bagi konsumen jika produk tersebut tidak memiliki nilai emosional yang tinggi. Desain merupakan faktor yang sering menjadi keunggulan perusahaan otomotif khususnya sepeda motor. Produsen-produsen sepeda motor di Indonesia saat ini berlomba-lomba untuk menciptakan sepeda motor yang memiliki desain yang unik dan futuristik, bila sepeda motor tersebut dibuat khusus untuk konsumen pria biasanya desain yang ditonjolkan dari sepeda motor tersebut ialah unsur sporty dan jantan, bila sepeda motor tersebut dibuat untuk konsumen wanita maka desain yang ditonjolkan
  24. 24. adalah unsur feminim dan mudah dikendarai, begitulah pada saat sekarang para produsen sepeda motor terus berinovasi dalam hal desain. Desain merupakan totalitas keistimewaan yang mempengaruhi cara penampilan dan fungsi suatu produk dalam hal kebutuhan pelanggan. Masalah desain dari suatu produk telah menjadi salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian serius dari manajemen khususnya team pengembangan produk baru, karena sasaran konsumen yang dituju tidak sedikit yang mulai mempersoalkan masalah desain suatu produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Ada 7 (tujuh) indikator yang mempengaruhi desain produk yaitu: 1. Ciri-Ciri Merupakan karakteristik yang mendukung fungsi dasar produk. Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan beberapa ciri-ciri. Ciri-ciri produk merupakan alat kompetitif untuk produk perusahaan yang terdiferensiasi. Beberapa perusahaan sangat inovatif dalam penambahan ciri-ciri baru ke produknya. Satu dari faktor kunci keberhasilan perusahaan Jepang adalah karena secara terus menerus meningkatkan ciri-ciri tertentu pada produk seperti sepeda motor, mobil, mesin, dan lain-lain. 2. Kinerja Mengacu kepada tingkat karakteristik utama produk pada saat beroperasi. Pembeli produk-produk mahal biasanya membandingkan kinerja atau prestasi dari merek-merek yang berbeda. Para pembeli biasanya rela membayar lebih untuk kinerja yang lebih baik sepanjang lebihnya harga tidak melebihi nilai yang dirasakan. 3. Mutu Kesesuaian Merupakan tingkatan desain produk dan karekteristik operasinya mendekati standar sasaran. Mutu kesesuaian adalah tingkat kesesuaian dan pemenuhan semua unit yang diproduksi terhadap spesifikasi sasaran yang dijanjikan. 6
  25. 25. 4. Tahan Lama (Durability) Merupakan ukuran waktu operasi yang diharapkan dari suatu produk tertentu. Sebagai contoh, Honda mengiklankan motornya sebagai sepeda motor yang mempunyai waktu pakai tertinggi untuk menjustifikasi harganya yang lebih tinggi. Pembeli bersedia membayar lebih untuk produk yang lebih tahan lama. 5. Tahan Uji (Reliabilitas) Merupakan ukuran kemungkinan bahwa suatu produk tidak akan berfungsi apabila rusak dalam suatu periode waktu tertentu. Pembeli rela membayar lebih untuk produk-produk dengan reputasi reliabilitas yang lebih tinggi. Karena, ingin menghindari biaya kerusakan dan waktu untuk reparasi. 6. Kemudahan Perbaikan (Repairability) Merupakan suatu ukuran kemudahan perbaikan suatu produk yang mengalami kegagalan fungsi atau kerusakan-kerusakan. Kemudahan perbaikan ideal akan ada jika pemakai dapat memperbaiki produk tersebut dengan biaya murah atau tanpa biaya dan tanpa memakan waktu terlalu lama. 7. Model (Style) Menggambarkan seberapa jauh suatu produk tampak dan berkenan bagi konsumen. Model memberi keunggulan ciri kekhususan produk yang sulit untuk ditiru. Sebagai contoh, banyak pembeli mobil yang membayar lebih untuk mobil Jaguar karena penampilannya yang luar biasa walaupun Jaguar sendiri tidak begitu baik dari segi ketahanan uji (reliability). Dengan semakin ketatnya persaingan, desain akan menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk mendiferensiasikan dan memposisikan produk dan jasa perusahaan. Semua hal-hal yang telah disebutkan merupakan parameter-parameter desain. Semuanya menegaskan betapa sukarnya tugas mendesain produk dengan segala keterbatasannya. Seorang desainer harus memahami berapa yang harus diinvestasikan dalam pengembangan ciri-ciri, kinerja, konformansi, daya tahan, kemudahan perbaikan, model dan sebagainya. 7
  26. 26. Dari sudut pandang perusahaan, sebuah produk yang didesain dengan baik akan mudah dibuat dan didistribusikan. Sedangkan dari sudut pandang konsumen adalah produk yang menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibuka, dipasang dan dipelajari cara penggunaannya, digunakan, diperbaiki, dan pada akhirnya dibuang. Ini artinya adalah, bahwa desain melibatkan proses, proses membutuhkan waktu, dan waktu sangat menguras tenaga, baik fisik ataupun non-fisik. Oleh karena itu, desain bukan sesuatu hal yang mudah dan instan. Didalam sebuah proses desain, melibatkan banyak hal sebelum berakhir dengan suatu bentuk ataupun wujud yang diantaranya adalah observasi, pengumpulan data, analisa, konseptualisasi, strategi, dan eksekusi. Dan itulah kenapa jasa desain berharga relatif mahal, mahal sesuai dengan tingkat kesulitan, dan kompleksitas prosesnya. 2.2 Pengenalan Creo Parametric 2.0 Dengan semakin ketatnya tingkat persaingan (competitive advantage) dalam bidang manufaktur dan rancang bangun seperti dewasa ini, maka peran sumber daya (resource) yang handal dan siap menghasilkan kreasi desain yang kreatif, inovatif, dan berkualitas sangat mutlak diperlukan. Hal tersebut bisa direalisasikan dengan menggunakan perangkat digital (Creo Parametric 2.0). Dengan perangkat tersebut, bisa dihasilkan desain yang akurat, presisi, serta berkualitas tinggi karena program tersebut banyak dilengkapi dengan fasilitas yang bisa mendukung proses visualisasi pemodelan dalam bidang manufaktur dan rancang bangun (arsitektur). Memang sudah sepantasnya apabila Creo Parametric 2.0 disebut sebagai program yang familiar dan fleksibel karena memang sudah terbukti bahwa software ini mempunyai banyak keunggulan dan kelengkapan operasional penggambaran yang akan mempermudah proses pembuatan desain dalam segala bidang. Hal tersebut secara otomatis dapat mempermudah yang sekaligus mempercepat kinerja desainer dalam merealisasikan ide dan gagasan dalam segala bentuk desain, baik desain teknik secara umum (manufaktur) maupun rancang bangun (arsitektur). 8
