Mediakom 33

1,432 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,432
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mediakom 33

  1. 1. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 69
  2. 2. 68 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 LENTERA
  3. 3. ETALASENo.33/DESEMBER/2011 Mediakom 3Hari Kesehatan Nasional 2011, bertema“Indonesia Cinta Sehat” telah berakhir,November yang lalu. Tapi semangat untuktetap sehat tak boleh menjadi masa lalu. Iatetap bergerak, menggelora dan membaradalam dada. Sebab, cinta kesehatan harus terus mengalirkepada anak cucu, sebagai investasi yang tak dapatditukar materi. Kementerian Kesehatan, sebagai institusiberwenangan dan bertanggung jawab untuk menyehatkanmasyarakat, menjadikan HKN sebagai momentum untukmerevitalisiasi kesadaran masyarakat untuk tetap hidupsehat.Disisi lain, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bagiantak terpisahkan dengan program memelihara “rakyatsehat tetap sehat”. Tak dapat dipisahkan antara programmeningkatkan kesehatan masyarakat dan WTP. Ia, ibaratdua sisi dari mata uang. Tak mungkin mementingkanprogram, kemudian mengorbankan WTP atau sebaliknya.Sebuah keberkahan hasil survey integritas KPK 2011,Kemenkes menempati raking ke dua, setelah BKPM. Halini tentu sangat mendukung target meraih WTP. Jadi,piagam, integritas dan WTP Ketiganya sama penting dansaling membutuhkan. Untuk memahaminya, Mediakommengangkat WTP dan Integritas rubrik Media Utama,dilengkapi potret yang juga mengangkat tema WTP danrubrik nasional tentang HKN.Selain tema di atas, mediakom juga mengetengahkanberbagai informasi penting dalam kemasan ringan yangmudah dicerna, termasuk siapa Wamenkes, air minumbromo, idhul adha bersama Menkes, deadline dan olah ragadalam rubrik stop press.Tak terasa, sudah dipenghujung tahun 2011 dan masuktahun 2012. Banyak sudah hasil kerja dan pengalamanyang menjadi bukti. Kini, saatnya belajar dari masa lalu danmenatap masa depan penuh optimis. Selamat tahun baru2012.....!§ redaksidrg. Murti Utami, MPHMediakomRedaksi menerima naskah dari pembaca, dapat dikirim ke alamat email redaksiHKN,INTEGRITAS DAN WTPSusunan RedaksiPenanggung Jawab : drg. Murti Utami, MPHRedaktur : Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPSEditor/Penyunting : Mulyadi, SKM, M.Kes, Prawito, SKM, MM, M.Rijadi, SKM, MSc.PH, Busroni S.IP,Mety Setiowati, SKM, Aji Muhawarman, STDesain Grafis dan Fotografer : Drg. Anitasari, M, Resti Kiantini, SKM, M.Kes, Dewi Indah Sari, SE, MM, Sri Wahyuni, S.Sos, MM,Giri Inayah, S.Sos., Wayang Mas Jendra, S.SnSekretariat : Waspodo Purwanto, Endang Retnowaty, Dodi Sukmana, S.I.Kom, Okto Rusdianto, ST, Yan ZefrialAlamat Redaksi: Pusat Komunikasi Publik, Gedung Kementerian Kesehatan RI Blok A, Ruang 107,Jl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Jakarta 12950Telepon : 021-5201590; 021-52907416-9 Fax : 021- 5223002; 021-52960661 Email: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.idCall Center: 021-500567
  4. 4. DAFTARISI4 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 3 ETALASE6 INFO SEHAT6 4 kebiasaan sehat7 Bahaya Jajanan Jalan8 SURAT PEMBACA9 STOPPRESS9 Siapa Wakil Menteri Kesehatan?10 AIR MINUM BROMO11 Deadline dan Olah Raga12 Idhul Adha Bersama Menkes14 PELAYANAN KESEHATAN HAJI BAGISAFARI WUKUF15 MENKES RESMIKAN RUMAH SAKITPUSAT OTAK NASIONAL17 TANTANGAN PENGOBATANTRADISIONAL19 Sekjend PBB Kunjungi PuskesmasMenteng, Palangkaraya21 DI INDONESIA 7 ORANG MENINGGAL 1AKIBAT STROKE22 PAMERAN PERPUSTAKAAN KEMENKES23 kolom24 MEDIA UTAMA24 Membangun Komitmen dan Integritas27 WTP DAN REFORMASI BIROKRASI29 5 Fokus mencapai WTP30 Bisakah perjalanan dinas diperbaiki?31 Temuan pengaruhi target WTP
  5. 5. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 5 Belajar Berubah RAGAM MENGEMBANGKAN PATIENT SAFETYDI MASYARAKAT PATIENT SAFETY UNTUKPENGENDALIAN INFEKSI untuk rakyat 5 PROGRAM UNGGULAN RAKORPOP ASI Eksklusif dan RPP ASI nasional HKN: INDONESIA CINTA SEHAT HKN: SAATNYA JAMU BERKONTRIBUSI HKN: PENGHARGAAN BIDANGKESEHATAN DAERAH BANTEN: Bilakah LayarmuTerkembang Kembali? PUSKESMAS APUNG potret kolom siapa dia zivanna letisha siregar cantika abigail dewi dee lestari resensi buku lentera
  6. 6. INFO SEHAT6 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 Ada banyak hal sederhana yang bisakita lakukan untuk meningkatkankualitas kesehatan kita. Namunlangkah yang kita lakukan sebaiknyalahmemiliki bobot yang baik dengansebanyak mungkin manfaat kesehatanyang kita terima.1. Langkahkan diri kesarana kebugaran,daftarkan segera, danlangsung berolahragaAlternatif lainnya adalah untukmelakukan push-up saat jedaiklan televisi, beristirahat saatacara berlangsung, dan lakukanlagi saat jeda televisi datangkembali. Lakukan sebanyakmungkin yang bisa kita lakukan.Hitung jumlahnya dan coba lakukanlebih 2 hari kemudian.Berolahraga adalah satu-satunya caraefektif untuk:- Meningkatkan asupan oksigen kedalam darah, sel-sel tubuh, danotak.- Meningkatkan respon kekuatan danpengencangan otot- Melatih kemampuan motorik danmemperkuat keseimbangan tubuh- Menjaga fungsi organ pentingseperti paru-paru dan jantung- Membakar lemak tubuh, termasuklemak di bawah kulit, yangmenyelimuti organ, dan yang ada didalam darah2. Makan lebih banyak sayuranSayuran adalah sumber vitamin,mineral, serat, antioksidan, klorofil,dan ratusan bioflavonoids yang sangat4kebiasaansehatbermanfaat bagikesehatan. Apabilamemungkinkan,konsumsi dalamkeadaan mentahatau diprosessesingkat mungkin.Sayuran adalahsumber makananpadat gizi yang tidakmenggemukkan, jadibisa dikonsumsi dalamjumlah banyak tanpaharus takut mengalamikegemukan, justru tubuhlangsing yang kita dapatkan.Puluhan riset ilmuwan duniatelahmengkonfir-masi manfaatsayuran diantaranya:menurun-kan risikokanker usus,menjagastabilitasguladarah, danmemberi rasakenyang yang lebih lama.3. Tegas dengan waktu istirahatIstirahat adalah kesempatan untukregenerasi sel-sel yang rusak, merawatorgan-organ penting tubuh, menjagakesehatan sistem pusat syaraf (centralnervous system), mengotpimalkanhormon-hormon yang berperan dalammemperlambat proses penuaan,pembakaran lemak, dan meredamstress. Tetapkan waktu tidur dan waktubangun, dan TEPATI!Lakukan ke-3 hal ini, secarakonsisten.Dan temukan kekuatan baru yangtidak kita sadari sebelumnya telah kitamiliki, saksikan perubahan yang kitabuat atas diri kita sendiri, hal ini akanmemunculkan keyakinan baru bahwakita juga bisa melakukan perubahanyang sama pada aspek karier, keuangan,hubungan, spiritual dalam hidupkita.4. Berhentilah MerokokStatistik menemukan, tingkatkesuksesan berhenti merokok palingbesar terjadi pada mereka yangLANGSUNG berhenti tanpa prosespengurangan dosis. So just quitnow! Tidak ada tapi-tapian, tidakada gimana-gimanaan. Mengurangidosis hanya akan menimbulkanjustifikasi bahwa ‘dampak jugaberkurang’ dan justru berdampak padaketidakberhasilan untuk berhenti.
  7. 7. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 7Jajan di jajanan jalanan sepertinyasudah menjadi trend anak sejakdulu. Walaupun sudah diberi bekaldari rumah, si Kecil kadang membelijajanan jalanan terbawa dan tersugestidari teman-teman. Untuk hal yangsatu ini ada baiknya orangtua memberiperhatian extra budaya jajan tak sehattersebut.Tiada bekal apalagi akan menjadialasan utama anak yang merasakelaparan di sekolah. Pola hiduporangtua akan mempengaruhikebiasaan si Kecil. Contoh: Orangtuayang tidak menyiapkan bekal karenaterburu-terburu serta ketergesaanlagin di pagi hari. Orangtua harus lebiharif dan bijaksana dalammengelola makanan anaksehingga jajan di luar rumahdapat dikesampingkan. Bilahendak jajan, setidaknyapilihlah penganan yanglayak harga, ada jaminanhigienisnya, bahkan lebih baiklagi menyiapkannya di rumah.Bahaya kandungan jajananjalanan antara lain:Air mentah, beberapapenjual minuman segar sepertidawet, cendol, sirup dsb taksemuanya menggunakan airmatang untuk dagangannya.Hal ini karena harga bahanbakar  yang tinggi yangtidak menutup untuk hargapenjualan. Padahal ini sangat bahaya,minimal diare dapat menyerang siKecil.Pemanis dan pewarna buatan, jellydan permen-permen ataupun kue-kue kecil yang djajakan di lingkungansekolah tak layak bagi kesehatan. Guladan pewarna buatan memiliki hargayang cukup jauh dengan gula alami.Padahal jika dikonsumsi dalam waktuyang lama, para ahli menyatakan dapatmengganggu sirkulasi darah, hiperaktif,kanker hingga gangguan mental.Bahaya Jajanan JalanBahan narkoba, belakangan iniada kasus yang menyatakan seorangpenjaja makananyang menawarkanperme yang dibubuhi narkoba. Si Kecilbisa kecanduan dan menjadi budaknarkoba dalam masa depannya.Kemasan Plastik, hamper semuabahan makanan anak-anak di sekolahdikemas dalam plastik. Pembungkusgorengan, pembungkus es, dll. Padahaltidak semua plastik ramah lingkungandan aman bagi kesehatan. Bahanplastik yang terbuat dari campuranbahan kimia ini bisa memberikan andilpenyakit kemudian hari.§Trik mengantisipasibudaya jajan jalanan:• Ajak bicara dan ber pengertian tentangbahaya penganan di luar rumah• Jadwalkan waktu yang regular agaranak bisa sarapan di rumah.• Jika memungkinkan, beri anak bekalmakanan dan minuman dari rumahuntuk mengantisipasi rasa lapar si Kecil.• Mengolah makanan secara kreatif danvariatif.• Memberi uang jajan tidak berlebihandan mensugesti untuk menabung.
  8. 8. SURAT PEMBACA8 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 MediaKuis1. Pada setiap tanggal berapa HKN diperingati dan apa tema HKN ke-47tahun 2011?2. Berapa banyak strategi dan kegiatan yang harus dilaksanakan Kemenkesdalam upayanya meraih WTP tahun 2012?3. Apakah tujuan utama pengembangan program patient safety di RS?Kirimkan jawaban kuis dengan mencantumkan biodata lengkap (nama, alamat,kota/kabupaten, provinsi, kode pos dan no telp yang mudah dihubungi).Jawaban dapat dikirim melalui :Email : kontak@depkes.go.idFax : 021 - 52907421Pos : Pusat Komunikasi Publik, Gedung Kemenkes Jl. HR. Rasuna Said Blok X5, Kav. 4-9, Jakarta SelatanJawaban diterima redaksi paling lambat minggu kedua bulan Januari 2012.Nama pemenang akan diumumkan di Majalah Mediakom edisi XXXIV Januari2011.10 Pemenang MediaKuis masing-masing akanmendapat Payung dari Mediakom.Hadiah pemenang akan dikirimmelalui pos.Kuis ini tidak berlaku bagi Keluarga BesarPusat Komunikasi Publik Kemenkes RI.PERTANYAAN:Saya seorang Apoteker dan saatini sedang mengurus Surat TandaRegistrasi Apoteker (STRA). Yangakan saya tanyakan: bagaimanasaya harus mengurus STRAtersebut? Padahal saya harusmengurus Surat Ijin Apoteker (SIA)untuk apotik baru. semua menjaditerhenti karena STRA belum sayamiliki. Kalau sudah selesai apakahharus saya ambil sendiri ataudikirimkan ke alamat saya? Mohonjawaban dan terima kasih.Dari seorang ApotekerDi DaerahJAWABAN:Berdasarkan Permenkes No.889/Menkes/Per/V/2011 tentangRegistrasi, Izin Praktik dan IzinKerja Tenaga Kefarmasian, SuratTanda Registrasi Apoteker (STRA)dikeluarkan oleh Komite FarmasiNasional (KFN) yang Sekretariatnyaberada di Ditjen Binfar dan AlkesKemenkes RI.Untuk sementara pendaftaransecara online (www.binfar.depkes.go.id) belum dapat berjalan,sehingga proses registrasimasih dilakukan secara manual.Pengajuan permohonan registrasidapat langsung ke SekretariatDitjen Binfar dan Alkes ataumelalui Unit Layanan Terpadu(ULT) Kementerian Kesehatan RIdi Gedung Prof. Dr. Sujudi Lantai5 (Gedung Baru) KementerianKesehatan RI Jl. H.R. Rasuna SaidBlok X-5 Kav. 4-9 Kuningan JakartaSelatan DKI Jakarta 12950 Telp.(021) 52921480.Untuk informasi STRA yangsudah selesai dapat mengakseswebsite Ditjen Bina Kefarmasiandan Alat Kesehatan Kementerian*Sehubungan dengan tenggatwaktu penerbitan edisi XXXIIdan XXXIII tahun 2011 yangberdekatan waktunya, makapengumuman pemenangquiz MEDIAKOM edisi 32dan 33 tahun 2011 akandiumumkan pada edisiXXXIV/Februari 2012.Demikian,harap maklum*Kesehatan di alamat website: http://www.binfar.depkes.go.id/STRA yang telah selesai akandikirim ke alamat yang bersangkutan,apabila ikut kolektif maka akandikirimkan ke alamat tempat kolektiftersebut. Apabila alamat Anda belumdisampaikan secara lengkap ke DitjenBinfar dan Alkes Kemenkes, mohonagar dapat segera dikirimkan kealamat email: kepeg.binfar2011@gmail.com agar dapat segeradikirimkan, bila sudah selesai.Untuk informasi lebih lanjut dapatmenghubungi Ditjen Binfar Alkes,Bagian Program dan Informasi 021-5201590 ext.1132/8176 atau teleponULT sebagaimana tersebut di atas.
