Mediakom 28 (2011)

2,270 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,270
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mediakom 28 (2011)

  1. 1. ETALASENo.28/FEBRUARI/2011 Mediakom
  2. 2. Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  3. 3. ETALASETahun BaruSemangat Baru drg. Murti Utami, MPH S esuatu yang baru, biasanya membawa semangat baru, termasuk hadirnya tahun baru 2011. Setalah melewati berbagai tantangan dan hambatan tahun sebelumnya, tentu termasuk berbagai keberhasilan yang telah dicapai. Pasti capaian keberhasilan tidak serta merta membuatnya puas dan mencukupkan atas keberhasilan tersebut, apalagi pembangunan dalam bidang kesehatan. Sebab masih banyak masalah kesehatan yang harus diminimalisir, seperti penyakit menular, gizi buruk dan upaya menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan. Semua itu masih membutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas pada masa mendatang. Untuk itu mari mengawali tahun baru dengan semangat baru, menyambut tantangan baru dengan anggaran baru pula. Mengawali tahun 2011, Kementerian Kesehatan melanjutkan program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk tahun ke dua. Diakui pelasksana BOK di puskesmas, keberadaannya sangat mendukung operasional pelayanan kesehatan. Walau demikian, mereka masih mengakui ada sedikit kebingungan memahami buku petunjuk teknis penyelenggaraan BOK. Rubrik Media Utama Mediakom edisi XXVIII Februari mengetengahkan penggunaan kegiatan BOK secara rinci. Harapannya 2011 tidak ada lagi kebingunan bagi pelaksana di puskesmas maupun pihak Dinas Kesehatan. Disamping itu, Mediakom juga mengetengahkan rubrik daerah dengan muatan lebih mendalam dari berbagai sudut pandang pembangunan daerah. Meliputi pengembangan SDM Kesehatan, keunggulan daerah dalam bidang kesehatan, pariwisata dan lainnya yang dilengkapi dengan foto- foto terkini sebagai pendukung. Tak ketinggalan terdapat rubrik untuk rakyat. Rubrik ini mengetengahkan berbagai informasi parlementaria yang terkait dengan kebijakan pembangunan kesehatan. Selain itu, untuk kali ini rubrik potret menampilkan Sesmenko Kesra Prof. Indroyono Soesilo, salah satu dari enam kandidat Dirjen Food and Agriculture Organization (FAO) asal Indonesia. Sebuah organisasi pangan dan pertanian di bawah Persarikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menjelaskan secara lugas tentang bagaimana ketahanan pangan secara nasional maupun internasional. Selamat membaca.§RedaksiMediakomSusunan RedaksiPenanggung Jawab : drg. Murti Utami, MPHRedaktur : Dra. Hikmandari A, M.Ed, Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPSEditor/Penyunting : Drs. Sumardi, Mulyadi, SKM, M.Kes, Prawito, SKM, MM, M.Rijadi, SKM, MSc.PH, Busroni S.IP,Mety Setiowati, SKM, Aji Muhawarman, STDesain Grafis dan Fotografer : Drg. Anitasari, M, Resti Kiantini, SKM, M.Kes, Dewi Indah Sari, SE, MM, Sri Wahyuni, S.Sos, MM,Giri Inayah, S.Sos., Wayang Mas Jendra, S.SnSekretariat : Waspodo Purwanto, Endang Retnowaty, Dodi Sukmana, S.I.Kom, Okto Rusdianto, ST, Yan ZefrialAlamat Redaksi: Pusat Komunikasi Publik, Gedung Kementerian Kesehatan RI Blok A, Ruang 107,Jl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Jakarta 12950Telepon : 021-5201590; 021-52907416-9 Fax : 021- 5223002; 021-52960661 Email: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.idCall Center: 021-500567, 021-30413700 Redaksi menerima naskah dari pembaca, dapat dikirim ke alamat email redaksi No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom
  4. 4. DAFTARISI 2 ETALASE 6 INFO SEHAT Mengurangi Stres Dalam Merawat Bayi Otak Manusia Menyusut Dalam 20 Ribu Tahun Terakhir Umur Berapa Otak Manusia Berkembang Optimal? 8 SURAT PEMBACA 9 STOP PRESS MENKES LANTIK PEJABAT BARU ESELON II SUSU FORMULA YANG BEREDAR AMAN Andakah seorang Humas? 14 MEDIA UTAMA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN dr. Retni Yonti, BOK Sebaiknya ada Komponen Jaspel Dr. Retno Maharsi, MKM, Dana BOK mendatangkan Berkah MENGINTIP BOK DI PUSKESMAS CIPUTAT REFORMASI PRIMARY HEALTH CARE 25 RAGAM ROKOK PENYEBAB UTAMA RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR UNTUK RAKYAT MENKES BEBERKAN PROGRAM PRIORITAS DI DPR RAKER DPR: REALISASI BELANJA KEMENKES MENINGKAT Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  5. 5. PERISTIWA 31 HARI GIZI NASIONAL: GIZI LEBIH ANCAM MASA DEPAN ANAK RUMAH SAKIT SAYANG RAKYATMENKES RESMIKAN RUANG OPERASI RUMAH SAKIT UMUM SAYANG RAKYAT MENKES KUNJUNGI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG BROMO MELETUS LAGI PENANGULANGAN MASALAH KESEHATAN AKIBAT BANJIR LAHAR DINGIN POTRET 38 Prof. Dr. Indriyono Soesilo, MSc, KANDIDAT KUAT DIRJEN FAO NASIONAL 40 INDONESIA BERTANGGUNG JAWAB JAGA KESEHATAN GLOBAL PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN 2011 Indonesia sebagai Ketua ASEAN Tahun 2011 DAERAH 1 47 KOLOM 57 DAERAH 2 58 BERKAH PUSKESMAS CIGALONTANG SETELAH GEMPA MENKES MENGUNJUNGI RSUD ENDE SENGSARA MEMBAWA NIKMAT RS RATATOTOK BUYAT UNTUK MASYARAKAT SIAPA DIA 66 IRFAN BACHDIM HAPPY SALMA LULA KAMAL OMESH RESENSI BUKU 68 LENTERA 70 No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom
  6. 6. INFO SEHAT perubahan gula darah yang cepat sehingga meningkatkan kecemasan. Selain itu hindari kafein yang bisa memicu kecemasan dan gangguan tidur. Olahraga secara teratur Lakukan olahraga beberapa hari dalam seminggu seperti berjalan kaki, bersepeda atau aerobik selama 20-30 menit. Jika sangat sulit melakukannya, cobalah untuk keluar rumah sambil membawa bayi ke taman dan berjalan- jalan atau meluruskan kaki. Berjalan- jalan di udara segar bisa membantu mengurangi stres. Luangkan waktu untuk diri sendiri Meluangkan sedikit waktu untuk diri sendiri bukanlah hal yang egois, karena ini penting untuk kesejahteraan emosional. Ibu bisa berendam di air hangat, pergi selama satu jam untuk Mengurangi Stres mencari buku favorit, menonton film kesukaan, melakukan pemijatan atau Dalam Merawat Bayi merawat kuku dan tubuhnya. Kondisi ini akan membantu mengurangi tekanan dan stres di dalam tubuh. Meluangkan waktu dengan pasangan Setelah memiliki anak, kadang semua fokus tertuju pada si kecil dan merasa kehilangan saat-saat bersama pasangan. Mintalah bantuan baby Mengurus bayi bukanlah hal yang Usahakan untuk tetap mendapat sitter atau orangtua untuk menjaga mudah, karenanya tak heran jika tidur si kecil agar bisa berjalan-jalan untuk banyak ibu yang merasa stres. Untuk Usahakan untuk tidur sebanyak makan malam, menonton film atau mengatahui cara mengatasi stres yang dan sesering mungkin, karena kurang menghabiskan waktu bersama muncul saat merawat si kecil. tidur bisa membuat segala sesuatunya pasangan. Kondisi ini penting untuk Kelahiran seorang bayi adalah suatu menjadi lebih buruk. Jika bayi sulit menjaga kesehatan hubungan tantangan yang mencakup perubahan tidur di malam hari, maka istirahatlah sehingga mengurangi pemicu stres. hormon, fisik, emosional, psikologis ketika bayi tidur di siang hari. dan senyawa kimia tertentu di tubuh. Jika tidak juga bisa tertidur, Mintalah bantuan orang lain Tak heran jika seorang ibu bisa merasa memejamkan mata dan mengambil Saat merawat bayi ada kalanya lelah, bersemangat, frustasi, khawatir napas panjang untuk bersantai bisa ibu merasa kewalahan dan tidak dan gembira dalam waktu yang sama, sangat membantu. Karena tidur atau bisa melakukan kegiatan lain selain sehingga bisa memicu stres. menutup mata adalah cara alami merawat si kecil. Untuk itu tidak ada Penting bagi ibu yang baru memiliki untuk memulihkan dan menjaga salahnya mencari bantuan orang lain bayi untuk menjaga dirinya sendiri, sistem tubuh agar tetap prima. seperti orangtua, kerabat, teman khususnya dalam bulan-bulan awal atau orang lain yang memang bisa kehidupan bayi. Berikut ini tips yang Mengonsumsi makanan yang dipercaya. Dengan adanya bantuan bisa dilakukan untuk mengurangi stres, bernutrisi orang lain, maka ibu bisa istirahat yaitu: Usahakan untuk menghindari sejenak atau melakukan tugas lain.§ junk food, karena bisa menyebabkan YN-berbagai sumber Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  7. 