  27. 27. Pada saat ini, Creo Parametric 2.0 bisa menjadi sebuah software desain yang sangat populer dikalangan para desainer. Hal tersebut bisa terjadi karena memang pada software ini dilengkapi dengan perangkat-perangkat penggambaran baik 2D maupun 3D yang sangat lengkap dan mudah penggunaannya untuk semua jenis penggambaran desain. Sebagai contoh, dalam hal pengeditan gambar apabila terjadi kesalahan dalam proses pembuatan atau sengaja akan diubah, variasi layout yang lengkap dan representatif (gambar 2D dan 3D bisa ditampilkan dalam satu lembar kerja), serta kemudahan penyimpanan maupun fleksibilitas jenis file yang dihasilkan karena bisa dibuka dengan software lain untuk keperluan publikasi dan kerja team dalam suatu pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, baik sebuah perusahaan maupun pengguna komputer pribadi sudah tidak mungkin lagi hanya mengandalkan kemampuan manual seperti pada waktu belum ditemukannya perangkat digital. Salah satu pemicu beralihnya sistem dari manual ke penggunaan perangkat komputer (computerized) adalah adanya tuntutan kompetisi desain yang serba instan dan canggih. Betapa tidak karena sebuah desain yang dibuat dengan komputer akan menghasilkan suatu bentuk yang sangat representatif, akurat, dan mudah dipresentasikan serta disimpan untuk publikasi maupun bekerja antar team. Pemakaian perangkat komputer (Creo Parametric 2.0) untuk menunjang proses pembuatan desain pada bidang manufaktur maupun rancang bangun semakin terlihat vital perannya dewasa ini. Selain itu, tidak hanya sebuah perusahaan saja yang menggunakan software ini sebagai perangkat utama dalam menyelesaikan pekerjaannya, tetapi juga perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa perencanaan atau desain. Digunakannya perangkat Creo Parametric 2.0 dalam sepanjang operasional produksi tersebut antara lain dipicu oleh adanya tuntutan agar proses pembuatan desain bisa cepat (efisiensi waktu), tetapi akurat, dan presisi serta profesional. Apabila ditinjau dari segi biaya (cost), penggunaan software ini merupakan alternatif utama untuk memperkecil biaya produksi karena selain proses pengerjaan pembuatan desain bisa cepat, juga bisa memperkecil jumlah tenaga 9
  28. 28. kerja yang digunakan. Dengan demikian, akan mempertinggi efisiensi waktu dan tenaga sehingga biaya produksi bisa ditekan hingga sekecil mungkin. Untuk orang awam Creo Parametric 2.0 dianggap alat gambar elektronik saja yang dapat mempercepat proses menggambar, tetapi kenyataannya kemampuan software ini jauh melebihi anggapan tersebut bahwa software ini mempunyai fungsi utama dalam desain, analisa, optimasi dan manufaktur. Creo Parametric 2.0 bisa melakukan analisa elemen (finite element analysis), analisa transfer panas (heat transfer analysis), analisa tekanan (stress analysis), simulasi dinamis dari mekanik (dynamic simulation of mechanisms), analisa cairan dinamis (fluid dynamic analysis) dan lain-lain. Hal tersebut memberikan kemudahan penggunaan dan cakupan bidang desain yang bisa dibuat menggunakan software ini. 2.3 Manfaat dan Keunggulan Creo Parametric 2.0 Dalam desain teknik dan manufaktur, peran software memang sangat vital sekali dewasa ini karena memang tuntutan terhadap kualitas desain dan efisiensi waktu yang memang menjadi alasan utama dalam kompetisi desain dan produk dalam segala bidang. Selain itu, dalam bidang desain teknik (manufaktur) dan bidang rancang bangun, peran Creo Parametric 2.0 sangat terlihat sekali fleksibilitas dan keunggulannya. Adapun manfaat dan keunggulan Creo Parametric 2.0 untuk desain teknik dan rancang bangun, antara lain: 1. Respon cepat Perusahaan yang banyak kehilangan order karena keterlambatan pengiriman dapat memanfaatkan teknologi Creo Parametric 2.0 untuk mempercepat proses desain dan siklus manufaktur. Biasanya keterlambatan bersumber pada pembuatan gambar yang lama, uji prototipe, proses pemberitahuan perubahan produk, dan lain-lain. Sebagai contoh, jika test prototype atau produk yang menjadi masalah kritis maka Creo Parametric 2.0 dapat mempercepatnya dengan membuat simulasi komputer. 10
  29. 29. 2. Meningkatkan mutu produk. Dikembangkannya “Solid Modeling” dan “Parametric Design” didalam software ini memungkinkan produk yang dihasilkan lebih terotomatisasi karena update dan perubahan gambar yang didesain lebih cepat dilakukan. 3. Gambar yang dihasilkan mempunyai kualitas yang sama dengan penggunaan software penggambaran lainnya. Hal ini memungkinkan untuk bisa diadakan revisi maupun pengeditan gambar untuk kesesuaian cetak yang dikehendaki. 4. Bidang gambar kerja Creo Parametric 2.0 tidak terbatas sehingga memungkinkan untuk membuat desain dengan ukuran yang sangat luas dan kompleks, tetapi dalam pencetakannya bisa dipilih bagian tertentu saja. 5. Gambar desain yang dihasilkan bisa disimpan dengan cara yang sangat mudah, hasil penyimpanan gambar desain tersebut bisa dibuka dengan software aplikasi lain serta dipublikasikan untuk kerja antar team apabila diperlukan. 6. Perangkat-perangkat gambar dan edit serta perangkat bantu dalam Creo Parametric 2.0 sangat terorganisir dengan baik sehingga mudah digunakan, praktis, dan efisien waktu. 2.4 Aplikasi Teknologi Creo Parametric 2.0 Aplikasi dari teknologi Creo Parametric 2.0 sangat luas, karena kemampuan komputer grafik ini sangat dibutuhkan untuk berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang memanfaatkan gambar sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Dibawah ini akan diberikan beberapa contoh aplikasi Creo Parametric 2.0: 1. Industri otomotif Dalam industri otomotif Creo Parametric 2.0 banyak sekali memegang peranan. Hampir setiap komponen mobil dan sepeda motor di desain dengan software ini. 2. Analisa dinamis dan simulasi komputer untuk sistim mekanik Dalam aplikasi ini, dapat dilihat prinsip kerja suatu kendaraan atau sistim mekanik di layar komputer sebelum prototipe yang mahal harganya dibuat. 11
