RABU, 20 NOVEMBER 2013
NO. 011 TAHUN XXVII
TERBIT

24 HALAMAN

HARGA
HARGA LANGGANAN: Rp 29.000/BULAN ● BERLANGGANAN/PENGA...
ROAD TO ELECTION

RABU, 20 NOVEMBER 2013

surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

|

Usir Duta Besar Australia
■ RI Harus K...
Surya Biz

HARGA EMAS

surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

|

|

PERKIRAAN PASAR

19/11

DOLAR AS/TROY OUNCE

(24 KARAT...
LIPSUS PROPERTI

RABU, 20 NOVEMBER 2013

surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

|

Lahan Terbatas
Bukan Kendala

■ Propert...
JAWA TIMUR 

| RABU, 20 NOVEMBER 2013

surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

Polisi Tangkap Pejabat Pemkab Blitar
■ Memba...
Jawa Timur

sebulan rp 40 juta

surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

HALAMAN 

|

Dua pengedar uang palsu
(upal) ditangk...
SURYA LINES 

| RABU, 20 NOVEMBER 2013
CCTV Miliaran...
■

DARI HALAMAN 1

tutur Eddy bangga.
Dishubkominfo yang dipimpin ...
RABU, 20 NOVEMBER 2013

|
Tunjungan Life
surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

HALAMAN 

|

|

RABU, 20 NOVEMBER 2013

Singgung Penutupan

MAHA CIN...
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Surya epaper 20 november 2013
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Surya epaper 20 november 2013

3,636 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,636
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
459
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Surya epaper 20 november 2013

