Kompetensi Kepala SekolahOktober 30, 2008 — WahidinA. Kompetensi Kepribadian1. Memiliki integritas kepribadian yang kuat s...
B. Kompetensi Manajerial1.Mampu menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan:   •   Menguasai teori p...
•   Mampu melakukan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan       prinsip-prinsip tepat kualifikasi, tep...
5.Mampu mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secaraoptimal:   •   Mampu merencanakan kebutuha...
penyelenggaraan pendidikan dan terampil menjabarkannya menjadi kompetensi       lulusan dan kompetensi dasar.   •   Memili...
•   Mampu mengelola administrasi akreditasi sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip       tersedianya dokumen dan bukti-bukt...
•   Mampu menerjemahkan data base untuk merencanakan program pengembangan       sekolah15.Terampil dalam memanfaatkan kema...
•   Mampu menyusun laporan sesuai dengan standar pelaporan monitoring dan       evaluasiD. Kompetensi Sosial1.Terampil bek...
BAB I                                   PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangKepemimpinan (leadership) adalah inti manajeman. Pem...
Mulai tahun 2009 pemerintah kembali menunjukkan keseriusannya dalam bidangpendidikan, hal ini dengan dicanangkannya pendid...
Dari sudut proses manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian,kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan a...
6. Mengutamakan Kepentingan Bersama di atas Kepentingan PribadiPerlu disusun skala prioritas ketika merencanakan setiap pe...
Lebih baik memberi kail dari pada memberi ikan. Istilah ini jika diterapkan dalamkebijakan berorganisasi akan menumbuhkan ...
Perlu diingat bahwa posisi para guru berada pada dua mata pisau yang berbeda. Satu sisiia harus mengabdikan diri dan segal...
Menurut Imam Al-Ghazali, kesabaran itu ada dua macam, yaitu :1)   Kesabaran yang berkaitan dengan fisikSeperti kesabaran k...
Prinsip-prinsip pengelolaan sekolah meliputi : pembagian kerja, wewenang, disiplin,kesatuan perintah, kesatuan arah, mengu...
Thariq M, AS. Suwaidan dan Faishal Umar Basyarahil, 2005. Melahirkan PemimpinMasa Depan, Jakarta : Gema Insani Press.     ...
Makalah, Karya Tulis Pendidikan, untuk calon Kepala SekolahBAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG MASALAHIlmu pengetahuan dan t...
kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna...
Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan perpustakaan, fungsiperpustakaan dan sumbangan perpustakaan te...
buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif(hiburan) dan bermutu, sehingga dapat diguna...
tidak terlepas dari peran serta kepala sekolah, guru dan orang tua murid. Sesuai denganfungsinya perpustakaan sekolah haru...
Ase S. Muchyidin. 1993. Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah Dasar. CVGEGER SUNTEN: Bandung.______________. Pelaya...
PenulisBAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang    Krisis multidimensi yang dialami Bangsa Indonesia yang terus menerus dan seper...
D. ManfaatManfaat dari makalah ini :Memberikan langkah alternatif untuk meningkatkan mutu pendidikan di kota Palangka Raya...
ketergantungan penentu kebijakan pendidikan pada penjelasan paradigma peranan pendidikan dalamperubahan sosial yang sudah ...
Dra. Deminesi4lewat pembaharuan yang bersifat tambal sulam(Erratic). Pembaharuan pendidikan nasional sistempersekolahan ya...
Dra. Deminesi5mendapatkan pendidikan tidak juga bisa sama di antara berbagaikelompok masyarakat, sebagaimana terjadi dewas...
dan keahlian yang justru dapat banyak diperoleh sambil menjalankan pekerjaan di dunia kerja formal.Dengan kata lain, tempa...
bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi, seperti penyediaan buku-buku (materi ajar)dan alat belajar lainnya, ...
PEMBAHASAN       Paradigma peranan pendidikan dalam pembangunan tidak bersifat linier dan unidimensional,sebagaimana dijel...
harus dilaksanakan dan dievaluasi oleh sekolah yang bersangkutan sesuai dengan visi dan misinyamasing - masing. Sekolah ha...
Berbagai problem yang muncul di masyarakat, khususnya ketimpangan antara kualitaspendidikan dan kualifikasi tenaga kerja y...
dan latihan, proses sertifikasi, atau kegiatan- kegiatan yang diselenggrarakan dalam menunjangprofesionalitas.Dra. Demines...
Padahal peran kepemimpinan sangat menentukan maju mundurnya suatu organisasi dalam mencapaimanajemen kualitas.Dra. Demines...
lainnya, seperti teori sifat, teori lingkungan, teori perilaku, teori    humanistik, dan teori kontigensi.    Sejalan deng...
atau setelah melakukan investigasi ternyata terdapat kebohongan-kebohongan, tentu saja yang bersangkutan tidak dapat terpi...
7. Lembagakan Kepemimpinan       Kepemimpinan (leadership) berbeda dengan pemimpin (leader). Kepemimpinan adalahkemampuan ...
(a) Menetapkan suatu dewan kualitas.    (b) Menetapkan kebijaksanaan kualitas.    (c) Menetapkan dan menyebarluaskan sasar...
8. Hilangkan Rasa Takut       Perlu disadari bahwa rasa takut menghambat karyawan untukmampu mengajukan pertanyaan, melapo...
13. Lembagakan Program Pendidikan dan Pelatihan yang Kokoh.    Hal ini berlaku bagi para pelaku pendidikan karena memiliki...
berpotensi dan berprestasi dapat meningkatkan kualifikasi mereka hingga mencapai jenjang pasca    sarjana S2 bahkan S3.3. ...
memiliki kecakapan hidup yang optimal dalam membentuk watak dan karakter warga Indonesia yang    dicita-citakan para pendi...
BAB III    PENUTUP    A. Kesimpulan              Peningkatan mutu pendidikan di Kota Palangka Raya agar dapat mencapai sta...
pendidikan yang bermutu dan kompeten tersebut serta selalu    mengedepankan    semangat    kerjasama    antara            ...
itu                                                                            dalam penyelenggaraanpendidikan modern, kep...
Zamroni. (2003). Paradigma Pendidikan Masa Depan. Jakarta :Depdiknas. Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SMU.Dra. Demin...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah

67,520 views

Published on

2 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
67,520
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
25
Actions
Shares
0
Downloads
452
Comments
2
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah

  1. 1. Kompetensi Kepala SekolahOktober 30, 2008 — WahidinA. Kompetensi Kepribadian1. Memiliki integritas kepribadian yang kuat sebagai pemimpin : • Selalu konsisten dalam berfikir, bersikap, berucap, dan berbuat dalam setiap melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi • Memiliki komitmen/loyalitas/ dedikasi/etos kerja yang tinggi dalam setiap melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi. • Tegas dalam dalam mengambil sikap dan tindakan sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi. • Disiplin dalam melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi.2.Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah: • Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap kebijakan, teori, praktik baru sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsinya. • Mampu secara mandiri mengembangkan diri sebagai upaya pemenuhan rasa keingintahuannya terhadap kebijakan, teori, praktik baru sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.3. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi: • Kecenderungan untuk selalu menginformasikan secara tranparan dan proporsional kepada orang lain atas segala rencana, proses pelaksanaan, dan keefektifan, kelebihan dan kekurangan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi • Terbuka atas saran dan kritik yang disampikan oleh atasan, teman sejawat, bawahan, dan pihak lain atas pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.4.Mampu mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagaikepala sekolah: • Memiliki stabilitas emosi dalam setiap menghadapi masalah sehubungan dengan suatu tugas pokok dan fungsi • Teliti, cermat, hati-hati, dan tidak tergesa-gesa dalam melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi • Tidak mudah putus asa dalam menghadapai segala bentuk kegagalan sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.5.Memiiki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan: • Memiliki minat jabatan untuk menjadi kepala sekolah yang efektif • Memiliki jiwa kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah
  2. 2. B. Kompetensi Manajerial1.Mampu menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan: • Menguasai teori perencanaan dan seluruh kebijakan pendidikan nasional sebagai landasan dalam perencanaan sekolah, baik perencanaan strategis, perencanaan orpariosanal, perencanaan tahunan, maupun rencana angaran pendapatan dan belanja sekolah, • Mampu menyusun rencana strategis (renstra) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan kebijakan pendidikan nasional, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan strategis yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencara strategis baik • Mampu menyusun rencana operasional (Renop) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana strategis yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan renop yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana operasional yang baik. • Mampu menyusun rencana tahunan pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana operasional yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan tahunan yang memegang teguh prinsip- prinsip penyusunan rencana tahunan yang baik. • Mampu menyusun rencana anggaran belanja sekolah (RAPBS) berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan RAPBS yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan RAPBS yang baik. • Mampu menyusun perencanaan program kegiatan berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan dan RAPBS yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan perencanaan program yang baik. • Mampu menyusun proposal kegiatan melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip- prinsip-prinsip penyusunan proposal yang baik.2.Mampu mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan: • Menguasai teori dan seluruh kebijakan pendidikan nasional dalam pengorganisasian kelembagaan sekolah sebagai landasan dalam mengorganisasikan kelembagaan maupun program insidental sekolah. • Mampu mengembangkan struktur organisasi formal kelembagaan sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik. • Mampu mengembangkan deskripsi tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik. • Menempatkan personalia yang sesuai dengan kebutuhan • Mampu mengembangan standar operasional prosedur pelaksanaan tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik
  3. 3. • Mampu melakukan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan prinsip-prinsip tepat kualifikasi, tepat jumlah, dan tepat persebaran. • Mampu mengembangkan aneka ragam organisasi informal sekolah yang efektif dalam mendukung implementasi pengorganisasian formal sekolah dan sekaligus pemenuhan kebutuhan, minat, dan bakat perseorangan pendidikan dan tenaga kependidikan3.Mampu memimpin guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusiasecara optimal: • Mampu mengkomunikasikan visi, misi, tujuan, sasaran, dan program strategis sekolah kepada keseluruhan guru dan staf. • Mampu mengkoordinasikan guru dan staf dalam merelalisasikan keseluruhan rencana untuk mengapai visi, mengemban misi, mengapai tujuan dan sasaran sekolah • Mampu berkomunikasi, memberikan pengarahan penugasan, dan memotivasi guru dan staf agar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan • Mampu membangun kerjasama tim (team work) antar-guru, antar- staf, dan antara guru dengan staf dalam memajukan sekolah • Mampu melengkapi guru dan staf dengan keterampilan-keterampilan profesional agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing • Mampu melengkapi staf dengan ketrampilan-ketrampilan agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dan diperbaharui untuk kemajuan sekolahnya • Mampu memimpin rapat dengan guru-guru, staf, orangtua siswa dan komite sekolah • Mampu melakukan pengambilan keputusan dengan menggunakan strategi yang tepat • Mampu menerapkan manajemen konflik4.Mampu mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusiasecara optimal: • Mampu merencanakan kebutuhan guru dan staf berdasarkan rencana pengembangan sekolah • Mampu melaksanakan rekrutmen dan seleksi guru dan staf sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki oleh sekolah • Mampu mengelola kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional guru dan staf • Mampu melaksanakan mutasi dan promosi guru dan staf sesuai kewenangan yang dimiliki sekolah • Mampu mengelola pemberian kesejahteraan kepada guru dan staf sesuai kewenangan dan kemampuan sekolah
