Pola Pemanfaatan Tanah Perkotaan
<ul><li>Ciri-ciri Umum Lingkungan Perkotaan </li></ul><ul><li>Teori Mengenai Penggunaan Tanah (Land-Use) Perkotaan </li></...
Urban form: <ul><li>Perpaduan yang bersifat keruangan dari elemen2 individu untuk membangun lingkungan sebagai kelompok so...
Ciri-ciri Umum Lingkungan Perkotaan <ul><li>Pertumbuhan horizontal  melebihi vertikal </li></ul><ul><ul><li>   Urban spra...
TEORI  <ul><li>Urban Ecological Theory </li></ul><ul><ul><li>Concentric rings </li></ul></ul><ul><ul><li>Hoyt’s Sector Mod...
Burgress Concentric Zone Model 1 2 3 5 4 <ul><li>CBD </li></ul><ul><li>Wholesale, light manufacturing, lower-income </li><...
Hoyt Sectoral Model <ul><li>CBD </li></ul><ul><li>Wholesale, light manufacturing </li></ul><ul><li>Lower-class </li></ul><...
Harris and Ullman Multiple Nuclei Model <ul><li>CBD </li></ul><ul><li>Wholesale, light manufacturing </li></ul><ul><li>Low...
Prinsip nilai tanah neoklasik <ul><li>Asumsi lingkungan: </li></ul><ul><ul><li>Kota terdiri atas dataran yang sama,  biaya...
Beberapa pengertian <ul><li>Sewa tanah: nilai uang yang dikenakan oleh pemilik tanah kepada pengguna tanah per satuan luas...
Harga tanah dan aksesibilitas <ul><li>Keuntungan = total penerimaan – total biaya </li></ul><ul><li>π  = P.Q  –  C  –  t.Q...
Harga tanah Rp jarak ke pasar
Penggunaan tanah di Kota Monocentric <ul><li>Monocentric: kegiatan industri dan komersial terkonsentrasi di pusat kota </l...
Berbagai penggunaan tanah <ul><li>perkantoran </li></ul><ul><li>industri </li></ul><ul><li>tempat tinggal </li></ul><ul><l...
Kurva (Fungsi) harga tanah untuk perkantoran <ul><li>Ingat:  R = P.Q  –  C  –  t.Q.u </li></ul><ul><ul><li>jika u berubah ...
Kurva (Fungsi) harga tanah untuk industri <ul><li>penggunaan tanah untuk industri memiliki: </li></ul><ul><ul><li>nilai pe...
Kurva (Fungsi) harga tanah untuk tempat tinggal <ul><li>penggunaan tanah untuk tempat tinggal memiliki: </li></ul><ul><ul>...
Kurva (Fungsi) harga tanah untuk pertanian <ul><li>penggunaan tanah untuk pertanian memiliki: </li></ul><ul><ul><li>nilai ...
perkantoran industri tmp tinggal pertanian jarak dari pusat kota harga tanah
Keluarga besar vs keluarga kecil keluarga kecil keluarga besar jarak harga
Keluarga miskin vs keluarga kaya keluarga miskin keluarga kaya jarak harga
perkantoran industri tmp   tinggal pertanian jarak dari pusat kota harga tanah Keseimbangan Umum Penggunaan Tanah bisnis C...
Syarat keseimbangan: <ul><li>Keseimbangan lokasi utk perusahaan. Semua perusahaan dlm kondisi zero profit di semua lokasi ...
Faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan: - kenaikan ekspor - perubahan sistem transportasi - pajak properti
Pengaruh kenaikan ekspor kurva harga tanah bisnis sebelum jarak harga kurva harga tanah bisnis sesudah
Pengaruh perbaikan sistem transportasi kurva harga tanah tempat tinggal sebelum jarak harga kurva harga tanah tempat tingg...
Pengaruh kenaikan pajak properti kurva harga tanah bisnis sebelum pajak jarak harga kurva harga tanah bisnis sesudah pajak
Locational interdependencies <ul><li>Hubungan satu lokasi dg lokasi lain </li></ul><ul><li>Model Alonso  </li></ul><ul><ul...
Nilai tanah di kota modern  <ul><li>Semakin ke pusat kota semakin mahal </li></ul><ul><li>Sebagai contoh di Topeka: </li><...
