Surya epaper 18 november 2013

3,231 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,231
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
429
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Surya epaper 18 november 2013

  1. 1. SENIN, 18 NOVEMBER 2013 NO. 009 TAHUN XXVII TERBIT 24 HALAMAN HARGA Harga Langganan: Rp 29.000/bulan l Berlangganan/Pengaduan/Sirkulasi: (031) 8479 555 ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA Rp 1.000 (031) 8419 000 Unipa Pecat Restu dan Yunan ■ Rektor Meminta Maaf ■ Wakil Rektor Menangis rupa angkatan 2008. Pencopotan dua mahasiswa semester 11 itu diumumkan resmi dalam wisuda mahasiswa Unipa di Hotel Garden Palace, Minggu (17/11) siang. "Mulai Minggu (17/11) pukul 10.30 WIB, keduanya kami keluarkan dari kampus. Dan nama mereka dicoret dari daftar ■ KE HALAMAN 7 Betapa tidak, setelah lima tahun tak pernah beruntung, kali pertama dalam aktivitasnya mengikuti kegiatan bersepeda, ia mendapat kejutan hadiah satu unit mobil. Ia langsung berlari ke atas panggung, begitu nomor kartu As milik Damang, dihubungi pihak panitia dan memberitahukan Iptu Sodik Dilempar Bondet ■ Kaki dan Tangan Kompol Agus Dicelurit join facebook.com/suryaonline 2 Pukul 20.30 WIB, kawanan perampok lolos dari penyergapan polisi. Setelah salah satu perampok menghentakkan senpi rakitan ke polisi. 3 Terjadi saling kejar. Kawanan perampok lolos saat dihadang di depan SPBU Pungging. Salah satu perampok melemparkan bom ikan (bondet) ke arah mobil polisi. POLISI LO TA IPATRROLPI DAN M GI POLISI S YA A K R ESL P KPOLSOEK O PATROLI PATROLI PATROLI R OL ILOG TAP NM I DA S YA MA ■ KE HALAMAN 7 Polres Mojokerto mendapatkan informasi adanya aksi perampok jalanan di Pasuruan. Polres Mojokerto menghadang di pintu masuk Mojokerto. YANI Benarkah Yunan juga terlibat kasus pembunuhan yang lain? Bisa jadi Fita Fitria Dewi, mahasiswa Unipa Surabaya tidak mempunyai uang berlebih. Sebab, ibunya, Ny Jumiyati, memang tidak mengajari putri semata wayangnya hidup bermewah-mewah. Ia juga tidak terlalu memanjakan sang anak dengan uang belaka. Ny Jumiyati mengaku mengirim uang sesuai kebutuhan Fita. "Saya berprinsip tidak ngasih jor-joran uang kepada anak saya. Saya ngasih uang sesuai kebutuhan dia," ujarnya. 1 Pukul 20.00 WIB, 4 Polisi menabrak motor pelaku. Satu orang ditangkap, setelah ditembak kakinya. Dua orang lari ke persawahan. Polisi dan warga mengejarnya. ELAAAA Meski Anak Tunggal, Fita Tak Dimanja ■ KE HALAMAN 7 PERAMPOK BERSENJATA BOM BONDET MA SURYA/IMAM HIDAYAT TERSANGKA - Tersangka pembunuhan model cantik, Fita Fitria; Restu, Yunan dan Sinta saat diamankan polisi, Minggu (17/11). ■ KE HALAMAN 7 A NI ELAY mojokerto, surya - Dua dari enam perampok bersenjata api, celurit, dan bom bondet, tumbang setelah terlibat kontak senjata di sejumlah lokasi, Sabtu (17/11) malam. Sampurno (34/11), warga Desa Nguling, Pasuruan, tewas setelah ditembak polisi di bagian punggung. Sedangkan Agus Bunadi (23/11), warga Desa/Kecamatan Grati, lumpuh terkena tembak kaki kanannya. Agus kini dirawat di RSU Prof dr Soekandar Mojosari. Perburuan komplotan perampok yang tak segan melukai korban ini terjadi setelah jajaran Polres Mojokerto menerima laporan dari warga bahwa ada perampok yang kabur ke arah Mojokerto. jika dia mendapat hadiah satu unit mobil Geely Panda. Pemenang hadiah utama mobil Geely Panda, memang langsung ditelepon oleh panitia. Ini terkait persyaratan di mana N surabaya, surya - Damang Sugianto (42), warga Manyar Sambongan 85 N Surabaya, ini benar-benar tak menduga. Dia menjadi orang paling beruntung dari sekian ribu peserta 'Gowes As'ik bersama Harian Surya' yang digelar di halaman balai kota Surabaya, Minggu (17/11). R AK AT ■ KE HALAMAN 7 Gowes As'ik, Warga Manyar Dapat Mobil SURYA/HABIBUR ROHMAN GOWES AS'IK - Ribuan peserta Gowes As'ik bersama Harian Surya dan Pemkot Surabaya berangkat bersamasama dari halaman balai Kota, Minggu (17/11). MELIND U cang dengan Yunan saat sedang istirahat makan siang di lantai dua Satreskrim Polres Mojokerto. Polisi yang memeriksa juga belum bersedia memberikan keterangan, karena pemeriksaan belum selesai. “Belum selesai. Nanti saja ke Pak Kasat kalau pemeriksaan sudah selesai,” ujar seorang penyidik. Terkait perkosaan terhadap korban, polisi menemukan bercak sperma di kemaluan Fita. Diduga, sperma itu milik Yunan. “Kami masih mendalami. Dugaan sementara itu dilakukan untuk AT JAjaran Sat Reskrim Polres Mojokerto terus mendalami kasus pembunuhan terhadap Fita Fitria Dewi, mahasiswi Unipa Surabaya. Sedikitnya 10 saksi sudah dimintai keterangan, termasuk Sinta, istri Yunan yang kini tengah hamil delapan bulan. Kemarin Sinta datang bersama ibunya. Mereka berada di lantai dua Satreskrim Polres Mojokerto. Perempuan berkulit kuning langsat ini tak menyangka kalau suaminya ternyata seorang pembunuh. Namun sayang, kemarin Sinta memilih untuk menutup mulut terhadap wartawan. Sinta terlihat berbincang-bin- N Istri Yunan Hamil Delapan Bulan MELIND U surabaya, surya - Pihak Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya menindak tegas dua mahasiswanya yang terlibat pembunuhan terhadap Fita Fitria Dewi (21), mahasiswa tata busana semester VII. Dua mahasiswa yang dipecat dengan tidak hormat itu adalah Restu Eka Briantitasari (23) dan Yunanda Bagus Putra (25), keduanya sama-sama jurusan seni KESLOP POLSEK 5 Satu perampok, Sampurno, dibekuk, Minggu (17/11) pagi, dalam kondisi lemas, karena punggungnya tertembak. Pukul 10.00 WIB, Sampurno tewas di RSU Prof dr Soekandar Mojosari. grafis: surya/rendra Banyuwangi Beach Jazz Festival Rani dan Mbok Temu Pukau Pantai Boom Perpaduan musik etnik dan modern menjadi suguhan apik dalam Banyuwangi Beach Jazz Festival (BBJF) di Pantai Boom, Banyuwangi, Sabtu (16/11) malam. Dua pengisi acara membuat suasana pantai di pinggir Selat Bali itu semakin romantis, yakni Syaharani and Queenfireworks (SQF) dan Trio Lestari. Trio Lestari, grup vokal yang digawangi tiga penyanyi tenar Indonesia Tompi, Glenn Fredly, dan Sandy Sondoro. SURYA/SRI WAHYUNIK BBJF - Temu (kiri) dan Syaharani ketika tampil di Banyuwangi Beach Jazz Festival, Sabtu (16/11) malam. S yaharani dan kelompoknya, Queenfireworks (SQF) menjadi pembuka acara itu. Rani - panggilan akrab Syaharani -menghentak penyuka musik jazz melalui 'No More Blues'. Ia menyanyikan lagu itu secara nge-rock. Meski banyak yang tidak hafal lirik lagunya, pengunjung menyukai penampilan Syaharani dalam No More Blues. Setelah itu, Cheek to Cheek yang dipopulerkan Frank Sinatra, mengalun. Setelah lagu ketiga, Rani memberikan kejutan. Ia memanggil Mbok Temu. Sontak, menjeritlah sebagian penonton. Temu Misti merupakan maestro Gandrung asal Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Rani memanggil Mbok Temu ke panggung diajak untuk berkolaborasi. Tidak hanya menyanyi bersama Mbok Temu, ■ KE HALAMAN 7 follow @portalsurya
  2. 2. Road to election SENIN, 18 NOVEMBER 2013 surya.co.id | surabaya.tribunnews.com | Ical Diingat karena Kasus Lapindo ■ Hasil Survei Lembaga Klimatologi Politik Surya, surya - Popularitas Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Ical Bakrie sebagai calon presiden ternyata masih di bawah popularitas Ical dalam kasus lumpur Lapindo. Hal ini terungkap dalam survei terakhir yang dilakukan Lembaga Klimatologi Politik (LKP) pada tanggal 1-10 November 2013 yang dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Pertanyaan yang dipaparkan oleh LKP adalah Apakah yang pertama-tama Anda ingat jika mendengar nama tokoh tersebut? LKP menjabarkan 12 tokoh yang merupakan ketua umum partai politik. Hasilnya, sebanyak 34,9 persen responden mengasosiasikan nama Ical dengan kasus lumpur Lapindo. Sementara itu, 25,7 responden mengasosiasikan Ical sebagai calon presiden, 19,9 persen sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dan 19,5 persen sebagai pengusaha. Dengan kata lain, nama ARB kurang melekat dengan posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar, ujar CEO LKP Usman Rachman dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (17/11). Berdasarkan survei LKP, popularitas Ical sebagai capres disalip oleh Ketua Umum Partai Hanura Wiranto yang dikenal storyhighlights ■ Survei terbaru menunjukkan elektabilitas Aburizal Bakrie stagnan. ■ Lebih diingat karena kasus lumpur Lapindo ketimbang sebagai Ketua Umum Golkar. publik sebagai calon presiden, yakni sebesar 34,3 persen. Nama-nama lainnya yang kerap muncul sebagai capres seperti Prabowo Subianto dan Jokowi tidak dilibatkan dalam survei. Pasalnya, keduanya bukan ketua umum partai. Untuk itu, Usman menyarankan perlunya Golkar membuka peluang calon presiden (capres) alternatif karena elektabilitas Aburizal Bakrie stagnan dan cenderung diberitakan negatif terkait bencana lumpur di Sidoarjo. Ini akan menunjukkan kesan ke publik bahwa Golkar tidak kekurangan kader berkualitas dan potensial, katanya. Partai Golkar diperkirakan akan bernasib seperti Pemilu 2004 pada Pemilu 2014 mendatang. Pada saat itu, Partai Golkar keluar sebagai pemenang pemilu, tetapi calon presiden yang diusungnya gagal meraih kemenangan. Jika pencapresan ARB terus berlanjut, Partai Golkar diprediksi akan mengalami nasib serupa pada Pemilu 2004, ujar Usman Rachman. Berdasarkan survei elektabilitas yang dilakukan LKP, Partai Golkar selalu berada di posisi pertama atau minimal posisi kedua dengan kisaran angka elektabilitas 20 persen. Untuk itu, Usman menyarankan Golkar perlu membuka peluang calon presiden (capres) alternatif. Adanya calon alternatif sekaligus menunjukkan kesan ke publik bahwa Golkar tidak kekurangan kader berkualitas dan potensial, ucapnya. Selain itu, kalaupun tetap mengusung sosok Aburizal Bakrie, Golkar harus mencari calon wakil presiden seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Usman menuturkan, soal sosok cawapres, Golkar perlu memperhatikan karakteristik pemilih yang kebanyakan berasal dari Jawa dan beragama Islam. Selain itu, ia juga harus mempertimbangkan soal pemilih perempuan yang kini sudah relatif seimbang dengan pemilih laki-laki. (ant/kompas.com) Kecil, Peluang JK Menang Lewat PKB Selain berbicara mengenai kans Aburizal Bakrie menjadi presiden, CEO Lembaga Klimatologi Politik (LKP) Usman Rachman juga menilai peluang Jusuf Kalla memenangi Pilpres melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurut Usman, peluang Jusuf Kall menang lewat PKB cukup kecil karena tidak akan mendapat suara para pendukungnya dari Partai Golkar. Selain itu, basis dukungan PKB yakni Nahdlatul Ulama juga belum tentu solid, ucapnya JK, kata Usman, bisa maju sebagai capres dengan menggunakan kendaraan politik Partai Golkar. Namun, dilihat dari perbandingan elektabilitas tokoh- tokoh Golkar, JK juga masih kalah dengan Ical. Berdasarkan survei elektabilitas yang dilakukan LKP pada tanggal 1-10 November 2013, Ical berada di tempat teratas dengan dukungan sebesar 19,6 persen. Selanjutnya diikuti Jusuf Kalla (15,2 persen), Priyo Budi Santoso (13,9 persen), dan Akbar Tanjung (7,9 persen). Sebelumnya, sebagian besar Dewan Pengurus Wilayah PKB menyatakan dukungannya kepada JK untuk maju sebagai capres dari PKB. Selain JK, juga ada nama Mahfud MD dan Rhoma Irama yang sama-sama mengklaim mendapat dukungan dari PKB. (kompas.com) antara/puspa perwitasari Capres Golkar - CEO Lembaga Klimatologi Politik Usman Rachman (kiri) bersama peneliti LKP Hairan Tula (kanan) menjawab pertanyaan wartawan tentang hasil survei elektabilitas capres Golkar di Jakarta, Minggu (17/11). LKP menilai perlu ada wacana capres alternatif dari internal partai Golkar untuk mendongkrak perolehan suara dalam Pemilu 2014. PPATK Usul Hukuman Naming and Shaming ■ Jika Caleg dan Parpol Tak Laporkan Dana Kampanye JAKARTA, surya - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat aturan yang mewajibkan partai politik dan calon legislatif membuat dan melaporkan rekening dana kampanye. Nantinya, rekening dana kampanye tersebut haruslah dilaporkan ke KPU dan diteruskan ke PPATK. Wakil Ketua PPATK Agus Santoso mengatakan, PPATK telah berkoordinasi dengan KPU untuk membahas rencana pembuatan aturan tersebut. Tujuannya, agar seluruh aliran dana kampanye khususnya caleg dapat ditelusuri PPATK sehingga, meminimalkan masuknya dana kampanye yang berasal dari sumber tak jelas. Saya