  9. 9. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 9walnya, salingmengenal, kemudiansaling memahami,saling membantu,terus bekerjasamadan tumbuh pemerasaan senasipsepenanggungan menyehatkanrakyat Indonesia. Begitulah idealnyainteraksi seluruh pegawai KementerianKesehatan.Nah kali ini, hadir pejabat baruyang menempati posisi sebagaiWakil Menteri Kesehatan yangakan memperkuat armada untukmembangunan kesehatan rakyatIndonesia. Seperti apakah sosok, latarbelakang pendidikan dan kiprah karirsebelum menjadi Wamenkes? Berikutceritanya.Tepatnya, 19 Oktober 2011Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) melantik Prof. dr. Ali GhufronMukti, MSc., PhD, Wakil MenteriKesehatan RI, di Istana Negara,Jakarta. Sebelumnya Ali Gufron Mukti, sebagai Dekan Fakultas KedokteranUGM, serta Ketua Asoisasi PendidikanKedokteran Indonesia.Pria kelahiran Blitar, 17 Mei 1962ini, setamat dari Fakultas KedokteranUGM tahun 1986, melanjutkanpendidikan ke Mahidol University,Tropical Medicine, The Department ofTropical Hygiene, Bangkok, Thailand,dan mendapat gelar Master of Science(M.Sc) tahun 1991. Pada tahun 2000,gelar Doctor of Philosophy (Ph.D),Faculty of Medicine diperoleh usaimenamatkan pendidikan di Universityof Newcastle, Australia.Sejak 2008, Prof. Ali menjabatsebagai dekan Fakultas KedokteranUGM dan juga Ketua Minat KebijakanPembiayaan dan Manajemen AsuransiKesehatan, Program Studi (S2) IKM,Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.Di dalam negeri, sejumlah jabatandiemban, diantaranya sebagaiKetua Asosiasi Institusi PendidikanKedokteran Indonesia (AIPKI), AnggotaTask Force Pengembangan AsuransiKesehatan di DIY, Anggota Tim PengujiSiapa WakilMenteri Kesehatan?stoppressPAMJAKI dan Anggota Majelis WaliAmanah Jaminan Kesehatan Sosial(Jamkesos) Propinsi DIY.Sementara di dunia Internasional,Prof. Ali Gufron terpilih sebagaiKetua ASEAN One Health UniversityNetwork, anggota/ Member ofInternational Clinical EpidemiologyNetwork (INCLEN-SEA), Core teamfor development of Social HealthInsurance in Asia (GTZ-Germany), dansalah satu pengurus SEAPHEIN (SouthEast Asian Public Health InstitutesNetwork).Telah banyak penelitian, konsultasi,publikasi/jurnal, dan buku teks yangdihasilkannya. Salah satu diantaranyaadalah “Jaminan Kesehatan : KonsepDesentralisasi Terintegrasi (2007),Reformasi Dalam PembiayaanKesehatan dan Prospeknya kedepan(2007), Good Governance dalam SistemPembiayaan Kesehatan (2007), StrategiTerkini Peningkatan Mutu PelayananKesehatan (2007), dan Managed care(2008).§ praA
  10. 10. stoppress10 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 Foto pemenang 1kategori masyarakatumum.asil Jepretan fotoseorang bocah,berwajah polos,memanggul airbersih, dilerengGunung Bromo, Jawa Timur. Ia tampakbersemangat dan gembira, walaumemanggul beban, demi tercukupikebutuhan keluarga akan air bersih.Tampak latar belakang suram, sehinggaekpresi pada objek foto terasa lebihkuat. Fotografer dinilai sangat berhasilmendapatkan sudut pengambilangambar yang pas. Mereka yang berbakatitu yakni Yusuf Wibisono, asal surabaya.Karya foto yang diberi judul “minumuntuk bromo” mendapat juara satulomba foto Hari Kesehatan Nasional(HKN) 2011 Kementerian Kesehatan,kategori masyarakat umum.Sementarauntukkategorijurnalis,juarasatudimenangkanWahyuSetiawan,wartawanKoranTempo.IamengambilobjekmuridSDsedangmendapatsuntikanimunisasi.Ojeknyamenggambarkanaktifitaskesehatandenganekspresibaik,terutamatemanyangberadadibelakang,terlihatsangatmenarikdanunik,termasukobjeksekelilingmendukungkesatuanobjektersebut.Kejuaraan ini, dilakukan melaluiproses penjurian yang ketat denganmenyeleksi 413 foto kandidat kategorimasyarakat umum dan jurnalis. Untukmenyeleksi foto tersebut, Puskom Publikmengundang para juri yang profesionalyakni Oscar Matulloh ( Pakar FotografiIndonesia), Bismo Agung ( KoordinatorFotogafer Majalah Tempo) dan drg.Anitasari ( Klub Fotografi KementerianKesehatan RI ).Disamping memutuskan juara satu,dewan juri juga memutuskan juara duadan tiga. Untuk katagori masyarakatumum secara berurutan dimenangkanArif Wibowo asal Yogyakarta, judulmengukur balita dan Aan NurmaAnnur, asal Papua Barat dengan judulPuskesmas Seremuk 3. Sedangkan untukkategori jurnalis, juara dua dan tigasecara berurutan dimenangkan MamanSukirman, asal Makasar, media SeputarIndonesia dengan judul musim kemaraudan Aditya Noviansyah, asal Jakarta,media Tempo Interaktif berjudul Ayo CuciTangan Pakai Sabun.Foto-foto tersebut, selanjutnyadipamerkan selama satu pekan antara13-18 November di lobi GedungKementerian Kesehatan dr. Adhyatmadan Prof. Sujudi beserta 150 foto karyaterbaik tenaga kesehatan dan partisipasimasyarakat. Pada kesempatan tersebut,Menteri Kesehatan berkenan membukadan memubuhkan tanda tangan padafoto pemenang juara satu minum untukBromo.Adapun foto yang mengikutilomba yakni foto yang belum pernahmenang dilomba-limba sejenis, tidakmenunjukkan perbedaan agama,kesedihan, penyakit mengerikan,kemiskinan dan persepsi negatif lainnya.Selain itu, foto menunjukkan aktifitasprogram Kementerian Kesehatan sesuaitema PHBS untuk keluarga ( kesehatanibu, kesehatan anak dan balita, perilakuhidup bersih dan sehat, dll). Fokusfoto jelas, gambar tidak pecah, ekpresiobjek menarik, sudut pengambilangambar baik, hingga detail objek terlihatjelas. Serta tidak banyak rekayasagambar, seperti perubahan warna danpenghalusan gambar.§ PraHAIR MINUMBROMO
  11. 11. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 11dr. Zamrud (tengahkaus belang) fotobersama setelahsenam pagi setiapjumat di lapanganKemenkes.udah menjadi tradisiakhir tahun, semuaunit Kementeriandan Lembagamenggunakan jurusSKS “ Sistem Kebut Sebulan” mengejartarget penyerapan menjelangdeadline, tutup tahun anggaran. Takterkecuali akhir tahun 2011 ini. Ruangkerja kosong, sebagian besar sedangberaktifitas di luar kantor. Termasukkantin, masjid dan mushalla. Biasanyapenuh sesak pengunjung, tapi diakhirtahun khususnya November, terasalengang.” Sedang banyak yang DL “Dinas Luar”, seloroh seorang temanyang sedang berbincang menanggapisepinya pengunjung masjid untuksholat dzuhur berjamaah.Entah mengapa, tradisi SKS akhirtahun masih terus berulang, walau selalumemperbaiki perencanaan pelaksanaanprogram diawal tahun denganmenyusun RPK “ Rencana PelaksanaanDeadline dan Olah RagaSKegiatan”. Awalnya, pernah membagikegiatan termasuk besaran dana yangakan digunakan dalam 12 bulan. Tapipelaksanaannya, tetap sepi diawal tahundan melonjak diakhir tahun. Kemudian,RPK disusun seperti kurva normal,yakni sepi diawal tahun, padat ditengahtahun dan berkurang diakhir tahun. Apafaktanya, lagi-lagi masih tetap melonjaktajam di akhir tahun. Sampai kapanya....?.. Ya....kapan...kapan....!Untuk tahun 2011, Sesjen sudahmemapatok target penyerapan 60% pada bulan Juni, faktanya jugameleset. Belum sesuai harapan.Kegiatan tetap padat merayab diakhirtahun. Apalagi, tahun ini juga menjadimomentum untuk langkah awalmeraih laporan keuangan denganopini wajar tanpa pengecualian WTP2012. Selain harus mencapai targetpenyerapan, juga harus benar laporankeuangannya, bahkan juga harustercapai sasaran pembangunannya.Nah, ditengah yang serba deadline,tenaga kesehatan tidak bolehlengah menjaga dan memeliharakebugaran dan kesehatan fisiknya.Hal itu yang dilakukan dr. ZamrudEwita, Sp.PK, MM, Direktur BinaPelayanan Penunjang Medik danSarana Kesehatan Kemenkes. Ia seringmenyempatkan senam bersamastaf Kemenkes untuk memeliharakebugaran. “Apalagi umurku sudahsetengah abad” ujarnya.Bu Jambe, begitu mbak Juned(instruktur senan) memanggil dokterZamrud yang mahir bergoyang caca-caca itu juga mengajak Staft DirektoratBina Pelayanan Penunjang Medikdan Sarkes untuk turut bersenam riabersama. Hal ini dilakukan agar tetapsegar dan bugar dalam mengejardeadline akhir tahun. “Jangan sampaigara-gara mengejar penyerapan, lupamenjaga kesehatan, akhirnya jatuhsakit”, tambah dr. Zamrud.§ Pra
  12. 12. stoppress12 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 llahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar....Kumandang takbirterus berulang,selama Hari Raya Idhul Adha danHari Tasrik 2011/1432 H yang lalu.Momentum yang baik ini juga menjaditempat yang baik untuk berinteraksisosial bagi para dermawan untukberbagi kepada sesama, khususnyakepada para fuqoro wal masakin( fakir-miskin). Tak ketinggalanMenteri Kesehatan dr. Endang RahayuSedyaningsih, MPH, DR.PH jugamenyempatkan diri untuk sholat IdhulAdha Bersama karyawan/ karyawatiKementerian Kesehatan.“Setiap manusia yang berimanharus mampu memetik hikmah dariperistiwa Idhul Qurban. Ia menjadipribadi yang ikhlas dalam bekerjadan beramal. Semata-mata hanyamengharap ridho Allah SWT. Bukanuntuk mencari pujian siapapun,termasuk pujian dari manusia. Sebab,segala puji itu hanya milik Allahsemata”.Hal itu disampaikan Menkes dalamsambutannya menjelang penyerahansecara simbolis hewan qurban berupaseekor sapi kepada tim potong untukdisembelih, 6 Oktober 2011.“Dalam melaksanakan pekerjaanbanyak sekali hal-hal yang harus kitakorbankan seperti misalnya waktudengan keluarga, tenaga, pikiran dansebagainya yang kadang jika dilihatdari imbalan materialnya tidak sesuai.Akan tetapi saya mengajak semuakaryawan untuk melaksanakan tugasdengan tulus ikhlas dan semata matapercaya bahwa kita akan mendapatkanbalasan sesuai dengan apa yangkita butuhkan dan bukan apa yg kitaminta”, ajak Menkes.Selain itu Menkes juga berpesansupaya kalau membagikan dagingqurban jangan pakai plastik tapipakai daun. Tahun depan diharapkanAIdhul AdhaBersama Menkes
  13. 13. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 13menyiapkan daun sehingga pembagiantidak pakai plastik tapi pakai daun.Tak lupa Menkes mengingatkanagar pembagian daging qurbandilaksanakan dengan seadil mungkin.Ustd Drs. H. Budiman Sinaga, MAdalam khutbahnya menjelaskan,bahwa Idhul Qurban mengingatkankepada dua kisah manusia agungyakni Nabi Ibrahim dan Ismail. Merekatelah rela berkorban untuk kebaikanmanusia, tak mengharap balas.Semua dilakukan semata-mata hanyamengharap ridho Allah, SWT.Kesempatan Idhul Qurban tersebut,panitia berhasil menghimpun hewanqurban 10 ekor sapi dan 4 ekorkambing. Hewan qurban berasaldari Keluarga Menteri Kesehatan 1ekor sapi dan sisanya berasal darikaryawan / karyawati KementerianKesehatan. Hewan Qurban kemudiandidistribusikan kepada yang berhakmenerima dalam 1200 kemasan.§Pra
  14. 14. stoppress14 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 eluruh jemaah hajiwajib melaksanakanwukuf di Arofah,termasuk jemaahyang sakit berat.Sampai tanggal 4 November pukul11.30 WAS, jumlah calon jamaah yangakan disafariwukufkan sebanyak 92pasien. Mereka terdiri dari 45 pasienberbaring dan 47 pasien duduk.Sementara yang diusulkan untukdibadalhajikan sebanyak 104 orang,berasal dari RSAS Mekah (41 orang),RSAS Madinah (2 orang), RSAS Jeddah(2 orang) dan BPHI (59 orang).Mulai tanggal itu, seluruh jemaahhaji di Arab Saudi sudah di Mekah danmulai bergerak menuju padang Arafahuntuk melaksanakan Wukuf. Jamaahdiangkut dengan menggunakan bus-bus menuju maktab-maktab. Telahdisiapkan 72 maktab untuk jamaahhaji Indonesia.Untuk membantu meningkatkankekhusukan selama menunaikanibadah haji, Kementerian Kesehatantetap membuka pelayanan kesehatanselama kegiatan Wukuf tersebut.BPHI Mina I menyediakan 40 tempattidur (TT) perawatan. Sementara BPHIMina II menyiapkan 32 TT untukmelayani para jamaah yang mengalamigangguan kesehatan. Di samping itu,BPHI Mekah tetap buka sebagaimanabiasa. Depo obat disiapkan di Mina I,Mina II, Sektor I dan Sektor II untukmendukung perbekalan obat selamaArmina. Untuk menyiagakan tenagakesehatan, tanggal 3 November2011 malam dilakukan malammuhasabah (perenungan) yangdipimpin Dirjen Bina Upaya Kesehatandr. Supriyantoro, SpP, MARS. Acaraperenungan dihadiri petugas Sektor diMekah dan BPHI Mekah.“Utamakan tugas pelayanankesehatan kepada para jamaahsehingga jamaah dapat beribadahdengan tenang karena didampingi olehtenaga kesehatan,” ujar Supriyantorokepada para petugas.Dirjen meminta petugas kesehatanuntuk membantu keabsahan ibadahdengan melaksanakan Safari Wukufbagi pasien yang sedang sakit, bekerjasama dengan petugas KementerianAgama.Untuk memantau pergerakan dankondisi para jamaah, Kemenkes telahmenempatkan tenaga kesehatan disekitar maktab jamaah haji Indonesia.Dengan demikian diharapkan, parajamaah dapat lebih tenang dankhusyuk dalam menjalankan wajibrukun haji.§ Pra, DesyPELAYANAN KESEHATANHAJI BAGI SAFARI WUKUFS
  15. 15. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 15enteri Kesehatan,dr. Endang RahayuSedyaningsih, MPH,Dr. Ph melakukanPemancangan TiangPertama Pembangunan Rumah SakitPusat Otak Nasional (National BrainCentre Hospital), 1 November 2011, diJakarta.Dalam sambutannya Menkesmengatakan, Kementerian Kesehatanmembangun RS Pusat Otak Nasional iniuntuk menanggulangi permasalahanotak dan saraf (neurologi). Masalahotak dan saraf dapat menjadi masalahkesehatan nasional yang seriusMENKES RESMIKANRUMAH SAKIT PUSATOTAK NASIONALMdan berdampak banyak. Saat ini diIndonesia belum ada Pusat penangananotak dan saraf tersendiri, terpadu dankomprehensif berbasiskan pada bukti(evidence base medicine) dan mampubersaing secara global.Menkes mengatakan, denganbertambahnya usia harapan hidupdi Indonesia, akan timbul masalahbaru yaitu proses penuaan otakdan jaringan saraf. Hal ini akanmenjadi masalah nasional jika tidakdiantisipasi. Belakangan, masalahkesehatan otak dan saraf di Indonesiasemakin kompleks dengan jumlahkasus yang semakin meningkat.Berdasarkan pada Riset KesehatanDasar (Riskesdas) 2007, strokemerupakan penyebab kematian dankecacatan utama di hampir seluruhRS di Indonesia yaitu sebesar 15.4%.Angka kejadian stroke meningkat daritahun ke tahun. Demikian pula denganpenyakit neuro-degeneratif danmetabolik seperti demensia, gangguanfungsi eksekutif, keseimbangan,koordinasi, rasa tidak nyamanfungsi sensorik pada ektrimitasmemperlihatkan tren peningkatan.Masalah otak dan saraf yang cukupmemprihatinkan adalah semakintingginya angka kejadian traumakepala dan tulang belakang akibatkecelakaan lalu lintas. Prevalensicidera kepala dan tulang belakangmencapai 7,5% dari total populasi.Masalah neurologi lain adalahterjadinya peningkatan kasus neuro-infeksi pada otak dan persarafannya.Menkes mencontohkan meningitis/meningoensefalitis tuberculosis,bakteri non spesifik, jamur dan jugameningkatnya kejadian ODHA (orangMenkes kunjungilokasi bangunanRS Pusat OtakNasional.
