Mediakom 23

1,829 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,829
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mediakom 23

  1. 1. Mediakom No.XXIV/JUNI/2010
  2. 2. Etalase Susunan REDAKSI Mediakom Penanggung Jawab drg. Tritarayati,SH Redaktur Dyah Yuniar Setiawati, SKM, MPS Drs. Sumardi Editor/Penyunting Dra. Hikmandari A., M.Ed drg. Anitasari SM. drg. Tritarayati, SH Prawito, SKM, MM Busroni S.IP Mety Setyowati, SKM Aji Muhawarman, ST Reformasi Desain Grafis dan Fotografer Resty Kiantini, SKM, M.Kes Dewi Indah Sari, SE, MM Kesehatan Masyarakat G Sri Wahyuni, S.Sos, MM Giri Inayah, S.Sos. aung reformasi belum mati. Ia masih terus berkobar, menyebar R. Yanti Ruchiati dan membakar para pendekar perubahan. Tak kenal lelah, pasrah Wayang Mas Jendra, S.Sn dan menyerah. Walau sudah puluhan tahun lalu reformasi di segala bidang itu dideklarasikan, tapi tujuan dari cita-citanya Sekretariat belum tercapai secara optimal. Agus Tarsono Menyadari hal tersebut, wajar bila semangat reformasi harus masih Waspodo Purwanto tetap dihidupkan, mendorong dan menggerakan ke arah yang lebih baik. Hambali Mulai dari gagasan, konsep, roadmap, renstra dan program kerja tahunan. Yan Zefrial Semuanya terus menggelinding, berubah menyesuaikan diri dengan Alamat Redaksi keadaan. Tak terkecuali reformasi kesehatan masyarakat di Kementerian Pusat Komunikasi Publik Kesehatan.Gedung Kementerian Kesehatan RI Prioritas reformasi kesehatan masyarakat meliputi; jaminan kesehatan Blok A, Ruang 107 masyarakat, pelayanan kesehatan di daerah terpencil, perbatasan, danJl. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 kepulauan (DTPK), ketersediaan obat dan alkes disetiap fasilitas kesehatan, Jakarta 12950 reformasi birokrasi, bantuan operasional kesehatan, penanganan daerah bermasalah kesehatan dan rumah sakit Indonesia kelas dunia. Telepon Sebenarnya, pembanguan kesehatan di DTPK sudah menjadi prioritas 021-5201590; 021-52907416-9 selama ini, tapi hasilnya belum optimal. Masih banyak kendala dan hambatan yang menghadang. Wilayah geografis yang sulit dijangkau, SDM kesehatan Fax yang rendah, penduduk dengan status ekonomi yang lemah dan pendanaan 021- 5223002; 021-52960661 pemerintah yang terbatas. Email Mediakom edisi ini mengetengahkan secara lengkap problematika dan info@depkes.go.id hasil pembangunan kesehatan di DTPK yang telah dicapai, serta langkah kontak@depkes.go.id kebijakan ke depan yang akan ditempuh. Harapannya, masyarakat di DTPK akan menjadi lebih sehat dan tetap mencintai Indonesia. Call Center Tak ketinggalan laporan kunjungan kerja bersama menteri kesehatan dari 021-500567, 021-30413700 Yogyakarta, semarang, Sambas dan Tangerang. Semua terangkum secara rinci dengan keunggulan masing-masing daerah. Dengan demikian, pembaca Redaksi menerima naskah dapat mengambil pelajaran dari success story yang telah dipersembahkan. dari pembaca: Selamat membaca…! n dapat dikirim ke alamat email redaksi Redaksi No.XXIV/JUNI/2010 Mediakom
  3. 3. Daftar Isi 10 7 12 27 37 36 Cover: Menteri Kesehatan, Mentan dan Gubernur Banten melepas peserta Sepeda Sehat pada Hari Kesehatan Sedunia 2010 Foto: Rifanny 39 3 Etalase Seleksi Menuju Jaminan Kesehatan Sosial Nasional 4 Daftar Isi Otak dan Pemilihan Sumber Daya Manusia 6 Surat Pembaca 17 Media Utama Roadmap Reformasi Kesehatan Masyarakat Bangun Kota Berwawasan Kesehatan 7 Info Sehat Potret Pelayanan Kesehatan Diberbagai Tinggalkan Lift, Gunakan Tangga Dtpk Tes Pendengaran Monev Nakes di Beranda yang Masih 6 Gram Coklat Per Hari Untuk Jantung Sehat Terabaikan Sinyal Tubuh Bila Kekurangan Vitamin Suka Duka Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil, Kepulauan dan Perbatasan 10 Ragam Meningkatkan Pembinaan Kesehatan Haji 37 Stop Press Dr. Wan AlKadri, MSc: Bicara Rokok: Pelayanan Kesehatan Haji 2010 Siapa Buntung Dan Siapa Untung? harus lebih baik Kanker Dapat Dicegah Mediakom No.XXIV/JUNI/2010
  4. 4. 42 44 56 51 49 5442 Peristiwa 54 Daerah Akhirnya Bilqis Pergi Untuk Selamanya Mengunjungi Pelayanan Kesehatan Kota Yogyakarta Bangun Rumah Pemulihan Di Halmahera Selatan Gizi 859 Dokter Baru Tempati Puskesmas di Daerah Terpencil dan Sangat Terpencil 56 Siapa Dia Ade Rai Elsa Nasution49 Potret Olga Lidya Dr. Ernita Mayasari: Adrian Maulana Mengabdi Atas Panggilan Hati 58 Lentera51 Nasional Keterbukaan Informasi Publik Antara Sambas dan Aruk Reformasi Birokrasi No.XXIV/JUNI/2010 Mediakom
  5. 5. Surat Pembaca Mohon Penjelasan Kementerian Kesehatan. Fahrizal Ferdan” rizal_lalacomsel@yahoo.com Mohon penjelasan proses usulan Bidan PTT dan siapakah yang mengangkat Bidan PTT menjadi CPNS, Jawab Pemerintah Daerah atau Kementerian Kesehatan, karena Visi selama ini hanya isu dan berita simpang siur yang kami Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan. dapatkan. Terima kasih. Misi Ganda Suganda 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan Jawab masyarakat madani. Proses usulan menjadi Bidan PTT, diusulkan oleh yang 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin bersangkutan. Usulan dapat disampaikan kepada tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau kepada Biro bermutu, dan berkeadilan. Kepegawaian Kementerian Kesehatan. 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya Selanjutnya yang mengangkat Bidan PTT menjadi kesehatan. Calon Pegewai Negeri Sipil (CPNS) yakni institusi 4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik. yang menyediakan formasi CPNS. Penyedian formasi Strategi CPNS dapat berasal dari pusat yaitu Biro Kepegawaian 1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan Kementerian Kesehatan dan daerah yaitu Badan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan Kepegawaian Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota. melalui kerjasama nasional dan global. 2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis Obat Generik bukti; dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif. Apakah obat generik dapat dibeli oleh perusahaan 3. Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, swasta untuk memenuhi kebutuhan obat perusahaan terutama untuk mewujudkan jaminan sosial untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada kesehatan nasional. karyawan? Terima Kasih. 4. Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan Rudi.K SDM Kesehatan yang merata dan bermutu. 5. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan Jawab keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta Masyarakat, termasuk perusahaan swasta boleh membeli menjamin keamanan/khasiat, kemanfaatan, dan mutu obat generik , bahkan dianjurkan untuk memenuhi sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan. kebutuhan pengobatan dan pelayanan kesehatan. 6. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna dan berhasilguna untuk Visi dan Misi memantapkan desentralisasi kesehatan yang bertanggungjawab. Minta penjelasan visi, misi dan rencana strategis Mediakom No.XXIV/JUNI/2010
  6. 6. Info Sehat Tinggalkan Lift, Gunakan Tangga T inggalkan lift dan naik tangga paling tidak sampai lantai tiga setiap kali berada dalam gedung, dapat menjadi alternatif bagi mereka yang tidak sempat berolahraga. Selain menghemat energi, kebiasaan itu menjadikan tubuh lebih bugar dan sehat. Dalam tiap menitnya, aktivitas naik tangga diperkirakan akan membakar kalori sebanyak 8-11 kkal. Menurut penelitan yang dilakukan oleh American Council on Exercise aktivitas naik tangga yang dilakukan selama 30 menit sama dengan melakukan olahraga bersepeda pada kecepatan 19-22 km per jam. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, aktivitas naik tangga yang dilakukan secara rutin tiap harinya dapat menurunkan kadar ‘kolesterol jahat’ LDL (low density lipoprotein) yang berfungsi untuk membawa kolesterol dari dalam hati menuju sel-sel tubuh. Jadi tinggalkan lift dan eskalator di kantor. Daripada lama menunggu naik lift untuk naik/turun satu-dua lantai, ada baiknya naik/turun menggunakan tangga, lebih cepat dan sehat.ngi-dari berbagai sumberTes PendengaranB ukan pada Manula saja Soetjipto, Sp.THT dalam situs www. ketajaman pendengaran ketulian.com menyebutkan dapat menurun, pada bising di tempat permainan anak- orang-orang yang anak di mal sangat tinggi penyebab lebih muda juga dapat ketulian pada anak balita. Anak-terkena gejala penurunan tajam anak hanya boleh berada di tempatpendengaran..! Nah hati-hati kalau tersebut sekitar 1-2 jam. Lebih dari pendengaran Anda tidak sebagusbegitu. itu akan terjadi kelelahan koklea biasanya. Gejala penurunan tajam yang akan menyebabkan gangguan 4.  