  1. 1. RABU, 20 NOVEMBER 2013 NO. 011 TAHUN XXVII TERBIT 24 HALAMAN HARGA HARGA LANGGANAN: Rp 29.000/BULAN ● BERLANGGANAN/PENGADUAN/SIRKULASI: (031) 8479 555 ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA Rp 1.000 (031) 8419 000 ANTARA/ISMAR PATRIZKI DUEL UDARA - Pemain timnas Indonesia, Raphael Maitimo (kiri) duel udara dengan pemain Irak Adnan Kadhim dan Salam Sakir pada laga Piala Asia 2015, Selasa (19/11). Kekalahan Garuda Jadi Perpisahan Pahit Jacksen PERJUANGAN terakhir Timnas Indonesia berbuat sesuatu pada partai kualifikasi Piala Asia 2015, justru berbuah pahit. Bukannya kemenangan, Indonesia malah dipermalukan tamunya, Irak 02 pada pertandingan kelima di kualifikasi Grup C pada laga yang tanpa disaksikan penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (19/11) malam. Dua gol Irak masing-masing disumbangkan Ahmed Abdullah di menit ke-27 dan penalti dari kaki SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ PANTAU LALIN - Petugas Dishub Kota Surabaya memantau arus lalu lintas (lalin) melalui CCTV di Intelligent Transport System Camera Control Room di Terminal Bratang, Sabtu (16/11/2013). CCTV Miliaran Cuma Bisa Pantau Kemacetan ■ Ikuten Saksi Kasus Korupsi PLN RA AN GA G AN PE JAKARTA, SURYA - Direktur Operasi PT Wijaya Karya (Wika) Tbk Ikuten Sinulingga mengalami luka parah, Selasa (19/11) pagi. Mulut, dahi, dan dengkul kanannya luka serta lengan kanan atas patah. Mantan General Manager (GM) PT PLN tersebut diduga mencoba bunuh diri, namun gagal. Belum diketahu penyebab dia putus asa, namun saat ini, laki-laki 58 tahun itu sedang tersangkut kasus dugaan korupsi dengan status sebagai saksi. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan penyidik masih mendalami dugaaan percobaan bunuh diri Ikuten. Hingga Selasa malam, penyidik masih mencari tahu motif percobaan bunuh diri tersebut. "Dugaan kami N 2011 SI MATA ELANG PENGAWAS KOTA ASANG 2011 : RP 9 M 2012 : Rp 7 M 2013 : Rp 8 M Polisi Salahkan Kualitas CCTV TIDAK ada catatan pelaku kejahatan di jalanan Surabaya yang tertangkap gara-gara terekam CCTV kota. Juga belum pernah ada rekaman CCTV tentang kecelakaan atau pelanggaran lalu lintas yang diajukan polisi sebagai bukti di persidangan. Kalau pun ada, umumnya tertangkap rekaman CCTV Tempat Ibadah : 1 UNIT Traffic Light : 113 UNIT Taman : 5 UNIT foto/grafis: surya/dok/rendra Kawasan rawan : 66 UNIT* *rawan macet, kejahatan, banjir dan lain-lain ■ Aksi Kriminal Lolos dari Sorotan SURABAYA, SURYA - Sejak 2011, warga Surabaya punya pengawas atau pengintai andal. Pengintai yang bekerja penuh siang malam itu bernama kamera closed-circuit television atau CCTV. Perangkat teknologi ini jumlahnya mencapai 185 unit, tersebar di kawasankawasan rawan. Mulai rawan macet, rawan gangguan ketertiban, hingga rawan tindak kriminal. ”Di Indonesia, hanya lima wilayah yang menerapkan teknologi ini. Tapi, bisa dibilang hanya Jakarta dan Surabaya yang bagus dan setiap tahun selalu berkembang,” ujar Eddy, Kepala Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Kota Surabaya, Selasa (19/11). Tiga daerah lain yang menerapkan teknologi ‘mata elang pengintai kota' itu Takut Tua P EVITA Pearce punya kesibukan luar biasa. Di usianya yang ke 21 tahun, aktivitasnya segudang. Selain aktif di dunia seni peran, dan bisnis, gadis bernama Pevita Cleo Eileen Pearce ini juga sedang melanjutkan studi di perguruan tinggi. Waktunya, praktis tersita. Ia tidak banyak punya waktu hang out bersama teman sebaya, sekadar untuk senang-senang. Baginya keadaan itu bukan masalah. Sebab, ia ingin meraih banyak hal di usia mudanya. “Enggak masalah sih. Aku bukannya takut waktu hang out bakalan hilang, tapi aku takut tua,” ucapnya saat ditemui di Kantor Soraya Intercine Films, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/11). Pevita takut menjadi tua karena di usia tersebut, harus diakui produktivitasnya ■ KE HALAMAN 7 Kamera Cerdas Bisa Otomatis Urai Kemacetan CCTV kota Surabaya belum efektif tangkal kejahatan, tulis komentarmu TL AL-FALAH - Kondisi lalu lintas di TL perempatan Al-Falah www.facebook.com/ suryaonline pk 12.00 WIB link radio online: 202.148.14.92:8000 P USAT kendali semua kamera itu dinamai Intelligent Traffic Service, atau yang biasa disingkat dengan ITS. Pusat kendali ini menampati bangunan dua lantai di Terminal Bratang Surabaya. Ruang dengan luas sekitar 18 meter persegi, menjadi inti dari fasilitas KOMBES POL MULYADI KAHARNI KAPOLRES METRO JAKARTA TIMUR PEVITA PEARCE adalah Bandung, Bali, dan Batam. Tetapi, Eddy berani bertaruh, kualitas penerapan CCTV di Surabaya hanya bisa ditandingi Jakarta. “Setahu saya, (daerah) lain hanya punya alat, tapi tidak jalan,” Lengkapi Kenyamanan Kota Lewat CCTV (1) Pernahkah Anda melihat kamera pengawas yang terpasang di sekitar traffic light atau taman kota? Pemerintah Kota Surabaya punya ratusan kamera seperti itu. Dugaan kami sementara, korban melompat dari jembatan tersebut." ■ KE HALAMAN 7 ■ KE HALAMAN 7 Ikuti ulasan topik ini di ■ KE HALAMAN 7 Direktur PT Wika Gagal Bunuh Diri LOKASI M Karrar Jasem (32). Kemenangan ini seakan mengulang memori manis Irak kala menjuarai Piala Asia 2007 di Jakarta. Meski Irak menang, Tim Negeri 1001 Malam ini juga tidak berhasil lolos ke putaran final Piala Asia 2015 di Australia karena hanya memiliki 6 poin. Sedangkan di atasnya, peringkat ketiga China bermain 0-0 dengan Arab Saudi, pemuncak Grup C. SURYA/DOK canggih nan mahal ini. Tim Dishub Surabaya menamai ruangan itu dengan nama Camera Control (CC) Room. Sebanyak 25 monitor televisi LED berukuran 42 inci memenuhi dindingnya. Semua televisi, menunjukkan ■ KE HALAMAN 7 ■ KE HALAMAN 7 KAPANLAGI join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  2. 2. ROAD TO ELECTION RABU, 20 NOVEMBER 2013 surya.co.id | surabaya.tribunnews.com | Usir Duta Besar Australia ■ RI Harus Keras Terkait Penyadapan JAKARTA, surya - Komisi I DPR RI mendesak Pemerintah memulangkan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty menyusul terbongkarnya penyadapan yang dilakukan intelejen Australia terhadap Presiden dan sejumlah pejabat negara. Komisi I menilai situasi Indonesia tetap baik meskipun nantinya hubungan diplomatik dengan Australia terputus. Pemerintah sendiri sudah menarik duta besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat. Negara yang tidak punya hubungan diplomatik saja bisa kerjasama kok, kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/11). DPR menilai langkah ini perlu dilakukan menyusul adanya penolakan permintaan maaf Australia kepada Indonesia terkait penyadapan. Menurut Hasanuddin, selama ini, Indonesia dalam melakukan tukarmenukar informasi tak pernah ada maksud apapun dengan Australia. Namun, Australia justru melanggar kesepalatan persahabatan. Pengamat politik luar negeri, Guru Besar jurusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto juga menyuarakan hal yang sama. Kita perlu storyhighlights ■ Komisi I DPR RI menilai pemutusan hubungan diplomatik dengan Australia tidak perlu dikhawatirkan. ■ Pengamat ingin Pemerintah bersikap keras dengan mengusir Dubes Australia. bersikap lebih keras dengan misalnya mengusir diplomat Australia dan AS, kata Hikmahanto kepada BBC. Pengusiran menurut Hikmahanto perlu karena Australia berkeras tak akan berkomentar terhadap kasus-kasus khusus bidang intelejen sebagaimana dinyatakan PM Tony Abbott berkali-kali. Terpisah, Kapolri Jenderal Pol Sutarman juga menegaskan siap menghentikan kerjasama dengan kepolisian Australia jika memang presiden meminta agar hubungan keduanya disudahi. Sutarman mengungkapkan, selama ini banyak kerja sama yang telah dijalin antara kepolisian Australia dengan Polri, di antaranya penanggulangan di bidang trans-organizing crime, human trafficking, people smuggling, dan counter terorrism. Tak hanya itu, Australia juga kerap memberikan bantuan pelatihan dan peralatan dalam hal penegakkan hukum misalnya pembangunan Jakarta Centre for Law Enforcement (JCLEC), pembangunan laboratorium Cyber Crime Badan Reserse Kriminal Polri, serta pembangunan laboratorium DNA di Cipinang. Nanti perintahnya Presiden seperti apa. (Jika diminta dihentikan) perintah akan kita laksanakan, kata Sutarman. Sementara itu, Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap Australia memberi penjelasan resmi tiga hari ke depan. Kita tentu memiliki hubungan kerja sama bilateral dengan Australia. Beberapa yang kita jalani, yang kita kelola selama ini tentu akan ditinjau kembali, ucapnya di Istana Kepresidenan. Tapi yang pasti nota protes terhadap penyadapan ini telah kita sampaikan melalui Menteri Luar Negeri Marty. Kami kira taruhannya sangat besar bagi kepentingan kedua negara, ujar Julian. (ant/kompas.com/bbc) KPU Akan Koreksi Daftar Pemilih JAKARTA, surya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan daftar pemilih tetap (DPT) masih bisa dikoreksi. Ini menyusul temuan Partai Gerindra yang menyatakan ada 3.750.231 data pemilih bermasalah dalam DPT nasional Pemilu 2014. Partai Gerindra menyerahkan data tersebut kepada KPU pada Selasa (19/11) dengan harapan KPU bisa mengecek dan membenahinya. Data pemilih bermasalah tersebut baru dari 17 kabupaten/kota yang telah ditelusuri oleh tim teknologi informasi Gerindra berdasarkan data pemilih yang diberikan KPU kepada partai politik, terang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman. Dia juga menjelaskan bahwa temuan 3,75 juta data bermasalah itu di luar 10,4 juta data pemilih bermasalah yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Menurut Habiburokhman, hanya satu jenis permasalahan dalam DPT yang diserahkan pihaknya tersebut. Permasalahan tersebut adalah adanya pemilih dengan elemen data nama, alamat, tanggal lahir dan jenis kelamin yang sama namun tercatat dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang berbeda. Ada yang namanya sama, semua sama tapi tercatat dengan lima NIK yang berbeda, kata Habiburokhman. Terkait hal ini, KPU memastikan perbaikan masih dapat dilakukan, meski KPU sudah membersihkan data ganda dan menetapkan jumlah DPT [ada 4 November lalu. Secara keseluruhan (DPT) akan dievaluasi, nanti kalau ada yang meninggal dan lain-lain mungkin saja dikoreksi, ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik yang juga memastikan pihaknya akan mengecek temuan Gerindra. Dikatakannya, kasus kepemilikan lebih dari satu nomor induk kependudukan (NIK) oleh seorang pemilih mungkin terjadi jika pemilih sudah memiliki NIK baru seperti yang tertera dalam kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Mungkin variasi masalahnya berbeda kalau punya dua NIK. Saya misalnya, antara NIK yang lama dan E-KTP berbeda, kata Husni. (ant/kompas.com) Antara/prasetyo utomo DUTA BESAR - residen Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Libya untuk Indonesia Sadik Mohammed Oathman (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/11). Presiden menerima penyerahan surat-surat kepercayaan dari tujuh Duta Besar yaitu Caesar Esteban Grillon (Paraguay), Sadik Mohammed Oathman (Libya), Abdullah Hasan Salih (Republik Irak), Walid Abdel Rahman Jaffal Al Hadid (Kerajaan Yordania), Dato' Seri Zahrain Mohammed Hashim (Malaysia), Drazen Margeta (Republik Kroasia), dan Ricardo Luis Bocalandro (Republik Argentina). Ada Rapat Bahas Fee Hambalang 18 Persen ■ Permintaan Andi Mallarangeng JAKARTA, surya - Saksi perkara korupsi proyek Hambalang, Direktur CV Rifa Medika, Lisa Lukitawati Isa, mengakui ikut rapat di Plaza Senayan (PS) membahas fee atau komisi proyek Hambalang sebesar 18 persen. Pertemuan itu dihadiri mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, dan petinggi PT Adhi Karya, Teuku Bagus Muhammad Noor. Hal itu dikatakan Lisa ketika bersaksi dalam sidang terdakwa Deddy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (19/11). Pertemuan di PS dan terdakwa membahas fee Hambalang? tanya jaksa. Benar, jawab Lisa. Namun, Lisa berdalih tidak terlibat pembahasan fee saat itu. Saya saat rapat itu keluarmasuk ruangan, terima telepon karena saya ada masalah keluarga, kata Lisa. Kesaksian Lisa langsung dikonfrontir dengan saksi Muhammad Arifin, Komisaris PT Metaphora Solusi Global. Waktu itu ada permintaan pihak Pak Deddy lewat Bu Lisa untuk pertemu- an di PS. Dilontarkan 18 persen (fee Hambalang). Kalau enggak (dilontarkan fee) oleh Pak Dedy atau Bu Lisa, kata Arifin. Arifin juga mengatakan, ada pertemuan berikutnya di kantor PT Adhi Karya yang dihadiri Teuku Bagus dan Direktur PT Dutasari Citralaras, Machfud Suroso. Dia juga mengantarkan Machfud ke rumah Lisa mengantarkan uang komitmen. Dalam dakwaan, saat pertemuan itu Deddy juga meminta Teuku Bagus memberi fee 18 persen sebagaimana diminta Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel, adik mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Alfian Mallarangeng. Teuku Bagus menyepakati permintaan itu, dan akan memberikannya melalui Direktur PT Dutasari Citralaras, Mahfud Suroso. Awalnya, Choel