WAKAF UANG
PENGEMBANGAN DAN
PENGELOLAANNYA DI
INDONESIA
Oleh: Jafril Khalil, Ph.D
DASAR SYAR’I
• Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di
jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang
baik-baik dan ...
AL-SUNNAH
• Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, ia
bersabda, “siapa yang menghilangkan dari
seorang mukmin suatu kesusaha...
ISLAM DAN TA’AWUN
• Keadilan ekonomi adalah suatu keniscayaan
dalam ajaran Islam.
• Membangun keadilan diperlukan berbagai...
MEMAHAMI BERBAGAI QAIDAH
 Pada dasarnya semua muamalat boleh
dilakukan, kecuali kalau ada dalil yang
mengharamkannya.
 S...
WAKAF UANG DALAM UNDANG-UNDANG
NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF
• Pasal 28
Wakif dapat mewakafkan benda bergerak berupa u...
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42
TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004
TENTANG WAKAF
 Pasal 22
(1...
a. hadir di Lembaga keuangan syariah penerima wakaf
uang (LKS-PWU) untuk menyatakan kehendak wakaf
uangnya;
b. menjelaskan...
PENGELOLAAN DAN
PENGEMBANGAN
• Pasal 45
(1) Nazhir Wajib mengelola dan mengembangkan
harta benda wakaf sesuai dengan
perun...
• Pasal 46
Pengelolaan dan Pengmbangan harta benda dari
perorangan warga negara asing, organisasi asing dan
badan hukum as...
• Pasal 48
(1) Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf
harus berpedoman pada peraturan BWI
(2) Pengelolaan dan peng...
APLIKASI WAKAF UANG DI
INDONESIA
 Yang berhak menerima wakaf uang adalah
lembaga Keuangan Syariah (LKS)
 Untuk tahap awa...
LEMBAGA LAIN
Beberapa lembaga di luar BWI yang mengelola
wakaf uang dan telah terdaftar sebagai nazhir
wakaf uang di BWI a...
PENGEMBANGAN KE DEPAN
 Lembaga Keuangan Syariah lainnya di luar
perbankan, seperti sekuritas, asuransi, koperasi,
BMT dan...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

08 wakaf uang worshop bwi jafril

880 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
880
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
86
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

