Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DALAM KONDISI RESIKO DAN
KETIDAKPASTIAN
Padlah Riyadi., SE., MM., Ak.,CA.
TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Secara Definisi :
Ilmu dan Seni pemilihan alternatif solusi atau alternatif
tindakan dari se...
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
 Pengambilan keputusan dengan resiko; merupakan pengambilan
keputusan yang berkaitan dengan dinamik...
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
 Resiko statis; terdiri dari resiko fundamental (menyangkut
rakyat banyak); resiko khusus (menyangk...
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
 Pada pengambilan keputusan dengan kondisi tidak pasti
terdapat hal-hal dimana,
 si-pengambil kepu...
6
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengertian Pengambilan Keputusan dikemukakan oleh :
Ralp C.Davis ,Keputusan dapat dijelaskan seb...
7
FUNGSI DAN TUJUAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Fungsi Pengambilan Keputusan
individual atau kelompok baik secara institusional...
8
UNSUR- UNSUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
 Tujuan dan pengambilan keputusan
 Identifikasi alternatif-alternatif, keputusan un...
9
DASAR – DASAR PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
George R. Terry, menjelaskan dasar-dasar dari
pengambilan keputusan yang berlaku :
...
10
 Menurut sir Francis Bacon :
merumusakan/mendefinisikan masalah;
pengumpulan informasi yang relevan;
mencari altern...
DECISION MAKING :
SCIENTIFIC AND ART
Pengambilan keputusan sebagai ilmu ( scientific ).
Aktivitas pengambilan keputusan ...
DECISION MAKING :
SCIENTIFIC AND ART
Pengambilan keputusan sebagai seni( art ).
 Pengambilan keputusan selalu dihadapkan...
DECISION MAKING
COMPONENT
1. Tujuan ( objectives )
2. Keterbatasan atau kelangkaan ( scarcity )
3. Ketidakpastian ( uncert...
PENGERTIAN RESIKO
Sesuatu yang buruk (tidak diinginkan), baik
yang sudah diperhitungkan maupun yang belum
diperhitungkan,...
Risiko adalah ketidakpastian tentang kejadian di masa
depan. Beberapa definisi tentang risiko, sebagai berikut:
Risk is ...
Menentukan sumber risiko adalah penting
karena mempengaruhi cara penanganannya.
Sumber risiko dapat diklasifikasikan seb...
MANAJEMEN RESIKO
Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau
penilaian resiko serta pengembangan strategi
pengelolaann...
18
PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK
KONDISI BERESIKO
Konsepsi Resiko :
Resiko adalah kesempatan timbulnya kerugian;
Resiko a...
SEJARAH
 Rekaman tertua terkait pengelolaan risiko dapat ditemukan pada Piagam
Hammurabi (codex Hammurabi), yang dibuat p...
 Konsep lain yang berkaitan dengan risiko adalah Peril, yaitu suatu peristiwa
yang dapat menimbulkan terjadinya suatu ker...
MENGIDENTIFIKASI RISIKO
 Pengidentifikasian risiko merupakan proses analisa untuk
menemukan secara sistematis dan berkesi...
Perusahaan yang sifat operasinya kompleks,
berdiversifikasi dan dinamis, maka diperlukan metode
yang lebih sistematis unt...
KRITERIA RESIKO
Resiko Tinggi
Keberhasilannya sangat kecil dibandingkan dengan
kegagalannya (sering gagal)
Resiko Rendah...
LANGKAH MANAJEMEN
RESIKO
1. Identifikasi Resiko
2. Analisis Resiko
3. Pengelolaan Resiko
4. Implementasi Pengelolaan Resik...
PROSES MANAJEMEN
RESIKO
 Langkah-langkah umum dikenal dengan proses manajemen risiko
adalah terdiri dari:
(1)Identifikasi ...
(3) Pengelolaan Risiko. Hasil analisis pada langkah kedua digunakan
sebagai dasar pengambilan keputusan cara-cara yang aka...
PENGELOLAAN RESIKO
1. Risk Avoidance yaitu memutuskan untuk tidak
melakukan aktivitas yang mengandung resiko sama
sekali. ...
4. Risk Deferral. Dampak suatu resiko tidak selalu
konstan. Risk deferral meliputi menunda aspek
suatu proyek hingga saat ...
DAFTAR PUSTAKA
Imam Murtono Soenhadji ( ppt ).
Askolani,SE,MM dan Rofi
Rofaida,SP,M.Si.( Jurnal Nasional,ppt )
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko dan ketidakpastian ( mursanto & piter.l )

12,834 views

Published on

Management Diversity

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko dan ketidakpastian ( mursanto & piter.l )

  1. 1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI RESIKO DAN KETIDAKPASTIAN Padlah Riyadi., SE., MM., Ak.,CA.