7. Otak Manusia Menyusut Dalam 20 Ribu Tahun Terakhir yang cukup mengejutkan tersebut. yang mengaitkannya dengan Salah satunya terkait dengan peradaban kepadatan penduduk. Ketika populasi masa itu yang termasuk dalam periode manusia dan kompleksitas hubungan zaman batu tua (Upper Paleolithic). dengan masyarakat meningkat, Pada masa tersebut, aktivitas manusia tidak dituntut untuk manusia purba mengalami peralihan terlalu cerdas sehingga volume otak cukup drastis dari yang semula tinggal cenderung menyusut. di gua menjadi lebih banyak di luar Namun teori yang terakhir ini tidakKetika manusia moderen begitu ruangan. Diduga hawa yang lebih dingin terlalu mendapat dukungan dari ahlibangga dengan kecerdasannya, dibanding saat berada di dalam gua yang lain, sebab volume otak memangtemuan para ahli menunjukkan memicu terjadinya adaptasi fisiologis tidak selamanya berbanding lurusvolume otak manusia yang hidup pada ukuran tengkorak manusia. dengan tingkat kecerdasan. Faktanya20.000 tahun lalu justru lebih besar. Teori lain mengatakan, perubahan kemampuan dan kreativitas manusiaTidak tanggung-tanggung, selisihnya itu lebih terkait dengan perubahan terutama untuk menggunakan bahasahampir sebesar bola tenis. pola makan. Dari yang semula hanya dalam berkomunikasi terus meningkat “Dalam 20.000 tahun terakhir, makan daging kuda atau rusa, manusia dari masa ke masa.volume rata-rata otak manusia zaman batu mulai mengolah makanan ”Menyusutnya volume otakmenyusut dari 1.500 cm3 menjadi menjadi lebih mudah dikunyah. Jarang justru menunjukkan bahwa manusiasekitar 1.350 cm3. Penyusutan ini mengunyah menyebabkan rahang moderen makin cerdas. Meskiterjadi pada pria maupun wanita, tidak tidak tumbuh dan secara keseluruhan volumenya lebih kecil, otak manusia Umur Berapapeduli dari etnis manapun,” ukuran tengkorak mengecil. bisa bekerja lebih efisien sehingga Berbagai spekulasi dikembangkan Spekulasi yang agak berbeda tidak boros energi,”.§ Otak Manusiapara ahli untuk menjelaskan temuan dikembangkan University of Missouri, YN-berbagai sumber Berkembang Optimal?Selama satu dasawarsa, orang begitu percaya otak berkaitan dengan pengambilan keputusan, interaksi sosialmanusia tumbuh optimal saat usia dini dan tidak terlalu dan sebagian besar ciri kepribadian lainnya.berharap pada perkembangan otak manusia saat dewasa. “Selama sekitar 10 tahun yang lalu, kita banyakTapi kini peneliti menemukan hal yang sebaliknya. mengasumsikan bahwa otak manusia berhenti berkembang Sebagian besar orang berpikir dirinya akan memiliki saat usia dini. Tapi sekarang kita mengerti dan memilikikematangan berpikir ketika berusia 21 tahun. Namun kebenaran baru bahwa otak manusia terus berkembangsaat ini hal tersebut tidak terbukti, karena otak terus selama beberapa dekade”.berkembang dan mencapai kematangannya ketika Profesor Sarah menuturkan area otak yangseseorang berusia 40-an tahun. perkembangannya berjalan paling panjang adalah bagian Hasil studi scan otak telah menunjukkan bahwa korteks depan otak yaitu korteks prefrontal bagian kanan. Bagianprefrontal, yaitu daerah otak yang tepat berada di belakang otak ini terlibat dalam fungsi kognitif yang tinggi sertadahi akan terus mengalami perubahan bentuk dan berkaitan dengan pemahaman terhadap orang lain.berkembang sampai ia berusia 30-an hingga 40-an tahun. “Daerah otak ini mulai berkembang pada anak usia dini, Hasil temuan ini sangat signifikan, karena korteks lalu mengalami reorganisasi di akhir masa remaja dna terusprefrontal adalah area utama dari otak dan sering dianggap berkembang dengan baik hingga seseorang berusia 30-ansebagai kunci pembentukan seorang manusia. Daerah ini dan 40-an tahun,” ungkapnya. No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom
  8. 8. SURAT PEMBACAPERTANYAAN Saya dokter baru lulus dan inginmenjadi dokter PTT di daerah,bagaimana dan apa syarat menjadidokter PTT? Terima kasih.JAWAB Untuk dokter PTT daerahpersyaratan dan waktunya dapatditanyakan ke Dinas Kesehatan peminatan yang akandituju, karena untuk PTT daerah yangmengadakan adalah PemerintahDaerah setempat. Sedangkan untukPTT Pusat dapat dilihat di website BiroKepegawaian Kementerian Kesehatan:http://www.depkes.go.id. PERTANYAAN Saya mahasiswa fakultaskedokteran salah satu universitasswasta di Yogyakarta. Saya telahmembaca dari website KementerianKesehatan yang menjelaskan program MediaKuisinternsip dokter Indonesia. Saya berminat untukmengikuti program tersebut.Apakah saya bisa mengikuti programinternship di daerah asal yang 1. Apa kepanjangan dari PKMD ?membutuhkan tenaga internship? 2. Kapan Hari Gizi Nasional diperingati ? 3. Apa itu Jampersal ?JAWABAN Untuk pengajuan  daerah Kirimkan jawaban kuis dengan mencantumkan biodata lengkap (nama,program Internsip masih ditentukan alamat, kota/kabupaten, provinsi, kode pos dan no telp yang mudahberdasarkan pertimbangan Komite dihubungi).Internship Dokter Indonesia (KIDI)Propinsi dan Pusat pada tempat- Jawaban dapat dikirim melalui :tempat yang telah disiapkan (wahana • Email : puskom.publik@yahoo.co.idyang telah dinilai berdasarkan • Fax : 021 - 52907421pertimbangan KIDI). Pengajuan • Pos : Pusat Komunikasi Publik, Gedung Kemenkesprogram Internsip dilakukan secara Jl. HR. Rasuna Said Blok X5, Kav. 4-9, Jakarta Selatankolektif melalui universitas masing-masing. Jawaban diterima redaksi paling lambatUntuk informasi lebih lanjut dapat minggu keempat (terakhir) bulan Maret 2011.menghubungi: Nama pemenang akan diumumkan diPusat Perencanaan dan Majalah Mediakom edisi XXIX April 2011.Pendayagunaan SDM Kesehatan: Jl. Hang Jebat III Blok F3 Kebayoran 10 Pemenang MediaKuis masing-masingBaru akan mendapat t-shirt dari Mediakom.Jakarta Selatan No Telp. (021) - 7245517 / 72797302 / Hadiah pemenang akan dikirim melalui pos.7258606 Kuis ini tidak berlaku bagi Keluarga Besar Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI. Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  9. 9. STOP PRESSMENKES LANTIKPEJABAT BARU ESELON II enin, 3 Januari 2011, Sukendar Adam, DIM, M.Kes sebagai Mulyanto, MM sebagai Inspektur S Menteri Kesehatan Kepala Biro Umum, dr. Elizabeth jane IV, Drs. Wayan Rai Suarthana, MM RI, dr. Endang Rahayu Soepardi, MPH, DSC sebagai Kepala sebagai Inspektur Investigasi. Sedyaningsih, MPH, Pusat Data dan Informasi, Dra. Niniek Direktorat Bina Upaya Kesehatan, Dr.PH melantik Kun Naryatie sebagai Kepala Pusat dr. H. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes para pejabat Eselon Kerjasama Luar Negeri, Mudjiharto, sebagai Sekretaris DirektoratII di lingkungan Kementerian SKM, MM sebagai Kepala Pusat Jenderal, dr. Bambang Sardjono,Kesehatan sesuai dengan struktur Penanggulangan Krisis Kesehatan, MPH sebagai Direktur Bina Upayaorganisasi yang baru berdasarkan drg. Usman Sumantri, M.Sc sebagai Kesehatan Dasar, dr. H. ChairulPermenkes No. 1144 tahun 2010 Kepala Pusat Pembiayaan dan Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH,tentang Organisasi dan Tata kerja Jaminan Kesehatan, drg. Murti FINASIM, M.Kes sebagai DirekturKementerian Kesehatan. Utami, MPH sebagai Kepala Pusat Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Para pejabat yang dilantik Komunikasi Publik, dr. Lily Sriwahyuni Suhartati, S.Kp, M.Kes sebagaisebagian besar adalah pejabat lama, Sulistyowati, MM sebagai Kepala Direktur Bina Pelayanan Keperawatanada yang mutasi dan ada pula yang Pusat Promosi Kesehatan, dr. H. dan Keteknisan Medik, dr. Zamrudpromosi. Para pejabat yang dilantik Kemas M. Akib Aman, Sp.R, MARS Ewita Aldy, Sp.PK, MM sebagaidi lingkungan Sekretariat Jenderal, sebagai Kepala Pusat Intelegensia Direktur Bina Pelayanan Penunjangdr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes Kesehatan, dr. H. Taufik Tjahjadi, Sp. S Medik dan Sarana Kesehatan, dr.sebagai Kepala Biro Perencanaan dan sebagai Kepala Pusat Kesehatan Haji. Irmansyah, Sp.KJ(K) sebagai DirekturAnggaran, dr. H. Abdul Rival, M.Kes, Inspektorat Jenderal, drg. Bina Kesehatan Jiwa, dr. Czeresnasebagai Kepala Biro Kepegawaian, S.R. Mustikowati, M.Kes sebagai Heriawan Soejono, Sp.PD sebagaiAchmad Djohari, SKM, MM sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal, Drs. Direktur Medik dan KeperawatanKepala Biro Keuangan dan Barang Wijono Budihardjo, MM sebagai RSUPN Dr. Cipto MangunkusumoMilik Negara, Prof. dr. Budi Sampurna, Inspektur I, dr. Zusy Arini Widyati, Jakarta, dr. Ayi Djembarsari, MARSSH, DFM, Sp.F(K), Sp.KP sebagai MM sebagai Inspektur II, Arsil Rusli, sebagai Direktur PengembanganKepala Biro Hukum dan Organisasi, SH, MH sebagai Inspektur III, Drs. dan Pemasaran RSUPN Dr. Cipto No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom
  10. 10. STOP PRESS Mangunkusumo Jakarta, dr. Sp.Pk, MARS sebagai Kepala Balai Jenderal, dr. H. Andi Muhadir, MPH MohammadAli Toha, MARS sebagai Besar Labkes Jakarta. sebagai Direktur Surveilans, Imunisasi, Direktur Keuangan RSUPN Dr. Di lingkungan Direktorat Bina Karantina dan Kesehatan Matra, dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr. Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, H. M. Subuh, MPPM sebagai Direktur Tri Wisesa Soetisna, Sp.B(K) BTKV dr. Wistianto Wisnu, MPH sebagai Pengendalian Penyakit Menular sebagai Direktur Pelayanan RS Jantung Sekretaris Direktorat jenderal, Dr. Langsung, dr. Rita Kusriastuti, M.Sc dan Pembuluh Darah Harapan Kita Minarto, MPS sebagai Direktur Bina sebagai Direktur Pengendalian Jakarta, drg. Dience Erwina Indriyani, Gizi, dr. Ina Hernawati, MPH sebagai Penyakit Bersumber Binatang, dr. MARS sebagai Direktur Umum dan Direktur Bina Kesehatan Ibu, dr. Kirana H. Azimal, M.Kes sebagai Direktur Operasional RS Kanker Dharmais Pritasari, MQIH sebagai Direktur Bina Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Jakarta, dr. Andi Wahyuningsih Kesehatan Anak, dr. Abidinsyah Siregar, drh. Wilfred Hasiholan Purba, MM, Attas, Sp.An sebagai Direktur Utama DHSM, M.Kes sebagai Direktur Bina M.Kes sebagai Direktur Penyehatan RSUP Fatmawati Jakarta, drg. RR. Pelayanan Kesehatan Tradisional, Lingkungan, Hary Purwanto, SKM, Poppy Mariani Julianti, MARS Alternatif dan Komplementer, dr. M.Epid sebagai Direktur Keuangan sebagai Direktur Keuangan RSUP Kuwat Sri Hudoyo, MS sebagai Direktur dan Administrasi Umum RSPI Prof. Persahabatan Jakarta, dr. Rochman Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga. Dr. Sulianti Saroso Jakarta, dr. Slamet, Arif, M.Kes sebagai Direktur Umum Di lingkungan Direktorat Jenderal MHP sebagai Kepala Kantor Kesehatan dan Operasional RSUP Dr. Sardjito Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar. Yogyakarta, drg. Tri Putro Nugroho, Drs. Prwadi, Apt., MM, ME sebagai Di lingkungan Badan Penelitian M.Kes sebagai Direktur SDM dan Sekretaris Direktorat Jenderal, dr. dan Pengembangan Kesehatan, Pendidikan RSUP Sanglah Denpasar, Setiawan Soeparan, MPH sebagai drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes dr. Elzarita Arbain, M.Kes sebagai Direktur Bina Obat Publik dan sebagai Sekretaris Badan, Drs. Ondri Direktur Umum dan Operasional RSUP Perbekalan Kesehatan, Dra. Engko Dwi Sampurno, M.Si, Apt. sebagai Sanglah Denpasar, dr. Lukmanul Hakim Sosialine Magdalene, Apt., M.Bio. Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Nasution, Sp.KK sebagai Direktur Med. sebagai Direktur Bina Pelayanan Dasar Kesehatan, dr. Siswanto, MHP, medik dan Keperawatan RSUP H. Kefarmasian, Dra. Nasirah Bahaudin, DTM sebagai Kepala Pusat Teknologi Adam Malik Medan, Agustinus Pasalli, Apt., MM sebagai Direktur Bina Terapan Kesehatan dan Epidemiologi SE, MM sebagai Direktur Keuangan Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan, Klinik, Dede Anwar Musadad, SKM, dan Administrasi Umum RSUP Prof. Dr. Drs. T. Bahdar Johan Hamid, M.Pharm M.Kes sebagai Kepala Pusat Teknologi R.D. Kandou Manado, dr. Iwan Sovani, sebagai Direktur Bina Produksi dan Intervensi Kesehatan Masyarakat, drg. Sp.M, M.Kes sebagai Direktur Medik Distribusi Kefarmasian. Agus Suprapto, M.Kes sebagai Kepala dan Keperawatan RS Mata Cicendo Di lingkungan Direktorat Jenderal Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan Bandung, drg. Liliana Lazuardy, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. M.Kessebagai Direktur RS Kusta Lingkungan, dr. Yusharmen, D.Comm. Di lingkungan Badan Pengembangan Sitanala Tangerang, dr. Ali Muchtar, H, M.Sc sebagai Sekretaris Direktorat dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Suhardjono, SE, MM sebagai Sekretaris Badan, drg. Tritarayati, SH sebagai Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan, Drs. Sulistiono, SKM, M.Sc sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan, Ir. Ace Yati Hayati, MS sebagai Kepala Pusat Standardisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan SDM Kesehatan, serta Dra. Meinarwati, Apt., M.Kes sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta.§ menkes memberikan ucapan selamat kepada pejabat baru 10 Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  11. 11. SUSU FORMULAYANG BEREDAR AMAN enkes dr. Endang diberi makanan pendamping ASI. ASI April 2010 memenangkan gugatanM Rahayu Sedyaningsih, adalah makanan terbaik bagi bayi David Tobing agar para pihak yaitu MPH, Dr. PH karena mengandung zat gizi paling IPB sebagai tergugat I, Kepala menyatakan susu sesuai untuk pertumbuhan dan Badan POM sebagai tergugat II dan formula yang beredar perkembangan bayi. Menteri Kesehatan sebagai tergugat di Indonesia aman Hal ini disampaikan Menkes dalam III mengumumkan merk dan jenisdikonsumsi. Untuk memberikan jumpa pers bersama Kepala BPOM susu formula yang tercemar bakterijaminan keamanan pangan termasuk Dra. Kustantinah, Apt, Ketua Umum Enterobacter sakazakii (ES).produk susu formula, pemerintah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Endang Rahayu Sedyaningsihmelalui Badan Pengawas Obat dr. Badriul Hegar, Sp.A dan Kepala menambahkan, tindakan produsendan Makanan (BPOM) melakukan Kantor Hukum dan Organisasi IPB susu formula yang memasarkansampling dan pengujian susu Dedy Muhammad Tauhid, SH, MM di produknya dengan membagi-bagikanformula yang beredar di pasaran. Kantor Kementerian Komunikasi dan sampel gratis di rumah bersalin,Uji sampling produk itu dilakukan Informatika, Jakarta 10 Februari 2011. merupakan kebijakan yang tidak etis.berturut-turut sejak tahun 2008, Jumpa Pers yang dipandu Menteri “ Saya mengecam keras pihak-2009, 2010 dan sampai awal Februari Komunikasi dan Informatika Tifatul pihak yang mempromosikan susu2011. Hasilnya menunjukkan seluruh Sembiring itu mendapat perhatian formula dengan cara membagikansampel yang diuji tidak mengandung luas media massa cetak, elektronik sampel gratis di rumah bersalin”, ujarEnterobacter sakazakii. Para ibu maupun online. Para kuli tinta Menkes.yang memiliki bayi diimbau untuk ini sudah menanti-nanti kapan Kementerian Kesehatan tidakmemberikan air susu ibu (ASI) pemerintah mengumumkan merk tahu menahu merek susu formulaEksklusif. Yaitu memberikan ASI saja susu formula yang mengandung yang menurut hasil penelitian FKHsampai bayi berusia 6 bulan dan bakteri Enterobacter sakazakii. IPB tahun 2006 mengandung bakteritetap melanjutkan sampai 2 tahun. Putusan Kasasi Mahkamah Agung Enterobacter sakazakii. “DipaksaSetelah 6 bulan disamping ASI bayi No. 2975 K/Pdt/2009 tanggal 26 seperti apa pun, kami tidak tahu No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom 11
  12. 12. STOP PRESS nama produk susunya karena bukan dengan produk di peredaran (post Penelitian pada tikus. kami yang melakukan penelitian”, ujar market control). Polemik tentang susu formula Menkes. Post market control dilakukan berbakteri muncul ketika tahun 2008 Menkes mengatakan, penelitian secara rutin antara lain melalui IPB mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan peneliti IPB adalah inspeksi terhadap sarana produksi yang dilakukan peneliti dari FKH kajian ilmiah yang independen. untuk pemenuhan penerapan IPB. Dari penelitian itu ditemukan Penelitian ilmiah itu prosesnya persyaratan Cara Produksi Pangan yang 22,73% dari 22 sampel susu formula bertahap dan IPB memiliki Baik (CPPB). Selain itu juga dilakukan yang diteliti mengandung bakteri independensi untuk melakukan sampling produk dari peredaran untuk Enterobacter sakazakii. penelitian. IPB tidak mempunyai dilakukan pengujian laboratorium . Peneliti mengambil sampel kewajiban untuk melaporkan hasil Sebagai respon atas hasil penelitian penelitian produk susu formula dan penelitiannya kepada Menteri IPB yang dipublikasikan Februari 2008 makanan bayi yang beredar tahun Kesehatan maupun kepada Badan dan untuk melindungi kesehatan 2003 hingga 2006. Penelitian dilakukan POM. masyarakat serta menjamin bahwa pada mencit (anak tikus). Ditambahkan, kasus infeksi susu formula bayi yang beredar Ketua Umum IDAI dr. Badriul Hegar Enterobacter sakazakii jarang memenuhi syarat pada Maret 2008, mengatakan, bakteri Enterobacter ditemukan. Berdasarkan publikasi BPOM telah melakukan sampling sakazakii sebetulnya ada dimana- WHO tanggal 13 Februari 2004 dan dan pengujian terhadap 96 produk mana, seperti air dan udara. Namun laporan tahun 1961 sampai 2003, di formula bayi. Meskipun pada saat itu pada suhu 70 derajat celcius bakteri seluruh dunia ditemukan 48 bayi yang sebenarnya belum ditetapkan adanya itu mati. “ Botol susu yang tidak bersih, sakit, sementara di Indonesia belum persyaratan cemaran bakteri ES cara memasak air yang tidak sampai ada laporan. Kementerian Kesehatan dalam produk formula bayi berbentuk mendidih, dan cara penyajian susu tidak menganjurkan pemberian bubuk baik secara nasional maupun yang tidak tepat merupakan potensi susu formula bagi bayi, kecuali ada internasional (Codex Alimentarius terjadinya kontaminasi bakteri”, indikasi medis baik bagi ibu maupun Commission=CAC). ujarnya. bayinya yang tidak memungkinkan Hasil pengujian Badan POM Dr. Hegar meminta semua pihak memberikan ASI Eksklusif, maka susu menunjukkan seluruh sampel yang melakukan upaya promotif dan formula boleh diberikan. diuji tidak mengandung Enterobacter preventif, misalnya memperhatikan Namun harus disiapkan secara sakazakii. Pada tahun 2009 dilakukan cara-cara penyajian susu formula yang baik untuk mencegah terinfeksi sampling dan pengujian terhadap hygienis. Yang lebih penting adalah bakteri Enterobacter sakazakii, yaitu 11 sampel, tahun 2010 sebanyak memprioritaskan pemberian ASI menggunakan air yang dimasak 99 sampel, dan tahun 2011 sampai secara eksklusif selama enam bulan sampai mendidih lalu dibiarkan dengan awal Februari sebanyak sejak kelahiran bayi dibandingkan selama 10-15 menit agar suhunya 