  4. 4. 5.Mampu mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secaraoptimal: • Mampu merencanakan kebutuhan fasilitas (bangunan, peralatan, perabot, lahan, infrastruktur) sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah • Mampu mengelola pengadaan fasilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku. • Mampu mengelola pemeliharaan fasilitas baik perawatan preventif maupun perawatan terhadap kerusakan fasilitas sekolah • Mampu mengelola kegiatan inventaris sarana dan prasarana sekolah sesuai sistem pembukuan yang berlaku. • Mampu mengelola kegiatan penghapusan barang inventaris sekolah6.Mampu mengelola hubungan sekolah – masyarakat dalam rangka pencarian dukunganide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah: • Mampu merencanakan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat • Mampu melakukan pendekatan-pendekatan dalam rangka mendapatkan dukukungan dari lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat • Mampu memelihara hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat7. Mampu mengelola kesiswaan, terutama dalam rangka penerimaan siswa baru,penempatan siswa, dan pengembangan kapasitas siswa: • Mampu mengelola penerimaan siswa baru terutama dalam hal perencanaan dan pelaksanaan penerimaan siswa baru sesuai dengan kebutuhan sekolah • Mampu mengelola penempatan dan pengelompokan siswa dalam kelas sesuai dengan maksud dan tujuan pengelompokan tersebut. • Mampu mengelola layanan bimbingan dan konseling dalam membantu penguatan kapasitas belajar siswa • Mampu menyiapkan layanan yang dapat mengembangkan potensi siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, kreativitas dan kemampuan • Mampu menetapkan dan melaksanakan tata tertib sekolah dalam memelihara kedisiplinan siswa • Mampu mengembangkan sistem monitoring terhadap kemajuan belajar siswa • Mampu mengembangkan sistem penghargaan dan pelaksanaannya kepada siswa yang berprestasi8.Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan arahdan tujuan pendidikan nasional: • Menguasai seluk beluk tujuan nasional, tujuan pembangunan nasional, dan tujuan pendidikan nasional, regional, dan lokal secara tepat dan kompherensif sehingga memiliki sikap positif akan pentingnya tujuan-tujuan tersebut sebagai arah
  5. 5. penyelenggaraan pendidikan dan terampil menjabarkannya menjadi kompetensi lulusan dan kompetensi dasar. • Memiliki wawasan yang tepat dan komprehensif tentang kedirian peserta didik sebagai manusia yang berkarakter, berharkat, dan bermartabat, dan mampu mengembangan layanan pendidikan sesuai dengan karakter, harkat, dan martabat manusia. • Memiliki pemahaman yang komprehensif dan tepat, dan sikap yang benar tentang esensi dan tugas profesional guru sebagai pendidik • Menguasai seluk beluk kurikulum dan proses pengembangan kurikulum nasional sehingga memiliki sikap positif terhadap kebaradaan kurikulum nasional yang selalu mengalami pembaharuan, serta terampil dalam menjabarkannya menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan • Mampu mengembangkan rencana dan program pembelajaran sesuai dengan kompetensi lulusan yang diharapkan • Menguasai metode pembelajaran efektif yang dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, spritual, dan emosional sesuai dengan materi pembelajaran • Mampu mengelola kegiatan pengembangan sumber dan alat pembelajaran di sekolah dalam mendukung pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan • Menguasai teknik-teknik penilaian hasil belajar dan menerapkannya dalam pembelajaran • Mampu menyusun program pendidikan per tahun dan per semester • Mampu mengelola penyusunan jadwa pelajaran per semester • Mampu melaksanakan monitoring dan evaluasi program pembelajaran dan melaporkan hasil-hasilnya kepada stakeholders sekolah.9. Mampu mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yangakuntabel, transparan, dan efisien: • Mampu merencanakan kebutuhan keuangan sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang. • Mampu mengupayakan sumber-sumber keuangan terutama yang bersumber dari luar sekolah dan dari unit usaha sekolah. • Mampu mengkoordinasikan pembelanjaan keuangan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan berdasarkan asas prioritas dan efisiensi • Mampu mengkoordinasikan kegiatan pelaporan keuangan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku10.Mampu mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung kegiatan-kegiatansekolah: • Mampu mengelola administrasi surat masuk dan surat keluar sesuai dengan pedoman persuratan yang berlaku • Mampu mengelola administrasi sekolah yang meliputi administrasi akademik, kesiswaan, sarana/prasarana, keuangan, dan hubungan sekolah-masyarakat • Mampu mengelola administrasi kearsipan sekolah baik arsip dinamis maupun arsip lainnya
  6. 6. • Mampu mengelola administrasi akreditasi sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip tersedianya dokumen dan bukti-bukti fisik11.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dankegiatan kesiswaan di sekolah: • Mampu mengelola laboratorium sekolah agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran siswa • Mampu mengelola bengkel kerja agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran keterampilan siswa • Mampu mengelola usaha kesehatan sekolah dan layanan sejenis untuk membantu siswa dalam pelayanan kesehatan yang diperlukan • Mampu mengelola kantin sekolah berdasarkan prinsip kesehatan, gizi, dan keterjangkauan • Mampu mengelola koperasi sekolah baik sebagai unit usaha maupun sebagai sumber belajar siswa • Mampu mengelola perpustakaan sekolah dalam menyiapkan sumber belajar yang diperlukan oleh siswa12.Mampu menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam menciptakan inovasi yangberguna bagi pengembangan sekolah: • Mampu bertindak kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaan melalui cara berpikir dan cara bertindak • Mampu memberdayakan potensi sekolah secara optimal ke dalam berbagai kegiatan-kegiatan produktif yang menguntungkan sekolah • Mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan (kreatif, inovatif, dan produktif) di kalangan warga sekolah13.Mampu menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif bagi pembelajaran siswa: • Mampu menata lingkungan fisik sekolah sehingga menciptakan suasana nyaman, bersih dan indah • Mampu membentuk suasana dan iklim kerja yang sehat melalui penciptaan hubungan kerja yang harmonis di kalangan warga sekolah • Mampu menumbuhkan budaya kerja yang efisien, kreatif, inovatif, dan berorientasi pelayanan prima14.Mampu mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan programdan pengambilan keputusan: • Mampu mengembangkan prosedur dan mekanisme layanan sistem informasi • Mampu menyusun format data base sekolah sesuai kebutuhan • Mampu mengkoordinasikan penyusunan data base sekolah baik sesuai kebutuhan pendataan sekolah
  7. 7. • Mampu menerjemahkan data base untuk merencanakan program pengembangan sekolah15.Terampil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatanpembelajaran dan manajemen sekolah: • Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen sekolah • Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komukasi dalam pembelajaran, baik sebagai sumber belajar maupun sebagai alat pembelajaran16.Terampil mengelola kegiatan produksi/jasa dalam mendukung sumber pembiayaansekolah dan sebagai sumber belajar sisiwa: • Mampu merencanakan kegiatan produksi/jasa sesuai dengan potensi sekolah • Mampu membina kegiatan produksi/jasa sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan yang profesional dan akuntabel • Mampu melaksanakan pengawasan kegiatan produksi/jasa dan menyusun laporan • Mampu mengembangkan kegiatan produksi/jasa dan pemasarannya17. Mampu melaksana-kan pengawasan terhadap pelaksana-an kegiatan sekolah sesuaistandar pengawasan yang berlaku: • Memahami peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan standar pengawasan sekolah • Melakukan pengawasan preventif dan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan sekolahC. Kompetensi Supervisi1. Mampu melakukan supervisi sesuai prosedur dan teknik-teknik yang tepat: • Mampu merencanakan supervisi sesuai kebutuhan guru • Mampu melakukan supervisi bagi guru dengan menggunakan teknik-teknik supervisi yang tepat • Mampu menindaklanjuti hasil supervisi kepada guru melalui antara lain pengembangan profesional guru, penelitian tindakan kelas, dsb.2.Mampu melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan program pendidikan sesuaidengan prosedur yang tepat: • Mampu menyusun standar kinerja program pendidikan yang dapat diukur dan dinilai. • Mampu melakukan monitoring dan evaluasi kinerja program pendidikan dengan menggunakan teknik yang sesuai
  8. 8. • Mampu menyusun laporan sesuai dengan standar pelaporan monitoring dan evaluasiD. Kompetensi Sosial1.Terampil bekerja sama dengan orang lain berdasarkan prinsip yang salingmenguntungkan dan memberi manfaat bagi sekolah: • Mampu bekerja sama dengan atasan bagi pengembangan dan kemajuan sekolah • Mampu bekerja sama dengan guru, staf/karyawan, komite sekolah, dan orang tua siswa bagi pengembangan dan kemajuan sekolah • Mampu bekerja sama dengan sekolah lain dan instansi pemerintah terkait dalam rangka pengembangan sekolah • Mampu bekerja sama dengan dewan pendidikan kota/kabupaten dan stakeholders sekolah lainnya bagi pengembangan sekolah2. Mampu berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan: • Mampu berperan aktif dalam kegiatan informal di luar sekolah • Mampu berperan aktif dalam organisasi sosial kemasyarakatan • Mampu berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, kesenian, olahraga atau kegiatan masyarakat lainnya • Mampu melibatkan diri dalam pelaksanaan program pemerintah3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain: • Mampu menggali persoalan dari lingkungan sekolah (berperan sebagai problem finder) • Mampu dan kreatif menawarkan solusi (sebagai problem solver) • Mampu melibatkan tokoh agama, masyarakat, & pemerintah dalam memecahkan masalah kelembagaan • Mampu bersikap obyektif/tidak memihak dalam mengatasi konflik internal sekolah • Mampu bersikap simpatik/tenggang rasa terhadap orang lain • Mampu bersikap empatik/sambung rasa terhadap orang lain,Sumber :http://www.tendik.org/
  9. 9. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangKepemimpinan (leadership) adalah inti manajeman. Pemimpin adalah motor penggerakdi semua organisasi/lembaga baik dalam hubungan dengan kinerja maupun keteladanan.Dengan demikian pemimpin mempunyai peranan penting dalam mencapai suatu tujuanorganisasi yang dipimpinnya. Maju dan mundurnya suatu organisasi tergantungprofesionalisme seorang pemimpin.Dengan demikian lahirlah konsep musyawarah atau demokrasi dalam menentukanseorang pemimpin. Karena pemimpin haruslah benar-benar orang yang profesional danahli di bidangnya. Pemilihan calon pemimpin harus benar-benar murni hasil penilaiandan seleksi yang obyektif. Tidak ada unsur intimidasi atau indikasi kolusi, korupsi dannepotisme (KKN).Dalam ajaran agama Islam dikatakan dalam sebuah hadits bahwa “apabila sebuah urusandiserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (tidak profesional), maka tunggu tanggalkehancurannya”. Kiranya ungkapan ini sangat logis dan tidak perlu lagi dibuktikan secaraempirik, karena sudah pasti kebenarannya.1.1. Tujuan Penulisan Makalah 1. Untuk menambah wawasan bagi para guru dan calon kepala sekolah tentang kepemimpinan. 2. Unruk memberikan pedoman bagi para calon pemimpin khususnya kepala sekolah agar mampu memimpin dengan baik, jujur, adil dan penuh rasa tanggung jawab. 3. Untuk memenuhi salah satu persyaratan mengikuti seleksi calon kepala sekolah dasar di UPTD Pendidikan Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis.1.2. Manfaat Penulisan MakalahMakalah ini disusun dengan harapan akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagipihak-pihak yang berkompenten dan mempunyai akses kepedulian terhadap kinerja duniapendidikan. Sehubungan dengan sedang gencar-gencarnya program pemerintah di bidangpendidikan setelah diamandemennya Undang-undang Dasar 1945, yang selanjutnyaditindaklanjuti dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional.Dengan demikian diharapkan semua pihak baik tenaga pendidik dan kependidikanmaupun masyarakat dapat proaktif dengan program pendidikan tersebut. Sebab, programini tidak akan berjalan sesuai harapan tanpa adanya dukungan dari semua pihak.