  2. 2. TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Secara Definisi : Ilmu dan Seni pemilihan alternatif solusi atau alternatif tindakan dari sejumlah alternatif solusi dan tindakan guna menyelesaikan masalah. Secara Fungsi : Pemahaman secara komprehensif terhadap masalah,pemberian kerangka berpikir secara sistematis,membimbing dalam penerapan teknik – teknik pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas keputusan.
  3. 3. PENGAMBILAN KEPUTUSAN  Pengambilan keputusan dengan resiko; merupakan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan dinamika atau ketidakpastian. Dimana hasil yang diperoleh harus ditanggung sebagai konsekuensi.  Resiko, berarti: kesempatan timbulnya kerugian; kemungkinan timbulnya kerugian; ketidakpastian; penyimpangan hasil aktual; perbedaan hasil dari harapan.  Akibatnya: timbul kerugian; adanya uncertainty.  Resiko hanya dapat diminimalisir, sangat sulit untuk dihilangkan 100%.  Jenis Resiko: resiko dinamis (berhubungan dengan perubahan keadaan ekonomi), wujudnya dapat berupa resiko manajemen (pasar, keuangan, produksi); resiko politik (akibat pemerintah); resiko inovasi ( re-engineering, diversification)
  4. 4. PENGAMBILAN KEPUTUSAN  Resiko statis; terdiri dari resiko fundamental (menyangkut rakyat banyak); resiko khusus (menyangkut orang perorangan; resiko murni ( sifatnya alami); resiko spekulatif( sifatnya untung-untungan); resiko perorangan; dan resiko kebendaan,  Sumber-sumber resiko:  Masyarakat (resiko sosial; penyimpangan); fisik (force- majeur; fenomena alam atau kesalahan manusia); ekonomi (resiko ekonomi)  Penanganan: pencegahan, pengendalian; pemindahan (asuransi)
  5. 5. PENGAMBILAN KEPUTUSAN  Pada pengambilan keputusan dengan kondisi tidak pasti terdapat hal-hal dimana,  si-pengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas;  tidak dapat membuat prediksi berapa besar probabilitas hasil;  tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan,  belum pernah mengalami hal tersebut sebelumnya.  Cara mereduksi ketidakpastian,  riset atau penelitian;  penggunaan probabilitas subyektif.
  6. 6. 6 PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pengertian Pengambilan Keputusan dikemukakan oleh : Ralp C.Davis ,Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan. Mary Follet,Seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis. Secara umum pengertian teori pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
  7. 7. 7 FUNGSI DAN TUJUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Fungsi Pengambilan Keputusan individual atau kelompok baik secara institusional ataupun organisasional, sifatnya futuristik. Tujuan Pengambilan Keputusan : Tujuan yang bersifat tunggal (hanya satu masalah dan tidak berkaitan dengan masalah lain) Tujuan yang bersifat ganda (masalah saling berkaitan, dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak kontradiktif)
  8. 8. 8 UNSUR- UNSUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN  Tujuan dan pengambilan keputusan  Identifikasi alternatif-alternatif, keputusan untuk pemecahan masalah  Perhitungan mengenai faktor-faktor yang tidak dapat diketahui,  Sarana atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil
  9. 9. 9 DASAR – DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN George R. Terry, menjelaskan dasar-dasar dari pengambilan keputusan yang berlaku :  Intuisi Pengalaman Fakta Wewenang Rasional John D.Miller, menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan :  Pria dan Wanita, Peranan Pengambilan Keputusan, Keterbatasan kemampuan
  10. 10. 10  Menurut sir Francis Bacon : merumusakan/mendefinisikan masalah; pengumpulan informasi yang relevan; mencari alternatif tindakan; analisis alternatif; memilih alternatif terbaik; melaksanakan keputusan dan evaluasi hasil. DASAR – DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  11. 11. DECISION MAKING : SCIENTIFIC AND ART Pengambilan keputusan sebagai ilmu ( scientific ). Aktivitas pengambilan keputusan dilakukan dengan pendekatan sistematis,teratur dan terarah. Pendekatan ilmiah dengan mengunakan teknik – teknik pengambilan keputusan atas dasar perhitungan matematis dan statistik. Kajian pengambilan keputusan dapat dipelajari
  12. 12. DECISION MAKING : SCIENTIFIC AND ART Pengambilan keputusan sebagai seni( art ).  Pengambilan keputusan selalu dihadapkan pada karekteristik yang unik dari faktor internal maupun faktor eksternal ,diantaranya : Faktor internal perusahaan : struktur perhs/orang,budaya perusahaan,dsb. Karekteristik decision maker :personality,kecerdasan,pengalaman,preferensi terhadap masalah,feeling/intuisi. Faktor eksternal perusahaan : masyarakat,kondisi ekonomi,sospol.
