Makna syahadat, syaikh dr. muhammad bin musa alu nashr

1,830 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,830
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
139
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makna syahadat, syaikh dr. muhammad bin musa alu nashr

  1. 1. Makna Syahadat Syaikh DR. Muhammad bin Musa Alu Nashr Pembicaraan saya kepada Anda semua, seputar rukun pertama darirukun-rukun Islam, rukun yang terbesar dari rukun-rukun Islam yang lima.Iman seseorang tidak akan tegak, kecuali dengannya. Barangsiapa yang tidakmewujudkannya, maka dia bukanlah seorang muslim. Dan barangsiapa yangmembatalkannya, maka sesungguhnya Allah mengharamkan surga baginya,tempat kembalinya adalah neraka, & orang-orang zhalim tidak memiliki parapenolong. Rukun Islam pertama itu adalah syahadat Laa ilaaa illa Allah & bahwaMuhammad adalah utusan Allah. Ini adalah kalimat thayyibah (yang baik),yang lebih berat dalam timbangan daripada seluruh langit & bumi. Ini adalahkalimat pembuka (kunci) Islam. Kita mengajarkannya kepada anak-anak kita,pertama kali yang dia katakan, & lafazh-lafazhnya mengetuk pendengaran-pendengaran mereka pada waktu pertama kali dia turun dari perut ibunya.Kita juga mengajarkannya kepada orang-orang yang akan mati di antara kitapada waktu sakaratul maut. Kita terus berjalan di atasnya, kitamengamalkannya disertai konsekuensi-konsekuensinya, agar kita selamat padahari Kiamat. Kita semua menghafalnya, baik orang Arab maupun non Arab, orangkulit putih maupun orang kulit hitam, orang buta huruf maupun orang „alim.Kita semua hafal kalimat ini. Akan tetapi, apakah kita mengetahui maknanya?Apakah kita memahami konsekuensinya? Apakah kita mengenal yang dimaksuddg Laa ilaah illa Allah, & apakah yg dimaksud dg perkataan “Laa ilaaha illaAllah Muhamadar Rasulullah”? Bagian pertama dari syahadat itu berkaitan dengan Allah, denganrububiyahNya (kekuasaanNya), uluhiyahNya (hakNya utk diibadahi), & asma‟ &sifatNya, dengan tauhid yang murni yang dibawa oleh para Nabi Allah semua,semenjak Nuh q sampai Muhammad Shallallahu alaihi wa salla Bagian yang kedua, berkaitan dengan Muhammad utusan Allah,pembawa rahmat & orang yang diberi petunjuk (oleh Allah). Allahmengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh makhluk. Allah meninggikan
  2. 2. namanya di kalangan orang-orang dahulu & kemudian. Tidaklah Allah disebut,kecuali Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga disebut bersamaNya. Kitamenyebut nama Rasulullah jika kita menyebut Allah, yaitu pada shalat, adzan,ucapan takbir & tahlil, khutbah-khutbah, & sebelum kajian-kajian & pdtasyahhud yg kita lakukan dalam shalat kita. Dan kita bertaqarrub(mendekatkan diri) kepada Allah dengan membaca shalawat & salam utk beliauShallallahu alaihi wa sallam . Beliau adalah pemberi syafa‟at bagi kita denganidzin Allah pada waktu kita menghadapNya Di dalam bagian pertama dari syahadat, yaitu kalimat Laa ilaaha illaAllah, mengandung makna: mengikhlaskan agama & mengikhlaskan tauhid bagiAllah. Sedangkan (syahadat) Muhammad utusan Allah, mengandung maknamengikhlaskan mutaba‟ah (keteladanan) & memurnikannya bagi RasulullahShallallahu alaihi wa sallam . Agama ini tegak di atas dua landasan tersebutini. Oleh karena itulah, para ulama & para imam kita mengatakan: “Agamategak di atas dua dasar. Dasar yg pertama, bahwa tidak ada yang diibadahikecuali Allah. Dan dasar kedua, Allah diibadahi dengan cara yang Diasyari‟atkan”. Tidak ada yg diibadahi kecuali Allah adalah makna Laa ilaaha illa Allah.Maka Laa ilaaha illa Allah maknanya adalah, tidak ada yang berhak diibadahiyang ada di alam ini, kecuali Allah. Jadi, ada unsur nafi (peniadaan) & itsbat(penetapan). Nafi terhadap seluruh sesembahan yang batil, & itsbat bahwa