Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Modul 06 Model Verbal

375 views

Published on

Modul Kuliah Pemodelan Sistem

Published in: Engineering
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Modul 06 Model Verbal

  1. 1. MODEL VERBAL Modul Pemodelan Sistem 1
  2. 2. Model Verbal Model yang merepresentasikan sistem menggunakan bahasa, dengan mendeskripsikannya dalam format narasi, melalui rangkaian atau untaian kalimat secara deduktif, dari gambaran umum menjadi lebih spesifik, atau secara urutan waktu atau peristiwa, baik dari system analyst ataupun stake holder lainnya. 2
  3. 3. Macam Model Verbal Model Verbal • Model Narasi • Deskripsi sistem oleh stake holder • Persepsi sistem oleh system analyst • Perumusan masalah dimulai dari latarbelakang studi hingga analisa akar pemasalahan dan penentuan tujuan • Model Tabel • Komparasi kesamaan dan perbedaan • Identifikasi elemen dalam sel irisan • Penentuan skenario dalam eksperimen atau keputusan • Model Hirarki • Analisa faktor-faktor penyusun ukuran kinerja sistem • Analisa dekomposisi sistem-subsistem • Analisa akar permasalahan 3
  4. 4. Representasi Sistem Dengan Model Verbal Deskripsi atau gambaran umum sistem (situation summary/overview) Identifikasi masalah (potential issues) Perumusan masalah (relevant system) Karakterisasi sistem Penentuan stake holder dari sistem 4
  5. 5. Deskripsi atau Gambaran Umum Mendeskripsikan sistem yang ditangkap (captured) oleh pemodel Berdasarkan semua informasi yang digali (explored) dari fakta dan pemikiran stake holder. Sebagai “world view” (weltanschauung) dari system analyst 5
  6. 6. Deskripsi atau Gambaran Umum Sebaiknya tersusun secara sistematis sesuai outline atau kerangka pikir deduktif. Mengilustrasikan sistem mulai gambaran secara umum hingga deskripsi spesifik pada bagian akhir. Setiap paragraf memiliki satu pokok bahasan, dengan mengikuti bentuk paragraf deduktif, induktif, campuran atau tersirat 6
  7. 7. Deskripsi atau Gambaran Umum Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf sebagai pernyataan umum yang dijelaskan dengan beberapa pernyataan khusus berikutnya. Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf sebagai pernyataan umum yang menyimpulkan beberapa pernyataan khusus sebelumnya. 7
  8. 8. Deskripsi atau Gambaran Umum Paragraf campuran adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal dan akhir paragraf sebagai pernyataan umum di awal yang dijelaskan dengan beberapa pernyataan khusus berikutnya dan disimpulkan pernyataan umum di akhir. Paragraf tersirat adalah paragraf yang semua kalimatnya terangkai sebagai gagasan utama, tanpa ada pernyataan umum sebagai kalimat utama. 8
  9. 9. Identifikasi masalah Mengidentifikasikan masalah yang diketemukan dalam sistem dengan memilah- milah dan mengevaluasi gambaran umum. Mengelompokkan masalah yang mempunyai kemiripan atau kesamaan bidang (field). 9
  10. 10. Perumusan Masalah Menganalisa akar permasalahan dari setiap masalah Merumuskan akar permasalahan yang menjadi faktor utama dari sebagian besar masalah Dapat dibantu dengan tools berikut : • Ishikawa fishbone diagram • Root cause analysis • Fault tree analysis • 5W  H (Why, Why, … , Why, then you find How) 10
  11. 11. Karakterisasi Sistem Mengklasifikasikan kategori sistem yang dipelajari Menentukan lingkup model dan batasannya Menambahkan lingkungan sistem yang berpengaruh 11
  12. 12. Stake Holder dari sistem Menentukan stake holder dan peranannya System owner : pihak yang memegang otoritas membuat keputusan System user : pihak yang melaksanakan keputusan System customer : pihak yang merasakan dampak terlaksananya keputusan 12 No Stake Holder System owner System user System customer
  13. 13. Kasus Lubang Ozon 13
