Vicon

2,857 views

Published on

Published in: Education, Business, Technology
  • Be the first to comment

Vicon

  1. 2. PELATIHAN TEKNISI JARDIKNAS DAN SIM KEUANGAN SATUAN KERJA DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009
  2. 3. VIDEO CON F ERENCE
  3. 4. Pengertian Vicon <ul><li>Merupakan pengembangan teknologi informasi untuk memberikan informasi dan penyampaian ide serta pendapat secara langsung </li></ul><ul><li>Memakai telekomunikasi audio dan video untuk membawa orang ke tempat berbeda bersama untuk pertemuan, baik diantara dua orang pribadi (titik-ke-titik) atau melibatkan beberapa tempat (multi-titik) di tempat berbeda </li></ul>
  4. 5. Jaringan Aplikasi Video Tergantung pada Faktor: <ul><li>Codec </li></ul><ul><li>Bandwidth </li></ul><ul><li>Resolusi </li></ul><ul><li>framerate </li></ul>
  5. 6. CoDec ( Co ding / Dec oding)
  6. 7. <ul><li>Dalam penggunaan bandwidth video conference direkomendasikan minimal 384 Kbps </li></ul><ul><li>Namun dengan keunggulan beberapa perangkat endpoint saat ini dengan bandwidth 64 Kbps pun sudah dapat melakukan video conference </li></ul>Bandwi dt h
  7. 8. <ul><li>HD </li></ul><ul><li>Standarisasi yang dimanfaatkan sistem televisi digital </li></ul><ul><li>XGA </li></ul><ul><li>Standarisasi grafik resolusi tinggi yang di perkenalkan oleh IBM </li></ul>Res o lusi Standar d Video
  8. 9. Bentuk Res o lusi Video
  9. 10. <ul><li>CIF ( Common Intermediate Format ) </li></ul><ul><li>iCIF ( Interlaced CIF ) </li></ul><ul><li>4xCIF </li></ul><ul><li>QCIF ( Quarter CIF ) </li></ul><ul><li>SIF ( Super Intermediate Format ) </li></ul><ul><li>iSIF ( Interlaced SIF ) </li></ul><ul><li>HD ( Hight Definition ) </li></ul>Bentuk Format Video
  10. 11. Diagram Bandwitch dan Resolusi Video
  11. 12. <ul><li>Standarisasi video NTSC </li></ul><ul><li>Biasanya digunakan Amerika dan sekitarnya </li></ul><ul><li>Ukurannya 30 fps </li></ul><ul><li>dengan ukuran gambar( 740 x 480 ) </li></ul><ul><li>Standarisasi video Pal </li></ul><ul><li>Digunakan Eropa dan Indonesia </li></ul><ul><li>Ukurannya 25 fps </li></ul><ul><li>dengan ukuran gambar ( 740 x 576 ) </li></ul>Framerate
  12. 13. <ul><li>Bentuk pengiriman dan penerimaan video secara langsung </li></ul><ul><ul><li>Merekam gambar </li></ul></ul><ul><ul><li>Analisa gambar </li></ul></ul><ul><ul><li>Coding ( kompresing ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Transmisi </li></ul></ul><ul><ul><li>Decoding </li></ul></ul><ul><ul><li>Display </li></ul></ul>Standarisasi Jaringan Komunikasi Visual
  13. 14. <ul><li>Bentuk format dan kompres didalam Codec seperti pada gambar dibawah </li></ul>Formating dan Kompresing
  14. 15. <ul><li>H.320 </li></ul><ul><li>Standard ISDN </li></ul><ul><li>H.323 </li></ul><ul><li>Standard IP </li></ul>Standarisasi Telekomunikasi Internasional
  15. 16. <ul><li>H.261 </li></ul><ul><li>Biasa digunakan dalam video conference bentuk format videonya CIF dan QCIF </li></ul><ul><li>H.263 </li></ul><ul><li>Standarisasi yang paling sering digunakan dalam vicon dengan format videonya CIF,QCIF,SIF,iSIF, 4SIF </li></ul><ul><li>H.264 </li></ul><ul><li>Standarisasi ini tidak terlalu besar penggunaan bandwidth dengan hasil gambar yang bagus dan dapat bekerja dalam standarisasi vicon yaitu H.320 dan H.323 </li></ul>Bentuk Protokol Video
  16. 17. <ul><li>G.711 </li></ul><ul><li>Kualitas suara seperti telepon dengan frekwensi 3 KHz dan bandwidth 56 Kbps </li></ul><ul><li>G.728 </li></ul><ul><li>Kualitas suara seperti telepon dengan kompresing, frekwensi 3 KHz dan bandwidth 16 Kbps </li></ul><ul><li>G.722 </li></ul><ul><li>Kualitas suara seperti sebenarnya dengan frekwensi wide band 7 KHz dan bandwidth 56 Kbps </li></ul>Standarisasi Audio
