Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 1
MENJELASKAN PENDEKATAN PAIKEM DALAM UPAYA
PENINGKATAN MU...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 2
pula namun bila generasi penerus pendidikannya kurang, n...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 3
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 4
berlangsung dengan pendekatan lingkungan sekitar. Begitu...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 5
menerapkan berbagai metode pembelajaran dan dapat dilaku...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 6
sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 7
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai car...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 8
B. Implementasi Pendekatan PAIKEM Dalam Upaya Peningkata...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 9
Dalam suatu gagasan atau rencana atau pelaksanaan pasti ...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 10
Orang tua sebagai komponen pendukung dalam PAIKEM, mung...
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas
Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 11
Cara Implementasi dari pendekatan PAIKEM dalam upaya pe...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

MAKALAH MENJELASKAN PENDEKATAN PAIKEM DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

9,455 views

Published on

Mata Kuliah Manajemen Berbasis Sekolah Semester 4 PGSD FKIP UNS

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,455
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
167
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

MAKALAH MENJELASKAN PENDEKATAN PAIKEM DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

  1. 1. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 1 MENJELASKAN PENDEKATAN PAIKEM DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Dosen Pembimbing : dr. Suharno, M.Pd. Anggota Kelompok 9: Marsha Ainul Qolbi K7111119 Noor Fitriani Jayanti k7111139 Okthina Damaryanti K7111150 KELAS 4B ABSTRAK Untuk meningkatkan mutu pendidikan kita perlu melihat dari banyak sisi. Telah banyak pakar pendidikan mengemukakan pendapatnya tentang faktor penyebab dan solusi mengatasi kemerosotan mutu pendidikan di lndonesia. Dengan masukan ilmiah ahli itu, pemerintah tak berdiam diri sehingga tujuan pendidikan nasional tercapai. Dalam persfektif makro banyak faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan, diantaranya faktor kurikulum, kebijakan pendidikan, fasilitas pendidikan, aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan proses belajar mengajar, aplikasi metode, strategi dan pendekatan pendidikan yang mutakhir dan modern, metode evaluasi pendidikan yang tepat, biaya pendidikan yang memadai, manajemen pendidikan yang dilaksanakan secara profesional, sumber daya manusia para pelaku pendidikan yang terlatih, berpengetahuan, berpengalaman dan profesional (Hadis dan Nurhayati, 2010:3). Pendidikan penting bagi siapa saja bukan hanya anak-anak namun semua orang juga membutuhkan pendidikan. Pendidikan bisa didapatkan di bangku sekolah, pendidikan non formal lainnya maupun di organisasi. Apapun pendidikan yang ditempuh pada dasarnya merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan seseorang dari tidak tahu menjadi tahu dan mengerti. Mutu pendidikan sangat tergantung dari program pendidikan yang dilaksanakan. Bukan hanya itu pendidikan bermutu bisa didapatkan bila tenaga pengajar benar-benar bisa melaksanakan program pendidikan dengan baik. Agar negara kita tidak kalah dengan negara tetangga tentu saja pemerintah harus meningkatkan mutu pendidikan yang ada. Pendidikan di Indonesia masih tergolong menengah ke bawah karena sistem, pendekatan pendidikan dan sarana yang kurang memadai. Mutu pendidikan yang baik akan melahirkan generasi muda yang baik pula. Bila generasi muda memiliki pendidikan yang baik mereka bisa membangun negara dengan baik dan tidak ketinggalan zaman. Pendidikan sangat diperlukan untuk kemajuan suatu bangsa. Bila bangsa kita memiliki mutu pendidikan yang baik, perekonomian dan segala aspek pemerintahan bisa dijalankan dengan baik