08 wakaf uang worshop bwi jafril

  1. 1. WAKAF UANG PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAANNYA DI INDONESIA Oleh: Jafril Khalil, Ph.D
  2. 2. DASAR SYAR’I • Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kamu keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk dan lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya, dan ketahuilah Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (al-Qur’an al Baqarah: 267)
  3. 3. AL-SUNNAH • Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, ia bersabda, “siapa yang menghilangkan dari seorang mukmin suatu kesusahan dari kesusahan dunia, Allah akan menghilangkan darinya kesusahan hari kiamat, siapa yang memudahkan (manusia) dari suatu kesulitan, maka Allah akan memudahkannya kesulitannya di dunia dan akhirat, siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu membantu hambaNya selama hambaNya membantu saudaranya…..” HR Muslim.
  4. 4. ISLAM DAN TA’AWUN • Keadilan ekonomi adalah suatu keniscayaan dalam ajaran Islam. • Membangun keadilan diperlukan berbagai produk, baik yang terkait dengan bisnis maupun yang terkait dengan sosial. • Wakaf merupakan produk sosial untuk membangun perekonomian masyarakat muslim. • Wakaf uang adalah cara mudah untuk membangun kekuatan di sektor keuangan publik.
  5. 5. MEMAHAMI BERBAGAI QAIDAH  Pada dasarnya semua muamalat boleh dilakukan, kecuali kalau ada dalil yang mengharamkannya.  Segala mudarat harus dihindari sedapat mungkin.  Segala mudharat (bahaya) dihilangkan.  Dimana terdapat kemaslahatan disana terdapat hukum Allah.
  6. 6. WAKAF UANG DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF • Pasal 28 Wakif dapat mewakafkan benda bergerak berupa uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh Menteri. • Pasal 29 (1) Wakaf benda bergerak berupa uang sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 dilaksanakan oleh wakif dengan pernyataan kehendak Wakif yang dilakukan secara tertulis. (2) Wakaf bergerak berupa uang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan dalam bentuk sertifikat wakaf uang. (3) Sertifikat wakaf uang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diterbitkan dan disampaikan oleh lembaga keuangan syariah kepada Wakif dan Nazhir sebagai bukti penyerahan harta benda wakaf.
  7. 7. PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF  Pasal 22 (1) Wakaf uang yang dapat diwakafkan adalah mata uang rupiah (2) Dalam hal uang yang akan diwakafkan masih dalam mata uang asing, maka harus dikonversi terlebih dahulu kepada rupiah (3) Wakif yang akan mewakafkan uangnya diwajibkan untuk:
  8. 8. a. hadir di Lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKS-PWU) untuk menyatakan kehendak wakaf uangnya; b. menjelaskan kepemilikan dan asal usul uang yang akan diwakafkan; c. menyetorkan secara tunai sejumlah uang ke LKS- PWU; d. mengisi formulir pernyataan kehendak Wakif yang berfungsi sebagai AIW. (4) Dalam hal Wakif tidak dapat hadir sebgaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, maka wakif dapat menunjuk wakil atau kuasanya. (5) Wakif dapat menyatakan ikrar wakaf benda bergerak berupa uang kepada nazhir dihadapan PPAIW yang selanjutnya nazhir menyerahkan AIW tersebut kepada LKS-PWU.
  9. 9. PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN • Pasal 45 (1) Nazhir Wajib mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukannya yang tercantum dalam AIW. (2) Dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk memajukan kesejahteraan umum, Nazhir dapat bekerjasama dengan pihak lain sesuai dengan prinsip syariah.
  10. 10. • Pasal 46 Pengelolaan dan Pengmbangan harta benda dari perorangan warga negara asing, organisasi asing dan badan hukum asing yang berskala nasional atau international, serta harta benda wakaf terlantar, dapat dikelola oleh BWI. • Pasal 47 Dalam hal harta wakaf berasal dari luar negeri, Wakif harus melengkapi dengan bukti kepemilikan sah harta benda sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang undangan, dan Nazhir harus melaporkan kepada lembaga terkait perihal adanya perbuatan wakaf.
  11. 11. • Pasal 48 (1) Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf harus berpedoman pada peraturan BWI (2) Pengelolaan dan pengambangan atas harta benda wakaf uang hanya dapat dilakukan melalui investasi pada produk-produk LKS dan/atau instrumen keuangan syariah. (3)Dalam hal LKS-PWU menerima wakaf uang untuk jangka waktu tertentu, maka nazhir hanya dapat melakukan pengelolaan dan pengembangan harta wakaf uang pada LKS-PWU dimaksud. (4) Pengelolan dan pengembangan atas harta benda wakaf uang yang dilakukan pada bang syariah harus mengikuti program lembaga penjamin simpanan sesuai dengan peratujran perundang-undangan. (5) Pengelolaan dan pengembangan atas harta benda wakaf uang yang dilakukan dalam bentuk investasi diluar bank syariah harus di asuransikan pada asuransi syariah.
  12. 12. APLIKASI WAKAF UANG DI INDONESIA  Yang berhak menerima wakaf uang adalah lembaga Keuangan Syariah (LKS)  Untuk tahap awal BWI telah bekerjasama dengan Bank Muamalat Indonesia, BSM, Bank DKI (syariah), Bank Mega Syariah, Bank BNI Syariah, Bank SyariahBUKOPIN, Bank BTN syariah, BPD Jateng Syariah, BPD DIY Syariah, BPD Kepri Riau Syariah
  13. 13. LEMBAGA LAIN Beberapa lembaga di luar BWI yang mengelola wakaf uang dan telah terdaftar sebagai nazhir wakaf uang di BWI adalah: a.Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Semarang b.PBNU c.Yayasan Haji Sepanjang Hayat d.Yayasan Wakaf Pondok Indah
  14. 14. PENGEMBANGAN KE DEPAN  Lembaga Keuangan Syariah lainnya di luar perbankan, seperti sekuritas, asuransi, koperasi, BMT dan lain-lain  Potensi lain adalah bekerjasama dengan berbagai lembaga lain yang bukan menamakan diri sebagai lembaga syariah.  Wallahu A’lam.

×