Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pendidikan kewarganegaraan

277 views

Published on

Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan - Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan
Sumber : Sunarso, dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta : UNY Press.

Lutfi Arsi Astuti
Teknologi Pendidikan, UNY
2014

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pendidikan kewarganegaraan

  1. 1. Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Lutfi Arsi Astuti 12105241022 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
  2. 2. PENDAHULUAN
  3. 3. Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu bidang kajian yang mengemban misi nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui koridor “value-based education”
  4. 4. Kendala yang dihadapi Pendidikan Kewarganegaraan sejak diimplementasikan : 1. Masukan instrumental terutama yang berkaitan dengan kualitas pendidik serta keterbatasan fasilitas dan sumber belajar. 2. Masukan lingkungan terutama yang berkaitan kondisi dan situasi kehidupan politik Negara yang kurang demokratis.
  5. 5. Upaya Departemen Pendidikan Nasional dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Kewarganegaraan, yaitu :
  6. 6. 1. Menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas kemampuan mengajar guru dan dosen PKN.
  7. 7. 2. Penataan kembali materi PKN agar lebih sesuai dengan tuntutan kebutuhan bagi kehidupan masyarakat yang demokratis.
  8. 8. 3. Perubahan sistem belajar belum memperlihatkan hasil yang memadai.
  9. 9. ALASAN PERLUNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
  10. 10. Dalam perkembangannya, sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sampai penhujung abad 20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam persatuannya sehingga Pancasila dan Konstitusi negara Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.
  11. 11. Pendidikan Kewarganegaraan (Citizenhip) merupakan mata kuliah yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945.
  12. 12. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA
  13. 13. Mata pelajaran ini muncul pertama kali pada tahun 1957 dengan nama “kewarganegaraan” Terdapat buku Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia tahun 1962 yang menjadi acuan mata pelajaran civic atau kewarganegaraan yang telah muncul pada tahun 1966.
  14. 14. Pada kurikulum 1968, mata pelajaran ini muncul dengan nama “Kewarganegaraan Negara” Mata pelajaran ini berubah nama menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) pada Kurikulum 1975
  15. 15. Pada Kurikulum 1984 maupun Kurikulum 1994, dimana PMP telah berubah nama menjadi “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan” (PPKn) Saat ini lebih dikenal dengan mata pelajaran/ mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
  16. 16. TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Pusat Kurikulum,2003:3)
  17. 17. 1. Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
  18. 18. 2. Berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  19. 19. 3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa – bangsa lain.
  20. 20. 4. Berinteraksi dengan bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
  21. 21. SUBSTANSI MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
  22. 22. Waterwoth (1998:3) mengemukakan butir - butir concept of citizenship dan warga Negara yang baik sebagai berikut :
  23. 23. 1. Menghargai warisan budaya masyarakatnya. 2. Menggunakan hak pilih. 3. Menghormati hokum dan norma – norma masyarakat. 4. Memahami berbagai proses politik dan ekonomi. 5. Menggunakan hak berbicara. 6. Memberikan sumbangan bagi kebaikan keluarga dan masyarakat. 7. Peduli terhadap lingkungan lokalnya.
  24. 24. Abdul Azis Wahab (2000:5) mengemukakan sepuluh pilar demokrasi Indonesia yang harus menjadi prinsip utama pengembangan kewarganegaraan yaitu :
  25. 25. 1. Konstitusionalisme. 2. Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa. 3. Kewarganegaraan cerdas. 4. Kedaulatan rakyat. 5. Kekuasan hukum. 6. Hak Asasi Manusia. 7. Pembagian Kekuasaan. 8. Sistem peradilan yang bebas. 9. Pemeritahan daerah. 10. Kesejahteraan sosial dan keadilan.
  26. 26. KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN DARI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
  27. 27. Dimilikinya seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dari seorang warga negara dalam berhubungan dengan negara.
  28. 28. Mampu turut serta dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan profesi dan kapasitas masing-masing.
  29. 29. TIGA ASPEK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
  30. 30. (Margaret S. Bronson, dkk., 1999:8-25) 1. Civic knowledge atau pengetahuan kewarganegaraan 2. Civic skills atau ketrampilan kewarganegaraan 3. Civic dispositions atau karakter kewarganegaraan

×