Anda kesulitan mendengarpendengaran pada usia muda dapat pendengaran menetap. dalam lingkungan agak bising.terjadi antara lain pada orang- Bila pada akhir-akhir ini Anda 5.  Anda kesulitan dalam mengikutiorang yang sehari-hari bekerja merasa ada yang kurang beres percakapan kelompok.di lingkungan bising, seperti di dengan pendengaran, jangan ragu 6.  Teman-teman bilang Andapabrik, kawasan bandara, atau untuk segera memeriksakan tajam menyetel radio ,walkman, TVkarena mengkonsumsi obat-obatan pendengaran ke dokter. terlalu keras.tertentu. Berikut ini adalah beberapa 7.  Teman-teman bilang bicara Anda Pada anak-anak, dr. Damayanti pertanyaan seputar pendengaran selalu keras. Anda 8.  Anda mulai sulit memahami 1.  Apakah Anda suka meminta perkataan anak-anak lawan bicara Anda untuk 9.  Anda mulai kesulitan mendengar mengulang-ulang kata katanya ? di dalam gedung bioskop atau 2. Anda sering kurang dapat tempat yang luas. memahami pembicaraannya 10.  Anda mulai suka memastikan walaupun dapat ucapan orang melalui teman mendengarkannya? pembicaraan Anda.n 3. Anda merasa akhir-akhir ini gi- dari berbagai sumber No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom
  7. 7. Info Sehat 6 Gram Coklat Per Hari Untuk Jantung Sehat S etiap sajian coklat tidak hanya menghadirkan pembuat rasa nikmat yang disukai lidah, namun juga coklat diyakini dapat bermanfaat bagi kesehatan mengandung tubuh. Bahkan, satu potong kecil coklat pun flavanoid, satu bisa berefek positif terhadap jantung dan zat yang mampu tekanan darah. Tak heran jika coklat menjadi favorit meningkatkan oksida setiap orang, anak-anak sampai orang tua. nitrat dalam darah dan mengoptimalkan fungsi Hasil riset terbaru mengungkap, konsumsi coklat setiap pembuluh darah. hari mampu meminimalisir risiko jantung dan stroke Untuk alasan yang sama, peneliti menemukan, coklat sebesar 39%. Hal itu karena kokoa sebagai bahan dasar hitam jauh lebih bermanfaat ketimbang coklat susu atau coklat putih untuk urusan kadar antioksidan. Brian Buijsse, pakar nutrisi dari German Institute of Human Nutrition, Nuthetal, Germany, menyatakan sekalipun individu mengonsumsi satu potong kecil coklat, manfaat yang diperoleh tetaplah sama.  Bahkan bila takarannya bertambah hingga 6 gram, terbukti hanya 85 individu dari 10.000 orang yang terkena serangan jantung dan stroke. Walau demikian Brian menegaskan, konsumsi 100 gram coklat berarti memasukkan 500 kalori pada tubuh. Meskipun, coklat bermanfaat, namun jika dikonsumsi terlalu banyak justru dapat mengakibatkan kelebihan berat badan yang berisiko tinggi tekanan darah tinggi dan serangan jantung. “Efek coklat untuk kesehatan memang sangat menjanjikan. Tetapi, kita harus mengonsumsi coklat sebagai bagian dari kesehatan dan keseimbangan diet,” katanya. Ia menambahkan, kendati hanya mengkonsumsi sedikit coklat, asalkan tidak dibarengi dengan asupan makanan ringan, Anda bisa terhindarkan dari penyakit jantung. Sebaiknya hindari mengonsumsi coklat secara berlebihan. n gi- dari berbagai sumber Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  8. 8. Info SehatSinyal Tubuh Bila Kekurangan VitaminS etiap orang pasti pernah Jerawat mengalami kekurangan Timbulnya jerawat, selain bisa suatu vitamin atau zat disebabkan karena kotoran yang tertentu yang sangat menghambat di pori-pori kulit wajah dibutuhkan oleh tubuh kita, kemungkinan lainnya jugakita. Biasanya, saat seperti ini, tubuh bisa karena kekurangan vitamin Bmemberikan sinyal-sinyal tertentu. kompleks, vitamin E dan asam lemakSayangnya, tidak semua orang peka esensial. Sebaiknya konsumsi produkterhadap sinyal tersebut, ada zat hewani, sereal, unggas dan makananyang kurang. laut. Berikut adalah beberapa sinyalyang menandakan tubuh kitakekurangan zat tertentu: Rambut tipis Kemungkinan kekurangan zatKuku mudah patah besi atau zink. Sebaiknya konsumsi Kemungkinannya adalah akibat daging, kacang-kacangan, produkkekurangan zat besi, zink dan asam susu dan kerang.lemak esensial. Sebaiknya konsumsidaging, kacang-kacangan dan ikan.Jangan anggap remeh bila kuku Ketombe Kulit kepala yang berminyak sertaAnda patah. Biasanya memang kotoran yang menempel di rambutkeadaan seperti ini disebabkan dapat menyebabkan ketombe. Tapi,karena kuku dalam kondisi kering. ternyata selain itu ketombe jugaNamun jangan terus menerus dapat disebabkan karena Andamembiarkan keadaan ini karena bisa kekurangan vitamin C, B6, zink dansaja ini merupakan indikasi Anda asam lemak esensial. Sebaiknyaterkena penyakit tiroid.  konsumsi buah-buahan seperti jeruk, daging, ikan, unggas dan produkMata terasa kering susu. Mata yang terasa kering kerapdisebabkan oleh kondisi lingkungansekitar kita. Ini disebabkan karena Mata merah Mata yang merah seringkali kitaair mata tidak dapat melapisi mata indikasikan karena kelelahan ataudengan baik. Atasi ini dengan Bibir pecah-pecah kemasukan debu. Namun, ternyatamengonsumsi vitamin A dan asam Bibir pecah-pecah yang sering mata merah juga mengindikasikanlemak esensial. Sebaiknya konsumsi kita indikasikan sebagai tanda Anda kemungkinan kekurangansayuran atau buah yang berwarna bahwa tubuh kita mengalami vitamin A dan B2. Sebaiknyahijau, kuning atau oranye. panas dalam, disebabkan karena konsumsi produk susu, daging, buah kekurangan vitamin B2. Sebaiknya atau sayuran berwarna oranye danPecah-pecah di bagian konsumsi daging dan produk susu. hijau.ujung mulut Penyebabnya dapat terjadi Kulit memerah di wajah Luka lambat sembuhdikarenakan kekurangan zat besi, berminyak Kemungkinan kekurangan zink.vitamin B12, B6 dan asam folat. Kemungkinan kekurangan Sebaiknya konsumsi produk susuSebaiknya Anda mengonsumsi vitamin B2, B6, zink atau asam lemak dan kerang.ndaging, kacang-kacangan dan esensial. Sebaiknya konsumsi daging, gi- dari berbagai sumbersayuran berwarna hijau. ikan, unggas dan kerang. No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom
  9. 9. Ragam Meningkatkan Pembinaan Kesehatan Haji K ementerian Kesehatan terus meningkatkan pembinaan dan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji. Pembinaan dilaksanakan secara menyeluruh meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam pelaksanaannya memerlukan kerjasama berbagai pihak terkait, sektor dan pemerintah daerah. Mulai dari pelayanan kesehatan di tanah air sebelum keberangkatan jemaah sampai kembali kekurangan dan kelemahan pelaksanaan dilapangan. ke tanah air kembali merupakan proses pelayanan Pelaksanaan pembinaan manasik haji agar berkesinambungan dan komprehensif. disinkronkan antara Kantor Urusan Agama (KUA) dan Hal ini disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Puskemas di tingkat Kecamatan. Pelaksanaan kegiatan Wan Alkadri Sai Sohar, MSc dalam resume pertemuan terdapat materi penyuluhan kesehatan yang melibatkan rakon pasca operasional penyelenggaraan kesehatan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. haji tahun 2009/1430 di Jakarta. Sehingga bimbingan dan penyuluhan kesehatan selama Menurut dr. Wan Alkadri pelaksanaan pemeriksaan manasik haji menjadi media diskusi antar jamaah haji dan kesehatan pertama di Puskesmas meliputi pemeriksaan, konsultasi berhaji sehat dan mandiri, ujar dr.Wan Alkadri. pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Pemeriksaan Khusus isu vaksin Meningitis Meningokokus, tugas kedua dilaksanakan di rumah sakit Kabupaten/ Kota Kementerian Kesehatan memberikan vaksin kepada oleh dokter spesialis pada jamaah haji lanjut usia, seluruh jamaah haji dan umroh. Sehingga mereka risiko tinggi dan hamil. Sementara Dinas kesehatan terlindung dari kemungkinan terjangkit penyakit Provinsi, Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, meningitis. “Terkait dengan masalah halal dan haram Embarkasi/debarkasi agar melaksanakan pelayanan status vaksin tetap mengacu kepada Fatwa Majelis kesehatan sesuai Kepmenkes dan mencermati Ulama Indonesia (MUI)” tegas dr.Wan. nPra , Dr. Wan AlKadri, MSc: Pelayanan Kesehatan Haji 2010 harus lebih baik W alau perbaikan terus dari rekrutmen TKHI, pemberian sehingga pelayanan kesehatan jamaah dilakukan, masih vaksinasi, dan pelayanan kesehatan haji tahun ini lebih baik dari tahun ada saja kekurangan secara umum di tanah air maupun di sebelumnya. Berikut ini wawancara di sana-sini setiap Arab Saudi. Langkah apa saja yang Mediakom dengan Kepala Pusat tahunnya. Mulai akan dilakukan untuk memperbaiki, Kesehatan Haji dr. Wan Alkadri, MSc.10 Mediakom No.XXII/APRIL/2010