ilaah yghaq & ma‟bud (sesembahan) dg haq, adalah Allah semata, tidak ada sekutubagiNya. Harus ada nafi & itsbat, harus ada bara‟ (sikap berlepas diri) & wala‟(kecintaan & pembelaan). Bara‟ dari seluruh sesembahan selain Allah, & itsbatubudiyah (penghambaan diri) bagi Allah. Maka, seandainya kita beribadah kepada Allah dengan nafi saja, yaituLaa ilaaha, maka kita belum beribadah, karena telah menafikan & mengingkaribahwa dalam alam ini ada ilaah. Dan seandainya kita beribadah kepada Allahdengan itsbat saja, yaitu illa Allah, maka itu hal tersebut tidak meniadakankeberadaan sekutu. Maka harus ada nafi & itsbat, harus ada bara‟ & wala‟.Sebagaimana firman Allah: ‫آل‬
  3. 3. Dan Kami tdk mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kamiwahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada ilah (yang hak) melainkan Aku,maka beribadahlah kepadaKu". (al Anbiya`: 25) Firman Allah “maka beribadahlah kepadaKu”, maknanya beribadahkepada Allah & menjauhi thaghut. Sesungguhnya Allah telah mengutus para rasul sebelum NabiMuhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Tugas mereka semua mengatakansatu perkataan yg sama: “Wahai kaumku beribadahlah kepada Allah, kamutidak punya ilaah kecuali Dia”. Mereka semua mengatakan: “Wahai kaumku,beribadahlah kepada Allah, & jauhilah thaghut”. Thaghut adalah seluruh ygdiibadahi selain Allah. Inilah tauhid yg dibawa oleh para Rasul, hak Allah yang menjadikewajiban hamba, sebuah kewajiban paling besar yang telah Allah wajibkan, &perintah terbesar yang Allah perintahkan. Dengan alasan ini, Allah mengutusRasul, menurunkan kitab, & pedang-pedang dihunus di kalangan para mujahiduntuk meninggikan kalimat Allah. Setiap orang yang menginginkan masukIslam, wajib mengucapkan Laa ilaaha illa Allah. Kalimat ini maknanya, tidakada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya di bumi & dilangit, kecuali satuilaah , yaitu Allah. Oleh karena itulah, tatkala Nabi Shallallahu alaihi wasallam meminta kepada orang-orang musyrik untuk mengatakannya, hal ituberat bagi mereka, sebab mereka mengetahui maknanya. Juga karena diantara konsekuensinya adalah berlepas diri dari tuhan-tuhan mereka, & dariberhala-berhala mereka yang mereka sembah untuk mendekatkan diri kepadaAllah. Oleh karena itu, mereka mengatakan: ‫ا‬ Mengapa ia menjadikan ilah-ilah itu Ilah Yang Satu saja. Sesungguhnyaini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. (Shad: 5). Kalimat Laa ilaaha illa Allah memuat tiga jenis tauhid yang dibawa olehpara rasul. Tauhid rububiyah, yaitu mentauhidkan Allah dalam perbuatan-perbuatanNya. Seperti menciptakan, menghidupkan, mematikan, menurunkanhujan, menurunkan rizqi, & selain itu. Dan memuat tauhid uluhiyah / ibadah,yaitu mentauhidkan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba. Sepertishalat, puasa, haji, zakat, menyembelih binatang, nadzar, istighatsah,isti‟anah, inabah, thawaf di Ka‟bah, bersumpah dengan nama Allah, & jenis-jenis ibadah lainnya. Barangsiapa mempersembahkan satu jenis ibadah ini
  4. 4. kepada selain Allah, maka dia telah terjerumus ke dalam syirik uluhiyah, /syirik ubudiyah. Dan tauhid yang ketiga, tauhid asma‟ was sifat, yaitumenetapkan hal-hal yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diriNya, &meniadakan apa yang telah ditiadakan oleh Allah dari diriNya. Tidaklah ada sesuatupun yang serupa denganNya, & Dia MahaMendengar lagi Maha Melihat. (asy Syura: 11). Firman Allah “tidaklah ada sesuatu pun yang serupa denganNya”, adalahbantahan terhadap (yaitu) golongan musyabbihah; yaitu orang-orang ygmenyerupakan Allah dg makhlukNya. Sementara firmanNya “Dia MahaMendengar lagi Maha Melihat” adalah bantahan terhadap golonganmu‟aththilah; (yaitu) orang-orang yang menolak sifat Allah. Allah