meminta fee saat bertemu Deddy dan Sekretaris Menpora Wafid Muharam di restoran Jepang, Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Choel mengatakan, kakaknya sudah setahun menjabat tapi belum dapat apa-apa. Perkataan Choel diperjelas staf khusus Menpora, Mohammad Fakhruddin. Fakhruddin lantas menanyakan kepada Wafid soal kesiapan fee 18 persen. Wafid lalu menyarankan agar Choel langsung bertemu pihak PT Adhi Karya. (kompas.com) INTER-NAS TNI vs Polisi, Pos Lantas dan 10 Kendaraan Hancur Karawang, surya - Puluhan anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan Polri terlibat bentrok di Karawang, Jawa Barat. Akibatnya sejumlah kendaraan rusak dan pos polisi depan Mega Mal Karawang tempat lokasi bentrok hancur, Selasa (19/11). Benar, pos polisi diserang anggota Yonif 305, tetapi detailnya saya belum terima laporan, kata Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Badrodin Haiti. Bentrokan yang belum bisa dipastikan penyebabnya terjadi pada sekitar pukul 12.00 WIB siang. Awalnya ada anggota TNI dan Polri terlibat adu mulut di depan gedung Kantor Bupati Karawang sekitar pukul 11.00 WIB namun tidak sampai ada keributan fisik. Tak lama berselang, atau sekitar pukul 12.00 WIB anggota TNI dan Polri yang jumlahnya masing-masing sekitar 20 ternyata kembali berkumpul di lokasi. Akhirnya bentrokan terjadi di depan hingga ke dalam Gedung Kantor Bupati. Warga yang berada di sekitaran lokasi hanya bisa menjadi penonton tanpa bisa berbuat apa-apa. Akibat bentrokan antara anggota Satuan Brimob Detasemen B Cikole dan anggota Yonif 305 Kostrad Karawang ini, 10 kendaraan rusak. Di antaranya 3 mobil termasuk sebuah mobil satuan pengendali massa (dalmas) yang saat itu digu- nakan untuk mengamankan rencana aksi unjuk dan 7 motor. Selain itu, pos polisi lalu lintasdi depan Mega Mal Karawang pun hancur. Sementara itu Kapendam III Siliwangi, Kolonel M Affandi, menjelaskan bentrokan terjadi karena ada kesalahpahaman. Ini cuma kesalahpahaman aja, kata Affandi tanpa menjelaskan lebih rinci kesalahpahaman apa yang terjadi. (kompas.com/ant) AP/HUSSEIN MALLA Serangan BOM - Warga Lebanon mengevakuasi korban ledakan bom mobil yang meledak di dekat Kedutaan Besar Iran di Beirut, Lebanon, Selasa (19/11). Menteri Kesehatan Lebanon Ali Hassan Khalil mengatakan, jumlah korban tercatat 22 orang tewas dan 146 orang terluka. Calon Diplomat Berpose Panas Beograd, surya - Seorang politisi perempuan Serbia Vanja Hadzovic (27), yang juga menjadi penasihat di kementerian luar negeri, membuat heboh setelah foto-foto panasnya beredar di harian Blic. Foto-foto panas ini membuat gerah atasan Vanja di kementerian luar negeri. Banyak orang baik di dalam maupun luar Serbia menganggap seorang perempuan yang ingin berkarier di dunia diplomatik tidak harus berpose dengan gaya seperti itu, ujar salah seorang petinggi kemenlu Serbia. Vanja, yang memiliki gelar sarjana di bidang manajemen media, sejauh ini menolak berkomentar soal foto-foto seronoknya yang tersebar di dunia maya sejak Senin (18/11). Atasannya, Menteri Luar Negeri Serbia Ivan Mrkic mengatakan pihak kementerian akan mengusut dan melakukan investigasi terkait perilaku Vanja ini. Lebih jauh Mrkic mengatakan bahwa Vanja masih dalam proses pelatihan dan belum mendapatkan status diplomatik apapun. Sejumlah sumber mengatakan meski kemenlu merasa malu dengan tingkah Vanja itu, namun join facebook.com/suryaonline Menlu Mrkic mengatakan berpose di media dan mengunggah fotonya ke jejaring sosial adalah hak pribadi gadis itu. Namun, semua karyawan kementerian luar negeri harus berperilaku sesuai dengan aturan di jejaring sosial, tambah Mrkic. (kompas.com) follow @portalsurya
  3. 3. Surya Biz HARGA EMAS surya.co.id | surabaya.tribunnews.com | | PERKIRAAN PASAR 19/11 DOLAR AS/TROY OUNCE (24 KARAT) 1.284.76 Rp 480.000/gram KURS VALAS HALAMAN 3 18/11 RABU, 20 NOVEMBER 2013 MATA UANG 1.274.82 KURS JUAL KURS BELI CNY 1,902.73 1,883.82 SGD 9,368.07 9,268.98 THB 369.68 365.42 USD 11,667.00 11,551.00 SUMBER: BANK INDONESIA Ekspor Kedelai Incar Rp 121 M ■ Mayoritas Produksi Edamame untuk Jepang JEMBER, SURYA - Kedelai edamame benar-benar lagi naik daun. PT Mitra Tani Dua Tujuh, produsen komoditas berkualitas ekspor ini, terus mengincar peningkatan pendapatan pada tahun ini. Dengan peningkatan ekspor ke Jepang sebagai importir utama, perusahaan yang berbasis di Jember ini, mengincar pendapatan Rp 121 miliar hingga akhir tahun ini. Dari total target itu, Rp 102 miliar di antaranya dari Jepang. Kedelai edamame ini banyak diminati masyarakat Jepang karena dikenal kaya nutrisi, non-kolesterol, dan bebas bahan kimia, kata Wasis Pramono, Direktur Mitra Tani, Selasa (19/11). Mitra Tani Dua Tujuh yang merupakan perusahaan gabungan dari BUMN PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) dan PT Bahana Artha Ventura, memiliki bisnis inti mengelola sayuran beku dengan fokus ekspor ke Jepang. Komoditas yang dihasilkan kedelai edamame, mukimame, edatski, dan okra. Produksi terbesar, edamame, produk yang diminati pasar ekspor. Jepang masih menjadi tumpuan ekspor terbesar dengan komposisi 80 persen dari total ekspor. Sisanya, dikirim ke AS, Eropa, dan Singapura. Tahun ini, kami menargetkan ekspor sebanyak 5.593 ton edamame, naik dari tahun lalu 5.238 ton. Edamame mendominasi sekitar 80 persen dari angka ekspor, sisanya komoditas Okra. Sejauh ini kami on the right track untuk mencapai target, ujar Wasis. Di pasar dalam negeri, Mitra Tani menjual 1.360 ton edamame dan okra, meningkat dari tahun lalu 1.317 ton. Mitra Tani mempunyai 21 konsumen lokal besar yang mendistribusikan produk ke supermarket, restoran, kafe, dan hotel berbintang, di banyak kota besar. Wasis menyebut, produk edamame kini semakin diminati pasar lokal, seiring pertumbuhan jumlah kelas menengah di Indonesia yang cukup tinggi. Kelas menengah adalah STORYHIGHLIGHTS ■ PT Mitra Tani Dua Tujuh hasilkan komoditas kedelai edamame, mukimame,edatski dan okra ■ Produksi terbesar, edamame, yang 80 persennya diserap pasar ekspor ■ Target 2013, ekspor 5.593 ton edamame, naik dari tahun lalu sebanyak 5.238 ton penyuka produk-produk pertanian berkualitas tinggi. Edamame dinilai mewakili produk pertanian itu, sehingga banyak disajikan di restoran dan hotel berbintang, jelasnya. Ia menambahkan, saat ini luas lahan panen mencapai 1.100 hektare yang tersebar di Kabupaten Jember. Mitra Tani juga mempunyai lahan pembenihan di Bondowoso. SURYA/SUGIHARTO Makin Kesengsem Pencapaian PT Mitra Tani Dua Tujuh yang gemilang membuat PTPN X makin kesengsem. Perusahaan yang menjadi salah satu pemilik saham di perusahaan edamame itu pun berminat memiliki seluruh saham. Dirut PTPN X Subiyono mengakui, keinginan mengambil peran lebih besar dalam PT Mitra Tani Dua Tujuh. Saham yang saat ini dimiliki PTPN X sebesar 45,73 persen dan PT Bahana Artha Ventura 54,27 persen. Kami menjajaki untuk mengakuisisi saham milik Bahana. Sekarang sedang dikaji oleh tim, sekaligus penjajakan ke pihak Bahana. Kami berminat memiliki seluruh saham karena prospeknya cerah, ujar Dirut PTPN X Subiyono, Selasa (19/11). PTPN X sendiri telah memiliki tiga anak perusahaan. Selain penyertaan saham di PT Mitra Tani Dua Tujuh, perusahaan di industri gula ini memiliki anak perusahaan PT Dasaplast Nusantara di bidang pembuatan karung plastik, PT Nusantara Medika Utama di bidang pengelolaan rumah sakit dan PT Energi Agro Nusantara yang bergerak dalam penyediaan energi alternatif terbarukan. (rey/uni) PRINTER LASER - Dua orang pramuniaga mencoba mencetak foto di printer Fuji Xerox DocuPrint CM215 fw usai launching di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (19/11). Fuji Xerox merilis enam printer laser seri 215 yang bisa diakses menggunakan teknologi Wi-Fi. Printer Laser Hemat Energi dan Lebih Tahan Lama SURABAYA, SURYA - Penggunaan printer laser belum familiar di konsumen ritel di Indonesia. Saat ini, konsumen cenderung memilih printer tinta (inkjet) ketimbang printer laser. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi produsen printer. Country Sales Manager FXPC (Fuji Xerox) Indonesia, Teddy Susanto mengatakan, faktor harga beli produk yang murah serta keuntungan jangka pendek dari mudahnya mendapat tinta nonorisinil, mendorong hal itu. Padahal, jangka panjang printer laser lebih memberi keuntungan hingga 60 persen daripada printer inkjet, salah satunya karena hemat energi. Printer laser juga lebih ramah lingkungan dan hasil cetaknya lebih tahan lama, kata Teddy di sela-sela peluncuran enam varian printer terbaru di Surabaya, Selasa (19/11). Menurut Teddy, teknologi printer laser belum akan menggeser popularitas printer inkjet, setidaknya hingga lima sampai 10 tahun mendatang. Hal ini berbeda jauh dengan Singapura yang sekitar 80 persen penduduknya telah memilih prin- ter laser. Karena itu perlu edukasi dari semua pelaku industri untuk mengampanyekan penggunaan printer laser, lanjutnya. Fuji Xerox, perusahaan asal Jepang yang bergerak di industri perangkat cetak menargetkan, penjualan 32.000 unit printer laser di Indonesia pada 2014. Target penjualan itu, terdiri dari 18.000 unit printer monokrom dan 14.000 unit printer warna. Dengan menjual 18.000 unit printer monokrom tahun depan, Fuji Xerox memprediksi bisa menguasai market share sembilan persen di kelompok printer monokrom. Sementara, dengan menjual 14.000 unit printer laser warna, perusahaan patungan antara Fujifilm Holdings Corporation dan Xerox Corporation itu menargetkan menguasai pangsa pasar hingga 50 persen. Keenam produk yang dirilis itu membidik pasar UKM, dengan mengusung fitur baru dan kecanggihan teknologi yang disesuaikan tren saat ini. Di antaranya, wireless yang memungkinkan koneksi antara printer dengan gadget berbasis iOS dan Android. (ben) Pasok Bumbu dan Sayur Siap Pakai TIDAK hanya memasarkan edamame dan okra, Mitra Tani juga mengembangkan produk bumbu siap pakai dan sayuran siap makan. Perusahaan ini memasok aneka bumbu dan sayur siap pakai ke PT Freeport Indonesia, yang mencapai belasan milliar rupiah setiap tahunnya. Wasis mengatakan, pihaknya memproduksi sekitar 64 bumbu dan sayur siap pakai. Bumbu siap pakai itu antara lain bumbu rendang, bumbu rujak, bumbu rica-rica, bumbu sambal goreng dan aneka bumbu lainnya. Sementara, untuk sayur dan makanan kecil beku meliputi, sayur sop, cap cay, perkedel, dan masih banyak lainnya. Selama ini, kami mengirim aneka bumbu dan sayur ke PT Freeport. Alhamdulillah, tiap tahun jumlahnya meningkat terus, ungkapnya. Mitra Tani mengirim ke PT Freeport Indonesia sejak dua tahun lalu, dengan omzet Rp 6 milliar untuk 2011 dan kini meningkat 200 persen. Di 2013, kurang lebih omzet produk bumbu siap pakai sekitar Rp 11 milliar. Dalam dua bulan saja, November-Desember ini, kami dapat pesanan 141 ton bumbu dan sayuran siap pakai dari Freeport, sebut Wasis. Prospek pasar bumbu siap pakai cukup menjanjikan. Kami mencoba untuk menawarkan ke perusahaan pertambangan dan pengeboran minyak milik asing. Di sana produk bumbu dan sayur beku siap pakai kami tinggal dimasak, ujarnya. (rey/uni) Optimalkan Pemda Pantau Harga Kebutuhan SURABAYA, SURYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan inflasi tahunan hingga akhir 2013 di kisaran tujuh persen. Hingga akhir Oktober 2013, tingkat inflasi 6,3 persen. Demi mencapai target itu, Pemprov berupaya memaksimalkan peran masing-masing daerah untuk pengendalian inflasi. Menurut Ketua TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Jatim, yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jatim, Hadi Prasetyo, untuk mengendalikan laju inflasi, Pemprov di antaranya memastikan ketersediaan pangan. “Ketersediaan pangan harus cukup kalau diperlukan pada waktu-waktu tertentu. Tak perlu surplus berlebihan, tetapi juga tidak kekurangan ketika perlu,” kata Hadi, saat Rapat Koordinasi Wilayah TPID Jatim di Surabaya, Selasa (19/11). Dalam Rakorwil itu, ditandatangani nota kesepahaman pembentukan TPID di masingmasing kabupaten/kota, sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 027/1696/ SURYA/EBEN Selama ini peran Pemprov Jatim dan pemda di masing-masing kota dan kabupaten belum terkonsolidasi secara bagus. HADI PRASETYO KETUA TPID SJ yang mewajibkan setiap daerah membentuk TPID. Saat ini, di Jatim ada tujuh daerah yang telah terbentuk TPID, yakni Kabupaten Banyuwangi, join facebook.com/suryaonline Malang, Kediri, Jember, Probolinggo, Madiun, dan Sumenep. Hadi melanjutkan, upaya memastikan ketersediaan pangan belum dirasa cukup untuk mengendalikan laju inflasi. Peran pemerintah daerah (pemda) diharapkan bisa optimal untuk mengendalikan inflasi di daerahnya. Sayangnya, selama ini peran Pemprov Jatim dan pemda di masing-masing kota dan kabupaten belum terkonsolidasi secara bagus. Untuk konsolidasi itulah, Pemprov Jatim menargetkan terbentuknya TPID di 38 kota dan kabupaten di Jatim. “Saat ini ada tujuh TPID dan sudah bertambah jadi delapan. Targetnya, awal Januari harus terbentuk semua,” tambahnya. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, di daerahnya misalnya, Pemkab berupaya mengendalikan ekspektasi pasar dengan tidak diumumkannya gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Karena kalau diumumkan, maka ekspektasi pasar melakukan konsumsi akan tinggi, sehingga follow @portalsurya