Pandangan Strukturalis <ul><li>Perbedaan kelas di masyarakat: secara tajam, pemilik modal dan buruh </li></ul><ul><li>Peme...
Alokasi Sektor Publik <ul><li>Pemerintah dapat memutuskan membangun fasilitas umum (infrastruktur) </li></ul><ul><li>Keput...
Komponen penggunaan tanah <ul><li>Komersial </li></ul><ul><ul><li>CBD </li></ul></ul><ul><ul><li>Pusat belanja pinggiran <...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pola Pemanfaatan Tanah Perkotaan

9,444 views

Published on

Published in: Real Estate, Business, Technology
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,444
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
165
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pola Pemanfaatan Tanah Perkotaan

  1. 1. Pola Pemanfaatan Tanah Perkotaan
  2. 2. <ul><li>Ciri-ciri Umum Lingkungan Perkotaan </li></ul><ul><li>Teori Mengenai Penggunaan Tanah (Land-Use) Perkotaan </li></ul><ul><li>Komponen Penggunaan Tanah (Land-Use) Perkotaan </li></ul>
  3. 3. Urban form: <ul><li>Perpaduan yang bersifat keruangan dari elemen2 individu untuk membangun lingkungan sebagai kelompok sosial, kegiatan ekonomi dan kelembagaan publik (Larry Baourne) </li></ul>
  4. 4. Ciri-ciri Umum Lingkungan Perkotaan <ul><li>Pertumbuhan horizontal melebihi vertikal </li></ul><ul><ul><li> Urban sprawl </li></ul></ul><ul><li>Keberadaan pusat kota </li></ul><ul><ul><li> CBD: padat, macet, polusi, industri </li></ul></ul><ul><li>Spesialisasi dan segregasi penggunaan tanah: </li></ul><ul><ul><li>Inovasi teknologi dan sistem transportasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemisahan antara tempat tinggal dg tempat kerja </li></ul></ul><ul><ul><li>Perkembangan CBD yang pesat </li></ul></ul><ul><li>Stabilitas dan perubahan penggunaan tanah </li></ul>
  5. 5. TEORI <ul><li>Urban Ecological Theory </li></ul><ul><ul><li>Concentric rings </li></ul></ul><ul><ul><li>Hoyt’s Sector Model </li></ul></ul><ul><ul><li>Multiple-Nuclei Model </li></ul></ul><ul><li>Neoclassical Economy Theory </li></ul><ul><ul><li>Principle of Land Values </li></ul></ul><ul><ul><li>A Model of Competing Land Uses </li></ul></ul><ul><ul><li>Locational Interdependencies </li></ul></ul><ul><ul><li>Land Value in the Modern City </li></ul></ul><ul><li>Structuralist </li></ul><ul><ul><li>Public sector allocation and land uses </li></ul></ul>
  6. 6. Burgress Concentric Zone Model 1 2 3 5 4 <ul><li>CBD </li></ul><ul><li>Wholesale, light manufacturing, lower-income </li></ul><ul><li>Working-class </li></ul><ul><li>Middle-class </li></ul><ul><li>Commuter zone (higher class) </li></ul>
  7. 7. Hoyt Sectoral Model <ul><li>CBD </li></ul><ul><li>Wholesale, light manufacturing </li></ul><ul><li>Lower-class </li></ul><ul><li>Middle-class </li></ul><ul><li>Upper-class </li></ul>1 2 3 3 3 3 4 4 5
  8. 8. Harris and Ullman Multiple Nuclei Model <ul><li>CBD </li></ul><ul><li>Wholesale, light manufacturing </li></ul><ul><li>Lower-class </li></ul><ul><li>Middle-class </li></ul><ul><li>Upper-class </li></ul><ul><li>Heavy manuf </li></ul><ul><li>Outlying BD </li></ul><ul><li>Dormitory suburb </li></ul><ul><li>Industrial subburb </li></ul>1 2 3 3 6 3 4 5 7 8 9