  16. 16. stoppress16 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 dengan HIV/AIDS) dengan manifestasiawal dan lanjut pada otak dan saraf.Tumor otak dan medula spinalis jugamenunjukkan kecenderungan yangmeningkat. Jumlah kasus penderitakejang dan epilepsi yang tinggi denganfenomena gunung es sebagai akibatstigma dalam masyarakat. Selain itumasih tingginya angka kecacatan padaanak baru lahir atau gangguan padaperkembangan fungsi otak dan saraf,tambah Menkes.Salah satu aspek yang akandilayani RS Pusat Otak Nasionalyakni pelaksanaan brain check upyang komprehensif. Brain checkup bisa menjadi salah satu standarpemeriksaan kesehatan sehat, kataMenkes.Menkes berharap, secara substansikualitas RS Pusat Otak Nasional akanberdiri sebagai Center of Excellent.Di dalam RS ini terdapat AdvanceClinical; Restoration & Rehabilitation;Education & Training; Basic Clinical& Comprehensive Research; ProductDevelopment; dan Community PolicyDevelopment.“Konsep tersebut diharapkanmenyatu dalam proses pelayanan,pendidikan dan penelitian yangmenjadi misi utama RS Pusat OtakNasional, sehingga bisa bersaing ditingkat global”, ujar Menkes.Beberapa program pelayananunggulan di RS ini meliputi Pusatpelayanan stroke terpadu; Pusatpelayanan brain check up terpadu;Pusat pelayanan Trauma Serebro SpinalTerpadu; Pusat pelayanan gangguanmemori dan neurobehavior terpadu;Pusat pelayanan infeksi SSP dan HIVterpadu; Pusat pelayanan epilepsiterpadu; Pusat pelayanan neuroonkologi terpadu; dan Penelitianneuroscience (Basic dan Clinical) dipelayanan unggulan terpadu.Menkes berharap, RS PusatOtak Nasional dapat menjadiinspirator bagi pihak swasta untukmembangun fasilitas serupa di wilayahlain, mengingat masih besarnyapotensi pasar yang ada yang tidakakan sanggup hanya ditanggungoleh pemerintah. Selain itu RS inidiharapkan mampu membangunjejaring kerjasama dengan semuapihak baik di dalam maupun di luarnegeri dalam rangka meningkatkankualitas pelayanan kesehatan otak dansaraf di Indonesia.Dalam kesempatan tersebutMenkes berterima kasih kepadaKementerian Keuangan RI yang telahmemberikan sebidang tanah seluas ±1.2 ha kepada Kementerian Kesehatansebagai tempat berdirinya RS PusatOtak Nasional dan juga memberikanpersetujuan kontrak tahun jamak(multi years) untuk pembangunanrumah sakit. Ucapan terima kasih jugadisampaikan kepada Kepala BadanNarkotika Nasional beserta seluruhjajarannya yang telah membantuKementerian Kesehatan RI dalampengosongan lahan.§ Pra, Desy
  17. 17. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 17enkes menyatakan, terdapat duatantangan utama dalam penggunaanobat tradisional di Indonesia. Pertama,konsumen cenderung menganggap bahwaobat tradisional (herbal) selalu aman.Kedua, mengenai izin praktek pengobatan tradisional dankualifikasi praktisi kesehatan tradional.Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. EndangRahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat membuka ”the 3rdConference on Traditional Medicine in ASEAN Countries” diSurakarta, Senin (31/10). Turut hadir dalam acara tersebut,Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Dr.dr. Trihono, M.Sc; Executive Director ASEAN Foundation;Director International Cooperation Nippon Foundation;perwakilan WHO; dan sejumlah peserta konferensiyang berasal dari 10 negara ASEAN, 31 Oktober 2011 diSurakarta.“Berdasarkan Survei Global WHO (1994), tantanganyang dihadapi dalam pemanfaatan obat tradisional, yaitukurangnya data penelitian, kurangnya mekanisme kontrolyang tepat, kurangnya pendidikan dan pelatihan, dankurangnya keahlian. Hal serupa ditemukan di wilayahSEARO, sebuah survei kebijakan nasional tentang obattradisional dan regulasi jamu (2005) mengungkapkanbahwa belum semua negara SEARO memiliki kebijakan yangberkaitan dengan obat tradisional”, jelas Menkes.Pada Deklarasi Alma Ata (1978) dunia telah berkomitmenTANTANGANPENGOBATANTRADISIONALMEtalase obat tradisionaldi poliklinik jamuTawangmangu
  18. 18. stoppress18 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 bahwa obat tradisional harusdikembangkan secara signifikan.Negara anggota ASEAN juga menyadaripentingnya mengintegrasikanpengobatan tradisional ke dalamsistem kesehatan nasional, terutamadalam pelayanan kesehatan primer,dengan memanfaatkan obattradisional.Dalam hal pelayanan kesehatan,obat tradisional dapat menjadi bagianpenting dari sistem kesehatan dinegara manapun di dunia, termasuk dinegara-negara ASEAN. Obat tradisionalyang sering lebih diterima secarabudaya oleh masyarakat dibandingkandengan obat konvensional.“Di beberapa negara Asia danAfrika, sekitar 80% pendudukbergantung pada obat tradisionaluntuk perawatan kesehatan primer.Karena itu, pemberian obat tradisionalyang aman dan efektif dapat menjadialat penting untuk meningkatkanakses ke perawatan kesehatan secarakeseluruhan”, ujar Menkes.Dalam sambutannya Menkesmemaparkan, berdasarkan datahasil riset kesehatan dasar 2010,hampir setengah (49,53%) pendudukIndonesia berusia 15 tahun ke atas,mengonsumsi jamu. Sekitar limapersen (4,36%) mengkonsumsijamu setiap hari, sedangkan sisanya(45,17%) mengkonsumsi jamu sesekali.Proporsi jenis jamu yang banyak dipilihuntuk dikonsumsi adalah jamu cair(55,16%); bubuk (43,99%); dan jamuseduh (20,43%). Sedangkan proporsiterkecil adalah jamu yang dikemassecara modern dalam bentuk kapsul/pil/tablet (11,58%).“Seperti yang kita ketahui, dalamsistem pelayanan kesehatan moderndidukung oleh pengetahuan yang jelasdan metodologi penelitian, sementarapelayanan kesehatan tradisionalseringkali kurang didukung oleh datapenelitian ilmiah”, ujar Menkes.Menurut Menkes, ada tujuh langkahuntuk mengintegrasikan pengobatantradisional ke dalam sistem pelayanankesehatan, yaitu Perumusan strategiuntuk integrasi; Menetapkan regulasiuntuk integrasi; Menetapkan standarlayanan dan kompetensi; Pelatihandan pendidikan untuk konvensionalprovider dan praktisi traditionalmedicine; Pengintegrasian pengobatantradisional/alternatif ke dalam sistemkesehatan (formal); Membangunkemitraan dan jaringan dengan negara-negara lain untuk bertukar informasidan pengalaman; dan Melakukanpenelitian dan pengembangan untukpembuktian secara ilmiah.Pemerintah Indonesia berkomitmenkuat dalam mengembangkan obattradisional, khususnya jamu buatanIndonesia. Sehubungan dengan upayauntuk mengintegrasikan pengobatantradisional ke dalam sistem kesehatannasional, sejumlah kerangka regulasitelah diterbitkan, mulai dari tingkatUndang-undang, hingga KeputusanMenteri Kesehatan. Kebijakan tersebutmeliputi: mandat pemerintah untukmengatur obat tradisional; pengaturanpraktisi pengobatan tradisional;pengaturan praktik pengobatanalternatif; dan pengembangan jamuberbasis ilmiah (saintifikasi jamu).“Berdasarkan proses, klaimkeberhasilan, dan tingkat bukti, jamuIndonesia dikategorikan menjadi tiga,yaitu jamu, obat herbal terstandar, danphytomedicine”, jelas Menkes.Program saintikasi jamudikembangkan agar jamu dapatdipromosikan oleh profesional medisdalam kesehatan formal. Program inibertujuan untuk memberikan dasarilmiah pemanfaatan jamu di pelayanankesehatan; membangun jaringan,dokter dapat bertindak sebagaipenyedia jamu dan peneliti (dualsystem); mendorong penyediaan jamuyang aman, efektif, dan berkualitasuntuk pemanfaatan di pelayanankesehatan.Jamu secara luas digunakan olehmasyarakat di Indonesia, Negaradengan jumlah penduduk yang besardan juga memiliki kekayaan, berupakeragaman jenis tanaman obat.Dari sekitar 30.000 spesies tanamanyang ada di Indonesia, 7.000 spesiesmerupakan tanaman obat dan 4500spesies diantaranya berasal daripulau Jawa.Selain itu, terdapat sekitar280.000 orang praktisi pengobatantradisional di Indonesia.§ praDalam hal pelayanankesehatan, obattradisional dapatmenjadi bagian pentingdari sistem kesehatandi negara manapundi dunia, termasuk dinegara-negara ASEAN.