Yang MahaAgung memiliki asmaul husna (nama-nama yg indah) & sifatul „ulya (sifat-sifatyg tinggi / sempurna). Demikian juga kalimat Laa ilaaha illa Allah, memuat sikap berlepas diridari hal yang bertentangan dengannya, yg berupa kesyirikan; syirikrububiyah, syirik uluhiyah, / syirik sifat Barangsiapa menafsirkan Laa ilaaha illa Allah dengan arti tidak adaRabb (Pencipta, Penguasa) kecuali Allah, maka dia tidak mentauhidkan llah, &tdk mengenal tauhid. Sebab, tauhid rububiyah telah tertanam di dalamfithrah (manusia), & hanya diingkari oleh sedikit manusia. Yaitu orang-orangMajusi & orang-orang Dahriyah (orang-orang yang menisbatkan segalanyakepada dahr / masa). Sedangkan mayoritas manusia mengakui jenis tauhid ini.Adapun tauhid yang menjadi ajang permusuhan antara para nabi dengan parapengikut mereka adalah tauhid uluhiyah, / tauhid ibadah. Para ulama mendefinisikan ibadah dengan: satu istilah yang meliputiseluruh yang dicintai & diridhai oleh Allah, yg berupa perkataan-perkataan &perbuatan-perbuatan, yang lahir maupun yg batin. Maka, barangsiapa membatalkan tauhid ini, Laa ilaaha illa Allah, makadia bertemu dengan Allah dalam keadaan musyrik, surga haram baginya, diakekal & dikekalkan di dalam neraka. Kita mohon perlindungan kepada Allahdari siksa neraka.
  5. 5. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu & kepada (nabi-nabi)sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu& tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (az Zumar: 65). Dan berdasarkan firmanNya: Seandainya mereka (para Nabi) mempersekutukan Allah, niscayalenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (al An‟am: 88). Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam: Barangsiapa bertemu Allah, sedangkan dia menyekutukan Allah, makaAllah haramkan surga baginya. Setiap orang yang mengatakan Laa ilaaha illa Allah, dia berkewajibanmengucapkan & bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah. Karena tauhid &syahadat tidaklah sempurna, kecuali dengan pengakuan terhadap risalahRasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, ittiba‟ (mengikuti) beliau, &(pengakuan) bahwa beliau adalah penutup seluruh Nabi & Rasul, tidak ada nabisetelah beliau Shallallahu alaihi wa sallam. Juga denga pengakuan bahwasyariat beliau adalah syari‟at yang diridhai oleh Allah sampai hari pembalasan,sebuah syari‟at yang menghapus seluruh syariat para nabi yang telah lalu.Juga meyakini sabda beliau: Demi Dia (Allah) Yang jiwa Muhammad di tanganNya. Tidaklah seorangpun dari umat ini, baik seorang Yahudi / Nashrani, mendengar tentang aku,kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang akudiutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka. (HR Muslim, no. 153;Ahmad; dari sahabat Abu Hurairah, Pent) Kalau demikian, maka apakah hak Rasulullah atas umatnya? Apakah hakbeliau atas umat Islam di belahan bumi bagian timur & barat? Sungguh, hakbeliau sangat besar. Karena setiap satu orang Islam yg ada, itu merupakansalah satu dari kebaikan-kebaikan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.Rasulullah Shallallahu alaihi wa salalm adalah penyebab kaum musliminmendapatkan petunjuk, & beliau menjadi faktor penyebab keselamatan