  2. 2. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 2 pula namun bila generasi penerus pendidikannya kurang, negara kita bisa dijajah lagi oleh bangsa lain. Pendidikan di Indonesia bisa ditempuh dengan tiga cara yaitu pendidikan formal, nonformal maupun informal. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang ditempuh oleh manusia pada dasarnya merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan seseorang dari tidak tahu menjadi tahu dan mengerti. Mutu pendidikan sangat tergantung dari program pendidikan yang dilaksanakan. Bukan hanya itu pendidikan bermutu bisa didapatkan bila tenaga pengajar benar-benar bisa melaksanakan program pendidikan dengan baik. Agar negara kita tidak kalah dengan negara tetangga tentu saja pemerintah harus meningkatkan mutu pendidikan yang ada. Pendidikan di Indonesia masih tergolong menengah ke bawah karena sistem dan sarana yang kurang memadai.Mutu pendidikan yang baik akan melahirkan generasi muda yang baik pula. Bila generasi muda memiliki pendidikan yang baik mereka bisa membangun negara dengan baik pula dan tidak ketinggalan zaman. Dalam proses pembelajaran tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah pendekatan pembelajaran dan pendekatan pendidikan. Jenis-jenis dari pendekatan dalam pembelajaran pun beraneka ragam, contohnya yaitu pendekatan PAIKEM(Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Menyenangkan), Pendekatan Kooperatif. Masing-masing dari pendekatan pembelajaran tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Dari beberapa pendekatan pembelajaran tersebut yang sedang gencar dibicarakan yaitu pendekatan PAIKEM. Di balik gencar-gencarnya membicarakan hal tersebut, sayangnya istilah tidak sesuai dengan pelaksanaan di kenyataan. Diadakannya variasi dalam pendekatan dalam pembelajaran, salah satunya yaitu agar mutu pendidikan dapat meningkat. Hal yang disayangkan di luar sana tidak semua guru atau calon guru sudah paham mengenai apakah itu konsep pendekatan PAIKEM. Beberapa dari mereka baru sebatas tahu, dalam penerapannya mungkin juga kurang maksimal. Maka dari itu dalam paper ini akan dibahas mengenai konsep pendekatan PAIKEM, kemudian cara mengimplementasikan penedekatan PAIKEM dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, serta akan dibahas juga mengenai implikasi dari pendekatan PAIKEM dalam peningkatan mutu pendidikan. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam paper ini yaitu sebagi berikut: 1. Bagaimanakah konsep dari pendekatan PAIKEM? 2. Bagaimanakah implementasi pendekatan PAIKEM dalam upaya peningkatan mutu pendidikan? 3. Apakah implikasi dari pendekatan PAIKEM dalam peningkatan mutu pendidikan?
  3. 3. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 3 C. Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan dalam paper ini yaitu sebagai berikut: 1. Mengetahui konsep dari pendekatan PAIKEM. 2. Mengetahui implementasi pendekatan PAIKEM dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. 3. Mengetahui implikasi dari pendekatan PAIKEM dalam peningkatan mutu pendidikan. PEMBAHASAN A. Konsep Pendekatan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM) Proses belajar mengajar merupakan sebuah proses interaksi yang menghimpun sejumlah nilai (norma) yang merupakan substansi, sebagai medium antara guru dan siswa dalam rangka mencapai tujuan. Sebagai guru, tugasnya tidak hanya mengajar tetapi juga belajar memahami suasana psikologis siswanya dan kondisi kelas. Dalam mengajar, guru harus memahami gaya-gaya belajar siswanya sehingga kerelavansian antara gaya- gaya mengajar guru dan siswa akan memudahkan guru menciptakan interaksi edukatif dan kondusif. Dalam proses edukatif guru harus berusaha agar siswanya aktif dan kreatif secara optimal. Guru tidak harus terlena dengan menerapkan gaya konvensional. Karena gaya mengajar seperti ini tidak sesuai dengan konsepsi pendidikan modern. Pendidikan modern menghendaki siswa lebih aktif dalam kegiatan interaktif edukatif. Guru bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing sedangkan siswa aktif dalam belajar. Semakin aktif dan kreatif siswa, maka suasana belajar akan semakin menyenangkan, sehingga proses belajar tidak ada paksaan, dengan rasa sukarela itu, stekeholder dari pendidikan itu akan semakin mudah untuk diajak meningkatkan mutu pendidikan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan guru dalam proses belajar mengajar seperti memahami prinsip-prinsip proses belajar mengajar, menyiapkan bahan dan sumber belajar, memilih metode yang tepat, menyiapkan alat bantu pengajaran, memilih pendekatan, dan mengadakan evaluasi. Semua kegiatan yang dilakukan guru harus didekati dengan pendekatan sistem, sebab pengajaran adalah suatu sistem yang melibatkan sejumlah kompenen pengajaran dan semua komponen tersebut saling berkaitan dan saling menunjang dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran serta peningkatan mutu pendidikan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan oleh guru selaku pendidik adalah pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan merupakan merupakan salah satu model pembelajaran yang ideal. Dengan pendekatan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM), siswa dapat mendapatkan ide-ide sendiri dalam pembelajaran