  19. 19. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 19ekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)Ban Ki-moon, Kamis (17/11) siang sekitar pukul12.20 WIB, tiba di Palangkaraya, Kalimantan Tengahbersama istrinya, Ban Soon-taek. Kunjungan iniadalah rangkaian kunjungannya ke Indonesia, untukmenghadiri KTT Asean di Bali, 18 November 2011.Salah satu tempat yang dikunjungi Sekjend PBB di Palangkaraya,adalah Puskesmas Menteng. Puskesmas yang pada tahun 2010 lalu,mendapat penghargaan Citra Layanan Prima, dari Presiden RI, SBY.Di Puskesmas Menteng, Ban Ki Moon fokus pada penangananMalaria di Palangkaraya, dan Kesehatan Ibu dan Anak.Secara simbolis Ki Moon memberikan kelambu insektisida kepadamasyarakat, sebagai upaya mencegah malaria. Ki Moon berharap, agarIndonesia bisa bebas Malaria pada tahun 2015. Pada kesehatan anak, Sekjend PBB menekankan pentingnyaimunisasi, agar anak-anak terhindar dari penyakit. Ki Moon besertaistrinya, menyempatkan diri untuk memberikan imunisasi polio, kepadaSekjend PBB KunjungiPuskesmas Menteng,PalangkarayaSBan Ki-Moon diPuskesmas Menteng
  20. 20. stoppress20 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 3 balita.Sedangkan pada kesehatan ibu, Ki Moon fokuspada penurunan AKI, khususnya saat persalinan.“Kesehatan ibu sangat penting artinya untukkesehatan komunitas. Saya sangat menghargaiupaya Pemerintah, dalam meningkatkan kesehatanibu” kata Ban Ki Moon di depan para ibu yangtengah mengikuti kelas ibu hamil di PuskesmasMenteng.Sektor kesehatan menjadi fokus perhatian BanKi Moon dalam kunjungannya ke Indonesia, untukmenyoroti komitmen Pemerintah Indonesia, dalammencapai Millenium Development Goals (MDGs),bidang kesehatan.Selain Puskesmas Menteng, Sekjend PBB,didampingi Kepala Unit Kerja Presiden BidangPengawasan dan Pengendalian PembangunanKuntoro Mangkusubroto, Gubernur Kalteng TerasNarang, dan Dirjen Bina Gizi dan KIA Kemenkes,Slamet Yuwono, dan pejabat terkait, meresmikankantor koordinasi PBB untuk Program PenguranganEmisi Dari Deforestasi dan Degradasi Hutan(REDD+) atau Unorchid.Kantor tersebut didirikan untuk mendukungpenerapan REDD+ di Kalteng.Dari Kalteng, Ban Ki Moon akan melanjutkanperjalanan ke Bali, untuk menghadiri KTT ASEAN,dan dijadwalkan bertemu dengan Menkes.Sekjen PBB foto bersama jajaranKementerian Kesehatan
  21. 21. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 21i Indonesia,setiap 7 orangyang meninggaldi Indonesia, 1diantaranya karenastroke. Setiap 1000 orang, 8 orangdiantaranya terkena stroke. Strokemerupakan penyebab utama kematianpada semua umur, dengan proporsi15,4%. Tidak perlu panik, karenastroke dapat dicegah dan diobati.Penderita stroke dapat memperolehkembali kualitas hidup mereka denganperawatan jangka panjang yang tepatdan dukungan dari keluarga danlingkungan.Stroke merupakan masalahkesehatan dan perlu mendapatperhatian khusus. Strokemengakibatkan penderitaan padapenderitanya, beban sosial ekonomibagi keluarga-penderita, masyarakat,dan negara. Stroke dapat menyerangsiapa saja dan kapan saja, tanpamemandang usia.Hal ini disampaikan Menkes padaPeringatan Hari Stroke Sedunia, didepan Bundaran Hotel Indonesia, 29Oktober 2011, di Jakarta.Menkes menghimbau, untukmemperkuat upaya pengendaliandan mengurangi beban akibat stroke,masyarakat perlu mengetahui faktorrisiko pribadi masing – masing sepertitekanan darah tinggi, diabetes dankolesterol darah yang tinggi. Untukitu, masyarakat perlu melakukanaktifitas fisik secara aktif dan olahragasecara teratur, menghindari obesitasdengan menjaga pola makan sehatdan seimbang, tidak mengonsumsialkohol, menghindari asap rokok. Jikamerokok segera mencari bantuanuntuk berhenti merokok, mengenalitanda-tanda peringatan dari strokeserta mengetahui bagaimana tindakanyang harus dilakukan.Direncanakan, tahun depan (2012)Kemkes akan melakukan kampanyebesar pengendalian penyakit tidakmenular, di antaranya pencegahanstroke. Salah satu bentuk kampanyaadalah dengan membuat MOU denganberbagai perusahaan taksi di Jakartadan kota besar. Dengan MoU ini, akandilakukan pelatihan bagi pengendarataksi untuk mengenali tanda-tandastroke dan mengetahui kemana pasienitu harus dibawa, terang Menkes.Menkes berharap kerjasamaYastroki dan Kemkes dalammengembangkan petunjuk praktisuntuk masyarakat berupa buku saku,atau dalam bentuk media lainnyaseperti Ikatan Layanan Masyarakattentang gejala stroke dan caramengendalikan faktor resiko, caramengatasi kegawat daruratannya, dankemudian kemana akan membawapasien stroke.Pada acara tersebut, kurang lebih200 orang dari berbagai institusi turutdalam acara ini, termasuk penderitastroke. Acara ini diselenggarakanoleh Departemen Neurologi FakultasKedokteran Universitas Indonesia.Turut hadir dalam acara tersebut,Menteri Pembangunan DaerahTertinggal Dr. Santi Anisa Hemi Faisal,Ketua IDI, Ketua Umum PerhimpunanDokter Spesialis Saraf Indinesia(Perdossi) Jaya, dan Ketua Umumyayasan Stroke Indonesia (Yastroki).§PraDI INDONESIA7 ORANG MENINGGAL 1AKIBAT STROKED
  22. 22. stoppress22 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 erpustakaan KementerianKesehatan ikutberpartisipasi pada 31stIndonesia Book Fair (IBF)2011, dengan tema “Bookis Inspiring “ yang diselenggarakan olehIkatan Penerbit Indonesia (IKAPI), di IstoraSenayan, Jakarta mulai tgl 24 Nopember sd4 Desember 2011. Peserta pameran terdiridari penerbit anggota dan non anggotaIkapi, Toko Buku, Distributor, media massa,Perpustakaan dan Bank.Pameran buku ini telah menjalinkerjasama dengan Perpustkaan nasionaldan Perpustkaan Daerah. Kerjasama inidiharapkan dapat menjadi sarana tukarmenukar informasi antara perpustakaandenganpenerbit, sehingga penerbit akanlebih mudah mengetahui buku-bukuyang dibutuhkan perpustakaan. Dengandemikian akan terjalin sinergitas yangharmonis antara penerbit dan perpustkaan.Pameran dibuka oleh Wakil PresidenBoediono pada tgl 25 Nopember 2011.Boediono mengatakan, peran buku bagiperadaban sangat penting. Komunikasiawal manusia melalui isyarat, lalu lisanatau lewat suara dan kemudian menjadibahasa yang bisa dibakukan dalam waktulama. Kemudian mulai ada bahasa tertulis.Sebelum ditemukan teknologi cetak,manusia mengabadikan pesan-pesanmelalui tulisan di gua, di batu dan daunlontar.Pada kesempatan tersebut ditegaskanpula bahwa pemerintah mendukung upayamemajukan perbukuan.Perpustakaan Kemkes mengikuti IBR iniuntuk yang kedua kalinya, dan merupakansalah satu peserta untuk katagori LibraryExibition, dengan peserta antara lainBadan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKIJakarta, Prop Jawa Tengah, PerpustakaanMahkamah Konstitusi, PerpustakaanNasional RI, dan Perpustakaan Kab BiakNumfor Papua.Pada acara pembukaan IBR 2011,wakil Presiden Boediono berkesempatanmengunjungi Stand Perpustkaan Kemkes.§DyahPAMERAN PERPUSTAKAAN KEMENKESPWapres kunjungipameran perpustakaanKemenkes.
  23. 23. KOLOMNo.33/DESEMBER/2011 Mediakom 23Rencana pertemuan tigahari, bertempat di luarkota dengan sederetagenda, terlampir jelasdalam undangan. Begitudatang, peserta mengisi daftar hadirtiga hari. Setelah semua pesertahadir, pimpinan membuka secararesmi dan disambut tepuk tanganpeserta. Acara seremonial selesai,kemudian dilanjutkan paparan kontenpertemuan oleh narasumber yangtelah ditetapkan. Diskusi, tanya jawab,kemudian menghasilkan setumpukdokumen hasil pertemuan dankesepakatan rencana tindak lanjut,sebagai laporan.Karena semua target pertemuantelah terpenuhi, walau baru dua hari.Agar tidak membuang waktu tanpaagenda yang jelas, kegiatan ditutuppada hari kedua. Peserta mendapatuang harian tiga hari sesuai absensi.Mengapa tiga hari ?, alasannya,semua sudah dipertanggung jawabkanselama tiga hari. Kalau uang hariandiberikan dua hari akan menyulitkanpanitia menyusun laporan. Sebab,mulai dari undangan, sewa tempat,pesan akomodasi, daftar hadir dansemua unsur pendukung sudah diaturselama tiga hari sesuai dengan paguanggaran.Mengapa pertemuan sepertiini dapat terjadi ?. Mari kita runutsatu persatu dari perencanaan,pelaksanaan dan penyerapan.Menyusun perencanaan, suatu prosespanjang yang sudah rutin dikerjakan.Secara umum, para perencanamenggunakan standar biaya umum(SBU) uang harian Rp 300.000,-/ hari.Besaran rupiah ini cukup menarikuntuk menyusun perencanaanpertemuan tiga hari atau lebih, walaurealisasinya cukup hanya dua hari.Khusus pelaksanaan pertemuanumumnya panitia cenderungmengikuti dokumen perencanaan,seperti Rencana Kegiatan AnggaranKementerian / Lembaga ( RKAKL).Kecenderungan ini terjadi, karenaalasan penyesuaian dan sekaliguspenyerapan anggaran. Sebab,“penyerapan” selalu menjadi salah satuindikator keberhasilan pembangunankesehatan. Semakin besar institusimenyerap anggaran, semakin baikpenilaian, begitulah faktanya.Dalam kasus ini, perlu jugamencerna penyataan Dahlan Iskansesaat ditunjuk Presiden menjadiMenteri BUMN diantaranya “akanmengurangi 50 persen pertemuan”.Intinya, penghematan biaya, waktudan tenaga. Sementara ada unit yangmempunyai agenda pertemuan lebih52 kali setiap tahun. Rata-rata lamapertemuan 3-4 hari. Artinya, setiappekan akan ada satu kali pertemuan.Belum lagi undangan pertemuan dariunit lain yang juga harus dihadiri. Pastimenjadi sangat sibuk, staf terbagihabis menghadiri pertemuan. Betul,dengan menghadiri pertemuan akanmendapat uang harian. Tapi apakahmengadakan pertemuan hanyabertujuan uang harian? Tentu akanlebih bijak, jika pertemuan untukmenyelesaikan masalah, disampingdapat uang harian.Jika untuk mendapatkan uangharus dengan pertemuan, dapatdipastikan sibuk dengan pertemuan.Hasil pertemuan hanya setumpukdokumen laporan. Pertanyaannya,seberapa penting dokumen itu untukmasyarakat ? Karena banyak informasiyang dibutuhkan masyarakat tidakada dokumennya. Hal ini terjadiketika diberlakukan UU KeterbukaanInformasi Publik, Badan publikkesulitan memberikan informasi,karena belum mendokumentasikaninformasi dengan baik. Lalu, dokumenapa yang menumpuk itu ?Mulai tahun 2012, pemerintahmenetapkan SBU uang harian dengankisaran sebesar Rp 100.000,-.Penetapan ini diperkirakan akanmendorong penyusunan perencanaanpertemuan lebih singkat, tidak inginberlama-lama, karena uang hariannyakecil. Dengan harapan, kedepanpertemuan menjadi lebih efektif danefisien. Pertemuan diselenggarakankarena memang membutuhkanpertemuan, bukan pertemuan sekedaruntuk mendapatkan uang. Tapi apapunaturannya untuk sebuah kebaikan, takselalu sesuai harapan. Sebab semuaitu kembali kepada individu dankomunitas. Adakah komitmen untukmemperbaiki ?PrawitoKOMITMEN MEMPERBAIKI
  24. 24. MEDIA UTAMA24 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 MEDIA UTAMAMas kapan datang danpulangya, silahkanmengisi absen sesuaidengan tiket. begitupetugas menyapa didepan pintu masuk ruang pertemuan.Oh ya..saya, baru datang selasapagi dan rencana pulang kamis pagilangsung kantor, jawab Aan pesertapertemuan. Kalau begitu silahkanmengisi absen selasa, rabu dan kamis,kata petugas. Akhirnya Aan mengisiabsen sesuai perintah tanpa banyaktanya. Sekarang harus real mas, sesuaikehadiran, kata petugas melanjutkan.MembangunKomitmen danIntegritasAan tersenyum menyambut gembirapenjelasan itu. Hal ini disampaikanpetugas pertemuan koordinasipercepatan meraih opini wajar tanpapengecualian (WTP) Kemenkes,Surabaya, 15 November 2011.Mendengar penjelasan itu, dalamhati ia berkata, wah ini aturan lama,tapi baru. Baru dalam implementasinya.Aturan seperti ini memang sudahwaktunya direalisasikan untuksemua pihak. Selain patuh aturan,juga mencerahkan. Semoga tetapterlaksana pada pertemuan-pertemuanberikutnya, ujar Aan.Pertemuan yang diselenggarakanBiro Perencanaan dan Anggaran ini,menghadirkan seluruh penanggungjawab untuk meraih opini WTPKemenkes 2012. Masing-masingSekretaris Jenderal Unit Utamamemaparkan capaian kegiatan yangtelah dilaksanakan.Dalam paparan tersebut terlihatjelas, terdapat 14 strategi dan 64kegiatan yang harus dilaksanakanKementerian Kesehatan hingga akhirtahun 2012. “Apabila seluruh setrategidan kegiatan dilakasanakan denganbaik, optimis opini WTP 2012 dapat diraih” kata Kepala Biro Keuangan danBMN, Achmad Djohari, SKM,MM.Menurut Kepala Biro Keuangan danBMN, untuk melaksanakan strategi dankegiatan, semua pihak harus realistis,riel. Tak boleh ada manipulasi dankebohongan dalam penyelenggaraankegiatan. Mulai dari jumlah hari, hargatiket dan jenis pengeluaran lain yangdigunakan. Sudah tidak zamannya lagimembeli tiket palsu ( bodong) untukpertanggung jawaban. “Semua harusriel”, ujar Djohari.