  10. 10. Mulai tahun 2009 pemerintah kembali menunjukkan keseriusannya dalam bidangpendidikan, hal ini dengan dicanangkannya pendidikan gratis pada tingkat pendidikandasar 9 tahun. Di samping itu kesejahteraan guru yang telah tersetifikasi dan dinyatakanprofesional dalam salah satu bidang mata pelajaran, akan mendapat tunjangan sertifikasi.Hal ini merupakan suatu tuntutan tanggung jawab yang amat besar bagi para tenagapendidik dan kependidikan.Makalah ini diharapkan akan mampu sedikit memberikan arahan bagi para tenagapendidik dan kependidikan agar mampu bekerja secara profesional, efektif dan efisien.1.3. Sistematika Penyususnan MakalahPanulisan makalah ini berpedoman pada kerangka penulisan yang terangkum dalamsistematika penulisan. Adapun sistematika penulisan makalah ini disusun sebagaiberikut :Diawali dengan halaman judul, lembar pengesahan, kata pengantar dan daftar isi.Halaman ini ditempatkan pada halaman tambahan dari isi makalah ini.Selanjutnya masuk pada isi makalah yang diawali dengan bab pendahuluan yang terdiridari sub bab : latar belakang, tujuan pembahasan makalah, manfaat penulisan makalahdan sistematika penulisan.Bab kedua membahas tentang Pengelolaan Sekolah yang Efektif dan Efisien, yangdilengkapi dengan sub pokok bahasan tentang : pengertian pengelolaan, prinsip-prinsippengelolaan sekolah, dan pimpinan yang efektif dan efisien, serta tipe kepemimpinan.Bab ketiga diisi dengan pembahasan masalah. Selanjutnya Bab keempat merupakan babpenutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Lalu makalah ini dilengkapi pula dengandaftar pustaka dan lampiran. BAB II PENGELOLAAN SEKOLAH YANG EFEKTIF DAN EFISIEN2.1. Pengertian PengelolaanIstilah pengelolaan diambil dari istilah singkat management (Inggris) atau dibakukandalam bahasa Indonesia menjadi kata manajemen. Jadi berbicara tentang pengelolaanartinya kita memfokuskan perhatian terhadap bahasan ilmu manajemen. Sehubungandengan pembahasan ilmu manajemen itu terlalu luas, maka pengertian manajemen yangdihubungan dengan pengelolaan sekolah diambil dari pengertian manajemen ditinjau darisudut proses.
  11. 11. Dari sudut proses manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian,kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasiyang sudah ditentukan (A.F. Stoner)2.2. Prinsip-prinsip Pengelolaan SekolahPrinsip-prinsip pengelolaan sekolah diambil dari prinsip-prinsip manajemen yangdikemukaan oleh sang pelopor manajemen modern, Henry Fayol (1841 – 1918).Menurut Fayol prinsip manajemen itu terdiri dari 14 perinsip. Dengan demikian dariprinsip-prinsip ini kita terapkan dalam pengelolaan sebuah sekolah.1. Pembagian Kerja (Difision of Labor)Pembagian kerja di sekolah harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah, tujuannya agarterjadi spesialisasi. Semakin seseorang mengkhususkan kerja sesuai keahliannya,semakin efesien dan efektif.2. Otoritas/Wewenang (Autority)Para guru yang dijadikan mitra kerja sama oleh kepala sekolah sesuai keahliannya harusdiberikan keleluasaan dalam bertindak, menyusun rencana kerja sebuah program, hinggapelaksanaannya sampai memperoleh hasil yang optimal. Jika terjadi kekurangan-kekurangan, dilakukan evaluasi untuk mengumpulkan masukan, saran dan pendapat demiperbaikan di masa datang.3. Disiplin (Discipline)Semua orang yang terlibat dalam organisasi sekolah harus patuh pada aturan dankesepakatan yang menjadi rambu-rambu atau tata tertib sekolah. Kedisiplinan yangefektif itu harus dimulai dari kepala sekolah, selanjutnya para guru dan karyawan akanmerasa malu jika dirinya tidak disiplin.4. Kesatuan Perintah (Unity of Command)Di sekolah, peranan kepala sekolah merupakan top leader, satu-satunya orang yangpaling bertanggung jawab akan maju mundurnya pengelolaan sekolah. Terkadangkekacauan komunikasi muncul disebabkan karena kurang tegasnya kepala sekolah dalammemberikan komando. Apalagi, jika ada guru lain yang memposisikan diri menjadikomando bayangan.5. Kesatuan Arah (Unity of Direction)Setiap tugas dan pekerjaan di sekolah harus dilakukan dengan cara terfokus. Satuprogram tuntaskan dulu sebelum menggarap pada program yang lain. Dalam hal inipenting sekali dalakukan penjadwalan target pencapaian untuk setiap program kerja.
  12. 12. 6. Mengutamakan Kepentingan Bersama di atas Kepentingan PribadiPerlu disusun skala prioritas ketika merencanakan setiap pekerjaan. Tugas utamapengelola sekolah adalah mendidik peserta didik, jadi tidak terjadi campur aduk dengankepentingan lainnya yang bersifat pribadi. Termasuk penggunaan segala fasilitas miliksekolah tidak dilakukan secara sewenang-wenang.7. Pemberian UpahKedudukan seorang kepala sekolah, guru dan karyawan tetap di tengah-tengahmasyarakat dipandang sebagai kelompok ekonomi menengah ke atas. Apalagi denganprogram sertifikasi guru dalam jabatan kini sedang direalisasikan oleh pemerintah, makapihak sekolah tinggal konsentrasi kerja yang lebih giat.8. PemusatanSecara organisasi kedudukan kepala sekolah merupakan penanggung jawab segalakegiatan yang terjadi di sekolah. Namun demikian setiap permasalahan yangdipertanggung-jawabkan itu diawali dengan proses musyawarah dengan para guru.9. Jenjang JabatanAda pembagian tugas di sekolah, sebagaimana yang kita maklum ada beberapa guru yangmemegang jabatan penting di bawah jabatan kepala sekolah. Dari mualai wakil kepalasekolah, wakil kepala bidang-bidang, wali kelas, bagian TU, bagian laboratorium, dsb.10. Tata TertibRambu-rambu yang berlaku bagi semua subyek pendidikan di sekolah. Tata tertib tidakhanya diperuntukan bagi murid-murid, para guru juga memiliki tata tertib tersendiri.Hanya saja penerapannya mungkin yang berbeda, supaya tata tertib ini tidak diindikasikasebagai sebuah pengekangan yang bersifat kaku.11. KesamaanKepala sekolah, guru, staf dan karyawan pada prinsipnya sama-sama melakukanpengabdian. Hanya kesempatan, jabatan dan nasib saja yang berbeda.12. Kesetabilan StaffMemimpin atau menyuruh orang dewasa harus penuh dengan pertimbangan psikologis.Jadi, seorang kepala sekolah jika harus mengingatkan bawahannya harus dengan carabervariasi, untuk menghindari ketersinggungan yang mengakibatkan menurunnnyasemangat kerja.13. Inisiatif
  13. 13. Lebih baik memberi kail dari pada memberi ikan. Istilah ini jika diterapkan dalamkebijakan berorganisasi akan menumbuhkan daya kreatifitas semua pihak.14. Semangat KorpsMenggalakan semangat kerja kelompok dapat menimbulkan rasa persatuan dan kesatuanyang kokoh.2.3. Pemimpin yang EfektifTindakan Kepala Sekolah sebagai pemimpin dikatakan baik apabila mampu memberikanpengarahan dan motivasi kepada guru pada situasi dan kondisi yang tepat. Perhatikanpula momen-momen psikologis yang dimiliki oleh guru. Perlu diingat bahwa guru padatingkatan usia yang sudah paruh baya akan memiliki kepekaan psikologis yang lebihsensitif dibandingkan dengan anak-anak peserta didik.Menurut Dr. Thariq M As-Suwaidan dan Ir. Faishal Umar Basyarahil dalam bukunya“Melahirkan Pemimpin Masa Depan” mengatakan ada empat pengikut sesuai dengantingkat keahlian dan semangatnya. Pemimpin yang efektif harus mampu menyesuaikancara pengarahan dan cara memberikan motivasinya sesuai dengan tingkat keahlian dansemangatnya.Keempat cara tersebut adalah : 1. Apabila pengikut bersemangat namun memiliki sedikit keahlian, maka pemimpin sebaiknya menambah dosis pengarahan dan mengurangi motivasi. 2. Apabila pengikut kurang bersemangat dan kurang ahli, maka pemimpin harus menambah dosis pengarahan dan motivasi. 3. Apabila pengikut adalah seorang ahli namun kurang bersemangat, maka ia membutuhkan motivasi lebih banyak dari pada pengerahan. 4. Apabila pengikut seorang ahli dan semangat, maka ia membutuhkan pelimpahan wewenang yakni sedikit motivasi dan instruksi serta memberikan keleluasaan dalam bertindak. BAB III PEMBAHASAN MASALAHMemahami Masalah yang Timbul di SekolahMasalah artinya adanya kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Setiappermasalahan membutuhkan jalan pemecahannya. Dalam sebuah organisasi sebuahpengelolaan kepemimpinan tidak selamanya akan berjalan mulus sesuai apa yangdiharapkan. Hal ini akan berbenturan dengan konflik dan kepentingan yang sifatnyapribadi.