  4. 4. LIPSUS PROPERTI RABU, 20 NOVEMBER 2013 surya.co.id | surabaya.tribunnews.com | Lahan Terbatas Bukan Kendala ■ Properti Limited Edition sebagai Andalan surabaya, surya - Masalah lahan menjadi faktor utama yang membuat banyak pengembang kesulitan saat ini. Lahan dan harga jual yang melangit memaksa beberapa pengembang memilih memanfaatkan setiap peluang yang ada. Harga tanah di kawasan kota besar seperti Surabaya dan kawasan di sekitar Surabaya melonjak tinggi. Mau tak mau, lahan sempit bisa dikembangkan jadi miniklaster atau hunian vertikal atau mix used. Sebuah tren baru, pengembang tak segan mengambil alih sebuah lahan terbatas. Sebutlah, PT Gosyen Jaya, yang menggarap lahan terbatas. Pengembang Alam Gunung Anyar dan Pesona Gunung Anyar ini tak canggung menggarap proyek perumahan yang hanya berisi 14 rumah. Konsepnya berupa rumah Manhattan di kawasan Gunung Anyar, yang ditawarkan dalam limited edition, karena luas lahan yang ada terbatas. Tapi keterbatasan jumlah bukan menjadi pelemah proyek baru ini. Dirut PT Gosyen Jaya, Lilies Sugianto mengatakan, meski hanya 14 unit tapi bukan berarti rumah baru itu akan berdiri sendiri. Rumah Manhattan berada dalam satu kawasan perumahan yang luas, lokasi perumahan keseluruhannya bisa 30 hektare. Jadi, dari sisi kawasan justru lebih menguntungkan karena rumah berada di jalan utama yang lebar,” katanya, Selasa (19/11). hunian vertikal ■ Masyarakat perkotaan mesti siap menghadapi perubahan pola, dari bertempat tinggal di rumah tapak atau hunian horisontal menjadi hunian vertikal seperti apartemen dan rumah susun. ■ Pasokan apartemen diperkirakan akan semakin membanjir di wilayah Surabaya dan sekitarnya dalam beberapa tahun mendatang dengan menawarkan konsep gabungan tempat tinggal dan pusat komersial. Nilai lebih lain yang ditawarkan adalah lokasi rumah yang berdekatan dengan lokasi rencana pembangunan jalan outer ring road dan harga jual rumah Rp 800-an juta yang disebut masih di bawah harga rumah di perumahan lain sekitar lokasi itu. Direktur Produksi PT Gosyen Jaya , Victor Putro Agung mengatakan, Manhattan didesain dengan konsep town house untuk memenuhi kebutuhan pasangan muda modern. Ukuran lahan tiap rumah, lebar 6 meter dan panjang 23 meter sampai 25 meter. Rumah dua lantai yang akan launching 23 November itu sudah memiliki fasilitas lengkap, termasuk taman depan dan belakang, tiga kamar tidur, dengan satu kamar tidur utama dengan kamar mandi di dalam. “Lantai bawah desain ruangannya los, terbuka dan hanya ada dapur dan ruang pembantu, untuk keluarga baru dengan dua anak, rumah ini sudah lebih dari cukup,” terang Victor. Direktur PT Bumiwungu Jaya Abadi Mapan, Iwan Rachmad Hanaf menilai, harga lahan yang tinggi dan sulitnya mendapat lahan yang tepat untuk perumahan membuat pengembang memanfaatkan ruang-ruang yang ada. Tidak heran, akhirnya muncul ‘mini klaster-mini klaster’ yang ditawarkan. “Ada supermarket, ada mini market, di perumahan juga bisa ada miniklaster,” ungkap Iwan sambil bergurau. Kondisi yang ada secara tidak langsung mendorong tren ke arah sana. Tapi, dalam mengembangkan miniklaster, pengembang biasanya telah melihat kondisi kawasan dengan seksama. Meski hanya dibangun dalam kawasan terbatas, tapi secara keseluruhan rumah itu tetap memiliki nilai jual, bahkan mendapat fasilitas lingkungan yang baik. “Kalau lingkungan di sekitarnya sudah jadi, kan lebih bagus, pangsa pasarnya sudah ada, karena banyak konsumen yang enggan membeli rumah di kawasan perumahan besar tapi di kawasan baru yang lingkungannya belum jadi,” papar Iwan. (rey) Sulap Lahan Rumah Jadi Apartemen Prinsip memanfaatkan ruang dan lahan terbatas sebaik-sebaiknya, mau tidak mau diadopsi semua pengembang, tidak terkecuali pengembang besar. PT Intiland Grande sebagai salah satu pengembang besar di Surabaya juga menerapkan prinsip ini dalam proyek-proyek terbaru, terutama yang berada di tengah kota. Salah satu bentuk pemanfaatan lahan terbatas bisa dilihat dari proyek Apartemen Sumatra 36, di kawasan Gubeng, yang sudah mulai berjalan pembangunannya. Apartemen yang ditargetkan selesai pembangunannya tahun depan itu menempati lahan sekitar 1.000 m2. Lahan yang akan ‘disulap’ menjadi 12 lantai itu semula hanya sebuah rumah. Melalui perhitungan bisnis yang cermat, Intiland kini membangunnya menjadi sebuah apartemen kelas premium. Marketing Director Intiland Grande, Harto Laksono mengatakan, dengan lahan 1.000 m2, kalau dibuat menjadi individual residence, harganya bisa jadi Rp 40 miliar. Hitung-hitungannya sudah nggak nyucuk (tidak cocok), ist interior kamar - Salah satu interior kamar di apartemen Sumatra 36. jadi ya harus disiasati sebagai tempat tinggal bersama, dengan konsep strata title,” ujarnya, Selasa (19/11). Konsep-konsep seperti itu di masa depan banyak digunakan semua pengembang. Pembangunan hunian vertikal juga lebih bertumbuh mengingat lahan semakin terbatas. Dengan menjadikan lahan di jalan Sumatra itu menjadi apartemen membuat harga jual lebih terjangkau. Secara perhitungan ekonomis dan lingkungan di join facebook.com/suryaonline luas lahan yang sama bisa ditinggali orang dalam jumlah yang banyak. Kami memang kejar kualitas, menjadi apartemen berkelas dengan mempertahankan eksklusivitas dan privasi,” papar Harto Laksono. Apartemen Sumatra 36 terdiri atas 63 unit, dengan beberapa pilihan tipe. Tipe one bed room ditawarkan mulai Rp 2,5 miliar. Hingga sekarang, penjualan unit sudah mencapai 70 persen. (rey) Tetap Dilirik meski Harga Kian Mahal Lahan properti di Surabaya sudah sangat terbatas. Sebagai salah satu variabel yang menentukan, lumrah bila keterbatasan lahan itu mendorong kenaikan harga properti di salah satu kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta ini. Dikutip dari Kompas.com, Prinsipal Era Tjandra Surabaya Daniel Sunyoto menyebutkan, tingginya harga rumah di Surabaya dipicu oleh melonjaknya harga lahan hingga 50 persen. Di kawasan Surabaya Barat misalnya, harga lahan sudah mencapai Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per m2. Sebelumnya, Rp 5 juta hingga Rp 7 juta per m2. Untuk bangunan perkantoran, meski harga lahan terus meroket, masih memperlihatkan kemajuan dan permintaan signifikan. Padahal, total pasokan hanya 278.598 m2 atau empat persen dari total perkantoran di Jakarta. Sampai 2017, menurut Daniel Sunyoto, ada 12 gedung perkantoran baru yang akan berdiri di Surabaya, dengan luas total bangunan 318.821 m2. Satu di antaranya, pencakar langit Tunjungan Plaza V setinggi 50 lantai yang dikembangkan Pakuwon Group di superblok Tunjungan City. Pembangunan-pembangunan di Surabaya ini lebih banyak membidik segmen premium. Hal ini terlihat dari aktifnya transaksi seperti rumah-rumah mewah di area Citraland, Graha Famili, Bukit Darmo Golf Estate yang harganya mencapai lebih dari Rp 1,5 miliar. . Daniel Sunyoto mengakui, kerap dihubungi konsumen yang mencari properti di kisaran harga Rp 1,5 miliar hingga Rp 15 miliar. Bahkan, beberapa kali membukukan transaksi di atas Rp 25 miliar per unit untuk rumah di Graha Famili dan Dian Istana. Perbedaan perilaku konsumen kelas menengah dan premium adalah motivasi membeli. Kelas premium membeli rumah untuk didiami, entah oleh anakanaknya, orangtua atau mereka sendiri. Sementara kelas menengah justru untuk investasi. Berbeda dengan kelas bawah, yang jelas merupakan pasar riil perumahan, terangnya. Berdasarkan Kajian Ekonomi Regional Jawa Timur Triwulan Ketiga 2013 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), tren kenaikan harga properti secara fundamental berpotensi mendorong laju inflasi di Triwulan IV-2013 sehingga mencapai 7,62 persen hingga 7,85 persen (yoy). Meski harga diperkirakan cenderung meningkat, sepanjang Triwulan III-2013, BI menemukan pelambatan kinerja properti, yakni dari 10,53 persen (year on year/ yoy) menjadi 8,46 persen (yoy). Pelambatan dipicu kenaikan harga bahan bangunan, kenaikan upah pekerja, kenaikan harga BBM, dan kebijakan Loan To Value (LTV) untuk rumah kedua dan berikutnya. (ben) antara keuntungan ganda - Hunian vertikal di perkotaan menjadi salah satu solusi atas menyempitnya lahan. Pemanfaatan lahan terbatas di lokasi yang tepat bisa mendatangkan keuntungan ganda. Pengembang bisa mengurangi pengeluaran karena di lingkungan yang sudah jadi, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk fasilitas penunjang. follow @portalsurya
  5. 5. JAWA TIMUR | RABU, 20 NOVEMBER 2013 surya.co.id | surabaya.tribunnews.com Polisi Tangkap Pejabat Pemkab Blitar ■ Membawa Kabur Mobil Tetangga blitar, surya - Setelah kabur hampir sebulan dengan melarikan mobil tetangganya, Ah (42), seorang pejabat Pemkab Blitar akhirnya ditangkap Tim Buser Polres Blitar Kota. Ia ditangkap di rumahnya, di Perumahan BTN Kenari, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (18/11) malam. Sebelum menangkap tersangka, polisi mendengar Informasi, Ah akan pulang karena kangen keluarganya. Begitu petugas mendapat informasi tentang rencana kepulangannya, langsung disanggongnya. Dia sudah kami panggil tiga kali. Kemarin itu nggak kita tangkap, namun kita panggil, kata AKP H Slamet Riyadi, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, Selasa (19/11). Selama menghilang, Ah memang dicari petugas setelah dilaporkan membawa kabur mobil tetangganya. Namun, dicari di sejumlah tempat tak ditemukan. Informasinya, selama jadi pelarian, ia bersembunyi di luar Kota Blitar. Salah satunya di rumah familinya di Kecamatan Ngronggo, Kediri Kota. Bahkan, tak hanya satu rumah yang dijadikan persembunyian, juga di rumah saudaranya di Pasuruan. Kadang, dua hari di Kediri, dua hari di Pasuruan. Selama pelariannya, tersangka mengendarai mobil milik tetangganya yang dibawa kabur dan terkadang mobil saudaranya. Muslich Wibowo, Camat Nglegok, mengatakan, sebelum tertangkap Senin malam, Ah sempat mengirim surat izin ke kantor, Jumat (14/11). Isinya, ia minta izin karena tak masuk kantor selama dua hari, Senin dan Selasa hari ini, dengan alasan mau berobat. Soal sanksinya, itu wewenang inspektorat dan kepegawaian. Selain itu, kami juga menunggu hasil penyidikan petugas. Kalau nanti terbukti, maka sanksinya cukup berat, kata Muslich, Selasa (19/11). Seperti diketahui, sebelumnya Ah yang menjabat Kepala Seksi Linmas kecamatan Nglegok pernah berurusan dengan BNN Kabupaten Blitar. Ia dijemput ke kantornya saat masih menjabat Kasi di Disnaker Pemkab Blitar. Setelah dites, ternyata hasil tes urinenya positif, dengan mengonsumsi obat penenang. Kali ini, ia dilaporkan tetangganya, Rohmadi (33), warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, dengan tuduhan membawa kabur mobilnya, Rabu (23/10). Modusnya, AH datang ke rumah korban, dengan tujuan membeli mobilnya, sedan Honda Accord tahun 1993 dengan nopol AG 1937 KU. Itu terjadi Minggu (20/10) sore. Setelah terjadi tawar-menawar, mobil korban dilepas Rp 55 juta. Habis disepakati harganya, Ah minta BPKB dan STNK. Tak curiga, korban memberikannya. Setelah surat-surat ada di tangannya, Ah minta izin untuk membawa pulang mobil itu, dengan alasan untuk ditunjukkan ke istrinya. Ternyata mobil dibawa kabur.(fiq) surya/sudarmawan bukti rekaman - Kapolsek Manguharjo, Kompol Agus Suharyono menunjukkan barang bukti 2 unit BlackBerry dan kamera yang digunakan merekam adegan hubungan suami istri antara korban dan tersangka Oentiono alias Alda alias Ayu warga JL Puntuk, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (19/11). Polisi Tangkap Aktor Porno Bupati Jombang Janji Revisi UMK jombang, surya - Perjuangan aktivis buruh di Jombang yang tidak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil. Setelah Pemkab Jombang berulang-ulang jadi sasaran demonstrasi ratusan buruh yang menuntut Bupati Nyono Suharli merevisi usulan UMK, bupati yang baru dilantik dua bulan itu menemui para buruh, Selasa (19/11). Di hadapan ratusan buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR), Bupati Nyono berjanji menaikkan usulan besaran usulan UMK Jombang ke Gubernur Jatim. Namun tingkat kenaikan usulan UMK belum diputuskan, karena masih akan dihitung oleh Dewan Pengupahan, Pemkab, dan melibatkan perwakilan buruh FPR. “Kami minta Anda sekalian bersabar. Nanti malam kami akan hitung ulang. Kami juga akan melibatkan 11 orang perwakilan dari Anda, guna membahas angka revisi usulan UMK tersebut,” kata Nyono. Sebelumnya Bupati Nyono sudah mengusulkan ke Gubernur Jatim UMK Jombang sebesar Rp 1.462.000. Namun besaran UMK tersebut ditolak ratusan buruh. Melalui demonstrasi yang berulangkali, buruh meminta usulan UMK direvisi menjadi Rp 1.730.000. Namun dalam demonstrasi Selasa (19/11) siang, setelah berembuk dengan pihak Dinas Sosial dan Nakertrans Pemkab ■ Selalu Pilih Gadis surya/sutono temui buruh - Bupati Jombang, Nyono akhirnya menemui ratusan buruh, bahkan para buruh dijanjikan untuk menaikkan angka UMK Jombang, buruh menurunkan tuntutan UMK menjadi Rp 1.500.000 per bulan. Angka ini terpaut Rp 38 dibanding UMK yang diusulkan Bupati Nyono (sebesar Rp 1.462.000). Karena para buruh bersedia menurunkan besaran UMK, akhirnya Bupati Nyono bersedia menemui buruh dan bersedia merevisi usulan UMK. Di bawah guyuran hujan, Nyono berjanji menghitung ulang besaran UMK dengan melibatkan semua yang terkait. Mulai dewan pengupahan, pemkab, perwakilan perusahaan dan perwakilan buruh. ”Agar tidak ada yang dirugikan, nanti malam kita akan hitung ulang bersama perwakilan buruh dan pihak perusahaan. Ini agar besok (Rabu, 20/11) bisa langsung kita bawa ke Pemprov, karena besok hari terakhir penyerahan usulan UMK,” kata Nyono. Mendapat jaminan BupatiNyono, para buruh yang selama ini terus ngotot mematok angka UMK Rp 1.730.000, akhirnya bersorak-sorak. Dengan basah kuyub, para buruh akhirnya membubarkan diri. “Sebelumnya kami menolak besaran UMK usulan bupati karena selain terlalu rendah juga karena tak dilibatkan dalam prosesnya,” kata Syamsul Huda, Ketua Serikat Buruh Plywood Jombang (SPBJ), salah satu elemen FPR.