  10. 10. RagamBagaimana hasil evaluasi pelayanan kesehatan sudah cukup Koordinasi ini kan penting,pelaksanaan kesehatan haji tahun memadai. umpamanya informasi harus2009? Namun demikian, masih menyediakan data yang sama dari Untuk mengevaluasi pelayanan menghadapi berbagai kekurangan orang yang sama, padahal sudahkesehatan haji 2009, harus yaitu petugas kesehatan, ketersediaan tersedia. Oleh karena itu harusmenggunakan indikator keberhasilan obat dan masalah koordinasi. dilakukan koordinasi. Koordinasiyang dapat dilihat dari segi input, Koordinasi belum berjalan secara muncul karena mempunyai tujuanproses dan output. Salah satu optimal, baik koordinasi dengan yang sama, mempunyai persepsioutput keberhasilan yaitu angka Kementerian Agama, Kementerian yang sama dan mempunyai suatukematian jemaah haji turun secara Luar Negeri dan koordinasi secara kegiatan yang sama.signifikan dibandingkan tahun internal. Sehingga penugasan pemimpinsebelumnya. Kalau dilihat dari segi yang ada di Arab Saudi harusproses pelayanan kesehatan, petugas Terkait dengan koordinasi tahun memenuhi kriteria yang akan diatur,kesehatan di semua tempat, apakah kemarin masih lemah, upaya membuat kriteria yang menjadidi Mekkah, Jeddah, Madinah, sektor peningkatannya seperti apa? koordinator. Dipilih orang yangdan kloter sudah memberikan Ya, koordinasi harus dilakukan terbaik di Kementerian Kesehatanpelayanan yang cukup memadai. khususnya dengan Kementerian maupun UPT-nya. Ini salah satu syaratBerdasarkan hasil survey kepuasan Agama di semua kegiatan yang melakukan koordinasi. Namanya sajayang ditanyakan kepada jemaah dianggap penting, seperti bidang koordinator. Jadi fungsi utamanyasebagian besar menyatakan bahwa perekrutan tenaga dan pelatihan meningkatkan dan memperbaikipelayanan kesehatan sudah cukup tenaga. Demikian juga pada waktu koordinasi.memuaskan. menggunakan fasilitas, fasilitas mana Dari segi input, seperti sarana- yang akan digunakan bersama, harus Bagaimana langkah berikutnya?prasarana pelayanan kesehatan di ada koordinasi secara baik. Dari hasil evaluasi pelayananMekkah, sudah membangun dan kesehatan haji 2009, perlumemfungsikan Balai Pengobatan Haji Sebagai contoh untuk mengakses merumuskan apa yang akanIndonesia dengan kualifikasi rumah data dari siskohat Kemenag tidak dilakukan tahun 2010. Bidangsakit kelas C. Termasuk melengkapi bisa cepat untuk publikasi. Ke depan ketenagaan misalnya haruslogistiknya, sehingga kualitas bagaimana koordinasinya? menjadikan rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Dr. Wan AlKadri, MSc menjadi bagian dari reformasi Kepala Pusat Kesehatan Haji birokrasi. Sehingga dalam waktu singkat akan mendapat tenaga yang professional, handal, bertanggung jawab dan amanah. Sehingga mereka dapat melakukan tugas di Arab Saudi dengan baik. Alhamdulillah dari proses rekrutment yang dilakukan secara transparan, menggunakan cara planning system. Berikutnya dilakukan verifikasi, nominasi, seleksi dan pelatihan. Pelatihan merupakan suatu persyaratan yang menentukan untuk mencari petugas kesehatan yang diharapkan. Sedang dalam bidang obat, sudah menyusun perencanaan terpadu dengan melibatkan semua pelaku lama yang sudah bertugas. Termasuk dengan unit struktural Pusat No.XXII/APRIL/2010 Mediakom 11
  11. 11. Ragam Kesehatan Haji, P2PL, dan rumah sakit. Merumuskan kebutuhan Seleksi obat dan jenis obat yang akan dipakai di tahun 2010, dengan memperbaiki formularium obat. Disamping itu juga melakukan perbaikan sarana prasarana BPHI Madinah, dengan membuat Oleh Zaenal Abidin, S.AP, M.AP kontrak baru, kemudian mendesain ulang sehingga Staf Sub Bagian TU Biro Setjen Depkes RI menjadi rumah sakit kelas B. Dalam pelayanan kesehatan yang tidak kalah penting adalah S pemeriksaan dan pelaksanaan umber daya manusia (SDM) Assessment Center. pembinaan di daerah asal. Saat ini merupakan aset utama Sebagaimana diuraikan oleh sudah menetapkan 150 kabupaten / dan berperan penting bagi Tim Assessment Center Badan kota ( 30%) yang akan melaksanaan kelangsungan hidup suatu Kepegawaian Negara, metode pemeriksaan pelayanan dan organisasi. Setiap organisasi Assesment Center diharapkan pembinaan jemaah haji secara dituntut membina kompetensi dapat digunakan secara optimal standard. Mudah mudahan tahun pegawainya sesuai dengan kompetisi untuk penelusuran potensi dan depan akan meningkat 50%, tahun jabatan-jabatan yang ada dalam minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) berikutnya 70%, sehingga pada struktur organisasi. Oleh karena itu yang akan di tempatkan dalam akhir tahun 2014 akhir dari periode perlu dilakukan berbagai upaya untuk suatu jabatan dan sesuai dengan Kementerian Kesehatan 100% meningkatkan dan mengembangkan kehendak UU Nomor 43 Tahun 1999 potensi setiap pegawai agar memiliki Pasal 17 ayat (2) yang menyatakan pemeriksaan dan pelayanan jemaah kecakapan, keterampilan, dan “Pengangkatan PNS dalam suatu haji di daerah asal sudah standar. keahlian yang pada akhirnya tercipta jabatan dilaksanakan berdasarkan Jadi diharapkan 210 ribu profesionalisme yang diperlukan prinsip profesionalisme sesuai jemaah yang memenuhi untuk menangkal berbagai ancaman, dengan kompetensi, prestasi, dan persyaratan sanggup dan mampu hambatan dan tantangan yang jenjang pangkat yang ditetapkan melaksanakan ibadah haji, maka dihadapi saat ini dan di masa depan. dalam jabatan itu serta syarat dari segi kesehatan juga sudah Di lingkungan instansi pemerintah, objektif lainnya tanpa membedakan memenuhi standar. Diharapkan untuk mengantisipasi situasi jenis kelamin, suku, agama, ras atau dengan pelayanan kesehatan yang tersebut, pemerintah melalui UU golongan” . standar sewaktu di Arab Saudi Nomor 43 Tahun 1999 tentang semua jamaah dapat melaksanakan Perubahan atas UU Nomor 8 Proses dan Tahapan Seleksi Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Menurut Veithzal Proses seleksi semua proses ibadahnya, bagi Kepegawaian telah mengubah adalah langkah-langkah yang harus yang sakit setelah mendapat paradigma di bidang kepegawaian, dilalui oleh para pelamar sampai pertolongan dapat melakukan dari pendekatan yang berorientasi akhirnya memperoleh keputusan ibadah. Sehingga semua jamaah pada administrasi kepegawaian, diterima atau ditolak sebagai pegawai akan mendapatkan predikat haji, ke pendekatan manajemen SDM. baru. kecuali yang meninggal. Sebagai tindak lanjut dari undang Sistem Seleksi yang yang efektif undang tersebut, pemerintah telah pada dasarnya memiliki 3 sasaran Harapan bapak untuk tahun melakukan kajian dan mengeluarkan yaitu: 2010 kira-kira seperti apa berbagai peraturan pelaksanaan 1. Keakuratan, artinya kemampuan sih pelayanan kesehatan haji antara lain Peraturan Pemerintah dari proses seleksi untuk secara Indonesia ini ? Nomor 100 Tahun 2000 yang tepat dapat memprediksi kinerja kemudian di perbaruhi dengan pelamar. Pertanyaan berikut ini Yang pasti 2010 harus lebih Peraturan Pemerintah Nomor 13 mungkin dapat dipertimbangkan baik dari 2009. Oleh karena itu Tahun 2002 tentang Pengangkatan ketika melakukan seleksi, seperti semua simpul yang ada di tanah Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan apa kelemahan dari: air, embarkasi, perjalanan dan Struktural dan Keputusan Kepala a. Instruktur yang kurang di Mekkah akan ditingkatkan. Badan Kepegawaian Negara menguasai materi ? Sehingga tingkat kepuasan Nomor 46 A tentang Pedoman b. Proses seleksi yang tidak dapat pelayanan kesehatan meningkat. n Penyusunan Standar Kompetensi memprediksi kinerja pelamar di Pra Jabatan Struktural PNS dan Metode tempat kerja ?12 Mediakom No.XXII/APRIL/2010