  14. 14. Perlu diingat bahwa posisi para guru berada pada dua mata pisau yang berbeda. Satu sisiia harus mengabdikan diri dan segala kemampuannya untuk mencerdasakan anak bangsa.Di sisi lain ia juga menjadi tulang punggung bagi keharmonisan hubungan keluarganya.Dengan demikian masalah akan sering timbul dari adanya konflik kepentingan dandorongan keinginan keluarga yang bertolak belakang dengan program pendidikan disekolah.Sebab lain yang mengakibatkan timbulnya permasalahan adalah menunda-nundapekerjaan. Sebagaimana kita maklum bahwa tugas-tugas di sekolah meskipun merupakanrutinitas, namun jika ditumpuk akan mengakibatkan beban yang cukup memberatkan.Agenda mengajar, pembuatan RPP, silabus, pembuatan program pembelajaran hinggapengisian leger dan buku laporan prestasi murid merupakan tugas pokok bagi seorangtenaga pendidik. Dalam hal ini sebagai seorang kepala sekolah harus seringmengingatkan para guru agar tugasnya dicicil.Tabungan murid seringkali menjadi masalah yang cukup serius. Biasanya guru berdalihkepepet keuangan, lalu memberanikan diri meminjam tabungan murid. Lama kelamaanpinjaman tersebut tidak terasa semakin banyak dan menuntut pembayaran dengan segera.Hal ini merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari masalah yang timbul disekolah.Solusi Penangan Maslaha. PengabdianUkuran kebahagian dan kecukupan hidup itu tidak bisa ditentukan oleh materi. Profesiseorang guru merupakan profesi yang mulia, (sebenarnya tidak boleh diungkapkan olehguru) sebab dapat memintarkan anak bangsa. Membebaskan dari kebodohan menjadiberpengetahuan. Maka dalam hal ini ada nilai kebahagiaan bagi seorang guru, manakalamemiliki murid menjadi lebih baik dari gurunya, meskipun si murid tersebut lupa diri.b. OptimistisSeorang pemimpin seyogyanya memiliki cerminan jiwa optimistis. Optimistis adalahsebuah keyakinan yang timbul dari sebuah keinginan yang terbenam dalam hati. Akantetapi, biasanya keyakinan berhubungan dengan lahiriah.c. TabahSeandainya, kita seorang pemimpin yang dituntut untuk menentukan arah, tujuan, dantarget, jangan lupa kita harus selalu berpegang kepada kekuatan agama dan keyakinanterhadap Tuhan Yang Maha Esa. Manusia hanyalah mampu berencana, selebihnyakeberhasilan itu berada pada kuasa-Nya.d. Sabar
  15. 15. Menurut Imam Al-Ghazali, kesabaran itu ada dua macam, yaitu :1) Kesabaran yang berkaitan dengan fisikSeperti kesabaran ketika memiliki beban dengan badan.2) Kesabaran yang terpuji dan sempurnaYaitu kesabaran yang berkaitan dengan jiwa dalam menahan diri dari berbagai keinginan,tabiat, dan hawa nafsu.Kedua jenis sabar ini penting untuk dimiliki oleh seorang pemimpin, karena kesabaranfisik maupun jiwa adalah sesuatu yang akan dibutuhkan guna menghadang segala terpaanhidup yang akan datang setiap saat.e. Do’aDoa, menurut M. Quraish Shihab, merupakan manifestasi dari harapan kita kepada AllahSWT dan bukti dari sikap optimistis kita kepada-Nya. Jadi, doa merupakan cirikerendahan hati manusia terhadap kekuasaan Tuhannya.Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa sikap optimistis merupakan keyakinansetelah kesulitan pasti ada kemudahan. Untuk menerapkan sikap optimistis adalah denganbersabar dan berdoa. Bersabar berarti kita menyempurnakan ikhtiar/usaha sesuaikemampuan manusia, dan berdoa berarti kita berikhtiar kepada Allah supaya memberikanyang terbaik dari setiap harapan dan keinginan kita semua. BAB IV PENUTUP4.1. KesimpulanIstilah pengelolaan diambil dari istilah singkat management (Inggris) atau dibakukandalam bahasa Indonesia menjadi kata manajemen. Manajemen diartikan sebagai prosesperencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota dantujuan penggunaan organisasi yang sudah ditentukanSeorang pemimpin harus menjadi pemecah masalah (problem solver) yang handal.Sangat peka terhadap perasaan bawahan, kondisi psikologis, dan mentalnya. Seorangkepala sekolah yang memposisikan dirinya sebagai pemimpin harus selalumengedepankan musyawarah jika mengadapi setiap permasalahan. Baik permasalahanyang berhubungan dengan kinerja pokok di sekolah, karir, maupun masalah yangberhubungan dengan interpersonal bawahan.
  16. 16. Prinsip-prinsip pengelolaan sekolah meliputi : pembagian kerja, wewenang, disiplin,kesatuan perintah, kesatuan arah, mengutamakan kepentingan bersama di ataskepentingan pribadi, pemberian upah, pemusatan, jenjang jabatan, tata tertib, kesamaan,kesetabilan staff, inisiatif, dan semangat korps.Dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab, seorang pemimpin harus memilikijiwa sori tauladan, optimistis, tabah, sabar dan tak lupa selalu mendekatkan diri padaAllah SWT.Pada jiwa seorang pemimpin harus tumbuh suatu slogan hidup bahwa mengajak denganperbuatan akan lebih ampuh dari pada mengajak sengan perkataan. Pemimpin itu tidakboleh seperti dalam pribahasa Sunda : “bentik curuk balas nunjuk, capétang balasmiwarang” artinya hanya memiliki keahlian dalam mencela dan menyalahkan orang laintanpa memberikan solusi yang berarti.4.2. Saran-saranDalam melaksanakan tugas supaya Kepala Sekolah dan Guru maupun karyawan terkaitlainnya bahu membahu bekerja sama, saling mengisi pekerjaan sesuai dengankeahliannya masing-masing. Dengan demikian Kepala Sekolah selaku pimpinan padaseubuah sekolah sebelum menjalankan tugasnya perlu melakukan rapat umum denganseluruh komponen tenaga pendidik dan kependidikan, termasuk komite sekolah gunamerumuskan program kerja dan pembagian tugas. Di sini perlu dijelaskan job descriptionmasing-masing fungsi, tugas, kewajiban, dan wewenang dari setiap jabatan yangdiamanatkannya.Bagi guru teladan dan guru berprestasi supaya diberi kesempatan dan beasiswa gunamampu melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi.Fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan di sekolah-sekolah supaya dilengkapi, pluspendidikan dan pelatihan tata cara mengoperasikan fasilatas tersebut. DAFTAR PUSTAKAAbdul ghany, Dudung., Cerdas Bekerja Bijak Memimpin, 2005. Bandung : MQSPublishing.Ghazali, al- 1997. Mutiara Ihya Ulumuddin, Bandung : MizanHadari Nawawi dan M. Martini Hadari, 2000. Kepemimpinan yang Efektif, Yogyakarta :Gajah Mada University Press.Kertonegoro, Soetanto, 1985. Prinsip dan Teknik Manajemen. Yogyakarta : PenerbitAnanda.M. Quraish Shihab, 1996. membumikan Al-Qur’an, Bandung : Mizan
  17. 17. Thariq M, AS. Suwaidan dan Faishal Umar Basyarahil, 2005. Melahirkan PemimpinMasa Depan, Jakarta : Gema Insani Press. KATA PENGANTARSegala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikanrahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita tetap setia menjalankan segalaperintah dan menjauhi segala laragan-Nya. Selanjutnya shalawat serta salam semogaterlimpah-curahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, sahabat dan para pengikutnyahingga akhir zaman.Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk seleksi Kepala SekolahDasar di Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis.Isi makalah ini meliputi hasil pengamatan yang dilakukan penulis tentang pentingnyaperanan kepemimpinan (leadership) seorang Kepala Sekolah dalam hubungannya denganefektifitas dan efisiensi kegiatan belajar dan mengajar serta menejerial sebuah lembagapendidikan. Karena semua komponen bangsa menyadari bahwa sebuah lembagapendidikan harus dikelola dengan profesional agar mampu mewujudkan tujuanpendidikan nasional yang tertuang dalam konstitusi negara kita.Penyusun dalam kesempatan ini perlu menyampaikan banyak ucapan terima kasih kepadapihak-pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalamkelengkapan data yang dibutuhkan dalam penyusunan makalah ini. Ucapat terima kasihterutama penyusun sampaikan kepad : 1. Kepala SDN 01 Cibanten Kecamtan Cijulang 2. Rekan-rekan dewan guru dan teman sejawat pada SDN 01 Cibanten 3. Istri, anak, dan sahabat handai taulan yang telah ikhlas memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis.Sehubungan dengan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, penulis mengahrapkankeritik, saran dan masukan demi kesempurnaannya. Semoga makalah ini bermanfaat.Penyusun
  18. 18. Makalah, Karya Tulis Pendidikan, untuk calon Kepala SekolahBAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG MASALAHIlmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuaidengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. BangsaIndonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belummemperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapatmeningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistempendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia telah diatur dalam Undang-undang dasar 1945,salah satu tujuannya yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Dan setiap warga negaraIndonesia berhak mendapatkan pendidikan, agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsalain. Bangsa Indonesia pada saat ini sedang menghadapi era globalisai dan pasar bebasdimana akan terjadi persaingan yang ketat dengan bangsa lain yang datang ke Indonesia,baik di bidang teknologi, ekonomi, budaya, sosial, dan tenaga kerja yang professional.Artinya bahwa bangsa Indonesia harus cerdas, terampil, bertaqwa kepada Tuhan YangMaha Esa sesuai dengan Tujuan pendidikan Nasional yang tertulis dalam Undang–Undang Sistem pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003, Bab I pasal 1 yang menjelaskanbahwa :Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar danproses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinyauntuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsadan Negara.Berdasarkan Undang-undang Sistem pendidikan Nasional No 20/2003, maka pendidikanmenekankan sumber daya manusia yang menguasai ilmu dan teknologi merupakan faktorutama sebagai penentu keberhasilan pendidikan yang berkesinambungan, salah satukomponen keberhasilan pendidikan adalah guru atau tenaga pendidik yang diharapkandapat mengembangkan kemampuannya untuk menyiapkan diri menghadapi masa depanyang serba berubah. Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataankesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan manajemen pendidikanuntuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal,nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana,terarah, dan berkesinambungan.Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yangcerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar.Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilanmendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaandan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari
  19. 19. kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salahsatu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan danpelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untukmewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagianyang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan.Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati danperlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.B. IDENTIFIKASI MASALAH (LATAR BELAKANG)Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap MutuPendidikan di Sekolah”, terkait dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah danfungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program tersebut. Berkaitandengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :1. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah2. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutupendidikan di sekolah ?C. PEMBATASAN MASALAH.Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasipada masalah :a. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah;b. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutupendidikan di sekolah.D. PERUMUSAN MASALAH.Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yangdibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :1. Bagaimana deskripsi peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan disekolah ?2. Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkanmutu pendidikan di sekolah ?E. TUJUAN PENULISANAdapun tujuan penulisan makalah ini adalah guna menjadi tolak ukur dalam mengambilkeputusan dan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan pada saatpenulis menjadi Kepala Sekolah. Mengingat pentingnya perpustakaan berada dalamruang lingkup sekolah maka penulis akan menjadikan langkah awal dalam memajukansekolah dengan melalui perpustakaan tersebut.BAB IIPEMBAHASANPerpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempatkumpulan bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan buku.
