Makalah perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif

99,014 views

Published on

Mata Kuliah Metodologi Penelitian Semester VI PGSD FKIP UNS

Published in: Education
2 Comments
20 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
99,014
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
26
Actions
Shares
0
Downloads
2,216
Comments
2
Likes
20
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif

  1. 1. PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian Dosen Pembimbing : Dra. Jenny Indrastoeti Siti P, M.Pd. Oleh : 1. Niken Puspita A K7111137 2. Noor Fitriani J K7111139 3. Nunung Dwi U K7111143 4. Okthina Damaryanti K7111150 VI B PROGRAM S1 PGSD FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
  2. 2. 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perbedaan dasar sangat menonjol antara kuantitatif dan kualitatif. Sejak manusia memiliki awal peradabannya, manusia telah sadar akan curiosity-nya dan karena itu selalu to want to know anything. Ini adalah manusia dengan naluri penelitiannya. Seluruh ahli peneliti menjadi cikal bakal disiplin ilmu yang diciptakannya dan itu berkembang terus hingga masa globalisasi dengan teknologi dan informatika mutakhir. Dengan melihat pada perkembangan pohon ilmu sepanjang masa, maka manusia selalu menggunakan penelitian. Di dalam meneliti ini, manusia menggunakan metodologi yang selalu berubah untuk mencapai tujuan utama penelitian ialah pengembangan kebenaran dalam ilmu pengetahuan. Jadi metodologi adalah alat saja yang dapat berubah dari saat ke saat, sejauh ia dapat dipergunakan untuk meneliti. Sudah barang tentu termasuk di dalamnya pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dengan kemajuan dan perkembangan jaman penelitian, tidak dapat didakui bahwa satu pendekatan saja yang paling benar. Pendekatan lain harus dipertimbangkan karena semua bergerak terus. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelian ini adalah: 1. 2. C. Mutu pendidikan di Sekolah belum baik. Peran Komite Sekolahbelum optimal Pertanyaan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka pertanyaan penelitian ini adalah : 1. Bagaimana strategi meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah?
  3. 3. 2. Bagaimana meningkatakan peranKomiteSekolah? BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian penelitian kualitatif a) Meleong, mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti (Herdiansyah, 2010: 9) b) Penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitaif (Saryono, 2010: 1). c) kulitatif Sugiyono (2011:15), menyimpulkan bahwa metode penelitian adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitaif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Dari beberapa teori-teori di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena
  4. 4. dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Ada lima ciri pokok karakteristik metode penelitian kualitatif yaitu: 1. Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data Penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Peneliti pergi ke lokasi tersebut, memahami dan mempelajari situasi. Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian. Peneliti mengamati, mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi saat itu. Hasil-hasil yang diperoleh pada saat itu segera disusun saat itu pula. Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan di mana tingkah laku berlangsung. 2. Memiliki sifat deskriptif analitik Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik. Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk dan angka-angka. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka). Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Untuk itu peneliti dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang ditelitinya sehingga dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam data. 3. Tekanan pada proses bukan hasil Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil. Data dan informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. Apa yang
  5. 5. dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapar dilakukan dengan ukuran frekuensinya saja. Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan, prosedur, alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di mana dan pada saat mana proses itu berlangsung. Proses alamiah dibiarkan terjadi tanpa intervensi peneliti, sebab proses yang terkontrol tidak akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Peneliti tidak perlu mentaransformasi data menjadi angka untuk mengindari hilangnya informasi yang telah diperoleh. Makna suatu proses dimunculkan konsep-konsepnya untuk membuat prinsip bahkan teori sebagai suatu temuan atau hasil penelitian tersebut. 4. Bersifat induktif Penelitian kualitatif sifatnya induktif. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang tenjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan atau generalisasi kepada lebih luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan tertentu, tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lain baik waktu maupun tempat. Temuan penelitian dalam bentuk konsep, prinsip, hukum, teori dibangun dan dikembangkan dari lapangan bukan dari teori yang telah ada. Prosesnya induktif yaitu dari data yang terpisah namun saling berkaitan. 5. Mengutamakan makna Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Makna yang diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa. Misalnya penelitian tentang peran kepala sekolah dalam pembinaan guru, peneliti memusatkan perhatian pada pendapat kepala sekolah tentang guru yang dibinanya. Peneliti mencari informasi dari kepala sekolah dan pandangannya tentang keberhasilan dan kegagalan membina guru. Apa yang dialami dalam membina guru, mengapa guru gagal dibina, dan bagaimana hal itu terjadi. Sebagai bahan pembanding peneliti mencari informasi dari guru agar dapat diperoleh titik-titik temu dan
  6. 6. pandangan mengenai mutu pembinaan yang dilakukan kepala sekolah. Ketepatan informasi dari partisipan (kepala sekolah dan guru) diungkap oleh peneliti agar dapat menginterpretasikan hasil penelitian secara sahih dan tepat. Berdasarkan ciri di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif tidak dimulai dari teori yang dipersiapkan sebelumnya, tapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami. Data dan informasi lapangan ditarik maknanya dan konsepnya, melalui pemaparan deskriptif analitik, tanpa harus menggunakan angka, sebab lebih mengutamakan proses terjadinya suatu peristiwa dalam situasi yang alami. Generalisasi tak perlu dilakukan sebab deskripsi dan interpretasi terjadi dalam konteks dan situasi tertentu. Realitas yang kompleks dan selalu berubah menuntut peneliti cukup lama berada di lapangan. Sejalan dengan pendapat di atas, Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan bahwa bahwaciri-ciri metode penelitian kualitatif ada lima, yaitu: • Penelitian kualitatif mempunyai setting yang alami sebagai sumber data langsung, dan peneliti sebagai instrumen kunci. • Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka • Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada produk. Hal ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data, setting atau hubungan antar bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses. • Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara induktif: Peneliti tidak mencari data untuk membuktikan hipotesis yang.mereka susun sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun abstraksi. • Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan sekadar perilaku yang tampak. Atas dasar penggunaanya, dapat dikemukakan bahwa tujuan penelitian kualitatifdalam bidang pendidikan yaitu untuk:
  7. 7. 1. Mendeskripsikan suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan apa yang terjadi di lapangan sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk menemukenali kekurangan dan kelemahan pendidikan sehingga dapat ditentukan upaya penyempurnaannya. 2. Menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa pendidikan yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya dalam konteks ruang dan waktu serta situasi lingkungan pendidikan secara alami. 3. Menyusun hipotesis berkenaan dengan konsep dan prinsip pendidikan berdasarkan data dan informasi yang terjadi di lapangan (induktif) untuk kepentingan pengujian lebih lanjut melalui pendekatan kuantitatif. Bidang kajian penelitian kualitatif dalam pendidikan antara lain berkaitan dengan proses pengajaran, bimbingan, pengelolaan/manajemen kelas, kepemimpinan dan pengawasan pendidikan, penilaian pendidikan, hubungan sekolah dan masyarakat, upaya pengembangan tugas profesi guru, dan lain-lain. Selain penelitian kualitatif yang digunakan dalam bidang pendidikan adalah penelitian tindakan kelas. Langkah utama dalam penelitian kualitatif Penelitian kualitatif adalah strategi penelitian yang biasanya menekankan kata-katadaripada kuantifikasi dalam pengumpulan dan analisis data. Sebagai strategi penelitianitu luas, terdapat tiga fitur yaitu induksivitas, konstruksionis, dan interpretatif. Namun para peneliti kualitatif tidak selalu berhubungan dengan tiga fitur ini. Langkah-langkahutama dalam penelitian kualitatif: yang pertama yaitu pertanyaan penelitian umum,yang kedua yaitu pemilihan lokasi dan subjek yang relevan, yang ketiga yaitu pengumpulan data yang relevan, yang keempat yaitu interpretasidari data tersebut,yangkelima yaitu karya konseptual dan teoritis, dan terakhir yaitu menulis kesimpulan. Konsep dalam penelitian kualitatif Bagi sebagian besar peneliti kualitatif, mengembangkan langkahlangkah konseptidak akan menjadi pertimbangan yang signifikan, namun konsep yang sangat banyak adalah bagian dari lanskap dalam penelitian kualitatif.