  6. 6. mereka. Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang membawa agamaini kepada kita, & beliau adalah orang yg dicintai oleh Rabbul „alamin, beliauadalah utusan Rabbul „alamin. Seandainya bukan melalui beliau, kita tdk mendapatkan petunjuk, kitatidak berpuasa, & tdk shalat. Oleh karena itulah, hak beliau atas kita adalah besar. Dan kewajibankita kepada beliau kuat. Kita harus mencintai beliau secara lahir & batin. Kitamenghormatinya, mengagungkannya, memuliakannya. Kita berlaku sopanterhadap beliau, pada waktu hidup & setelah mati. Kita mencintai orang yangmencintai Allah & RasulNya. Kita memusuhi orang yang memusuhi Allah &RasulNya. Dan barangsiapa meremehkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, maka kita memusuhi orang itu, & berlepas diri darinya, &memusuhinya, walaupun dia adalah orang yang paling dekat (dengan kita).Karena ini merupakan tuntutan tauhid, tuntutan iman, tuntutan wala‟ walbara` (pembelaan & permusuhan karena Allah, Pent). Allah Ta‟ala berfirman: Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah &hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yg menentang Allah& RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, / anak-anak / saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allahtelah menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yangdatang daripada-Nya. Dan dimasukkanNya mereka ke dalam surga yangmengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridhaterhadap mereka & merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya.Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwasanya golongan Allah itulahgolongan yg beruntung. (al Mujadilah: 22). ‫وا‬ Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim &orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaummereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu & dari apa yang kamusembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu & telah nyata antara kami &kamu permusuhan & kebencian buat selama-lamanya sampai kamu berimankepada Allah saja. (al Mumtahanah: 4).
  7. 7. Nabi Ibrahim Alaihissallam memusuhi bapaknya –karena Allah- tatkalabapaknya terus-menerus di atas kemusyrikan. Nabi Nuh Alaihissallammemusuhi anaknya –karena Allah- & berlepas diri darinya, ketika dia terus-menerus di atas kekafiran. Nabi Muhammad memusuhi pamannya, Abu Lahab,tatkala dia berkeras kepala di atas kemusyrikan. Kemudian Allah menurunkanAl-Qur`an tentang Abu Lahab yg terus dibaca sampai hari Pembalasan.Demikian juga para sahabat memusuhi kerabat-kerabat mereka –karenaAllah- . Abu Ubaidah membunuh bapaknya –karena Allah- karena diamemusuhi Rasul Shallallahu alaihi wa sallam. Dan „Asiyah, seorang wanitamukminah istri Fir‟aun berlepas diri dari Fir‟aun, dia mengatakan: Ya, Rabb-ku. Bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga &selamatkanlah aku dari Firaun & perbuatannya, & selamatkanlah aku darikaum yg zhalim. (at Tahrim: 11). Demikianlah, kita mesti mencintai orang yang mencintai Allah &RasulNya, & membenci orang yg membenci Allah & RasulNya. Kita memusuhiorang yang dimusuhi oleh Allah & RasulNya. Inilah Islam, & ujian iman. Olehkarena itu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Ikatan iman yg paling kuat adalah mencintai karena Allah & membencikarena Allah. Oleh sebab itu, kita mencintai para sahabat, karena mereka adalahorang-orang yg dicintai oleh Allah, & orang-orang yg dicintai oleh RasulShallallahu alaihi wa sallam. Selain itu, karena Nabi Shallallahu alaihi wasallam. wafat dalam keadaan ridha terhadap mereka & Allah yg berada di atas„ArsyNya meridhai mereka. Kita mencintai mereka & kita membenci orang ygmelaknat mereka & membenci mereka. Kita mendekatkan diri kepada Allah dgmencintai wali-waliNya yg shalih. Kita mendekatkan diri kepada Allah dgmencintai orang-orang yg bertauhid. Kita mendekatkan diri kepada Allah dgmembenci orang-orang musyrik, & ahli-ahli bid‟ah, ahli kesesatan, & pengikuthawa-nafsu, & membenci firqah-firqah yg membuat-buat perkara baru dalamagama Islam yg Allah tdk menurunkan keterangan & hujjah dari AllahSubhanahu wa Taala. Kita membenci firqah-firqah yg sesat, sepertiRafidhah, Mu‟tazilah, Khawarij, Murji‟ah, Jahmiyah, & seluruh firqah sesat.Kita membenci mereka, karena mereka menyimpang dari jalan yg lurus & tdk