sudah ketemu dengan tim dari KPU untuk finalisasi kerjasama supaya caleg-caleg itu (melaporkan dana kampanye). Jadi bukan hanya rekening parpol yang dilaporkan,” kata Agus akhir pekan lalu di Jakarta. Agus mengatakan, untuk merealisasikan aturan tersebut sebe- narnya bukanlah perkara sulit. Caleg dan parpol yang telah membuat rekening khusus yang menampung dana kampanye tinggal melaporkan nomor rekening tersebut ke KPU. Kemudian, oleh KPU nomor rekening tersebut diteruskan PPATK untuk ditelusuri, ucapnya. Meskipun demikian, kata Agus, KPU dan PPATK tetap tak dapat memaksa para caleg dan parpol yang enggan melaporkan nomor rekening dana kampanyenya. Pasalnya, tak ada sanksi pidana yang diberikan kepada mereka jika menolak melaporkan rekening tersebut. PPATK, lanjut Agus, mengusulkan kepada KPU agar menjatuhkan sanksi moral kepada para caleg dan parpol yang enggan melaporkan dana kampanye. Menurut Agus, hal itu dinilai cukup efektif agar masyarakat dapat menilai sendiri para calon wakil rakyat yang akan mewakili mereka di kursi dewan. “Nanti kita usulkan sanksinya. Bukan hukum (pidana) tapi naming and shaming. Menyebutkan nama dan mempermalukan. Kita akan umumkan nama-nama caleg mana yang tidak mau melaporkan rekening dana kampanyenya,” tandasnya. (kompas.com) INTER-NAS 10 Narapidana di Jambi Kabur Tribunnews/rachmad hidayat NASIB TKI - Wilfrida Soik saat digandeng petugas menuju ruang sidang di Kelantan Malaysia, Minggu (17/11). TKI asal NTT ini terancam hukuman mati setelah didakwa membunuh majikannya pada 2011 silam. Wilfrida Punya Peluang Lolos Hukuman Mati KELANTAN, surya - Wilfrida Soik, perempuan TKI asal Kabupaten Belu, NTT, yang tengah didakwa membunuh orangtua majikannya di Malaysia dan dituntut hukum mati, dipastikan masih di bawah umur saat dugaan peristiwa itu terjadi. Ketua tim kuasa hukum Soik, Tan Sri Mohammad Shafee, memastikan hal itu ke depan majelis hakim Mahkamah Tinggi kota Baru, Kelantan, Malaysia, Minggu (17/11). Dalam sidang kemarin, Tim Pengacara Wilfrida Soik yang ditunjuk Pemerintah telah menyampaikan hasil uji pemeriksaan tulang dan gigi Wilfrida sekaligus akan mengajukan kembali pemeriksaan ulang psikiatrik. Sidang Wilfrida akan dilanjutkan pada 22 Desember 2013 untuk mendengarkan keterangan dari dokter psikologi, untuk memastikan kejiwaan Wilfrida. Dengan adanya bukti Wilfrida masih di bawah umur, ada peluang Wilfrida akan lolos dari vonis hukuman mati. Pengacara Wilfrida melakukan pembelaan dengan berbagai argumentasi antara lain bahwa Wilfrida melakukan pembunuhan secara spontan dan tidak direncanakan. Sementara itu, ketika peristiwa terjadi, usia Wilfrida sesungguhnya masih berada di bawah usia 18 tahun dan tidak sesuai dengan yang tertera di paspor yaitu 21 tahun, kata Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Minggu (17/11). Di lain pihak, pada saat pembunuhan terjadi, Wilfrida dalam keadaan tertekan dan mengalami gangguan jiwa, lanjut Muhaimin. Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang kemarin juga hadir dalam persidangan berharap hakim membebaskan Wilfrida karena ada bukti yang menyatakan Wilfrida masih di bawah umur. Saya berharap Wilfrida dibebaskan karena sebetulnya telah ada bukti surat kelahiran dari Keuskupan Atambua bahwa Wilfrida Soik di bawah umur ketika direkrut oleh sindikat perdagangan manusia dan dipekerjakan di Malaysia, ungkap Rieke. Upaya pembebasan Wilfrida, bagi Rieke, akan jadi secercah harapan yurisprudensi bagi 174 TKI lain yang sedang menunggu vonis hukuman mati di Malaysia. tribunnews) ( join facebook.com/suryaonline JAMBI, surya - Sebanyak 17 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas II Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, kabur dari sel tahanan dengan cara menjebol atap plafon. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (17/11) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB Mereka kabur dengan cara menjebol plafon pada salah satu ruangan sel tahanan napi, kata Kepala Divinsi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jambi Wahidin ketika dikonfirmasi, Minggu kemarin. Usai menjebol plafon dan menggunakan kain sarung untuk memanjat dinding tahanan, katanya. Informasinya, baru 10 orang napi yang berhasil memanjat hingga sampai di luas lapas. Sedangkan lima narapidana lainnya gagal memanjat karena kain sarung yang disambungsambungkan tersebut putus. Alhasil, lima orang narapidana ini gagal kabur, dan mereka akhirnya berhasil diamankan kembali oleh petugas lapas. Sedangkan dua orang lainnya, masih berada di dalam lapas. Polisi Polda Jambi bersama petugas Lapas saat ini terus melakukan pengejaran. Diyakini 10 orang ini masih belum keluar dari Jambi karena polisi sudah memblokir seluruh akses keluar Saat ini petugas di Bangko masih melakukan pengejaran, kata Wahidin. (ant) www.tunjungan.co.id BALAI LELANG TUNJUNGAN www.tunjungan.co.id PENGUMUMAN LELANG KEDUA EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Berdasarkan pasal 6 UU Hak Tanggungan No. 4 Th. 1996, PT. Bank Central Asia, Tbk Kanwil VII Malang akan melakukan lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember, melalui jasa pra lelang PT. Balai Lelang Tunjungan terhadap debitur a.n Agnes Susanti dengan objek lelang : Sebidang tanah dan bangunan seluas 159 m2, SHM No. 226, a.n Agnes Susanti, terletak di Ds. Silo, Kec. Silo, Kab. Jember. Alamat : Jl. Raya Silo. H. Limit : Rp. 120.000.000,- Jaminan : Rp. 100.000.000,Yang diselenggarakan pada : Senin, 2 Desember 2013, Waktu 11.00 WIB Bertempat di Kantor KPKNL Jember, Jalan Slamet Riyadi Nomor 344 A, Jember Syarat - Syarat Lelang : 1. Peserta lelang wajib menyetor uang jaminan lelang ke rekening a.n. Penampungan Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember, No. 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cab. Jember Alun-Alun, yang sudah masuk dan efektif diterima paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum hari lelang. Peserta Lelang wajib mendaftarkan diri sebelum lelang dimulai dengan membawa asli dan copy identitas diri (KTP/SIM) serta bukti asli slip setoran jaminan. Peserta yang tidak memenangkan lelang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun dengan menunjukkan asli bukti setoran dan Kartu Identitas diri. 2. Peserta lelang wajib melakukan penawaran paling sedikit sama dengan harga limit serta wajib menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Peserta Lelang yang tidak melakukan penawaran lelang dan bagi penyetor jaminan yang tidak hadir pada saat lelang dikenakan sanksi tidak diperbolehkan mengikuti lelang selama 3 (tiga) bulan di Wilayah Kerja Kanwil X Surabaya. 3. Peserta yang ditunjuk sebagai pemenang lelang wajib melunasi kewajibannya selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang ditambah Bea Lelang Pembeli sebesar 2% dari harga terbentuk ke rekening tersebut di atas, apabila tidak dilunasi, maka pemenang dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan disetorkan ke kas Negara. 4. Apabila karena suatu hal terjadi pembatalan dan atau penundaan pelaksanaan lelang terhadap salah satu atau beberapa obyek tersebut di atas, maka pihak-pihak yang berkepentingan tidak diperkenankan melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Jember, PT. Bank Central Asia, Tbk Kanwil VII Malang dan PT. Balai Lelang Tunjungan. 5. Bagi peminat dapat melihat obyek yang akan dilelang pada alamat tersebut di atas, sejak pengumuman ini sampai dengan lelang. Semua obyek dijual DALAM KONDISI SESUNGGUHNYA, DI LOKASI DENGAN SEMUA CACAT DAN KEKURANGANNYA, kami menganjurkan peminat lelang untuk memeriksa asset sebelum mengikuti lelang. Informasi lebih lanjut hubungi Pelaksana Pra Lelang PT. Balai Lelang Tunjungan. Syarat-syarat lainnya ditentukan pada saat pelaksanaan lelang. Malang, 18 Nopember 2013 PT. Balai Lelang Tunjungan PT. Bank Central Asia, Tbk Kanwil VII Malang KPKNL Jember INFO HUB : 0812.3024.1055 / 081.990.900.633 / 085.655.432.672 / 031 - 545.19.45 follow @portalsurya
  3. 3. Surya Biz surya.co.id | surabaya.tribunnews.com | | 15/11 PERKIRAAN PASAR 17/11 DOLAR AS/TROY OUNCE (24 KARAT) 1.283.35 Rp 483.000/gram KURS VALAS HALAMAN HARGA EMAS SENIN, 18 NOVEMBER 2013 MATA UANG 1.290.18 KURS JUAL KURS BELI CNY 1,893.86 1,874.95 SGD 9,322.05 9,226.76 THB 368.39 363.90 USD 11,619.00 Desak Tunda Bangun Hotel 11,503.00 sumber: bank indonesia ■ PHRI Jatim Kirim Permohonan ke Gubernur SURABAYa, surya - Kemunculan hotel-hotel baru terbukti memicu persaingan yang cukup ketat di bisnis perhotelan di Surabaya. Bahkan, untuk hotelhotel kelas tertentu, tingkat okupansinya anjlok dan berimbas dengan penutupan bisnisnya. Kondisi ini membuat prihatin kalangan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur. Karenanya, mereka menginginkan segera diberlakukan moratorium (penundaan) pembangunan hotel di sejumlah daerah di Jatim. Wakil Ketua PHRI Jatim, M Soleh mengatakan, keinginan itu mencuat sejak PHRI menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Surabaya beberapa waktu lalu. Rencananya, dalam waktu dekat, PHRI akan mengirim surat permohonan moratorium kepada Gubernur Jatim, serta sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terindikasi mengalami over supply hotel. “Kami ingin seperti di Kota Batu, yang walikotanya sudah melakukan moratorium, dan untuk sementara tidak memberi izin pembangunan hotel-hotel baru,” ujar Soleh, akhir pekan lalu. Moratorium ini, lanjut Soleh, menyasar hotel-hotel kelas tertentu yang telanjur over supply. Artinya, antara satu daerah dan daerah lainnya akan berbeda kategori hotel yang diharapkan terkena moratorium. Di Surabaya misalnya, penundaan pembangunan hotel diha- storyhighlights ■ PHRI Jatim desak ada moratorium pembangunan hotel ■ Permohonan itu ditujukan untuk hotel-hotel kelas tertentu yang sudah over supply. ■ Khusus di Surabaya, penundaan pembangunan berlaku untuk hotel budget, hotel bintang satu dan nonbintang rapkan berlaku pada hotel-hotel budget, hotel bintang satu, dan hotel nonbintang. Memang, jumlah hotel dengan kategori tersebut di Surabaya terlampau banyak. Hal itu menyebabkan tingkat okupansi masing-masing hotel anjlok. Tak sedikit pula hotel-hotel yang tingkat penghunian kamar (TPK) menurun, akhirnya ditutup. Sepanjang 2013 saja, berdasarkan catatan Soleh, setidaknya ada lima hotel di Surabaya yang telah dijual pemiliknya. Untungnya, hotel-hotel yang dijual itu merupakan hunian yang sudah 10 tahun berdiri, sehingga diperkirakan telah mencapai BEP (break even point). “Selain over supply, okupansi hotel bintang satu juga terus turun karena hotel-hotel di atasnya (bintang dua) banyak yang menawarkan tarif bintang satu. Ini dilakukan bintang dua untuk menyiasati rendahnya okupansi, sementara biaya overhead dan biaya tetap, terus jalan,” paparnya. Paling Rendah Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim, TPK di hotel bintang satu di Jatim tercatat paling rendah ketimbang hotel berbintang lainnya. Sepanjang Januari hingga September tahun ini, okupansi tertinggi terjadi Mei 2013 sebesar 41,12 persen. Sementara, okupansi terendah tercatat pada Januari 2013 sebesar 27,10 persen. Menurut Kepala BPS Jatim, M Sairi Hasbullah, tingginya okupansi pada periode Mei 2013 juga terjadi pada hotel bintang 2 dan bintang 3. Di bulan itu, masing-masing dengan okupansi 55,75 persen dan 49,04 persen. Sementara, hotel bintang empat dan lima, menikmati okupansi tertinggi pada Juni dan April. Pada hotel bintang empat, okupansi pada Juni 2013 tercatat 70,77 persen. Sedang hotel bintang lima merasakan okupansi tertinggi pada April 2013 sebesar 73,89 persen. Secara khusus, pada September 2013, TPK hotel berbintang di Jatim 50,73 persen atau naik 6,6 poin dibandingkan TPK Agustus 2013 sebesar 44,13 persen. “Menurut klasifikasi bintang, TPK hotel bintang empat pada September 2013 mencapai 64,29 persen dan merupakan tertinggi dibanding TPK hotel berbintang lainnya,” ujar Sairi. (ben) surya/sugiharto WAGON R - Dari kanan, Brand Marketing PT Suzuki Indomobil Sales, Daniel berdialog dengan Presdir PT United Motors Centre Michael Mardanus, Direktur PT UMC, Prabowo L, dan Area Manager BIT Jatim, Bellyanto, disamping Suzuki Wagon R GX Sporty saat launching di Ciputra World Surabaya, Sabtu (16/11). Suzuki Wagon R dibanderol Rp 80,3 juta untuk