  8. 8. Namun, cara konsep-konsepyang dikembangkan dan digunakan sering agak berbeda dari yang tersirat dalam strategi penelitian kuantitatif. Perbedaan Blumer itu antara konsep definitif dan kepekaanmenangkap aspek cara yang berbeda tentang konsep tersebut. Perbedaan Blumer bukanlah tanpa masalah. Ini sama sekali tidak jelas seberapa jauh formulasi yang sangatumum konsep dapat dianggap sebagai panduan yang berguna untuk penyelidikanempiris. kalau terlalu umum, itu hanya akan gagal untuk memberikan titik awal yang berguna karena pedoman terlalu luas.Penelitian secara kualitatif pada pengetahuan sosial berbeda dengan penelitian padailmu alam. Perbedaan tersebut ada pada objek yang diteliti. Pada ilmu alam objeknyatidak dapat melakukan sesuatu hal pada lingkungannya. Pada penelitian sosial, penelitian kualitatif banyak mengekspresikan komitmen untuk melihat peristiwa dandunia sosial melalui sudut pandang orang-orang yang mereka mempelajari. Dunia sosialharus ditafsirkan dari sudut pandang orang-orang yang diteliti, bukan seolaholahmereka adalah subyek yang tidak mampu mererefleksikan mereka sendiri di duniasosial. Dengan cara pemahaman dasar penelitian teoritis dari konteks dan orang-orangyang belajar dalam bahasa, makna, dan perspektif dari pandangan dunia mereka. Banyak studi kualitatif memberikan laporan rinci tentang apa yang terjadi di dalamhal yang sedang diselidiki. Alasan utama mengapa peneliti kualitatif tertarik untuk memberikan detail yang cukup deskriptif karena mereka biasanya menekankan pentingnya pemahaman kontekstual perilaku sosial. Penelitian kualitatif cenderungmelihat kehidupan sosial dalam hal proses. Kecenderungan ini mengungkapkan dirinyadalam sejumlah cara yang berbeda. Penelitian ini terbatas pada sejauh mana ia benar- benar dapat mengadopsi cara pandang orang -orang yang diteliti. Sesuatu yang dapat dipercaya dan kebenaran dalam penelitian kualitatif • Sesuatu yang dapat dipercaya yang bersumber dari luar : tahapan dimana suatu proses pembelajaran dapat di diferensiasi.
  9. 9. • Sesuatu yang dapat dipercaya yang bersumber dari dalam : ketika lebih dari satu penelitian, anggota peneliti setuju apa yang mereka lihat dan dengar • Kebenaran yang berasal dari dalam : ketika adanya kesesuaian antara hasil penelitian dengan teori yang mereka bangun • Kebenaran yang berasal dari luar : merepresentasikan masalah penelitian kualitatif karena kecenderungan mengkaji banyak jenis kajian dan sampel yang kecil Alternatif mengevaluasi penelitian, haruslah memperhatikan aspek berikut ini : • Kredibilitas • Kemudahan akses • Ketergantungan • Keaslian • Dapat diuji kebenarannya Hal yang harus diperhatikan dalam menilai kualitas penelitian kualitatif adalah : • Kepekaan terhadap keseluruhan aspek penelitian • Tanggung jawab dalam segala situasi • Trasnparan dan koheren • Pengaruh dan pentingnya penelitian • Kritik terhadap penelitian kualitatif Dalam cara yang sama pada saat penelitian kuantitatif mendapat kritikan, terutamadari peneliti kualitatif, kritikan paralel atau serupa juga diberikan kepada penelitiankualitatif, antara lain:
  10. 10. 1. Penelitian kualitatif terlalu subjektif; penelitian sering dimulai dengan pertanyaan yang terlalu terbuka untuk mendapat masukan informasi danmemerlukan bertahap-tahap penyempitan agar mampu mendapatkan kesimpulanyang tepat. 2. Sulit untuk ditiru; kurang terstruktur dan seringkali bergantung pada kecerdikan peneliti. Contoh Judul : STRATEGI OPTIMALISASI PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH B. Pengertian penelitian kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mencari hubungan atau menjelaskan sebab-sebab perubahan yang berdasarkan fakta-fakta yang terukur dan untuk menemukan generalisasi berdasarkan data yang bersifat kuantitatif (angka), bertolak dari pandangan positivistik, bahwa kenyataan bersifat fragmental, fiks dapat diamati dan diukur. Berikut adalah beberapa definisi tentang penelitian kuantitatif berdasarkan pendapat para ahli, sebagai berikut: • Sugiyono (2006) Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan - hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan / atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang
  11. 11. fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan - hubungan kuantitatif. • Sudarwan Danim (2002) Penelitian kuantitatif merupakan studi yang diposisikan sebagai bebas nilai (value free).Dengan kata lain, penelitian kuantitatif sangat ketat menerapkan prinsip-prinsip objektivitas. Objektivitas itu diperoleh antara lain melalui penggunaan instrumen yang telãh diuji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti yang melakukan studi kuantitatif mereduksi sedemikian rupa hal-hal yang dapat membuat bias, misalnya akibat masuknya persepsi dan nilai-nilai pribadi. Jika dalam penelaahan muncul adanya bias itu, penelitian kuantitatif akan jauh dari kaidah-kaidah teknik ilmiah yang sesungguhnya. • Poerwandari (1998) Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara, catatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain. Selain definisi-definisi tersebut, masih banyak definisi lain yang dikemukakan para ahli dalam mendefinisi penelitian kuantitatif berdasarkan sudut pandang yang berbeda pula. Karakteristik Penelitian Kuantitatif Setiap jenis penelitian memiliki karakteristik masing-masing membedakan antara jenisnya dengan jenis penelitian lainnya. Secara umum, penelitian kuantitatif memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: • Bertitik tolak dari konsep positivistik yanga memandang bahwa kenyataan memiliki dimensi tunggal, fragmental (terbagi dan terpisah, satu sama lainnya saling terlepas) dan bersifat fiks (tidak beruah/tetap).