  20. 20. Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan perpustakaan, fungsiperpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan.A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutupendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnyaadalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, di samping dimaksudkan pula dapat membantumenumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategibelajar mengajar.Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan denganpelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah :1. Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.2. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.3. Memperluas pengetahuan para siswa.4. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa denganmenyediakan bahan bacaan yang bermutu.5. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustakadengan baik.6. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.7. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana caramenggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalammenggunakan bahan-bahan referensi.8. Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulumdi sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler.B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka dapat dirumuskan beberapa fungsiperpustakaan, sebagai berikut :1. Fungsi Edukatif.Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustakayang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa,mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkangaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswadalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.2. Fungsi Informatif.Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahanpustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutudan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkanpara petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.3. Fungsi AdministratifYang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakanpencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakansirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.4. Fungsi Rekreatif.Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan
  21. 21. buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif(hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktusenggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.5. Fungsi PenelitianYang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaanyang dapat dijadikan sebagai sumber/obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidangstudi.C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAMPENDIDIKAN DI SEKOLAHBila diperhatikan secara jenih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikansumbangan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Sumbangan/perananperpustakaan antara lain :1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.2. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan parasiswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untukmencipta.3. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa,sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.4. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membacabagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.5. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari caramempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif.6. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuanmembaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.7. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan seleradan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.8. Perpustakaan memberikan kepuasan akan pengetahuan di luar kelas.9. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.10. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untukmengadakan penelitian.11. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaanhidup membaca di sekolah yang lebih tinggi.12. Kegairahan/minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangatberpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.13. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, makaperpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini biasanya dapat berpengaruhnegatif terhadap kesehatan anak.14. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakankenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka.D. HASIL YANG DIHARAPKANSekolah yang telah memiliki perpustakaan tentu akan sangat membantu muridnya dalammengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal ini, disebabkan buku yang menjadi referensikeilmuan akan mudah didapat dengan cepat dan hemat. Keberadaan perustakaan tentunya
  22. 22. tidak terlepas dari peran serta kepala sekolah, guru dan orang tua murid. Sesuai denganfungsinya perpustakaan sekolah harus bisa menyediakan buku baik yang bersifat fiksimaupun non fiksi secara seimbang. Buku yang beragam pilihannya diharapkan mampumenurunkan tingkat kejenuhan pada membaca. Perpustakaan harus bisa menyediakanbuku yang terjamin kualitas baik isi maupun cetakannya serta lebih mengedepankan bukuyang berbasis kepada pengetahuan alam sekitar dan kebudayaan bangsa sendiri, sehinggamampu mendorong murid untuk lebih mencintai kebudayaan bangsa Indonesia.Perpustakaan sekolah merupakan sarana internal yang peran sertanya sangat dibutuhkandalam menumbuhkembangkan minat baca murid. Ketersediaan buku yang memadai jugaikut memberikan kontribusinya. Untuk itu, agar lebih mudah dan murid memiliki rasakepedulian yang tinggi terhadap perpustakaan sekolah maka murid dilibatkan dalammembantu menambah jumlah buku secara sukarela.Perustakaan seyogyanya ikut serta menjamin mutu pendidikan di sekolah tersebut. Yangmana belakangan ini telah menjadi konsern bersama baik itu tenaga pendidik, tenagakependidikan serta masyarakat. Ekspektasi yang terus meningkat akan mutu pendidikan,tidak hanya sekedar menyekolahkan, jelas memerlukan respon serius melalui berbagaisarana, kegiatan dan peran dalam bidang pendidikan yang makin bermutu termasukdalam bidang kepustakawanan. Hal ini menuntut perlunya diadakan perpustakaan denganbasis mutu, dimana orientasi pokok penyajiannya pada bagaimana melaksanakanpenjaminan mutu melalui mengelola, menyediakan, dan pelaporan, serta menindaklanjutinya dengan peningkatan mutu melalui kegiatan pemberdayaan seluruh anggotaperpustakaan sekolah.BAB IIIPENUTUPA. SIMPULANBerdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikandi Sekolah” dapat disimpulkan bahwa :1. Peranan perpustakaan sangat menunjang prestasi pendidikan di sekolah.2. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjangpendidikan.3. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinyaB. SARANBertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalampelaksanaan program pendidikan di sekolah, penyusun memberikan saran sebagaiberikut:1. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya.2. Peran pengelola perpustakaan/pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkanbekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan profesional.DAFTAR PUSTAKA
  23. 23. Ase S. Muchyidin. 1993. Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah Dasar. CVGEGER SUNTEN: Bandung.______________. Pelayanan Perpustakaan, dengan Referensi untuk PerpustakaanSekolah. Biro Perpustakaan IKIP: BandungIndonesia. Undang-undang RI Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta.Perpustakaan Nasional. 1972. Perpustakaan Sekolah, Petunjuk untuk Membina, Memakaidan Memelihara Perpustakaan di Sekolah. Perpustakaan Nasional RI: Jakarta.Djauzak Ahmad. 1994. Pengelolaan Sekolah di Sekolah Dasar. Departemen Pendidikan,Direktorat Pendidikan Dasar:JakartaKATA PENGANTARPuji syukur kepada Allah SWT. yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikanmakalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidakakan sanggup menyelesaikan dengan baik.Rasa terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Drs. H. Abdul Salam sebagai KepalaUPT Pendidikan Kecamatan Sukamulya yang telah memberikan bimbingannya kepadapenulis. Serta kepada Bapak/Ibu pengawas TK/SD di Kecamatan Sukamulya yangdengan ikhlasnya ikut memotivasi dan memberikan kontribusinya dalam penyusunanmakalah ini. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besarpengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkanpengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagairintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namundengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah inidapat terselesaikan.Makalah ini memuat tentang “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikandi Sekolah” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati danperlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk sarandan kritiknya. Terima kasih.Sukamulya, Nopember 2010
  24. 24. PenulisBAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Krisis multidimensi yang dialami Bangsa Indonesia yang terus menerus dan seperti tidak adaputus-putusnya ini benar-benar memukul semua sektor dan lini kehidupan bangsa. Ketidakpercayaanmasyarakat terhadap pemerintah, keengganan publik untuk bekerja sama dan menghargai kerja keraspendiri bangsa hingga pada pergesekan-pergesekan sosial politik budaya dan ekonomi antar elemenbangsa mengantarkan Bangsa Indonesia ke arah yang krusial dan mengkuatirkan. Terlebih-lebih dengan keengganan Pemerintah sebelumnya menyikapi perkembangan duniaglobal yang juga memporak- porandakan perekonomian dan menimbulkan krisis dalam negeri sangatberdampak pada martabat dan harga diri bangsa di mata internasional. Masalah-masalah dunia pendidikan kita selalu dikaitkan dengan kedudukan Indonesia yangberada di urutan 33 dari 43 negara Asia yang masih belum berkembang dalam mengelolapenyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Maka dengan diterbitkannya UU No. 20 Tahun 2003 yang menyiratkan bahwa Sistem PendidikanNasional Indonesia harus mencapai standar-standar nasional, dimulai dari Standar Isi, StandarPengelolaan, Standar Kompetensi Siswa, Standar Kompetensi Guru, Standar Kompetensi KepalaSekolah, Standar Kompetensi Pengawas, Standar Pembiayaan, Standar Sarana Prasaranaya ngkesemuanya itu adalah target yang masih harus dikejar agar dapat mencapai standar pendidikan yanglayak dan bermutu sehingga dapat menghasilkanoutcome yaitu peserta didik atau lulusan-lulusansemua tingkatan pendidikan yang mampu bersaing dan kompetitif hingga tingkat global.Dra. Deminesi1
  25. 25. D. ManfaatManfaat dari makalah ini :Memberikan langkah alternatif untuk meningkatkan mutu pendidikan di kota Palangka Raya melaluimanajemen berbasis sekolah sehingga dapat mencapai standar minimal yang ditetapkan olehPemerintah.E. Tinjauan Pustaka Selama tiga dasawarsa terakhir, dunia pendidikan Indonesia secara kuantitatif telahberkembang sangat cepat. Pada tahun 1965 jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 53.233 denganjumlah murid dan guru sebesar 11.577.943 dan 274.545 telah meningkat pesat menjadi 150.921 SDdan 25.667.578 murid serta 1.158.004 guru (Pusat Informatika, Balitbang Depdikbud, 1999). Jadidalam waktu sekitar 30 tahun jumlah SD naik sekitar 300%. Sudah barang tentu perkembanganpendidikan tersebut patut disyukuri. Namun sayangnya, perkembangan pendidikan tersebut tidakdiikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan yang sepadan. Akibatnya, muncul berbagaiketimpangan pendidikan di tengah-tengah masyarakat, termasuk yang sangat menonjol adalah: a)ketimpangan antara kualitasoutput pendidikan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, b)ketimpangan kualitas pendidikan antar desa dan kota, antar Jawa dan luar Jawa, antar penduduk kayadengan penduduk yang masih berada dalam strata miskin. (Zamroni, 2003). Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitaspendidikan, tetapi sejauh ini belum menampakkan hasilnya. Mengapa kebijakan pembaharuanpendidikan di tanah air kita dapat dikatakan senantiasa gagal menjawab problem masyarakat?Sesungguhnya kegagalan berbagai bentuk pembaharuan pendidikan di tanah air kita bukan semata-mata terletak pada bentuk pembaharuan pendidikannya sendiri yang bersifaterratic, tambal sulam,melainkan lebih mendasar lagi kegagalan tersebut dikarenakanDra. Deminesi3
  26. 26. ketergantungan penentu kebijakan pendidikan pada penjelasan paradigma peranan pendidikan dalamperubahan sosial yang sudah usang. Ketergantungan ini menyebabkan adanya harapan-harapan yangtidak realistis dan tidak tepat terhadap efikasi pendidikan.John C. Bock, dalam Education and Development: A ConflictMeaning(1992), mengidentifikasi peran pendidikan tersebutsebagai : a) memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio- kultural bangsa, b) mempersiapkantenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan sosial, dan c) untukmeratakan kesempatan dan pendapatan.Peran yang pertama merupakan fungsi politik pendidikan dan duaperan yang lain merupakan fungsi ekonomi. Sesuai dengan peran pendidikan sebagai engine of growth, dan penentu bagi perkembanganmasyarakat, maka bentuk sistem pendidikan yang paling tepat adalah single track dan diorganisirsecara terpusat sehingga mudah diarahkan untuk kepentingan pembangunan nasional. Lewat jalurtunggal inilah lembaga pendidikan akan mampu menghasilkan berbagai tenaga kerja yang dibutuhkanoleh dunia kerja. Agar proses pendidikan efisien dan etektif, pendidikan harus disusun dalam strukturyang bersifat rigid, manajemen (bersifat sentralistis, kurikulum penuh dengan pengetahuan dan teori-teori (text bookish). Namun, pengalaman selama ini menunjukkan, pendidikan nasional sistem persekolahantidak bisa berperan sebagai penggerak dan lokomotif pembangunan, bahkan Gass (1984) lewattulisannya berjudul Education versus Qualifications menyatakanpendidikantelah menjadi penghambat pembangunan ekonomi dan teknologi, dengan munculnya berbagaikesenjangan: kultural, sosial, dan khususnya kesenjangan vokasional dalam bentuk melimpahnyapengangguran terdidik. Berbagai problem pendidikan yang muncul tersebut di atas bersumber pada kelemahanpendidikan nasional sistem persekolahan yang sangat mendasar, sehingga tidak mungkindisempurnakan hanya