tipe GA, Rp 93,2 juta tipe GL dan Rp 103,2 juta untuk tipe GX. Target Jual 200 Mobil Per Bulan di Jatim surabaya, surya - Mobil murah benar-benar menyedot perhatian konsumen. Ini dialami PT United Motors Centre Suzuki Jatim, saat meluncurkan Karimun Wagon R di Mal Ciputra World Surabaya (CWS). Akhir pekan lalu, Sabtu (16/11), tak kurang dari 500 lembar SPK (Surat Pesanan Kendaraan) mobil Suzuki Karimun Wagon R diterbitkan hanya dalam rentang waktu sore hingga malam. Marketing Communication PT United Motors Centre Suzuki Jawa Timur, Lia Sanly menga- takan, antusiasme masyarakat Surabaya terhadap mobil low car green car (LCGC) ini cukup bagus. “Launching selama jam lima sore sampai jam 21.30 malam menghasilkan 506 SPK,” kata Lia, di kepada Surya, Minggu (17/11). Sebagai dealer utama Suzuki di Jawa Timur, UMC menargetkan penjualan mobil berkapasitas 1.000 cc tersebut di Jatim bisa mencapai 150 hingga 200 unit per bulan atau sekitar 10 persen dari kapasitas produksi secara nasional. Meski demikian, UMC masih akan mengevaluasi kinerja penjualan untuk mempertimbangkan apakah akan mendongkrak kapasitas produksi di tahun mendatang. “Kami akan lihat dulu bagaimana animo konsumen bagaimana dalam 1-2 bulan ini. Tetapi pantauan sementara, permintaannya melampaui harapan kami,” ujar Daniel D Ryan, selaku 4W Marketing Brand Development Group Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Di Surabaya, Karimun Wa- gon R yang sekitar 80 persen komponennya merupakan komponen lokal, akan dijual seharga (on the road) Rp 80.3 juta untuk tipe GA, lalu Rp 93,2 juta untuk tipe GL, dan Rp 103,2 juta untuk tipe GX. Sebelumnya, bertepatan dengan momen Hari Pahlawan, 10 November lalu, PT Suzuki Indomobil Sales menyelenggarakan Grand Launching Karimun Wagon R di Jakarta. Pelaksanaan event ini juga menandai dibukanya secara resmi penjualan mobil murah ini. (ben) Perlu Ada Aturan Hotel Baru  Rencana PHRI Jatim melakukan moratorium, membatasi pertumbuhan hotel baru, khususnya di kelompok hotel bintang dua ke bawah, mendapat dukungan dari pelaku binis perhotelan. Meski pro dan kontra pendapat muncul, tetapi secara prinsip dukungan untuk pengaturan bisa diterima pelaku usaha perhotelan. GM Hotel Bekizaar, Masduki menyebut, kondisi persaingan di hotel kelompok budget di Surabaya memang semakin terasa berat. “Sekarang ketat banget mungkin masih mendingan, saya tidak bisa membayangkan seperti apa lima tahuin ke depan,” ujar Masduki, Minggu (17/11). Ia setuju jika ada pengaturan hotel baru. “Memang seharusnya pemerintah mulai membatasi, memperketat seleksi,” tambahnya. Corporate Director of Marketing Communications Archipelago International, FM Anindita mengakui, persaingan ketat di bisnis hotel terjadi di kota-kota besar, tetapi untuk di kabupaten masih ada peluang. “So far, meski banyak hotel bermunculan, di daerah seperti Surabaya terkadang masih susah cari hotel kosong. Semua penuh, tetapi untuk hotel baru, secara prinsip kami juga tergantung investor yang mengajukan. Kalau secara regulasi dibatasi ya tentu kami menyesuaikan,” ujar Dita, penggilan FM Dita. Ia juga menyebut, perang tarif hotel saat ini terlihat jelas. Bukan hanya tarif hotel budget yang disebut bisa mengganggu hotel di kelas bawahnya. Tarif hotel bintang tiga dan empat, bahkan bintang lima, juga bisa mengganggu tarif hotel budget. Meski banyak hotel budget, sebenarnya banyak juga tamu yang memilih ke hotel melati, tetapi tentunya jika hotel tersebut memiliki fasilitas dan layanan yang bagus dan bersaing, ujar pengelola brand Fave Hotel, Neo dan Quest ini. (rey) Siap-siap Harga Daging Naik Lagi surabaya, surya - Harga daging sapi segar di Jatim diperkirakan akan kembali melonjak dalam waktu dekat. Kondisi perdagangan sapi siap potong yang dinilai pedagang dan jagal sapi tak juga membaik, membuat mereka memutuskan mendongkrak harga jual daging segar. Rencana kenaikan harga daging segar di pasar tradisional di Jatim mengemuka setelah hampir semua harga pasar daging segar di Jatim mencapai kisaran rata-rata Rp 95.000 per kg. Pedagang daging sapi yang selama ini mengambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Krian menjadi kelompok pedagang yang akhirnya mendongkrak harga jualnya. Jika sebelumnya masih jual dengan harga miring, kini mereka akhirnya menawarkan daging sapi dengan harga sama seperti pedagang lain. Salah satu pedagang daging di Krian, Ahmad Mashrul Anam mengatakan, pedagang dan jagal sapi di PRH Krian sempat mogok dua hari (kamis, 14/11 hingga Jumat, 15/11-Red) karena kondisi harga sapi dan pasar yang merugikan. Pedagang akhirnya kembali memotong sapi pada Sabtu (16/11), dengan menetapkan harga jual daging yang baru. “Kami menaikkan harga ratarata Rp 5.000, dari biasanya harga grosir Rp 90.000 jadi 95.000, surya/sugiharto Naik lagi - Harga daging sapi segar terancam naik lagi. Ini sebagai imbas kenaikan harga jual sapi hidup yang melonjak Rp 2 juta per ekor. itupun para pedagang banyak yang merugi,” ujar Anam, Minggu (17/11). Ia menyebut, harga jual sapi hidup rata-rata melonjak Rp 2 juta per ekor. “Saya sendiri kemarin beli lima ekor, rugi per ekor bisa Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Dengan kenaikan Rp 5.000 rasanya belum mencukupi, minggu depan pasti naik lagi,” tambah Anam. Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim Muthowif mengatakan, pedagang daging di Krian terhitung pada Minggu (17/11), telah menetapkan harga baru. “Krian saja yang selama ini join facebook.com/suryaonline menjual daging dengan harga murah akhirnya juga menaikkan harga, karena pedagang tidak kuat menahan harga,” ujarnya, Minggu (17/11). Berdasarkan kondisi terakhir ini, pedagang daging dan sapi mulai berinisiatif kembali menaikkan harga jual. “Selama ini pedagang berusaha menahan harga agar tetap terjangkau pelanggan, tetapi kalau sapi sulit didapat dan harga tinggi, kami juga sulit tidak menaikkan harga. Pemerintah tolong buat kebijakan, jangan hanya melihat sisi peternak saja, lihat juga masyarakat selaku konsumen,” pesan Muthowif. (rey) Kami persembahkan OBH Combi dalam kemasan baru. Efektif meredakan batuk dengan kehangatan yang melegakan. OBH Combi, kehangatan yang melegakan. Kehangatan Indonesia. Tiap 5 mL sirup mengandung: Succus Liquiritiae Extract 167 mg, Paracetamol 150 mg, Ammonium Chloride 50 mg, Ephedrine HCl 2,5 mg, Chlorpheniramine Maleate 1 mg. No. Reg. DTL1004132037A1 follow @portalsurya
  4. 4. LIPSUS ELEKTRONIK SENIN, 18 NOVEMBER 2013 surya.co.id | surabaya.tribunnews.com | Kamera Saku Makin Lesu ■ Efek Pesatnya Teknologi Smartphone surabaya, surya - Perkembangan teknologi benarbenar tidak ada habisnya. Kemunculan teknologi baru selalu diikuti oleh kematian teknologi lainnya yang lebih lawas. Hal yang sama terjadi pada teknologi fotografi. Kamera saku digital (compact camera) dulu muncul menggantikan teknologi kamera analog yang masih membutuhkan media film untuk pencetakan gambar. Saat ini, bisa dibilang tidak banyak lagi penggila fotografi yang mempertahankan penggunaan kamera analog setelah kehadiran kamera saku digital yang lebih efisien dalam pengambilan maupun pengiriman gambar. Meski sanggup bertahan cukup lama, kamera saku digital kini harus bersiap tersingkir. Pesaing paling potensial, tak lain dan tak bukan adalah ponsel-ponsel pintar berkamera yang mengusung lensa-lensa berkualitas mumpuni. “Sekarang penjualan kamera saku digital kurang begitu bagus karena digantikan ponsel-ponsel berkamera bagus,” kata Ratno, customer service toko perlengkapan kamera Sentra Digital di Marina Plaza, Surabaya, Sabtu (15/11). Menurut Ratno yang hampir kamera saku ■ Kamera saku digital (digital pocket camera) adalah kamera otomatis dengan format pengambilan gambar dan penyimpanan digital ukuran kecil, ringan sehingga mudah dibawa. ■ Kamera ini telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti kemampuan menangani pencahayaan lemah dan fokus. ■ Salah satu kekurangannya adalah mengelola objek secara profesional dan artistik serta tiadanya aksesori pendukung seperti tukar pasang lensa dan filter. setiap hari berkutat dengan kamera dan aneka aksesori serta perangkat pendukungnya, beberapa ponsel pintar telah mengusung kamera-kamera dengan lensa semakin baik. Misalkan, ponsel Sony Experia yang kameranya mampu menghasilkan gambar dengan kualitas yang menyaingi beberapa produk kamera saku digital. Selain ponsel pintar, kamera-kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflex) membuat keberadaan kamera saku digital pelan-pelan tersingkir. Masyarakat, khususnya yang berduit, cenderung membeli jenis-jenis kamera seperti ini karena sensornya lebih besar, mendukung penangkapan cahaya jauh lebih banyak. “Selain digeser ponsel, penjualan kamera saku digusur kamera DSLR. Untuk sekarang ini, kamera DSLR masih aman dan belum digusur oleh kamera ponsel,” papar Ratno. Canon Division Director PT Datascrip, Merry Harun pernah menyebutkan, penjualan kamera saku digital hingga Triwulan III-2013 terasa stagnan. Hal ini membuat distributor resmi Canon itu tak merevisi target penjualan di tahun 2013. Kalau pada 2012, penjualan kamera saku digital Canon bisa mencapai 330.000 unit, maka tahun ini target penjualan tetap dipertahankan di angka itu. Sedangkan, hingga Triwulan III-2013, penjualan baru mencapai sekitar 220.000 unit. Pencapaian ini sebanding dengan tingkat penjualan pada periode yang sama di tahun lalu. Kami bersaing dengan smartphone yang menawarkan kamera sehingga penjualan Resolusi Besar hingga Lensa Akurat Beberapa ponsel pintar berkamera berpotensi menggusur keberadaan kamera digital, khususnya compact camera. Setidaknya, ada beberapa jenis ponsel yang saat ini mengandalkan fitur kamera untuk mendongkrak popularitas. Sebut saja Nokia Lumia 1020 yang mengusung kamera beresolusi 41 megapiksel, yang diklaim sebagai resolusi terbesar yang pernah dipasang pada smartphone. Lumia 1020 yang diluncurkan pertengahan tahun ini, memiliki lensa berteknologi Carl Zeiss yang akurasinya jauh lebih bagus ketimbang lensa yang belum memakai Carl Zeiss. Ponsel berbasis sistem operasi Windows ini juga didukung Xenon Flash yang mampu menghasilkan kilatan cahaya lebih terang dibandingkan LED Flash. Selain Lumia 1020, ponsel lain yang digadang-gadang mampu menggusur kamera saku digital adalah Sony Experia Z1 yang memiliki resolusi hingga 20,7 megapiksel. Bagi pehobi fotografi yang ingin memaksimalkan fungsi kamera pada ponsel ini, Sony juga meluncurkan QX Smart Lens series. Perangkat ini adalah aksesori lensa tambahan yang memungkinkan Experia benar-benar beralih fungsi menjadi kamera surya/sugiharto kecepatan tinggi - Dua orang pramuniaga mencoba fasilitas kamera di ponsel Huawei P6. Smartphone ini diklaim dilengkapi kamera berkecepatan tinggi. karena adanya fitur lensa zoom, sensor gambar, serta chip processing. Beberapa seri lensa ini di antaranya QX100 yang memiliki sensor berukuran 20 megapiksel dan QX10 yang punya sensor lebih kecil dengan ISO maksimal 3200. Lensa tambahan ini terkoneksi langsung dengan ponsel melalui internet nirkabel atau WiFi untuk fungsi pengendaliannya. Koneksi ini juga memungkinkan hasil jepretan langsung join facebook.com/suryaonline dibagikan ke internet. “Lensa ini rencananya dirilis November. Nanti kami umumkan lagi informasi waktunya,” kata Marketing Manager Sony Mobile Communications Indonesia, Ika Paramita. Selain kedua produk, mereka lain adalah Samsung Galaxy S4 Zoom yang mengusung resolusi 16 megapiksel, dengan sensor CMOS, serta iPhone 5S yang dibekali kamera resolusi 8 megapiksel. (ben) surya/sugiharto kurang diminati - Karyawan merapikan kamera saku yang dipajang di Sentra Digital Plasa Marina Surabaya, Minggu (17/11). menjadi sedikit sulit,” ujar Merry. Pertumbuhan penjualan jutru terjadi pada produk kamera DSLR entry point dan profesio- nal. Hal ini didorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kamera profesional untuk menghasilkan gambar berkualitas. Ada Kekurangan tapi Tetap Jadi Andalan Keberadaan kamera digital dinilai belum bisa digusur oleh banyaknya smartphone yang melengkapi teknologi kameranya dengan beragam fitur. Meningkatnya pengguna belum menjadi acuan untuk menyebut kamera digital telah tergerus. Salah satu fotografer senior, Budi Sugiharto menyatakan, kehadiran fitur kamera