  30. 30. 3. Desain Creo Parametric 2.0 untuk alat olahraga Desain raket tenis dapat menggunakan teknologi ini. Dengan menggunakan analisa elemen hingga dapat diperlihatkan apa yang terjadi kepada raket dan pemain tenis pada waktu bola tenis memukul senar dari raket tenis. 4. Desain Creo Parametric 2.0 untuk konstruksi bangunan Desain sebuah konstruksi bangunan dapat dirancang dengan menggunakan Creo Parametric 2.0 ini. Misalkan, mendesain suatu jembatan dapat diberikan suatu beban di layar komputer dan komputer akan memperlihatkan akibat dari beban tersebut, seperti lendutan, gaya, momen, penurunan fundasi, dan lain-lain. Dapat juga diperlihatkan sampai beban berapa konstruksi tersebut akan runtuh. Dari konsep pemodelan secara 3D tersebut, maka perlu dikembangkan ke tahap produksi yakni pembuatan model 3D production drawing. Definisi dari production drawing sendiri adalah gambar kerja yang akan dikirim ke bengkel produksi (Sub Assembly dan Assembly) untuk dibuat benda aslinya. Gambar kerja tersebut harus jelas, berisi tentang detail konstruksi, dimensi, marking, berbagai informasi dan metode assembly karena merupakan suatu bentuk komunikasi yang ingin disampaikan drafter kepada pihak yang melaksanakan pekerjaan di bengkel produksi. Dengan penggunaan pemodelan secara 3D ini akan mempermudah dalam pengerjaan pembuatan production drawing. Hal ini dikarenakan pemodelan secara 3D memberi informasi yang lebih lengkap dan lebih jelas yang diikutsertakan dalam gambar sehingga mengurangi kesalahan dalam hal pembuatan produk desain. 12
  31. 31. FEA ATURE-F engenal Int 3.1 Me 1. 2. FEATURE terface Cre Browser Menu Title Bar Merupaka ini bertuli nama file y Status Bar Feature y dari beber Gamb an baris jud skan nama yang sedang r yang berisi rapa fungsi k BAB I III CREO PA ric 2.0 ar Title E PADA eo Parametr Status Ba ar 3.1 Interfa ARAMET e Bar ace Creo Para ametric 2.0 gram Creo rsebut, yaitu a saat progra dul dari prog program ter g aktif pada tentang me khusus. TRIC 2.0 Parametric u Creo Para am tersebut engenai stat tus (keadaa Ribbon Pa c 2.0. Pada ametric 2.0 t ini dibuka. an) pada sa 13 0 anel baris 0 serta . aat ini
  32. 32. 14 3. Menu Browser Feature yang berisi tentang fungsi-fungsi untuk menggunakan Creo Parametric 2.0 antara lain perintah untuk penggambaran, pengeditan, mengubah setting, menyimpan, serta menampilkan gambar dan sebagainya. 4. Ribbon Panel Feature yang berfungsi untuk memanggil perintah-perintah pada Creo Parametric 2.0 yang dapat dipergunakan secara cepat. Perintah tersebut telah dikelompok-kelompokan sehingga memudahkan dalam menjalankan sebuah perintah. Pada ribbon panel tersebut semua perintah ditampilkan dalam bentuk simbol-simbol yang sesuai dengan fungsinya dan berada dalam sebuah kotak. 5. Command Line Merupakan baris perintah dari Creo Parametric 2.0 yang berfungsi untuk memasukan perintah-perintah penggambaran maupun pengeditan dalam Creo Parametric 2.0 seperti Line, Circle, Rectangle, Spline dan lain- lain. 3.2 Mengenal Surface Modeling 3.2.1 Basic Surfaces a) Extrude Extrude feature digunakan untuk memberi ketinggian dengan arah normal terhadap sketch area dari sebuah profil 2D sehingga menjadikan profil tersebut menjadi bentuk 3D. Jika sebuah profil tersebut adalah profil tertutup maka bisa dipilih hasil dari extrude feature sebagai Solid maupun Surface, namun jika profil tersebut adalah sebuah open profile maka hasil dari penggunaan feature tersebut merupakan sebuah surface.
  33. 33. 15 b) Revolve Revolved feature digunakan untuk membuat suatu profil 3D yang biasanya mempunyai sebuah sumbu putar untuk membentuknya. Revolved feature memerlukan sebuah profil yang akan direvolve dan sebuah garis sebagai sumbu putarnya. Besar sudut putar penuh revolve suatu profil adalah 360 degree. c) Sweep Merupakan sebuah permukaan yang dibuat dengan menggunakan kurva yang ada dan mengikuti lintasan atau menggambar 2D mengikuti lintasan sehingga tercipta sebuah objek 3D yang baru. d) Blend Merupakan sebuah permukaan yang dibuat dengan pencampuran dari satu kurva atau sketsa lain melalui jarak tertentu. e) Rotational Blend Merupakan sebuah permukaan yang dibuat dengan pencampuran dari satu kurva atau sketsa lain melalui sudut tertentu. f) Swept Blend Merupakan feature yang menggabungkan antara sweep dan blend secara bersamaan sepanjang lintasan tunggal. g) Fill Merupakan feature yang digunakan untuk membuat permukaan yang rata dan tertutup dengan kurva ataupun sketsa internal. h) Hole Feature ini digunakan untuk membuat feature lubang yang berbentuk lubang bor, counterbore, countersink atau lubang ulir. Sebuah feature hole dapat memuat beberapa lubang sekaligus dengan konfigurasi yang identik (diameter dan metode pemberhentian).
  34. 34. 16 i) Chamfer Sebuah perintah yang digunakan untuk mengubah sudut pada pertemuan dua garis, dari sudut lancip menjadi sudut tumpul yang telah ditentukan jarak pemotonganya. j) Fillet Sama seperti perintah chamfer, perintah fillet berfungsi untuk membuat efek sudut tumpul pada objek 3D. Perbedaannya dengan perintah chamfer adalah dengan fillet sudut yang dihasilkan berbentuk melingkar dan kelihatan lebih halus. 3.2.2 Construction Geometry a) Datum Plane Merupakan sebuah bidang tanpa batasan atau luasnya tidak terhingga, yang digunakan untuk membantu membuat geometri, menerapkan assembly constraints, dan membantu proses modeling yang lain. b) Datum Axis Feature yang digunakan untuk membuat sebuah garis bantu. Untuk menggunakan feature tersebut, geometri tersebut harus tidak ada edge atau garis lain. c) Sketch Curves Merupakan tempat untuk menampilkan gambar, melakukan penggambaran maupun pengeditan gambar 2D atau 3D. Pada area gambar ini dillengkapi dengan cross hair yang berfungsi untuk menempatkan koordinat pada layar monitor. d) Offset Curves Untuk membuat bentuk geometri yang sebangun dengan bentuk obyek yang dipilih dengan menentukan jarak tertentu dari obyek aslinya.
  35. 35. 17 1. Standard Offset Menyeimbangkan permukaan yang dipilih oleh nilai tertentu. Hanya permukaan tunggal atau selimut saja yang dapat diimbangi dengan opsi ini. a) Normal to Surface Permukaan offset dalam arah manapun yang tetap normal (tegak lurus) terhadap permukaan asli. b) Automatic Fit Permukaan offset dalam arah yang ditentukan oleh tiga sumbu dari default sistem koordinat. c) Controlled Fit Permukaan offset dalam arah yang ditentukan oleh pengguna yang didefinisikan oleh himpunan vektor yang dipilih berdasarkan sistem koordinat. d) Create Side Surface Saat menggunakan opsi ini, sistem ini menciptakan permukaan samping antara permukaan asli. 2. Offset With Draft Feature yang digunakan pada bagian padat atau permukaan. Offset wilayah sketsa ini dapat menutupi dari model dan permukaan sisi secara otomatis yang disusun oleh sistem. Sebuah nilai offset positif akan menambahkan materi, namun nilai offset negative menghilangkan materi. a) Offset With Draft Permukaan yang dipilih disajikan seperti part aslinya. b) Translate Permukaan yang dipilih dipindahkan dalam jarak tertentu, normal terhadap bidang sketsa atau dalam arah yang dipilih. c) Side Normal to Surface Permukaan sisi offset normal terhadap permukaan asli.