  27. 27. Dra. Deminesi4lewat pembaharuan yang bersifat tambal sulam(Erratic). Pembaharuan pendidikan nasional sistempersekolahan yang mendasar dan menyeluruh harus dimulai dari mencari penjelasan baru atasparadigma peran pendidikan dalam pembangunan. Penjelasan paradigma peranan pendidikan dalam embangunan yang diikuti oleh para penentukebijakan kita dewasa ini memiliki kelemahan, baik teoritis maupun metodologis. Pertama, tidakdapatdiketemukan secara tepat dan pasti bagaimana prosespendidikan menyumbang pada peningkatan kemampuan individu.Memang secara mudah dapat dikatakan bahwa pendidikan formal akan mengembangkan kemampuanyang diperlukan untuk memasuki sistem teknologi produksi yang semakin kompleks. Tetapi, dalamkenyataannya, kemampuan teknologis yang diterima dari lembaga pendidikan formal tidak sesuaidengan kebutuhan yang ada. Di samping itu, adanya perubahan di bidang teknologi yang cepat, justrumelahirkan apa yang disebut dengan de-skilled process, yakni dunia industri memerlukan tenaga kerjadengan keahlian yang lebih sederhana dengan jumlah tenaga kerja yang lebih sedikit.Kedua, paradigma fungsional dan sosialisasi memilikiasumsi bahwa pendidikan sebagai penyebab dan pertumbuhanekonomi sebagai akibat. Investasi di bidang pendidikanformalsistem persekolahan akan menentukan pembangunan ekonomi di masa mendatang. Tetapi realitasmenunjukkan sebaliknya. Bukannya pendidikan muncul terlebih dahulu, kemudian akan munculpembangunan ekonomi, melainkan bisa sebaliknya, tuntutan perluasan pendidikan terjadi sebagaiakibat adanya pembangunan ekonomi dan politik. Dengan kata lain, pendidikan sistem persekolahanbukannyaengine of growth, melainkan gerbong dalam pembangunan.Perkemkembangan pendidikan tergantung pada pembangunan ekonomi. Sebagai bukti, karena hasilpembangunan ekonomi tidak bisa dibagi secara merata, maka konsekuensinya kesempatan untuk
  28. 28. Dra. Deminesi5mendapatkan pendidikan tidak juga bisa sama di antara berbagaikelompok masyarakat, sebagaimana terjadi dewasa ini.Ketiga, paradigma fungsional dan sosialisasi juga memilikiasumsi bahwa pendapatan individu mencerminkan produktivitas yang bersangkutan. Secara makroupah tenaga kerja erat kaitannya dengan produktivitas. Dalam realitas asumsi ini tidakpernah terbukti. Upah dan produktivitas tidak selalu sering. Implikasinya adalah bahwa kesimpulankajian selama ini yang selalu menunjukkan bahwa economic rate of return dan pendidikan di negarakita adalah sangat tinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di bidang lain, adalah tidaktepat, sehingga perlu dikaji kembali.Keempat,paradigmasosialisasihanya berhasilmenjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran mengembangkan kompetensi individual, tetapi gagalmenjelaskan bagaimanapendidikan dapat meningkatkan kompetensi yang lebih tinggi untuk meningkatkan produktivitas.Secara riil pendidikan formal berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan individual yangdiperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi modern. Semakin lama waktu bersekolahsemakin tinggi pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Namun, Randal Collins, lewatkaryanyaTheCredential Society: An Historicaf Sosiology of Education andStratification (1979) menentang tesis ini. Berbagai bukti tidakmendukung tesis atas tuntutan pendidikan untuk memegang suatu pekerjaan-pekerjaan tersebut.Pekerja dengan pendidikan formal yang lebih tinggi tidak harus diartikan memiliki produktivitas lebihtinggi dibandingkan dengan pekerja .yang memiliki pendidikan lebih rendah. Banyak keterampilan
  29. 29. dan keahlian yang justru dapat banyak diperoleh sambil menjalankan pekerjaan di dunia kerja formal.Dengan kata lain, tempat bekerja bisa berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang lebih canggih.Dra. Deminesi6 Penyelenggaraan pendidikan yang bermutu sudah merupakan keharusan dan tidak bisaditunda-tunda lagi. Menurut John Stewart, konsultan di McKinsey definisi dariMutu adalahperasaanmenghargai bahwa sesuatu lebih baik daripada yang lain. Perasaan itu berubah sepanjang waktu danberubah dari generasi ke generasi, serta bervariasi dengan aspek aktivitas manusia.”Definisi lain, “mutu” seperti yang biasa digunakan dalam manajemen berarti lebih dari rata-ratadengan harga yang wajar. Mutu juga berarti memfokuskan pada kemampuan menghasilkan produkdan jasa yang semakin baik dengan harga yang semakin bersaing. Mutu juga berarti melakukan hal-hal yang tepat dalam organisasi pada langkah pertama, bukannya membuatdanmemperbaikikesalahan. Denganmemfokuskan hal-hal yang tepat pada kesempatan pertama, organisasi menghindari biaya tinggi yangberkaitan dengan pengerjaan ulang. Namun setelah ditelusuri, ternyata sekolah belum mampu menempatkan diri sebagaiorganisasi sosial modern yang berorientasi peningkatan mutu sehingga pelaksanaan danpengembangan program terasa tergesa-gesa dan berimplikasi pada kesenjangan pemahaman tentangmanajemen peningkatan mutu berbasis sekolah antara lembaga sekolah dan policy departement(inovator).Strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifatinput oriented. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi
  30. 30. bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi, seperti penyediaan buku-buku (materi ajar)dan alat belajar lainnya, penyediaan sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikanlainnya, maka secara otomatis lembaga pendidikan ( sekolah) akan dapat menghasilkan output(keluaran) yang bermutu sebagai mana yang diharapkan. Ternyata strategi input-output yangdiperkenalkan oleh teori education production function (Hanushek, 1979,1981) tidak berfungsisepenuhnya di lembaga pendidikan (sekolah), melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi danDra. Deminesi7industri. Pengelolaan pendidikan selama ini juga lebih banyak bersifatmacro-oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Akibatnya,banyak faktor yang diproyeksikan di tingkat makro (pusat) tidak terjadi atau tidak berjalansebagaimana mestinya di tingkat mikro (sekolah). Atau dengan singkat dapat dikatakan bahwakompleksitasnya cakupan permasalahan pendidikan, seringkali tidak dapat terpikirkan secara utuh danakurat oleh birokrasi pusat. Mengingat sekolah sebagai unit pelaksana pendidikan formal terdepan dengan berbagaikeragaman potensi anak didik yang memerlukan layanan pendidikan yang beragam, kondisilingkungan yang berbeda satu dengan lainnya, maka sekolah harus dinamis dan kreatif dalammelaksanakan perannya untuk mengupayakan peningkatan kualitas/mutu pendidikan. hal ini akandapat dilaksanakan jika sekolah dengan berbagai keragamannya itu, diberikan kepercayaan untukmengatur dan mengurus dirinya sendiri sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan anakdidiknya. Walaupun demikian, agar mutu tetap terjaga dan agar proses peningkatan mutu tetapterkontrol, maka harus ada standar yang diatur dan disepakati secara secara nasional untuk dijadikanindikator evaluasi keberhasilan peningkatan mutu tersebut (adanyabench marking). Pemikiran ini telahmendorong munculnya pendekatan baru, yaknipengelolaanpeningkatan mutu pendidikan di masa mendatang harus berbasissekolah sebagai institusi paling depan dalam kegiatan pendidikan.Pendekatan ini, kemudian dikenal dengan manajemen peningkatanmutu pendidikan berbasis sekolah (School Based QualityManagement) atau dalam nuansa yang lebih bersifat pembangunan(developmental) disebut School Based Quality Improvement.Dra. DeminesiBAB II
  31. 31. PEMBAHASAN Paradigma peranan pendidikan dalam pembangunan tidak bersifat linier dan unidimensional,sebagaimana dijelaskan oleh paradigma Fungsional dan Sosialisasi di atas. Melainkan, perananpendidikan dalam pembangunan sangat kompleks dan bersifat interaksional dengan kekuatan-kekuatan pembangunan yang lain. Dalam konstelasi semacam ini, pendidikan tidak bisa lagi disebutsebagai engine of growth, sebab kemampuan dan keberhasilan lembaga pendidikan formal sangatterkait dan banyak ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang lain, terutama kekuatan ekonomiumumnya dan dunia kerja pada khususnya. Hal ini membawa konsekuensi bahwa lembaga pendidikansendiri tidak bisa meramalkan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan oleh dunia kerja,sebab kebutuhan tenaga kerja baik jumlah dan kualifikasi yang diperlukan berubah dengan cepatsejalan kecepatan perubahan ekonomi dan masyarakat. Manajemen Berbasis Sekolah adalah model manajemen yang memberikan otonomi yang lebihbesar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan secara partisipatif semua warga sekolah,yaitu guru, siswa, kepala sekolah, karyawan, oang tua siswa, komite sekolah, dan masyarakat. Konsep yang menawarkan kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat dan pemerintahdengan tanggung jawabnya masing - masing ini, berkembang didasarkan kepada suatu keinginanpemberian kemandirian kepada sekolah untuk ikut terlibat secara aktif dan dinamis dalam rangkaproses peningkatan kualitas pendidikan melalui pengelolaan sumber daya sekolah yang ada. Sekolahharus mampu menterjemahkan dan menangkap esensi kebijakan makro pendidikan serta memahamikindisi lingkunganya (kelebihan dan kekurangannya) untuk kemudian melaui proses perencanaan,sekolah harus memformulasikannya ke dalam kebijakan mikro dalam bentuk program - programprioritas yangDra. Deminesi9
  32. 32. harus dilaksanakan dan dievaluasi oleh sekolah yang bersangkutan sesuai dengan visi dan misinyamasing - masing. Sekolah harus menentukan target mutu untuk tahun berikutnya. Dengan demikiansekolah secara mendiri tetapi masih dalam kerangka acuan kebijakan nasional dan ditunjang denganpenyediaan input yang memadai, memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan sumber dayayang dimilikinya sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan masyarakat. Paradigma pendidikan Sistemik-Organik menekankan bahwa proses pendidikan formalsistem persekolahan harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Pendidikan lebih menekankan padaproses pembelajaran(learning) daripada mengajar(teaching), 2) Pendidikan diorganisir dalam suatustruktur yang fleksibel; 3) Pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memilikikarakteristik khusus dan mandiri,4) Pendidikan merupakan proses yangberkesinambungan dan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan. Paradigma pendidikan Sistemik-Organik menuntut pendidikan bersifat double tracks.Artinya, pendidikan sebagai suatu proses tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dan dinamikamasyarakatnya. Dunia pendidikan senantiasa mengkaitkan proses pendidikan dengan masyarakatnyapada umumnya, dan dunia kerja pada khususnya. Keterkaitan ini memiliki arti bahwa prestasi pesertadidik tidak hanya ditentukan oleh apa yang mereka lakukan di lingkungan sekolah, melainkan prestasiperserta didik juga ditentukan oleh apa yang mereka kerjakan di dunia kerja dan di masyarakat padaumumnya. Dengan kata lain, pendidikan yang bersifat double tracks menekankan bahwa untukmengembangkan pengetahuan umum dan spesifik harus melalui kombinasi yang strukturnya terpaduantara tempat kerja, pelatihan dan pendidikan formal sistem persekolahan. Melalui double tracks inisistem pendidikan akan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan fleksibilitasyang tinggi untuk menyesuaikan dengan tuntutan pembangunan yang senantiasa berubah dengancepat.Dra. Deminesi10
  33. 33. Berbagai problem yang muncul di masyarakat, khususnya ketimpangan antara kualitaspendidikan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia kerja merupakan refleksi adanyakelemahan yang mendasar dalam dunia pendidikan kita. Setiap upaya untuk memperbaharuipendidikan akan sia-sia, kecuali menyentuh akar filosofis dan teori pendidikan. Yakni, pendidikantidak bisa dilihat sebagai suatu dunia tersendiri, melainkan pendidikan harus dipandang dandiberlakukan sebagai bagian dari masyarakatnya. Oleh karena itu, proses pendidikan harus memilikiketerkaitan dan kesepadanan secara mendasar serta berkesinambungan dengan proses yangberlangsung di dunia kerja. Dari kesemua proses utama (mainframe) dari paradigma pembangunan pendidikan yangmenjadi pilar utama pencapaian target atau sasaran pembangunan itu sendiri adalah : Guru,PengelolaanSekolah oleh Kepala Sekolah, kemitraan dengan partisipasi aktif masyarakat, payung hukum dan polakebijakan yang mengkondusifkan dunia pendidikan oleh Pemerintah setempat, serta memberdayakankearifan lokal guna membentuk paradigma kebutuhan pendidikan dan partisipasi oleh masyakaratlokal.Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik padapendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menegah(UU.14/2005 pasal 1; ayat 1). Dalam menjalankan tugasnya pada masa sekarang, profesionalismemenjadi tuntutan dan menjadi bagian integral dari profesi guru dalam menjalankan tugasnyasebagai pendidik. Guru professional adalah sifat dan tanggungjawab yang dilakukan guru dan menjadisumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yangmemenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berbagaiupaya telah dilakukan untuk mencapai standard profesionalisme, misalnya melalui pendidikan
  34. 34. dan latihan, proses sertifikasi, atau kegiatan- kegiatan yang diselenggrarakan dalam menunjangprofesionalitas.Dra. Deminesi11 Profesionalisme Guru merupakan cara yang logis untuk menghadapi perubahan sosialsebagai konsekuensi globalisasi dalam berbagai bidang. Profesionalisme diyakini mampumeningkatkan kinerja yang optimal dunia pendidikan sehingga pada akhirnya dapat menciptakancita-cita pendidikan sebagai insan kamil yang cerdas dan berakhlak mulia, mampu menghadapiperubahan zaman, secara damai, terbuka, demokratis, dan berkompetisi yang bermuara padameningkatnya kesejahteraan seluruh warga Indonesia. Oleh sebab itulah telah menjadi sebuah keharusan kalau setiap lembaga pendidikan dasardan menegah di Palangka Raya khususnya, menjadikan profesionalisme guru sebagai faktorutama dari pengelolaan pembelajaran yang bermutu dikelas untuk dikembangkan lebih intensifdan tindakan pertama dimulai dari kegiatan belajar mengajar dan kegiatan kependidikan sehari-hari baik dikelas maupun pada organisasi guru. Sejalan dengan berbagai tuntutan profesionalismedan perubahan sosial, budaya mutu merupakan suatu pradigma yang dapat dijadikan pijakandalam pencapaian tujuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya dapat dimulai dari tata kelolaproses-proses pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Dalam bidang pendidikan, kehadiran Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) telah memberikanangin segar yang menjanjikan, karena pada tataran teoritis, MBS memberikan kewenangan kepadasekolah untuk melahirkan berbagai kebijakan dan keputusan perbaikan menyangkut kepentingankemajuan sekolah itu sendiri. Sebagai contoh, kepala sekolah sebagai pemimpin ternyata belum mampu memahami danapalagi mentransfer konsep Manajemen Berbasis Sekolah, kepada guru-guru dan karyawan lainnya.Pemahaman dan pelaksanaannya hanya dilakukan sebatas program yang diajukan dalam proposal.
