Digital surya 27 desember 2013

1,431 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,431
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
329
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Digital surya 27 desember 2013

  1. 1. DIGITAL NE WS PA PER ASTRONOT GANTI PENDINGIN ISS hal Spirit Baru Jawa Timur surabaya.tribunnews.com surya.co.id 2 | JUMAT, 27 DESEMBER 2013 | Terbit 2 halaman edisi pagi Turis Singapura SURABAYA, SURYA-Jakarta dan Bali menjadi destinasi wisata incaran turis Singapura. Kedua daerah ini masuk dalam 10 destinasi teratas dalam pencarian internasional oleh wisatawan Singapura melalui situs pencarian wisata, Wego. Namun, di urutan pertama dari 10 destinasi adalah Bangkok. “Sudah sejak lama, orang Singapura senang berkunjung ke Bangkok. Relatif dekat dan perjalanan ke sana lumayan singkat, belakangan sejumlah maskapai juga gencar menawarkan promosi penerbangan dan akomodasi ekonomis di sana,” demikian hasil pengamatan Market Development Manager Wego untuk Singapura dan Malaysia, Dave Lai seperti termuat dalam siaran pers. “Ini sangat direspons oleh wisatawan Singapura yang sadar bujet. Selain itu, Bangkok juga surga kuliner dan surga belanja. Makin menguatnya nilai tukar dollar Singapura terhadap baht Thailand membuat Bangkok makin disukai,” tambah Lai. Taipei dan Seoul juga tambah populer selama kurun waktu tiga tahun terakhir. “Saya yakin Pilih Bangkok Ketimbang Bali dua destinasi tersebut akan semakin terkenal di kalangan wisatawan Singapura, sebab mereka memang mencari destinasi selain Hongkong di kawasan Asia Utara,” imbuh Lai. Wisatawan Singapura juga banyak yang memilih liburan di Ho Chi Minh dan Hanoi. Ada banyak sekali LCC (low cost carrier/maskapai berbiaya murah) yang menawarkan harga promosi ke dua destinasi tersebut. “Jetstar bahkan menambah rute harian ke Ho Chi Minh dan terbang ke Hanoi empat kali dalam seminggu,” imbuh Lai. Australia Favorit ke Bali Bali tetap menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan join facebook.com/suryaonline Australia. Setidaknya hal tersebut terlihat dari hasil pencarian yang dilakukan orang Australia melalui Wego, situs pencarian wisata. “Sepuluh destinasi teratas bagi pengguna Wego Australia adalah Singapura, Kuala Lumpur, dan Hongkong. Bali, Manila, dan Phuket juga tetap favorit di kalangan wisatawan yang mencari resor liburan,” kata COO Wego, Matthew Varley seperti dikutip dalam siaran pers. Jatuhnya nilai tukar dollar Australia di sekitar penghujung tahun ini, maka diperkirakan tahun depan wisatawan Negeri Kangguru tampaknya akan mengandalkan pilihan pada tempat-tempat wisata di dalam negeri. Walau demikian, destinasi yang bisa dijangkau dengan penerbangan singkat seperti Bali, Phuket, Fiji, dan Selandia Baru akan tetap disukai. Kerja sama yang dijalin maskapai Qantas dan Emirates juga menawarkan banyak penerbangan ke Dubai dan perjalanan lanjutan ke Eropa. “Rute tersebut tampaknya akan tetap kuat hingga 2014,” demikian kesimpulan Varley. Sepuluh destinasi teratas dalam pencarian internasional oleh wisatawan Australia antara lain (diurutkan dari peringkat pertama): Singapura, Auckland, Bali, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, Hongkong, Phuket, Jakarta, London. follow @portalsurya
  2. 2. 2 JUMAT, 27 DESEMBER 2013 | surya.co.id | surabaya.tribunnews.com Astronot Ganti Pendingin ISS SURABAYA, SURYA-Di penghujung tahun, astronot yang mengawal Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kedapatan hadiah Natal, yakni instalasi pendingin. Untuk kedua kalinya dalam sejarah Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), astronot harus melakoni perbaikan di luar stasiun pada malam Natal. “Selamat Natal. Terimakasih,” kata seorang operator Pusat Pengendalian Antariksa. Dalam aksi yang berlangsung selama tujuh jam tersebut, dua astronot NASA, Mike Hopkins dan Rick Mastriacchio memasang pompa pendingin pada badan stasiun. Keduanya berada di luar 60 menit lebih lama ketimbang yang direncakan. Segera setelah berhasil dipasang, astronot dan Pusat Pengendalian di Bumi Selasa (24/12) malam menguji instalasi tersebut. Jika segalanya berfungsi sesuai yang direncanakan, NASA baru akan menyalakan pompa secara perlahan. NASA mengatakan, hasil uji coba menunjukkan alat sebesar lemari es itu berfungsi “sehat”. Sebelumnya pompa pendingin ISS mengalami kerusakan dan terpaksa dibongkar oleh kedua astronot pada Sabtu (21/12). Fatal Tanpa Pendingin Mastracchios sempat mengalami masalah dengan baju ruang angkasanya usai menyelesaikan pembongkaran pompa pendingin. Setelah mendapatkan baju baru, Maastracchios dan Hopkins dijadwalkan menyelesaikan pemasangan instalasi pompa. Keduanya harus meletakkan lima sambungan listrik dan empat pipa air agar pompa pendingin bisa bekerja maksimal. Perbaikan sistem pendingin ISS termasuk prioritas tertinggi untuk menjaga temperatur di ruang dalam stasiun. Ketika pompa pendingin mengalami kerusakan 11 Desember lalu, para astronot terpaksa memadamkan energi di modul Uni Sovyet. Selain itu modul Jepang join facebook.com/suryaonline dan Eropa juga mengalami pemadaman sistem menjadi cuma setengahnya. Sebenarnya stasiun luar angkasa itu masih memiliki instalasi pendingin kedua yang bekerja normal. Tapi instalasi tersebut tidak mencukupi untuk memasok semua bagian stasiun. Sistem pendingin terutama dibutuhkan untuk menjaga suhu peralatan dan komputer yang mudah panas. Dalam kasus serius, piranti elektronik semacam itu bisa menimbulkan percik api yang berakibat fatal. Bulan November lalu ISS merayakan hari jadi ke-15. Selama ini para astronot lebih sering menghadapi kerusakan-kerusakan kecil. Sebagian besar modul yang terpasang pada ISS berasal dari Amerika Serikat dan Rusia. Sejak 2008 Eropa ikut serta dengan memasang laboraturium “Colombus”. Selain itu, Jepang dan Kanada juga menyumbangkan modul untuk stasiun tersebut. Baru-baru ini ESA dan badan antariksa lain mengusulkan agar astronot hanya menginap di ISS untuk menjalankan penelitian dan lalu kembali ke bumi. Gagasan tersebut dicetuskan untuk mengurangi biaya operasional yang terus membengkak. Namun Direktur Program ISS Amerika, Michael Suffredini, menolak dengan dalih, absennya astronot bisa menimbulkan masalah baru. Menurutnya banyak kerusakan pada stasiun luar angkasa yang cuma bisa diatasi oleh astronot. Pendapat Suffredini terbukti benar, selambatnya setelah sistem pendingin ISS harus diperbaiki.(DW.DE) follow @portalsurya

×