18 sampel. “Hasil pengujian memberikan susu formula. “ Kami turun menjadi kurang lebih 70 derajat menunjukkan seluruh sampel tidak juga meminta agar pemerintah tetap celcius. Siapkan susu sebanyak yang mengandung Enterobacter sakazakii,” menjamin keamanan pangan terutama dapat dihabiskan oleh bayi dan sesuai papar Kustantinah. makanan bayi”, kata Katua IDAI. takaran yang tertera pada label. Sisa Kepala Badan POM menghimbau Sementara itu, Kepala Kantor susu yang dilarutkan dibuang setelah masyarakat agar tidak perlu khawatir Hukum dan Organisasi IPB, 2 jam. Para ibu juga perlu mengetahui untuk mengkonsumsi susu formula Dedi Muhammad Tauhid, SH, bahwa susu bubuk formula bukanlah bayi dengan tetap mengikuti petunjuk MM menyatakan ia tidak dapat suatu produk yang steril dan dapat penyimpanan, penyiapan dan mengumumkan susu formula yang terkontaminasi oleh kuman yang penyajian sesuai dengan petunjuk mengandung bakteri ES karena menyebabkan penyakit, tambah yang tercantum dalam label. hingga 10 Februari 2011, IPB belum Menkes. Badan POM akan tetap mengawal menerima secara resmi salinan Kepala BPOM, Dra. Kustantinah keamanan, mutu dan gizi produk putusan kasasi dari MA. Pihaknya menyatakan, institusi yang pangan yang beredar dan apabila tahu tentang Putusan Kasasi MA dari dipimpinnya memiliki otoritas masyarakat memerlukan informasi website Mahkamah Agung. pengawasan secara terus menerus lebih lanjut dapat menghubungi Biro “Jika kami telah menerima terhadap produk pangan termasuk Hukum dan Humas atau Unit Layanan salinan putusan MA itu, IPB akan produk formula bayi. Pengawasan Pengaduan Konsumen dengan alamat melaksanakan hal-hal yang sudah dilakukan secara komprehensif sesuai ulk@yahoopom.go.id atau telp. diatur secara hukum, tentunya setelah dengan kaidah yang berlaku secara 021-4263333 021-4263333 atau melalui kajian dan pertimbangan- internasional meliputi pengawasan 021-32199000 021-32199000, ujar pertimbangan. Karena itu IPB belum yang dimulai dari produk sebelum Kustantitah. bisa memaparkan datanya seperti yang beredar (pre market control) sampai diminta pengadilan. “, papar Dedi.§ 12 Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  13. 13. Andakah seorang Humas? ekerjaan seorang Menciptakan ketertarikan dengan tulis menulis selain tugas- P humas yaitu Humas juga harus dapat tugas lainnya. Diantaranya adalah mempromosikan. menciptakan ketertarikan publik menjalin hubungan baik antar Humas proses dalam suatu situasi atau serial lembaga baik pemerintah maupun terus menerus dari situasi, yang bisa jadi berpengaruh non pemrintah, menjalin hubungan usaha-usaha untuk besar dalam suatu organisasi atau baik dengan mitra (disini Media),memperoleh kemauan baik dan sekelompok orang. Merancang pesan tematik agar pesanpengertian dari pelanggan, pegawai, yang disampaikan oleh organisasidan publik yang lebih luas. Dalam Menggunakan strategi yang memiliki keseragaman/ keterkaitanpekerjaannya, seorang humas efektif. pesan, melakukan segmentasi media,membuat analisis ke dalam dan Penerimaan masyarakat mungkin dimana seorang humas harus mampuperbaikan diri, serta membuat bersikap melawan pada sebuah memformulasikan keseimbanganpernyataan-pernyataan keluar. situasi karena mereka tidak mengerti saling dukung antara media cetak dan Pada umumnya kesan yang apa yang sedang terjadi, atau elektronik, komunikasi interaktif.jelek datang dari ketidak-pedulian, menganggap hal tersebut terjadi. Tersedianya rubrik konsultasiprasangka buruk, sikap melawan, dan Profesi humas mempunyai peran atau jasa layanan konsumen melaluiapatis. Seorang humas harus mampu kunci untuk menjelaskan sebuah telpon (PTRC), menjaga reputasi danuntuk mengubah hal-hal tersebut situasi atau kejadian dengan sejelas- citra melalui pemanfaatan kekuatanmenjadi pengetahuan dan pengertian, jelasnya.Sehingga sikap menentang, pesan dan atau kombinasinya,penerimaan dan ketertarikan. berubah menjadi atmosfer Iklan multiguna (memanfaatkanBerikut hal-hal yang perlu mendapat menerima penjelasan momentum psikologis), Melakukanperhatian bagi seorang humas. iklan layanan masyarakat. Semua Simpati itu berkaitan pesan yang akan diKesan (image) Dengan mengemukakan sampaikan kepada publik dengan Kesan disini berarti ”gambaran informasi secara jelas dan tidak bias, media yang di kemas berbeda sesuaiyang diperoleh seseorang tentang merupakan salah cara untuk meraih kebutuhan.suatu fakta sesuai dengan tingkat simpati. Produk-produk tertulis kehumasanpengetahuan dan pengertian mereka antara lain siaran pers yaitu(terhadap suatu produk, orang, atau Kesalahan umum informasi yang mengandung nilaisituasi)”. Kesalahan umum terjadi karena berita dan disampaikan kepada menganggap program humas sebagai publik melalui media massa., mediaPengetahuan program jangka pendek, dan program internal (contohnya Mediakom), Humas memiliki peran penting penanggulangan reaktif saat terjadi laporan tahunan, advetorial, profildalam membantu menginformasikan hal-hal yang tidak diinginkan atau instansi/perusahaan, lembaran beritapada publik internal (dalam ketika hubungan dengan masyarakat (Newsletter), penulisan komentarorganisasi) dan publik eksternal (luar menjadi buruk. pembaca ( surat pembaca), penulisahorganisasi) dengan menyediakan naskah pidato, Iklan layananinformasi akurat dalam format Pekerjaan Humas masyarakat dan lainnya.§yang mudah dimengerti. Untuk itu Tujuh puluh persen dari kegiatan YN-dari berbagai sumber)diburuhkan pengetahuan yang luas. seorang humas berhubungan No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom 13
  14. 14. MEDIA UTAMA M E DI A U TA M A P embangunan kesehatan tidakBANTUAN terlepas dari kinerja Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif danOPERASIONAL paripurna. Puskesmas, sebagai unit pelaksana teknis dari istitusi pemerintah bidang kesehatan yang bertanggung jawab pada penyelenggaraan pembangunanKESEHATAN kesehatan di suatu wilayah kecamatan, menyelenggarakan pelayanan pengobatan, pemulihan kondisi pasien, pencegahan penyakit, peningkatan kualitas hidup dan promosi kesehatan.dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes Puskesmas telah berkembang di IndonesiaKepala Biro Perencanaan dan Anggaran sejak tahun 1968 dan hasil yang dicapai telah cukup membanggakan. Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat, Puskesmas telah banyak berperan dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta peningkatan14 Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  15. 15. Umur Harapan Hidup (UHH). kesehatan, maka performa puskesmas bersmber dari APBN Kementerian Sampai saat ini tercatat 8.737 harus dioptimalkan kembali. Kesehatan melalui Tugas PembantuanPuskesmas yang beroperasi dengan Mengantisipasi hal ini, Kementerian (TP). Alokasi dana BOK tiap kabupaten/segala keterbatasan kondisi dari Kesehatan melakukan revitalisasi kota ditetapkan melalui Keputusansetiap Puskesmas. Kebijakan yang puskesmas dan rencana aksinya. Menteri Kesehatan. Selanjutnyamendukung keberadaan Puskesmas Maksud dari Revitalisasi Puskesmas kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/telah ada melalui Kepmenkes 128 adalah mengembalikan Puskesmas Kota menetapkan alokasi dana BOKtahun 2004 tentang Kebijakan Dasar kepada konsep Puskesmas, ketenagaan tiap Puskesmas di daerahnya denganPuskesmas, dinyatakan bahwa 1 Puskesmas dan pemenuhan sarana mempertimbangkan antara lain: IPKMPuskesmas memiliki fungsi sebagai dan peralatan di Puskesmas sesuai (Linakes, UCI, D/S, Peserta KB Aktif),pusat penggerak pembangunan nilai-nilai dasar dalam Kebijakan Dasar jumlah penduduk, luas wilayah/kondisiberwawasan kesehatan, pusat Puskesmas. geografis, kesulitan wilayah, danpemberdayaan masyarakat, pusat Revitalisasi Puskesmas ini didukung jumlah Puskesmas.pelayanan kesehatan strata pertama dengan upaya terobosan yang Dana BOK dimanfaatakan untukmeliputi upaya kesehatan perorangan dilakukan Kementerian Kesehatan membiayaan kegiatan operasional(UKP = private goods) dan upaya yang sudah mulai diterapkan akhir yang terdiri dari: perjalanan dinas,kesehatan masyarakat (UKM = tahun 2010 lalu, yaitu Bantuan bahan habis pakai, pemeliharaanpublic goods). Penerapan kebijakan Operasional Kesehatan (BOK). BOK ringan, paket kegiatan manajemen,dasar Puskesmas perlu dukungan adalah bantuan pemerintah pusat orientasi, dan sosialisasi program,yang mantap dari berbagai pihak, kepada pemerintah daerah kabupaten/ serta honor. Perjalanan dinasbaik politis, peraturan perundangan kota dalam rangka Tugas Pembantuan ini meliputi: transport petugasmaupun sumber daya dan untuk operasional puskesmas Puskesmas, Pustu, Poskesdes;pembiayaannya. melaksanakan pelayanan kesehatan transport kader kesehatan/dukun/ Di era desentralisasi, pemerintah sesuai Standar Pelayanan Minimal lintas sektor yang terlibat dalamdaerah mendapat kewenangan yang (SPM) Kesehatan menuju Millennium kegiatan upaya kesehatan (ojek,besar dalam pengelolaan keuangan Development Goals (MDGs) dengan jalan kaki, sepeda motor, perahu,dan fungsi-fungsi pemerintahan serta meningkatkan kinerja Puskesmas dan sewa perahu); transport Rujukan daripelayanan, termasuk Puskesmas. jaringannya serta Upaya Kesehatan Desa ke Puskesmas, dari PuskesmasKeadaan ini menyebabkan perubahan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) ke Rumah sakit kasus resiko tinggiyang mendasar dalam pelayanan dalam menyelenggarakan pelayanan dan komplikasi kebidanan pesertakesehatan. Perbedaan faktor sosio kesehatan promotif dan preventif. Jampersal; uang penginapan bilabudaya, tingkat ekonomi, keadaan Pelayanan kesehatan yang diperlukan sesuai peraturan yanggeografi dan demografi, tingkat diselenggarakan melalui BOK ini berlaku (untuk desa terpencil/sulitkemampuan keuangan daerah menjadi adalah: 1) Kesehatan Ibu dan Anak dijangkau); dan uang harian bilapertimbangan dalam perencanaan termasuk Keluarga Berencana (KB); diperlukan sesuai peraturan yangtermasuk pengalokasian anggaran 2) Imunisasi; 3) Perbaikan Gizi berlaku (untuk desa terpencil/sulitdaerah. Pada kondisi yang bersamaan, Masyarakat; 4) Promosi Kesehatan; dijangkau).ada beberapa daerah mengalami 5) Kesehatan Lingkungan; dan 6) Guna menjaga anggaran yang tepatefek kurang menguntungkan dari Pengendalian Penyakit. guna dan tepat sasaran, pembinaankebijakan otonomi daerah, antara lain Untuk pelayanan Kesehatan Ibu dan pengelolaan BOK dilakukan oleh Timterjadi kurangnya biaya operasional Anak termasuk Keluarga Berencana, Pengelola BOK. Tim ini berada di setiapPuskesmas sehingga keadaan dilakukan kegiatan antara lain: 1) tingkat (Pusat, Provinsi, Kabupaten/tersebut memberi dampak pada Pemeriksaan kehamilan; 2) Pelayanan Kota) ditujukan agar dana BOK dapatpenurunan performa Puskesmas. persalinan oleh tenaga kesehatan yang dimanfaatkan secara efektif dan efisienKondisi ini diasumsikan merupakan kompeten Fasilitasi untuk untuk pencapaian tujuan sehinggapredisposisi berbagai dampak buruk mendapatkan persalinan oleh tenaga dapat memberikan hasil seoptimalpada kesehatan masyarakat antara kesehatan; 3) Pelayanan nifas; 4) mungkin.lain stagnansi penurunan AKI, AKB Pelayanan kesehatan neonatus; Tim Pengelola BOK di Pusat,dan munculnya kembali beberapa 5) Pelayanan kesehatan bayi; 6) Provinsi, dan Kabupaten/Kotapenyakit infeksi serta meningkatnya Pelayanan kesehatan balita; 7) Upaya mencakup: 1) Pembinaan dilakukankasus balita malnutrisi. Secara spesifik kesehatan anak sekolah; 8) Pelayanan secara berkala; 2) Pembinaankondisi ini berdampak kepada utilitas KB; 9) Pencegahan dan penanganan dilakukan secara terintegrasi denganpelayanan kesehatan terutama pada kekerasan, termasuk penelantaran kegiatan Jamkesmas/Jampersal; 3)kelompok rentan seperti orang miskin, gangguan jiwa; 10) Upaya kesehatan Pembinaan Puskesmas oleh Timibu dan anak, karena pentingnya peran reproduksi remaja. Pengelola BOK Kabupaten/Kotapuskesmas dalam pembangunan Sumber dana untuk kegiatan BOK dilakukan terhadap aspek teknis No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom 15
  16. 16. MEDIA UTAMAkegiatan dan administrasi; 4)Pembinaan dilakukan mulaidari penyusunan RPK/POA danpenggerakkan-pelaksanaankegiatan BOK; 5) Pembinaandapat dilakukan melaluikunjungan lapangan secaraacak untuk pembuktian laporanPuskesmas; dan 6) Pembinaandapat dilakukan melaluipertemuan koordinasi ditingkat Kabupaten/Kota denganmengundang Puskesmas. Pembinaan dilakukan secaraberjenjang oleh pemerintahpusat dan pemerintahdaerah sesuai dengan tugasdan fungsinya. Pelaksanaanpengawasan penyelenggaraankegiatan BOK dilakukan olehaparat pengawasan fungsional(APF). Kegiatan pengawasanBOK adalah kegiatan yangbertujuan untuk mengurangidan/atau menghindari masalahyang berhubungan denganpenyalahgunaan wewenang, dr. Retni Yonti BOK Sebaiknya adakebocoran dan pemborosankeuangan negara, pungutan liar,atau bentuk penyelewenganlainnya. Pengawasan kegiatanBOK meliputi pengawasanmelekat (Waskat), pengawasanfungsional internal danpengawasan eksternal. BOK Komponen Jaspelberasal dari dana pusat S(Kementerian Kesehatan),maka yang berhak melakukan etahun Bantuan Operasional Mohon diceritakan pengaruh dana BOKpengawasan adalah pengawas Kesehatan (BOK) bergulir. terhadap upaya peningkatan pelayananinternal dari Inspektorat Aneka ragam sambutan kesehatan di kota Bekasi?Jenderal Kementerian dari pelaksana dilapangan Saya tidak bisa menilai seperti itu,Kesehatan dan pengawas bermunculan. Semua karena kita total anggaran di Puskesmaseksternal, Badan Pemeriksa menyambut positif, walau masih ada tahun 2010 itu 10 Milyar untuk satuKeuangan (BPK). keluhan yang sayup-sayup terdengar Puskesmas. Kemudian, mereka sudah Ke depan BOK menjadi seperti kerumitan melaksanakan membuat rencana kegiatan per tahun.sumber pembiayaan di dilapangan, laporan keuangan dan Membuat rencana pelaksanaanPuskesmas yang potensional juga ada permintaan komponen Jasa kegiatannya (RPK) terpadu setahun,mendukung penyelenggaraan pelayanan ( Jaspel), khususnya dari Kota terpadu per bulan. Jadi RPK terpadupembangunan kesehatan yang Bekasi. Sebab Pemerintah Daerah Kota itu sudah ada sumber dananya APBD.lebih baik lagi. Diharapkan, Bekasi memberi jaspel pada APBD nya. Sedangkan dari pusat yang ada sumbermasalah keterbatasan anggaran Untuk mengetahui lebih rinci bagaimana dananya baru Jamkesmas waktu itu.dapat diminimalisir dengan seluk beluk pelaksanaan BOK di Kota Sementara BOK turun danannya barujumlah minimal anggaran BOK Bekasi, mediakom mewawancarai bulan Juni.yang akan diberikan di seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr. Setelah turun dana BOK sebesarPuskesmas di Indonesia.§ Retni Yonti. Rp 18 juta rupiah, penggunaanya antara BOK dan Jamkesmas tidak16 Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  17. 17. boleh tumpang tindih, artinya sudah luar gedung, boleh didalam gedung. masuk BOK. Jadi ada seperti itu.ditetapkan bahwa Jamkesmas hanya Kemudian ada BOK, tidak boleh luar Sweeping-sweeping untuk pemenuhandalam gedung, BOK luar gedung. Yang gedung. Jadi, BOK ini kan promotif, pencapaian target terutama imunisasi,tadinya sudah menganggarkan dengan preventif. Jamkesmas kuratif saja. itu juga dengan dana BOK. SetelahJamkesmas di luar gedung, ganti Yang sudah direncanakan Puskesmas dievaluasi ternyata targetnya belumdengan BOK. Kan begitu. Akhirnya BOK dengan Jamkesmas, diganti dengan tercapai, maka dana BOK dialihkanitu sebagai pengganti Jamkesmas yang BOK. Kemudian tambahan, barangkali untuk mendukung.tadinya sudah dibikin perencanaanya di tengah perjalanan mereka mungkinpelayanan luar gedung. Cuma ada cakupan-cakupan yang kurang. Bisa mobile ya?masalahnya ada beberapa kegiatan Misalnya untuk sweeping yang belum Program-program yang prioritas,yang tadinya dibiayai Jamkesmas tidak teranggarkan pada awal tahun, boleh diutamakan dulu seperti KIA danboleh dengan BOK. pakai BOK. pencapaian ibu hamil. Tapi kalau ibu Saya melihat saklek banget hamil tercapai, tapi ada yang agakjuknisnya. Kalau Puskesmas membuat Atau yang frekuensinya kurang boleh riskan seperti imunisasi, yaitu UCInya.perencanaan tidak sesuai dengan ditambahkan?Juknis, saya coret. Tapi saya tidak tau Iya ditambah, karena Cakupannya belum tercapai, denganapa ada yang lewat, kan itu terbatas perencanaannya setahun. Saya adanya BOK dapat dikejar?ya. Kemudian kita lihat outputnya apa, bilang kalau APBD kan tidak boleh Cakupannya belum,outcomenya apa, yang diharapkan apa. diubah-ubah karena sudah ketat RKA perencanaannya belum untuk Jadi membuat perencanaannya nya. Kalau kita merubah harus pakai sweeping, boleh dirubah untukmemang ketat arah dan tujuannya perubahan. Kalau dari jamkesmas dan sweeping, hilangkan yang lain dulu.percepatan pencapaian MDGs. BOK masih fleksibel, bukan berarti Fleksibel kalau saya bilang sih,Mungkin tahun lalu belum terlalu fleksibel seenaknya juga enggak. Jadi tergantung pada cakupannya. Kalaukelihatan pengaruhnya karena itu bener-bener perencanaannya bener, untuk 2011 malah lebih banyak.hanya sebagian kecil dari anggaran tapi bukan berarti di tengah perjalananyang ada di Puskesmas. tidak boleh berubah, boleh berubah Kalau menurut ibu, idealnya BOK sesuai aturan. untuk Kota Bekasi berapa perHanya suplemen untuk operasional puskesmas?saja? Dapat dijelaskan tingkat Ada masalah kalau BOK Untuk operasional uji coba. Cuma kemanfaatannya, tadi ibu belum bisa diperbanyak.walaupun begitu, kalau menurut menilai. Tapi secara umum apa?orang-orang Propinsi Jawa Barat. Kalau secara umum sangat Kalau ideal itu kan kebanyakan jugaAnggaran Puskesmas APBD 2 untuk membantu operasional. Untuk tahun tidak, kurang juga tidak, pas gitu lah,Kota Bekasi itu cukup lumayan kalau 2011 mungkin baru kelihatan. Saya sehingga mencapai target?dibandingkan kota-kota lain. Karena mendapat informasi dapat 100 juta Ada masalah, kenapa? Kalau tadiada