  35. 35. Padahal peran kepemimpinan sangat menentukan maju mundurnya suatu organisasi dalam mencapaimanajemen kualitas.Dra. Deminesi12 Alternatif pemecahan masalah manajemen berbasis sekolah yang perlu dikuasai oleh KepalaSekolah sebagaimana teori yang dipaparkan olehDeming (1986) menyatakan bahwa implementasikonsep mutu dalam sebuah organisasi memerlukan perubahan dalam filosofi yang ada di sekitarmanajemen. Deming mengusulkan beberapa butir pemikiran yang dapat dipergunakan untukmeningkatkan mutu dan produktivitas suatu organisasi juga dalam bidang pendidikan. Keempat belasbutir pemikiran tersebut adalah:1. Ciptakan Tujuan yang Mantap Demi Perbaikan Produk dan Jasa Sekolah memerlukan adanya tujuan akhir yang mampumengarahkan siswa menghadapi masa depan secara mantap. Janganmembuat siswa sekedar memiliki nilai bagus tetapi juga harus mampumembuat siswa memiliki kemauan belajar seumur hidup.2. Adopsi Filosofi Baru Siswa berhak mendapatkan pembelajaran yang berkualitas.Dengan kata lain, mereka tidak lagi sebagai siswa yang pasif dan reladiperlakukan seburuk apapun tanpa dapat berkomentar.3. Hentikan Ketergantungan pada Inspeksi Masal Dalam bidang pendidikan, evaluasi yang dilakukan jangan hanyapada saat ulangan umum ataupun ujian akhir, tetapi dilakukan setiapsaat selama proses belajar mengajar berlangsung. Selain itu, dalammenetapkan standar uji, maka perlu diperhatikan teori-teorikepemimpinan yang berkembang dalam Total Quality Management dan
  36. 36. lainnya, seperti teori sifat, teori lingkungan, teori perilaku, teori humanistik, dan teori kontigensi. Sejalan dengan masalah evaluasi, masalah rekrutmen dalam menentukan pimpinan kependidikan, beberapa prosedur “Fit and proper test” bisa dilakukan dalam pengambilan keputusan : (a) Melakukan “hearing” didepan tim, yaitu menyampaikan program, visi dan misi apabila terpilih menjadi pimpinan nantinya. Dra. Deminesi 13(b) Menjawab pertanyaan lisan dan tertulis yang telah didesain sedemikian rupa. Adapun pertanyaan yang diajukan dapat menyangkut integritas, moralitas, profesionalisme, intelektualitas, keahlian.(c) Keharusan mengumumkan harta kekayaan dari para calon Kepala Sekolah sebelum yang bersangkutan menduduki jabatan yang dipercayakan kepadanya. Kebohongan atas kekayaan ini dapat mengakibatkan pemecatan (impeachmant).(d) Harus memahami sistem manajemen yang efektif dan efisien terhadap lembaga yang akan dipimpinnya. Termasuk dalam rekruitment karyawan, kesejahteraan, peningkatan kualitas hasil dan kinerja.(e) Mengemukakan masalah pribadi, seperti apakah calon itu pernah bercerai. Masalah anak bagaimana. Mengapa sampai terjadi perceraian. Kemudian menyangkut masalah kebebasan dari tekanan, intimidasi, teror atau ancaman.(f) Tim seleksi melakukan investigasi dan melacak semua kebenaran informasi yang disampaikan lisan maupun tertulis. Apabila calon- calon tersebut tidak dapat memberikan jawaban secara memuaskan,
  37. 37. atau setelah melakukan investigasi ternyata terdapat kebohongan-kebohongan, tentu saja yang bersangkutan tidak dapat terpilihsebagai pimpinan.4. Akhiri Kebiasaan Melakukan Hubungan Bisnis Hanya BerdasarkanBiaya Dalam bidang pendidikan pernyataan di atas terutama dikaitkandengan biaya pendidikan yang ada hubungannya dengan perbandinganjunlah guru dan siswa pada satu ruangan/kelas. Kelas besar memangakan membuat sekolah tersebut melakukan penghematan biaya, tetapimutu yang dihasilkan tidak terjamin dan bukan tidak mungkin terjadipeningkatan biaya di bagian lain pada sistem tersebut.Dra. Deminesi145.Perbaiki Sistem Produksi dan Jasa Secara Konstan dan TerusMenerus Dalam bidang pendidikan seorang guru harus berpikir secara strategis agar siswa dapatmenjalani proses belajar mengajar secara baik sehingga memperoleh nilai yang baik pula. Guru janganhanya berpikir bagaimana siswa mendapatkan nilai yang baik.6. Lembagakan Metode Pelatihan yang Modern di Tempat Kerja Hal ini perlu dilakukan agar terdapat kesamaan dasar pengetahuan bagi semua anggota stafdalam suatu lembaga pendidikan.Setelahitubarulahgurudan administratormengembangkan keahlian sesuai yang diperlukan bagi peningkatan profesionalitas.
  38. 38. 7. Lembagakan Kepemimpinan Kepemimpinan (leadership) berbeda dengan pemimpin (leader). Kepemimpinan adalahkemampuan untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok dengan maksud mencapai suatutujuan yang dinginkan bersama. Sedangkan pemimpin adalah seseorang atau sekelompok orangseperti kepala, komandan, ketua dan sebagainya. Dari beberapa definisi dapat disimpulkan bahwakepemimpinan ituadalah suatu proses mempengaruhi kegiatan seseorang ataukelompok dalam situasi tertentu untuk mencapai tujuan bersama.Artinya terjadi proses interaksi antara pemimpin, yang dipimpin,dan situasi. Dengan demikian, kepemimpinan itu seyogianyamelekat pada diri pemimpin dalam wujud kepribadian(personality), kemampuan (ability), dan kesanggupan (capability),guna mewujudkan kepemimpinan bermutu atau Total QualityManagement (TQM). Dikatakan bahwa, pemimpin yang efektifmenurut konsep TQM adalah pemimpin yang sensitif atau peka terhadap adanya perubahan danpemimpin yang melakukan pekerjaannya secara terfokus.Dra. Deminesi15 Dalam konsep TQM, memimpin berarti menentukan hal-hal yang tepat untuk dikerjakan,menciptakan dinamika organisasi yang dikehendaki agar semua orang memberikan komitmen, bekerjadengan semangat dan antusias untuk mewujudkan hal-hal yang telah ditetapkan. Memimpin berartijuga dapat mengkomunikasikan visi dan prinsip organisasi kepada bawahan. Kegiatan memimpintermasuk kegiatan menciptakan budaya atau kultur positif dan iklim yang harmonis dalam lingkunganlembaga atau organisasi, serta menciptakan tanggung-jawab dan pemberian wewenang dalampencapaian tujuan bersama. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa, terdapat hubungan positif antaratanggung jawab, wewenang dan kemampuan pemimpin dengan derajat atau tingkat pemberdayaankaryawan dalam suatu lembaga. Secara umum, pada dasarnya terdapat delapan kunci tugas pimpinan untuk melaksanakankomitmen perbaikan kualitas terus menerus, yaitu:
  39. 39. (a) Menetapkan suatu dewan kualitas. (b) Menetapkan kebijaksanaan kualitas. (c) Menetapkan dan menyebarluaskan sasaran kualitas. (d) Memberikan dan menyiapkan sumber-sumber daya. (e) Memberikan dan menyiapkan pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada pemecahan masalah kualitas.(f) Menetapkan tim perbaikan kualitas yang bertanggungjawab pada manajemen puncak untuk menyelesaikan masalah-masalah kualitas kronis. (g) Merangsang perbaikan kualitas terus menerus. (h) Memberikan pengakuan dan penghargaan atas prestasi dalam perbaikan kualitas terus-menerus (Vincent Gaspersz, 1997: 203- 204). Dra. Deminesi 16 Sementara itu, bagi kalangan follower/pengikut/bawahan seperti guru, karyawan dan lain- lain, perlu memperhatikan ketentuan berikut : (1) Mendukung program-program pimpinan yang baik dan benar. (2) Memiliki kebutuhan berprestasi. (3) Klarifikasi kemampuan, wewenang dan peran. (4) Memiliki organisasi kerja. (5) Kemampuan bekerja sama. (6) Kecukupan sumber daya (kuantitas). (7) Memiliki koordinasi eksternal. Ditambahkan bahwa, untuk melaksanakan tugas dan fungsi kepemimpinan, maka kepala sekolah perlu memperhatikan dan mengontrol Variabel situasi, yaitu seperangkat keadaan atau kondisi yang harus dikelola dan diciptakan secara kondusif. Situasi ini antara lain : (1) kekuatan posisi, (2) keadaan bawahan, (3) tugas dan kemampuan menggunakan teknologi, (4) struktur organisasi, (5) keadaan lingkungan lembaga (fisik dan non-fisik), (6) ketergantungan eksternal, (7) kekuatan sosial politik, (8) rasa aman dan demokratis. Keseluruhan proses interaksi kepemimpinan antara pemimpin, yang dipimpin dan situasi, ditujukan untuk mencapai variabel hasil akhir yaitu : (1) Kepuasan pelanggan. (2) Loyalitas pelanggan. (3) Profitabilitas. Dan (4) kepuasan seluruh personil lembaga danstakeholders.