(uto) madiun, surya - Seorang aktivis partai politik di Ponorogo, Oentiono alias Alda (46) dijebloskan bui, pasalnya ia dengan sengaja merekam video porno bersama seorang siswi SMP yang masih di bawah umur, Selasa (19/11). Warga Jl Puntuk, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini membujuk korban sebut saja Bunga (nama samaran) yang masih berusia 14 tahun. Korban yang semula akan diajak karaoke, ternyata dibelokkan ke hotel. Di hotel yang terletak di kawasan Merapi, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun itu korban diperkosa dan adegan mesum tersebut sengaja direkam tersangka. Mengetahui anak gadisnya diperlakukan tak senonoh, Ny Dv, ibu kandung gadis yang duduk di bangku SMP Negeri di SMP Kota Ponorogo itu melaporkan perbuatan tersangka ke polisi. Memperoleh laporan, polisi bergerak cepat. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti sepotong sprei warna putih, dua potong sarung bantal putih, satu lembar kutipan akte kelahiran korban, 2 unit ponsel Black Berry Gemini warna putih dan hitam, serta 1 unit kamera digital Canon yang digunakan adegan suami istri antara tersangka dan korban. Masih Ada Korban Lain Kapolsek Manguharjo, Kompol Agus Suharyono mengatakan usai mendapatkan laporan dari Ny Dv petugas langsung melacak keberadaan tersangka dan korban. Hasilnya, tersangka ditangkap di salah satu hotel di Jl Merapi itu. Polisi kini masih terus mengembangkan kasus tersebut, storyhighlights ■ Polisi menangkap Oentiono alias Alda (46). Diduga, yang bersangkutan sengaja merekam adegan porno yang dibintanginya sendiri dan para korban dipilih gadis SMP ■ Polisi mendepati rekaman sejumlah gadis belia yang jadi korban Alda pasalnya tersangka diduga sering melakukan perbuatan mesum kepada sejumlah gadis di bawah umur. Pasalnya di dalam dalam kamera Canon yang digunakan untuk memotret dan merekam adegan panas itu, ternyata masih ada 4 foto dan 2 video rekaman dengan perempuan yang berbeda. Kami akan mengembangkan kasus pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan tersangka. Kami yakin masih banyak korban di bawah umur lainnya. data sudah lengkap di kamera, terangnya kepada Surya, Selasa (19/11). Selain itu, Agus mengungkapkan jika tersangka dapat mengelabuhi korban berawal dari nomor PIN BB korban. Selanjutnya, tersangka menginvite PIN BB korban itu. Selanjutnya, tersangka yang menggunakan ID (nama) Ayu di dalam BBnya itu, terus mengajak berbincang lewat BBM dengan korban. Hanya berselang 5 hari, tersangka yang menggunakan nama Ayu di dalam BB itu berhasil membawa korban ke hotel dan menyetubuhi pelajar yang masih di bawah umur. Sementara Oentiono dengan tanpa beban mengaku tidak tahu kalau Bunga masih berusia 14 tahun, apalagi masih pelajar SMP. Sengaja saya rekam, untuk sensasi saja. Tapi saya nggak tahu kalau dia masih SMP, ujarnya enteng.(wan) Warga Lokalisasi Madusari Menolak Tutup Usaha magetan, surya - Gara-gara Pemkab Magetan dinilai ingkar janji, warga lokalisasi Madusari, Kecamatan Maospati menolak dibubarkan. Pemkab Magetan dinilai ingkar janji memberikan pesangon per orang Rp 3 juta kepada warga eks lokalisasi. Selain itu, Pemkab Magetan juga dianggap diskriminasi karena praktik prostitusi yang berada di jalan provinsi Maospati - Solo tidak dibubarkan. Kalau pun diberikan pesangon, tapi praktik pelacuran di pinggir jalan itu tidak dibubarkan, kami juga tidak akan bubar dan kami akan menolak pesangon Pemkab, kata salah seorang mucikari yang saat ini punya tujuh pekerja seks komersial (PSK) ini kepada Surya, sambil mewanti tidak mau disebut identitasnya. Menurut dia, prostitusi yang hanya berjarak 50 meter dari pintu masuk lokalisasi Madusari itu setiap malamnya ramai dipenuhi PSK. Bahkan di jalur jalan protokol ini praktik prostitusi dikemas dengan karaoke yang menjual minuman keras (miras). Sehingga tempat itu bila malam tiba rawan dengan aksi premanisme dan perkelahian. Kami di lokalisasi tidak boleh jual miras, sehingga hanya jual bir. Tapi di luar minuman keras dijual bebas, bahkan aparat banyak yang minum di tempat itu. Masih ingat aksi kekerasan polisi menembak warga sipil hingga tewas, sebelumnya menenggak miras di tempat itu, katanya. Saat ini lanjutnya, di lokalisasi Madusari ada 22 mucikari dengan PSK berjum- lah 78 orang. Pemkab lewat Dinas Sosial janji memberikan pesangon setelah Idul Fitri, sekitar September 2013 lalu. Tapi janji itu sampai sekarang belum dipenuhi, termasuk janji membubarkan praktik pelacuran dan warung miras di jalan protokol sekitar 1 km itu,ujarnya. Mucikari Madusari sepakat, katanya, kalau praktik pelacuran di luar (di jalan protokol) tidak dibubarkan, termasuk warung PSK dan miras berkedok rumah karaoke. Warga lokalisasi Madusari juga akan menolak pesangon dan membubarkan lokalisasi. Pesangon Rp 3 juta tidak cukup untuk membuka usaha. Karena setiap hari penghasilan PSK di sini bisa mencapai minimal Rp 300.000. Jadi kalau pengorbanan kami membubarkan diri tidak diimbangi dengan dibubarkan pelacuran di jalan itu, kayaknya ini akan sia-sia,katanya. Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Magetan, Parni Hadi menolak kalau dikatakan ingkar janji dalam memberikan pesangon kepada warga lokalisasi Madusasi. Mereka itu sulit, diminta membuka rekening bank, sampai sekarang tidak ada yang membuka. Padahal pesangon akan langsung diberikan lewat transfer bank, kata Parni Hadi kepada Surya, Selasa (19/11). Selain itu, warga lokalisasi Madusari juga minta barter pembubaran pelacuran di jalan protokol Maospati - Solo. Padahal, pelacuran di jalan bukan urusan Dinsos.(st40) surya/sudarmawan bb miras -Sejumlah petugas Polsek Mejayan menunjukkan barang bukti 2 kardus besar minuman keras (miras) jenis Arak Jowo (Arjo) yang dikirim menggunakan transportasi bus umum, Selasa (19/11). join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya
  6. 6. Jawa Timur sebulan rp 40 juta surya.co.id | surabaya.tribunnews.com HALAMAN | Dua pengedar uang palsu (upal) ditangkap petugas Polres Ngawi, Selasa (19/11). Polisi menemukan bukti upal Rp 20 juta dari tersangka. Mereka mengaku dalam sebulan bisa mengedarkan upal Rp 40 juta dengan wilayah edar Caruban hingga Banyuwangi. (wan) | RABU, 20 NOVEMBER 2013 surya/sudarmawan Program Gerbang Salam Menuai Kritik ■ Dianggap Tidak Jelas Maunya pamekasan, surya Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii, menggagas peraturan daerah (perda) hiburan bernuansa Islami, sesuai dengan program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam) yang kini dicanangkan pemkab setempat. Sebab sejauh ini, Pamekasan belum memiliki perda yang mengatur tentang pementasan hiburan yang senafas dengan program Gerbang Salam, katanya di Pamekasan, Selasa (19/11). Achmad Syafii menginginkan semua bentuk hiburan yang akan dipentaskan di Kabupaten Pamekasan harus senafas dengan program pokok pemkab Pamekasan yang telah dicanangkan melalui Gerbang Salam itu. Sejak Bupati Achmad Syafii memimpin Pamekasan, sudah ada tiga kegiatan hiburan, di antaranya konser musik DJ Jimmy di lapangan Soenarto, Orkes Melayu (OM) Sera di stadion dan konser musik Five Minutes, di area Kompi 516 dibatalkan, lantaran dituding mengandung maksiat. Sebagian anggota DPRD Pamekasan menanggapi positif LINTAS rencana itu. Tetapi ada juga yang mengkritisinya. Salah satunya, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, HM Suli Faris. “Bagi kita sebagai ummat Islam, hiburan yang berdampak negatif pada prilaku hidup dan moral masyarakat Pamekasan, terutama generasi muda, kita tidak sepakat digelar di Pamekasan. Tapi yang menjadi kontraversi selama ini tidak jelas, apakah jenis hiburannya yang dilarang atau penontonnya,” katanya. Menurut Suli Faris, jenis hiburan itu beragam, seperti band, orkes, kosidah, gambus dan hadrah. Jika hanya kasidah dan gambus yang diperbolehkan, karena lagu-lagunya bernuansa Islami, lalu bagaimana dengan penontonnya. Karena itu, kata mantan Ketua Komisi A DPRD Pamekasan ini, diperlukan duduk bersama dan pembahasan yang lebih dalam lagi dengan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk ulama dan pimpinan di Pamekasan. Sebab, sepanjang tidak ada rumusan hitam putih yang legal, seperti perda sebagai acuannya, maka masalah ini akan menjadi kontroversi yang tidak ada habisnya. (sin/ant) JAWA TIMUR Bantuan Bencana Belum Turun bangkalan - Hingga satu minggu lebih, ratusan rumah korban angin puting beliung di Kabupaten Bangkalan belum mendapatkan bantuan dari pemkab setempat. Padahal, semua persyaratan hingga perencanaan perbaikan rumah sudah rampung. ”Kami sudah membuat perencanaan perbaikan rumah sekaligus anggaran yang dibutuhkan. Semuanya sudah kami serahkan ke Dinsosnakertrans (Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi),” ungkap Kepala PU Cipta Karya Ishak Sudibyo, Selasa (19/11). Jumlah bangunan rusak terdampak angin puting beliung yang terjadi pada Senin (11/11) mencapai 200 lebih. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Bangkalan Ismed Efendi mengatakan, bantuan tersebut belum terealisasi karena masih menunggu keputusan bupati. Sedang Ketua DPRD Bangkalan H Ali Wahdin mengatakan belum menerima berkas pengajuan bantuan untuk korban bencana itu. (st32) surya/muchsin dipapah - Terdakwa Mattawi dipapah oleh polisi ke luar dari ruang sidang, lantaran dia sakit dan tidak mampu berjalan sendiri. Kanan: pendukung Habib Alwi beristighotsah di pinggir jalan depan PN Sampang. Pembunuh Habib Dihukum 20 Tahun ■ Kapolda Pantau Pengamanan Sidang sampang, surya - Suasana tegang mengiringi pelaksanaan sidang putusan terhadap terdakwa pembunuh Habib Alwi di Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Selasa (19/11). Sidang yang digelar mulai pukul 10.30 dijaga sekitar 700 personel Polres Sampang, Brimob Polda Jatim, Kodim 0828 Sampang, dan dipantau langsung Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono. Pintu pagar depan PN ditutup dan dijaga aparat bersenjata lengkap. Tidak semua warga boleh masuk mengikuti jalannya sidang, kecuali keluarga korban Habib Alwi dan keluarga terdakwa Mattawi. Itupun harus melalui dua kali pemeriksaan, di pintu pagar dan di pintu ruang utama PN. Penjagaan ekstra ketat dilakukan aparat untuk mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis. Puluhan massa pendukung Habib Alwi sejak pagi berdatangan ke PN Sampang untuk mengikuti jalannya sidang. Pendukung Habib Alwi yang telanjur datang dan tak boleh masuk PN, terpaksa duduk bersila di pinggir jalan dan menggelar istighotsah. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan terkait hasil putusan vonis, beberapa toko, rumah makan di sekitar PN, Jl Jaksa Agung Suprapto, termasuk Bunga Swalayan, sejak pagi ditutup. Kapolres Sampang, AKBP Imran Edwin Siregar, mengatakan, penutupan toko itu bukan dipaksa, tapi pemilik toko hanya diimbau. Ketatnya pengamanan ini kami lakukan, demi kondusifnya jalannya persidangan, kata kapolres. storyhighlights ■ Mattawi terdakwa pembunuh Habib Alwi dihukum 20 tahun penjara oleh PN Sampang. ■ Vonis hakim sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum. ■ Sidang PN dijaga ketat 700 aparat gabungan dan dipantau langsung Kapolda Jatim. Sesuai tuntutan Akhirnya Mattawi (52), yang didakwa sebagai otak pembunuhan Habib Alwi, ulama Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang yang memiliki banyak pengikut, divonis 20 tahun penjara. Vonis yang dijatuhkan ketua majelis hakim Jeni Nugraha Djulis, sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Bagus Wi- caksono dan Mohammad Hasan. Ketika palu diketuk, pertanda sidang ditutup, Sabar Johnson Situmorang, kuasa hukum Mattawi, langsung menyatakan banding atas putusan hakim yang dinilai tidak adil. Kepada Surya, Sabar Johnson mengatakan, hakim dalam mengadili kasus ini hanya berpatokan kepada satu keterangan saksi saja, yang menuding Mattawi terlibat. Dari 19 saksi, hanya satu saksi yang memberatkan terdakwa. “Satu saksi itu bukan saksi, karena tidak didukung saksi lain. Untuk banding ini, saya tidak perlu menunggu 14 hari, hari ini juga saya langsung naik banding dan sudah saya tandatangani tadi,” kata Sabar Johnson Situmorang. (sin) Bersikap Cuek Ketika Hakim Bacakan Putusan surya/rivai tinggal puing - Petugas PMK dibantu warga membasahi puing-puing yang masih membara di lokasi kebakaran. Tiga Toko Konveksi Terbakar SUMENEP - Diduga akibat hubungan pendek arus listrik, tiga toko konveksi milik Sunardi (40) di Pasar Candi, Desa Candi Kecamatan Dungkek, Sumenep, ludes dilalap si jago merah, Selasa (19/11) siang. Tidak ada korban jiwa, namun tiga bangunan rata dengan tanah, berikut juga barang dagangan berupa konveksi hangus terbakar. Menurut saksi-saksi, termasuk pemilik toko, Sunardi, kebarakan itu terjadi saat Sunardi istirahat siang pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari pasar. Belum sampai 30 menit di rumahnya, Sunardi mendengar teriakan bahwa tokonya terbakar. Warga sekitar berusaha memadamkan api secara bergotong-royong, namun api tetap membesar. Hingga akhirnya tiga kios yang semuanya milik Sunardi habis terbakar. Api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. riv) ( Pencuri Berbondet Tertangkap Pamekasan - Jajaran Polsek Kadur, Pamekasan, berhasil menangkap anggota kawanan pencuri sapi yang bersenjata bondet (bom ikan), Senin (18/11) malam. Kapolsek Kadur AKP Syakroni mengatakan, tersangka adalah Muhammad (42), warga Desa Larangan Pereng, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Dia ditangkap petugas di rumahnya tanpa melawan. Menurut AKP Syakroni, penangkapan tersangka merupakan pengembangan penyidikan atas tersangka Mat Selor, warga Desa Pragaan Daja, Kecamatan Pragaan, yang tertangkap lebih dulu. Menurut Syakroni, pelaku pencurian sapi dengan menggunakan bom berdaya ledak rendah ini sebenarnya banyak, akan tetapi yang berhasil ditangkap petugas baru dua orang. Kecamatan Kadur, merupakan satu dari tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang selama ini rawan terjadi pencurian sapi. (ant) join facebook.com/suryaonline Musfiroh, salah seorang anak kandung Mattawi, yang mengikuti sidang bersama keluarganya terlihat tegar. Begitu juga, saat hakim menjatuhkan vonis 20 tahun terhadap ayahnya, perempuan itu tidak terkejut. Ia dengan tenang meninggalkan ruang sidang dikawal aparat keamanan. “Maaf Pak, saya tidak akan berbuat sesuatu yang anarkis,” kata Musfiroh. Lain halnya dengan pendukung keluar- ga Habib Alwi, yang menggelar istighotsah di pinggir jalan. Begitu mendengar Mattawi divonis 20 tahun, menyatakan kecewa dan berniat akan menemui hakim pengadilan tinggi (PT) di Surabaya dan ke Mahkamah Agung (MA). Seharusnya Mattawi dihukum seumur hidup atau dihukum mati, kenapa hanya dihukum 20 tahun,” kata Habib Mahdi, anggota FPI Jatim. Sedang Mattawi tidak menunjukkan gejolak emosi selama sidang putusan kemarin. Mattawi yang duduk dikursi di samping penasihat hukumnya terlihat santai, seolah cuek dengan materi putusan yang dibacakan hakim secara bergantian. Tatkala hakim majelis memvonisnya hukuman 20 tahun, Mattawi menunjukkan ketegarannya. Lelaki renta itu hanya tolahtoleh ke kiri dan kanan, pandangannya me- nyapu yang hadir di dalam ruang sidang. Usai sidang, Mattawi langsung dibawa ke mobil tahanan dengan cara digendong petugas lewat pintu samping. Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono, seusai sidang mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sampang, lantaran sidang putusan itu berjalan lancar. Padahal diperkirakan ada sekitar 400 orang dari pendukung korban dan terdakwa. (sin) Tempe Trembesi Bawa Siswa SMAN 1 Grati ke Brunei Tertarik Lihat Buah Trembesi Berjatuhan di Sekolah Pohon trembesi hanya dikenal sebagai pohon perindang atau penyejuk kota. Namun, di balik itu, ternyata pohon ini mempunyai buah berupa bijibijian yang dapat diolah menjadi bahan alternatif pengganti kedelai. Inilah hasil penelitian pelajar SMAN 1 Grati, Pasuruan, Faruq Setya Wargi. b erkat penelitiannya itu, siswa kelas 12 ini terpilih mewakili Jawa Timur dalam ajang Asean Youth Environment forum (AYEF) di Brunei Darusallam 2-4 Desember 2013. Menurut Faruq, awalnya ide itu muncul saat melihat buah trembesi jatuh berserakan di halaman sekolahnya. Saat itu dia masih kelas 11 dan tergabung dalam organisasi karya ilmiah remaja. Di sekolah saya, ada 11 pohon trembesi yang besar-besar, buahnya banyak berserakan dan tidak dimanfaatkan, terangnya. Dia kemudian tertarik memanfaatkan buah yang selama ini hanya terbuang percuma. Kemudian, dia mencoba mencari literatur di internet, untuk memperoleh informasi tentang pemanfaatan biji trembesi. Sayangnya, dia hanya menemukan satu artikel tentang pemanfaatan biji trembesi sebagai bahan baku tempe. Artikel penelitian itu ditulis oleh mahasiswa Universitas Airlanga Surabaya. Namun dalam artikel itu tidak ada penjelasan cara pembuatannya. Hanya disebutkan, mereka bisa membuat tempe dari bahan campuran 50 persen kedelai dan 50 persen biji trembesi. Dalam uji cobanya, Faruq- memanfaatkan 100 persen biji trembesi untuk tempe. Langkah pertama yaitu dengan menjemur buah trembesi hingga kering, mengambil bijinya, dan selanjutnya mencucinya. Biji kemudian direbus selama 2 jam. Setelah direbus, kulit biji trembesi akan mengelupas. Setelah dibersihkan dari kulitnya, biji trembesi direbus lagi hingga 2 jam. Setelah itu dilakukan proses peragian seperti pembuatan tempe biasa. Dari hasil uji coba itu. 3/4 kilogram biji trembesi, bisa menjadi tempe seukuran kantong plastik 1/4 kilogram lima potong. Menurut rencananya, sebelum berangkat ke Brunei Faruq akan dikarantina di Kantor Kementrian Lingkungan Hidup, pada 1 Desember 2013. Selain dia, ada empat orang dari Indonesia yang akan berangkat ke Brunei. Yaitu dari Universitas Hasanudin, SMKN 2 Teluk Intan, Cendrawasih University, dan SMP N 3 Ketapang. surya/Rahadian Bagus P wakil jatim - Faruq Setya Wargi dan buah trembesi yang bakal mewakili Jatim ke AYEF di Brunei Darusallam bulan depan. Wakil Kepala SMAN 1 Grati Bidang Kesiswaan, Adi Prayitno mengatakan, keberangkatan Faruq ke Brunei melalui proses seleksi. Pada 4 November, 2013, SMAN 1 Grati mendapat undangan untuk mengirimkan perwakilan siswanya mengikuti seleksi di Balai Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jatim di Surabaya. Pemilihan SMAN 1 Grati lantaran sekolah ini telah banyak menerima penghargaan di tingkat nasional. Di antaranya, ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri 2012. (Rahadian Bagus P) follow @portalsurya
  7. 7. SURYA LINES | RABU, 20 NOVEMBER 2013 CCTV Miliaran... ■ DARI HALAMAN 1 tutur Eddy bangga. Dishubkominfo yang dipimpin Eddy menjadi pengendali penuh perangkat pengawas kota itu. Selama tiga tahun beroperasi, anggaran yang digelontorkan sudah mencapai Rp 24 miliar. Ini angka yang dinilai Pemkot Surabaya layak dikeluarkan demi kenyamanan warga di jalan. Namun sayang, teknologi mahal itu hingga kini baru bisa untuk memantau kemacetan jalan. Sementara tindak kejahatan di jalan-jalan masih lolos dari sorotan kamera CCTV. Padahal, potensi kejahatan kota tidak kalah menakutkan dibanding kemacetan lalu lintas. Eddy menyebut program kamera CCTV yang dikendalikannya memang didesain untuk pengawasan lalu lintas, persis namanya Intelligent Transport System (ITS). Namun demikian, kamera-kamera itu bisa dimanfaatkan untuk pengintai kejahatan. Tetapi, intaian ini menjadi wewenang kepolisian. Kata Eddy, selama ini kepolisian ikut memanfaatkan kamera Dishub ini. Baik untuk memantau situasi lalu lintas maupun keamanan. Beberapa kali, polisi juga meminta hasil rekaman Polisi Salahkan... ■ DARI HALAMAN 1 gedung atau perkantoran. Praktis, selama tiga tahun pengoperasian, CCTV Kota Surabaya terkesan tidak membantu penangkapan penjahat. ”Ya, selama ini memang tidak ada yang terungkap dari hasil CCTV,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman. Farman mengatakan, keberadaan CCTV tidak banyak membantu dalam pengungkapan kejahatan. Apalagi, polisi tidak memiliki akses langsung terhadap CCTV yang ada di jalan-jalan mayoritas berada di traffic light. Ketika pihak kepolisian membutuhkan rekaman kamera CCTV, yang berkaitan dengan kasus tertentu utamanya kejahatan jalanan, mereka harus berkirim surat permohonan agar bisa mendapat rekaman itu, ternyata hasilnya tidak terlalu banyak membantu. ”Sebab, hasilnya (rekaman) tidak jelas, bahkan untuk melihat pelat nomor kendaraan pun juga tidak bisa,” kata Farman. Biasanya CCTV digunakan polisi untuk mendapat gambaran pelaku, seperti fisik pelaku, jenis kendaraan, dan ke mana arah pelaku itu melarikan diri. Kekalahan Garuda... ■ DARI HALAMAN 1 Dengan begitu, Arab Saudi (13 poin) dan China (8 poin) lolos ke Australia. Sebaliknya, status Indonesia sebagai juru kunci Grup C sulit dilepaskan, dan kini Irak menambah derita Garuda yang tampil sebagai tuan rumah. Dengan begitu, sempurna sudah kegagalan Indonesia lolos ke putaran final dengan hanya mengemas 1 poin. Sebelumnya, tim arahan Jacksen F Tiago sudah tidak pernah menang. Di empat partai sebelumnya, Indonesia kalah 0-1 di kandang Irak, kemudian dipermalukan Arab Saudi 1-2, ditahan China 1-1 dan menyerah 0-1 saat melawat ke China. kamera di sebuah daerah, untuk keperluan pengusutan kasus kriminalitas. “Dishub sendiri berkepentingan pada kamera ini untuk rekayasa lalin (lalu lintas), bila terjadi kemacetan di sebuah daerah. Makanya, kebanyakan kamera ini ada di persimpangan jalan. Semua traffic light di Surabaya, sudah ter-cover oleh kamera ini,” katanya. Untuk memantau keamanan, polisi tidak perlu setiap hari datang ke pusat kendali ITS Dishub Kota Surabaya di Terminal Bratang Polisi sudah membuat koneksi pada kamera-kamera milik Dishub itu. Bahkan, polisi sudah memiliki pusat pantau sendiri. Misalnya di Polda Jatim telah ada ruang Regional Transportation Management Center (RTMC). Dari ruang ini, polisi bisa melihat hasil sorotan kamera di seluruh tempat. Tidak Bisa Merekam Kepala Operasional RTMC Polda Jatim, Kompol Ronny Tri Prasetyo mengakui sebagian besar kamera CCTV yang diakses polisi merupakan milik Dishub Surabaya. Di luar itu, ada 28 kamera CCTV milik Koorlantas Mabes Polri dan 18 kamera CCTV milik Polrestabes Surabaya. Mata elang pengintai milik polisi ini tersebar di berbagai daerah di Jatim. Terutama di kawasan-kawasan rawan kejahatan. “Tentu jumlah kameranya semakin tahun akan terus bertambah. Kami sedang siapkan infrastrukturnya,” tegas Ronny, Selasa (19/11). Kata Ronny, ketergantungan polisi terhadap jaringan kamera CCTV Dishub Pemkot Surabaya tidaklah menjadi masalah. Justru kondisi itu menjadi bagian dari penghematan anggaran dan maksimalisasi fungsi perangkat yang sudah tersedia. “Filosofinya kan menjaga keamanan dan kenyamanan warga. Jadi, selama ini sistem yang terbangun adalah kerja sama antarinstansi. Kami di-support jaringan kamera, kami juga support mereka dengan jaminan keamanan kota,” tandas mantan Kapolsek Tegalsari itu. Meski mendapat akses, tetap saja ada keterbatasan bagi polisi terkait fungsi kamera CCTV kota. Polisi dengan RTMC yang dimiliki tidak bisa menyimpan atau merekam sendiri gambar yang tersorot kamera di lapangan. Padahal, polisi butuh melakukan identifikasi secara cepat, jika sewaktu-waktu terjadi kejahatan di jalan. Untuk mendapatkan rekaman, polisi harus mengajukan permohonan dulu ke Dishub. Seorang staf Dishubkominfo lalu menunjukkan contoh selembar surat Tetapi kondisi CCTV di Surabaya tidak memungkinkan itu. Polisi tidak bisa, misalnya mendapatkan rekaman dalam waktu yang cepat. Dengan kondisi seperti itu, polisi tidak bisa terlalu bergantung pada kamera CCTV. Polisi menggunakan metode pengungkapan kasus lainnya, untuk memecahkan perkara. Belajar dari pengalaman-pengalaman itu, polisi kini jarang meminta rekaman CCTV di jalan. Farman mencontohkan, dalam kasus pembunuhan Johan Ari Wibowo, yang tergelatak di kawasan Jalan Tol Dupak arah Waru, 18 Maret 2011. CCTV tidak bisa melihat pelakunya. Bahkan, kasus yang melibatkan anggota TNI itu membutuhkan waktu lama pengungkapannya. Tidak hanya itu, beberapa kasus lain utamanya perampasan di jalan, juga tidak terungkap berkat CCTV. Beberapa waktu lalu, polisi juga meminta rekaman CCTV ketika terdapat kasus pencurian motor di Jalan Keputran. Polisi mengira aksi ITU terekam CCTV, namun ternyata tidak tercover. Padahal, dalam beberapa waktu terakhir, banyak tindak kejahatan utamanya pencurian dengan kekerasan dan pencurian motor di jalanan. Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya Iptu MS Fery juga merasakan hal serupa. Dalam penanganan kasus kejahatan, hasil rekaman CCTV hanya untuk memberi gambaran. ”Hanya gambaran seperti rambutnya, jalannya bagaimana, tingginya sekitar berapa,” kata Fery. Menurut Fery, banyak hasil rekaman CCTV tidak mampu memberikan gambaran jelas mengenai pelaku kejahatan. Tidak hanya CCTV di jalan, bahkan yang di rumah pribadi pun sama. Hal lain yang membuat polisi tidak bisa mengandalkan CCTV adalah karena banyak daerah rawan, justru tidak dilengkapi CCTV. Ia mencontohkan kawasan Jembatan Suramadu. Selama ini, jembatan itu dikenal sebagai jalur sutra pengiriman kendaraan motor curian, baik roda dua maupun empat. Berkali-kali hasil curian dikirim ke Madura. Namun, ternyata selama ini tidak terekam kamera CCTV dengan baik. Kualitas rekaman dari CCTV tidak jelas. Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi, pernah meminta hasil rekaman kamera CCTV, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Gambarnya buram dan tidak jelas. “Kamera di Jembatan Suramadu tidak terlihat objeknya,” kata Agung. ook) ( SUSUNAN PEMAIN Indonesia: I Made Wirawan, Benny Wahyudi/Supardi (37), Fachrudin, M Roby, Ruben Sanadi, Raphael Maitimo, Ahmad Jufriyanto/A Busthomi (77), Taufiq; Boaz Solossa, Samsul Arif, Zulham Zamrun/ Titus Bonai (44). Serangan Indonesia yang dibangun dari Samsul, Ahmad Jufriyanto dan Boaz Solossa selalu kandas karena terpotong pemain tengah Irak. Sebaliknya, kelengahan di pertahanan membuat Ali Adnan bebas bergerak di sisi kiri pertahanan Indonesia, dan mengirim umpan yang ditanduk Ahmed Abdullah ke dalam gawang Made Wirawan. Gol kedua berawal dari kepanikan meredam serangan Irak. M Roby menjatuhkan Abdulzehra yang berbuah penalti. Jasem Karrer menjadi algojo sempurna untuk membobol Indonesia lagi. Di menit ke-54, 56 dan 58, peluang bagus dibuat tapi tetap gagal menjadi gol. Pertama dari Tibo dari areal penalti disusul Supardi dari sisi kanan ke arah Samsul dan tendangan Boaz di depan gawang Irak. (dey) Irak : Farhan; Arebat, Adnan/ Ismael Dawood (77), Erahima, Hashim/Saif Salman (85); Shakir, Faraj; Tareq, Abdulzehra; Jasim Karrar, Abdullah. Bagi Jacksen, ini menjadi partai perpisahan yang pahit baginya selama memimpin Timnas. Karena setelah ini PSSI akan mencopotnya dari kursi pelatih, untuk memberi jalan bagi pelatih asal Brasil itu berkarier di Liga China. Kemungkinan Jacksen sudah tidak mendampingi timnya saat pertandingan terakhir Grup C ke Arab Saudi, 5 Maret 2014 nanti. Kamera Cerdas... ■ surya.co.id | surabaya.tribunnews.com DARI HALAMAN 1 gambar kondisi terkini dari sejumlah jalan vital di Surabaya. Beberapa monitor menunjukkan gambar berganti-ganti, dari satu jalan ke jalan lain. Beberapa lagi, tetap menayangkan gambar jalan vital utama, seperti persimpangan Jl Darmo – Jl Polisi Istimewa, atau Jl Pemuda di depan Gedung Grahadi, yang sering menjadi tempat favorit massa untuk menggelar demonstrasi. Ada juga satu layar yang menayangkan empat tayangan kamera sekaligus. ”Kami punya 185 kamera. Sementara layar disini jumlahnya tidak sebanyak itu. Jadi, operator harus rajin-rajin memeriksa semua titik kamera,” kata Joko Suprianto, Kepala Seksi Rekayasa Lalin Dishub Surabaya, yang bertanggung jawab terhadap operasional ruangan ini. Dalam sehari, ruangan ini bekerja join facebook.com/suryaonline mulai pukul 06.00 – 22.00, dibagi dalam dua shift. Setiap shift, dua orang operator ditugaskan menjaga. Kecuali pada momen tertentu seperti malam tahun baru, ruangan ini bekerja 24 jam. Di dalam CC Room, nyaris tak ada suara, kecuali suara dari handy talkie yang bersahutan. Operator berkonsentrasi penuh memerhatikan kondisi lalin yang ada. Bila ada titik yang terkena kemacetan parah, operator bisa mengatur lampu traffic light dari sini. Sesekali pula, operator di ruangan ini memberikan keterangan kondisi lalin kepada petugas Dishub di lapangan. ”Kondisi Gunungsari mulai padat merayap. Harap menjadi perhatian, sekian Bapak, delapan enam,” sebut seorang operator wanita lewat handy talkie. Pernah Lumpuh Ruangan inipun tak lepas dari kelemahan. Meski sangat jarang terjadi, tapi jaringan internet yang permohonan meminta rekaman kamera dari kepolisian. Inilah salah satu yang membuat kerja pengejaran penjahat di jalanan menjadi lamban. Bahkan, selama tiga tahun pemasangan CCTV di Surabaya, belum pernah sekalipun ada pelaku kejahatan yang bisa langsung tertangkap berkat pantauan CCTV. Ronny mengakui adanya alur birokrasi untuk mendapat rekaman itu. Polres atau polsek yang membutuhkan salinan gambar, harus mengajukan ke RTMC Polda Jatim, kemudian permintaan itu diteruskan ke Dishub. Menurut Ronny alur ini dibuat sebagai prosedur agar tidak disalahgunakan. “Kami jadikan protap (prosedur tetap) agar kerja sama dengan Dishub Takut Tua... ■ DARI HALAMAN 1 menurun. Waktunya semakin sempit untuk mengembangkan wawasan, pengetahuan, dan pengalamannya di bidang yang disukainya. Makanya, sekarang ia berusaha meraih segala keinginannya tersebut. “Titik terhectic aku, kuliah, bisnis akseroris, denim, walaupun terasa capai, tapi aku happy. Aku masih muda, masih banyak yang ingin aku raih,” lanjut pendukung film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck ini. Mengenai film terbarunya itu, Pevita mengakui film tersebut sebagai film paling menantang dalam kariernya di dunia seni peran. Sebab, setting film itu berkisar tahun 1930-an. “Karakter settingnya 1930, saya belum pernah alami hidup di zaman itu,” paparnya. Makanya, ia harus melakukan riset tentang kehidupan di tahun Direktur PT... ■ DARI HALAMAN 1 sementara, korban melompat dari jembatan, katanya, Selasa (19/11). Mulyadi menjelaskan, kecil kemungkinan korban jatuh terpeleset dari atas jembatan penyeberangan yang memiliki pagar pemisah cukup tinggi, semeter lebih. Menurut Kapolres, jika korban terpeleset maka akan tersangkut di pagar jembatan. Kalau terpeleset, nggak mungkin lolos, pasti tubuhnya tersangkut karena ada palangnya (pagar), kata Mulyadi. Mulyadi mengatakan, polisi telah mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Seorang saksi yang pertama menemukan korban tengah dimintai keterangan. Ia mengakui, saksi sangat minim. Saksi ada satu orang kami periksa. Dia melihat sesaat sebelum (Ikuten) jatuh. Pekerjaannya (saksi) supir, katanya. Korban luka di bagian mulut dan dahi, dengkul kanan memar, patah pada lengan kanan atas, kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Jatinegara Iptu Pardamaian Ambarita. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap, wajah bersimbah darah. Beruntung korban jatuh di bahu jalan sehingga tak terlindas kendaraan yang melintas di jalur utama itu. Belum bisa dipastikan apakah Ikuten sengaja melompat, jatuh, atau ada yang mendorongnya. Kami masih menyelidiki, ujar Pardamaian. Namun Corporate Secretary PT Wika Natal Argawan Pardede membantah sang direktur berusaha bunuh diri. Pak Ikuten kecelakaan. Terpeleset sehingga jatuh dari tangga. Lalu ditemukan bapak polisi yang bertugas, rewel, menjadi hal yang paling tak diinginkan oleh para operator. Joko ingat, pernah berkeringat dingin garagara masalah ini. ”Jaringan internet dari Telkom mati, sehingga ruangan ini lumpuh. Kok ya apes, kejadiannya pas Bu Wali Kota butuh jalan untuk konvoi. Jadi kami nggak bisa atur traffic light dari sini buat buka jalan,” kenang Joko. Layar besar di dalam ruangan yang menampilkan gambar hasil pencitraan kamera, membuat kondisi lalin bisa terlihat dengan jelas dan detail. Dengan fasilitas zooming, operator bisa dengan mudah melihat pelat nomor sebuah kendaraan lewat layar ini. Tak mengherankan, meski tujuan utama kamera ini adalah untuk mengawasi kondisi lalin, tapi hasil pantauan dari kamera-kamera ini kerap digunakan oleh kepolisian untuk mencari tahu sebuah kejadian kriminalitas. ”Polisi kerap kemari untuk minta rekaman hasil kamera. Biasanya buat cari tahu bagaimana tetap baik,” imbuh Ronny. Kesulitan lain polisi memantau kriminalitas lewat CCTV ini, karena jumlah perangkat ini terbilang kurang. Untuk ukuran kota sebesar Surabaya, kata Ronny, 180 unit kamera CCTV terbilang minim. Dia mencontohkan, kota-kota besar di Belanda dilengkapi dengan CCTV di semua ruas jalan. CCTV yang dipakaipun memiliki fitur lengkap, termasuk adanya pendeteksi kecepatan kendaraan. Ronny menambahkan, untuk menutup kekurangan, RTMC mengaktifkan sendiri CCTV di sejumlah titik, termasik pasang bandwidth sendiri. Upaya lain, kepolisian mengoperasikan mobile camera. Mobil patroli milik polisi ini dipasangi kamera di bagian dashboard. Kamera itu merekam segala aktivitas di jalan raya dan sekitarnya. “Kamera itu juga terkoneksi dengan RTMC,” kata Ronny. Cara lain yang dipakai polisi untuk menyiasati minimnya kamera keamanan, yakni dengan menggalang kerja sama dengan masyarakat. Polisi mengimbau masyarakat mau memasang kamera CCTV terutama pemilik gedung di kawasan strategis. Nantinya, kamera CCTV itu akan dikoneksikan dengan RTMC. Dishubkominfo Surabaya membantah anggapan membatasi akses polisi. Polisi sebenarnya punya kesempatan menggunakan kamera itu, sama dengan yang dilakukan Dishubkominfo. Mulai memonitor gambar hingga merekam, menyimpan, atau mencetaknya. ”Ya bisa, tapi harus beli server sendiri,” ujar Joko Supriyanto, Kepala Seksi Rekayasa Lalin yang mendampingi Eddy. Sekarang ini hanya Dishukominfo yang memiliki server. Perangkat keras ini berada di pusat kendali ITS. Selain polisi, pihak lain yang juga turut memanfaatkan kamera Dishub adalah Korps Satpol PP. Sama seperti kepolisian, mereka juga bisa melihat hasil tayangan dari kamera surveillance ini di tempat mereka. Biasanya, kamera digunakan Satpol PP untuk mengawasi para pedagang kali lima yang bandel. (ab/idl) 1930-an. Ia banyak bertanya sekaligus minta komentar kepada orang yang telah membaca novel berjudul serupa karya Haji Abdul Malik Karim Amarullah alias Hamka itu. Mau tidak mau ia juga membaca novel yang pertama kali terbit tahun 1939 tersebut. Ia juga ekstra kerja keras saat mengikuti acting coach. Ia bersyukur punya team work yang baik. “Jadi, kami berusaha magic moment dalam setiap scene,” bebernya. Gadis yang dikabarkan menjalin hubungan spesial dengan Ahmad Al Gazali, putra sulung musisi Ahmad Dhani ini juga menyatakan dirinya sempat menitikkan air mata. Emosinya membuncah beberapa hari sebelum melangsungkan syuting film besutan sutradara Sunil Soraya itu. “H minus tujuh sebelum syuting aku deg-degan. Aku excited banget. Perasaan campur aduk, saking campur aduknya aku nervous karena ini proyek paling serius aku. Itu jadi ketegangan sendiri buat aku,” ujarnya. Dalam proses syutingnya pun ia mengalami kesulitan. Sebab, memainkan tokoh Hayati dalam film tersebut tidak mudah. “Karakternya perubahannya sangat drastis,” ungkap Pevita. Diakuinya mentalnya sempat drop. Namun, bukan berarti ia kemudian merasakan putus asa. Ia berusaha semaksimal mungkin memberikan kemampuan terbaiknya demi film berdurasi hampir tiga jam tersebut. “Pastinya saya berusaha memberikan 100 persen, yang terbaik,” tegas putri pasangan Bramwell Pearce-Ernie Auliasari ini. Sementara Sunil Soraya menyatakan, film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck merupakan film termahal yang pernah diproduksi Soraya Intercine Films. Namun, ia enggan menyebutkan angka. “Termahal, mungkin selamanya,” ucap Sunil sembari tertawa. Film itu mahal karena setting cerita dalam film dibuat sebisa mungkin sama persis dengan novelnya dengan setting cerita di tahun 1930-an. Termasuk bentuk kapal Van der Wijck yang berlayar dan tenggelam sekitar tahun 1930an dibuat semirip mungkin. Pun dengan mobil yang berlalu lalang pun harus sama dengan yang beredar di sekitar tahun tersebut. “Kami cari kolektor,” lanjutnya. Namun, masalahnya, mobil milik kolektor itu bermasalah dengan mesin. Kru sampai mendatangkan spare part dari Jerman. Untuk busana yang dikenakan para talent yang terlibat di film itu, kata Sunil, pihaknya melibatkan Samuel Wattimena. Desainer kondang Tanah Air itu, mengerti tren busana di tahun itu. “Riset busana susah. Yang riset orang-orang desain. Beliau (Samuel Wattimena) sangat mengerti. Adat padang juga ngerti, songket, baju nikah dan sebagainya,” tandasnya. (tribunnews) kata Natal di kantornya, Jakarta Timur. Dikatakan, Ikuten suka berjalan kaki saat berangkat ke kantor. Jarak cukup jauh antara rumah Ikuten di Kalibata (Jakarta Selatan), tak menjadi halangan bagi Ikuten untuk berjalan kaki mengarah ke Cawang (Jakarta Timur), tempat Ikuten bekerja. Tetapi malang, ketika menyusuri jembatan penyeberangan sekaligus halte Transjakarta Cawang-Sutoyo, di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, dia terpeleset. Lokasi kejadian tak jauh dari kantor PT Wika. Menurut Natal, Ikuten terpeleset, jatuh, dan menderita luka, sekitar pukul 06.45 WIB. Warga kemudian membawanya ke RS UKI Cawang. Ikuten merupakan putra kelahiran daerah dingin dan sentra pertanian di Kabanjahe, Sumatera Utara, 1 September 1955. Dia menjabat Direktur