istilah gratis di Puskesmas, jadi sekarang, saya sudah membuat menanyakan ada tidak kegairahanPemerintah Daerah mengalokasikan perencanaan, nanti kalau tidak dapat petugas, boleh saya bilang kegairahanoperasional Puskesmas. Menurut saya bisa kalang kabut. Karena anggaran sih tidak ya karena di APBD itu ada jasasih cukup, sampai rawat inap juga APBD sudah diturunkan dari sana, pelayanan (jaspel), sementara di BOKgratis dibiayai Pemerintah Daerah dikurangi. Karena mereka bagaimana tidak ada. Jadi mereka tambah banyakselama ini. Jadi BOK selama ini pun kemarin menutupi karena tidak BOKnya, tambah hilang jaspelnya.memang tiap bulan buat RPK terpadu, ada sumber lain. Sebetulnya kalau Begitu masalahnya.yaitu APBD, Jamkesmas dan BOK. ada sumber lain, tidak boleh tumpang tindih. Karena sudah tahu ada BOK, Berapa Jaspel dari APBD?Kalau selama ini untuk kegiatan maka APBD dikurangi. Dana APBD ada jasa pelayanandi luar gedung sudah ada biaya sebesar 30%, sebagai proteksi lah...!operasionalnya belum? Dengan adanya BOK, mungkin dari Sudah, dari APBD 2, tahun 2010 dari sisi tenaganya tambah semangat dan Memang kalau dengan BOK, jaspelnyaAPBD 2 dan Jamkesmas. Jamkesmas pencapaian programnya lebih baik, hilang?juga boleh di luar gedung. paling tidak 3 bulan terakhir? Tidak ada, kalau BOK tidak ada Mungkin untuk pencapaian ini jaspel. Tidak boleh mengeluarkanJadi dengan adanya BOK itu hanya ya, misalnya sasaran-sasarannya. untuk jaspel. Artinya kalau misalnyauntuk menambah jangkauannya saja? Kemarin ada beberapa kegiatan yang operasional 1 Puskesmas itu Rp 300 Menambah jangkauan, pengganti tidak teranggarkan seperti lansia juta rupiah, kemudian sekarang adayang tidak dibiayai Jamkesmas. dan jumantik dibiayai BOK . PHBS BOK Rp 100 juta rupiah, berarti tinggalJamkesmas sebelumnya boleh di awalnya dari APBD tidak ada anggaran, Rp 200 juta rupiah. Kemarin mungkin No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom 17
  18. 18. MEDIA UTAMAdengan APBD dibiayai 300, 30% nya yang dipisah dan dibedakan antara agar dalam BOK itu dimasukkan jasasudah hampir Rp 100 juta rupiah. Jamkesmas dan BOK menyulitkan pelayanan (jaspel).Sekarang dengan adanya Rp 100 juta tenaga di Puskesmas dan juga Dinas.rupiah, tinggal Rp 200 juta rupiah, Jadi idealnya ada jaspel?sehingga jaspelnya lebih sedikit yaitu Dari administrasi BOK, Jamkesmas, Yang jelas operasional Puskesmas30% dari Rp 200 juta rupiah. Itu dari dan APBD mana yang lebih rumit? itu kan setahun 12 Milyar, terserahsisi petugas. Kalau kita mau total Sama saja. Kalau APBD terikat sumbernya dari mana saja. Pemerintahanggaran puskesmas itu, sebagian dengan RKA, tidak fleksibel. Kalau Daerah memang berharap ada sumberuntuk jasa pelayanan. Sebetulnya dari pertanggung jawabannya atau dana lain, tapi dengan penggunaanbukan jasa pelayan, tapi proteksi. pembukuannya sama saja. Namun yang fleksibel.Artinya mereka mendapat tambahan. yang membuat rumit adalah buku kas Begitu juga kalau besarnya BOK umum yang harus dibedakan dengan disamaratakan misalnya 100 juta perBagaimana membagi dana BOK Rp sumber dananya yang berbeda pula. Puskesmas, sedangkan ada Puskesmas100 juta rupiah tahun 2011? yang anggarannya 132 juta, artinya Penggunaan dan kebutuhan Kalau BOK itu lebih banyak digunakan hanya 32 juta dana dari APBD.Puskesmas banyak yang tidak sesuai untuk apa oleh Puskesmas? Berapa jaspel mereka, pemeliharaandengan juknis BOK. Ada program Untuk kegiatan luar gedung, pembelian atk dan lain-lain tidaktopdown, itu tidak ada, walaupun misalnya Posyandu, penyuluhan, mencukupi. Ada pula Puskesmasbukan basic tapi wajib. Kadang-kadang kunjungan rumah, sweeping untuk ibu besar yang memiliki ruang rawat inap,tidak terbiayai karena BOK. Dana Rp hamil, validasi balita gizi buruk. anggarannya sampai milyaran rupiah.100 juta rupiah nanti membaginya Kemarin pernah dipakai untuk Bila mendapat BOK 100 juta, 900 jutaproporsional, bukan 100 juta per bulan penimbangan balita, untuk dana dari APBD sehingga 300 jutaPuskesmas. Proporsional berdasarkan kader Rp 5000,- per balita. Biasanya hanya untuk jaspel. Ada kesenjanganbesar kecilnya Puskesmas. Kalau seperti itu, setiap bulan penimbangan antara sesama Puskesmas.disamaratakan, Puskesmas nanti balita setahun sekali bulan Agustus.bingung. Karena kegiatan yang sudah Satu balita, kadernya dikasih. Jadi serba salah, diterima bikin rumit,rutin dilakukan Puskesmas itu sudah tidak diterima memang butuh danatercukupi, tapi ada yang lain yang Sebenarnya kalau pun dibatasi, tidak tambahan?tidak ada dalam BOK yang belum terlalu ketat? Diterima, Puskesmas teriak karenaterbiayai. Dalam BOK tidak boleh Ketat juga. Soalnya sudah ada di tidak ada jaspel. Dan kalau tidakdigunakan, APBD tidak mencukupi Juknisnya secara rinci. Misalnya jenis diterima, kita memang kekuranganuntuk membiayai kegiatan tersebut. kegiatannya ada seperti penyuluhan, untuk operasional. Jadi intinyaJadi akhirnya ada sisa uangnya, tapi tapi di indikator outcomenya tidak dimasukkan jaspel dalam BOK.ada kegiatan yang belum terbiayai, berkaitan. Kita melihat juga kegiatan Mungkin hanya di Kabupaten/Kotadiharapaka BOK dapat menutupi. yang diusulkan Puskesmas itu ada Bekasi saja, didaerah lain belum tentu kaitannya dengan outcomenya, apabila ada jaspel.Bagaiamana seni mengatur tidak berkaitan, tidak disetujui. Yangpenggunaan APBD dan BOK dilihat itu adalah indikator outcome Apakah tidak bisa kalau jaspelnyadilapangan? bukan prosesnya atau input. dari APBD untuk BOK ini? Memang APBD untuk pembelian, Hal itu juga membuat rumit dalam Bunyinya tidak seperti itu. Kecualipemeliharaan, pembelian atk, untuk pemeriksaan RPK nya karena terpisah. BOK masuk ke dalam APBD, itu bisadalam gedung. Kemudian ada juga Kalau bisa ya digabung saja ke APBD dipertimbangkan seperti itu. Tapikegiatan dalam gedung seperti agar mempermudah, sehingga kita kalau terpisah, untuk kegiatan danatransport ke Dinas Kesehatan . Kalau hanya memantau outcomenya saja. dari BOK sedangkan jaspel diambilJamkesmas, untuk konsultasi masalah Yang terpenting sasaran dan target dari APBD, agak sulit laporannya.Jamkesmas, dibiayai Jamkesmas. tercapai, kematian ibu dan balita Mungkin bisa saja setengah dari APBDKalau BOK tidak ada transport ke turun, semua indikatornya tercapai. dan setengah lagi dari BOK. Jaspel iniDinas untuk konsultasi. Terus terang di Kesulitannya juga dalam memeriksa sudah ada sejak awal sehingga sulitPuskesmas itu tenaganya lebih banyak apakah kegiatannya sesuai atau tidak untuk dihilangkan, untuk penyemangatyang fungsional, jadi kalau dibebani dengan Juknis karena terlalu rinci. juga bagi tenaga Puskesmas. Begituterlalu berat semacam administrasi juga dengan kader, biasanya kita beridengan sumber dana yang bermacam- Mengulang kembali bu, tadi belum insentif. Apabila tidak ada insentif,macam, menuntut untuk sering dijawab tentang berapa idealnya BOK? maka akan menuntut. Pada prinsipnyadatang ke Dinas perbaikan laporannya. Saya sebenarnya tidak bisa BOK sangat membantu untuk kegiatanSedangkan dalam BOK tidak ada dana mengatakan berapa idealnya BOK, operasional.§Pra, Echiuntuk transport. Administrasinya mungkin hanya bisa mengusulkan18 Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  19. 19. Bagaimana mengalokasikan kegiatan menggunakan dana BOK? Dana BOK dapat mengurangi beban APBD 2. Puskemas Penjuang mendapat dana BOK Rp 18 juta rupiah. Dana tersebut digunakan dua setengah bulan, termasuk untuk foging atau transportasinya. Material foging berasal dari Dinas Kesehatan, operasional tenaga penyemprot menggunakan dana BOK. Saat ini penyakit demam berdarah sangat tinggi, tentu tidak ingin terjadi wabah seperti tahun lalu. Tahun 2011 gejalanya meningkat dua kali lipat. Dengan menyatakan KLB demam berdarah, masyarakat menjadi sangat peduli dan semangat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).Dr. Retno Maharsi, MKM Apa sudah pernah KLB DBD?Dana BOK Pernah, tahun 2008 Bekasi dinyatakan KLB oleh Pemerintah. Sehingga sekarang harus terusmendatangkan Berkah melakukan antisipasi utamanya melakukan penyuluhan, pertemuan kader maupun di lokakarya mini untuk memaksimalkan juru manteri jentik (Jumatik).B antuan operasional Mohon diceritakan pencairan dana Bagaimana peng- SPJ-an BOK? kesehatan (BOK) BOK? BOK sama Seperti Jamkesmas. diluncurkan untuk Untuk menggunakan dana BOK Awalnya sulit, tapi setelah mendapat meningkatkan mobilitas harus membuat rencana terlebih pelatihan dan berdiskusi, memang pelayanan kesehatan dahulu, kemudian diajukan ke Dinas terasa mudah. Demikian juga denganmasyarakat di puskesmas. BOK Kesehatan. Mengajukan rencana BOK, setelah memahami pasti akandapat digunakan untuk membiayai tidak cukup sekali, karena masih ada mendapat kemudahan dan sederhana.pendataan sasaran seperti ibu hamil, perbaikan dan penyesuaian dengan Tak sepelik dan kaku seperti yangbersalin, nifas, bayi, balita, kasus resiko juknis. Pada tahun 