  13. 13. DECISION MAKING COMPONENT 1. Tujuan ( objectives ) 2. Keterbatasan atau kelangkaan ( scarcity ) 3. Ketidakpastian ( uncertainty ) 4. Alternatif – alternatif pilihan ( a list of alternatives ) 5. Nilai manfaat ( benefit ) dari setiap pilihan 6. Trade off dari setiap pilihan 7. Model Pengambilan keputusan
  14. 14. PENGERTIAN RESIKO Sesuatu yang buruk (tidak diinginkan), baik yang sudah diperhitungkan maupun yang belum diperhitungkan, yang merupakan suatu akibat dari suatu tindakan atau kegiatan
  15. 15. Risiko adalah ketidakpastian tentang kejadian di masa depan. Beberapa definisi tentang risiko, sebagai berikut: Risk is the change of loss, risiko diartikan sebagai peluang akan terjadinya kerugian, Risk is Uncertainty, risiko adalah ketidakpastian, Risk is the dispersion of actual from expected result, risiko merupakan penyebaran hasil actual dari hasil yang diharapkan, Risk is the probability of any outcome different from the one expected, risiko adalah probabilitas atas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan. PENGERTIAN RESIKO
  16. 16. Menentukan sumber risiko adalah penting karena mempengaruhi cara penanganannya. Sumber risiko dapat diklasifikasikan sebagai risiko sosial, risiko fisik, dan risiko ekonomi. PENGERTIAN RESIKO
  17. 17. MANAJEMEN RESIKO Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah 1. memindahkan resiko kepada pihak lain, 2. menghindari resiko, 3. mengurangi efek negatif resiko, dan 4. menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu
  18. 18. 18 PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK KONDISI BERESIKO Konsepsi Resiko : Resiko adalah kesempatan timbulnya kerugian; Resiko adalah ketidakpastian; Resiko adalah penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan; Resiko adalah hasil yang berbeda dari hasil yang diharapkan; Jenis - jenis Resiko : Resiko Dinamis (manajemen, politik, inovasi) Resiko Statis (fundamental, khusus, murni, spekulatif, perorangan, kebendaan)
  19. 19. SEJARAH  Rekaman tertua terkait pengelolaan risiko dapat ditemukan pada Piagam Hammurabi (codex Hammurabi), yang dibuat pada tahun 2100 sebelum masehi.[1] Piagam tersebut mencantumkan peraturan dimana pemilik kapal dapat meminjam uang untuk membeli kargo; namun bila dalam perjalanan kapalnya tenggelam atau hilang, ia tidak perlu mengembalikan uang pinjaman tersebut. Masa ini disebut sebagai zaman pertama manajemen risiko, di mana perusahaan hanya melihat risiko non-entrepreneurial (seperti misalnya keamanan).  Tahun 1970-an dan 1980-an disebut sebagai zaman kedua manajemen risiko di mana perusahaan-perusahaan asuransi mulai berusaha mendorong pengusaha untuk benar-benar menjaga barang yang diasuransikan.[1] Pada masa ini juga lahir konsep jaminan mutu (quality assurance) yang menjamin setiap produk memenuhi spesifikasi standarnya. Konsep ini dipopulerkan oleh British Standards Institution yang meluncurkan standar kualitas BS 5750 pada tahun 1979.  Pada tahun 1993, James Lam diangkat menjadi Chief Risk Office, yang merupakan jabatan CRO pertama di dunia.[1]  Zaman ketiga manajemen risiko dimulai tahun 1995 dengan diterbitkannya AS/NZS 4360:1995 oleh Standards Australia of the World's Risk management Standard.
  20. 20.  Konsep lain yang berkaitan dengan risiko adalah Peril, yaitu suatu peristiwa yang dapat menimbulkan terjadinya suatu kerugian, dan Hazard, yaitu keadaan dan kondisi yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya suatu peril.  Hazard terdiri dari beberapa tipe, yaitu:  Physical Hazard, suatu kondisi yang bersumber pada karakteristik secara fisik dari obyek yang dapat memperbesar terjadinya kerugian.  Moral Hazard, suatu kondisi yang bersumber dari orang yang berkaitan dengan sikap mental, pandangan hidup dan kebiasaan yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril.  Morale Hazard, suatu kondisi dari orang yang merasa sudah memperoleh jaminan dan menimbulkan kecerobohan sehingga memungkinkan timbulnya peril.  Legal Hazard, suatu kondisi pengabaian atas peraturan atau perundang- undangan yang bertujuan melindungi masyarakat sehinga memperbesar ter- jadinya peril. SEJARAH
  21. 21. MENGIDENTIFIKASI RISIKO  Pengidentifikasian risiko merupakan proses analisa untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan atas risiko (kerugian yang potensial) yang dihadapi perusahaan.  Karenanya diperlukan checklist untuk pendekatan yang sistematik dalam menentukan kerugian potensial.  Salah satu alternatif sistem pengklasifikasian kerugian dalam suatu checklist adalah; kerugian hak milik (property losses), kewajiban mengganti kerugian orang lain (liability losses) dan kerugian personalia (personnel losses). Checklist yang dibangun sebelumnya untuk menemukan risiko dan menjelaskan jenis- jenis kerugian yang dihadapi oleh sesuatu perusahaan.