  36. 36. 18 d) Side Normal to Sketch Permukaan sisi offset adalah normal terhadap bidang sketsa. e) Straight Side Profile Permukaan sisi offset tidak bersinggungan dengan permukaan aslinya. f) Tangent Side Profile Permukaan sisi offset yang bersinggungan dengan permukaan aslinya. 3. Expand Surface Feature yang digunakan pada bagian padat atau permukaan. Nilai seluruh permukaan atau daerah sketsa dapat diimbangi dengan cara menambahkan bahan ataupun menghilangkan bahan. a) Normal to Surface Permukaan yang dipilih dijabarkan tetap normal. b) Translate Permukaan yang dipilih dijabarkan dalam jarak tertentu dan normal terhadap bidang sketsa. c) Whole Surface Seluruh permukaan akan di offset. d) Sketched Region Wilayah yang di offset didefinisikan oleh sketsa. 4. Replace Surface Menggantikan permukaan yang dipilih dengan selimut yang ada atau bidang referensi.
  37. 37. 19 e). Datum Points Merupakan titik-titik yang diketahui posisi horizontal maupun vertikal yang ketinggiannya digunakan sebagai rujukan atau pengikatan untuk penentuan posisi titik yang lainnya. Dengan mengetahui arah, sudut, jarak dan atau beda tinggi suatu titik terhadap titik pengikat, maka dapat ditentukan koordinat ketinggian titik bersangkutan. 3.2.3 Advanced Surface a) Sweep Merupakan sebuah permukaan yang dibuat dengan menggunakan kurva yang ada dan mengikuti lintasan atau menggambar 2D mengikuti lintasan sehingga tercipta sebuah objek 3D yang baru. b) Boundary Blend Permukaan yang dibuat dengan menentukan kurva yang mewakili batas luar permukaan. Kurva tambahan memungkinkan untuk membuat selimut dari batas-batas dalam satu atau dua arah. Terlepas dari itu, kurva internal yang memungkinkan untuk membuat halus batas campuran selimut melalui kurva intern. Beberapa feature yang dimiliki oleh boundary blend: 1. First Direction Curves Kurva atau tepi yang mendefinisikan batas permukaan dalam kurva arah yang pertama. 2. Second Direction Curves Kurva tambahan atau tepi yang mendefinisikan batas permukaan dalam kurva arah yang kedua. Kurva arah yang kedua merupakan opsional untuk beberapa permukaan yang dicampur. 3. Side Curves Influence Berfungsi untuk permukaan dengan kurva arah yang pertama hanya sistem perubahan permukaan yang dihasilkan dengan cara memeriksa kurva yang berdekatan dengan kurva batas yang dipilih.
  38. 38. 20 4. Influencing Curves Kurva tambahan yang mendefinisikan batas perkiraan untuk batas permukaan yang tidak berhubungan dengan pengaruh kurva sisi yang lain. 5. Control points Digunakan untuk mengontrol bagian tepi tangen internal permukaan. 6. Boundary Conditions Merupakan salah satu dari empat pilihan berikut yang mendefinisikan topologi permukaan pada masing-masing kurva batas yang dipilih. 7. Free Tidak ada persinggungan yang diatur. 8. Tangent Permukaan yang bersinggungan dengan entitas referensi yang dipilih. 9. Normal Permukaan yang tegak lurus terhadap entitas referensi yang dipilih. 10. Curvature Permukaan yang memiliki kelengkungan menerus untuk referensi entitas yang dipilih. 3.2.4 Editing Surfaces a) Merged Merupakan penggabungan antara dua permukaan part atau lebih menjadi satu permukaan saja. b) Thickness Merupakan ketebalan suatu objek dalam arah sumbu Z. Pada Creo Parametric bidang 2D harga thickness adalah 0 (tidak mempunyai ketinggian), tetapi pada bidang 3D nilai thickness bisa ditentukan sesuai dengan keperluan.
  39. 39. 21 c) Solidify Perintah yang digunakan untuk menciptakan bagian padat dengan menggunakan permukaan tertutup atau selimut. Selain itu, perintah ini dapat digunakan untuk menambah dan menghapus bahan dari bagian padat pada saat yang sama. d) Extend Feature yang digunakan untuk memperpanjang suatu garis atau kurva sampai titik perpotongan terdekat dengan kurva yang lain. 1. Extend using Same Surface Memperpanjang material permukaan dengan memelihara lekukan dari permukaan aslinya. 2. Extend Tangent Memperpanjang material permukaan dengan menyinggungkan bagian tepi permukaan asli yang terpilih. 3. Extend to a Plane Memperpanjang permukaan biasa dengan datum plane yang dipilih. e) Trim Feature yang digunakan untuk memotong garis atau kurva didalam ruas yang berpotongan dengan garis atau kurva lain. 1. Trim Using a Quilt Selimut permukaan yang digunakan untuk memotong selimut permukaan yang lainnya. 2. Trim Using Curves Selimut permukaan yang diproyeksikan dengan menggunakan datum curve terhadap permukaan yang dipotong. 3. Trim Using a Plane Selimut permukaan yang diproyeksikan dengan menggunakan datum plane terhadap permukaan yang dipotong.
  40. 40. 22 4. Trim Using Silhouettes Selimut permukaan yang menggunakan datum plane sebagai referensi object untuk mengarahkan material yang dijaga untuk tidak dihilangkan. f) Mirror Feature yang digunakan untuk membuat bentuk geometri yang dicerminkan dari bentuk yang dipilih dengan menentukan garis pencerminan. g) Pattern Perintah yang digunakan untuk menduplikat atau menyalin permukaan, permukaan solid, dan geometri yang menempel terhadap axis dan sistem koordinat sebagai acuannya. 3.2.5 Special Surface Feature a) N- sided Patch Pilihan yang memberikan permukaan mampu dibuat dengan menggunakan empat batasan-batasan luar. b) Surface Free Form Feature yang memberikan permukaan yang dibuat dari permukaan yang telah ada dengan memodifikasi lokasi serta mengontrol dari point-point tiap permukaan. c) Vertex Round Perintah yang digunakan untuk membuat bulatan pada permukaan. d) Solid Fre Form Feature yang memberikan bagian dari part yang padat dimanipulasi seperti feature Surface Free Form. e) Spinal Bend Feature yang memberikan part material yang solid atau tipis menjadi bungkuk sepanjang lintasannya.
  41. 41. 23 3.2.6 Copy, Paste, and Paste Special Perintah yang digunakan untuk menggandakan bentuk solid, kurva, dan permukaan dalam model tunggal. 1. Using Copy and Paste Digunakan ketika memiliki permukaan yang ada dan ingin membuat salinan serta ingin menempatkan permukaan baru langsung diatas permukaan yang ada. a) Exclude Surfaces Option Panel pilihan alat copy yang memungkinkan loop luar untuk diseleksi. b) Fill Holes Option Panel pilihan alat copy yang memungkinkan membuka permukaan yang harus diisi. c) Copy Inside Boundary Option Panel pilihan alat copy yang memungkinkan bagian dari permukaan yang akan disalin. 2. Using Copy and Paste Special Perintah ini digunakan untuk memindahkan dan memutar permukaan yang disalin.