  12. 12. Ragam pengelola baik pimpinan maupun staf harus memiliki integritas diri yang tanpa kompromi, penyelenggara proses seleksi calon pegawai harus memiliki ilmu pengetahuan cara memproses pengadaan pegawai yang baik dan benar, agar proses seleksi calon pegawai menjadi bersih, transparan, dan profesional, diperlukan petugas yang memiliki komitmen yang tinggi dalam mengemban amanah sebagai panggilan jiwanya, proses seleksi calon pegawai akan bersih, transparan, dan profesional apabila para pimpinan dan staf pengelola proses tersebut memiliki kepedulian yang tinggi lepada para pelamar dan keluarganya untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, seadil-adilnya, sejujur-jujurnya dan secepat-cepatnya, proses seleksi akan berlangsung secara profesional apabila para pengelolanya memiliki c. Perhitungan dengan menggunakan komputer yang keterampilan yang tinggi dalam berinteraksi personal menghasilkan jawaban yang salah. dengan orang lain,seleksi calon pegawai akan profesional2. Keadilan, artinya menjamin setiap pelamar yang bila ditangani oleh orang-orang yang memiliki sikap memenuhi syarat untuk mendapat kesempatan yang mental yang positif, dalam arti selalu menjaga norma dan sama di dalam sistem seleksi bila: etika yang selaras dan seimbang dalam kehidupannya a. Didasarkan pada persyaratan-persyaratan yang sesuai akidah yang diyakininya, dan proses seleksi calon dijalankan secara konsisten pegawai akan berhasil apabila ditangani oleh orang-orang b. Menggunakan standar penerimaan yang sama yang memiliki keseimbangan dalam hidupnya. untuk semua pelamar.3. Keyakinan, artinya taraf orang-orang yang terlibat Kesimpulan dalam proses seleksi apabila : Proses seleksi bukanlah kegiatan yang berdiri a) Selama proses seleksi pelamar dan pewawancara sendiri, artinya dalam melakukan kegiatan seleksi perlu menggunakan waktu dengan efektif dan baik. mempertimbangkan berbagai masukan faktor misalnya b) Setiap orang memperoleh manfaat dengan informasi tentang analisis gambaran uraian pekerjaan mengikuti proses seleksi terlepas dari keputusan yang akan dilakukan, persyaratan yang harus dipenuhi penerimaan karyawan yang diambil. dan standar prestasi kerja yang harus dicapai. Kemudian c) Citra perusahaan/situasi dan harga diri para yang perlu dipertimbangkan adalah rancangan SDM pelamar tetap terjaga. karena di dalamnya akan tergambar lowongan yang ada Dalam menangani penerimaan pegawai baru, seleksi dan persyaratan apa yang harus diperhitungkan untukcalon pegawai harus diselenggarakan secara profesional, menentukan berbagai langkah dalam menentukan prosesdalam arti tidak asal jadi. Kriteria yang harus dipenuhi bila seleksi.pengolahan seleksi dapat disebut profesional, yaitu para Kesalahan yang paling mendasar dalam proses No.XXII/APRIL/2010 Mediakom 13
  13. 13. Ragam rekrutmen atau seleksi adalah tidak tersedianya analisis Proses seleksi dan penetapan yang tidak sesuai dengan jabatan padahal analisis jabatan merupakan input utama prosedur dan syarat normatif akan sulit mencocokkan sebelum dilakukan proses seleksi. Analisis merupakan antara karakteristik individu (pengetahuan, keterampilan, hal yang mendasar dalam proses seleksi, tanpa adanya pengalaman, dan lain-lain) dengan persyaratan jabatan data yang akurat tentang profil dari suatu jabatan, jenis yang harus dimiliki individu tersebut. Kegagalan dalam keterampilan atau kemampuan yang dibutuhkan serta mencocokkan kedua hal tersebut dapat menyebabkan pengalaman dan pendidikan yang dipersyaratkan untuk kinerja karyawan menjadi tidak optimal dan kepuasan menduduki jabatan tersebut maka proses seleksi akan kerja sangat rendah, tidak jarang hal ini membuat individu menjadi tidak efektif sehingga tidak diperoleh hasil yang menjadi frustasi. n optimal dan bahkan tidak akan memberikan kepuasan kepada pegawai yang bersangkutan. Menuju Jaminan Kesehatan Sosial Nasional Oleh dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH *) Tulisan ini dimuat di Harian Kompas, tanggal 25 Maret 2010. Untuk memberikan kesempatan masyarakat luas untuk memahami ide yang dituangkan dalam tulisan ini kami sajikan untuk pembaca Mediakom. D isahkannya Undang masyarakat yang lain. gratis “. Memang nantinya dalam undang Reformasi Sebenarnya jaminan negara bagi praktiknya setiap orang yang Kesehatan oleh Presiden layanan kesehatan sudah memiliki menggunakan fasilitas kesehatan Amerika Serikat Barack payung hukum dengan adanya tidak mengeluarkan uang PADA SAAT Obama, awal pekan ini, UU No. 40/2004 tentang Sistem menerima pelayanan kesehatan merupakan terobosan luar biasa Jaminan Sosial Nasional (SJSN). tersebut. Gratis? Tentu tidak. bagi pelayanan kesehatan di negeri SJSN adalah suatu tatanan atau tata Pelayanan kesehatan itu mahal. yang berideologi kapitalisme dan cara penyelenggaraan program Pelayanan kesehatan tersebut suatu kebebasan individu ini. jaminan sosial untuk menjamin agar waktu pasti harus dibayar oleh Salah satu yang terpenting adalah setiap warga negara mempunyai seseorang atau oleh suatu institusi. universal coverage, termasuk untuk perlindungan sosial yang dapat Jadi, kapan pembayaran dilakukan? 30 jutaan rakyat miskin yang selama memenuhi kebutuhan dasar hidup Dan oleh siapa? ini tak mampu membeli asuransi yang layak. Jaminan sosial dimaksud Indonesia sudah lama mengenal kesehatan. meliputi jaminan kesehatan, jaminan asa gotong royong. Saling Bagaimana dengan Indonesia? kecelakaan kerja, jaminan hari tua, membantu, si kaya menolong si Indonesia belum bisa segera jaminan pensiun, dan jaminan miskin, si kuat menolong si lemah. mengikuti jejak AS walaupun selama kematian. SJSN berasaskan gotong royong. ini sudah ada mekanisme untuk Setiap WNI berhak mempunyai Jaminan kesehatan tidak gratis, membantu layanan kesehatan bagi jaminan kesehatan sosial, tanpa tetapi didanai bersama-sama secara warga miskin. Target pencapaian kecuali, tidak peduli kaya atau bergotong royong melalui iuran. universal coverage di Indonesia miskin, tinggal di kota atau di daerah UU SJSN mengamanatkan bahwa perlu realistis dan bertahap terpencil, kaum elit ataupun rakyat setiap orang wajib menjadi peserta mengingat kemampuan keuangan biasa. program Jaminan Kesehatan Sosial negara serta kelayakan (feasibility) Nasional. Iuran bagi fakir miskin dan mekanisme pengumpulan dana. Bukan pengobatan gratis tidak mampu dibayar Pemerintah, Untuk awalnya, full coverage mungkin Apa artinya “mempunyai jaminan masyarakat pekerja (formal/penerima akan diutamakan untuk warga tak kesehatan“? Istilah ini sering upah) iurannya ditanggung bersama mampu dan coverage pelayanan disalahartikan atau disimplifikasi oleh pekerja dan pemberi kerja, kesehatan dasar untuk seluruh warga sebagai “ memperoleh pengobatan sedangkan sektor informal (pekerja14 Mediakom No.XXII/APRIL/2010
  14. 14. Ragammandiri/tidak menerima upah) SJSN. Jaminan kesehatan masyarakat 2,9 persen.iurannya ditentukan khusus. (Jamkesmas) yang telah dimulai sejak Untuk mencapai sistem Jaminan Sesuai UU No. 40/2004, dana tahun 2005 (dulu Askeskin) sebagai Kesehatan Sosial Nasional tidakuntuk menjamin kesehatan peserta bentuk pelaksanaan kewajiban cukup hanya memperluas cakupandikumpulkan secara teratur pemerintah terhadap fakir miskin dan kepesertaan, diperlukan kesiapan-oleh sebuah atau lebih Badan tidak mampu, tetap dijalankan dan kesiapan infrastruktur yang matang.Penyelenggara Jaminan Sosial. Dana diperbaiki mutunya sebagai langkah Dalam hal kelembagaan, RUU Badandikumpulkan tanpa menunggu kasus awal penyelenggaraan Jaminan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)penyakit. Hal ini berbeda dengan Kesehatan Sosial Nasional secara kini sedang digodog di DPR. Badanmekanisme pengumpulan koin untuk menyeluruh. tersebut nantinya bersifat nirlaba,ananda Bilqis yang dilakukan pada Sebuah tim yang melibatkan dana amanah, bersifat nasional,saat ia sudah mengalami musibah banyak akademisi, praktisi, akuntabel, transparan, dengansakit (dan perlu biaya besar) sehingga kementerian terkait, dan Dewan portabilitas.menggerakkan rasa kemanusiaan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tiap-tiap sub sistem perlu ditatadan solidaritas sosial masyarakat tengah merancang peta jalan untuk secara harmonis dengan sub sistemIndonesia. pencapaian Jaminan Kesehatan Sosial lainnya. Perlu dirancang secara baik Manfaat yang diperoleh Nasional bagi seluruh penduduk. Peta ketersediaan Pemberi Pelayananpeserta bersifat komprehensif jalan ini mencakup aspek regulasi, Kesehatan (PPK) yang meliputiberupa pelayanan kesehatan kepesertaan, pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan dasar/primerpromotif, preventif, kuratif, hingga paket manfaat, jaringan pelayanan, hingga tersier.rehabilitatif. Pembayaran kepada