  4. 4. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 4 berlangsung dengan pendekatan lingkungan sekitar. Begitu pula guru dengan berbagai ide segar dan menarik yang dilengkapi dengan contoh praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Pemahaman mengenai PAIKEM ini diharapkan dapat membantu guru memfasilitasi pembelajaran siswa dengan lebih bermakna. Meskipun yang diharapkan pertama dan utama adalah keaktifan dan kekreatifitasan peserta didik, namun sebenarnya guru pun dituntut untuk aktif dan kreatif. Agar pembelajaran model ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sudah tentu guru harus merancang pembelajaran dengan baik, melaksanakannya, dan akhirnya menilai hasilnya. Sebuah istilah untuk menggambarkan sebuah proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan peserta didik, mengembangkan kreativitas sehingga proses pembelajaran efektif dalam suasana menyenangkan. Pembelajaran tersebut juga dikenal dengan nama Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Selain itu, PAIKEM juga memungkinkan siswa melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan sikap, pemahaman, dan keterampilannya sendiri dalam arti tidak semata-mata disuapi guru. Artinya pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM mengutamakan proses pembelajaran yang bersifat student center. Student center mengandung pengertian pembelajaran menerapkan strategi pedagogi mengorientasikan siswa kepada situasi yang bermakna, kontekstual, dunia nyata dan menyediakan sumber belajar, bimbingan, petunjuk bagi pembelajar ketika mereka mengembangkan pengetahuan tentang materi pelajaran yang dipelajarinya sekaligus keterampilan memecahkan masalah. Paradigma yang menempatkan guru sebagai pusat pembelajaran (teacher center) dan siswa sebagai objek, seharusnya diubah dengan menempatkan siswa sebagai subjek yang belajar secara aktif membangun pemahamannya (Learning) dengan jalan merangkai pengalaman yang telah dimiliki dengan pengalaman baru yang dijumpai. Pengalaman nyata dari lingkungan sekitar menunjukkan bahwa minat dan prestasi siswa dalam bidang sains meningkat secara drastis pada saat mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antar informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai. Pembelajaran hendaknya dimulai dari masalah-masalah aktual, otentik, relevan dan bermakna bagi siswa. Pembelajaran yang berbasis subjek seringkali tidak relevan dan tidak bermakna bagi siswa sehingga tidak menarik perhatian siswa. Pembelajaran yang dibangun berdasarkan subjek seringkali terlepas dari kejadian aktual di masyarakat. Akibatnya siswa tidak dapat menerapkan konsep/teori yang dipelajarinya di dalam kehidupan nyata sehari-hari. Dengan pembelajaran yang dimulai dari masalah maka siswa belajar suatu konsep atau teori dan prinsip sekaligus memecahkan masalah. Dengan demikian sekurang-kurangnya ada dua hasil belajar yang dicapai, yaitu jawaban terhadap masalah (Produk) dan cara memecahkan masalah (proses). Pendekatan pembelajran PAIKEM ini merupakan trend pembelajaran saat ini. Pembelajaran dengan pendekatan ini dapat dilakukan dengan
  5. 5. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 5 menerapkan berbagai metode pembelajaran dan dapat dilakukan dengan menerapkan berabagai alat bantu yang tersedia. Pembelajaran aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran informasi atau pengetahuan dari guru belaka. Jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari peserta didik sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Aktif di sini bersifat fisik maupun mental. Artinya, aktif dalam mengemukakan penalaran (alasan), menemukan kaitan yang satu dengan yang lain, mengkomunikasikan ide/gagasan, mengemukakan bentuk representasi yang tepat, dan menggunakan semua itu untuk memecahkan masalah. Pembelajaran inovatif dimaksudkan pembelajaran bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Pembelajaran kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan peserta didik, juga siswa dapat menjadi kreatif dalam proses pembelajarannya. Artinya, siswa kretaif dalam memahami masalah, menemukan ide yang terkait, mempresentasikan dalam bentuk lain yang lebih mudah diterima, dan menemukan kesenjangan yang harus diisi untuk memecahkan masalah. Konsep merencanakan pemecahan masalah adalah alur pemecahan pada memikirkan macam-macam strategi yang mungkin dapat digunakan untuk memecahkan masalah, memilih strategi atau gabungan strategi yang paling efektif dan efisien, dan merancang tahap-tahap eksekusi. Pembelajaran menyenangkan adalah suatu pembelajaran yang mempunyai suasana yang mengasyikkan sehingga perhatian peserta didik terpusat secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Maksudnya, tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik (kompetensi) setelah proses pembelajaran berlangsung,