  42. 42. 24 3.3 Mengenal Interactive Surface Design 3.3.1 The Style Feature 3.3.1.1 Styling User Interface Gambar 3.2 Interface Surface Design Feature tampilan pada pemodelan Surface Modeling memiliki keunggulan diantaranya, graphics dapat diubah dengan layout empat pandangan. Pada bagian Browse Bar terbagi menjadi dua bagian yaitu Model Tree dan Style Tree. Setiap Mode Sketch akan terdapat bantuan berupa sumbu dan bidang origin yang letaknya tetap. Terdapat tiga bidang utama yang merupakan persilangan dari dua sumbu, yaitu bidang Right, Top, dan Front sebagai acuan bidang sketch. 3.3.1.2 Views and Planes Tata letak jendela dapat menjadi satu tampilan dan dapat diubah untuk tata letak empat tampilan. Saat membuat kurva bentuk planar, titik-titik tersebut diproyeksikan ke bidang aktif, yang berupa permukaan planar dan ditampilkan dengan grid.
  43. 43. 25 1. Windows Layout Untuk beralih antara satu tampilan tata letak menjadi tata letak empat tampilan. 2. Active Plane Ketika membuat kurva bentuk planar, titik-titik tersebut diproyeksikan ke datum yang aktif, kemudian pilih permukaan planar yang sesuai. 3. Internal Plane Datum internal yang dibuat dengan cepat secara otomatis dan disembunyikan oleh sistem ketika menyelesaikan fitur bentuk. 4. Active Plane Orientation Merupakan orientasi khusus model yang dikelola oleh sistem dan menyesuaikan tampilan agar active plane sejajar dengan layar. 5. Active Plane Grid Merupakan active plane yang ditampilkan dengan grid yang tampilannya digunakan untuk membantu membedakan dari plane lainnya yang ada dalam model. 6. Standard Orientation Ketika menggunakan tata letak empat pandangan masing-masing plane window memiliki orientasi standar sendiri. Ini mungkin terlihat bahwa standard orientation tidak isometric atau trimetric. 7. Regenerating Style Features Feature yang memiliki rutinitas regenerasi sendiri secara internal dan berbeda dari feature Creo Parametric 2.0 biasanya. Sistem ini dalam modus auto regenarate kurva dan permukaan yang dibuat dalam feature diregenerasi secara real time ketika membuat dan mengedit geometri yang baru.
  44. 44. 26 a) Green Ketika ikon berwarna hijau, entitas dalam feature sepenuhnya diregenerasi dan ada kebutuhan untuk memperbaharui feature. b) Yellow Ketika ikon berwarna kuning, beberapa atau semua entitas dalam feature harus diregenerasi untuk diperbaharui entitas dalam fitur saat ini. Setelah entitas berhasil menumbuhkan ikon berubah menjadi hijau. c) Red Ketika ikon berwarna merah, beberapa atau semua entitas dalam fitur telah gagal untuk diperbaharui. 3.3.2 Creating and Editing Curves a) Creating Curves Curves merupakan pondasi dasar untuk semua feature bentuk. Style curves adalah kurva spline yang unik dan tidak dibatasi, berarti tidak didorong oleh dimensi referensi geometri lainnya. Style curves mengikuti lintasan yang didefinisikan oleh dua titik atau lebih. Style curves terdiri dari dua endpoint dan satu set poin. Endpoint menentukan lokasi dan singgung, sedangkan poin internal hanya menentukan lokasi. b) Circles and Arcs Lingkaran dan busur dapat dibuat sebagai style curves. Entitas spline ini berbasis tidak tepat lingkaran dan busur. c) Editing Curves Selama penciptaan style curves, pasti sering perlu untuk menggunakan perintah curve edit untuk mengedit kurva yang telah dibuat.
  45. 45. 27 1. Free Curves Kurva 3D terbatas. Membuat free curves sebaiknya dilakukan dengan menggunakan tata letak empat tampilan. 2. Planar Curves Merupakan kurva 2D yang dibatasi pada batas permukaan planar atau datum plane. 3. Curve Points Style curves mengikuti lintasan yang didefinisikan dua titik atau lebih. Kurva terdiri dari dua endpoint dan satu set poin internal. Endpoint menentukan lokasi dan singgung, sedangkan poin internal hanya menentukan lokasi. d) Curve Endpoint Tangency Types Tipe-tipe titik singgung ini antara lain: 1. Natural Sistem ini mendefinisikan panjang dan arah singgung dari titik akhir yang dipilih. Ini merupakan jenis garis singgung untuk semua kurva. 2. Free Sistem ini menentukan panjang dan arah singgung dari titik akhir yang dipilih dengan menyeret indikator tangen. Endpoint diubah dari “natural” menjadi “free”, indikator singgung tersebut dimanipulasi dengan cara apapun. 3. Fix Angle Sistem ini menentukan arah singgung dengan memasukkan sudut tetap dalam dashboard tool. Panjang singgung dapat diubah dengan menyeret bar indikator tangen. 4. Horizontal Sistem ini menyinggungkan dari titik akhir yang dipilih yaitu relatif horizontal terhadap bidang yang aktif. Panjang singgung dapat diubah dengan menyeret bar indikator tangen.
  46. 46. 28 5. Vertical Sistem ini menyinggungkan dari titik akhir yang dipilih yaitu vertikal relatif terhadap bidang yang aktif. Panjang singgung dapat diubah dengan menyeret bar indikator tangen. 6. Normal Sistem ini menyinggungkan dari titik akhir yang dipilih adalah tegak lurus terhadap bidang datum yang dipilih. Panjang singgung dapat diubah dengan menyeret bar indikator tangen. 7. Align Sistem ini menyinggungkan dari titik akhir yang dipilih sejalan dengan lokasi referensi pada kurva yang dipilih. 8. Symmetric Garis singgung dari dua kurva yang ditetapkan dengan rata-rata dari dua garis singgung yang ada. Ini tidak berarti bahwa kurva simetris. 9. Tangent Titik akhir yang dipilih adalah bersinggungan dengan kurva yang terhubung. Panjang singgung dapat diubah dengan menyeret bar indikator tangen. 10. Curvature Titik akhir yang dipilih adalah kelengkungan terus menerus yang terhubung dengan kurva. Panjang singgung dapat diubah dengan menyeret bar indikator tangen. 11. Surface Tangent Titik akhir yang dipilih adalah bersinggungan dengan permukaan yang terhubung. Panjang singgung dapat diubah dengan menyeret bar indikator tangen. Constraints sekunder juga dapat ditambahkan dengan menggunakan dashboard tool.
  47. 47. 29 12. Surface Curvature Titik akhir yang dipilih adalah kelengkungan terus-menerus yang terhubung ke permukaan. Panjang singgung dapat diubah dengan menyeret bar indikator tangen. Constraints sekunder juga dapat ditambahkan menggunakan dashboard tool. 13. Draft Tangent Titik akhir yang dipilih terhubung dengan permukaan yang menggunakan rancangan sudut dan panjang. e) Soft Point Connection Types Tipe-tipe soft point connection types antara lain: 1. Length Ratio Merupakan rasio posisi kurva sepanjang kurva yang direferensikan dan melengkung dengan panjang total kurva yang direferensikan. 2. Length Merupakan jarak yang nyata dari awal kurva yang direferensikan. 3. Parameter Merupakan rasio posisi kurva sepanjang kurva yang direferensikan dan melengkung dengan panjang total kurva yang direferensikan. 4. Offset from Plane Merupakan ukuran offset dari datum plane, sepanjang kurva yang direferensikan. 5. Lock to Point Merupakan terkuncinya titik yang mendefinisikan kurva yang paling dekat dengan kurva yang direferensikan. 6. Linked Merupakan terhubungnya datum plane, datum point, vertex, atau permukaan. 7. Unlink Merubah soft point menjadi titik bebas dan tidak lagi terkait dengan kurva yang direferensikan lain.