pendanaan, manajemen, dan sumber Selaku Menteri Kesehatan RI,Pemberi Pelayanan Kesehatan daya lainnya. saya mengajak seluruh komponen(PPK) bersifat prospective payment Saat ini baru 50,8 persen masyarakat untuk ikut sertasystem, suatu cara pembayaran yang penduduk Indonesia yang menyukseskan upaya menujukesepakatannya dilakukan di depan mempunyai jaminan kesehatan: pencapaian Jaminan Kesehatan Sosialsebelum pelayanan diberikan. terdiri dari peserta Jamkesmas/ Nasional bagi seluruh penduduk Jamkesda 37,5 persen, peserta sesuai amanah UU SJSN. n Peta Jalan Askes sosial 6,6 persen, peserta (* Menteri Kesehatan) Kementerian Kesehatan periode Askes komersial 1 persen. Jaminan2010-2014 bertekad untuk melakukan kesehatan dalam Jamsostek 2 persen,percepatan implementasi amanat UU Asabri 0,9 persen, dan asuransi lainOtak dan Pemilihan cara melakukan organisasi otak sehingga terjadi optimalisasi seluruh fungsinya.Sumber Daya Manusia Sesuai dengan aktivitas otak maka lobus frontal mempunyai fungsi eksekutif yang berperan sebagai fungsi manajemen. Seorang individu, profesional, manajer dan pemimpinOleh dr. Jofizal Jannis, Sp.S(K) dan yang baik harus berupaya menguasai fungsi lobus frontalis ini, supayaDrs. Muh. Nasrun Harun, MAP. mampu menggunakan dengan baik, sehingga dapat bersaing di era kompetisi antar otak dan kecerdasan diP Millenium ke-3 ini. emilihan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengembangan dan penempatan bertujuan mencari kualitas, maka yang dipilih SDM ke arah fungsi otak belum tersosialisasi dengan harus mampu menciptakan nilai komparatif, baik, sehingga arah pengembangan dan penempatan kompetitif–generatif–inovatif. Mampu pegawai saat ini baru menggunakan standar kompetensi mengerahkan seluruh energi optimal seperti jabatan yang memuat antara lain latar belakangpenggunaan fungsi otak yaitu intelegensi, kreativitas pendidikan; ketrampilan yang harus dimiliki; jenisdan imajinasi. Seluruh fungsi tersebut merupakan fungsi kelamin dan pengalaman kerja. Bahkan beberapautama lobus frontalis (premotor dan prefrontal) dengan penempatan pegawai hanya berdasarkan pangkat dan No.XXII/APRIL/2010 Mediakom 15
  15. 15. Ragam golongan. Kalau dilihat sejak dikatakan tidak terukur. awal pendidikan, maka tidak Selain itu, Tony Buzan tampak gambaran pasti mengisyaratkan bahwa tentang pengembangan pada setiap otak manusia, ke arah otak kiri otak ada sekitar satu trilyun kanan sehingga upaya (1,000,000,000,000) sel mencapai efisiensi kerja otak. Setiap sel otak masih tertinggal karena arah (neuron) berisi satu tidak sesuai dengan cara elektrokimia besar pengembangan SDM. kompleks dan kuat Kesenjangan terjadi merupakan mikrodata antara posisi jabatan yang memproses serta dan pendidikan menjadi memancarkan sistem yang tidak sesuai, karena yang kompleks. bersangkutan hanya bekerja untuk menyelesaikan tugas Manajemen rutin, tanpa melakukan perangkat otak inovasi baru yang menyebarkan virus kreatif. Padahal Fungsi manajemen (planning, organizing, actuating/ yang diharapkan terbentuknya kemampuan imajinasi motivating, dan controlling) sesuai dengan fungsi dan kreativitas yang mengarah pada kemajuan dan eksekutif yang ditopang mekanisme kerja otak, seorang pengembangan, bukan hanya pada penyelesaian tugas profesional, pemimpin dan manajer harus berupaya saja. menguasai fungsi lobus ini karena problem solving, Menempatkan seseorang pada posisi yang tepat kreativitas dan innovasi berada di bagian otak. akan membawa organisasi menjadi lebih hidup, akan Otak merupakan organ yang mempunyai terjadi hal hal baru untuk pengembangan organisasi dan kemampuan belajar, terdiri dari belahan kiri dan kanan pejabat itu sendiri. Menurut John Naisbit dalam bukunya yang mempunyai fungsi berbeda, sedangkan daya saing Mind Set “ budaya visual mengambil alih dunia karena ditentukan oleh kecakapan menyerap pelajaran karena visual ini merupakan fungsi otak kanan” . pikiran (mind), tubuh (body), emosi dan otak merupakan Naisbit mengatakan, sejak dahulu menceritakan, suatu kesatuan. menjelaskan, menyarankan, mengubah, memenangkan, Mengapa seseorang hanya mampu menghafal membujuk, dan kata kata menyentuh selalu digunakan. pelajaran dalam jangka waktu pendek, sedangkan untuk Tapi kini, bahasa telah kalah oleh budaya visual, gambar menceritakan kisah detail tentang kehidupan pribadi 10 langsung, film, video menggantikan penutur cerita dan tahun yang lalu dapat diingat secara keseluruhan? buku. Budaya visual sukar dilupakan, sudah tertanam Pada prinsipnya dalam menggunakan otak untuk sejak masih kanak kanak. Budaya ini mengambil alih belajar dan mengingat harus sesuai dengan cara kerja dunia dengan mengorbankan dunia tulis. otak dan menggunakan ke-dua belah otak. Setiap Novel yang merupakan ranah fantasi memang belahan dipisahkan oleh jembatan emas (golden bridge) tidak mati, tapi mengalami perdarahan yang sangat yang merupakan tempat penyeberangan kecerdasan parah. Situasi demikian telah berjalan sampai saat ini, dan kecerdikan seseorang. Setiap belahan menunjukkan arahnya adalah penggunaan otak kanan, bukan berarti pola pikir tertentu yang berbeda dan bertentangan. melupakan otak kiri. Konsekuensi dari kenyataan yang Gabungan ke-dua pola belahan tadi akan membentuk telah digambarkan tadi menjadi tantangan dan peluang seseorang menjadi cerdas, cerdik berfikir, berakal dan untuk mengembangkan SDM, memilih SDM berdasarkan berakhlak. kemampuan fungsi otak yang membagi atas otak kanan Pelaksanaan manajemen perangkat otak terdapat dan kiri. ketimpangan fungsi, karena tidak dapat konsentrasi. Misal sewaktu mendengarkan ceramah menggunakan Perangai otak otak kiri, kemudian mencatat menggunakan otak Albert Einstein mengatakan, ada dua hal yang tidak kiri, berfikir logis juga menggunakan otak kiri terbatas. Yakni alam semesta dan otak manusia. Begitu sehingga melimpah dan overloaded. Selain itu dalam hebatnya maka banyak tokoh otak menyampaikan melaksanakan fungsi manajemen tidak kreatif, tidak keistimewaan otak manusia ini antara lain, Sir Charles hafal mati, belajar dan bekerja tidak fun, sehingga mudah Sherrington mengatakan bahwa otak manusia seperti lupa. alat tenun dengan berjuta pintalan mengikat, dengan Oleh sebab itu, dalam penempatan seseorang menenun pola yang penuh arti. dalam jabatan, selain berdasarkan standar kompetensi Dalai Lhama menyebutkan bahwa otak bukanlah juga harus disesuaikan dengan dominasi fungsi otak elemen tubuh yang statis, sehingga tidak bisa diubah. seseorang dengan jabatan yang dipangkunya.n Potensi otak berubah tidak terbatas, bahkan boleh16 Mediakom No.XXII/APRIL/2010
  16. 16. Media Utama Media UtamaS etelah sukses melakukan reformasi MDGs), Pokja Pembiayaan Kesehatan (Jamkesmas), pendidikan pada masa jabatan pertama, Pokja Manajemen Kesehatan, dan Good Governance, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pokja Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan, Pokja bertekad melakukan reformasi kesehatan Sumber Daya Manusia. pada masa jabatan kedua (2009-2014). Tim terdiri dari berbagai unsur yaitu Kementerian Hal itu disampaikan Presiden SBY ketika Kesehatan, BKKBN, Badan POM, Perguruan Tinggi dan melantik 17 anggota Konsil Kedokteran Organisasi Profesi telah menyusun dokumen roadmapIndonesia tahun lalu di Istana Negara. reformasi kesehatan masyarakat sebagai arah, dasar, Untuk menindaklanjuti tekad Presiden Susilo dan strategi agar dapat dijadikan acuan bagi seluruhBambang Yudhoyono, Menteri Kesehatan, dr. Endang pelaku pembangunan kesehatan baik masyarakat,Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, telah membentuk swasta maupun Pemerintah (Pusat, Provinsi danTim Penyusun Roadmap Reformasi Kesehatan Kabupaten/Kota) serta pihak-pihak terkait dalamMasyarakat melalui SK Menkes No. 1067/Menkes/SK/ rangka melaksanakan reformasi kesehatan masyarakatXI/2009. Tim terdiri dari 5 Kelompok Kerja (Pokja), yaitu tahun 2010-2014.Pokja Upaya Kesehatan (Pelayanan dan Pencapaian Prioritas reformasi tahun 2010-2014 diarahkan pada No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 17