2010, BOK baru dibayangkan. Memang awalnyatinggi, pasangan usia subur, kunjungan turun bulan Juli, sehingga baru dapat meraba- raba, ternyata di luar dugaanrumah, surveilans, pelayanan melakukan realisasi. Kecamatan setelah dikerjakan, ternyata sesuaiposyandu, kegiatan sweeping, rujukan, Pejuang Kota Bekasi mempunyai 4 dengan prosedur yang ditetapkan.pemberian makanan tambahan (PMT) desa, data penduduk menurut BPSdan berbagai kegiatan preventif dan kurang lebih 130 ribu, dengan 100 Bagaimana rencana BOK 2011?promotif lainnya. Posyandu. Dengan dana APBD cukup BOK 2011 kelihatan lebih Puskesmas Pejuang Kota Bekasi, mepet, dana BOK menjadi berkah. heboh dari 2010. Saat ini sudahsalah satu dari ribuan puskesmas Setelah membaca juknisnya berulang- rencana. Berawal dari data PHBS,yang menyelenggarakan BOK. Banyak ulang, intinyai kegiatan BOK untuk di tampaknya membutuhkan dana yangkeunikan dan suka-dukanya, mulai dari luar gedung seperti pencegahan. Tahun cukup banyak dari BOK, terutamamembuat perencanaan sesuai dengan 2010, kami mengutamakan data PHBS. pelaksanaan PHBS kelapangan.petunjuk teknis, pelaporan dan Dari 4 Kelurahan diambil 2000 KK, Sebab begitu ada kasus diikuti tindakpertanggung jawaban keuangannya. masing masing Kelurahan 500 kk, lanjut untuk antisipasi. Begitu jugaBagaimanakah suka dukanya ? Berikut kemudian dibagi ke seluruh Posyandu bila ada laporan dari rumah sakitpenjelasan Kepada mediakom dari untuk mengambil data PHBS. Data langsung ditindak lanjuti. KepadaKepala Puskesmas Pejuang, dr. Retno PHBS antara lain tentang imunisasi, teman-teman Pembina wilayah, diMaharsi, MKM. perilaku merokok, ASI ekslusif, ibu, masing-masing pos tiap kelurahan, anak dan lingkungan. saya berpesan begitu ada panas, harus No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom 19
  20. 20. MEDIA UTAMAkunjungan lapangan, itu berarti surveinonaktif. Kalau ada panas 300C, sudahharus waspada, kemungkinan kasusdemam berdarah. Tidak hanya pasif ,menunggu surat dari rumah sakit, tapiharus bergerak untuk antispasi.Dapat dirinci kegiatan PHBSdenganbudget Rp 100 juta rupaih tahun2011? Untuk membiayai kegiatan PHBSdi Posyandu selama setahun pada 4puskesmas membutuhkan Rp 48 jutarupiah, diantaranya transport kaderPosyandu. Sehingga akan mempunyaidaya ungkit yang besar, sepertipencapaian imunisasi, pendataanIbu hamil, penimbangan balitadengan baik, dan penyuluhan kepadamasyarakat. Disamping itu, dibutuhkanRp 1 juta rupiah setiap bulan untukvalidasi gizi buruk.Bagaimana cakupan kegiatan BOK ditingkat puskesmas? Bila dilihat dari rekap hasil cakupanakhir desember 2010, dari 14 indikatorStandar Pelayanan Minimal (SPM), MENGINTIP BOKterdapat 9 indikator yang tingkatcapaiannya melebihi 90% yaitu cakupanpertolongan oleh tenaga kesehatan,cakupan pelayanan nifas, cakupankunjungan bayi, cakupan pelayananbalita, cakupan balita gizi burukmendapat perawatan dan cakupan DI PUSKESMAS CIPUTATpenjaringan anak SD dan setingkatnya,cakupan pelayanan kesehatan dasarmasyarakat serta cakupan penemuandan penanganan penderita DBD,TB Paru, Kusta, Pnemoni dan diare.Sedangkan yang dibawah 90 % yaitu Pcakupan kunjungan ibu hamil, cakupankomplikasi risti dan cakupan peran KB uskesmas Ciputat yang kota DKI Jakarta, jumlah bantuanaktif. terletak di jl. Ki Hajar BOK yang di terima disetiap Dewantara Ciputat Puskesmasnya pun berbeda, “Bagaimana realisasi keuangannya? mendapatkan bantuan Puskesmas Ciputat adalah yang Dari pagu Rp 18 juta rupiah, Bantuan Operasional paling sedikit menerima bantuanterserap Rp 16.320.000,- . Sebenarnya Kesehatan (BOK) bulan Juli tahun BOK ini” di sampaikan Kepalamasih banyak program yang akan 2011 sebesar 11, 725 juta, dana Puskesmas ciputat dr. Abdilahdikerjakan, karena terbatas waktu tersebut salah satunya di gunakan Assegaf. Bantuan BOK di berikanpelaksanaan, sehingga penyerapannya untuk transport dalam penyuluhan atas kewenanggan dari Dinastidak mencapai seratus persen. Apalagi posyandu, poswindu misalnya Kesehatan setempat.pencairannya juga dua kali. Kali penyuluhan sanitasi, penyuluhan Dengan adanya BOK ini sangatpertama 80% dan setelah menjelang hidup sehat, perilaku bersih sekolah- membantu untuk kegiatan dicloosing 20% lagi. Pencairan terakhir sekolah dan lainnya. lapangan, karena selama iniini yang tidak terserap.§Pra Di Tangerang Selatan dana operasional tidak ada, sebagaidaerah penyanggah ibu kalaupun ada sangat kurang.20 Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  21. 21. terus berjalan, Sedangkan perioritas Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) kegiatan tidak bisa di tunda lagi. Dana BOK untuk 2011 turun sekitar bulan bagi Puskesmas Maret di harapkan tidak telat, karena kegiatan sudah berjalan. Pemerintah Pusat telah bersifat promotif dan preventif Di Puskesmas Ciputat dokter ada membantu Puskesmas dan bagi masyarakat. lima dan untuk spesialisnya hanya jaringannya serta Upaya Kesehatan 3. Mendukung seminggu sekali yaitu spesialis obgyn. Bersumber daya Masyarakat (UKBM) terselenggaranya proses Untuk SDM semuanya ada 25 tenaga untuk meringankan kebutuhan Lokakarya Mini di Puskesmas medis untuk melayani melayani 300- biaya operasional/kegiatan melalui dalam perencanaan pelayanan 400 pasien setiap harinya. kucuran dana Bantuan Operasional kesehatan bagi masyarakat. Target di harapkan SDM nya ada Kesehatan (BOK). Realisasi BOK telah   penambahan untuk melayani pasien dimulai pada pertengahan tahun Alasan lain diluncurkannya dana yang banyak karena puskesms lebih 2010 dan akan terus ditingkatkan BOK yaitu empat fungsi Puskesmas mengutamakan pelayanan untuk pada tahun-tahun mendatang. dinilai belum berjalan optimal masyarakat. Kalau pelayanan tidak  BOK adalah bantuan dana yaitu: Puskesmas sebagai pusat dilaksanakan kualitasnyapun kurang dari Pemerintah melalui pembangunan wilayah berwawasan baik, banyak masalah, protes, surat Kementerian Kesehatan di harapkan kesehatan, pusat pemberdayaan kaleng dan sebagainya. Selama ini dapat meningkatkan kinerja masyarakat, pusat pelayanan kita sudah berupaya dalam perbaikan Puskesmas dan jaringannya serta kesehatan perorangan primer, sehingga surat kaleng, kotak saran Upaya Kesehatan Bersumber dan pusat pelayanan kesehatan tidak ada lagi, tidak ada lagi kritikan daya Masyarakat (UKBM) masyarakat primer. dari masyarakat, kalaupun ada kami dalam melaksanakan pelayanan   melayaninya karena itu merupakan kesehatan promotif dan preventif Upaya Kesehatan apa saja yang masukan buat kami. Untuk kaderisasi sesuai Standar Pelayanan dapat didanai dari dana BOK? kami terus melakukan bimbingan bagi Minimal (SPM) menuju Millenium Alokasi pemakaian dana kader untuk dilapangan karena tenaga Development Goals (MDGs). BOK di Puskesmas  jaringannya SDM yang terbatas. serta UKBM meliputi 3 kelompok Dana BOK sangat di harapkan Tujuan pemberian dana BOK besar, yaitu: Upaya kesehatan, oleh Puskesmas untuk operasional Tujuan umum meningkatkan penyelenggaraan manajemen kegiatan, di harapkan setiap Puskesmas akses dan pemerataan pelayanan Puskesmas, serta upaya dukungan mendapatkan 100 juta. Informasi yg kesehatan masyarakat melalui untuk keberhasilannya. kami terima dana BOK dapat turun kegiatan promotif dan preventif Upaya kesehatan wajib bulan Maret ini tetapi kami belum tau untuk mewujudkan pencapaian yang dapat dibiayai dari dana dapatnya berapan Puskesmas Ciputat target SPM bidang kesehatan dan BOK mencakup upaya-upaya tahun ini, ujar dr. Abdilah. MDGs pada tahun 2015. kesehatan promotif dan preventif Dalam penggunaan BOK ini juga di yang meliputi:  harapkan ada panduan yang mengatur Tujuan khusus yaitu 1. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) khusus dana BOK ini boleh nya di 1. Memberikan pelayanan dan Keluarga Berencana (KB) gunakan apasaja, kami juga takut kesehatan yang bersifat 2. Imunisasi jika nantinya ada pemeriksaan dan promotif dan preventif kepada 3. Gizi dana yang di gunakan tidak sesuai. masyarakat. 4. Promosi kesehatan Puskesmas Ciputat juga mengharapkan 2. Menyediakan dukungan biaya 5. Pengendalian Penyakit dari dana Bok dapat di gunakan untuk upaya kesehatan yang 6. Penyehatan Lingkungan lebih fleksibel seperti untuk Alkes pembelian alat tensi dan lainnya. Di harapkan juga BOK harus jelas juga adaMisalnya untuk lokakaryamini kegiatan juga ikut berhenti sedangkan aturannya dalam penggunaannya dantransport dan konsumsinya. Sebelum penyuluhan tetap harus berjalan. pertanggung jawabannya supaya tidakmendapatkan BOK kita menggunakan Untuk mengantisipasi hal tersebut menyalahi aturan.dana Jamkesmas termasuk untuk kepala Puskesmas Ciputat dr. Abdilah Tahun 2011 ini di harapkan dari BOKoperasional. Yang menjadi masalahnya Assegaf mendata bantuan dana dari ini juga dapat membeli makanan untukadalah walaupun perbulannya Jamkesmas berapa dan BOK berapa, pasien gizi buruk, yang sebelumnyakegiatannya lebih banyak, tetapi di di rinci dan di bagikan untuk kegiatan menggunakan dana Jamkesmas,akhir bulan ini sudah habis biayanya, dua belas bulan. Jangan sampai karena pasien yang di tangani disinidi khawatirkan jika dana habis dana habis tetapi kegiatan masih banyak.§ No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom 21