  25. 25. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 25Komitmen dan IntegritasDalam paparanya, Djoharimenjelaskan dari seluruh strategi,yang paling pertama dan utamayakni membangun komitmen danintegritas. Bagaimana caranya ?Secara normatif dan bertahap yakni:membentuk satuan tugas (Satgas)WTP Kementerian, dilanjutkan Satgasdisetiap unit utama. Proses ini semuaunit utama telah melakukan.Fase berikutnya, penandatanganfakta komitmen WTP eselon 1dilanjutkan tingkat eselon dibawahnya. Semua proses ini sudahselesai. Membuat PIN, standingbanner, dan bahan komunikasi,informasi dan eduskasi yang terkaitdengan meraih WTP. Menyusunkode etik pengelola dan pelaksanakeuangan. Menggelorakan “WTPminded” dalam setiap pertemuan,serta menggalakan perjalanan dinassesuai ketentuan melalui berbagaipertemuan dan koordinasi.Menurut Kabiro Keuangan danBMN, membangun komitmen danIntergritas, tidak cukup hanya denganmelakukan langkah-langkah kegiatandiatas. Sebab, setelah seluruh langkahmembangun komitmen dan intergritasdiselesaikan, tidak otomatis seluruhkomponen pegawai komitmen danberintegritas. Contoh: belum semuapeserta daerah yang menghadiripertemuan di Jakarta menggunakantiket riel. “Jadi membangun komitmendan integritas, tak semudahmembalikkan tangan, tapi memerlukanwaktu dan proses”. ujar Djohari.Penguatan SDMDalam membangun komitmen danintegritas, memerlukan penguatankapasitas SDM. Penguatan tersebuttelah dilakukan pemetaan tenagaberlatar belakang ekonomi,menyertakan pelatihan percepatanakuntabilitas keuangan pemerintahselama tiga minggu. Pelatihanbendahara pengeluaran danpenerimaan, tercatat sudah 104orang. Mengikutkan In-house trainingkerjasama dengan KementerianKeuangan (BAS, Akun Bansos,Klasifikasi Anggaran, Jasa Giro danSaldo Kas Jamkesmas, BMN dekondan Tugas Perbantuan, Tindak LanjutLaporan Hasil Pemeriksaan LKPP,Kualitas Piutang dan SIMAK-BMN.Disamping itu juga mengadakanpelatihan system pengadaan barangsecara elektronik (SPSE) bagi penyedia.Pelatihan pengadaan barang / jasasekaligus ujian sertifikasi, hingga4 November 2011, sudah dilatih230 orang, lulus 61 orang. Rencanapelatihan akan berlangsung hinggaakhir November 2011. Selain itu jugamengadakan workshop PengadaanBarang/jasa dalam persfektifPersaingan Usaha yang Sehat dalamPengadaan Barang/ Jasa olehKPPU, Penyusunan HPS, DokumenPengadaan, Evaluasi Kontrak olehLKPP.Jalan yang benarDengan setiap unit melakukan 14strategi dan langkah untuk meraihWTP 2012, telah menunjukkanarah yang benar. Pertemuan 14-17 November 2011, dalam rangkamempercepat proses penyerapan.Menkes dan pejabateselon 1 siapmelaksanakan WTP.
  26. 26. MEDIA UTAMA26 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 Apalagi setelah melihat hasil paparanpenyerapan yang masih rendah,mengakibatkan semua peserta dariunit utama bersemangat untukmencapainya.Untuk mendukung jalan yangbenar tersebut perlu meningkatkanpeningkatan spiritual dan keagamaan.Misal; unit Pengendalian Penyakit danPenyehatan Lingkungan, mengadakanshalat berjamaah dengan imameselon dua bergantian. Selanjutnyadiselenggarakan kultum, untuk salingmengingatkan. Karena opini WTP,bukan hanya hasil kerja peroranganatau unit tetentu, tapi harus menjadikomitmen semua orang dan institusiunit utama.Untuk di tingkat Kementeriansudah membuat satuan tugas (satgas)WTP, yang memonitor satker setiapbulannya. Contohnya, teman-temansaya di Itjen turun ke lapangan setiapminggu ketiga untuk mengecek kesetiap satuan kerja, apakah satuankerja selaku KPA menunaikankewajiban sebagai penanggung jawabakuntansi, bukan sebagai penanggungjawab program.Kapuskom publik sebagaipenanggung jawab program ya silakansaja, tetapi dia juga mempunyaikewajiban sebagai kepala akuntansiunit . Dia harus mengecek keuangan,apakah bendahara melakukanpembukuan dengan baik dan benar,transaksi dengan baik dan benar dantelah melakukan semacamnya, apayang disebut dalam bahasa keuanganitu adalah rekonsiliasi.Apa itu rekonsiliasi?Menurut Itjen, bila anda punyauang 10 ribu membeli kaca mata.Maka uangnya dicatat di bendaharakeuangan, kemudian barang dicatatdi bendahara barang. Dan harus jelas,antara uang yang dikeluarkan denganbarang yang diterima. Ada atau tidak,bila tidak ada, maka kepala satuankerja selaku KPA harus bicara kenapahal itu belum dilaksanakan? Kenapauang sudah keluar, tetapi belummencatat di bendahara barang.Atau misalnya, terkait tiket, koktiketnya kurang, tetapi uangnya sudahkeluar. Jadi, KPA harus bisa melihat halitu, bahwa bendahara tidak bekerjasendiri dan dia selalu diawasi oleh KPA.KPA harus make sure bahwa hal ituterjadi. Memang sebetulnya terjadi,tetapi biasanya KPA berpikir karena ituuang, akhir tahun saja ditandatangani."Itu tidak boleh", tegas Itjen.Keuangan itu harus tiap bulanharus ditandatangani oleh bendaharadan KPA di buku bendahara umum(BAU). Karena disitulah fungsipengawasan dan pembinaan KPA.Sehingga sebelum terjadi sesuatu,sudah ketahuan."Tidak boleh dilepaskan begitusaja uang itu, uang ini bukan milikkita, tetapi uang negara yang harusdipertanggungjawabkan, akuntabel,transparan dan bermanfaat", ujarItjen.Tugas Puskom PublikMenurut Itjen dr. Yudhi PramudhaIshak Djuarsa, MPM, sebetulnyamenjadi tugas Puskom Publikuntuk mensosialisasikan kepadasetiap orang, contohnya melaluibanner, dll. Sehingga Puskom Publikmenjadi sparing partner bagi Itjen.Mungkin, setiap akhir bulan adapengumuman apakah Anda sudahmelakukan pengecekan keuangan.Melalui pengeras suara kementeriandingatkan. Apakah bendaharatelah melakukan rekonsiliasi antarabendahara keuangan denganbendahara barang. Selain komitmen,harus membangun suasana untukmeraih WTP. Walau sudah komitmen,tetapi suasananya sepi-sepi saja, sulitjuga untuk meraih WTP. "Jadi, untukmeraih WTP membutuhkan komitmen,yakni lingkungan (environment) yangmendukung dan tindakan nyata" ujarItjen.§ PraMenkes saksikanpejabat eselon 1menandatangani faktakomitmen meraih WTP.
  27. 27. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 27Masuk dan pulangkerja tepat waktu,produktivitas kinerjaoptimal, suasanakerja nyaman, laporankeuangan Wajar Tanpa Pengecualian(WTP), penghasilan sesuai standardan masyarakat merasakan pelayanankesehatan yang memuaskan. Bila initerjadi pada Kementerian Kesehatandan jajarannya, tentu sangatmenyenangkan. Masyarakat senang,pegawai senang, semuanya senang.Inilah ujung dari WTP dan ReformasiBirokrasi.Sayang, tidak pernah adakesenangan yang datang tiba-tibajatuh dari langit, tanpa usaha.Peribahasanya, berakit-rakit dahulu,bersenang-senang kemudian. Hal inisangat cocok untuk menggambarkanperjuangan Kemenkes untuk mencapaiWTP tahun 2012 dan gelora semangatreformasi birokrasi.Kedua kegiatan tersebut salingmelengkapi, untuk menjadikan institusisebagai pelayan masyarakat yang baik,dapat dipertanggung jawabkan, efektifdan efisien. Tak ada pemborosan dariberbagai sisi. Mulai dari pemborosansarana, dana dan SDM-nya.Menurut Kepala Biro Keuangan danBarang Milik Negara (BMN), Djohari,SKM, MM untuk mencapai opini WTP,sekurangnya ada tiga komponenbesar, yakni pertama SDM, kedua SDMdan ketiga SDM. Begitu pentingnyaSDM, sehingga ketiga komponen ituterpulang pada SDM. Jadi pencapaianWTP itu tergantung SDMnya. Sebabinstrument lain yang mendukung WTPWTP DANREFORMASI BIROKRASItergantung SDMnya. Kalau begitu,SDM seperti apa yang dibutuhkan ?Pertama, SDM yang mempunyaiintegritas. Seperti apa SDM yangberintegritas. Yakni pegawai yangterhimpun dalam dirinya sifat jujur,amanah, ikhlas dan taat aturan.Kejujuranya teruji, baik dalam sendiri,maupun bersama orang lain. Jujurdalam suka maupun duka. Jujur dalammengungkapkan sesuatu yang benaratau salah, yang menguntungkan ataumerugikan, baik untuk diri sendirimaupun orang lain.Amanah, kemampuan menjalantugas sesuai aturan, baik formaldan non formal ( etika moral). Rasatanggung jawabnya sebanding atausesuai batas kewenangan yangdiberikan. Rela menerima risiko ataskelalaian terhadap amanah yangdiberikan.Ikhlas, kesiapan melaksanakantugas dan tanggung jawab atasdasar kesadaran, bukan karenaterpaksa atau ada motif tertentudibalik kesungguhannya. Mendapatpujian atau cacian sama saja, takakan mengurangi atau meningkatkankesungguhan dalam bekerja. Bekerjabaginya bukan mencari pujian, atausekedar mengejar keuntungan materi.Tapi bekerja sebagai kebutuhan atasdasar kesadaran yang bertanggungjawab.Taat aturan, kesadaran untukmentaati aturan. Ia menjadikanaturan sebagai rambu-rambu bekerja.
  28. 28. MEDIA UTAMA28 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 Memahami dan mematuhi setiapaturan secara utuh. Tidak terdorongberkreasi untuk mensiasati aturan,sehingga terbebas dari “jeratan hukumyang dipaksakan”. Sebab filosofi dariaturan yakni untuk memberi manfaatyang lebih besar kepada publik, bukankepada diri, keluarga dan golongansaja.Kedua, SDM yang mempunyaikomitmen untuk meraih WTP.Membangun komitmen memangbukan perkara mudah, tapi bukantidak mungkin terlaksana, kalau adaupaya yang terus menerus. Untuk itu”mengelorakan WTP minded harusterus menerus dilakukan diberbagaipertemuan dan kesempatan”, ujarDjohari.Sekalipun penandatangan faktakomitmen meraih WTP sudahdilakukan, belum cukup membuatpelakunya berkomitmen secarautuh, sangat mungkin komitmennyahanya sesaat. Berikutnya bergantungsituasi dan kondisi, denganmempertimbangkan mana yangmenguntungkan.Dapat dipastikan, SDM yangmempunyai integritas lebih mudahdiajak membangun komitmenkebaikan, dibanding yang lain. Sebab,keuntungan memperoleh WTP, secaraindividu tidak berbentuk materi,tapi kebanggaan. Bangga terhadapnilai kebaikan, sekalipun mungkinberkurang pendapatan secaramateri. Jadi, untuk mempercepatterbentuknya bangunan komitmenyang kokoh, memerlukan banyakSDM yang mempunyai integritas.Pertanyaanya, bagaimana membangunSDM berintegritas?Pembinaan dalam waktu yangpanjang, itu jawabnya. Satu-satunyacara, pembinaan. Tak ada cara lain.Siapa yang membina? Siapa saja yangmenginginkan birokrasi ini berubahmenjadi baik, termasuk penggunaandan pelaporan keuangan yang benar.Bagaimana caranya? Tidak ada carayang baku. Cara apa saja boleh,dengan tujuan lahir SDM berintegritasdari rahim bangsa yang sedangmerindukan generasi baru, carapandang baru dan harapan baru.Ketiga, SDM yang mau merubahpola pikir dan budaya kerjanya. Sebabdalam 8 area perubahan ReformasiBirokrasi (RB), area yang pertamaharus berubah yakni pola pikir. Iamenempati pada bagian paling awaldan mendasar. Perubahan pola pikirini akan mendorong dan menginisiasiperubahan area yang lain, sepertiorganisasi, sistem manajemenaparatur dan akuntabilitas kerja.Perubahan pola pikir ini, apabilamendapat dukungan berupa rambu-rambu seperti peraturan danperundang-undangan, tatalaksanadan pengawasan, maka akanmengantarkan pada indikator RByakni: "Pelayanan Publik yang baik".Jadi, untuk melihat sebarapa baikproses RB, cukup melihat bagaimanaKemenkes memberikan layanankepada publik. Publik saat ini sedangmenantikan perubahan pola pikir yangakan mempengaruhi pola pelayanankesehatan kepada masyarakat. Merekamenantikan pelayanan di RumahSakit yang ramah, mudah dan akurat.Demikian juga pelayanan kesehatan diPuskemasmas.Dari seluruh pelayanan kepadamasyarakat, maka rumah sakit danpuskesmas menjadi unit layanan yangpaling besar daya ungkitnya untukmemantik Citra positif KementerianKesehatan melayani masyarakat dalambidang kesehatan. Bila kedua unit inisukses dalam melayani masyarakat,maka otomatis citra kemenkes segaramembaik. Sebaliknya juga demikian.Nah, siapkan SDM sebagai unsurutama perubahan mau berubah?Atau merasa sudah berubah, sehinggakeluhan masyarakat atas pelayanankesehatan yang belum optimaldianggap hal yang wajar? Waktulahyang akan menentukan.§ PraSekalipun penandatangan faktakomitmen meraih WTP sudah dilakukan,belum cukup membuat pelakunyaberkomitmen secara utuh, sangatmungkin komitmennya hanya sesaat.
