Kurikulum Pendidikan

670 views

Published on

Hubungan Teori Pendidikan dengan Kurikulum

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
670
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
190
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kurikulum Pendidikan

  1. 1.  Ainur Fahmi (1006101030013)  Ratih Juwita (1006101030081)  Sarah Nanda Diana ( 1006101030069)  Shafrida (1006101030024)
  2. 2. Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam.
  3. 3.  Kurikulum sebagai suatu ide  Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis  Kurikulum sebagai suatu kegiatan  Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan
  4. 4. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 menyatakan bahwa : “ kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  5. 5. Kurikulum memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Teori Pendidikan. Nana S. Sukmadinata (1997) mengemukakan 4 teori pendidikan, yaitu :
  6. 6. Teori pendidikan klasik, berlandaskan pada filsafat klasik. Teori pendidikan ini lebih menekankan pada peranan isi pendidikan dari pada proses. Pendidikan klasik menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulum, yaitu suatu kurikulum yang bertujuan memberikan pengetahuan yang solid serta melatih peserta didik menggunakan ide-ide dan proses “penelitian”.
  7. 7. Pendidikan harus dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didi. Peserta didik menjadi pelaku utama pendidikan, sedangkan pendidik hanya menempati posisi kedua, yang lebih berperan sebagai pembimbing, pendorong, fasilitator dan pelayan peserta didik.
  8. 8. Dalam teknologi pendidikan, lebih diutamakan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi atau kemampuan- kemampuan praktis, bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama.
  9. 9. Pendidikan interaksional adalah suatu konsep pendidikan yang bertitik tolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lainnya.
  10. 10. 1. Landasan Filosofis filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum.
  11. 11.  Perenialisme  Essensialisme  Eksistensialisme  Progresivisme  Rekonstruktivisme
  12. 12. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu : a. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. b. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar.
  13. 13. Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan serta nilai- nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat.
  14. 14. Perkembangan dalam bidang il mu pengetahuan teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu berubah tatanan manusia.

×