Operasi III PT Wika sejak 1 Mei 2012. Ia meraih gelar sarjana teknik dari Institut Teknologi (ITB) Bandung tahun 1982. Dalam kasus ini, penyidik telah meminta keterangan mantan GM PT PLN Kitsbu 2008-2011 Misbachul Munir. Panitia tender dan pemeriksa mutu barang, Robert Mahyuzar, Fahmi Lubis, dan M Marbun pun tak lepas dari target pemeriksaan. Kapuspenkum Kejagung Adi Togarisman pada 10 Oktober 2012 lalu menuturkan, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung telah memeriksa kontraktor pengadaan barang dan jasa Life Time Extention (LTE) Major Overhouls Gas Turbine (GT 12) PLN Sektor Pembangkit Belawan. Para kontraktor pengadaan barang dan jasa kita periksa. Semua yang terkait dengan proyek unit pembangkit GT 12 PLN Pembangkit Belawan akan kita periksa, kata Togarisman. Kasus dugaan korupsi pembangkit PLN Belawan dilaporkan Ketua Asosiasi Kontraktor Kelistrikan Indonesia (AKKLINDO) Sumetara Utara Drs Didhin Mahidin ke Jaksa Agung pada April 2012. Albert Pangaribuan saat ini masih menjalani persidangan sebagai terdakwa korupsi senilai Rp 23,94 miliar tahun anggaran 2007. Ia diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan. Perkembangan kasus ini, pekan lalu, Jumat (15/11), Kejaksaan Negeri Medan menangkap Manajer Senior Pengembangan Inovasi dan Kemitraan PT Pembangkit Listrik Negara (PLN), Ermawan Arief Budiman. Penahanan itu terkait dugaan korupsi pengadaan barang saat Ermawan menjabat Manajer Sektor Pembangkit Belawan. Usai menjalani pemeriksaan, penyidik langsung membawa Ermawan ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta, Medan. Pemeriksaan Ermawan, me- nurut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan Jufri Nasution, seharusnya dilakukan pekan lalu. Tapi Ermawan mangkir, dan Jumat (15/11) baru diperiksa. Usai pemeriksaan langsung ditahan karena penyidik khawatir yang bersangkutan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Sebelum Ermawan, Kejaksaan lebih dahulu menahan lima pejabat PLN Pembangkitan Sumatera Utara, September lalu. Mereka adalah bekas GM PT PLN Pembangkitan Albert Pangaribuan, Manajer Perencanaan Edward Silitonga, Manajer Bidang Produksi Fahmi Rizal Lubis, Ketua Panitia Pengadaan Robert Manyuzar, dan Ketua Panitia Pemeriksa Mutu Barang Ferdinan Ritonga. Ermawan dan kelima pejabat itu terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan Flame Tube Gas Turbin (GT) 12 PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Belawan Tahun Anggaran 2007 senilai Rp 23,6 miliar. Ermawan dijerat Pasal 2, Pasal 3, Pasal 9 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Ermawan melalui kuasa hukumnya, Muniar Sitanggang, menolak semua tudahan itu. Klien saya tidak melakukan korupsi. Justru Ermawan lah sesungguhnya yang membongkar korupsi pengadaan flame tube di Belawan, katanya. Ia juga menolak penahanan itu. Alasannya, Ermawan saat ini sedang sekolah persiapan calon general manager dan mendapat jaminan agar tidak ditahan, dari Direktur Utama PT PLN. (tribunnews/bah/way/adi) Diperiksa Kejagung Berdasarkan penelusuran TRIBUNnews.com, Ikuten Sinulingga, mantan GM PT PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (Kitsbu) tahun 2010-2011 pernah diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi kasus dugaan korupsi untuk tersangka mantan GM PLN Kitsu tahun 2005-2008 Albert Pangaribuan. Namun Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi saat dihubungi TRIBUNnews.com, Selasa (19/11) mengaku sedang di luar kota. Maaf, saya belum tahu kasusnya, kata Untung. kejadian perkara,” aku Joko. Tidak perlu proses rumit untuk memberikan sebuah rekaman kejadian. Kata Joko, kalau polisi bisa menunjukkan tempat dan waktu berlangsungnya perkara, operator hanya butuh waktu lima menit untuk mencarikan rekaman yang dimaksud. Tentu saja, 185 kamera yang ada, belum mampu membuat semua area Surabaya ter-cover. Beberapa daerah rawan tindal kriminalitas, seperti Jl Soekarno Hatta (MERR) misalnya, tak memiliki kamera pemantau. ”Pengadaannya memang bertahap setiap tahun. Pemkot sudah berupaya maksimal dengan dana yang ada. Memang, akan lebih baik kalau semua daerah terpantau. Tapi, itu kan juga butuh biaya,” kata Eddy. Kadishub Surabaya, Eddy, mengakui ITS dibangun dengan biaya hingga puluhan miliaran rupiah. Fasilitas ini dibangun bertahap sejak 2011, dimana setiap tahunnya, Pemkot Surabaya menggelontorkan Perlu Server dana rata-rata sebesar Rp 8 miliar. Namun, Eddy menggarisbawahi, yang membuat ITS begitu mahal, karena ITS tidak hanya terdiri dari kamera pemantau. ”Kamera pemantau itu hanya penunjang saja, untuk membantu kita melihat kondisi riil di lapangan. ITS itu mahal karena dia adalah sistem kompleks yang membuat kita bisa lebih mudah menata lalu lintas kota,” ujar Eddy. Di samping kamera pemantau, Dishub juga memiliki traffic camera. Saat ini, jumlahnya baru terpasang di 39 dari 113 traffic light yang ada di Surabaya. Eddy mengatakan, kamera ini harganya jauh lebih mahal dari kamera pemantau. Beda dengan kamera lazimnya, hasil dari kamera ini adalah data grafik. Dengan teknologi dan sensor yang ada, kamera mampu mendeteksi jumlah kendaraan yang melintas. Data dari tangkapan traffic cam ini kemudian masuk ke komputer pengolah, kemudian dengan software yang ada, mampu membe- rikan rekomendasi terkait tindakan rekayasa lalin. Bila arus dari arah tertentu sangat padat, lama waktu hijau menyala secara otomatis jadi lebih lama. Sebaliknya, lampu merah menyala lebih lama untuk arus yang lalu lintasnya tidak padat. Jadi, jangan heran bila melihat, lama waktu lampu menyala berubah-ubah setiap saat. ”Dari alat ini pula kami bisa tahu berapa jumlah armada angkutan umum yang tersedia, dan banyak lagi data yang bisa dimanfaatkan untuk penataan transportasi,” ujar Eddy. Dishub Surabaya mengimpor sistem ini dari sebuah perusahaan asal Australia. Negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, kata Eddy, juga membeli sistem yang sama. Eddy mengaku, harga mahal memberikan pula banyak manfaat. Hasil yang paling signifikan, adanya perangkat cerdas yang mampu mengatur nyala lampu traffic light berdasar kondisi lalin yang ada. (Aji Bramastra) follow @portalsurya
  8. 8. RABU, 20 NOVEMBER 2013 |
  9. 9. Tunjungan Life surya.co.id | surabaya.tribunnews.com HALAMAN | | RABU, 20 NOVEMBER 2013 Singgung Penutupan MAHA CINTA RAHWANA - Sujiwo Tejo saat tampil dalam konser bertajuk Maha Cinta Rahwana di JX International Expo, Jalan A Yani, Selasa (19/11) malam. Foto kanan: Sujiwo bersama Butet Kartaredjasa. Dolly surabaya, surya - Sebuah panggung besar di atasnya bertuliskan Sabdo Jancuk menjadibukti kreatif sejumlah seniman pada Konser Maha Cinta Rahwana, di Gedung JX International, Selasa (19/11) Pertunjukkan yang digawangi sejumlah seniman besar, seperti Sujiwo Tejo, Butet Kartaredjasa, Anji, Eka Deli, Sruti Respati, Sitok Srengenge, Tyo Subiakto dan lainnya ini dibuka dengan alunan gamelan dan beberapa penari tradisional layaknya pertunjukkan ludruk. Namun tidak sampai selesai alunan gamelan ini sebuah irama musik modern masuk dan perlahan berpadu dengan alunan gamelan. Sujiwo Tejo yang mengukuhkan sebagai Presiden Republik Jancukers kemudian melantunkan sejumlah lagu kidung kekasih, di antaranya lagu Ingsun, Hujan Deras dan dilanjutkan dengan penggalan-penggalan puisi. ■ KE HALAMAN 15 Calon Anggota DPD Nyabu Bareng Anak SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ ■ Mengaku Berendam Air Cokelat Redakan Stres SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ ■ Kulit Selalu Terjaga Kelembabannya surabaya, surya - Musim hujan dengan udara dingin bisa saja mengakibatkan kulit kering. Untuk membuat kulit agar tetap lembab dan kenyal bisa dengan berbagai perawatan. Salah satu adalah dengan spa cokelat. Dengan kandungan vitamin E, cokelat bisa menjadikan kulit tetap terjaga kelembabannya, baik saat musim penghujan atau musim panas. Ekstrak cokelat yang di lulurkan pada tubuh ini membuat kulit tetap lembab dan kenyal, tandas Sri Rahayu, Supervisor Spa Bisanta Hotel kepada Surya, Selasa (19/11). Pada spa cokelat, selain ekstrak cokelat juga ada butiran beras untuk scrubbing sebelum spa dilakukan. Prosesnya, kata Yayuk, panggilan Sri Rahayu, tahap awal, sebelum spa, dilakukan scrubbing dengan butiran beras, setelah itu kulit jadi kenyal - Pengunjung menikmati spa cokelat di Spa Bisanta Hotel Surabaya, Selasa (19/11). dilakukan pemijatan. Baru kemudian dilulur dengan cokelat. Selain beras juga ada campuran rempah-rempah untuk scrubbing, lanjutnya. Setelah spa cokelat, tubuh dimanjakan dengan berendam air hangat ekstrak cokelat. Ada ekstrak cokelat dalam bentuk essence, kata Yayuk. Perawatan spa cokelat ini bisa dilakukan wanita dan pria, selain melembabkan dan mengeyalkan kulit berendam dengan aroma essence cokelat ini juga meredakan stres. Untuk awal perawatan dilakukan seminggu sekali. Selanjutnya dua kali seminggu dan satu bulan, pungkasnya. (iit) ■ KE HALAMAN 15 storyhighlights ■ Nursio bersama anaknya ditangkap saat menghisap sabusabu di ruko Jalan Babat Jerawat. ■ Joko dan Yunus yang menyiapkan sabusabu dan peralatan untuk menghisap sabu. ■ Setelah peralatan pesta sabu siap, Joko menghubungi ayahnya untuk datang ke ruko. ■ Nursio mengaku dirinya sering mengonsumsi sabusabu untuk senangsenang. surya/haorrahman tertangkap tangan - Nursio mengenakan kerpus saat gelar kasus di Polrestabes Surabaya, Selasa (19/11). Foto kiri: Nursio. Pencoretan Tunggu Putusan Pengadilan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Andry Dewanto Ahmad, menyatakan belum mendapat kabar tentang penangkapan Nursio (43), calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) nomor urut 31 oleh Unit III Satreskoba Polrestabes Surabaya. “Saya dengarnya ya baru dari sampean ini,” ujarnya, kepada Surya, Selasa (19/11). Menurut Andry, meski Nursio tertangkap tangan menghisab sabusabu, kepastian namanya dicoret atau tidak dari daftar calon tetap (DCT) DPD menunggu sampai ada putusan pengadilan. Ini berdasar Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan. Dalam aturan itu dijelaskan, bahwa ■ KE HALAMAN 15 Pagi-pagi Sudah Bangun dan Siap Berangkat Sekolah Pelantikan Hanya 15 Menit Sebanyak 20 siswa junior high school dari Raffles Institution Singapore empat hari belajar budaya lokal di Nation Star Academy (NSA) Surabaya. Di sekolah yang sebelumnya bernama YPPI Dharmahusada Indah ini mereka belajar gamelan, batik hingga belajar kebiasaan hidup dengan tinggal di rumah siswa NSA. T ■ KE HALAMAN 15 surabaya, surya - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jatim nomor urut 31, Nursio (43), ditangkap oleh anggota Unit III Satreskoba Polrestabes Surabaya, saat sedang menghisap sabu-sabu. Warga Jalan Dukuh Jerawat ini ditangkap saat menghisap sabu-sabu di sebuh rumah toko (ruko), di Jalan Babat Jerawat Surabaya. Saat ditangkap ditempat tersebut ditemukan barang bukti alat hisap sabu-sabu dan sisa sabu seberat 0,3 gram. Tidak hanya Nursio, ternyata anaknya, Joko Harianto (20), juga ditangkap karena mengomsumsi sabu-sabu bersama dirinya. Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Leonard Sinambela, mengatakan, tersangka diamankan di ruko kosong bersama anak dan teman anaknya, Yunus (21), warga Jalan DK Jerawat, dan Zaki (39), warga Jalan Sememi. Menurut Leonard, dalam kasus ini, yang menyiapkan segala sesuatunya adalah Joko dan Yunus. Keduanya memesan pada Zaki, untuk mendapatkan satu paket hemat sabu-sabu seharga Rp 300.000. Saat ini polisi sedang memburu tersangka lainnya yang memasok sabu-sabu pada Zaki. Setelah mendapat sabu-sabu itu, Joko dan Yunus mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari peralatan untuk menghi- Pengalaman Siswa Raffles Institution Singapore toni tamtompol epat pukul 11.00, Toni Tamatompol dilantik sebagai anggota DPRD Surabaya menggantikan Immanuel Frederik Lumoindong. Pelantikan anggota baru dilakukan dalam rapat paripurna istimewa yang dipimpin langsung Ketua DPRD Surabaya, Mochammad Machmud. Sekretaris DPRD Surabaya, Hanya untuk Senang-senang D surya/ahmad zaimul haq anggota baru - Toni Tamatompol saat disumpah pada pelantikan sebagai anggota DPRD Surabaya menggantikan almarhum Immanuel Frederik Lumoindong, Selasa (19/11). join facebook.com/suryaonline arryl Ong tampak sumringah ketika melihat kaos bermotif batik ikat itu dijemur. Cukup lama dia memandang takjum kaos ciptaannya itu. It's beautiful, katanya berkali-kali. Ketakjuban Darryl cukup beralasan karena selama satu jam ia harus berpeluh keringat membuat kaos yang sebelumnya berwarna putih itu menjadi motif batik ikat yang menawan. Selama itu siswa grade (kelas) 10 ini terus mengaduk kaos yang sudah diikat itu ke dalam ■ KE HALAMAN 15 SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ belajar BATIK - Sejumlah siswa Junior High School Raffles Institution Singapore menunjukkan batik ikat karyanya saat belajar budaya lokal di Nation Star Academy, Selasa (19/11). follow @portalsurya

×