  12. 12. • Antara peneliti dengan objek yang ditelitinya bersifat terpisah/lepas, artinya bahwa penelitian terhadap sesuatu objek tidak boleh memiliki hubungan atau ada pengaruh dari si peneliti; • Penelitian di lakukan dari luar; • Menggunakan instrumen yang memiliki validitas dan reliabilitas: 1. Reliabilitas, artinya menunjukkan sampai sejauhmana instrumen tersebut dapat menghasilkan pengukuran yang relatif konsisten apabila instrumen yang sama dilakukan untuk kedua kalinya; 2. Validitas, artinya menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur dapat mengukur apa yang ingin diukur. • Setting penelitian merupakan buatan, terlepas dari tempat dan • Analisis data menggunakan statistik; • Penelitian yang dihasilkan berbentuk hasil inferensial dan waktu; generalisasi prediksi; • Prosedur penelitian bersifat kaku; • Rancangan tertutup dari penelitian telah disusun sebelum pengumpulan data dilakukan; • Mencari hubungan dan menjelaskan sebab-sebab perubahan berdasarkan kepada fakta-fakta yang berbentuk angka-angka yang terukur; • Realita terdiri atas bagian dan unsur-unsur yang terpisah satu sama lainnya dan dapat diukur dengan menggunakan instrumen; • Menemukan generalisasi; • Penelitian dilakukan di laboratorium;
  13. 13. • Menggunakan rancangan penelitian eksperimental atau korelasional sebagai kajian khasnya (prototype studies) untuk mengurangi kekeliruan, bias dan variabel akstraneus. Jenis-Jenis Penelitian Kuantitatif Menurut jenisnya, penelitian kuantitatif terbagi kepada dua jenis: eksperimental dan non-eksperimen. • Penelitian Eksperimental 1. Eksperimen Murni (true experimental) Yaitu penelitian eksperimen yang secara ketat mengikuti prosedur dan memenuhi syarat-syarat eksperimen, terutama berkaitan dengan pengontrolan variabel, pemberian perlakuan, dan pengujian hasil, mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. 2. Eksperimen Semu (Quasi Experimental) Yaitu jenis penelitian yang memiliki kesamaan dengan penelitian eksperimen murni, hanya saja ada perbedaan dalam pengontrolan variabel, dimana dalam penelitian eksperimen semu hanya dilakukan pada satu variabel yang paling dominan. 3. Eksperimen Lemah (Weak Experimental) Yaitu penelitian eksperimen yang didesain dan diberlakukan seperti halnya penelitian eksperimen, hanya saja dalam penelitian eksperimen lemah tidak ada pengontrolan variabel. Selain itu tingkat validitasnya bersifat lemah. 4. Eksperimen Subjek Tunggal (Single Subject Experimental) Yaitu penelitian eksperimen yang dilakukan terhadap subjek yang tunggal, dimana variasi eksperimen dilakukan seperti murni, kuasi atau eksperimen lemah. • Non-Eksperimen
  14. 14. 1. Deskriptif Yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan kejadian pada saat sekarang secara apa adanya. Menurut Sukmadinata, penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel tetapi menggambarkan suatu kondisi dengan apa adanya. 2. Komparatif Yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara dua kelompok atau lebih pada variabel yang ditelitinya. Dalam penelitian ini tidak ada manipulasi dan pengontrolan variabel dari peneliti. 3. Korelasi Yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat ada/tidak adanya hubungan antarvariabel yang diteliti. Mc. Millan dan Schumacher menegaskan: "correlation research is concerned with assesing relationship between two or more phonomena. This type of study usually involves a statistical measure of the degree of relationship, called correlation". 4. Survai Yaitu merupakan penelitian permulaan dalam rangka mengumpulkan opini dari sejumlah besar orang sebagai sampel tentang masalah-masalah tertentu yang diajukan melalui pertanyaan tertulis maupun lisan. 5. Expost Facto Yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih yang tidak dimanipuasi oleh peneliti.