  6. 6. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 6 sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain. Jadi, efektif artinya berhasil mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan. Pada pendekatan PAIKEM, peran guru sangat penting. Guru dapat berfungsi sebagai fasilitator, motivator, dan pencipta suasana yang aktif, kreatif, efektif dan juga menyenangkan. Guru aktif memantau kegiatan belajar siswa, memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang, mempertanyakan gagasan siswa. Jika kondisi ini terjadi, maka siswa akan bisa menjadi aktif. Artinya, siswa dapat secara aktif membangun konsep, bertanya, bekerja, terlibat, dan berpartisipasi, menemukan dan memecahkan masalah, mengemukakan gagasan dan mempertanyakan gagasan. Di samping itu, guru harus kreatif, artinya guru dapat mengembangkan kegiatan yang menarik dan beragam, membuat alat bantu belajar, memanfaatkan lingkungan, mengelola kelas dan sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Guru harus mengembangkan suatu proses pembelajaran yang efektif, yaitu pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu terapainya kompetensi siswa. Pembelajaran menyenangkan adalah kegiatan belajar yang menarik, menantang, meningkatkan motivasi peserta didik, mendapatkan pengalaman secara langsung, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta tidak membuat peserta didik takut. Peserta didik senang belajar berarti mengkondisikan peserta didik untuk berani mencoba/berbuat, berani bertanya, berani mengemukakan pendapat/ gagasan, berani mempertanyakan gagasan orang lain, sebagaimana empat pilar pendidikan yang dicanangkan UNESCO. Menurut UNESCO, pembelajaran harus berorientasi pada “learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together”. Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang menjadikan siswa tertawa terbahak-bahak, melainkan sebuah pembelajaran yang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan peserta didik dalam suasana yang sama sekali tidak ada tekanan, baik fisik maupun psikologis. Jika pembelajaran berada dalam kondisi tekanan, maka akan mengerdilkan pikiran siswa, sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif. Dalam konsep pembelajaran kontekstual (contextual learning), ruh pembelajaran terletak pada bagaimana hubungan antara guru dan peserta didik dapat dijalin dengan pendekatan didaktik metodik yang bernuansa”pedagogis”. Artinya, interaksi antara guru dan siswa tidak terjalin dengan komunikasi yang “kaku” seperti orang yang serba tahu dengan siswa yang serba tidak tahu. PAKEM mengambarkan hal-hal sebagai berikut: 1. Peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
  7. 7. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 7 2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara untuk membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik. 3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’. 4. Guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok. 5. Guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Upaya yang pernah diajukan dalam peningkatan mutu pendidikan ada beberapa hal diantaranya: a) Perubahan kurikulum belajar Kurikulum merupakan dasar atau jadwal pendidikan yang akan diajarkan oleh guru kepada peserta didiknya. Perubahan kurikulum ini bisa meningkatkan pendidikan namun dengan perubahan kurikulum ini kadang menimbulkan kontroversi bagi semua orang. Perubahan kurikulum ini harus dipertimbangkan dengan matang agar peserta didik dan pendidik bisa melaksanakannya dengan baik. b) Peningkatan mutu guru Peningkatan mutu guru bisa dilakukan dengan penyeleksian guru pendidik sebelum mereka mengajar pada suatu sekolah. Dengan adanya seleksi yang tepat ini diharapkan guru benar-benar merupakan tenaga pilihan yang bisa membimbing muridnya dengan baik. c) Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) Pada intinya bantuan ini dirancang pemerintah untuk membantu sekolah yang tidak mampu agar bisa menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang layak dan dibutuhkan siswa didiknya. Namun kadang program ini disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga penyampaiannya masih belum optimal. d) Bantuan Khusus Murid (BKM) Program pemerintah ini khusus untuk membantu biaya bagi murid yang tidak mampu agar bisa mengenyam pendidikan sama seperti anak lainnya. e) Sarana pendidikan yang maju Bila mutu pendidikan di negara kita ingin maju maka sarana dari pendidikan tersebut harus ditingkatkan lebih baik lagi. Bila sarana pendidikan bagus dan modern maka siswa bisa melaksanakan pendidikan dengan nyaman. Kenyamanan mereka itulah yang menjadi kunci kesuksesan dalam proses belajar. f) Pemerataan pendidikan Pendidikan tidak hanya untuk mereka yang berada di kota namun didaerah terpencil juga harus mendapatkan pendidikan yang layak. Inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk pemerataan pendidikan di semua wilayah.