  8. 8. mengikuti Rasul Shallallahu alaihi wa sallam. sebagaimana yg diperintahkanoleh Allah. Sesungguhnya Allah telah menguji orang-orang yg mengakumencintai Allah. Allah menguji mereka melalui ittiba‟ kepada Rasulullah. Diamenguji mereka dg mencintai Rasulullah. Telah datang beberapa orang kepadaRasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, kemudian mereka berkata: “WahaiRasulullah, sesungguhnya kami mencintai Rabb kami,” maka Allah menurunkanayat ini, tentang mereka: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,niscaya Allah mengasihi & mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampunlagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31). Jika anda benar-benar mencintai Allah, maka wajib mengikutiRasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.Karena jika anda menyimpang darijalannya, berarti dusta dalam kecintaan anda kepada Allah. Jika andamenyimpang dari jalannya, maka anda bukanlah orang-orang yg dicintai olehAllah. Anda menjadi bagian dari musuh-musuh Allah, jika menyimpang darijalan Allah & RasulNya. Jika anda menginginkan kecintaan Allah, makakecintaan Allah akan ada, dg mengikuti Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. secara lahir & batin. Anda mengagungkannya, mencintainya, beradabterhadap beliau, tdk memperolok-olok sunnahnya, tdk memperolok-olokpribadi beliau, & tdk melakukan perkara yg menyelisihi syariatnya, niscayaAllah akan mencintai & mangampuni dosa-dosa anda. Mencintai Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. adalah wajib, &mengikuti beliau hukumnya wajib, menghormatinya wajib, memuliakannyawajib, mengagungkan sunnahnya wajib. Barangsiapa meremehkan RasulullahShallallahu alaihi wa sallam, pd waktu hidup / setelah wafat melaluiungkapan, / dg isyarat, / dg cerita, maka dia telah kafir kepada Allah &amalannya terhapuskan. Dan dia berhak mendapatkan hukuman ygmenghentikannya (dari perbuatan itu), darahnya pun menjadi halal. Oleh karena itulah para ulama kita, ulama Ahli Sunnah wal Jama‟ahmenetapkan, bahwa barangsiapa memperolok-olok Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam / melecehkannya, / merendahkannya, maka dia kafir, diaboleh dibunuh. Dan para ulama berselisih, apakah dia punya kesempatanbertaubat & dimintai utk bertaubat / tidak.
  9. 9. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menetapkan dalam Sharimul Maslul „alaSyatimir Rasul, bahwa orang itu tdk berhak bertaubat setelah wafatnyaRasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, karena hak beliau tetap berlaku.Adapun hak Allah, seandainya seseorang mencela Rabb / agama, kemudianbertaubat, maka ini antara dia dg Allah. Adapun berhubungan dg orang ygmencela Rasul, maka dia, walaupun bertaubat, tidaklah gugur hak Rasul.Sebab dia telah melontarkan gangguan kepada beliau. Menyakiti Rasul sudahada sejak dahulu, bahkan menyakiti para nabi juga terjadi sebelum RasulullahShallallahu alaihi wa sallam. Allah berfirman: Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu,akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan & penganiayaan (yangdilakukan) terhadap mereka. (al An‟am: 34) Allah memberitakan istihza‟ (olokan) kaum Nuh terhadap beliau Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnyaberjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Nuh berkata: "Jika kamumengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimanakamu sekalian mengejek (kami)”. (Huud: 38). Allah memberitakan tentang mujrimin (orang-orang yg banyak berbuatdosa) yg mengedipkan mata & mencela kaum mukminin. . ‫ا‬ Sesungguhnya orang-orang yg berdosa adalah mereka yg dahulunya (didunia) menertawakan orang-orang yg beriman. Apabila orang-orang berimanberlalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. (alMuthaffifin: 29, 30) Celaan ini terjadi. Orang Islam di masa sekarang menjadi komunitasasing di antara manusia. Jika engkau berpegang teguh dg Sunnah, terkadangorang yg paling dekat denganmu memperolok-olokmu. Engkau mungkinmendapatkan cemoohan dari keluargamu, kerabatmu, & saudara-saudaramu.Akan tetapi, ada perbedaan antara yg diperolok-olok & dicemooh itu seorangmanusia biasa, dg yg diperolok-oloknya itu adalah Allah, kitab Allah, agamaAllah & Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Ini merupakan bentuk