  48. 48. 30 f) Copying Style Curves Perintah yang digunakan untuk membuat salinan atau duplikat yang tepat dari free curves dan planar style curves yang ada. g) Radial Path Planar Curves Tipe khusus dari style curves yang dapat dibuat mengikuti lintasan kurva planar radial. Ini adalah kurva planar yang dibuat pada bidang radial dan dibuat “on the fly” oleh sistem. h) Deleting Style Curves Ada beberapa pilihan yang dapat diikuti: 1. Delete Menghapus kurva-kurva (bagian yang terhubung) bersama dengan kurva yang dipilih. 2. Unlinked Memutuskan kurva-kurva (bagian yang terhubung) dari kurva induk (kurva lain yang terhubung), yang memungkinkan kurva-kurva untuk tetap ada dalam model. 3. Suspend Menangguhkan tindakan pada kurva-kurva sampai siap untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan perintah edit definition. i) Geometry Analysis Feature yang digunakan untuk menghitung jumlah kurva dan permukaan yang berbentuk seperti jari-jari, kelengkungan dan refleksi. j) Curvature Analysis Menganalisis dan menghitung kelengkungan, jari-jari, atau tangent dari kurva yang dipilih. Kelengkungan didefinisikan sebagai dasar dari jari-jari. k) Saved Analysis Analisis geometri dan analisis lainnya yang dapat disimpan dan ditampilkan kembali selama tugas pemodelan lainnya.
  49. 49. 31 3.3.3 Creating Surfaces a) Boundary Surface Jenis feature yang menggunakan satu set empat persegi panjang atau segitiga dari kurva batas untuk menentukan batas luar permukaan. Ini berarti harus memilih tiga atau empat kurva atau tepi untuk menentukan batas utama dari permukaan. b) Blend Surfaces Jenis feature yang menggunakan dua atau lebih kurva yang tersambung untuk menentukan bentuk permukaan. c) Sweep Surfaces Jenis feature yang menggunakan satu atau dua kurva primer yang tidak tersambung dan setidaknya ada satu kurva yang bersilangan sehingga dapat untuk menentukan bentuk permukaan. 3.3.4 Curve On Surface a) COS Merupakan kurva yang dibuat dengan mendefinisikan poin langsung pada style curve yang ada dan hanya permukaan tunggal saja yang dapat dipilih untuk opsi ini. b) COS by Intersect Membuat style curve dengan memotong dua permukaan atau permukaan dan plane. c) Drop Curve Membuat kurva COS dengan memproyeksikan style curve yang sudah ada ke permukaan style yang sudah ada. d) Offset Curve Membuat style curve dengan offsetting kurva COS yang sudah ada.
  50. 50. 32 e) Curve from Surface Membuat kurva free atau COS yang mengikuti garis iso dari permukaan yang ada. 3.3.5 Surface Command 3.3.5.1 Surface Trim Merupakan suatu cara untuk menghilangkan beberapa bagian yang ada di permukaan. Kurva COS yang ada digunakan untuk mendefinisikan bagian dari permukaan yang ingin akan dihapus dan kurva COS ini harus berada di permukaan yang akan dihapus. Dengan memilih salah satu bagian dari permukaan yang akan dihapus atau menjaga kedua bagian permukaan tersebut tetap ada. 3.3.5.2 Surface Connection Beberapa perbedaan yang ada dalam surface connection: a) Position Permukaan terhubung pada boundary umum. Permukaan tidak terbagi dalam tangent condition dan curvature pada batas. Position yang terhubung ditampilkan sebagai garis putus-putus tunggal yang mencakup boundary umum dari dua permukaan. b) Tangent Permukaan yang dihubungkan dengan tangent condition sepanjang common boundary. Tangent yang terhubung ditampilkan sebagai anak panah yang solid tunggal dan mencakup common boundary dari dua permukaan. c) Curvature Permukaan yang dihubungkan dengan curvature condition sepanjang common boundary. Curvature yang terhubung ditampilkan sebagai anak panah padat ganda mencakup common boundary dari dua permukaan.
  51. 51. 33 d) Draft Permukaan yang dihubungkan dengan curvature condition yang terbagi bersama dengan draft angle yang telah ditetapkan. Draft yang terhubung ditampilkan sebagai anak panah putus-putus tunggal mencakup common boundary dari dua permukaan. 3.3.6 Trace Sketch Images Gambar 3.3 Interface Trace Sketch Images Pada proses pemodelan Surface Modeling metode yang digunakan yaitu dengan cara mengimpor file dari object yang ada dan kemudian menempatkan file gambar tersebut pada setiap permukaan planar model. Setelah mencari dan menskala gambar dengan benar, object gambar tersebut dikunci. Menu yang digunakan untuk mengelola gambar dari trace sketch: 1. Transparency Mentransparankan gambar yang disketch. 2. Set Transparency Colour Memilih jenis warna yang akan ditransparankan pada gambar. 3. Rotate Merotasi atau membalikan gambar yang disketch. 4. Imported Images Daftar gambar yang digunakan pada trace sketch. 5. Add Menambahkan gambar ke planar surface ataupun datum plane. 6. Hide Menyembunyikan dan menjelaskan gambar yang digunakan.
  52. 52. 34 7. Remove Menghilangkan gambar yang disketch. 8. Fit Mengatur atau menskala besarnya jarak pada gambar. 9. Lock Aspect Ratio Mengunci tinggi dan lebar gambar yang dibuat. 3.3.7 Resolve Mode Feature yang digunakan untuk mengatasi kegagalan style curve dan permukaan. Beberapa tipe dari resolve dialog box: 1. Redefine Mendefinisikan entitas yang gagal terpilih. 2. Unlink Memutuskan entitas yang gagal dipilih dari semua referensi. 3. Convert Mengkonversi kurva yang gagal dipilih untuk free curve. 4. Delete Menghapus entitas yang gagal terpilih. 5. Suppress Menyembunyikan entitas gagal yang dipilih. 6. Information Menampilkan informasi tentang entitas yang gagal terpilih. 7. Regenerate Meregenerasi entitas yang gagal terpilih.