  8. 8. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 8 B. Implementasi Pendekatan PAIKEM Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan a) Pembelajaran B. Inggris Efektif dan Menyengangkan Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP 1 Jakenan, Pati, efektif dan sangat menyenangkan. Guru mengajak siswa untuk menyusun banyak pertanyaan untuk minta izin. Setelah siswa menulis pertanyaannya di papan tulis, Bu Herni, gurunya memberi evaluasi pertanyaan tersebut. b) Pemecahan Masalah Matematika Siswa di MTs Negeri Banyuwangi diberi soal:  Ayam besar dan ayam kecil ditimbang bersama beratnya 4Kg  Ayam sedang dan ayam kecil ditimbang bersama beratnya 3Kg  Ayam besar dan ayam sedang ditimbang bersama beratnya 5Kg Berapa beratnya setiap ayam? Siswa harus mencari pemecahan soal ini sendiri. Selanjutnya beberapa siswa diminta memberi penjelasan pemecahannya. Di gambar di sebelah bawah Lukman Hakim siswa MTsN Banyuwangi menjelaskan pemecahannya. Sangat penting bagi anak belajar mencari pemecahan sendiri daripada ditunjuk oleh guru, apalagi belajar bahwa ada beberapa cara untuk memecahkan masalah yang sama. Ini adalah keterampilan yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. c) Mengamati, Mengambar dan Menjelaskan Bagian Bunga Anak kelas 4 di SD Sonorejo, Pati ditugasi untuk mengamati, membandingkan, menggambar dan mendeskripsikan berbagai bunga. Gambar samping ini Bapak Sulistyono guru kelas 4 mengamati anak menulis. Di gambar sampingnya ada hasil karya salah satu anak namanya Heni.
  9. 9. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 9 Dalam suatu gagasan atau rencana atau pelaksanaan pasti tidak lepas dari kendala atau hambatan. Dalam pengimplementasian pendekatan PAIKEM ini juga terdapat beberapa kendala, yaitu sebagai berikut: a) Ada siswa yang kurang bisa berkomunikasi dengan temannya dan ada siswa yang ramai saat diskusi. b) Kurangnya jumlah LCD yang digunakan oleh guru untuk memaparkan materi dalam bentuk power point (kurangnya sarana dan prasarana) Dalam sebuah masalah tentunya ada upaya untuk mengatasi masalah- masalah itu. Dari kendala-kendala di atas, upaya untuk mengatasi kendala dalam pengimplementasian pendekatan PAIKEM yaitu sebagai berikut: a) Guru memberi perhatian lebih kepada siswa yang kurang bisa berkomunikatif dengan temannya dan bagi siswa yang ramai guru langsung menghampirinya untuk dikondisikan. b) Guru harus memesan LCD di bagian perlengkapan jauh hari sebelumnya sehingga mengetahui apakah akan menggunakan ruang media atau membawa LCD ke ruang kelas dan bila terpakai semua maka guru harus mencari hari lain untuk menggunakannya. Jadi intinya perlu adanya tindakan diagnosa permasalahan lebih dini, sehingga di saat dibutuhkan sarana dan prasarana tersedia. C. Implikasi dari Pendekatan PAIKEM Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan , terdapat implikasi-implikasi dari pendekatan PAIKEM. Implikasi dari pendekatan PAIKEM dipengaruhi oleh berbagai komponen, di antaranya: guru, kepala sekolah, orang tua siswa, komite sekolah, masyarakat, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Departemen Pendidikan Nasional. Keseluruhan komponen pendukung tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda berdasarkan tugas dan fungsinya, akan tetapi antarpelbagai komponen itu memiliki keterkaitan yang sangat erat. Artinya, dukungan mereka merupakan dukungan integral yang seharusnya dilakukan agar peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dapat tercapai. 1. Guru Guru memiliki pengaruh dan peran yang sangat penting dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah. Menurut Nurkholis (2005), peran guru dalam MBS adalah sebagai rekan kerja, pengambil keputusan dan pengimplementasi program pembelajaran. Berkaitan dengan program implementasi program pembelajaran disebutkan bahwa guru harus memiliki pengetahuan tentang pembelajaran dan kurikulum. 2. Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam mendukung keberhasilan pendidikan di suatu sekolah. Artinya, kepala sekolah merupakan komponen yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa kepala sekolah dapat berperan sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator. 3. Orang Tua Siswa