  17. 18. <ul><li>G.722.1 </li></ul><ul><li>Kualitas suara seperti sebenarnya yang di kompresing dengan bandwidth 32 Kbps </li></ul><ul><li>AAC-LD </li></ul><ul><li>Kualitas suara stereo dengan frekwensi 20 KHz </li></ul>Standarisasi Audio
  18. 19. <ul><li>Monitor </li></ul><ul><li>Endpoint </li></ul><ul><li>MCU </li></ul>Komponen Perangkat Vicon
  19. 20. Sebagai display Untuk perangkat ini tidak ada pengkhususan pemakaian monitor Perangkat Monitor
  20. 21. <ul><li>Perangkat keras </li></ul><ul><li>Untuk perangkat keras harus memiliki standarisasi bagian komponen didalamnya, yang antara lain : </li></ul><ul><li>- Camera </li></ul><ul><li>- Codec </li></ul><ul><li>- Remote Control </li></ul><ul><li>- Mikropon meja </li></ul>Perangkat Endpoint
  21. 22. <ul><li>Perangkat lunak </li></ul><ul><li>Aplikasi ini prinsip kerjanya sama seperti bila menggunakan perangkat keras endpoint semua intruksi penggunaannya ada di dalam aplikasi tersebut. Yang dibutuhkan hanyalah kamera/ </li></ul><ul><li>webcam dan mikropon </li></ul>
  22. 23. Digunakan pada saat melakukan video conference dengan lebih dari 2 peserta /endpoint atau multipoint dan dapat mengatur video conference yang sedang berlangsung Untuk user/peserta yang ingin melihat konferensi dapat juga mengaksesnya ke dalam MCU dan tampilannya berbentuk streaming MCU (Multipoint Control Unit)
  23. 24. <ul><li>Perangkat keras endpoint </li></ul><ul><li>Hal yang harus diperhatikan adalah koneksi kabel pada perangkat tersebut </li></ul>Instalasi Perangkat Vicon
  24. 25. Contoh Endpoint PUSTEKKOM
  25. 26. - Switch On/Off Tombol untuk meyalakan dan/atau mematikan endpoint - Kabel power Konektor kabel power - HD Main Cam Konektor untuk kamera endpoint - Ethernet Konektor untuk jaringan yang akan digunakan - RCA Out Konektor untuk output audio video
  26. 27. - RCA In Konektor untuk input audio video - S-video Out Konektor untuk output super video - S-video In Konektor untuk input super video - DVI-Out Konektor untuk output video digital - DVI-In Konektor untuk input video digital - Mic Konektor untuk microphone
  27. 28. <ul><li>Selanjutnya kita dapat melakukan konfigurasi pada perangkat endpoint dengan remote </li></ul><ul><li>Dalam melakukan konfigurasi pada remote yang harus diperhatikan adalah tombol fungsi pada remote </li></ul>Remote
  28. 29. <ul><li>Semua perangkat endpoint sama caranya dalam melakukan settting konfigurasinya yang membedakan hanyalah peletakkan menu setting </li></ul>Menu Setting
  29. 30. <ul><li>Power Up video conference </li></ul><ul><li>Sebelum melakukan menu setting kita harus terlebih dahulu melihat kondisi endpointnya dengan menyalakan switch on/off nya </li></ul><ul><li>Setting Ip Address </li></ul><ul><li>Setelah menyalakan endpoint kita harus menyediakan ip address untuk endpoint yang akan di gunakan nanti dalam melakukan konfigurasinya </li></ul>Yang terpenting dalam melakukan menu setting pada perangkat endpoint adalah:
  30. 31. <ul><li>Setting Nama </li></ul><ul><li>Setelah menyetting ip address kita lanjutkan dengan menyetting nama. Ini dimaksudkan agar kita tidak lupa ip address yang kita gunakan dan lawan main mengetahui lokasi dimana kita berada </li></ul><ul><li>Setting Video </li></ul><ul><li>Selanjutnya adalah menyetting konfigurasi videonya. Ini untuk menyetting picture mode, kamera tracking mode, video inputnya dan mengendalikan gambarnya </li></ul><ul><li>Setting Audio </li></ul><ul><li>Untuk menyetting output mikropon yang digunakan, dan menyetting output audio dengan levelnya </li></ul>
  31. 32. <ul><li>Dial In dan Dial Out </li></ul><ul><li>Dan yang juga harus diperhatikan kapan kita memanggil dan memutus hubungan ketika berlangsungnya video conference </li></ul><ul><li>Presentasi </li></ul><ul><li>Didalamnya juga ada fasilitas untuk menampilkan presentasi </li></ul>