  53. 53. 35 BAB IV STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN 4.1 Mengenal Casing Gambar 4.1 Casing Sepeda Motor Sekarang ini proses redrawing telah mengikuti perkembangan teknologi komputer. Proses redrawing tidak lagi dibuat dengan teknik manual tetapi melibatkan penggunaan software-software komputer yang canggih. Pada sub bab ini akan dijelaskan tentang proses redrawing dari sebuah model casing sepeda motor dengan menggunakan software Creo Parametric 2.0. Proses penggambaran redrawing telah banyak dilakukan dengan berbagai metode. Beberapa metode penggambaran yang ada pada software Creo Parametric 2.0 diantaranya, 2D, 3D solid modeling, surface modeling, sheet metal, dan lain-lain. Dengan begitu banyaknya metode-metode yang digunakan pada software tesebut sehingga di pilihlah salah satu metode yang digunakan untuk meredrawing sebuah casing sepeda motor yaitu metode surface modeling. Surface modeling merupakan suatu sistem modeling permukaan dimensional (surface) yang mendisain sebuah bentuk permukaan dengan menggunakan kurva-kurva yang mengikuti lintasan yang ada pada foto. Casing sepeda motor merupakan bagian terluar dari mesin yang berfungsi sebagai pelindung dan penutup komponen-komponen mesin yang ada di sepeda motor. Selain itu, dengan adanya casing mesin ini membuat tampilan body sepeda motor menjadi lebih rapi dan menarik. Hal ini sesuai dengan tujuan pembuatan casing, yakni sebagai penutup dan pelindung bagian dalam mesin serta sebagai
  54. 54. bagian terluar dari keseluruhan mesin. Secara umum bagian casing belakang sepeda motor Honda Vario tahun 2010 terdiri atas lima bagian yakni casing samping kanan atas dan bawah, casing samping kiri atas dan bawah, casing bagian atas, casing bagian depan. Masing- masing bagian casing menutupi dan mengikuti bentuk rangka. Masing-masing bagian casing disambungkan dengan menggunakan mur dan baut. Tujuannya agar casing tersebut dapat menempel dengan casing satu dengan yang lainnya secara sempurna. 36 4.2 Proses Redrawing Casing Sepeda Motor 4.2.1 Creating Upper Left Vario Body 4.2.1.1 Trace Sketch Images and Style Curves Langkah-langkah Trace Sketch Images and Style Curve process:  Klik File pada menu bar, dan pilih New. Ketikan nama < Upper_Left_Vario_Body >, dan klik OK.  Klik datum plane FRONT sebagai bidang gambar.  Klik Sketch pada ribbon bar.  Sketch gambar seperti yang ditampilkan dibawah ini. Gambar 4.2 Sketch Place FRONT  Klik checkmark untuk mengakhiri proses penggambaran.  Orientasikan model ke Standard Orientation dan Save part tersebut.  Klik View pada ribbon bar.  Klik Model Display dan pilih Images .  Klik icon Add pada dashboard tool.
  55. 55.  Pilih datum plane FRONT pada model tree.  Klik Working Directory dan klik Open pada dialog box.  Double Klik folder “Tugas_Akhir”  Pilih file gambar “Upper_Left_Vario_Body.jpg”, kemudian klik Open.  Klik icon Fit pada dashboard tool.  Klik Horizontal pada dashboard tool.  Pindahkan kursor lingkaran kecil, kemudian tarik bar dimensi akhir 37 dari gambar tersebut. Gambar 4.3 Trace Sketch Images  Double klik, kemudian masukan dimensi dan enter < 1110 >  Klik icon Fit pada dashboard tool.  Orientasikan pandangan pada posisi FRONT. Gambar 4.4 Trace Sketch FRONT Position
  56. 56.  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Model pada ribbon bar.  Klik icon Style pada dashboard tool.  Klik icon Set Active Plane pada dashboard tool.  Pilih datum plane FRONT sebagai plane yang aktif dan digunakan 38 sebagai bidang yang akan digunakan menggambar.  Klik icon Curve pada dashboard tool.  Pilih icon Planar pada dashboard tool.  Klik icon Active Plane Orientation pada Graphics toolbar.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Fix Angel Tangent to Free Gambar 4.5 Style Curve 1  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  57. 57. 39 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Length Ratio (0) Tangent to Natural Gambar 4.6 Style Curve 2  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Free Gambar 4.7 Style Curve 3  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  58. 58. 40 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.8 Style Curve 4  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Free Gambar 4.9 Style Curve 5  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  59. 59. 41 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.10 Style Curve 6  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.11 Style Curve 7  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  60. 60. 42 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.12 Style Curve 8  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Free Gambar 4.13 Style Curve 9  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  61. 61. 43 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.14 Style Curve 10  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.15 Style Curve 11  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  62. 62. 44 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.16 Style Curve 12  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Natural Free Gambar 4.17 Style Curve 13  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  63. 63. 45 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.18 Style Curve 14  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.19 Style Curve 15  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  64. 64. 46 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.20 Style Curve 16  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.21 Style Curve 17  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari upper left vario body pada tampilan dibawah ini.
  65. 65. 47 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Free Gambar 4.22 Style Curve 18  Klik checkmark pada dashboard tool.  Hasil akhir dari semua proses. Gambar 4.23 Final Project
  66. 66. 48 4.2.1.2 Create Style Surfaces Langkah-langkah Create Style Surfaces process:  Klik icon Surface  Klik satu sketch line pada sisi kiri tepi gambar. Gambar 4.24 Style Surface 1  Tekan dan tahan CTRL.  Klik satu sketch line pada sisi kanan tepi gambar. Gambar 4.25 Style Surface 2  Tekan dan tahan CTRL.  Klik satu sketch line pada sisi kanan atas gambar. Gambar 4.26 Style Surface 3  Tekan dan tahan CTRL.  Klik satu sketch line pada sisi kanan atas gambar.
  67. 67. 49 Gambar 4.27 Style Surface 4  Tekan dan tahan CTRL.  Klik satu sketch line pada sisi kanan atas gambar. Gambar 4.28 Style Surface 5  Apabila sudah terlihat seperti tampilan seperti ini.  Klik checkmark pada dash board tool. Gambar 4.29 Style Surface 6  Untuk permukaan lainnya, lakukan dengan cara yang sama seperti diatas.  Lakukan dengan cara meng-klik bagian secara bersilangan agar kurva surface dapat terbentuk.  Jika sudah selesai, Save part meterial and Close.
  68. 68. 50 Gambar 4.30 Final Process 4.2.1.3 Mirror the Quilt Langkah-langkah Mirror the Quilt process:  Setting posisi Selection Filter menjadi Quilt yang ada pada bagian kanan bawah.  Pilih bagian permukaan yang akan di mirror.  Klik icon Mirror  Pilih posisi FRONT datum plane sebagai referensi.  Klik checkmark pada dashboard tool.  Save As dengan nama baru < Upper_Right_Vario_Body >  Klik OK and Close. Gambar 4.31 Upper Right Vario Body
  69. 69. 51 4.2.2 Creating Lower Left Vario Body 4.2.2.1 Trace Sketch Image and Style Curves Langkah-langkah Trace Sketch Images process:  Klik File pada menu bar, dan pilih New. Ketikan nama <Lower_Left_Vario_Body>, dan klik OK.  Klik datum plane FRONT sebagai bidang gambar.  Klik Sketch pada ribbon bar.  Sketch gambar seperti yang ditampilkan dibawah ini. Gambar 4.32 Sketch Places FRONT  Klik checkmark untuk mengakhiri proses penggambaran.  Orientasikan model ke Standard Orientation dan Save part tersebut.  Klik View pada ribbon bar.  Klik Model Display dan pilih Images .  Klik icon Add pada dashboard tool.  Pilih datum plane FRONT pada model tree.  Klik Working Directory dan klik Open pada dialog box.  Double klik folder “Tugas_Akhir”  Pilih file gambar “Lower_Left_Vario_Body.jpg”, kemudian klik Open.  Klik icon Fit pada dashboard tool.  Klik Horizontal pada dashboard tool.  Pindahkan kursor lingkaran kecil, kemudian tarik bar dimensi akhir dari gambar tersebut.