yang supercanggih di beberapa smarphone masih belum bisa menggeser keberadaan kamera digital. “Smartphone tetap susah menggeser DSLR maupun kamera saku, karena masih ada kelemahannya seperti untuk kondisi miskin pencahayaan atau jarak jauh, detail nggak keluar,” ujar Budi, Minggu (17/11). Pendiri PocketGraphy Community yang menampung pehobi fotografi yang menggunakan kamera saku dan smartphone ini mengakui, jika sekarang ini banyak smartphone yang serius membenamkan fitur kamera. Fitur untuk mengatasi rendah cahaya sampai sistem manual bisa jadi dimasukkan ke dalam smartphone. Pada momen tertentu, memang hasil kamera smartphone tidak kalah. Buktinya, saya pernah jadi pemenang foto landscape Gunung Bromo. Dari 24 pemenang, hanya saya yang motret pakai BlackBerry,” ungkapnya. Budi Sugiharto juga menyebutkan, saat ini pertumbuhan pengguna kamera smartphone bertambah besar. Salah satu penyebabnya, hampir semua smartphone jualan fitur fotografi. Bahkan, tren teknik fotografi makro kini banyak dilakukan menggunakan kamera smartphone. Lewat pemahaman teknik fotografi yang baik, kelemahan dari kamera smartphone bisa disiasati sedemikian rupa untuk memperoleh hasil maksimal. Foto landscape dan people (human interest) menjadi jenis teknik fotografi yang dapat diperoleh hasil terbaiknya lewat kamera smartphone. Bantuan peralatan tambahan dan pemilihan waktu (pencahayaan) dan jarak yang tepat dalam pengambilan gambar menggunakan kamera smartphone, jadi kunci mendapat hasil istimewa. Tren penggunaan kamera ponsel tidak terlepas pula dari kemudahan mengunduh atau share foto hasil jepretan ke jejaring sosial. Apalagi, beberapa smartphone membekali dengan fitur editing. “Sekarang ini, fotografer, selain membawa DSLR, wajib membawa kamera saku atau smartphone sebagai andalan,” terang Budi Sugiharto. (rey) Hingga akhir tahun, Datascrip mematok penjualan DSLR hingga tak kurang dari 200.000 unit. Sementara hingga kuartal ketiga , Datascrip telah menjual kurang lebih 160.000 unit. Manajer Divisi Image Communication Datascrip, Sintra Wong menyebutkan, pada dasarnya ponsel berkamera tak bisa menandingi keunggulan kamera digital. Sayangnya, selama ini telah terbentuk stigma di masyarakat bahwa resolusi tinggi yang ditawarkan kamera ponsel berarti bahwa kualitas gambar yang dihasilkan sebanding dengan kamera digital. Padahal, masih banyak spesifikasi lain pada kamera digital tapi tak dimiliki ponsel berkamera. Keunggulan spesifikasi inilah yang lantas menentukan kualitas gambar pada kondisi pencahayaan tertentu. ”Inilah yang akan Datascrip edukasikan ke masyarakat,” tambahnya. (ben/bbs) follow @portalsurya
  5. 5. JAWA TIMUR | SENIN, 18 NOVEMBER 2013 surya.co.id | surabaya.tribunnews.com 6 Pemuda Diamankan Polisi ■ Kericuhan Warnai Suran Agung Madiun, surya - Enam pemuda diamankan petugas Polres Madiun menyusul aksi saling lempar batu di Jl Raya Madiun - Surabaya, tepatnya di pertigaan Dumpil perbatasan Desa Gunungsari dan Desa Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Saling lempar terjadi antara warga dan rombongan konvoi pendekar yang hendak pulang ke Caruban dan sekitarnya, Minggu (17/11). Diduga, aksi saling lempar batu ini, disebabkan rombongan konvoi diserang pemuda yang tidak bertanggung jawab dan sengaja ingin membuat keributan pascaacara Suran Agung. Beruntung aksi baku lempar yang sempat memicu kemacetan itu, langsung dihadang petugas gabungan dari Polri, TNI dan Brimob yang bertugas di lokasi. Sehingga kejadian itu, tidak ada korban yang terluka. Meski sempat terjadi kemacetan selama 30 menit di jalur Madiun - Surabaya, namun rombongan para pendekar Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo dapat melanjutkan perjalanan. Usai aksi baku lempar itu, 6 pemuda yang bersembunyi dibelakang pertokoan dan warung yang ada di pertigaan Dumpil langsung diamankan petugas Polres Madiun. storyhighlights ■ 6 Pemuda yang diduga terlibat aksi saling lempar diamankan Polres Madiun. ■ Pelemparan menimpa rombongan konvoi PSHT Tunas Muda Winongo yang hendak pulang setelah mengikuti kegiatan Suran Agung. Namun Kapolres Madiun AKBP Rakhmad Setiyadi mengatakan, hanya ada 5 orang yang diamankan. Mereka dibawa ke ruang pemeriksaan Reskrim untuk dimintai keterangan atas dugaannya keterlibatannya dalam aksi baku lempar batu kepada para rombongan konvoi pendekar. Mereka kami amankan untuk diperiksa lebih lanjut terlibat atau terbukti dalam aksi pelemparan apa tidak. Termasuk terlibat dalam aksi provokasi warga atau tidak. Kami hanya mengamankan orang yang diduga melempar karena belum ada laporan dari korban, jelas Kapolres Madiun, usai berdiskusi pengamanan dengan Kepala Biro Operasional Polda Jatim, Kombes Pol Mamboyng. Kapolres juga mengungkapkan, pihaknya saat ini menyusun sejumlah keterangan dari sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti atas kasus baku lempar itu. Reserse baru bergerak . Sekarang saya minta waktu, karena massa yang dari arah barat belum klir, imbuhnya. Rakhmad mengungkapkan, jika kelima pemuda yang diamankan itu diduga terlibat dalam kasus pelemparan rombongan konvoi pendekar yang hendak pulang. Para pemuda itu sudah berlarian melalui sawah-sawah sejak dari Kelurahan Nglames hingga menuju Desa Gunungsari dan Desa Bagi. Polisi telah mengantisipasi kericuhan pasca Suran Agung dengan memperkuat pengamanan di 13 lokasi titik rawan. Petugas sudah mengimbau untuk menjaga keamanan. Sejak tidak diizinkan konvoi dari Polda Jatim, pihaknya sudah mendorong rombongan dari Ponorogo, Wonogiri, Pacitan dan kota lainnya untuk didorong balik dan tidak masuk ke Madiun. Ribuan pasukan dari Polda Jawa Timur diterjunkan untuk pengamanan Suran Agung di Padepokan Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo di Jl Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. (wan) surya/Sudarmawan Diamankan - Enam pemuda yang diduga terlibat aksi saling lempar rombongan konvoi pendekar PSHT Tunas Muda Winongo yang hendak pulang diamankan polisi, Minggu (17/11). Pukuli Anak, Pos Polisi Digeruduk Massa ■ Kapolres Bakal Beri Sanksi Magetan, surya - Garagara tidak menggunakan helm, Ridwan Fauzi (15) warga Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan babak belur dihajar Bripka Marjianto anggota Pos Polisi 908 Baluk, Karangrejo. Untung tindakan itu diketahui dan dilerai massa, sehingga korban tidak sampai luka parah, Minggu (17/11). Akibat tindakan sewenangwenang itu, Pos Polisi 908 Baluk sempat didatangi massa yang diduga warga Desa Maron. Namun, kedatangan ratusan massa di Pos Polisi 908 Baluk itu berhasil diredam anggota TNI Warga Saradan Larung Tumpeng Raksasa Madiun, surya - Ratusan warga Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun mengarak tumpeng raksasa hasil bumi berupa sayuran, buahbuahan, serta hewan ternak berupa bebek. Tumpeng diarak dari Pendopo Waduk Bening (Waduk Widas) menuju ke tengah waduk, Minggu (17/11). Tumpeng raksasa ini juga berisi pelet makanan ikan serta tumpeng makanan manusia dan hasil bumi itu dilengkapi sejumlah bebek yang bakal di larung ke tengah Waduk Bening. Sebelum dilarung, tumpeng raksasa itu diarak dari Pendopo Waduk Bening menuju tengah waduk bening. Sedangkan ribuan pengunjung dari Kabupaten Madiun, Ngawi dan Kabupaten Nganjuk tumpah ruah menyaksikan acara larung sesaji yang digelar setiap bulan Muharram. Sementara, ratusan warga Pajaran ikut mengarak sejumlah tumpeng diikuti 2 kesenian tradisional yakni grup reog dan tari dongkrek yang merupakan kesenian khas asli Kabupaten Madiun. Larung ini, dipimpin pemuka adat setempat. Acara diawali dengan doa di pelataran sekitar waduk. Meski cuaca mendung, kondisi ini tak mempengaruhi para pengunjung dan warga sekitar tampak antusias mengikuti prosesi larung sesaji. Ketua Panitia Acara Larung Sesaji, Nyoto Marjoko mengatakan, larung sesaji ini dilakukan untuk melestarikan tradisi adat budaya Jawa yang sudah diturunkan nenek moyang sejak dahulu. Selain itu, acara ini digelar untuk memperingati 1 Suro (1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan ini memang sudah menjadi agenda tahunan sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus sebagai wujud syukur serta sedekah atas melimpahnya rejeki yang diterima warga. Selain itu, acara larung sesaji diharapkan mampu menarik wisatawan dan Polri, sehingga aksi anarkis bisa dihindari. Tindakan sewenang-wenang anggota polisi ini bermula saat usai konvoi Suroan Agung anggota pencak silat, korban yang melintas dibelakang konvoi berniat menyeberang dengan mengendarai sepeda motornya. Namun karena tidak mengenakan helm, korban dihentikan Bripka Marjianto. Tidak tahu kesalahannya apa, tahu-tahu anak saya dipegang tengkuknya dan dipukuli berkali-kali hingga terjengkang, untung diketahui masyarakat dan dipisah, kata Robinatun, ibu korban saat mengantar visum anaknya di Puskesmas Karangrejo. Akibat aksi brutal yang dilakukan polisi itu wajah, kelopak mata, bibir dan tengkuk korban memar. Korban napasnya tersengal sengal diduga dadanya juga mengalami shock teratuk benda keras. Robinatun, meminta polisi yang berlaku brutal ditindak sesuai hukum yang berlaku. Mengingat yang menjadi korban anak-anak yang mestinya dilindungi, diayomi dan dilakukan pendekatan yang mendidik, bukan dengan cara kekerasan. Ini negara hukum, saya minta ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai pelaku tidak dikenakan sanksi karena anggota polisi, tandasnya. Buntut aksi kekerasan itu, di Balai Desa Maron dilakukan rapat. Dalam rapat itu polisi mengakui ada perilaku anggotanya yang menyimpang, dan akan memindahkan Bripka Marjianto dari Pos 908 Baluk, serta menindaknya sesuai kesalahan yang dilakukan. Polisi akan bertanggung jawab merawat dan mengobati korban. Sementara Kapolres Magetan AKBP Riky Haznul telah mengamankan anggotanya yang terlibat aksi kekerasan. Anggotanya memukul karena korban mengumpat. Kami tetap akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan, jelasnya. (st40) Perangkat Desa Curi Raskin surya/sudarmawan Diarak - Tumpeng raksasa diarak warga sebelum dilarang di Waduk Bening, Minggu (17/11) untuk memperkenalkan Waduk Bening ke masyarakat. Sekaligus, sebagai wujud rasa syukur para petani ikan atas melimpahnya hasil tangkapan ikan di Waduk Bening, terangnya kepada Surya. Sedangkan tumpeng dengan ukuran raksasa berisi makanan ikan berupa pelet dan makanan hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan dan nasi lengkap dengan lauk pauknya, usai diki- rab tumpeng sesaji kemudian di larung ke tengah Waduk Bening untuk ditenggelamkan. Acara semakin meriah saat hewan ternak yang dilarung menjadi rebutan warga sekitar. Saat seluruh tumpeng dibawa ke atas perahu dan dilarung ke tengah waduk menjadi tontonan puncak yang menarik para pengunjung. Ratusan warga berkerumun di bibir waduk untuk melihat acara ritual itu.(wan) blitar, surya - Apes dialami Tugiman (52), perangkat Desa Ngrendeng, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Dia bermaksud baik namun karena caranya yang salah, ia malah dituduh mencuri beras jatah buat orang miskin (raskin). Buntutnya, Sabtu (16/11) tengah malam itu, ia langsung diamankan di Polsek Selorejo bersama dua warga lainnya, Jarwoto (46), dan Suwaji (40), penjual bakso tersebut. Saat ini ketiganya kami amankan. Namun, kami tetap mengedepankan mediasi. Bila hasil mediasi dengan warga nanti tak ada masalah, ya nggak apa-apa. Namun, kalau nanti menemui jalan buntu dan warga masih menganggapnya mereka mencuri, kami lanjut, kata AKP Sunardi, Kapolsek Selorejo, Minggu (17/11). Menurutnya, kasus ini bermula dari adanya pengiriman beras raskin sebanyak 400 sak. Beras itu diturunkan di balai desa oleh tujuh kuli plus satu sopir. Penerima pengiriman beras itu adalah Tugiman, sebagai kaur umum atau bayan. Sehabis menurunkan beras, para kuli diajak makan. Karena sudah tengah malam, mereka diajak makan bakso dan minum kopi, yang ada di depan balai desa tersebut. Habisnya Rp 70.000. Karena tak ada anggaran buat mentraktir para kuli, Tugiman punya inisiatif dengan diambilkan dua saks beras raskin atau 30 kg. Akhirnya, tengah malam itu, ia minta bantuan Jarwoto, untuk membawakan beras dua sak itu ke Suwaji, penjual bakso. Na- mun apes, saat mengantarkan dua sak beras ke penjual bakso, dipergoki warga dan langsung diteriakinya maling. Meski sudah dijelaskan kalau beras itu buat membayar bakso namun warga tak percaya. Akibat terjadi perang mulut hingga warga berdatangan. Akhirnya petugas datang dan mengamankan ketiganya. Sebenarnya, nggak seperti yang dituduhkan warga itu. Kami memang mengambil beras namun itu buat membayar makannya para kuli angkut, yang habis Rp 70 ribu setelah makan bakso, dan minum kopi, aku Tugiman. Sementara M Tohir, Sekdes Ngrendeng, menuturkan, biasanya memang seperti itu. Sehabis ada kiriman beras, para kuli angkutnya diajak makan.