  29. 29. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 295 Fokusmencapai WTPSelama 2 tahun terakhirini, mengapa KementerianKesehatan belum jugamencapai WTP. Karenatidak fokus. Mudah-mudahan sekarang lebih fokus.Selanjutnya, harus mempunyaistrategi, langkah-langkah dan segalamacam. Dulu, hanya mengalir sajadengan sekedar memperbaiki laporankeuangannya.Fokus artinya bila ingin membuatlaporan keuangan yang baik dan benar,harus tahu tata cara membuat laporankeuangan. Bagaimana caranya?Pertama, KPA harus menyadariselaku kepala satker, tetapi juga selakupenanggung jawab akuntansi. Karenaitu, harus meluangkan waktu melihatlaporan keuangan.Kedua, bendahara melakukanpekerjaan sesuai ketentuan yangberlaku.Selain itu, tidak boleh melakukanpekerjaan lain selain keuangan. Janganmenyambi, harus fokus menjadibendahara. Bendahara harus khususbendahara”, tegas dr. Yudi.Menurut Inspektur Jenderal, agarfokus, maka SDM Keuangan harusmendapat perhatian. Bendahara tidakboleh merangkap pekerjaan lain.Memang betul, bendahara harus orangterpercaya. Tetapi, dia juga harusmempunyai latar belakang tata buku,keuangan dan lain-lain.Mempunyai latar belakangekonomi, keuangan atau akuntansi.Jangan hanya terpercaya, tetapi tidakmemahami pembukuan yang baik.“Padahal laporan keuangan itu adalahbagaimana melakukan pembukuanyang akuntabel dan transparan. Danitu hanya bisa dikerjakan orang yangmempunyai latar belakang akuntansi.Entah itu S1 akuntansi dan sebagainya.Paling tidak pernah ikut pelatihanbendahara”, ujar dr. Yudi.Menurut dr. Yudi, selain SDM,ada unit yang mempunyai BadanLayanan Umum (BLU). Karena unityang mempunyai BLU tidak hanyamenggunakan APBN tetapi jugamenggunakan PNBP sendiri.“Nah ini harus sesuai denganketentuan yang berlaku. Bila memangharus di-DIPA-kan, ya.. di-DIPA-kan,bila memang yang harus dikeluarkan75 %, ya..75 % jangan lebih. Itubiasanya sering terjadi di unit-unit yangmempunyai BLU”, tambah dr. YudiKetiga, pelaksana juga harusfokus. Kalau memang diwajibkanmenyetorkan bukti, harus serahkan.Seperti bukti tiket, kwitansi, SPPD,laporan perjalanan dinas dan lain-lain.Tertib administrasi.Menurut dr. Yudi, masing-masingpelaku menjadi bagian dari sistemakuntansi, bukan hanya berpikirprogram. Bukan karena mau raihWTP, kemudian melupakan program.Program tetap harus jalan, tetapitertib.Keempat, masalah yang terkaitprogram berbantuan luar negeri atauhibah. Karena sekarang diharuskanprogram berbantuan luar negerimasuk dalam mekanisme APBN,biasanya lupa atau ada kendala,sehingga kadang-kadang tidak masukAPBN, kemudian sering disebutrekening liar.“Bukan rekening liar, rekeningnyajelas, tetapi tidak masuk ke dalamAPBN. Jadi melakasanakan program,harus tetap mengikuti ketentuankeuangan. Program harus jalan denganketentuan keuanganyang baik”, ujarItjen.Kelima, paling krusial, adalahpengadaan barang. Walaupunsudah menggunakan LPSE, kembalilagi kepada itikad baik pelaksana."Saya mohon kepada teman-temanpelaksana, bukan ingin menghambatrezeki orang, tetapi marilah melupakanmasa lalu. Bekerja sesuai denganketentuan yang ada. Insya Alloh, rezekitidak akan lari kemana. Tiap-tiap orangsudah memiliki rezeki masing-masing"ujar Itjen.§PraKapuskom Publik (kanan)menyerahkan surat faktakomitmen meraih WTP kepadaeselon IV Puskom Publik.
  30. 30. MEDIA UTAMA30 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 Perjalanan dinas (perjadin),salah satu kegiatan yangdapat menghasilkansejumlah rupiah. Untukitu, banyak cara yangdilakukan untuk mendapatkan lebihdari semestinya. Mulai dari manipulasitiket, waktu pelaksanaan dan rinciankegiatan lainnya. Kebiasaan tersebut,tentu bukan waktunya lagi, bilaingin meraih WTP tahun 2012. Nah,bagaimana kiatnya ?Inspektur Jenderal Kemenkes,dr.Yudhi Pramudha Ishak Djuarsa,MPM, mengingatkan “ semua pegawaimenjadi bagian dari sistem akuntasikeuangan yang ada. Karena itu yangmelaksanakan perjalanan dinasharus memberikan support kepadalaporan keuangan. Jangan tiket yangseharusnya garuda, diubah menjadilion tetapi pertanggungjawabannyagaruda. Sudah bukan waktunya sepertiitu. Karena jatahnya garuda, bila naiklion, ya..harus mengembalikan. Bilakegiatan 3 hari, ya..harus dilaksanakanselama 3 hari”.Disisi lain, sering menemukan istilahpinjam nama. Seseorang meminjamnama teman atau siapapun untukperjalanan dinas. Nama yang dipinjammendapatkan sejumlah imbalantertentu. Masalah perjadin yangpaling parah bila namanya dipakaiatau menggunakan nama orang lain,kemudian tiketnya juga bodong. “Initidak boleh”, tegas dr. Yudi.Lebih lanjut dr. Yudi mengatakan,bila ini terjadi, maka yang susah adalahorang yang bertanda tangan, padahal diatidak pergi, tetapi harus mengembalikanuang. Dari sisi hukum yang salah adalahyang bertanda tangan. Padahal diadiperintah pimpinan, akhirnya yangterjadi muncul surat kaleng dan segalamacam. Suasana jadi tidak baik, tidakkondusif, semua saling curiga. Selaintidak akan WTP, situasi kantor jadi tidaknyaman.“Saya kira, mungkin memang sudahwaktunya harus remunerasi. Melaluiremunerasi, akan mendapat imbalanyang lebih baik, sehingga tidak akanmencari-cari hal-hal lain. Tapi, sayatidak menjamin jika remunerasi tidakakan terjadi hal-hal itu, semuanyatergantung dari personalnya. Danitu harus dibangun dari lingkungan.Biasanya jika lingkungan baik,personalnya juga akan baik.”, ujardr.YudiItjen mengatakan, komitmen ituperlu. Tanpa komitmen, tak pernahjalan program yang dicanangkan.Setelah komitmen, ada suasanakondusif yang mendukungkomitmen. Bila ini terjadi, makapelaksanaan program akan lebihbaik. Penyimpangan akan turun danpelaku akan merasa malu denganpenyimpangan. “Karena itu, satgasakan mengevaluasi setiap bulan danakan memanggil semuanya, untukmemaparkan tentang pelaporan dariunit-unit. Misalnya perjalan dinas,yang sudah selesai dan belum selesai.Semua paparkan. Jadi tidak perlumerasa malu untuk memaparkanmana yang harus segera diperbaiki”,jelas dr. YudiKetika ditanya mengenaipenyerapan, dr. Yudi mengatakanitu tugas keuangan, bukan urusanItjen. Kalau Itjen dari sisi pelaporandan temuan-temuan. “Sudah sayategaskan kepada teman-teman EselonII, bila sampai dengan Oktober sisasaldo atau temuan dari perjadin itutidak bisa diselesaikan, tidak bisadisetor dan segala macam. Maka akandiberlakukan sistem tanggung jawabpribadi, tuntutan ganti rugi (TGR)”, ujarInspektur Jenderal.Untuk itu, Itjen mengingatkanakan diberlakukan bagi setiap orangyang tanda tangan bodong, merekayang repot, karena harus bayar gantirugi. Kenapa itu kita lakukan? Agarmenjadi cambuk bagi mereka. Entahitu mereka bayar dari potong gaji ataudari mana, terserah. Berikutnya, kalauinstitusi menetapkan ganti rugi kepadapersonal yang melakukan kesalahan,maka secara institusi laporan keuanganbersih. Karena hal itu bukan kesalahaninstitusi semata-mata § PraBisakahperjalanandinasdiperbaiki?
  31. 31. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 31Temuan pengaruhitarget WTPInspektur Jenderal Kemenkes, dr.Yudhi Pramudha Ishak Djuarsa,MPM, menjelaskan temuan yangberulang, seperti belanja modal,temuan pada PNBP. Hal ini akanmengurangi kualitas WTP. Tetapi sekalilagi, BPK mempunyai ambang batastertentu yang menyatakan apakahakan masuk WTP atau tidak. Itu dilihatdari sisi penyimpangan yang dilakukan.Contohnya, tahun 2010, anggaranKemenkes 22,4 triliyun se-Indonesia.Penyimpangan keuangannya tidak bolehlebih dari 1%.“Jadi, penyimpangannya tidak bolehlebih dari 224 milyar atau 1 %. Bila lebih1% dinyatakan disclaimer. Dan tahunlalu, penyimpangan keuangan Kemenkessebesar 1,8 triliyun. Penyimpanganitu antara lain; tiket tidak tertib ataumisalnya PNBP yang seharusnyadigunakan tidak digunakan. PadahalPNBP harus setor tiap hari, tidak bolehmenunda sampai akhir bulan”, ujar dr.Yudi.Menurut Itjen, ada unit lain yang jauhdari KPKN terpaksa menunda, karenakalau setiap hari tidak sanggup. Padahalbelum atau tidak ada dispensasi. Itutetap dianggap temuan karena tidaktertib administrasi dan dianggapmenggunakan uang, walaupun sudahdisetor. Hal itu tetap dianggap sebagaipenyimpangan laporan keuangan.“Apalagi bila implikasinya kepadakerugian negara. Misalnya, ditemukansetelah seminggu dilaporkan yangseharusnya 10 rupiah menjadi 5 rupiah”.kata dr. Yudi.Mengantisipasi penyimpanganMenurut Itjen ada 3 hal untukmengantisipasi penyimpangan.Pertama, orang yang melaporkankeuangan harus yang memahami betuldan mengerti tentang laporan keuangan.Saat ini belum semua berasal dari SDMyang berlatar belakang keuangan atauekonomi, paling tidak telah dilatihkeuangan.Kedua, pengguna anggaran itutidak boleh mengeluarkan ketentuanapapun terkait pengelolaan anggaran.Artinya Menteri Kesehatan atau pejabatlain tidak boleh mengeluarkan suratkeputusan yang sifatnya seolah-olahmengelola uang. Contohnya PNBP.PNBP boleh digunakan langsung bilamendapat dispensasi dari MenteriKeuangan. Yang mengeluarkanketentuan adalah Menteri Keuangan,bukan Menteri Kesehatan.Dulu, biasanya ada surat dari Menkes.Hal itu tidak boleh terjadi. MenteriKesehatan adalah Menteri Teknis, bukanMenteri Keuangan, yang mengengelolakeuangan. Hal itu sekarang harusdihilangkan bahwa Menteri Kesehatanhanya pengguna anggaran.Ketiga, memperhatikan pengadaanbarang dan jasa yang merupakan titiklemah terjadinya penyimpangan. Misal;penentuan estimate/harga satuandan spesifikasi. Tidak boleh terlalumengingat atau terlalu longgar.Keempat, harus memperhatikanRKS atau rencana kerja yang sudahdisepakati bersama antara panitiadengan semua rekanan. RKS harusmenjadi hukum bagi semua yangmelakukan kegiatan. Baik panitiamaupun rekanan. Tidak boleh adakegiatan yang menyimpang dari RKS. BilaRKS ditepati dan sudah ada pemenang,baru dibuat kontrak.Kontrak tersebut juga menjadiproduk hukum bagi panitia, satker danrekanan. Tidak boleh ada penyimpangan.Contoh, yang paling sering terjadi adalahketerlambatan. Kalau memang dalamkontrak tertera 30 hari, ya 30 hari. Kurangboleh, tapi kalau lebih kena denda.Sebetulnya denda keterlambatan padasaat tahun anggaran itu berjalan. Kalaudi akhir tahun itu sudah tidak ada dendaketerlambatan. Maka itu akan jatuhkepada wan prestasi. Ketentuan dalamPerpres bahwa perusahaan itu akandi-blacklist. Dan itu akan menjadi krusial.Kadang merasa kasihan, sehingga tidak di-blacklist kepada perusahaan yang salah,hanya denda keterlambatan saja.Saat ini karena kontrak itu sudahdisepakati, kontrak itu tidak bolehdiubah, kecuali atas kesepakatanbersama dan dilakukan oleh KPA. Bilaterjadi adendum, hanya terjadi postmajor atau bencana, tapi bila rekananmales lantas ganti harga dan sebagainya,hal itu tidak boleh terjadi. Jika yangmenandatangani Menkes, bukan KPAterutama barang-barang diatas 100 M,maka adendum juga harus Menkes.Muncul anggapan, Satker terlalubaik kepada rekanan. Apa kata rekananmengiyakan saja. Padahal itu tidakboleh. Bila sudah ada di RKS, makakegiatan pengadaan mengacu kepadaRKS yang menjadi produk hukumnya.Setelah mendapat pemenang tender,maka kontrak menjadi hukum bagiSatker dan rekanan.§ PraPenandatanganankomitmen WTP eselon IIIPuskom Publik.
  32. 32. MEDIA UTAMA32 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 Belajar BerubahDalam sesi tanya jawabpertemuan percepatanpenyerapan anggaran,15 November 2011 diSurabaya, ada peserta yangbertanya tentang peserta daerah yangmasih menggunakan tiket palsu, yangsering disebut dengan istilah “tiketbodong”. Setelah diberi penjelasanagar mengganti dengan tiket yangbenar, ternyata mereka marah. Sebab,mereka-mereka juga para pengambilkeputusan di daerah. Bagaimanasolusinya, agar tidak pecah kongsi ?Mendengar pertanyaan tersebut,kemudian dr. Yudhi Prayudha ( IrjenKemenkes) dan dr. Ratna Rosita,MPHM (Sesjen Kemenkes) memberpenjelasan secara bergantian.Menurut Itjen, Setiap eselon 2, sebagaiKetua Satuan Kerja (Satker) dan KuasaPengguna Anggaran (KPA). Untuk itupara KPA yang bertanggung jawabmenggunakan APBN dengan benar.Kalau tidak mematuhi peraturan,jangan menjadi satker.Karena Kemenkes ingin meraihWTP, maka siapapun pesertanya, daripusat atau daerah harus mengikutiketentuan yang berlaku. KPA tidakdapat berlepas tangan. Kalau memangbenar peserta tidak mau mematuhiperaturan yang berlaku, maka harusditegakkan Tagihan PerbendaharaanGanti Rugi (TPGR). Denganmenegakkan TPGR, secara laporankeuangan, institusi bersih.Sesjen menambahkan, sekarangsudah saatnya berubah, kalau belumberubah ya..terlambat. Berubah menjadibenar dalam melaksanakan perjalanandinas, sudah harus dilaksanakan olehsemua pihak, baik pimpinan maupunstaf. Terkait dengan TGR, secaraadministrasi mereka yang bertandatangan menerima, walau mungkin hanyadipinjam namanya.§ PraPIN: ingatkan raih WTP.