  10. 10. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 10 Orang tua sebagai komponen pendukung dalam PAIKEM, mungkin dirasa janggal oleh kita. Keikutsertaan orangtua dalam proses pendidikan anak di sekolah sangatlah penting. Keterlibatan orang tua di dalam pembelajaran dapat dilakukan di rumah dan di sekolah 4. Komite Sekolah Peran dari komite sekolah yaitu advisory agency (pemberi pertimbangan), supporting agency (pendukung kegiatan layanan pendidikan), controlling agency (pengontrol kegiatan layanan pendidikan), dan mediator, penghubung, atau pengait tali komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Komite sekolah berkedudukan sebagai mitra untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dalam konteks ini, komite sekolah dapat membantu penyelenggaraan proses pembelajaran, manajemen sekolah, kelembagaan sekolah, sarana dan prasarana sekolah, pembiayaan pendidikan, dan mengkoordinasikan peran serta masyarakat. 5. Masyarakat Dukungan masyarakat terhadap pembelajaran PAIKEM dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu bentuk dukungan yang sangat efektif adalah melalui pemberlakuan jam belajar di lingkungan masyarakatnya. 6. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mempunyai peran yang besar dalam mensukseskan MBS di sekolah dan juga implementasi program-program yang dikembangkan di sekolah yang tertuang di dalam Rencana Pengembangan Sekolah. Dukungan Dinas Pendidikan kepada sekolah merupakan bagian yang tidak terpisahkan di dalam kerangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah. 7. Departemen Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan Nasional mempunyai peran yang besar di dalam mensukseskan MBS di sekolah dan program-program yang dikembangkan di sekolah. Dukungan Depdiknas kepada sekolah merupakan bagian yang tidak terpisahkan di dalam kerangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, kabupaten, dan nasional. Jika beberapa komponen di atas saling bersinergi dan saling melengkapi, maka mutu pendidikan yang kita dambakan dapat tercapai. Implikasi yang lain yaitu pembelajaran akan semakin baik, dan keterampilan siswa meningkat. PENUTUP A. Simpulan PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif maksudnya, proses pembelajaran harus menciptakan suasana yang dapat mendorong peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Inovatif artinya adanya pembaharuan daru yang sudah ada. Kreatif artinya, guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi beragam kemampuan peserta didik. Efektif artinya berhasil mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang dapat membuat peserta didik memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi dan kerasan di sekolah.
  11. 11. Mata Kuliah Manajemen Berbasis Kelas Kelompok 9 (Kelas 4B) Page 11 Cara Implementasi dari pendekatan PAIKEM dalam upaya peningkatan mutu pendidikan ini dapat diterpapkan melalui berbagai cara yaitu dengan mengajak siswa menuliskan/ menyusun beberapa pertanyaan bersama, mengajak siswa untuk menemukan masalah serta mencari pemecahannya sendiri, dan dapat melalui pengamatan, membandingkan, menggambar dan mendeskripsikan berbagai hal kemudian ditulis atas nama dari siswa yang melakukan tugas itu. Implikasi dari pendekatan PAIKEM dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dapat berhasil dengan melibatkan beberapa komponen antara lain guru, kepala sekolah, orang tua siswa, komite sekolah, masyarakat, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Departemen Pendidikan Nasional. Selain itu semakin meningkat kinerja beberapa komponen tersebut maka mutu pendidikan semakin baik, siswa lebih terampil, masyarakat semakin bisa terbuka dengan pihak sekolah karena ada interaksi berbagi pihak di atas. B. Saran a. Agar tercipta suasana yang menyenangkan dari awal pelajaran seyogyanya guru menggunakan pendekatan yang bertujuan untuk memicu keaktifan siswa. b. Pihak sekolah seyogyanya bisa mencukupi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah sehingga guru bisa lebih berinovasi dalam pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Syaifuddin, Mohammad & AnshoryIchsan . 2007. Bahan Ajar Cetak: Manajemen Berbasis Sekolah. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Anonim. 2012. Cara Meningkatkan Mutu Pendidikan Nasional Mujahidah. 2010. Pengertian PAIKEM. {Diperoleh dari http://mujahidahtangguh.wordpress.com/2010/02/09/pengertian-paikem/. Pada tanggal 15 mei 2013}

×