(fiq) Warga Papua Ramaikan Festival Rakyat Jombang, surya - Puluhan warga asal Papua Barat ikut berpartisipasi dalam Festival Prakarsa Rakyat (FPR) di Desa/ Kecamatan Mojowarno, Jombang, yang berlangsung selama tiga hari, Minggu hingga Selasa (17-19/11). Selama mengikuti FPR, mereka lebih sering mengenakan pakaian adat. Selain itu, juga memamerkan hasil kerajinan khas wilayah ujung timur Indonesia itu. Mulai alat musik tifa, kulit kayu, tombak kayu, anak panah, hingga patung asmat.Tak urung keberadaan mereka menjadi tontonan warga setempat. Misalnya, saat digelar karnaval budaya. Sepanjang perjalanan menyusuri rute karnaval, puluhan warga Papua ini mendapat apresiasi warga. Bahkan banyak warga yang berfoto bersama mereka. Selain penampilan Papua, karnaval juga diikuti 21 kelompok dari perwakilan warga Mojowarno, kelompok seni tradisional barongsay, bantengan, paskibra, drumband surya/sutono Meriah - Seniman dari Papua Barat meriahkan Festival Rakyat. siswa SD-SMP, serta komunitas lainnya. Karnaval tak hanya memamerkan atraksi kesenian, melainkan juga mengarak bola sampah raksasa yang terbuat dari barang-barang bekas dan aneka sampah.Barang yang dikumpulkan sepanjang jalan itu sebagai simbolisasi, saatnya rak join facebook.com/suryaonline yat bersatu menyingkirkan sampah-sampah yang mengotori dunia dan merusak kedaulatan bangsa.Salah satu warga Papua Barat yang ikut rombongan, Yahya Bonsapia, mengaku dirinya datang ke Jombang bersama 30 orang untuk mengikuti FPR. Di Papua Barat, mereka tergabung dalam Sanggar Serak. Yakni sanggar yang konsisten mempertahankan nilai budaya adat.Kegiatan mereka mulai dari belajar membuat patung, tarian tradisonal, hingga memainkan alat musik tifa. Saat berada di Mojowarno, puluhan warga Papua ini juga masih sibuk untuk menyelesaikan pembuatan aneka kerjinan khas tanah kelahiran mereka.Ini sebenarnya sudah kita buat di Papua. Di Jombang tinggal finishing. Seluruh karya ini kami pamerkan di ajang FPR, kata Yahya menunjukkan aneka kerajinan asli Papua. Hilmar Farid, Ketua Perkumpulan Praxis, penggagas acara FPR mengatakan, format festival rakyat dipilih sebagai ajang pertukaran gagasan dan pengalaman dalam bentuk diskusi, sejarah tutur, serta pentas seni tradisi bersama masyarakat setempat.Dalam festival itu sebanyak 57 anggota dan 223 simpul organisasi rakyat anggota hadir. Termasuk, tentu saja Sanggar Serak, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. (uto) follow @portalsurya
  6. 6. Jawa Timur tabrakan motor pelajar surya.co.id | surabaya.tribunnews.com HALAMAN | | SENIN, 18 NOVEMBER 2013 Dua pelajar tewas dan dua lainnya luka berat dan ringan akibat dua motor yang mereka tumpangi bertabrakan di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Minggu (17/11). Polisi masih menyelidiki penyebab tabrakan ini. (wan) surya/sudarmawan Lahar Dingin Ancam Infrastruktur Lereng Kelud kediri, surya - Lahar dingin masih menjadi ancaman utama kerusakan infrastruktur di lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri. Karena aliran lahar dingin yang tidak terkendali sejumlah titik jalan mengalami kerusakan. Kerusakan paling parah terjadi di Desa Sugihwaras dekat PDP Margomulyo. Separuh badan jalan amblas tergerus lahar dingin dari lereng Gunung Kelud. Titik jalan yang mengalami kerusakan ini sebenarnya sudah beberapa kali diperbaiki. Namun tetap saja rusak bahkan kali amblas akibar diterjang ban- jir lahar dingin. Menurut Sugito (50) warga setempat kepada Surya menuturkan, setidaknya sudah tiga kali jalan tersebut mengalami kerusakan. Namun setelah diperbaiki kembali, rusak lagi diterjang lahar dingin. Kalau sekarang rusaknya paling parah separuh badan jalan hilang. Biasanya hanya ambrol tebingnya, jelasnya. Di titik lokasi jalan yang rusak sebenarnya dibangun jalan baru untuk pelebaran. Namun pada lokasi itu menjadi pertemuan aliran air dari lereng Kelud. Sehingga saat hujan deras air bercampur lumpur mengalir deras menerjang jalan. Untuk menyelamatkan jalan dari kerusakan lebih parah, dipasang pipa untuk menyalurkan air. Sebenarnya ada selokan dan gorong-gorong untuk mengalirkan air, tapi sudah tertutup material. Sementara tebing jalan yang ambrol di dekat Buk Gluduk telah selesai diperbaiki. Biasanya lokasi tebing jalan ini menjadi langganan kerusakan ketika musim penghujan. Lokasi ini menjadi salah satu titik rawan jalan menuju puncak Gunung Kelud. Sejumlah petugas bantuan komunikasi disiagakan un- tuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan. Lahar dingin Gunung kelud menjadi ancaman yang rutin muncul setiap memasuki musim hujan. Pada bulan Februari 2013, sebuah persimpangan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Desa Karang Tengah, Kecamatan Kandangan, hancur total karena diterjang banjir lahar dingin. Persimpangan jalan utama beraspal yang menghubungkan Dusun Oro-oro Ombo dan Dusun Plumpungrejo hancur total sepanjang sekitar 50 meter akibat terjangan lahar dingin yang mengalir di Sungai Konto. Akibat putusnya jalur tersebut, warga harus mencari jalan memutar untuk menuju pusat Kota Kandangan. Tanggul pengaman yang dibuat di sepanjang bahu jalan ternyata tidak kuat menahan air bercampur batu yang menerjang bersamaan dengan hujan deras. Jalan yang berjarak sekitar 50 meter dari persimpangan itu juga ambles sedalam 20 meter. Selain menghancurkan akses jalan, dampak lain bencana tersebut adalah rusaknya sawah dengan tanaman seperti tebu, cabe, serta padi. (dim) surya/didik mashudi terjangan lahar - Salah satu titik jalan yang rusak diterjang lahar dingin dari Gunung Kelud. Parpol Belum Serahkan Rekening Bank ■ KPU Sampang Kirim Surat ke Parpol surya/muchsin penertiban - Petugas Satpol PP Pamekasan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di Jalan Kabupaten. PKL telah diberi tempat berjualan, tetapi mereka masih membandel berjualan di tempat terlarang. PKL Bandel Bikin Bupati Kegerahan pamekasan, surya - Tampaknya Pemkab Pamekasan mulai gerah menghadapi sikap PKL yang tetap bertahan menggelar dagangannya di atas trotoar di sepanjang Jl Diponogoro dan Jl Kabupaten Pamekasan. Padahal kawasan itu telah dinyatakan bebas PKL. Karena itu, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, meminta aparat untuk menertibkan PKL. “Selama ini pemkab sudah bersikap lunak terhadap PKL dengan memberikan kelonggaran. Namun kelonggaran itu dianggap mengizinkan tetap berjualan,” ujar Achmad Syafii. Menurutnya, sudah waktunya bagi pemkab bertindak tegas terhadap PKL yang melanggar, agar perda yang dibuat tidak diremehkan dan sekadar formali- LINTAS tas. Walau ia menyadari PKL itu berjualan untuk kelangsungan hidupnya. Untuk PKL di Jl Diponogoro, sudah disiapkan di Jl Cokroatmojo dan halaman Pasar Sore Baru, Jl Diponogoro. Sedang untuk PKL di Jl Kabupaten, disiapkan di Pasar 17 Agustus, Jl Pintu Gerbang dan Pasar Kolpajung, di Jl Ronggosukowati. Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Kalam, Minggu (17/11) mengatakan, sudah sewajarnya pemkab bertindak tegas terhadap PKL agar pindah ke lokasi yang sudah disiapkan. Semua ini untuk kepentingan bersama masyarakat. “Kami menilai, selama ini Satpol PP sudah cukup toleran bagi PKL. Mereka beberapa kali ditertibkan agar tidak berjualan di lokasi terlarang. Tapi mereka kembali JAWA TIMUR Dua Tewas Tabrak Colt Diesel pamekasan - Dua pengendara sepeda motor Syaiful (24) dan Fandi (14), warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, tewas setelah sepeda motor yang dikendarai bertabrakan dengan truk colt diesel, di Jl Raya Nyalaran, Blumbungan, Sabtu (16/11). Korban Syaiful, tewas di lokasi kejadian, sedang Fandi, siswa kelas 2, SMP 5 Pamekasan, tewas dua jam kemudian di RSUD Pamekasan. Lutfi (27), sopir colt diesel P 8417 UR asal Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan dimintai keterangan polisi. Kecelakaan terjadi ketika Syaiful membonceng Fandi yang baru dijemput dari sekolahnya dengan kecepatan tinggi. Dia tak dapat mengendalikan kemudi ketika colt diesel dari arah depan banting setir ke kanan lantaran menghindari kendaraan di depannya yang mengerem mendadak. (sin) Mabuk hingga Dijemput Maut Tulungagung - Seorang pemuda ditemukan tewas sementara seorang lainnya dalam keadaan kritis seusai berpesta minuman keras oplosan, Minggu (17/11) dinihari. Korban meninggal akibat minuman oplosan itu Samsul (35), sedang korban kritis Indro alias Aten. Pesta minuman keras dilakukan enam pemuda di Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung. Acara mabuk-mabukan pun terjadi hingga mereka terlelap hingga pagi hari. Namun nahas bagi Samsul dan Indro. Samsul ditemukan tak bernyawa, sedangkan Indro dalam kondisi kritis sehingga cepat dibawa ke rumah sakit. Kami sudah meminta keterangan sejumlah saksi-saksi, termasuk mengumpulkan barang bukti sisa minuman keras berikut botolnya, kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Lahuri di Tulungagung. (ant) join facebook.com/suryaonline lagi, seolah penertiban itu tidak ada artinya,” kata Khairul Kalam. Dia meminta masyarakat mendukung penertiban PKL. Dia melihat sejumlah PNS berbelanja di lokasi itu, sehingga memberi kesan mereka mendukung PKL berjualan di sana. Sejumlah petugas Satpol PP kembali menertibkan PKL yang menggelar dagangannya di Jl Kabupaten. Dalam penertiban itu terjadi tarik-menarik barang dagangan antara petugas dan pedagang yang tidak mau ditertibkan, Minggu (17/11). “Ibu, kami sudah berkali-kali memberitahu jangan berjualan di lokasi ini. Silakan ibu pindah ke lokasi yang sudah disiapkan. Selama ini kami sudah cukup lunak kepada ibu, tapi ibu maksa dan nekat berjualan di lokasi ini,” kata petugas. (sin) Sampang, surya - Sebagian besar partai politik peserta pemilu di Kabupaten Sampang, hingga kini belum menyerahkan nomor rekening bank untuk menampung dana kampanye Pemilu 2014. Pengurus parpol yang menyerahkan nomor rekening dana kampanye untuk Pemilu Legislatif 2014 ke kami baru dari Partai Amanat Nasional (PAN), kata anggota KPU Sampang Zahri Setiono, Minggu (17/11). Sedangkan dari 11 pengurus partai politik peserta pemilu lainnya, hingga kini belum menyerahkan nomor rekening dana kampanye. Padahal, sesuai dengan ketentuan, semua partai politik peserta pemilu harus menyerahkan rekening dana kampanye ke KPU. Zahri Setiono mengaku, sebenarnya telah mengirim surat ke masing-masing pengurus partai politik peserta pemilu, agar secepatnya menyerahkan nomor rekening bank dimaksud. Penyerahan nomor rekening bank untuk dana kampanye dari partai politik peserta pemilu ke KPU, sebagai upaya transparansi pengelolaan dana pemilu. Sesuai ketentuan, semua jenis uang yang masuk dan digunakan oleh parpol harus tercatat, ucapnya seraya menyebutkan, dana kampanye semua parpol nanti- storyhighlights ■ Sebagian besar parpol di Kabupaten Sampang belum menyerahkan nomor rekening bank ke KPU ■ Rekening itu untuk menampung dana sumbangan untuk kampanye ■ parpol diberi kesempatan hingga tanggal 2 Maret 2014 nya akan diaudit oleh auditor dari akuntan publik. sesuai dengan jadwal tahapan pemilu yang telah ditetapkan oleh KPU pusat, penyerahan nomor rekening dana kampanye oleh masing-masing partai politik paling lambat tanggal 2 Maret 2014. Jadi sebenarnya waktunya masih lama. Hanya saja, KPU perlu mendesak parpol agar secepatnya menyerahkan nomor rekening itu, karena hal tersebut berkaitan dengan pembinaan teknik pelaporan, katanya. Ada beberapa ketentuan yang menjadi dasar pijakan hukum terkait keharusan partai politik menyerahkan nomor rekening dana kampanye. Antara lain UndangUndang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, serta Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, dan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Ketentuan Sumbangan Dana Kampanye Bagi Partai