  33. 33. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 33ujuan daripenerapan PatientSafety di Puskesmasadalah menekansekecil mungkinkejadian yang tidakdiharapkan (KTD) atau MedicalError pada pasien. Setiap tindakanhanya dilakukan berdasar kanSOP. Dimasing-masing unit kerja diPuskesmas di lengkapi dengan SOP( Standard Operating Procedure )untuk tindakan-tindakan tertentu.Di Puskesmas yang menerapkanPatient Safety, keselamatan pasiennyaakan terjaga atau terjamin darisetiap tindakan medis yang keliru (pemeriksaan, diagnosa, injeksi, obat,tindakan bedah, dll )yang dilakukantenaga kesehatan, maupun dari faktorlain didalam gedung Puskesmas(sampah medis lantai yang licin,dsb ). Artinya pasien yang datangke Puskesmas dengan penyakittertentu,keluarnya tidak bertambahparah atau malah jumlah penyakitnyabertambah. Kesalahan tindakan,kesalahan diagnosa, kesalahan obatsedapat mungkin dihindari. Setiaptindakan ( minor surgery, injeksi,pemberian obat, imunisasi ) harusselalu dipikirkan keselamatan pasien.Setiap tenaga kesehatan dibiasakanuntuk selalu berpikir ‘keselamatanpasien, tidak hanya tindakan medistetapi juga non medis (programyankesmas) Jika di Puskesmaskeselamatannya terjaga, bagaimanakelanjutannya diluar Puskesmas ? Apaiya ada patient safety yang setengah-setengah ? Di Puskesmas selamatbegitu keluar Puskesmas nggakdijamin lagi. Padahal efek tindakanTbisa mencul kemudian. Program nonmedis ( KIA-bumil RESTI, Imunisasi,Gizi-balita BG, TB-Paru ) yang telahdi’patientsafety’kan juga perludilanjutkan diluar Puskesmas. GMMadalah model pengamatan masalahkesehatan dengan menggunakan Petawilayah ( RT ). Desa SiAGA adalahmodel pemberdayaan masyarakatagar mampu mengatasi masalahkesehatan mereka sendiri. Apajadinya jika konsep Desa SiAGAdan GMM dikawinkan ? Hasilnyaadalah Patient Safety Model untukYankesmas dan Sistem InformasiKesehatan Masyarakat Sementara‘potret’ Puskesmas kita justrulemah di pengamatan/pemantauandan belum menggali informasi dinidari berbagai masalah kesehatanyang muncul di masyarakat. Duahal ini bisa menambal kekuranganPuskesmas. Sudah waktunya kitamemikirkan keselamatan pasienuntuk setiap program Puskesmas.Dengan pelayanan berbasis ‘PatientSafety’ keselamatan ibu hamilRESTI terlindungi. ‘SeRESTI’ apapunkondisi ibu hamil, sebenarnya‘tidak perlu’ meninggal. DenganSOP yang ketat, ibu hamil saatmemasuki trimester ketiga telahmengantongi ‘rekomendasi tertulis’dari Puskesmas, dimana ibu hamilini boleh atau harus melahirkan agarkeselamatannya dan bayinya terjaga.Tetapi siapa yang bisa menjaminkeselamatan ibu hamil ini saat beradadiluar Puskesmas ? Saat ibu hamilini melangkahkan kaki keluar dariPuskesmas, patient safetynya hilang !Masalah lainnya adalah apakah ibuhamil resti ini mengikuti rekomendasidari Puskesmas ? Terutama jikabumil ini Gakin, sekalipun ‘dibiayainegara’, tetap membutuh kanbiaya untuk transportasi dan biayahidup yang mengantar selama diRS. Yang berbahaya adalah jika ibuhamil resti ini memutuskan untukmelahirkan ditempat yang tidakdirekomendasikan Puskesmas.Padahal jika resikonya kematian,pasti banyak orang di RT yang akanmembantu mengatasi masalah ini.Masyarakat kita dikenal memilikisifat gotong royong yang tinggi.Masalahnya Ketua RT dan wargaRT tidak tahu bahwa bumil inimempunyai Resiko Tinggi. Untukmencegah kejadian yang tidakdiharapkan, ‘informasi keRESTIan’ibu hamil harus disampaikan padapetugas kesehatan dan Kader DesaSiAGA, agar patient safetynya tetapberjalan, tidak hanya saat berada diPuskesmas.Bayi/balita ‘kan tidak‘tiba-tiba’ Gizi Buruk. Sebelummenyandang ‘gelar’ Gizi Buruk,tentu sebelumnya melalui 2 tahapyaitu,BGM (BB dibawah garis Merah)dan BGT (BB dibawah Garis Titik-titik).Bagaimana menemukan BGT danBGM ini ? Di Posyandu ! Karena itukeberadaan Posyandu di RT-RT mutlakharus ada. Posyandu adalah alatpantau status gizi untuk bayi/balita’.Dari ‘kaca mata’ patient safety,tujuanPosyandu adalah : Menjaga BB bayi/balita berada dijalur yang benar, danmenemukan masalah gizi (BGT/BGM)seawal mungkin. Mencegah BGT danBGM menjadi Gizi Buruk. SOPnya :Setiap BGM harus dikunjungi rumahdan jika Gakin diberi PMT (makananMENGEMBANGKAN PATIENT SAFETYDI MASYARAKATDENNY, SKMPuskesmas LOA Janan Kabupaten Kutai KartanegaraRAGAM
  34. 34. RAGAM34 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 tambahan pemulihan ) selama 90hari makan. Melindungi bayi daripenyakit berbahaya yang menyeranganak-anak, yaitu melalui imunisasi.Untuk mencapai kecerdasantertingginya dan Perkembangan otakyang maksimal hanya bisa diperolehmelalui makanan bergizi, sementaraperkembangan kecerdasan didapatmelalui alat permainan kecerdasan( BKB ). Sayangnya di masyarakat,Posyandu lebih dikenal sebagaitempat untuk imunisasi bayi. Jikasudah ‘lulus imunisasinya’ ibu-ibupun enggan membawa anaknya kePosyandu. Oleh karena itu Posyanduharus dibikin semenarik mungkinbagi balita, terutama kelompok usia3-4 tahun. Untuk itu dibutuhkankepekaan dan kepedulian Ketua RT,Ibu PKK, Kader Desa SiAGAnya.Jangan lupa dengan ‘fenomenagunung es’ bahwa sesungguhnyabanyak masalah kesehatan yang tidakterpantau oleh Puskesmas. Sejumlah‘besar’ kasus yang ditemukanoleh Puskesmas sebenarnyahanya ‘sebagian kecil’ dari jumlahkasus sesungguhnya yang ada dimasyarakat. Ibarat perang, kitabaru berperang ‘dipuncak’ gununges. Kalaulah kita menang, makakemenangan itu ‘semu’. Musuh kitayang banyak berada dibagian dasargunung es. Tidak kelihatan, tetapipotensial meledak menjadi KLB. Jikakita berpikir Patient Safety makakita harus berusaha ‘mengangkat’seluruh gunung es ini kepermukaan.Bukannya menunggu gunung es inimemperlihatkan dirinya sendiri, danitu adalah KLB!TUGAS PREVENTIF PUSKESMASPada dasarnya tugas preventifPuskesmas ada 2, yaitu : mengangkat‘gunung es’ masalah kesehatandimasyarakat ini kepermukaansehingga bisa dilihat dan dipelajarioleh warga RT. Yang kedua adalahsosialisasi PHBS untuk diamalkan olehmasyarakat. Pengertian Preventifadalah ‘jangan mudah sakit (amalkanPHBS!), jika terlanjur sakit jangansampai parah ( segera berobat! ), danjika parah jangan meninggal’(wah...ini sulit !)Menerapkan PHBS bukan halyang mudah dan butuh waktu yangpanjang. PHBS adalah tujuan akhir.Kita sedang berproses kearah itu.Yang kita hadapi saat ini adalahkondisi dimana masih banyakpenderita penyakit menular, anakkurang gizi, lingkungan yang tidaksehat, dsb.Berpikir PREVENTIF adalahmenangani/ mengobati saat masalah/kasus itu masih kecil. Berarti kitaharus menemukan ‘KASUS PERTAMA’kemudian diobati atau diatasi, setelahitu dicegah jangan terulang kembali.Selama ini Puskesmas ‘terbiasa’mengatasi masalah kesehatan yangsudah terlanjur ‘membesar’. Kenapa ?Petugas ‘yankesmas’nya pasif, hanyamenunggu ‘berita’ di Puskesmas.Preventif adalah ‘buka mata lebar-lebar’ dan ‘pasang telinga’. BerartiPuskesmas harus menempatkan‘informan kesehatan’ disetiap sudutwilayah kerjanya dan membangunsistim informasi dini. Preventifitu bukan berarti tidak boleh adakasus TBC, tidak boleh ada DemamBerdarah, tidak boleh ada Diare,balita....tidak boleh gizi buruk! Yangpenting adalah bagaimana kasus-kasus ini ‘ditemukan sedini mungkin’,sehingga teratasi dengan cepat.Desa SiAGA dengan ujungtombaknya kader desa SiAGAyang ada disetiap RT, insya Allahbisa berfungsi sebagai ‘intelijen’sekaligus ‘informan’ kesehatandimasyarakat. Mereka adalah orangpertama yang menemukan ataudilapori oleh masyarakat kasus-kasuskesehatan yang ada atau dideritawarga. Kalau itu Demam Berdarah,maka ini adalah ‘kasus pertama’.Segera atasi, sehingga tidak merebakkemana-mana. Kalau itu masalahsampah, jamban keluarga, makaitu signal bahwa kader sudah pekadengan kesehatan lingkungannyasendiri. Kalau informasi itu Gakin,maka kader sudah memilikikepedulian terhadap sesamamanusia. Kesehatan MasyarakatMembangun Sistem Informasi GMM( GEOMEDICMAPPING dipakai untukmemantau masalah kesehatan disuatu wilayah ( RT ). GMM adalahPeta Masalah Kesehatan di suatuwilayah (RT). Dengan peta wilayahsampai RT, Puskesmas akan lebihmudah mengamati wilayah kerjanya.Komunikasinya memakai HT.Kegunaannya banyak, terutama untuksurvailance.Langkah pertama membuat GMMadalah membuat peta wilayah kerjaPuskesmas dengan batas RT yangjelas. Peta setiap RT ini diperbesarkemudian diserahkan kepada kaderuntuk dibuatkan gambar rumahwarga RT lengkap dengan jalan, gangdan tempat penting lainnya di RT.