  17. 17. Media Utama Susunan Tim Penyusunan Roadmap Reformasi Kesehatan Masyarakat Pengarah 3. dr. Budi Hidayat 4. Sukendar Adam, DIM, M.Kes Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, 4. Dr. drg. Mardiati Najib 5. Dr. Ondri Dwi Sampurno, Msi, Apt Dr.PH 5. Prof Ascobat Gani, MPH, Dr.PH 6. Dra. Sri Indrawaty, Apt, M.Kes Koordinator 6. Suhardjono, SE, MM 7. Dr. Delina Hasan (FKM-UI) Drg. Naydial Roesdal. MSc.PH 7. Harmen Mardjunin, SE, MM Sekretaris Umum 8. dr. Donald Pardede, MPPM POKJA SUMBER DAYA MANUSIA Dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes 9. Drs. Bayu Teja, Apt, M,Phar Anggota Sekretariat 10. drg. Usman Sumantri, MSc Ketua : dr. Bambang Giatno Raharjo, 1. dr. Slamet, MHP MPH 2. R.J. Sukowidodo, SKM, MPH POKJA MANAJEMEN KESEHATAN, GOOD Ketua 1 : Prof. Tjandra Yoga Aditama, GOVERNANCE Sp.P(K) POKJA UPAYA KESEHATAN Ketua 2 : Dr. Triono Soendoro, Ph.D (PELAYANAN dan PENCAPAIAN MDGs) Ketua : dr. Faiq Bahfen, SH Sekretaris : Drs. Abdurahman, MPH, SH, Ketua 1 : dr. Ratna Rosita Hendardji, DFM, Sp.F(K) Ketua : dr. Budihardja, MPH, DTMH MPHM Anggota Ketua 1 : dr. Farid Wadjdi Husain, Sp.B(K) Ketua 2 : dr. Krishnajaya, MS 1. Dr. dr. Adang Bahtiar Ketua 2 : dr. Sugiri (BKKBN) Sekretaris : Prof. dr. Budi Sampurna, SH, 2. dr. Sandi Ilyanto Sekretaris : dr. T. Marwan Nusri, MPH DFM, Sp.F(K) 3. dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes Anggota Anggota 4. Drs. Zulkarnain Kasim, SKM, MBA 1. Prof Umar Fahmi 1. Prof. Laksono 5. dr. Asyikin Iman Dahlan, MHA 2. Prof Azrul Azwar 2. Prof. Amal C. Sjaaf 6. dr. Setiawan Soeparan, MPH 3. dr. Nyoman Kandum, MPH 3. Prof. Purnawan Djunadi 7. drg. S. R. Mustikowati, M.Kes 4. dr. Endang Anhari 4. dr. Guntur Budi Wanarto, MM, MSc 8. Dr. Ida Bagus Indra Gotama 5. dr. Edi Suranto, MPH 5. dr. Sandi Ilyanto 6. dr. Mulya A. Hasjmy, Sp.B, M,Kes 6. dr. Lily S. Sulistyowati, MM TIM PERUMUS 7. dr. Ina Hernawati, MPH 7. dr. E. Jane Supardi, MPH, Dsc 8. dr. Iwan M.Muljono, MPH 8. dr. Abdul Rival, MSc Ketua : dr. Indriyono, MPH 9. dr. Kuwat Sri Hudayo, MS 9. dr. Kirana Pritasari, MQIH Wakil Ketua : dr. Untung Suseno Sutarjo, 10. Dr. dr. Trihono, M.Kes 10. Burlian Mughni, SH M.Kes 11. Drs. Purwadi, Apt, MM, ME 11. Arsil Rusli, SH, MH Sekretaris : dr. Trisa Wahyuni Putri, M.Kes 12. dr. Sri Hermiyati, MSc 12. Sukamto, SH ANGGOTA 13. dr. Abidinsyah Siregar, MPH 13. Dr. Dadi Sunjaya 1. dr. T. Marwan Nusri, MPH 14. dr. M. Sholah Imari, MSc 2. Prof. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F, (K) 15. drg. Tini Suryani Suhandi, M.Kes POKJA KEFARMASIAN DAN PERBEKALAN 3. Drs. Purwadi, Apt, MM, ME KESEHATAN 4. dr. Ina Hernawati, MPH POKJA PEMBIAYAAN KESEHATAN 5. Dr. dr. Trihono, M.Kes (JAMKESMAS) Ketua : Dra. Kustantinah, Apt, M, Appt, 6. dr. Sandi Ilyanto Sc 7. Dr. dr. Adang Bahtiar Ketua : dr. Sjafii Ahmad, MPH Ketua 1 : Dra. Lucky Oemar Said, Apt 8. Dr. drg. Mardiati Najib Ketua 1 : drg. Naydial Roesdal, M.ScPH (BPOM) 9. dr. Donald Pardede, MPPM Ketua 2 : dr. Farid Hariyanto Sekretaris : Drs. Purwadi, Apt, MM, ME 10. Drs. Bayu Teja Muliawan, Apt, M. Pharm Sekretaris : dr. Chalik Masulili, MSc Anggota 11. Drs. Abdurachman, MPH Anggota 1. Drs. Slamet Susilo 12. Prof. Laksono Trisnantoro 1. Prof Habullah Thabrani 2. Drs. T. Bahdar J. Hamid, Apt, M. Pharm 2. Dr. Prastuti Suwondo, SE 3. Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt, PhD tujuh bidang , yaitu : 1) jaminan kesehatan; 4) reformasi birokrasi Prioritas reformasi kesehatan kesehatan masyarakat; 2) pelayanan pembangunan kesehatan; 5) masyarakat tersebut dilaksanakan Kesehatan di Daerah Terpencil, Bantuan Operasional Kesehatan; 6) dengan melakukan berbagai Perbatasan dan Kepulauan penanganan daerah bermasalah terobosan pada paradigma, (DTPK); 3) ketersediaan obat dan kesehatan; dan 7) pelayanan rumah kebijakan, kelembagaan, SDM, alat kesehatan di setiap fasilitas sakit berstandar internasional. program, dan sistem yang selama18 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  18. 18. Media Utama Tujuan Reformasi Kesehatan 7. Tersedianya sumber daya kesehatan dan peraturan perundang-undangan untuk mendukung Umum : tercapainya masyarakat sehat yang mandiri pengembangan rumah sakit yang terakreditasi dan berkeadilan. internasional. Khusus : Tagline 1. Tersedianya pembiayaan untuk jaminan pelayanan medik dasar untuk seluruh penduduk Indonesia (re. Tujuan Reformasi Kesehatan Masyarakat, dicapai Target Pencapaian Standar Pelayanan Minimal); melalui penyelenggaraan sistem kesehatan yang 2. Tersedianya pembiayaan untuk pelayanan mempunyai nilai-nilai sebagai berikut : kesehatan dasar promotif dan preventif (re. Target 1. Pro Rakyat, yang maknanya semua program Pencapaian Standar Pelayanan Minimal); pembangunan kesehatan haruslah menghasilkan 3. Tersedianya obat/alkes untuk Program KIA/KB, yang terbaik untuk rakyat; Program Penanggulangan Penyakit Malaria, 2. Inklusif, yang maknanya semua program Tuberkulosis, dan HIV/AIDS (re. Target Pencapaian pembangunan kesehatan haruslah melibatkan Millenium Development Goals); semua pihak, karena pembangunan kesehatan 4. Terbentuknya kelembagaan Kementerian tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh Kesehatan yang tepat fungsi dan tepat ukuran Kementerian Kesehatan saja. serta tatakelola kesehatan yang baik; 3. Responsif, yang bermakna bahwa program 5. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk Daerah kesehatan haruslah sesuai dengan kebutuhan dan Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (re. Target keinginan rakyat. Pencapaian Standar Pelayanan Minimal); 4. Efektif, yang bermakna bahwa program kesehatan 6. Tersedianya sumber daya kesehatan untuk Daerah haruslah menghasilkan sesuatu yang signifikan. Bermasalah Kesehatan dengan kategori Buruk/ 5. Bersih, yang dimaknai bahwa program kesehatan Khusus (re. Target Pencapaian Standar Pelayanan harus bersih dari KKN, dan tidak memiliki muatan- Minimal); muatan yang tidak berkaitan dengan kesehatan.ini sudah ada tapi belum berfungsi, kontrak kinerja Menteri Kesehatan, diingat, dalam mengupayakanatau telah berfungsi namun masih Program Prioritas dan Program reformasi kesehatan harus menjaminterdapat berbagai disparitas Aksi Presiden dan isu ekternal lain keamanan reformasi regulasiataupun belum ada sama sekali. seperti national summit. dengan mengharmonisasikan semuaBerbagai terobosan tersebut Rumusan roadmap reformasi peraturan yang ada di pusat dandiupayakan dapat dilakukan pada kesehatan masyarakat yang dia- daerah.upaya kesehatan, good governance, manatkan Presiden disamping untuk Misalnya PP No. 38 Tahunpembiayaan kesehatan, kefarmasian menjawab tantangan perubahan 2007 tentang pembagian urusandan perbekalan kesehatan, serta lingkungan strategis dan tuntutan Pemerintah Pusat dan Daerah, yangsumber daya manusia kesehatan. permasalahan yang ada di masyara- belum dilengkapi dengan Norma Dengan semangat “unity, kat, juga berisi pemikiran-pemikiran Standar Prosedur dan Kriteriatogether we can” yang bermakna kritis yang merupakan ekstraksi do- (NSPK) dan Peraturan Menteripentingnya kebersamaan dan kerja kumen Renstra namun dilaksanakan Dalam Negeri (Permendagri) No.13sama yang baik untuk mencapai melalui langkah-langkah yang Tahun 2006 tentang Pengelolaantujuan. Dengan spirit “tagline” itu, akseleratif dan reformatif yang akan Keuangan Daerah.diharapkan terjadi peningkatan mempercepat pelaksanaan pemba­ Penyelenggaraan Reformasimotivasi dan etos kerja seluruh abdi ngunan kesehatan, dengan meletak- Kesehatan dilakukan dengannegara termasuk abdi kesehatan di kan dasar yang kuat dan pencapaian mengidentifikasi isu-isu strategissemua jajaran kesehatan. yang cepat. mutakhir di sektor kesehatan, strategi Roadmap Reformasi Kesehatan Reformasi juga perlu dilakukan serta langkah-langkah yang akanMasyarakat memperhatikan di berbagai jenjang, baik di Pusat dilakukan untuk mencapainya. Semuaperencanaan dan arah jangka maupun Daerah (Provinsi dan langkah kegiatan yang dilakukanpanjang pembangunan kesehatan Kabupaten/Kota) dengan melibatkan perlu dijabarkan dalam tahapan(RPJPK), Renstra Kementerian seluruh komponen bangsa, termasuk pencapaiannya secara terukur dalamKesehatan Tahun 2010-2014, swasta dan masyarakat. Tetapi perlu setiap tahun dengan jelas. No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 19