Politik. Verifikasi Sementara itu, KPU Kabupaten Tulungagung mengerahkan ratusan petugas/panitia pemilihan tingkat kecamatan dan desa (PPK-PPS) untuk memverifikasi lebih dari 3.000 daftar pemilih tetap khusus yang tidak disertai nomor induk kependudukan. Anggota KPU Tulungagung, Mohammad Fattah mengatakan, data daftar pemilih tetap (DPT) khusus yang tidak disertai nomor induk kependudukan atau NIK itu diverifikasi ulang sesuai instruksi KPU pusat. Namun ia berani memastikan bahwa ribuan pemilih tersebut layak diberi hak suara karena memang berdomisili di Tulungagung, namun tak memiliki NIK sesuai standar atau ketentuan yang berlaku sejak peluncuran program e-KTP. Mereka ini kebanyakan juga memiliki kartu kependudukan, namun nomor seri NIK-nya memang tidak standar, terang Fattah. Keputusan KPU memberikan hak pilih tidak dilakukan secara sembarangan, namun mengacu data kependudukan. (ant) Anak Jalanan dan Pacaran Mengganggu Estetika BANGKALAN, surya - Petugas gabungan terdiri dari Satpol PP Kabupaten Bangkalan, polres, dan kodim setempat menggelar razia terhadap anak jalanan dan pasangan remaja yang bermesraan di tempat-tempat tertentu, Sabtu (16/11) malam. Hasilnya, 24 anak jalanan dan 4 pasang remaja terjaring razia. Mereka kemudian diangkut ke Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bangkalan. ”Sebelum kami serahkan ke orangtuanya, terlebih dulu kami berikan bimbingan dan motivasi agar mereka tidak kembali ke jalanan. Ini sebagai shock theraphy. Semuanya berasal dari luar Bangkalan,” jelas Kepala Dinsosnakertrans Bangkalan Ismet Effendi. Para anak jalanan itu terjaring di pertigaan pintu masuk akses Suramadu Desa Tangkel Kecamatan Burneh, lampu merah Junok, alun-alun kota, dan di depan Pasar Ki Lemah Duwur. Sementara empat pasang remaja yang tengah asyik pacaran tepergok di sekitar Stadion Gelora Bangkalan (SGB). ”Keberadaan mereka sangat mengganggu estetika kota,” surya/ahmad faisol razia - Para pengamen jalanan juga ikut kena razia yang digelar oleh peugas gabungan. Kanan: anak jalanan ketika tepergok petugas. ungkap Ismet Effendi. Puluhan anak jalanan itu diangkut menggunakan truk Satpol PP ke kantor dinsosnakertrans. Setelah didata, 24 anak jalanan itu terdiri dari sembilan pengamen (tiga di bawah umur) dan sisanya pengemis. Setelah dikembalikan ke orangtuanya, jika kelak mereka kembali terjaring razia, dinsosnakertrans akan mengirim mereka ke pusat rehabilitasi anak jalanan milik Dinsos Jatim. ”Dalam setahun kami menggelar razia dua kali. Razia pertama kami hanya mengamankan sembilan anak jalanan,” tambah Ismet Effendi. Asisten Kesra Pemkab Bang- kalan Hasan Buchori saat melakukan pendataan mengatakan, keberadaan mereka telah melanggar asas kepatutan dan Perda Kabupaten Bangkalan. ”Bangkalan kan dikenal dengan Kota Santri. Oleh karena itu, ajang pacaran di tempat umum, atau pun aksi lainnya yang dianggap melanggar nor- ma kesusilaan harus kami minimalisir,” ujarnya. Dalam operasi yang digelar sejak Sabtu pukul 20.00 itu, petugas juga sempat memeriksa sejumlah tempat yang dicurigai menjadi tempat berbuat mesum di terminal kota setempat. Namun tidak menemukan sasaran yang menjadi target operasi. (st32) follow @portalsurya
  7. 7. SURYA LINES | SENIN, 18 NOVEMBER 2013 Unipa Pecat... ■ DARI HALAMAN 1 mahasiswa di Kopertis dan Dikti, jelas Rektor Unipa Drs H Sutijono MM, didampingi Wakil Rektor III Drs Pungut Asmoro MT dan Wakil Rektor IV Drs Widodo ST MT. Dasar pemecatan Restu dan Yunan, kata Sutijono, adalah Buku Pedoman Tata Krama Mahasiswa Unipa yang di dalamnya menyebutkan bahwa setiap mahasiswa tidak boleh melakukan tindakan kriminal, menjaga nama baik dan mengikuti peraturan kampus. Keduanya tidak menjalankan aturan itu. Mereka juga sudah semester 11, tapi belum lulus, padahal seharusnya lulus pada semester 8. Karenanya, keputusan ini final dan berlaku permanen, lanjut Sutijono. Dalam wisuda kemarin, Sutijono juga memohon maaf kepada masyarakat, karena ada mahasiswa Unipa yang telah bertindak kriminal. Juga terhadap keluarga Fita, Unipa meminta maaf. Kami menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar ditindak dan dijerat dengan hukuman setimpal. Bagi almarhum Fita, semoga amal Istri Yunan... ■ DARI HALAMAN 1 mengalihkan alibi pembunuhan,” ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP I Gede Suartika, Minggu (17/11). Dari penyelidikan polisi, Fita diduga diperkosa seusai dibekap dengan kain syal miliknya di Vila Nongkojajar, Pasuruan. Besar dugaan, pemerkosaan ini dilakukan di hadapan Restu, otak pembunuhan. “Saat sekarat itulah, korban diduga diperkosa,” kata Gede. Polisi sudah meminta keterangan dari 10 saksi, termasuk Sinta, istri Yunan, dan keluarga Restu. Dikatakan Gede, aksi kejahatan keduanya itu terbongkar, setelah polisi membongkar ponsel kedua tersangka. Kecurigaan Iptu Sodik... ■ DARI HALAMAN 1 Enam perampok ini dilaporkan baru saja merampas sepeda motor di kawasan Gempol dan Watukosek, Pasuruan. Di Gempol, mereka berhasil membawa kabur Honda Supra X. Sedangkan di Watukosek, mereka sukses merampas Yamaha Vixion. Saat Sampurno Cs beraksi di kawasan Watukosek, ada perwira polisi yang berupaya menolong korban. Namun, dengan brutal mereka menyerang Kompol Agus Sasongko dengan celurit. Setelah melukai tangan dan kaki Agus, tiga orang kabur ke timur (Pasuruan), sedangkan sisanya ke kawasan Pungging, Mojokerto. Mendapat laporan mengenai hal ini, jajaran Polres Mojokerto mencegat mereka di pintu masuk Mojokerto. Menyadari telah dicegat polisi, kawanan perampok nekat memacu sepeda motor ke arah Mojokerto. Seorang perampok bahkan sempat menembakkan peluri dari senjata api rakitannya ke arah polisi. ibadahnya diterima Allah SWT, ungkap rektor. Berdasar catatan Unipa, Restu dan Yunanda adalah mahasiswa jurusan seni rupa angkatan 2008. Keduanya satu kelas dan samasama duduk di semester 11. Wakil Rektor IV Widodo menambahkan, dalam kasus yang melibatkan mahasiswa Unipa, baik korban maupun tersangka, pihak kampus telah proaktif membantu semua pihak yang berkepentingan. Begitu mendengar kabar ada mahasiswi ditemukan meninggal, kami berupaya bertemu dengan keluarga masing-masing dan mengontak tersangka, tutur Widodo. Pada Jumat (15/11) pagi, kata Widodo, ia menghubungi Yunan dan ia mengakui telah menghilangkan nyawa Fita. Tapi, saat itu tersangka menyatakan bahwa korban meninggal karena tertabrak saat ia mengundurkan mobil. Satu jam setelah itu, kata Widodo, ibu Yunan yang mengaku bernama Yayuk datang ke kampus. Perempuan ini mengakui bahwa anaknya-lah yang membunuh Fita. Ny Yayuk datang dengan menangis dan pasrah terhadap sanksi dan hukuman apapun yang akan ditimpakan terhadap putranya. Sementara itu, mengenai Fita, pihak Unipa mengakuinya sebagai mahasiswa berprestasi. Ia dinilai sebagai mahasiswa yang mandiri. Tak hanya dalam menempuh kuliah, melainkan juga dalam menghidupi diri sendiri lewat keterampilan make-up artis yang dimiliki. Ini sesuai dengan misi dan visi kampus Unipa. Dia (Fita) telah mampu membekali diri untuk bekal kelak ketika lulus dari bangku kuliah, ujar Sutijono. Bagi kampus Unipa, peristiwa terbunuhnya mahasiswi oleh sesama rekan sekampus merupakan badai kedua yang mengguncang kampus di kawasan Ngagel dan Dukuh Menanggal itu. Kasus sebelumnya adalah soal ijasah palsu, yang memaksa kampus ini harus membersihkan nama baik. Secara pribadi, Widodo mengaku syok atas terjadinya peristiwa Fita ini. Sebab, sebelumnya, ia telah kehilangan putri tercintanya yang meninggal karena sakit. Dia usianya sama dengan almarhum Fita dan kebetulan juga teman sekelasnya. Pagi ini, sebelum ke acara wisuda, saya menangis, karena hari ini adalah ulang tahun anak saya, ungkap Widodo. Beberapa wali mahasiswa yang hadir dalam acara wisuda di Hotel Garden Palace mengaku terus mengikuti berita tentang kasus Fita. Selain karena satu kampus dengan anak saya, saya juga seperti merasakan kalau itu terjadi pada anak saya, tentunya saya akan sedih sekali, ungkap Ny Sulastri, orangtua wisudawan dari jurusan Bahasa Inggris. Sulastri yang sehari-hari bekerja sebagai guru ini menganggap peristiwa ini sebagai musibah. Musibah bisa terjadi dimana saja pada siapa saja. Sedangkan yang terjadi saat ini, kebetulan adalah mahasiswa Unipa, tempat anaknya kuliah. Kami tetap bangga dan berterima kasih pada Unipa. Sudah menerima dan mendidik anak saya hingga wisuda sekarang ini. Soal peristiwa seperti Fita ini bisa kok terjadi pada mahasiswa kampus lain, imbuhnya. Usai wisuda banyak juga yang saling membicarakan masalah ini. Karena di antara mereka ada yang satu angkatan dengan Restu dan Yunan. Iya, keduanya satu angkatan sama saya. Pernah satu kelas, tapi saya tidak menyangka mereka akan berbuat nekat seperti itu, ungkap seorang wisudawan seangkatan Restu dan Yunan yang meminta namanya dirahasiakan. Diberitakan sebelumnya, Restu dan Yunan diringkus Tim ini didapat setelah polisi memperoleh keterangan kepergian Fita dengan Restu. Dari ponsel Restu inilah polisi menemukan SMS ditujukan kepada Yunan yang isinya berbunyi; “ATM-me gak ono duite, tas rangsel belum aku buka”. Dari sinilah kecurigaan polisi semakin tinggi. Polisi pun melacak ponsel Yunan. Setelah dikroscek, ternyata terjadi dialog SMS antara Restu dengan Yunan. “Kami buru mereka hingga ke Madura,” ujar dia. Rupanya, Restu dan Yunan kekurangan dana. Karena, Fita yang sebelumnya dikira memiliki banyak uang, ternyata ATM hanya berisi Rp 1 juta. Tampaknya, kedua orang ini juga kekurangan uang. Akhirnya, mereka berdua menjual ponsel dalam pelarian di Madura. Di Madura, kami sita dua ponsel yang sudah dijual,” katanya. Polisi juga masih bisa melacak kedua tersangka dengan ponsel baru Restu dan Yunan. Akhirnya, kedua orang inipun dibekuk di Banjarnegara. “Ini berkat kecanggihan IT,” kata Gede. Sementara itu, polisi juga mendalami tranfer sejumlah uang ke rekening Restu saat pelarian berlangsung. Polisi menemukan adanya uang masuk ke rekening Restu saat berada di Sampang, Madura. “Kami masih mendalaminya, apakah transfer itu ada kaitannya dengan upaya pelarian atau tidak,” kata dia. Informasi lain menyebutkan, Restu dan Yunan diduga terlibat asmara, namun keduanya putus saat Yunan menikah. Rupanya, as- mara keduanya kembali bersemi. Keduanya juga terlibat masalah keuangan. Yunan ditengarai membutuhkan uang untuk persiapan istrinya yang kini sedang hamil delapan bulan. Sedangkan Restu butuh duit untuk membayar utang. Yunan diduga juga terlibat kasus pembunuhan lainnya, yakni Nandar, warga Sidoarjo, yang mayatnya ditemukan di Sukorejo, Pasuruan, sekitar tiga bulan lalu. Nandar adalah sopir rental, dan mobil yang dikemudikannya hilang, hingga saat ini belum juga ditemukan. Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi mengatakan, diduga ada keterkaitan antara Yunan dan kasus pembunuhan itu. Ada dugaan Yunan juga melakukan pembunuhan sopir rental itu. (bet/ook) Tembakan perampok meleset. Polisi membalas menembak mereka. Salah satu dari komplotan ini kena tembak. Tapi mereka terus memacu Honda CB 150 R bernopol W 2793 VK. Sejumlah petugas mencoba menghadang mereka di depan SPBU Pungging. Namun, mereka berhasil lolos, setelah mengelabuhi polisi dengan masuk ke SPBU namun ternyata tancap gas keluar dari pintu sebelah barat. Polisi terus mengejar mereka. Di tengah jalan, mereka mencoba menyerang dengan melempar bom bondet (bom mirip petasan yang biasa dipakai untuk mencari ikan di laut) ke arah mobil yang dikendarai Iptu Sodik, Kanit Reg Ident Satlantas Polres Mojokerto. Serangan ini membuat kaca samping kiri mobil polisi pecah. Mendapat serangan, Iptu Sodik tancap gas menubruk sepeda motor kawanan perampok. Sepeda motor mereka nyungsep di jalan. Satu orang terjatuh, sedangkan dua lainnya berusaha kabur ke areal persawahan. Melihat ini, warga sekitar pun turut memburu dua penjahat yang dikejar polisi ini. Polisi langsung meringkus Agus (23), warga Grati, Pasuruan, yang terpental dari motor. Namun, saat akan ditangkap, Agus masih melawan polisi dengan membacok-bacokkan celuritnya ke tubuh petugas. Akhirnya, polisi terpaksa menembak kakinya. Sejumlah polisi terus memburu dua perampok yang kabur ke areal persawahan. Namun, hingga adzan subuh berkumandang, dua perampok belum berhasil ditemukan. Baru pada Minggu (17/11) pagi, Sampurno (34), ditemukan tergolek loyo di semak-semak pinggir sawah. Darah terus mengucur dari punggung yang kena tembak polisi. Saat itu juga, Sampurno dilarikan ke RSU Prof dr Soekandar, Mojosari. Namun, Minggu siang, perampok yang pantang menyerah ini mengembuskan nafas terakhir. Mereka sudah merampok di tujuh TKP, termasuk di Mojokerto, ujar Kapolres Mojokerto AKBP Muji Ediyanto didampingi Kasat Serse AKP I Gede Suartika. Menurut Muji, identitas empat perampok kabur sudah dikan- tongi polisi. Kini, polisi masih memburu mereka. Sampurno Cs, kata Muji, diduga merupakan pelaku perampokan SPBU Pohjejer, Kecamatan Gondang, Minggu (10/11). Di pom bensin itu, mereka menguras uang tunai Rp 10,5 juta. Usai merampok, mereka kembali beraksi di Jalan Raya Dusun/Desa Centong, Kecamatan Gondang, Mojokerto. Mereka merampas Honda Tiger S 2077 QL milik Achmad Rudi Pri Setiawan. Beberapa menit kemudian, kawanan perampok ini juga merampas motor di Jalan Raya Dusun, Jatiombo Desa Centong, Kecamatan Gondang. Di sini, mereka menyikat Honda CB 150 R dengan bernopol S 6528 QS. Dalam penjelasan sebelumnya, Kabid Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, Kompol Agus Sasongko yang terluka saat menolong korban adalah anggota Polri yang bertugas di Pusdik Brimob. Menurut Awi, komplotan Sampurno Cs diduga sudah tujuh kali merampok di Mojokerto dan lima kali di Pasuruan. (bet/ook) Rani dan Mbok... ■ surya.co.id | surabaya.tribunnews.com DARI HALAMAN 1 SQF berkolaborasi dengan kelompok pemusik 'Using Ethno'. Jadilah musik yang mengalun dari kendang, suling, saron dan angklung terasa makin fussion beriringan bersama keyboard, drum, dan gitar. Lagu 'Sayang, Sayang, Sayang' menjadi lagu kolaborasi pertama Mbok Temu dan Syaharani. Penonton berteriak kencang sambil bertepuk tangan ketika intro lagu kolaborasi kedua mengalun, apalagi Mbok Temu menyanyikan lirik pembukanya yang biasa disebut 'laik' dalam nyanyian Using. Ya, lagu 'Pethetan', salah satu lagu Using menjadi kolaborasi yang unik antara sinden dan penari gandrung dengan Rani. 'Pethetan yo kemb(y)ang pethetan,' itulah penggalan awal lirik lagu itu. Lagu ciptaan seniman Banyuwangi, Andang Chatib Yusuf (75) mengalun secara jazzi tetapi tetap bernuansa Using melalui musik gamelan Using. Banyuwangi ini sungguh kaya musik. Saya sampai nangis ketika bertemu Mbok Temu dan dalam proses latihan, sungguh bangga, ujar Syaharani di atas panggung. Bahkan, ketika bercerita di join facebook.com/suryaonline panggung, Syaharani juga terlihat meneteskan air mata. Ia kagum dan terpesona dengan keindahan tari dan suara maestro gandrung itu, juga kekayaan musik Using. Penampilan lagu 'Pethetan' juga dimeriahkan oleh tarian empat orang penari gandrung yang masih berusia remaja. Mbok Temu juga ikut menari, sambil melantunkan laik untuk lagu berlirik dan bernuansa galau itu. Perpaduan alat mudik modern dan tradisional itu mendapat sambutan meriah dari penonton. Bahkan, sejumlah penonton melakukan standing applaus usai penampilan SQF, Mbok Temu dan Using Ethno. Kepada Surya, Rani menceritakan proses kolaborasi penampilan dua lagu itu. Kalau latihan ketemu langsung hanya sehari, mulai pagi sampai sore sebelum chek sound itu, ujar Rani kepada Surya, Minggu (17/11). Selama tiga minggu sebelumnya, pertemuan hanya melalui dunia maya, baik email maupun telepon. Komunikasi secara intens dilakukan, untuk pemilihan lagu dan notasi musiknya. Kalau komunikasi selama tiga minggu, untuk mempersiapkan kunci-nya, lagu dan musiknya. Tetapi sebelum itu komunikasi saya dengan teman-teman seperti Mas Agus Suharto (pembina Using Ethno) juga Pak Iwan (pemilik Sanggar Genjah Arum) sudah terjalin baik, ujar Rani. Ketika terpilih lagu 'Pethetan', Rani harus memahami maksud lagu itu. Meski berbahasa Using, Rani masih mengetahui maksud dan artinya karena ia juga orang Jawa. Lagunya kan galau, jadi saya tidak boleh salah interpretasi, ujarnya. Karenanya, meski musik masih mengalun rancak, tetapi lagu itu dinyanyikan secara sendu. Rani bahkan memilih bersimpuh saat menyanyikan lagu itu. Dan selama latihan sehari di Sanggar Genjah Arum, Kemiren, Rani kerap meneteskan air mata saking kagumnya dengan musik Banyuwangi dan pada Mbok Temu. Saya kalau kagum dan terharu itu memang suka nangis, mbak, ujar Rani. Penampilan Mbok Temu dan Rani seakan menjadi klimaks jazz pantai itu. Penonton kemudian diajak menggoyangkan tubuh lagu melalui lagu penutup 'Morning Coffee'. Sedangkan Agus Suharto, salah satu pembina Using Ethno mengaku senang bisa berkolaborasi dengan SQF. Ketika mendengar SQF akan tampil lagi di Banyuwangi Jazz Festival, Agus menawarkan kolaborasi itu. Tahun 2012, SQF tampil di Banyuwangi Jazz Festival yang pertama di Gesibu, Banyuwangi. Ternyata Mbak Rani mau, ya Gabungan Polres Mojokerto dan Polrestabes Surabaya di rumah kerabat Yunan di Banjarnegara. Kepada petugas yang memeriksanya, mereka mengaku telah Meski Anak... ■ DARI HALAMAN 1 Namun, jika Fita meminta barang seperti baju, kebutuhan merias, atau bahan untuk membuat busa, ia akan segera berusaha memenuhinya. Kadang, ia yang membelikan, tetapi seringkali ia mengirimkan uang kepada Fita untuk kemudian dibelanjakan bahan. Sebelum meninggal, Fita sempat minta uang untuk dibelikan bahan. Ia ingin membuat gaun pengantin buat temannya di Jember yang akan menikah. Tetapi, belum sempat dikirimi, ujar Ny Jumiyati. Oleh karena itu, ia sempat ragu kalau sang pembunuh Gowes As'ik... ■ DARI HALAMAN 1 peserta harus mengaktifkan kartu As paket internet yang sekaligus kemarin dilakukan serentak di 20 kota di Indonesia guna memecahkan rekor Muri. Tidak disangka, bapak dua anak itu berhasil membawa pulang grand prize. Saat dikonfirmasi kebenaran mendapat hadiah mobil, Damang bersama anaknya langsung sujud syukur di atas panggung. Alhamdulillah, terima kasih Surya, terima kasih kartu As, dan terima kasih Geely, akhirnya saya punya mobil, kata Damang. Damang mengaku tidak menyangka bisa membawa pulang mobil. Ini karena sejak lima tahun terakhir, Damang sering mengikuti acara funbike, namun selama itu pula dia tidak pernah mendapat hadiah.Saya tidak pernah dapat hadiah, sekali dapat hadiah, langsung mobil. Saya sangat tidak menyangka, kata Damang. Karyawan sebuah perusahaan swasta itu, menuturkan, dirinya tak akan menjual mobil hadiah itu.Mobilnya akan saya pakai. Sekarang saya bisa jalan-jalan naik mobil bersama keluarga. Mobilnya tidak akan saya jual, kata Damang. Kegembiraan juga dirasakan oleh putra Damang, Muhammad Hafizh (10). Bahkan Hafizh tidak J-Rock... ■ DARI HALAMAN 8 ‘Good Riddance’, sementara Iman menggesek biola. “Iman secara khusus belajar biola di lagu ini untuk kalian para J-Rockstars,” ucap Anton usai lagu yang langsung disambut tepuk tangan para J-Rockstars (sebutan fans band J-Rocks). Di segmen ini juga, personel J-Rocks, ovan Tobing, Vicky Shu dan Anji (bintang tamu), membuat pernyataan sikap untuk menanam pohon dan mencintai alam kepada para J-Rockstars. “Hidup di dunia tidak sendirian. Tumbuhan, hewan, alam, kita, dan semesta, adalah bagian dari Keagungan Yang Kuasa. akhirnya kami komunikasi melalui email dan telepon, terutama untuk musiknya, ujar Agus. Using Ethno juga memutuskan bahwa lagu Using yang akan ditampilkan harus lagu yang melegenda di Banyuwangi. Ada sejumlah lagu yang melegenda seperti 'Kembang Galengan' dan 'Pethetan'. Akhirnya terpilih 'Pethetan'. Setelah lagu terpilih, Agus meminta ijin kepada sang pencipta lagu Andang CY. Andang, kata Agus, merespon positif ketika mengetahui lagu itu akan dinyanyikan Syaharani. Lho dinyanyikan Syaharani penyanyi jazz iku, kata Agus menirukan perkataan Andang. Andang tidak keberatan lagunya dinyanyikan oleh Rani. Kebetulan Lek Andang itu tetangga saya, juga sudah kayak saudara, imbuh Agus yang bertetangga dengan ANdang di Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi Kota, itu. Yudit, seorang penonton mengaku senang dengan pagelaran musik jazz itu. Ia berharap Banyuwangi makin dikenal dan maju melalui sejumlah kegiatan yang bisa mendorong pariwisata dan ekonominya. Saya senang, dan semoga makin maju saja, ujar Yudit yang asli Banyuwangi tetapi sudah merantau ke Lampung itu. membunuh Fita dan membuang jenazahnya di jurang di kawasan Claket, Pacet, Mojokerto. Jenazah Fita ditemukan seorang pencari rumput, Senin (11/11) pagi. Esoknya, Selasa (12/11), identitas korban baru diketahui. Berdasar keterangan para saksi, polisi menemukan nama Restu dan Yunan. (rie) ingin menguasai harta anaknya. Walaupun ketika meninggal, sejumlah barang berharga sang anak memang hilang. Barang berharga yang hilang antara lain ponsel, kamera dan cincin. Ironisnya, itu merupakan cincin Ny Jumiyato yang sengaja diminta Fita untuk dipakainya. Fita mungkin terlihat glamour karena mahasiswa jurusan tata busana itu memang pintar memadupadankan baju. Sehingga tidak aneh, baju yang ia pakai terlihat mewah di tubuhnya, seperti terlihat di sejumlah foto milik ibunya. Sejauh ini, Ny Jumiyati tetap merasa sakit atas pembunuhan anaknya. Di matanya, anak perempuan satu-satunya itu merupakan anak yang penolong. Ia sangat mudah mengulurkan tangan kepada teman yang membutuhkan pertolongannya. Selain penolong, ia juga tidak grusa-grusu. Ia selalu meminta pertimbangan kalau ingin berbuat sesuatu. Setidaknya konsultasi sama saya, imbuhnya. Karenanya, ia meminta agar pembunuh anaknya dihukum seberat-beratnya. Ia juga penasaran dengan Restu dan Yunan, orang yang menjadi pembunuh anaknya. Ingin melihat mereka, karena merekalah pembunuh anak saya. Tetapi belum tahu kapan waktunya ke Mojokerto. Nanti kalau dibolehkan sama polisi, saya kesana tetapi perlu musyawarah dulu juga sama keluarga, katanya. (uni) kuasa menahan air matanya saat menerima hadiah mobil.Nanti saya bisa diantarkan ke sekolah naik mobil, kata Hafizh polos. Peserta lainnya yang juga tampak bahagia adalah, Septian Lukman, warga Bronggalan Sawah III/36 Surabaya. Mahasiswa Unmuh Surabaya itu mendapat satu unit sepeda motor. Saya memang sangat ingin sepeda motor. Selama ini saya membawa motor jelek, kata Lukman. Dengan hadiah itu, Lukman berharap bisa membantunya untuk mencari pekerjaan. Apalagi saat ini, pria 21 tahun itu telah memasuki semester akhir di Jurusan Pendidikan Matematika Unmuh Surabaya. Kegiatan 'Gowes As'ik bareng Harian Surya' di halaman balai kota kemarin merupakan salah satu rangkaian perayaan ulang tahun Surya yang ke-24. Meski berjalan lebih cepat dari yang dijadwalkan - karena pembatasan waktu dari pihak Pemkot -- peserta masih bisa menikmati kemeriahan acara, mulai dari senam zuma yang dipandu dua instruktur aerobik, hiburan musik, games serta undian dooprize. Ribuan peserta Gowes As'ik diberangkatkan bersama-sama tepat pukul 06.15 oleh jajaran manajemen Surya bersama pimpinan Telkomsel regional Jatim. Hadir dalam kesempatan itu, Kasi Pengembangan Organisasi dan Kejuaraan Dispora Surabaya, Mashudi mewakili pemerintah kota Surabaya. Sebelum diberangkatkan, perwakilan Telkomsel regional Jatim, Khilmi mengimbau para biker tidak balapan.Ia menjelaskan, acara gowes dimaksudkan untuk olahraga bersama bagi masyarakat yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur. Tak perlu adu cepat, karena ini bukan balapan. Gowes yang asyik-asyik saja,. Yang penting semua peserta bisa finish dengan selamat, sambung Mashudi. Para biker harus menempuh rute sejauh 20 km. Berangkat dari balai kota, peserta Gowes As'ik kemudian menuju Jl Moestopo, melewati viaduct. Selanjutnya, mereka diarahkan ke Jl Dharmawangsa, lurus ke selatan lewat Pucang Anom, menuju Ngagel Jaya Selatan. Dari Ngagel Jaya Selatan, para penggowes diarahkan ke Jalan Nginden, terus ke Prapen, lalu belok kanan masuk Jalan Raya Margorejo Indah. Peserta kemudian diarahkan ke selatan masuk Jalan A Yani untuk kemudian dikembalikan ke utara, masih di Jalan A Yani. Dari situ, para biker dibawa menuju Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, masuk ke Jalan Raya Darmo. Rombongan kemudian dibawa ke Jalan Basuki Rachmad, Jalan gubernur Suryo, Jalan Yos Sudarso Dan finish di Balai Kota. (ook/sas) Harus ciptakan harmoni bagi alam. Selain horizontal, juga untuk Tuhan,” ucap Iman. Di segmen terakhir, J-Rocks mengenalkan model pakaian baru mereka, pretty look. Kesan Jepang yang selama ini melekat tanggal di kostum pretty look