  14. 14. Gambaran Umum Sistem Berikut ini merupakan deskripsi model logikaku atas penipisan lapisan ozon global. Sebagian besar mendeskripsikan proses transformasi. Sekitar satu juta ton chlorofluorocarbons (CFC) dihasilkan dalam satu tahun di seluruh dunia, menambah ketersediaan stok untuk dipergunakan.…… : : ……. Pada titik ini, saya tidak melihat kepentingan untuk memodelkan proses-proses tersebut menjadi lebih rinci. Informasi dikumpulkan untuk menggambarkannya. Catatan juga menunjukkan semua proses terjadi sepanjang waktu. Sehingga waktu menjadi aspek deskripsi sistem. Selanjutnya, struktur atmosfer menunjukkan relasi yang stabil untuk sistem ini. Sumber : Daellenbach, HG, System and Decision Making : A Management Science Approach, John Wiley &Sons 14
  15. 15. Identifikasi masalah Terbentuknya lubang ozon di atas benua Artik dan siklus hidup proses aktualnya Terjadinya proses global penipisan ozon. Dampak lingkungan akibat penipisan ozon global Permasalahan sosial-ekonomi dan sosial-politik yang membiarkan penggunaan bahan kimia perusak ozon 15
  16. 16. Perumusan Masalah Lapisan ozon di stratosfer rusak secara bertahap akibat terus berkelanjutan terlepasnya CFC ke atmosfer, yang menyebabkan semakin besarnya porsi sinar UV matahari yang mencapai lapisan bumi. 16
  17. 17. Karakterisasi Sistem Sistem termasuk dalam kategori • Sistem dinamis dengan perubahan kontinyu dalam waktu kontinyu. • Sistem deterministik • Sistem terbuka Sistem yang dipelajari dibatasi pada dampak CFC terhadap lubang ozon Lingkungan sistem : • Sinar matahari • Sistem galaksi • Pemanasan global 17
  18. 18. Stake Holder dari sistem 18 No Stake Holder System owner System user System customer 1 Legislative √ 2 Government √ 3 International cooperation √ 4 CFC Producer √ 5 CFC Consumer √ 6 CFC’s Product Customer √ 7 People on earth √
  19. 19. Kasus Divisi Minyak Pelumas 19
  20. 20. Gambaran Umum Sistem Divisi minyak pelumas merupakan bagian dari perusahaan minyak multi nasional. Divisi ini memproduksi 400 macam minyak pelumas (lubricating oil) dan gemuk pelumas (grease) untuk keperluan kendaraan atau industri. Di gudang menyimpan berbagai produk untuk melayani lebih dari seribu konsumen, termasuk grosir, retail, industri besar dan organisasi pemerintahan…… : : : ……. ketersediaan ruang pada gudang penyimpanan cukup memadai. Kapasitas produksi tidak menjadi permasalahan di pabrik pencampuran dan pengisian. Sumber : Daellenbach, HG, System and Decision Making : A Management Science Approach, John Wiley &Sons 20
  21. 21. Identifikasi masalah Koordinasi antara pabrik pencampuran dan pengisian menjadi faktor krusial dalam perencanaan produksi yang baik Kriteria batasan yang belum jelas yang dipergunakan untuk mengelompokkan order konsumen dalam klasifikasi besar dan kecil. Pengelompokkan order akan mempengaruhi lead time di masing-masing, dan memerlukan tambahan minimal 1 hari. Banyaknya operasi mempengaruhi beban kerja di pabrik pencampuran dan pengisian Tingkat pelayanan yang perlu ditingkatkan 21
  22. 22. Perumusan Masalah Perlunya perencanaan produksi untuk pengadaan dan pengendalian persediaan produk akhir minyak pelumas dengan menekan efisiensi dari total biaya operasional dan memperbaiki tingkat pelayanan 22
  23. 23. Karakterisasi Sistem Sistem termasuk dalam kategori • Sistem dinamis dengan perubahan diskrit dalam waktu diskrit. • Sistem deterministik • Sistem terbuka Sistem yang dipelajari dibatasi pada operasi pengendalian produksi dan persediaan di divisi minyak pelumas Lingkungan sistem : • Konsumen dan pasar 23
  24. 24. Stake Holder dari sistem 24 No Stake Holder System owner System user System customer 1 VP Finance √ 2 VP Manufacture √ 3 LOD Manager √ 4 Stock Officer √ 5 Customer √ 6 Plant √ 7 Warehouse √
  25. 25. End of Slides ... Modul Pemodelan Sistem 25

×