  15. 15. Penelitian ini dilakukan untuk kejadian-kejadian yang telah berlalu/lewat. Langkah-Langkah Melakukan Penelitian Kuantitatif Agar penelitian dapat dilakukan secara efektif, efesien, ekonomis dan membuahkan hasil yang kuat, maka perlu dilakukan dengan mengikuti prosedurprosedur yang tepat. Untuk melakukan penelitian kuantitatif, dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: • Mengidentifikasi masalah; • Merumuskan masalah penelitian; • Menyusun hipotesis penelitian; • Merumuskan pertanyaan penelitian; • Mengeksplorasi studi kepustakaan, atau penelitian terdahulu; • Menentukan sampel; • Merumuskan, merancang dan menyusun instrumen penelitian; • Merumuskan desain penelitian; • Melakukan pengumpulan data-data yang diperlukan; • Melakukan analisis data; • Menginterpretasikan data; • Menyusun simpulan; • Menyusun dan memberikan rekomendasi. METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF • Tempat dan waktu penelitian • Metode penelitian
  16. 16. • Populasi, sampel, dan sampling • Rancangan penelitian • Instrumen penelitian • Teknik pengumpulan data • Teknik analisis data • Hipotesis statistik Contoh judul : C. Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif Perbedaan mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya. Terdapat 12 perbedaan pendekatan kualitatif dengan kualitatif seperti berikut ini 1. Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatan etik, dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. Hanya dari
  17. 17. indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner, pilihan jawaban dan skor-skornya. Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan. 2. Dari segi konsep atau teori, penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya, melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentukcerita rinci atau asli mereka, kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep, teori atau menguji (retest) teori, sedangkan kualitatif mengembangkan ,menciptakan, menemukan konsep atau teori. 3. Dari segi hipotesis, penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal, yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih, sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data, kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi. 4. Dari mengutamakan segi teknik penggunaan pengumpulan kuisioner, data, sedang penelitian kuantitatif penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi. 5. Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian, penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh, keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel, atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti. 6. Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar, jumlah) sampelnya bersifat representatif
  18. 18. (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus, persentase atau tabelpopulasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informan-awal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik bola salju (snow-ball), sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi. 7. Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif, yakni dari penetapan variabel (konsep), kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. Di sisi lain, penelitian kualitatif berproses secara induktif, yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden,life story, life sycle, berkenaan dengan topik atau masalah penelitian), tanpa evaluasi dan interpretasi, kemudian dikategori, diabstraksi serta dicari tema, konsep atau teori sebagai temuan. 8. Dari bentuk sajian data, penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel, sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden. 9. Dari segi definisi operasional, penelitian kuantitatif menggunakannya, sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan, karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional, berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukan emik lagi. Dengan menetapkan definisi operasional, berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator, yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat, pengalaman atau pandangan mereka. 10. (Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik, sedang penelitian
  19. 19. kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data, dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi, mereduksi, mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi. 11. Dari segi instrumen, penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. Di sisi lain, pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner. 12. Dari segi kesimpulan, penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian, sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat, mengapa konsep tertentu dipilih. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. Di sisi lain, penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti, berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statistik. Perhatikan tabel perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif dibawah :
  20. 20. BAB III PENUTUP Kesimpulan
  21. 21. Pendekatan kuantitatif dan kaulitatif ini nampak, bahwa kedua penelitian ini memang nyata perbedaannya. Hal ini nampak dalam disain, proses atau alur penelitian dan penyajian hasil penelitian. Keduanya nampak belum dapat disatukan atau sinkronisasinya. Oleh sebab itu dianjurkan untuk tetap memilah keduanya. Apabila di dalam lembaga endidikan/ penelitian, telah ada pengajar/ peneliti yang mengadakan pendekatan di ntara keduanya, masih perlu kebijakan untuk berapa besar opini yang dapat dilakukan di tara para pengajar ini. Apabila telah ada pengertian dan kesamaan aliran pandangan tara kedua pendekatan ini, baru dapat dilaksanakan untuk penelitian komprehensif bersama. DAFTAR PUSTAKA http://www.academia.edu/3604019/Penelitian_Kualitatif http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/
  22. 22. http://fitwiethayalisyi.wordpress.com/teknologi-pendidikan/metode-penelitiankualitaif-sistematika-penelitian-kualitatif/ http://atcontent.com/Publication/869593868562999il.text/-/Penelitian-Kuantitatif(Quantitative-Inquiry) http://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/penelitian-kuantitatif-dankualitatif/ http://zurrez.blogspot.com/2012/10/contoh-latar-belakang-perbedaan.html http://taufikrahmatullah.wordpress.com/2012/11/12/perbedaan-mendasarpenelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/

×