  22. 22. MEDIA UTAMA Apa itu BOK? BOK adalah bantuan dana dari Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) dalam melaksanakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) menuju Millenium Development Goals (MDGs). Kementerian Kesehatan telah mengucurkan BOK mulai tahun 2010 dan akan terus ditingkatkan pada tahun mendatang. Tujuan BOK? REFOR- Meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif untuk mewujudkan pencapaian target SPM bidang kesehatan dan MDGs pada tahun MASI 2015. Serta mendukung terselenggaranya proses Lokakarya Mini di Puskesmas dalam perencanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Alasan diluncurkan BOK? Empat fungsi Puskesmas dinilai belum berjalan optimal yakni, Puskesmas sebagai pusat pembangunan wilayah berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan PRIMARY HEALTH kesehatan perorangan primer, dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer. CARE Upaya Kesehatan yang didanai BOK? 1. Pendataan sasaran (ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, balita, kasus risiko tinggi, rumah tangga, siswa, sekolah, pasangan usia subur, wanita usia subur, tempat-tempat umum, dll) 2. Surveilans (gizi, KIA, imunisasi, penyakit menular, penyakit tidak P menular, vektor, dll) 3. Kunjungan rumah/lapangan (kasus drop out, kasus risiko tinggi, rimary Health Care perawatan kesehatan masyarakat, pendampingan minum obat, atau PHC sesuai dengan pemasangan stiker P4K, dll) Deklarasi Alma Ata tahun 4. Pelayanan di Posyandu (penimbangan, penyuluhan, pelayanan KIA, 1978 adalah kontak KB, imunisasi, gizi dll) pertama individu, keluarga, 5. Kegiatan sweeping, penjaringan, pelacakan, dan penemuan kasus atau masyarakat dengan sistem 6. Pengambilan spesimen pelayanan kesehatan. 7. Pengendalian dan pemberantasan vektor (fogging, spraying, Pengertian ini sesuai dengan definisi abatisasi, pemeriksaan jentik, pembagian kelambu, dll) dalam SKN 2009, yang menyatakan 8. Kegiatan promosi kesehatan termasuk untuk mendukung program bahwa Upaya Kesehatan Primer prioritas (penyuluhan, konseling luar gedung, pembinaan Poskesdes adalah upaya kesehatan dasar dimana dan Posyandu, dll) terjadi kontak pertama perorangan 9. Kegiatan pemantauan (sanitasi air bersih, rumah, tempat-tempat atau masyarakat dengan pelayanan umum, pengelolaan sampah, dll) kesehatan sebagai awal dari proses 10. Pengambilan vaksin pelayanan kesehatan langsung 11. Rujukan dari Poskesdes ke Puskesmas dan atau dari Puskesmas ke maupun pelayanan kesehatan Rumah Sakit terdekat untuk kasus KIA risiko tinggi dan komplikasi penunjang, dengan mekanisme kebidanan bagi peserta Jampersal rujukan timbal-balik, termasuk 12. PMT penyuluhan dan PMT pemulihan untuk balita 6-59 bulan penanggulangan bencana dan dengan gizi kurang pelayanan gawat darurat. Pelaku PHC adalah Pemerintah atau Swasta.22 Mediakom No.28/FEBRUARI/2011
  23. 23. Di jajaran Pemerintah, PHC optimal, khususnya angka kematian (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB).dilaksanakan oleh Puskesmas dan ibu ; adanya disparitas IPKM antar Di tingkat supra-sistemnya terdapatjejaringnya (Pusling, Pustu, Poskesdes, kab/kota yang akar penyebab Dinkes Kab/kota dan RS Kab/kota.Polindes, Posyandu, Poskestren, dll). masalahnya terdapat pada “proses” Ditegaskan oleh Menkes bahwaDi kalangan swasta, PHC dilaksanakan dan “masukan”. masalah yang dihadapi dalamoleh dokter praktik, bidan praktik, Proses, misalnya: kurang optimalnya proses terkait PHC, antara laindan bahkan oleh Battra (pengobat kegiatan public health (promotif dan setelah otonomi daerah, Puskesmastradisional). preventif), kegiatan public health dinilai masih berat ke kuratif. Perlu Untuk meningkatkan kinerja menurun, seperti: cakupan imunisasi, diidentifikasi lagi apakah front line atauPHC di Indonesia perlu dilakukan penanganan gizi buruk, Antenatal ujung tombak pelaksana public health“revitalisasi” (menghidupkan Care, ASI Eksklusif, P2M. Masukan, yang tepat adalah di tingkat Puskesmaskembali), atau “reformasi” (melakukan misalnya: kurangnya tenaga, dan juga atau tingkat Poskesdes/Polindes. Diperubahan terhadap kebijakan yang pembiayaan yang tidak optimal dan Thailand dan Malaysia posisinya disudah ada untuk perbaikan). perlu kejelasan peran Pusat, Propinsi, Klinik Desa. Selanjutnya, perlu dikaji Hal itu disampaikan Menteri Kabupaten/ Kota, ujar Menkes. lagi bagaimana remunerasi yang tepatKesehatan dr. Endang Rahayu Menurut Menkes, di masa depan untuk tenaga kesehatan. Apakah Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat Puskesmas sebagai pelaksana PHC dalam bentuk gaji atau dengan modelmemberikan keynote speech yang sebaiknya tidak hanya dibina oleh kontrak kinerja. Juga perlu dipikirkanbertema “Reforming Primary Health Dinkes Kab/kota terkait kegiatan Upaya struktur organisasi Puskesmas yangCare In Indonesia” pada Kongres Kesehatan Masyarakat (UKM), tapi juga tanggap terhadap upaya publicNasional Perhimpunan Dokter perlu dibina oleh RS Kab/kota terkait health, misalnya memisahkan UKPKomunitas dan Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). dan UKM. Karena itu diharapkanIndonesia (PDK3MI) di Batu, Malang Menkes menambahkan, Puskesmas para dokter yang tergabung dalam21 Januari 2011. sebagai focal point Primary Health PDK3MI memberikan masukan dalam Menkes menyebutkan setidaknya Care (PHC) dibawahnya terdapat melakukan reformasi PHC.ada 3 hal yang menyebabkan PHC Puskesmas Pembantu (Pustu), Menkes mengingatkan, hendaknyabelum optimal yaitu pencapaian Puskesmas Keliling (Pusling), Dokter Reformasi PHC mengadopsiindikator SPM belum optimal Praktik dan Bidan Praktik. Di tingkat pendekatan WHO dalam the WHOberdasarkan hasil Riskesdas ; desa terdapat Polindes, Poskesdes, Annual Report 2008 dengan judul:pencapaian indikator MDGs belum Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini “Primary Health Care, Now More Than No.28/FEBRUARI/2011 Mediakom 23
  24. 24. MEDIA UTAMAEver”, yang terdiri empat pilar yaitu : terkait dengan kesehatan, keuangan, UKP). Disamping itu Upaya Kesehatan• Reformasi pembiayaan kesehatan, otonomi daerah, dan lainnya, misalnya Berbasis Masyarakat (UKBM) dapat pembiayaan pemerintah lebih UU No 36 tahun 2010 tentang berjalan secara lintas sektor, Puskesmas diarahkan pada upaya kesehatan Kesehatan, UU No. 32 tahun 2004 sebagai pembina teknis, mendapat masyarakat (public goods) dan tentang Otonomi Daerah, dan UU No. alokasi anggaran yang cukup untuk pelayanan kesehatan bagi orang 33 tahun 2004 tentang Perimbangan upaya kesehatan masyarakat (public miskin. Keuangan Pemerintah Pusat dan goods), serta terdapat sistem yang• Reformasi kebijakan kesehatan, Pemerintah Daerah. jelas mengenai peran Puskesmas dan kebijakan kesehatan harus berbasis Dari ketiga UU tersebut, titik jejaringnya termasuk dengan Dinkes fakta (evidence based public health berat otonomi berada di pemerintah Kab/Kota, RS Kab/Kota. policy) Kab/kota, dan alokasi keuangan dari Sejalan dengan berlakunya UU• Reformasi kepemimpinan kesehatan pemerintah pusat sudah diserahkan Otonomi Daerah, Puskesmas tidak (kepemimpinan kesehatan harus dalam bentuk Dana Alokasi Umum lagi menjalankan program pokok yang bersifat inklusif, partisipatif, dan (DAU). Dengan sistem DAU, maka seragam. Berdasarkan Kepmenkes mampu menggerakkan lintas sektor alokasi besaran anggaran kesehatan No.128/2004 tentang Kebijakan Dasar melalui kompetensi advokasi) di APBD Kabupaten/Kota sangat Puskesmas, program Puskesmas• Reformasi pelayanan kesehatan bergantung kepada interaksi politik terbagi dua, yakni program wajib dan (pelayanan kesehatan dasar harus antara pihak eksekutif, yaitu Dinkes program pengembangan. Program mengembangkan sistem yang Kab/Kota, Bupati/Walikota dan pihak wajib terdiri dari enam program pokok kokoh dalam konteks puskesmas legislatif, yaitu DPRD, ujar Menkes. (six basics), yakni promosi kesehatan, dengan jejaringnya serta dengan Menurut Menkes, di masa kesehatan lingkungan, perbaikan gizi, suprasistemnya (Dinkes Kab/kota, mendatang konsep PHC yang diinginkan pemberantasan penyakit menular, dan RS Kab/Kota). adalah : Puskesmas berfungsi sebagai KIA dan KB, serta pengobatan dasar. pusat penggerak pembangunan Bila diperlukan penambahan Program Di samping itu, Menkes berwawasan kesehatan; pusat Puskesmas, maka program tersebutmenegaskan agar dalam mereformasi pemberdayaan masyarakat; pusat disebut program pengembanganPHC memperhatikan peraturan pelayanan kesehatan komprehensif sesuai kebutuhan lokal atau lokalperundangan yang berlaku, baik yang di strata pertama dan (UKM dan spesifik.§Smd24 Mediakom No.28/FEBRUARI/2011

×