  70. 70. 52 Gambar 4.33 Trace Sketch Images  Double klik, kemudian masukan dimensi dan enter < 1110 >  Klik icon Fit pada dashboard tool.  Orientasikan pandangan pada posisi FRONT. Gambar 4.34 Trace Sketch FRONT Position  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Model pada ribbon bar.  Klik icon Style pada dashboard tool.  Klik icon Set Active Plane pada dashboard tool.  Pilih datum plane FRONT sebagai plane yang aktif dan digunakan sebagai bidang yang akan digunakan menggambar.  Klik icon Curve pada dashboard tool.
  71. 71.  Pilih icon Planar pada dashboard tool.  Klik icon Active Plane Orientation pada Graphics toolbar.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari lower left vario 53 body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Free Gambar 4.35 Style Curve 19  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Free Gambar 4.36 Style Curve 20
  72. 72.  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left 54 vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Natural Gambar 4.37 Style Curve 21  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Free Gambar 4.38 Style Curve 22
  73. 73.  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left 55 vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Free Gambar 4.39 Style Curve 23  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Free Gambar 4.40 Style Curve 24  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.
  74. 74.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left 56 vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.41 Style Curve 25  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.42 Style Curve 26  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini.
  75. 75. 57 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Free Gambar 4.43 Style Curve 27  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.44 Style Curve 28  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini.
  76. 76. 58 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.45 Style Curve 29  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.46 Style Curve 30  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini.
  77. 77. 59 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.47 Style Curve 31  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.48 Style Curve 32  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini.
  78. 78. 60 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.49 Style Curve 33  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.50 Style Curve 34  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini.
  79. 79. 61 Gambar 4.51 Style Curve 35  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Gambar 4.52 Style Curve 36  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini.
  80. 80. 62 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.53 Style Curve 37  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.54 Style Curve 38  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini.
  81. 81. 63 Gambar 4.55 Style Curve 39  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool. Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian bawah dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini. Gambar 4.56 Style Curve 40  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan bagian atas dari lower left vario body pada tampilan dibawah ini.
  82. 82. 64 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Free Tangent to Free Gambar 4.57 Style Curve 41  Hasil akhir dari semua proses akan seperti ini. Gambar 4.58 Final Project
  83. 83. 65 4.2.2.2 Create Style Surfaces Langkah-langkah Create Style Surfaces process:  Klik icon Surface  Klik satu sketch line pada sisi atas tepi gambar. Gambar 4.59 Style Surface 7  Tekan dan tahan CTRL.  Klik satu sketch line pada sisi bawah tepi gambar. Gambar 4.60 Style Surface 8  Tekan dan tahan CTRL.  Klik satu sketch line pada sisi kanan tepi gambar Gambar 4.61 Style Surface 9  Tekan dan tahan CTRL.  Klik satu sketch line pada sisi kiri tepi gambar
  84. 84. 66 Gambar 4.62 Style Surface 10  Tekan dan tahan CTRL.  Klik satu sketch line pada sisi bawah tepi gambar Gambar 4.63 Style Surface 11  Klik checkmark pada dashboard tool. Gambar 4.64 Lower Left Vario Body  Untuk permukaan lainnya, lakukan dengan cara yang sama seperti diatas.  Lakukan dengan cara meng-klik bagian secara bersilangan agar kurva surface dapat terbentuk.  Jika sudah selesai, Save part meterial and Close.
  85. 85. 67 Gambar 4.65 Final Process 4.2.2.3 Mirror the Quilt Langkah-langkah Mirror the Quilt process:  Setting posisi Selection Filter menjadi Quilt yang ada pada bagian kanan bawah.  Pilih bagian permukaan yang akan di mirror.  Klik icon Mirror  Pilih posisi FRONT datum plane sebagai referensi.  Klik checkmark pada dashboard tool.  Save As dengan nama baru < Lower_Right_Vario_Body >  Klik OK and Close. Gambar 4.66 Lower Right Vario Body
  86. 86. 68 4.2.3 Creating Top Cover Vario Body 4.2.3.1 Trace Sketch Images and Create Style Curves Langkah-langkah Trace Sketch Images process:  Klik File pada menu bar, dan pilih New. Ketikan nama < Top_Cover_Vario_Body >, dan klik OK.  Klik datum plane TOP sebagai bidang gambar.  Klik Sketch pada ribbon bar.  Sketch gambar seperti yang ditampilkan dibawah ini. Gambar 4.67 Sketch Place Images  Klik checkmark untuk mengakhiri proses penggambaran.  Orientasikan model ke Standard Orientation dan Save part tersebut.  Klik View pada ribbon bar.  Klik Model Display dan pilih Images .  Klik icon Add pada dashboard tool.  Pilih datum plane TOP pada model tree.  Klik Working Directory dan klik Open pada dialog box.  Double klik folder “Tugas_Akhir”  Pilih file gambar “Top_Cover_Vario_Body.jpg”, kemudian klik Open.  Klik icon Fit pada dashboard tool.
  87. 87. 69 Gambar 4.68 Trace Sketch Images  Double klik, kemudian masukan dimensi dan enter < 1110 >  Klik icon Fit pada dashboard tool.  Orientasikan pandangan pada posisi TOP. Gambar 4.69 Trace Sketch TOP Position  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Model pada ribbon bar.  Klik icon Style pada dashboard tool.  Klik icon Set Active Plane pada dashboard tool.  Pilih datum plane TOP sebagai plane yang aktif dan digunakan sebagai bidang yang akan digunakan menggambar.  Klik icon Curve pada dashboard tool.  Pilih icon Planar pada dashboard tool.  Klik icon Active Plane Orientation pada Graphics toolbar.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini.
  88. 88. 70 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.70 Style Curve 42  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.71 Style Curve 43  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini.
  89. 89. 71 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.72 Style Curve 44  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.73 Style Curve 45  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini.
  90. 90. 72 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.74 Style Curve 46  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.75 Style Curve 47  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini.
  91. 91. 73 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.76 Style Curve 48  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini. Gambar 4.77 Style Curve 49  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini.
  92. 92. 74 Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.78 Style Curve 50  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Natural Tangent to Natural Gambar 4.79 Style Curve 51  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini.
  93. 93. 75 Gambar 4.80 Style Curve 52  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini. Constraint this endpoint Constraint this endpoint Tangent to Horizontal (10) Tangent to Vertical (4) Gambar 4.81 Style Curve 53  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top cover vario body pada tampilan dibawah ini. Gambar 4.82 Style Curve 54
  94. 94.  Klik checkmark pada dashboard tool.  Klik icon Curve pada ribbon bar.  Pastikan icon Planar yang dipilih pada dashboard tool.  Buat dan edit kurva mengikuti lintasan pandangan bagian atas dari top 76 cover vario body pada tampilan dibawah ini. Gambar 4.83 Style Curve 55  Hasil akhir dari semua proses. Gambar 4.84 Final Project

×