  9. 9. Prinsip nilai tanah neoklasik <ul><li>Asumsi lingkungan: </li></ul><ul><ul><li>Kota terdiri atas dataran yang sama, biaya transpor hanya semata dipengaruhi jarak </li></ul></ul><ul><ul><li>Konsentrasi dari semua distribusi dan produksi ada di pusat </li></ul></ul><ul><ul><li>Distribusi populasi yang sama </li></ul></ul><ul><ul><li>Semua properti milik pribadi </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya Konstruksi dan pemeliharaan tetap di seluruh kota </li></ul></ul><ul><li>Asumsi perilaku: </li></ul><ul><ul><li>Selera penduduk sama </li></ul></ul><ul><ul><li>Informasi lengkap bagi semua penduduk di semua tempat </li></ul></ul><ul><ul><li>Semua penduduk memaksimumkan kepuasan </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak ada halangan membeli properti </li></ul></ul>
  10. 10. Beberapa pengertian <ul><li>Sewa tanah: nilai uang yang dikenakan oleh pemilik tanah kepada pengguna tanah per satuan luas per satuan waktu (misal per m 2 /th) </li></ul><ul><li>Nilai pasar dari tanah: nilai sekarang (present value) dari aliran sewa untuk selamanya </li></ul><ul><li>Harga tanah = ? </li></ul><ul><ul><li>O’Sullivan: harga tanah = sewa tanah </li></ul></ul>
  11. 11. Harga tanah dan aksesibilitas <ul><li>Keuntungan = total penerimaan – total biaya </li></ul><ul><li>π = P.Q – C – t.Q.u – R </li></ul><ul><li>π : keuntungan, P: harga per unit komoditas, Q: jumlah produksi, C: biaya selain tanah dan transpor, t: biaya transpor ke pasar per unit per km, u: jarak ke pasar, R: harga tanah </li></ul><ul><li>zero profit: </li></ul><ul><ul><li>R = P.Q – C – t.Q.u </li></ul></ul><ul><ul><li> semakin jauh akses ke pasar, harga turun </li></ul></ul>
  12. 12. Harga tanah Rp jarak ke pasar
  13. 13. Penggunaan tanah di Kota Monocentric <ul><li>Monocentric: kegiatan industri dan komersial terkonsentrasi di pusat kota </li></ul><ul><ul><li> hanya ada satu pusat </li></ul></ul><ul><li>kebanyakan kota kecil dan menengah berbentuk monocentric </li></ul><ul><li>kota modern dan besar kebanyakan multicentric </li></ul><ul><li>Model monocentrik (sederhana) menjadi dasar bagi model multicentric </li></ul>
  14. 14. Berbagai penggunaan tanah <ul><li>perkantoran </li></ul><ul><li>industri </li></ul><ul><li>tempat tinggal </li></ul><ul><li>pertanian </li></ul><ul><ul><li> setiap jenis penggunaan memiliki kurva harga tanah yang berbeda </li></ul></ul>
  15. 15. Kurva (Fungsi) harga tanah untuk perkantoran <ul><li>Ingat: R = P.Q – C – t.Q.u </li></ul><ul><ul><li>jika u berubah dan faktor lain tetap, </li></ul></ul><ul><ul><li>maka R = a – bu </li></ul></ul><ul><li>penggunaan tanah untuk perkantoran memiliki: </li></ul><ul><ul><li>nilai penggal (intersep) yang tinggi </li></ul></ul><ul><ul><li>slope (kemiringan) yang curam </li></ul></ul>
  16. 16. Kurva (Fungsi) harga tanah untuk industri <ul><li>penggunaan tanah untuk industri memiliki: </li></ul><ul><ul><li>nilai penggal (intersep) yang lebih rendah dari perkantoran </li></ul></ul><ul><ul><li>slope (kemiringan) yang lebih landai dari perkantoran </li></ul></ul>
  17. 17. Kurva (Fungsi) harga tanah untuk tempat tinggal <ul><li>penggunaan tanah untuk tempat tinggal memiliki: </li></ul><ul><ul><li>nilai penggal (intersep) yang lebih rendah dari industri </li></ul></ul><ul><ul><li>slope (kemiringan) yang lebih landai dari industri </li></ul></ul>
  18. 18. Kurva (Fungsi) harga tanah untuk pertanian <ul><li>penggunaan tanah untuk pertanian memiliki: </li></ul><ul><ul><li>nilai penggal (intersep) yang paling rendah (lebih rendah dari tempat tinggal) </li></ul></ul><ul><ul><li>slope (kemiringan) yang paling landai (lebih landai dari tempat tinggal) </li></ul></ul>