  19. 19. Media Utama 1. Jaminan Kesehatan Masyarakat Saat ini cakupan kepesertaan jaminan kesehatan dengan berbagai cara penjaminan baru mencapai 50,8% dari seluruh penduduk dengan kontribusi terbesar dari peserta Jamkesmas untuk masyarakat miskin dan tidak mampu yang pembiayaannya ditanggung negara yang berjumlah 76,4 juta jiwa (+ 36 %). Setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya sehingga negara bertanggung jawab mengatur dan membuat skema agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Oleh karena itu, jaminan kesehatan yang merupakan sebuah sistem yang memungkinkan seseorang terbebas dari beban biaya berobat yang mahal yang dengan cara mempertahankan kesinambungan jaminan menyebabkan gangguan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat miskin (penerima bantuan iuran), dasar hidup perlu diperluas kepesertaannya menjadi mengakselerasi jaminan kesehatan pada sektor formal kepesertaan semesta, serta kualitas penyelenggaraannya (penerima upah), pengembangan jaminan kesehatan melalui reformasi pembiayaan kesehatan agar pada kelompok informal (tidak menerima upah) dengan waktunya mencakup semua penduduk sesuai amanat pemberian subsidi pada kelompok informal. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Langkah-langkah yang perlu dilakukan secara Jaminan Sosial Nasional (SJSN). terstruktur yakni : analisis potensi kepesertaan, sosialisasi Jaminan Kesehatan Semesta adalah suatu keadaan dan advokasi, implementasi dengan penyiapan regulasi seluruh penduduk yang tinggal di Indonesia memiliki serta badan penyelenggara jaminan kesehatan tersebut. jaminan kesehatan dikembangkan dengan prinsip Tahapan perluasan kepesertaan tersebut dilakukan asuransi sosial yang meliputi : kepesertaan yang bersifat sebagai berikut; yakni tahap 2010 : pengembangan wajib dan non diskriminatif bagi kelompok formal kepesertaan Jamkesmas pada kelompok informal (penerima upah), informal (tidak menerima upah) dan sebagai tambahan Penerimaan Bantuan Iuran (PBI), masyarakat miskin (penerima bantuan iuran) dengan pengembangan pada penerima bantuan iuran manfaat pelayanan medis yang sama (prinsip ekuitas), Pemerintah Daerah dan pengembangan kepesertaan dan pelayanan dapat diakses secara nasional (prinsip pada kelompok formal. portabilitas), bersifat komprehensif, dengan manfaat Tahap 2011 : pemantapan pada kepesertaan pelayanan kesehatanyang komprehensif. Jamkesmas pengembangan pada PBI Pemda, Kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan pengembangan kepesertaan pada kelompok formal dan sesuai UU No. 40 tahun 2004 bersifat wajib. Kepesertaan pada kelompok informal mampu. yang bersifat wajib dimaksudkan agar seluruh Tahap 2012 : pemantapan pada kepesertaan rakyat menjadi peserta Jaminan Kesehatan sehingga Jamkesmas, pemantapan pada penerima bantuan iuran masyarakat dapat terlindungi kesehatannya. Makna Pemerintah Daerah, pengembangan kepesertaan pada fisiologis dari kepesertaan wajib adalah agar terjadi kelompok formal dan kelompok informal mampu. subsidi silang antara yang kaya dan miskin, yang sehat Tahap 2013 : pemantapan pada kepesertaan dan sakit, yang tua dan muda serta yang berisiko sakit Jamkesmas, pemantapan pada penerima bantuan iuran tinggi dan berisiko sakit rendah. Penerapan disesuaikan Pemerintah Daerah, pengembangan kepesertaan pada dengan kemampuan ekonomi rakyat dan pemerintah kelompok formal dan kelompok informal mampu. serta kelayakan penyelenggaraan program Jaminan Tahap 2014 : pemantapan pada kepesertaan Kesehatan. Jamkesmas, pemantapan pada penerima bantuan iuran Sasaran kepesertaan wajib dalam Jaminan Kesehatan Pemerintah Daerah, pengembangan kepesertaan pada mencakup seluruh penduduk Indonesia, termasuk orang kelompok formal dan pengembangan serta monitoring asing yang bekerja dan tinggal di Indonesia paling dan evaluasi. sedikit 6 (enam) bulan berturut-turut. Untuk mendukung pencapaian kepesertaan semesta Strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan jaminan kesehatan diperlukan regulasi pendukung. tersebut adalah dengan meningkatkan cakupan/ Regulasi-regulasi tersebut adalah : UU BPJS yang perluasan kepesertaan jaminan kesehatan agar diperkirakan dapat diselesaikan paling lambat tahun mencakup 100% penduduk (universal coverage) 2011, PP-PBI yang diharapkan selesai pada tahun 2010,20 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  20. 20. Media UtamaPerpres jaminan kesehatan yang juga diharapakan dilakukan dengan mempertimbangkan masa transisiselesai tahun 2010, Perpres mengenai penyaluran, sambil terbentuknya BPJS menurut UU No 40 tahun 2004pemanfaatan dan pertanggungjawaban dana jaminan tentang SJSN yang diproyeksikan akan selesai palingkesehatan di PPK yang diharapkan selesai pada 2010. lambat tahun 2012.Permenkes mengenai NSPK pembiayaan kesehatan Tahapan pengembangan ini dilakukan sebagaiyang akan diselesaikan pada 2010, serta regulasi berikut: tahun 2010 badan penyelenggara terdiri dariPembentukan UPT Badan Pengelola Jamkesmas dengan Jamkesmas, PT Askes (Persero), PT (Persero) Jamsostek,BLU yang juga akan diselesaikan pada tahun 2010. PT Asabri, Asuransi komersial lainnya. Dalam tahun Perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan 2010 juga diharapkan terjadi perubahan dari bentukdilakukan sejalan dengan penyediaan pelayanan TP Jamkesmas saat ini menjadi UPT Badan Pengelolamelalui pengembangan pemberi pelayanan kesehatan. Jamkesmas (BLU).Pengembangan PPK sebagai jaringan pelayanan tersebut Tahun 2011 : Penyelenggara jaminan kesehatan terdiridiproyeksikan sebagai berikut : RS, Balai Kesehatan, dari UPT Badan Pengelola Jamkesmas (BLU, PT AskesKlinik spesialis dll; pada tahun 2010 berjumlah 1200, (Persero), PT (Persero) Jamsostek, PT Asabri, Asuransitahun 2011 berjumlah 1350, tahun 2012 berjumlah 1500, komersial lainnya. Seterusnya tahun 2012 diharapkantahun 2013 berjumlah 1550 dan tahun 2014 berjumlah telah terbentuk BPJS menurut UU Pembentukanberjumlah 1600. BPJS sebagaimana amanat UU No 40 tahun 2004 Demikian pula pengembangan pemberi pelayanan tentang SJSN yang seterusnya akan berperan sebagaikesehatan tingkat dasar (Puskesmas, Dokter Keluarga, penyelenggarajaminan kesehatan.dll) juga akan dilakukan secara bertahap yakni; pada Perluasan cakupan kepesertaan (termasuktahun 2010 berjumlah 9000, tahun 2011 berjumlah kesinambungan jaminan kesehatan masyarakat miskin)12.000, tahun 1012 berjumlah 16.000, tahun 2013 akan yang diharapkan pada implementasi pencapaianberjumlah 18.000 serta pada tahun 2014 akan berjumlah kepesertaan jaminan kesehatan semesta tersebut adalah:20.000. : pada tahun 2010 sebanyak 148,26 juta, tahun 2011 Sejalan dengan itu, untuk pengelolaan program, perlu sebanyak 178,81 juta, tahun 2012 sebanyak 201,18 juta,dikembangkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial tahun 2013 sebanyak 229,87 juta serta pada tahun 2014(BPJS). Pengembangan Badan Penyelenggara tersebut mencapai 245,3 juta penduduk (100% penduduk).2. Pelayanan Kesehatan di Dtpk Dalam rangka memberikan pemerataan akses padapelayanan kesehatan yang berkualitas, maka pemerintahsudah seharusnya memberikan perhatian khusus bagimasyarakat yang tinggal di daerah terpencil, perbatasandan kepulauan. Merujuk pada Visi PembangunanKesehatan di dalam perencanaan strategis tahun2010-2014, yaitu masyarakat mandiri yang sehat danberkeadilan, maka dalam batasan ini berkeadilandimaknai sebagai tidak memberikan dalam jumlah yangsama terhadap permasalahan yang berbeda, sepertimisalnya : pelayanan kesehatan yang diperlukan didaerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK). Masyarakat di daerah terpencil, perbatasan dankepulauan menghadapi berbagai permasalahan Terbatasnya jumlah, jenis, dan mutu SDM kesehatan; 6)yang sangat spesifik. Isu strategis terkait dengan Pembiayaan kesehatan yang belum fokus dan sinkron;penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Daerah 7) Belum terpadunya perencanaan program danTertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) adalah pelaksanaan kesehatan lapangan; serta 8) Lemahnyasebagai berikut : 1) Kondisi geografi yang sulit dan pengendalian program.iklim/cuaca yang sering berubah; 2) Status kesehatan Mengingat kompleksitas masalah yang dihadapimasyarakat yamg masih rendah; 3) Beban ganda dan keragaman permasalahan di masing-masingpenyakit; 4) Terbatasnya sarana (terutama jalan, listrik DTPK, pendekatan yang dilakukan untuk mengatasidan air) dan prasarana pelayanan kesehatan di DTPK; 5) permasalahan tersebut tidak bisa disamakan dengan No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 21