  40. 40. 8. Hilangkan Rasa Takut Perlu disadari bahwa rasa takut menghambat karyawan untukmampu mengajukan pertanyaan, melaporkan masalah, ataumenyatakan ide padahal itu semua perlu dilakukan untuk menghasilkankinerja yang maksimum. Oleh karena itu para pelaku pendidikanhendaknya jangan menerapkan sistem imbalan dan hukuman kepadasiswa karena akan menghambat berkembangnya motivasi internal darisiswa masing-masing.9. Pecahkan Hambatan di antara Area Staf Hambatan antardepartemen fungsional berakibat menurunkan produktivitas. Hambatan inidapat diatasi dengan mengembangkan kerjasama kelompok. Oleh karena itu para anggota staf harusbekerjasama dan memprioritaskan diri pada peningkatan kualitas.Dra. Deminesi1710. Hilangkan Slogan, Nasihat, dan Target untuk Tenaga KerjaPerbaikan secara berkesinambungan sebagai sasaran umumharus menggantikan simbol-simbol kerja.11. Hilangkan Kuota Numerik Kuota cenderung mendorong orang untuk memfokuskan pada jumlah sering kali denganmengorbankan mutu. Terlalu banyak menggunakan slogan dan terlalu berpatokan pada target dapatmenimbulkan salah arah untuk pengembangan sistem yang baik. Tidak jarang patokan terget akanlebih terfokus pada guru dan siswa daripada sistem secara keseluruhan.12. Hilangkan Hambatan Terhadap Kebanggaan Diri atasKeberhasilan Kerja Kebanggaan diri atas hasil kerja yang dicapai perlu dimiliki olehguru dan siswa. Adanya kebanggaan dalam diri membuat guru dansiswa bertanggungjawab atas tugas dan kewajiban yangdisandangnya sehingga mereka dapat menjaga mutu.
  41. 41. 13. Lembagakan Program Pendidikan dan Pelatihan yang Kokoh. Hal ini berlaku bagi para pelaku pendidikan karena memiliki dampak langsung terhadap kualitas belajar siswa. 14. Lakukan Tindakan Nyata/ Contoh Nyata Manajer harus menjadi”lead manager” bukan “boss manager”. Seorang “lead manager” akan berusaha mengkomunikasikan pandangannya selalu berusaha mengembangkan kerjasama, meluangkan waktu dan tenaga untuk sistem sehingga dengan adanya contoh nyata, pekerja menyadari cara untuk melakukan pekerjaan yang berkualitas. Dra. Deminesi 18 Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Kota Palangka Raya Melalui pergulatan yang panjang dan rumit, penulis memberikan paparan berupa langkah-langkah konkrit dan sistemik agar Mutu Pendidikan di Kota Palangka Raya dapat dijadikan barometer dunia pendidikan di Kalimantan Tengah melalui berbagai macam strategi dan langkah-langkah nyata yang patut menjadi rencana strategis di masa mendatang, yaitu :1. Perlunya program beasiswa bagi peserta didik yang berpotensi dan menyeluruh secara berjenjang dan berdasarkan data-data yang teraudit dan valid serta bisa dipertanggung-jawabkan yang sinergis dengan program kesejahteraan masyarakat serta program pemerataan pendidikan di segala lapisan masyarakat.2. Perlunya kesadaran tinggi dari seluruh Tenaga Kependidikan di segala tingkatan dan unit penyelenggara pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kompetensinya mencapai taraf optimal sehingga kompetensi tenaga kependidikan ini benar- benar mumpuni dan berkualitas sehingga potensi Tenaga Kependidikan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena memang benar-benar diperhatikan. Faktor-faktor insentif tersebut yang dapat menjadi pemicu untuk mendorong semangat berkompetisi dan meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dengan memberikan bantuan pendidikan (bea siswa full bright) sehingga guru atau tenaga kependidikan yang
  42. 42. berpotensi dan berprestasi dapat meningkatkan kualifikasi mereka hingga mencapai jenjang pasca sarjana S2 bahkan S3.3. Mendorong peranan sertastakeholder atau pemangku kebijakan pendidikan yaitu masyarakat sebagai pengguna dan evaluator proses sistem pendidikan publik ini untuk turut aktif mendanai atau memberikan sumbangsih konkrit dalam pemenuhan kelayakan standar-standar nasional pendidikan di sekolah-sekolah penyelenggara pendidikan baik oleh Negeri maupun swasta. Dra. Deminesi 194. Membangun dan memperkokoh sistem Manajemen Berbasis Sekolah di lembaga penyelenggara pendidikan agar menjadi sebuah sistem manajemen yang handal dan kompeten untuk membentuk, membimbing, dan membina para generasi muda, kader-kader bangsa agar menjadi generasi penerus yang kompeten, handal, bertanggung jawab, mapan, loyal, tawakal, dan berakhlak mulia.5. Meningkatkan akuntabilitas dan profesionalitas manajerial pengelolaan Sekolah/ Lembaga Penyelenggara Pendidikan lebih terukur, validitas yang tinggi, serta reliabel serta teraudit dengan baik dan kokoh yang serta merta meningkatkan kewibawaan Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat yang sudah lama terpuruk dalam krisis kepercayaan akibat krisis multidimensial yang berkepanjangan dan tidak pernah berkesudahan.6. Membangun semangat berkompetisi semua warga sekolah atau lembaga penyelenggara pendidikan agar mempunyai daya saing atau dayabargain yang tinggi hingga ke taraf internasional salah satunya dengan program sister school atau pertukaran tenaga pengajar dengan sekolah bertaraf internasional lainnya di tempat lain serta menjajagi adanya pertukaran pelajar antar sekolah untuk saling mengimbas dan saling belajar demi mencapai harapan yang dicita- citakan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional terutama mempunyai Kompetensi Lulusan yang berkualitas dan kompeten serta
  43. 43. memiliki kecakapan hidup yang optimal dalam membentuk watak dan karakter warga Indonesia yang dicita-citakan para pendiri bangsa.7. Memberikan penghargaan atas dedikasi dan prestasi yang diberikan para guru/ tenaga kependidikan secara rutin untuk meningkatkan loyalitas dan tanggung jawab sekaligus membangun semangat untuk terus berjuang dan maju demi mencapai mutu pendidikan yang baik dan bermartabat sekaligus membangun watak dan karakter guru sebagai warga yang bermartabat, terhormat, dan bertanggung jawab serta memiliki harkat yang tinggi juga mengembalikan kepercayaan Dra. Deminesi 20 masyarakat atas profesi luhur seorang tenaga pendidik yang dikenal dengan sebutan Guru.8. Mendorong keikut-sertaan guru dan siswa dalam setiap perlombaan- perlombaan ilmiah atau akademik yang bertujuan membangun dan membentuk watak yang logis, cara berpikir pragmatis, sistematis dan handal serta siap menghadapi perubahan-perubahan dunia secara global dan terjadi terus-menerus dan mampu menyiapkan pola pikir dan paradigma yang berkaitan dengan sense of crisis maupunsense of crucial. Dra. Deminesi 21
  44. 44. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Peningkatan mutu pendidikan di Kota Palangka Raya agar dapat mencapai standar minimal memerlukan kerja keras dan perjuangan yang panjang, namun jika tidak dimulai dari saat ini bagaimana ? Yang menjadi faktor penting adalah :1. Perlunya Pengelolaan Manajemen Sekolah yang akuntabel dan kondusif sehingga tercipta iklim Sekolah yang menyenangkan, meningkatkan keharmonisan antar pegawai dan pimpinan, antara guru dengan siswa, antar sesama warga sekolah membentuk atmosfer atau suasana yang menghantarkan semangat belajar dan berkompetisi yang sehat dan segar serta bertanggung jawab dan berhasil guna dan akhirnya berdaya guna.2. Pola Manajemen Berbasis Sekolah yang harus semakin kokoh dan semakin tegas dengan menerapkan pola manajemen modern sebagaimana yang diungkapkan oleh Deming (1996).3. Adanya semangat berubah di setiap lini pengelola dan penyelenggara pendidikan agar terwujud penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dengan tetap mengedepankan peningkatan potensi diri baik guru maupun peserta didik, kebersamaan, penghargaan atas prestasi dan dedikasi dengan reward dan membuat kesepakatan yang tegas, kokoh, dan dihormati berbagai pihak untuk membentuk kewibawaan lembaga penyelenggara pendidikan sekaligus kewibawaan tenaga kependidikan. Semangat untuk terus meningkatkan kualitas dalam diri tenaga pendidik yang akan secara otomatis menjalar kepada para pembelajar atau peserta didik.4. Meningkatkan peran serta dan partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra penyelenggara pendidikan yang bermutu dan bermartabat sebab masyarakat inilah pengguna sekaligusevaluator proses Dra. Deminesi 22
  45. 45. pendidikan yang bermutu dan kompeten tersebut serta selalu mengedepankan semangat kerjasama antara lembaga penyelenggara pendidikan lainnya secara aktif dan konsekuen serta menjajagi adanya kemungkinan pengembangan penyelenggaraan pendidikan secara global melalui pertukaran tenaga pendidikan bahkan siswa ke sekolah pasangan (sister school).5. Pemerataan pendidikan dan pemberian beasiswa kepada peserta didik maupun guru berpotensi untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasinya sehingga kompetensi lulusan maupun kompetensi tenaga kependidikan berjalan sinergis dan korelatif. B. SaranBerdasarkan uraian dan penjabaran maka Penulis menyarankan beberapa faktor penting antara lain : 1. Perlunya penerapan sistem informasi manajemen (SIM) yang efektif dan efisien untuk menyajikan informasi, guna mendukung pimpinan organisasi dalam pengambilan keputusan, karena kualitas informasi juga menentukan kualitas manajemen dan produk tindakan yang dihasilkan dari sebuah keputusan manajerial. 2. Kepala Sekolah adalah pimpinan tertinggi di sekolah. Pola kepemimpinannya akan sangat berpengaruh dan sangat menentukan kemajuan sekolah. Karena
  46. 46. itu dalam penyelenggaraanpendidikan modern, kepemimpinan Kepala Sekolah perlu mendapat perhatian yang serius.3.Makalah ini akan lebih terasa manfaat dan kebermaknaannyajika dapat diterapkan dan dijalankan sebagaimana kajianpustaka dan pembahasan yang melekat didalamnya dan dapatdikembangkan secara logis dan konsekuen di antara pihak-pihak yang berwenang dan semoga dapat memberikanDra. Deminesi23DAFTAR PUSTAKACreech, Bill. (1996) Lima pilar manajemen mutu terpadu (TQM).Jakarta: Binarupa Aksara.Dikmenum, (1999), Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah:Suatu Konsepsi Otonomi Sekolah (paper kerja), Depdikbud,Jakarta.Dikmenum. (2001). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.Depdiknas. JakartaGaspersz, Vincent. (1997) Manajemen kualitas: penerapan konsep-konsep kualitasdalam manajemen bisnis total. Jakarta : PT.Gramedia.Gaspersz, Vincent. (2001). “Penerapan TQME pada Perguruan Tinggidi Indonesia” dalam Jurnal Pendidikan dan kebudayaan. Jakarta:Balitbang Diknas. Edisi Mei 2001, tahun ke-7, No. 029.Goestc, D.L. and S. Davis (1994). Introduction to total quality: quality,productivity, competitiveness. Englewood, Cliffs,N.J: PrenticeHall International, Inc.Kristianty, Theresia. (2005).“Peningkatan Mutu Pendidikan TerpaduCara Deming” dalam Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV/Juli 2005Sallis, Edward. (1994). Total quality management in education. London:Kogan Page Limited.Suardi, Rudi (2001) Sistem manajemen mutu ISO 9000:2000penerapannya untuk mencapai TQM. Jakarta: PPM.Sudjana, H.D. (1993). Manajemen PLS. Bandung : UNINUS Press.Tjiptono, Fandy dan Anastasia Diana. (1995). Total quality management(TQM). Yokyakarta: Andi Offset.Wilkinson, Adrian, et.al. (1998) Managing with total qualitymanagement : Theory and practice. London : Macmillan PressLtd.
  47. 47. Zamroni. (2003). Paradigma Pendidikan Masa Depan. Jakarta :Depdiknas. Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SMU.Dra. Deminesi25

×