  10. 10. kekafiran. Dalil hal ini adalah firman Allah (di dalam surat at Taubah). Yaituketika ada sekelompok orang-orang munafik membicarakan tentang RasulullahShallallahu alaihi wa sallam & tentang para sahabat beliau, maka Allahmenurunkan tentang mereka al Qur`an, lalu mereka datang meminta ma‟af(beralasan): “Sesungguhnya kami hanyalah berbincang & bersendau gurau,maka Allah membantah mereka dg firmanNya: {65} Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yg mereka lakukanitu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau& bermain-main saja”. Katakanlah: "Apakah dg Allah, ayat-ayatNya &RasulNya, kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta maaf, karenakamu kafir sesudah beriman. (at Taubah: 65-66). Karenanya, hendaklah berhati-hati. Jangan sampai engkau memperolok-olok agama, al Qur`an, Allah & Rasulullah. Karena semua tindakan inimerupakan kekafiran. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih dari hadits Anas: Dahulu ada di antara kami seorang laki-laki dari Bani Najjar ygmenyusul Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, lalu duduk kepadanya, utkmenghafal surat al Baqarah & Ali Imran, & dia menulis utk RasulullahShallallahu alaihi wa sallam. Kemudian dia bergabung dg orang-orang Romawi,-yaitu menjadi kafir- & mulai membuat-buat kebohongan atas NabiShallallahu alaihi wa sallam. Dia mengatakan: “Muhammad tdk mengetahuiapa-apa dari al Qur`an, sesungguhnya akulah yg menuliskan untuknya”. Namuntidaklah dia hidup, kecuali sehari / dua hari saja, dia mati, Allahmembunuhnya. Orang-orang Romawi menghendaki utk menguburnya, di dalam bumi.Mereka menggali lubang kubur baginya. Kemudian bumi memuntahkannya daridalam tanah. Mereka mengatakan: “Mungkin kawan-kawan Muhammadmengeluarkannya”. Mereka menggali lubang kubur lagi baginya dg dalam.Namun bumi memuntahkannya lagi. Mereka lalu mengatakan: “Mungkin kawan-kawan Muhammad mengeluarkannya”. Mereka membuat lubang kubur ygketiga baginya dg sangat dalam. Namun bumi memuntahkannya lagi. Maka
  11. 11. mereka mengetahui bahwa perkara ini bukanlah dari para sahabat NabiRadhiyallahu anhum. Mereka meninggalkannya terlantar. Karena dia mencela Rasulullah, menuduh beliau berdusta, menuduhRasul membuat-buat Al Qur`an ini, & bahwa tdk ada sesuatu pd Muhammadkecuali yg dia tulis untuknya. Maka lihatlah, apa yg Allah lakukanterhadapnya? Allah membunuhnya, kemudian Dia menjadikannya sebagai ayat(tanda kekuasaan Allah) & „ibrah (pelajaran), sebagaimana Dia menjadikanFir‟aun sebagai ayat & „ibrah. (Maka pd hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadipelajaran bagi orang-orang yg datang sesudahmu. - (Yunus ayat 92)- akantetapi, mereka tdk mengambil pelajaran & nasihat. Inilah akibat buruk orang yg mencela Rasulullah, membuat-buatkedustaan & memperolok-olok beliau Shallallahu alaihi wa sallam. Kisahtentang ini banyak, bahkan sangat banyak. Ketika Abdullah bin Ubay bin Salulberkata: (Sesungguhnya orang yg kuat (mulia) akan mengusir orang-orang yglemah (hina) dari kota Madinah). Yang dia maksudkan dg “orang yg kuat (mulia)” adalah dirinya sendiri, &“orang yg lemah (hina)” adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.maksudnya dia akan mengusir beliau dari Madinah.

×