  21. 21. Media Utama daerah lainnya, terutama pendekatan yang berkaitan peningkatan penempatan tenaga kesehatan di DTPK dengan kedaulatan (souvereignity approach) dan dan mengembangkan mekanisme rekrutmen penerima pendekatan ekonomi (prosperity approach). bantuan biaya pendidikan tenaga kesehatan yang Pembangunan yang dilaksanakan di daerah terpencil, berasal dari DTPK; 2) Peningkatan kemampuan SDM perbatasan dan kepulauan harus dilaksanakan secara Kesehatan di DTPK melalui pelatihan pelatihan; 3) terpadu, sinergis dan berkesinambungan oleh seluruh Penyediaan, pemerataan dan menjamin keterjangkauan sektor. Perumusan dan pengembangan kebijakan sediaan farmasi dan alat kesehatan di seluruh fasilitas ketenagaan kesehatan perlu mempertimbangkan kesehatan di DTPK; 4) Peningkatan akses transportasi berbagai faktor lingkungan strategis seperti keadaan untuk pelayanan kesehatan yang bermutu di DTPK; goegrafis suatu wilayah, kemampuan fiskal daerah, 5) pemenuhan pembiayaan operasional kesehatan dan harus disesuaikan dalam rangka desentralisasi. melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK); 6) Pertimbangan berbagai konteks kebijakan dalam Pengembangan kebijakan-kebijakan tentang standar perumusan dan pengembangan kebijakan kesehatan pelayanan kesehatan yang spesifik untuk DTPK, sangat penting dalam menjamin efektivitas kebijakan tentang standar tenaga kesehatan strategis implementasi dari kebijakan tersebut. sebagai kelengkapan pelaksanaan PP 38 tahun 2007 Sasaran yang ingin dicapai dalam pelayanan (Bidang Kesehatan), dan kebijakan tentang standar kesehatan di DTPK antara lain sebagai berikut : kompetensi spesifik bagi tenaga kesehatan yang 1) Pemenuhan SDM Kesehatan di DTPK melalui dibutuhkan di DTPK. 3. Ketersediaan Obat dan Alat Kesehatan di Setiap Fasilitas Kesehatan Serta Pengembangan Obat Tradisional (Jamu). Capaian MDGs harus didukung oleh akses obat yang aman, berkhasiat dan bermutu serta terjamin dalam jenis dan jumlah sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya program KIA,Malaria, TB dan HIV/AIDS. Namun data di lapangan menunjukkan rata-rata ketersediaan obat tahun 2008 masih belum mencukupi, yaitu sebesar 78% dari kebutuhan riil pengobatan dasar. Disamping disparitas ketersediaan obat nasional, terjadi disparitas berdasarkan wilayah, yaitu antara wilayah Barat dan Tengah (88%) dan wilayah Timur merupakan faktor kunci untuk mencapai efektivitas (58%). Berdasarkan kelas terapi, juga terlihat kekurangan dan efisiensi biaya pengobatan, utamanya program KIA, ketersediaan obat program TB (7,9 bulan/tahun) dan Malaria, TB dan HIV/AIDS. antibiotik (10,1 bulan/tahun). Peran bidang kefarmasian dalam reformasi kesehatan Bedasarkan anggaran, sampai dengan tahun masyarakat sangat penting dalam penentuan strategi 2008 pembiayaan pemerintah pusat dan daerah “health-seeking” yang memadai, termasuk penggunaan utnuk belanja obat pelayanan kesehatan dasar baru obat yang rasional dan efisiensi pembiayaan obat serta mencapai Rp. 13.000,-/kapita/tahun. Sedangkan WHO akses dan informasi obat. merekomendasikan minimal 2 USD/kapita/tahun (setara Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu pilar Rp.18.000,- s/d Rp. 20.000,-). dari 3 (tiga) pilar pelayanan kesehatan, yaitu pelayanan Pelayanan kefarmasian belum sesuai standar, karena medik, pelayanan keperawatan dan pelayanan terbatasnya tenaga Apoteker di Puskesmas dan Belum kefarmasian, sehingga pelayanan kefarmasian yang optimalnya peran Apoteker di rumah sakit, yang pada efektif dan efisien sangat diperlukan dalam peningkatan akhirnya mempengaruhi pencapaian mutu pelayanan akses dan mutu pelayanan kesehatan. kesehatan. Sementara itu masih ditemukan penggunaan Agar pelayanan kefarmasian efektif dan efisien, sejajar obat yang belum rasional, antara lain pengobatan sub dengan pelayanan medik dan pelayanan keperawatan, terapetik, pengobatan yang tidak sesuai dengan standar harus dilakukan perubahan mendasar paradigma dan terapi dan ketidakpatuhan pemakaian obat sesuai sistem utamanya melalui penggerakan pengunaan obat dosisnya. Penerapan penggunaan obat yang rasional rasional, rekonstruksi sistem dan revitalisasi program22 Mediakom No.XXIII/APRIL/2010
  22. 22. Media Utamapelayanan farmasi klinik di rumah sakit dan komunitas, untuk program KIA, Malaria, TB, HIV/AIDS serta efisiensiyang berfungsi dan bersifat inklusif dan responsif. pembiayaan obat melalui penerapan “health/medicineDisamping itu perlu dilakukan perubahan kebijakan account” dan prinsip farmakoekonomi; 2) Peningkatanmendasar dalam menempatkan dan meningkatkan pelayanan kefarmasian yang efektif dan efisien, termasukperan Apoteker dan tenaga teknis kefarmasian di rumah penggunaan obat yang rasional, sebagai salah satu pilarsakit dan puskesmas yang akan dievaluasi melalui sistem palayanan kesehatan untuk mencapai target MDGs; 3)akreditasi rumah sakit dan puskesmas. Peningkatan keamanan, khasiat dan mutu ketersediaan Mempertimbangkan disparitas dan berbagai farmasi, alat kesehatan dan makanan yang beredar sertakelemahan di atas, reformasi di bidang ketersedian melindungi masyarakat dari penggunaan yang salahobat dan alat kesehatan di setiap fasilitas kesehatan dan penyalahgunaan obat; dan 4) Upaya kemandirianmenjadi sangat penting, relevan dan kontekstual. Sasaran di bidang obat bahan baku obat dan obat tradisionalyang ingin dicapai dari prioritas ini adalah sebagai Indonesia melalui pemanfaatan keanekaragaman hayati.berikut : 1) Peningkatan ketersediaan, pemerataandan keterjangkauan obat, terutama obat esensial4. Reformasi Birokrasi Pembangunan Kesehatan Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakanupaya untuk melakukan pembaruan dan perubahanmendasar terhadap sistem penyelenggaraanpemerintahan, terutama menyangkut aspek-aspekberikut : kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan(business process), dan sumber daya manusia aparatur. Reformasi Birokrasi Bidang Kesehatan diharapkanmampu menjawab berbagai permasalahan termasukperubahan pada perbaikan dalam manajemenPerencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan yang costeffective, mampu menampilkan Postur Organisasi/Kelembagaan ke depan dengan prinsip organisasi yang Pelayanan Publik, PP No. 38/2007 tentang Pembagianmodern “Ramping Struktur dan Kaya Fungsi” mampu , Urusan Pemerintah, PP No. 41/2007 tentangdiukur melalui kinerja dan terwujudnya peningkatan Organisasi Perangkat Daerah; (2) Menyelenggarakanpengawasan yang pada akhirnya mampu mewujudkan semiloka Visi, Misi dan Strategi Kementerianpengelolaan keuangan dengan kinerja yang baik (Wajar Kesehatan2010-2014; dan (3) Melakukan sosialisasiTanpa Pengecualian). Sasaran yang ingin dicapai dalam visi, misi, dan strategi Kementerian Kesehatan 2010-perubahan penyelenggaraan pembangunan kesehatan 2014.dilakukan dengan 2 (dua) upaya pokok, yaitu : b. Restrukturisasi Kementerian Kesehatan PERTAMA, redefinisi fungsi unit utama di lingkungan untuk mewujudkan postur organisasi/kelembagaanKementerian Kesehatan sehingga terjadi pemilahan kedepan dengan prinsip organisasi yang moderndan sekaligus perumpunan fungsi baru yang lebih “Ramping Struktur dan Kaya Fungsi” maka akan ,sesuai dengan tuntutan perubahan yang berasal dari dilakukan langkah-langkah : (1) Melakukan analisislingkungan internal dan eksternal organisasi. Redefinisi kebutuhan fungsi baru Kementerian Kesehatan;fungsi dari unit utama Kementerian Kesehatan dilakukan (2) Menyelenggarakan semiloka fungsi barumelalui kegiatan pokok, yaitu : Kementerian Kesehatan; (3) Melakukan analisisa. Redefinisi visi, misi dan strategi Kementerian fungsi jabatan struktur baru unit utama Kementerian Kesehatan untuk periode waktu 2010-2014 dengan Kesehatan; dan (4) Sosialisasi struktur baru unit utama langkah-langkah : (1) Melakukan review arahan Kementerian Kesehatan. Presiden pada Rapat I Kabinet Indonesia Bersatu 2, c. Studi bebankerja potensial untuk masing-masing unit hasil National Summit 2009, RPJMN Kesehatan 2010- organisasi, dengan langkah-langkah sebagai berikut 2014, Renstra Kementerian Kesehatan 2010-2014, : (1) Membuat kerangka acuan kerja dan proposal UU No. 36/2009 tentang Kesehatan, UU No. 44/2009 studi beban kerja potensial; (2) Melaksanakan studi tentang Rumah Sakit, UU No. 25/2009 tentang beban kerja potensial; (3) Memanfaatkan data beban No.XXIII/APRIL/2010 Mediakom 23

×