  19. 19. perkantoran industri tmp tinggal pertanian jarak dari pusat kota harga tanah
  20. 20. Keluarga besar vs keluarga kecil keluarga kecil keluarga besar jarak harga
  21. 21. Keluarga miskin vs keluarga kaya keluarga miskin keluarga kaya jarak harga
  22. 22. perkantoran industri tmp tinggal pertanian jarak dari pusat kota harga tanah Keseimbangan Umum Penggunaan Tanah bisnis Central Business District (CBD) Suburban residential district (SRD)
  23. 23. Syarat keseimbangan: <ul><li>Keseimbangan lokasi utk perusahaan. Semua perusahaan dlm kondisi zero profit di semua lokasi </li></ul><ul><li>Keseimbangan lokasi utk rumah tangga. Semua rumah tangga memperoleh utility yang sama di semua lokasi </li></ul><ul><li>Tanah dialokasikan kepada penawar tertinggi </li></ul><ul><li>Keseimbangan tenaga kerja, jumlah TK yang dibutuhkan CBD sama dengan jumlah TK yang ditawarkan SRD </li></ul>
  24. 24. Faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan: - kenaikan ekspor - perubahan sistem transportasi - pajak properti
  25. 25. Pengaruh kenaikan ekspor kurva harga tanah bisnis sebelum jarak harga kurva harga tanah bisnis sesudah
  26. 26. Pengaruh perbaikan sistem transportasi kurva harga tanah tempat tinggal sebelum jarak harga kurva harga tanah tempat tinggal sesudah
  27. 27. Pengaruh kenaikan pajak properti kurva harga tanah bisnis sebelum pajak jarak harga kurva harga tanah bisnis sesudah pajak
  28. 28. Locational interdependencies <ul><li>Hubungan satu lokasi dg lokasi lain </li></ul><ul><li>Model Alonso </li></ul><ul><ul><li>Pengaruh hubungan antarkegiatan ekonomi dengan persebaran lokasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Menjelaskan bagaimana terjadinya distribusi lokasi dalam sebuah kota metropolitan </li></ul></ul><ul><ul><li>Bisa dimodelkan dengan persamaan simultan </li></ul></ul>
  29. 29. Nilai tanah di kota modern <ul><li>Semakin ke pusat kota semakin mahal </li></ul><ul><li>Sebagai contoh di Topeka: </li></ul><ul><ul><li>Jarak antara pusat kota dengan pingiran sekitar 4000 kaki </li></ul></ul><ul><ul><li>Perbandingan harga antara pusat dengan pinggiran mencapai 50:1 </li></ul></ul><ul><ul><li>Perbandingan harga antara lokasi berjarak 2000 kaki dari pusat dengan pinggiran mencapai 10:1 </li></ul></ul>
  30. 30. Pandangan Strukturalis <ul><li>Perbedaan kelas di masyarakat: secara tajam, pemilik modal dan buruh </li></ul><ul><li>Pemerintah lebih suka melayani pemilik modal </li></ul><ul><li>Pemilik tanah memelihara “kelangkaan” akan tanahnya supaya selalu memperoleh nilai sewa yang tinggi </li></ul>
  31. 31. Alokasi Sektor Publik <ul><li>Pemerintah dapat memutuskan membangun fasilitas umum (infrastruktur) </li></ul><ul><li>Keputusan tersebut mempengaruhi pola penggunaan tanah perkotaan dan harga tanah </li></ul><ul><li>Pembangunan fasilitas umum bisa menguntungkan, namun bisa pula merugikan masyarakat </li></ul>
  32. 32. Komponen penggunaan tanah <ul><li>Komersial </li></ul><ul><ul><li>CBD </li></ul></ul><ul><ul><li>Pusat belanja pinggiran </li></ul></ul><ul><ul><li>Revitalisasi CBD </li></ul></ul><ul><li>Tempat tinggal </li></ul><ul><ul><li>Komposisi rumah tangga </li></ul></ul><ul><ul><li>Siklus status keluarga </li></ul></ul><ul><ul><li>Perbedaan ras </li></ul></ul><ul><ul><li>Fenomena titik singgung, khususnya bagi permukiman berbeda ras </li></ul></ul>

×