  32. 33. <ul><li>Perangkat lunak endpoint </li></ul><ul><li>Didalam aplikasi endpoint ini cara kerjanya sama seperti perangkat keras endpoint, yang membedakan hanyalah cara melakukan setting konfigurasi </li></ul>
  33. 34. Persiapkan Headset atau Mikropon pada PC atau Laptop
  34. 35. Instalasi Webcam pada Konektor USB di PC atau Laptop
  35. 36. Selanjutnya Melakukan Instalasi Aplikasi ke dalam PC atau Laptop
  36. 40. Selanjutnya Melakukan Testing Audio
  37. 41. Dilanjutkan dengan Setting Konfigurasi Endpoint
  38. 42. Setelah selesai dilanjutkan dengan memanggil ke nomor tujuan yang kita inginkan
  39. 43. <ul><li>Saat ini di Pustekkom ada 2 unit MCU Codian seri 4210 dan 4215 </li></ul>Menyet t ing Perangkat MCU
  40. 44. Pertama kita harus mensetup Codian dengan menghubungkan PC atau laptop kita ke port Consule
  41. 45. Berikut ini tanda lampu dan indikator pada MCU
  42. 47. Setelah melakukan setup Codian barulah kita melakukan login kedalam MCU melalui web browser sebagai admin atau ’guest’user dengan mengetik host name atau IP Address
  43. 48. Klik didalamnya untuk login sebagai ‘guest’user dengan tampilan streaming
  44. 49. Klik didalamnya untuk login sebagai admin Type username ini untuk administrator
  45. 50. Selanjutnya administrator dapat mulai melakukan perubahan setting didalam MCU
  46. 51. Selanjutnya pemberian nama ruang konferensi baru
  47. 52. Selanjutnya memasukkan/menambah peserta pada ruang konferensi
  48. 53. Memasukkan/menambah data peserta
  49. 54. Setelah itu memanggil peserta yang telah di simpan diruang konferensi
  50. 55. Komunikasi antar endpoint pada MCU Setelah itu administrator melalui MCU memanggil ke endpoint di masing-masing lokasi dan mengatur tampilan video conference EP1 EP2 EP3 EP4 EP6 EP7
  51. 56. Administrator dapat merubah/memilih tampilan vicon yang disesuaikan jumlah peserta
  52. 57. Agar tidak lupa alangkah baiknya di beri nama
  53. 58. Selain itu administrator dapat mengaktifkan/non aktifkan mikropon
  54. 59. Administrator dapat memantau vicon dengan melihat previewnya
  55. 60. Administrator dapat meremote kamera dari MCU dengan fasilitas FECC ( Far End Controlling Camera ) tanpa harus mengganggu di endpoint peserta
  56. 61. Endpoint memanggil Conference room/MCU <ul><li>Dari endpoint cukup ketik IP Address MCU, akan muncul menu auto attendant dan daftar conference room </li></ul>
  57. 62. Selain perangkat endpoint dan MCU di Jardiknas telah disediakan TMS (Tandberg Management Suite )
  58. 63. <ul><li>Pengatur jadwal video conference </li></ul><ul><li>Memanggil dan memutuskan user/peserta </li></ul><ul><li>Melihat atau memantau video conference </li></ul>Fungsi TMS (Tandberg Managemen Suite)
  59. 64. <ul><li>Fungsi TMS ini sama seperti MCU dan dapat berkomunikasi dengan endpoint maupun MCU </li></ul><ul><li>Dapat langsung berkomunikasi dengan yang lain tanpa harus memutus komunikasi sebelumnya bahkan komunikasi tersebut dapat menambah user/peserta </li></ul>Pengaturan Jadwal Vicon
  60. 65. Prosesnya sama seperti dengan MCU sebagai tahap awal >. Memasukkan data endpoint/MCU >. Mengatur jadwal vicon Dapat pula langsung gabung / berkomunikasi dengan vicon yang telah terjadi sebelumnya
  61. 66. Memanggil dan memutuskan user/peserta
  62. 67. Melihat atau memantau video conference
  63. 68. Dapat pula melihat grafik pemakaian endpoint/ MCU yang telah teregistrasi di TMS
  64. 69. Statistik endpoint yang conference dengan durasi waktu menit
  65. 70. Statistik pemakaian endpoint dalam video conference dengan durasi waktu menit
  66. 71. R. Vicon di Pustekkom
  67. 72. Alur vicon di R. Vicon Pustekkom
  68. 73. Terima Kasih .........

×