  35. 35. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 35Setelah lengkap gambarnya, Peta inidipindahkan ke komputer denganprogram Corell Draw. Di print dandiserahkan kembali kepada kaderuntuk dikoreksi. Jika sudah final makapeta ini dipakai sebagai peganganoleh kader untuk pengamatan,pendataan bayi, balita, lansia danibu hamil di setiap RT. Satu lembarpeta RT ‘diwarnai’ oleh petugaskesehatan Puskesmas khusus untukmemantau beberapa kasus yang perludiamati oleh kader maupun KetuaRT. Warna yang disepakati bersamadengan kader adalah warna merahuntuk bayi BGM, kuning untuk bumilRESTI, biru untuk TB Paru dan tandasilang untuk Gakin. Dengan petaGMM ini Kader dan Ketua RT bisamengetahui dengan jelas, masalahkesehatan yang ada diwilayah RTnya,termasuk kasus kesehatan yang perludiamati bersama. Ini adalah contohPeta GMM RT-02 di Desa Purwajaya.Rumah dengan warna-warna tertentumenggambarkan masalah yangdimiliki oleh KK di RT 02. Denganmelihat Peta GMM, Kader desa SiAGAdan Ketua RT bisa mengetahui denganpasti masalah kesehatan yang adadi Rtnya dan yang mana yang perludiamati. Peta GMM ini dipegangoleh Kader Desa SiAGA, Ketua RT,Puskesmas Pembantu dan Puskesmas.Komunikasi Kader dengan Puskesmas/Pusban melalui HP. Setiap saat bisaberubah sesuai dengan informasiterbaru.MEMBANGUN ‘LINK’ PUSKESMAS-MASYARAKATKasus-kasus kesehatan ( GiziBuruk, BGM Bumil RESTI, TB-Paru,Kusta,dsb ) di’tangkap’ diPuskesmas, Gizi buruk dan BGM diPosyandu. Melalui petugas GMMPuskesmas mengirimkan informasiini melalui SMS ke Kader Desa Siagadi RT dimana penderita/kasus itutinggal dan tembusannya ke Pusban.Kader desa SiAGA akan memberiwarna pada peta GMMnya sesuaidengan kasusnya. Dan sebaliknyaKader Desa SiAGA bisa mengirimkaninformasi kasus/masalah kesehatanyang mereka temukan melalui SMSke Petugas GMM, misalnya ada anakwarga RT yang dirawat di RS denganDBD. Informasi semacam ini pentingkarena Puskesmas akan menemukan‘kasus pertama’. Demikian juga diPosyandu, jika ditemukan bayi/balita BGM atau Gizi buruk, makainformasi ini dengan cepat (via SMS)akan sampai ke Kader Desa SiAGAdan Ketua RT untuk sama-samamengamati. KLB tidak akan terjadijika kita mengatasi ‘kasus pertama’.Yang penting adalah informasi yangcepat dan akurat. Ditingkat RT Kaderbisa membuat jaring pengamatansendiri dengan warga RT lain nyamelalui HP, sehingga pekerjaankader menjadi lebih efektif danefisien. Makin banyak jaringannya( teman atau tetangga yang ikut )makin tajam pengamatannya. Makinbanyak warga RT yang terlibat makintinggi kepedulian dan kepekaanmasyarakat terhadap kebersihandan kesehatan lingkungan RT,makin aman RT tersebut, makinselamat warganya. Mungkin di RTada bayi BGM,ada Bumil RESTI,adapenderita TB- Paru, atau Kusta, tetapisemuanya dalam ‘pengamatan’kader Desa SiAGA, Ketua RT dantetangga lainnya. Artinya semuanyasudah diinformasikan ke Puskesmasdan sudah ditangani dengan benarsesuai dengan SOP nya . Inilah yangdimaksud dengan pengertian ‘aman’,‘semangat patient safety’nya berjalan.KONSULTASI KESEHATANMASYARAKATDengan menjalankan SistemInformasi Kesehatan Masyarakat‘berbasis Hp’ ini, ada 2 halyang muncul, yaitu : Puskesmasmengembangkan satu bentukKonsultasi Kesehatan Masyarakat,yaitu antara masyarakat di RT denganPuskesmas. Setiap pagi dokterPuskesmas menjawab berbagaipertanyaan masalah kesehatanyang masuk melalui Hp petugasGMM Puskesmas. Media PromosiKesehatan. Setiap minggu sekaliPuskesmas mengirim kan pesankesehatan ke semua kader desa SiAGADalam hal ini Kader desa SiAGAharus dikenal oleh warga RT. Merekatidak hanya dikenal sebagai kaderkesehatan yang me-mantau masalahkesehatan di RT, sebagai informankesehatan bagi Puskesmas, tetapimereka harus dikenal sebagai ‘pintumasuk’ untuk berkomukasi langsungdengan Puskesmas. Jika ada wargaRT yang ingin berkonsultasi masalahkesehatan dengan dokter (Puskesmas)maka itu bisa dilakukan melalui jasaKader Desa SiAGA. Kader ini memiliki
  36. 36. RAGAM36 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 ‘pass word’ untuk berhubunganlangsung dengan Puskesmas. Dengandemikian informasi sedini mungkinbisa diperoleh oleh Puskesmasmelalui kader Desa SiAGA, karenakader dikenal sebagai ‘tangan kanan’Puskesmas di RT.BUAT SOP LEBIH DAHULUTujuan pengamatan kasus adalahuntuk keselamatan pasien danwarga RT lainnya. Mungkin munculpertanyaan, untuk apa diamati jikaprosedur selanjutnya tidak jelas? Puskesmas harus memiliki SOPyang baik untuk masalah kesehatanyang diamati ini. Misalnya, SOP bayiBGM : Semua kasus BGM dikunjungirumah ( PHN ), jika Gakin diberi PMTPemulihan ( Makanan Tambahan )selama 90 hari makan. SOP BumilRESTI : Pada trimester III semua bumilRESTI telah memegang rekomendasidari Bidan KIA Puskesmas dimanadia harus atau boleh melahirkan.Semua kader Desa SiAGA harus tahumengenai kebijakan Puskesmas yangtertuang dalam SOP. Jika SOP sudahada, maka tuntutan selanjutnyaadalah ‘mematuhi’ SOP. Oleh karenaitu dibutuhkan komitmen yang kuatdari Puskesmas untuk menjalankanSOP ini dilapangan.PREVENTIF ?....WHY NOT !Puskesmas menjalankan 3fungsi penting yaitu PROMOTIF,PREVENTIF,dan KURATIF. Ketiganyapenting dan saling mendukung.Harus diakui bahwa Fungsi Promotifdan Preventif ini belum maksimaldijalankan oleh Puskesmas.Pemahaman preventif terlalusempit. Preventif hanya diartikantindakan pencegahan agar tidak sakit,tidak muncul DBD, tidak ada KLB.Pengertian preventif tidak hanya itu,tetapi mencegah jangan bertambahparah, jangan sampai menimbulkankematian, dan jangan terulang lagi.Jika ingin memaksimalkanpreventif, maka Puskesmas harusmelakukan pemantauan yang ketatdan mendapatkan informasi dinidari setiap masalah kesehatan yangmuncul di RT. Jadi, Preventif adalahbagaimana membangun SistimPemantauan dan Informasi Dini dimasyarakat, bagaimana menggugahkepekaan dan kepedulian masyarakatterhadap berbagai masalah kesehatanyang ada disekitarnya. Jangan pernahberpikir bisa menjalankan fungsipreventif ini ‘single fighter’...tanpamelibatkan masyarakat...nggakmungkin lah ! Ajak mereka untukmemikirkan masalah kesehatan diRT mereka sendiri. Caranya ? BentukDesa SiAGA, kemudian tambahkanunsur GMM. Berikan pulsa untukkader desa SiAGAnya. Nah..Selesai‘kan ? Gitu aja kok repot !SOP untuk Patient SafetyYANKESMAS sebaiknya dibuatbersama oleh Puskesmas daninstansi terkait lainnya yang ada diKecamatan, seperti Dinas Sosial, DinasPeternakan, Dinas Pertanian, LPM,Kepala Desa, dan Camat. Tujuannyaadalah agar komitmennya kuat danutuh.Ada perkembangan yang menarikdi Puskesmas pembantu. Adanyadesa SiAGA GMM peran PuskesmasPembantu menjadi jauh lebih aktif.Selama ini Puskesmas Pembantuini pasif, hanya menjalankan fungsikuratif dan sesekali mengunjungiPosyandu, PHN, mengikuti jadwalkerja Puskesmas induknya. DesaSiAGA GMM menjadi tanggungjawab Puskesmas Pembantu,membuat mereka rajin mengunjungiwilayah kerjanya, melakukan PHN,Penyuluhan dan Survailance.Setiap bulan sekali Petugas Pusbanmelakukan pertemuan dengan kaderdesa SiAGA.Masalahnya adalah siapa yangmenjamin bahwa PMT itu ‘betul-betul’ dimaka oleh bayi/balitayang BGM. Jadi Patient Safety yangdikembangkan di Posyandu hilangsaat bayi/balita BGM ini berada dirumahnya. Informasi mengenai BGMdan PMT ini harus sampai di Ketua RTdan Kader Desa .Dengan Desa SIAGA-GMM adalink yang menghubungkan antaraPuskesmas-Kader Desa Siaga-KetuaRT-Puskesmas Pembantu. Masalahkesehatan ditemukan lebih awal,diinformasikan, diamati dan diatasibersamasama. Dengan pengamatansecara ‘berjamaah’, mestinya tidakada masalah kesehat an di RT yangmempunyai kesempatan ‘membesar’atau meledak menjadi KLB. Kenapa ?Karena pada saat masalah itu masih‘kecil’ sudah ditemukan, dilaporkandan diatasi. Pengamatan danpelaporan dari dan ke Kader DesaSiAGA inilah disebut sebagai SistemInformasi Kesehatan Masyarakat.Kader bisa mengembangkan lebihjauh kewarga lainnya yang memilikiHp. Informasi atau berita kesehatanyang masuk ke Hp kader bisadijadikan bahan ‘obrolan’ diwarungkopi atau bahan ‘infotainment’ bagiibu-ibu.Informasi inipun bisa menyebarlebih luas. Peta GMM memudahkankader desa SiAGA melakukanpengamatan terhadap warga RT.Dengan Peta GMM yang sudah‘diwarnai’ maka Kader Desa Siagadan Ketua RT mengetahui denganjelas masalah kesehatan apa yangada diwilayahnya, yang diidap olehwarga RT-nya. Siapa yang harusdiamati dengan baik. Jangan sampaianak BGM berubah menjadi GiziBuruk, jangan sampai ibu hamil RESTImeninggal saat persalinan karenaterlambat diantar ke RS, jangansampai warga yang TBC berhentiberobat karena tidak punya biayatransport ke Puskesmas untuk ambilobat dan periksa rutin.§Jika inginmemaksimalkanpreventif, makaPuskesmas harusmelakukan pemantauanyang ketat danmendapatkan informasidini dari setiap masalahkesehatan yang munculdi RT
  37. 37. No.33/DESEMBER/2011 Mediakom 37esiko infeksi di rumahsakit atau yang biasadikenal denganinfeksi nosokomialmerupakan masalahpenting di seluruhdunia. Infeksi ini terus meningkat dari1% di beberapa Negara Eropa danAmerika, sampai lebih dari 40% diAsia, Amerika Latin dan Afrika.Infeksi masih merupakan salahsatu penyebab utama kematian dankesakitan di rumah sakit dan fasilitaspelayanan kesehatan lainnya. DiIndonesia, infeksi merupakan salahsatu penyebab utama kematianibu dan bayi baru lahir. Selain itu,menyebabkan perpanjangan masarawat inap bagi penderita.Menkes menyampaikan padaSeminar Sehari Patient safetydan Pencegahan PengendalianInfeksi, di Jakarta (7/11). Acara inidiselenggarakan oleh PerhimpunanPengendalian Infeksi Indonesia(Perdalin) dan diikuti perwakilanorganisasi profesi dan para DirekturRumah Sakit. Turut hadir pada acaraini, Guru Besar Kedokteran danEpidemiologi Rumah Sakit di Jenewa,Swiss, Prof. Didier Pittet dan KetuaPerdalin Prof. Dr. Djoko Widodo.Menkes mengatakan, orang-orangyang berada di lingkungan rumah sakit,seperti pasien, petugas kesehatan,penunggu/pengunjung sangat berisikoterinfeksi Health-care AssociatedInfections (HAIs).“Dengan pelaksanaan programPencegahan dan PengendalianInfeksi (PPI), permasalahan tersebutdiharapkan dapat diatasi sebagaibentuk dari patient safety,” ujarMenkes.Menkes menegaskan, tujuan utamapengembangan program patient safetydi rumah sakit dan fasyankes lainnyaadalah, menciptakan budaya patientRPATIENT SAFETY UNTUKPENGENDALIAN INFEKSIsafety; memperbaiki akuntabilitasrumah sakit; menurunkan angka HAIsdan melakukan pencegahan agar’kejadian yang tidak diinginkan’ tidakterulang kembali.Menkes menyebutkan 5 isuutama Patient safety yaitu: safetyuntuk pasien, safety untuk petugaskesehatan, safety untuk institusinya,safety untuk lingkungan dan safetyuntuk bisnis.“Kemkes telah menetapkankebijakan pengembangan ProgramPPI di RS. Pengelola RS wajibmenyelenggarakan PPI sertamembentuk komite dan tim PPI di RS,”tambah Menkes.Tujuan dari Program PPI adalahuntuk Meningkatkan kualitaspelayanan rumah sakit dan fasilitaskesehatan lainnya melalui pencegahandan pengendalian infeksi; Melindungisumber daya manusia kesehatan danmasyarakat dari penyakit infeksi yangberbahaya; serta Menurunkan angkakejadian Infeksi Nosokomial.“Ruang lingkup dari ProgramPPI meliputi Pencegahan Infeksi,Pendidikan dan Pelatihan, Surveilans,dan Penggunaan Obat Antibiotiksecara Rasional”, terang Menkes.Menkes mengatakan, pelaksanaanpeningkatan program PPI saatini memiliki tantangan di masamendatang. Jumlah rumah sakitdan fasyankes sangat banyak danterus bertambah, serta keterbatasansumber daya manusia yang terampildi bidang HAIs. Untuk itu, perlupelatihan – pelatihan agar didapattenaga kesehatan yang profesional danterampil.Menkes menyampaikan apresiasikepada berbagai pihak dalammengupayakan program PPI. Menkesberharap, melalui seminar ini timbulkomitmen dan peran serta semuapihak.§ Pra, Desy
  38. 38. untuk rakyat38 Mediakom No.33/DESEMBER/2011 erdapat 5 programyang mendapatperhatian khususdalam Rakor ini,yaitu: Jamkesmas,Jampersal, BantuanOperasional Kesehatan (BOK),Pelayanan Kesehatan di DaerahTertinggal, Perbatasan, dan KepulauanTerluar (DTPK) dan PelayananKesehatan Klaster IV.Hal itu disampaikan Menkesdr. Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH, Dr.PH saat membuka RapatKoordinasi Pelaksanaan OperasionalProgram (Rakorpop) tahun 2011 danPeningkatan Pelayanan KesehatanKlaster IV dalam Rangka PeningkatanKehidupan Nelayan, 25 Oktober 2011di Jakarta.“Empat program pertama,merupakan unggulan pembangunankesehatan 2010-2014. Keempatnyadiharapkan akan mempercepatpencapaian MDGs dan sasaran-sasaranpembangunan kesehatan lainnya.Program kelima adalah program baru,”kata Menkes.Program Jamkesmas bertujuanmeningkatkan akses masyarakatmiskin dan tidak mampu padapelayanan kesehatan yang bermutu.Program Jampersal dimaksudkanuntuk meningkatkan akses ibu hamilT5 PROGRAMUNGGULANRAKORPOPyang tidak mempunyai jaminankesehatan pada pelayanan kesehatanibu, anak, dan KB yang bermutu.Dengan demikian akan berdampakpada penurunan angka kematianibu dan angka kematian anak, sertapeningkatan kepesertaan KB pascapersalinan.”Tahun 2011, pemerintahmenganggarkan Rp 6,3 triliun untukprogram Jamkesmas dan Jampersal.Sampai dengan Oktober 2011, totaldana yang telah diluncurkan adalahsebesar 4,5 triliun rupiah (72,35%),”jelas Menkes.Program BOK dimaksudkan untukmendukung kegiatan operasionalPuskesmas di lapangan yang difokuskanpada upaya promotif dan preventif.Sampai awal Oktober 2011, 430 Kab/kota telah mencairkan dana BOK. Masihada 62 kabupaten/kota (12,6%) yangbelum mencairkan dana BOK. Hinggasaat ini baru 30% dari total anggaranBOK sebesar Rp. 904,5 milyar yangterserap.”Kementerian Kesehatan telahmenyediakan hotline 082113251532atau 082113236205, SMS gateway di08119207112 dan SITUS www.gizikia.Menkes bukapertemuanRakor Pop.

×