model Eropa ini. Keempat anggota J-Rocks ini laksana bangsawan Eropa yang memakai jas, rompi, dan dasi. Lagu-lagu yang dibawakan di segmen ini dipilih untuk memberikan kesan cheerfull, energik, dan glamor. Para J-Rockstars pun tak henti-hentinya bergoyang dan berdendang sepanjang konser. Lebih-lebih ketika di lagu Fly Away dan Falling In Love yang merupakan lagu hits J-Rocks. Lagu terakhir ditutup dengan ‘Meraih Mimpi’ J-Rocks. Sontak saja, lagu yang memberikan semangat positif ini membuat seisi hall berjingkrakan. “Ya..Ya..kita kan terus berlari. Ya..Ya..Tak kan berhenti di sini. Ya..Ya..Larilah meraih mimpi. Ya..Ya..Hingga napas t’lah berhenti” dendang J-Rocks dan JRockstars bersama-sama. “I love you all, J-Rockstars!!,” teriak Wima histeris di sela-sela lagu yang disahut balik ‘Satu Spirit’ oleh J-Rockstars. Penggalan reff lagu ‘Meraih Mimpi’ itu menggema dan memberikan pesan kuat jika J-Rocks tetap akan berinovasi, berkreasi, dan menciptakan halhal baru pada musik mereka. (irwan syairwan) Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan pagelaran musik jazz di Banyuwangi berbeda dengan pagelaran jazz di tempat lain. Untuk pagelaran kali ini, jazz pantai menjadi pilihan. Tetapi yang paling berbeda adalah, perpaduan antara musik etnik lokal Banyuwangi dengan musik jazz. Banyuwangi sangat kaya musik, jadi bagaimana memadukan musik etnik lokal dengan jazz. Banyuwangi Beach Jazz Festival ini juga menjadi ajang promosi pariwisata Banyuwangi, tegas Anas. Oleh karena itu di sela-sela pagelaran, ditampilkan iklan pariwisata Banyuwangi yang dibuat dengan biaya iklan hampir Rp 1 miliar. Pagelaran musik jazz itu juga ditiketkan. Tahun sebelumnya, penonton melihat secara gratis. Kali ini penonton harus merogoh kocek mulai dari Rp 300.000, Rp 500.000 (untuk kelas tribun) dan Rp 1 juta untuk kelas VVIP. Panitia menyediakan kursi untuk 2.000 orang. Hasil dari penjualan tiket itu dimasukkan ke APBD Kabupaten Banyuwangi, kemudian digunakan untuk kebutuhan warga miskin antara lain rehap rumah warga miskin. Jazz pantai di Banyuwangi, Sabtu (16/11) benar-benar dimanfaatkan oleh Trio Lestari. Dalam pagelaran musik Tompi, Glenn Fredly dan Sandhy Sondoro, memberikan kejutan. Ketiganya menyanyikan lagu pertama Trio Lestari. Lagu itu belum pernah dinyanyikan di tempat lain. Ini benar-benar spesial, karena baru pertama dinyanyikan di Banyuwangi, ujar Tompi. Tidak hanya dinyanyikan pertama kalinya di Banyuwangi, judul lagu itu juga ditetapkan di hadapan ribuan pengunjung BBJF. Ini dikasih judul apa, bagaimana kalau 'Gelora Cintaku' sepakat, sahut Glenn yang dijawab setuju oleh penonton. Lagu 'Gelora Cintaku' - single anyar dan perdana Trio Lestari itu menjadi pemungkas penampilan kelompok itu. Lirik lagu itu menggabungkan cuplikan lirik dari tiga lagu hits milik ketiganya. Lirik diambil dari lagu 'Malam Biru'nya Sandhy Sondoro, 'Terpesona' milik Glenn Fredly dan 'Tak Pernah Setengah Hati' oleh Tompi. Seperti halnya SQF, Trio Lestari juga menyanyikan lagu Using. Glenn Fredly didapuk menyanyikan lagu 'Wulan Andung' juga ciptaan Andang CY. Lagu itu dinyanyikan oleh Gleen di balik panggung. Lagu itu mengalun di pembuka penampilan Trio Lestari. Karena yang menyanyikan Glenn, tentu saya lagu itu bernuansa jazz. (Sri Wahyunik) follow @portalsurya
  8. 8. Patung Jerami untuk Pupuk KREATIF - Seniman rakyat di China memanfaatkan jerami untuk dibuat berbagai macam benda seni berupa patung-patung yang ditempatkan di ladang pertanian. Jerami ini nantinya juga dimanfaatkan sebagai pupuk setelah dibakar. Foto diambil di Yongjia, Provinsi Zhejiang, China bagian Timur. (ICPRESS) HALAMAN KPK Tak Buru-buru Tahan Anas | SENIN, 18 NOVEMBER 2013 Tommy Sempat Nyanyi Tanpa Mikrofon ■ Hari Ini, KPK Periksa Istri Anas JAKARTA, surya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta publik bersabar mengenai penahanan Anas Urbaningrum. Anas telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Hambalang. Ketua KPK Abaraham Samad memastikan siapapun yang telah ditetapkan tersangka akan ditahan. Jadi engga usah khawatir tidak akan mungkin KPK tidak menahan seseorang yang sudah menyandang status tersangka, kata Abraham usai diskusi di TB Gramedia, Pondok Indah Mall, Jakarta, Minggu (17/11). Abraham mengatakan KPK baru menahan seseorang ketikan pemberkasannya lengkap. Ia menegaskan KPK tidak menahan seseorang bukan karena alat bukti. Namun pemberkasan yang akan selesai. Sebab KPK hanya diberikan waktu penahanan sesuai dengan Undang-undang selama 120 hari saat penyidikan. Kalau kita cepat menahan, pemberkasannya belum selesai maka yang bersangkutan bisa dibebaskan demi hukum, tuturnya. Mengenai Anas sendiri, Samad mengatakan pemberkasan terhadap Mantan Ketua Umum Kalau pemberkasan sudah lampaui 50 persen, maka KPK akan melakukan penahanan terhadap tersangka AU. abraham samad ketua kpk Partai Demokrat itu sudah mencapai 50 persen Pemberkasannya, belum melampaui 50 persen. Kalau pemberkasan sudah lampaui 50 persen, maka KPK akan melakukan penahanan terhadap tersangka AU, kata Abraham. Seperti diberitakan, dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait proyek Hambalang, KPK menetapkan Anas sebagai tersangka. Anas diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang saat dia masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Hadiah tersebut diduga berupa Toyota Harrier dan hadiah lainnya yang belum diungkapkan KPK. Terkait penyelidikan kasus ini, KPK menjadwalkan memeriksa Athiyyah Laila, istri Anas Urba- ningrum, Senin (18/11) hari ini. Jadwalnya kata penyidik besok (hari ini) tanggal 18 November, kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P. Menurut Johan, Athiyyah dipanggil penyidik untuk menjadi saksi tersangka kasus korupsi Hambalang, Machfud Suroso. Salah satu pertanyaan yang akan diajukan kepada perempuan itu adalah terkait beberapa barang yang disita penyidik dari rumahnya pada Selasa pekan lalu. Pertanyaannya termasuk klarifikasi barang itu, katanya. Barang yang dimaksud oleh Johan adalah temuan uang Rp 1 miliar yang disita dari kediaman Anas. Sementara itu, loyalis Anas, Tri Dianto mengatakan pimpinan Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) akan melakukan pertemuan terkait perkembangan kasus pasca penggeledahan di markas PPI yang berada di kediaman Anas di Jalan Teluk Langsa C/9, Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun ia menolak untuk mengungkapkan materi pembahasan yang akan dibicarakan dalam rapat tersebut. Kita akan rapat, belum tau (pembahasannya), ujarnya. (kompas.com. tribunnews) SURYA/ERFAN HAZRANSYAH MEMUKAU - Penampilan Tommy Page bertema 'Come Home' di Grand City Surabaya, Minggu (17/11) memukau fansnya. Tommy membawakan lagu-lagunya yang hits di era 1990-an dengan penuh semangat. surabaya, surya - Meskipun terakhir berkunjung ke Indonesia 18 tahun lalu, pesona Tommy Page tetap menyita perhatian para penggemar. Konser bertajuk Come Home yang kembali digelar di Ballroom Grand City lantai IV, Minggu (17/11), menjadi ajang nostalgia bagi mereka. Saya sudah ngefans Tommy Page sejak SD, sekitar usia 12 tahun, ucap Ori Nur Kirana (34). Deisy Radithia (35) juga terlihat asyik bergoyang mengikuti musik dance yang mewarnai lagu A Zillion Kisses dan Turn On the Radio yang membuka konser Tommy Page. Tommy Page bagian dari masa remaja kami. Jika sekarang dia ada di hadapan kami itu sesuatu yang sangat istimewa, ungkap Arif Prakosa (35), suami Deisy. Konser Tommy Page kemarin dibuka oleh penyanyi muda yang mempopulerkan lagu Everybody Knew, Citra Scholastika. Empat lagu dibawakan Citra di hadapan penggemarnya. Dian- taranya Sadis, Berlian, dan Everybody Knew. Tak lama kemudian, pemain band yang mendampingi Tommy naik ke atas panggung. Di tengah persiapan itu, penonton menyerukan nama Tommy. Dan dijawab dengan sesama penggemar lainnya. Tak ayal, suasana menjadi lucu dan semua penggemar tertawa. Penampilan Tommy di atas panggung kali ini dimulai dengan sebuah kisah di balik setiap lagunya. Piano dimainkan ketika memasuki lagu Paintings on My Mind. Kemudian, satu demi satu lagu hits di tahun 1990an dibawakan oleh pria yang pernah menduduki posisi salah satu eksekutif di Warner Bros. Record. Medley I'm Falling In Love dan Missing You At All, dilanjutkan dengan When I Dream of You dan Breakdown. Namun, di tengah-tengah melantunkan lagu Madly I'm In Love, Tommy Page tersentak karena tiba-tiba mikro- fonnya tidak berfungsi. Meski demikian, dua penyanyi latar masih terus mendendangkan lirik lagu. Tommy sempat menoleh kebingungan ke arah penyanyi latar. Tetapi, tahu mereka tetap bersemangat menyanyi, Tommy akhirnya melepas mikrofonnya dan maju ke depan mengajak penonton menyanyi bersama. Masalah sound kembali muncul saat lagu Don't Give Up on Love dilantunkan. Saking gemasnya, Tommy menghentakkan kaki ke panggung. Ia pun mengajak turun Citra dan kembali ke atas panggung untuk kemudian turun berjalan menyapa penonton. Karuan saja, penonton berteriak dan berusaha mendekati Tommy yang terpaksa menyanyi tanpa mikrofon. Namun, karena banyak yang memotret memakai flash dan semakin riuh di tengah ballroom, dia akhirnya kembali ke belakang panggung. Penonton pun mulai ricuh, berteriak mengolok panitia dan EO penyelenggara konser. (ida) J-Rocks Benar-benar Bermetamorfosis SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO J-ROCKS - Ovan Tobing, pembaca narator Konser Perjalanan Satu Dekade J-Rocks menerima bibit pohon dalam konser di Ball Room Hotel Kartika Graha, Kota Malang, Sabtu (16/11) malam. join facebook.com/suryaonline malang, surya - Bak siklus hidup kupu-kupu, metamorfosis, itulah yang terjadi pada band fenomenal, J-Rocks. Saat menggelar Konser Perjalanan J-Rocks Satu Dekade di Ballroom Hotel Kartika Graha Malang, Sabtu (16/11), band beranggotakan Iman (vokal+rhythm guitar), Sony (lead guitar), Wima (bass), dan Anton (drum), ini mengenalkan perubahan konsep bermusik mereka. Memang kesan gaya musik dan style Jepang masih melekat. Namun, band yang berdiri 9 November 2003 ini berani bereksperimental memasukan unsur musik lain, seperti reggae, disko, hingga akustikan. Seperti lagu Lepaskan Diriku di segmen pertama konser misalnya, J-Rocks memberikan sentuhan reggae pada bagian interlude. Bahkan, tak segansegan, Iman tampil solo dan memainkan grand piano di lagu Berharap Kau Kembali. Menyaksikan konser ini memang seperti melihat film dokumenter perjalanan karir bermusik J-Rocks. Tiap segmen mencerminkan tahapan-tahapan perjalanan pendewasaan dari band yang awal terbentuknya saat masa SMA ini. Segmen pertama konser, quartet kreatif ini mengisahkan saatsaat pertama mereka merintis karir bermusik. Gaya Harajuku pada kostum yang menjadi ciri mereka menjadi penegas saat band ini mulai dikenal. Selang beberapa lagu, Ovan Tobing menceritakan asal-muasal band ini terbentuk dan menjadi band yang memiliki karakter tersendiri, lengkap dengan kilasan foto dan potongan video band ini di masa lalu. Konsep semiteaterikal yang diungkapkan Iman saat sesi jumpa pers beberapa waktu lalu tergarap apik. Di awal segmen kedua, muncul tokoh perempuan berkimono memainkan kecapi. Iman kemudian masuk panggung memakai jubah putih yang menutupi seluruh tubuh. Di sela-sela permainan kecapi, Iman melafaskan kata-kata dalam Bahasa Jepang. Gimmick monolog yang ditampilkan Iman pun memberi kesan magis. Kata-kata yang diucapkan Iman, ternyata penggalan lirik lagu ‘Komo Mune Ni (Berharap Kau Kembali)’. Dentingan kecapi, efek suara angin, tata lampu yang temaram, ucapan puisi bahasa Jepang dengan suara berat dan aksi teaterikal Iman memberi kesan kehampaan dan penyesalan mendalam. Dua orang ninja tiba-tiba muncul dan melepaskan jubah Iman, seolah menggambarkan pembebasan jiwa dari hati yang tersayat. Mucullah Iman dengan kostum kedua. Kostum kedua ini seolah menceritakan perjalanan karir mereka di mana J-Rocks adalah band Indonesia pertama yang berhasil melakukan rekaman album di studio musik terkenal dunia, Abbey Roads Studio di Inggris, 2008 silam. Di segmen kedua ini, Anton yang biasanya di belakang formasi tampil ke depan meninggalkan set drumnya. Anton menyanyikan lagu band punk asal Amerika, Green Day, berjudul ■ KE HALAMAN 7 follow @portalsurya
  9. 9. | SENIN, 18 NOVEMBER 2013
  10. 10. | SENIN, 18 NOVEMBER 2013

×