  22. 22. Perusahaan yang sifat operasinya kompleks, berdiversifikasi dan dinamis, maka diperlukan metode yang lebih sistematis untuk mengeksplorasi semua segi. Metode yang dianjurkan adalah;  Questioner analisis risiko (risk analysis questionnaire).  Metode laporan Keuangan (financial statement method).  Metode peta-aliran (flow-chart).  Inspeksi langsung pada objek.  Interaksi yang terencana dengan bagian-bagian perusahaan.  Catatan statistik dari kerugian masa lalu.  Analisis lingkungan. MENGIDENTIFIKASI RISIKO
  23. 23. KRITERIA RESIKO Resiko Tinggi Keberhasilannya sangat kecil dibandingkan dengan kegagalannya (sering gagal) Resiko Rendah Keberhasilan lebih besar dibandingkan dengan kegagalannya (sering berhasil) Resiko Sedang Keberhasilan relatif lebih besar dibandingkan dengan kegagalannya
  24. 24. LANGKAH MANAJEMEN RESIKO 1. Identifikasi Resiko 2. Analisis Resiko 3. Pengelolaan Resiko 4. Implementasi Pengelolaan Resiko 5. Monitoring Resiko
  25. 25. PROSES MANAJEMEN RESIKO  Langkah-langkah umum dikenal dengan proses manajemen risiko adalah terdiri dari: (1)Identifikasi Risiko. Tujuan identifikasi risiko adalah untuk mengenal secara pasti ancaman ketidakpastian yang dihadapi organisasi. (2)Evaluasi/Analisis Risiko. Pada tahap ini, risiko dapat dikategorikan berdasarkan frekuensi atau berdasarkan seringnya kerugian terjadi. Selain itu perlu juga dianalisis besarnya atau tingkat kerugian risiko. Harus dipertimbangkan kerugian maksimum yang mungkin terjadi. Di dalam mengevaluasi risiko secara menyeluruh perlu dikaji derajat risiko dengan cara yang akurat.
  26. 26. (3) Pengelolaan Risiko. Hasil analisis pada langkah kedua digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan cara-cara yang akan digunakan menangani suatu risiko. Untuk situasi tertentu mungkin tidak dibutuhkan tindakan yang lebih lanjut. Tetapi pada situasi lain, harus digunakan cara-cara canggih untuk mendanai potensi kerugian yang sangat mungkin terjadi. (4) Implementasi dan kaji ulang keputusan manajemen risiko. Langkah berikutnya adalah keputusan tentang metode optimal untuk menangani risiko yang telah diidentifikasi, organisasi atau seseorang harus mengimplementasikan metode yang dipilih. (5). Monitoring resiko. Sangatlah penting untuk selalu memonitor proses dari awal mulai dari identifikasi resiko dan pengukuran resiko untuk mengetahui keefektifitas respon yang telah dipilih dan untuk mengidentifikasi adanya resiko yang baru maupun berubah. PROSES MANAJEMEN RESIKO
  27. 27. PENGELOLAAN RESIKO 1. Risk Avoidance yaitu memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung resiko sama sekali. Dalam memutuskan untuk melakukannya, maka harus dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas. 2. Risk reduction atau disebut juga risk mitigation yaitu merupakan metode yang mengurangi kemungkinan terjadinya suatu resiko ataupun mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu resiko 3. Risk Transfer, yaitu memindahkan resiko pada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak (asuransi) maupun hedging
  28. 28. 4. Risk Deferral. Dampak suatu resiko tidak selalu konstan. Risk deferral meliputi menunda aspek suatu proyek hingga saat dimana probabilitas terjadinya resiko tersebut kecil. 5. Risk Retention: Walaupun resiko tertentu dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfernya, namun beberapa resiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas. PENGELOLAAN RESIKO
  29. 29. DAFTAR PUSTAKA Imam Murtono Soenhadji ( ppt ). Askolani,SE,MM dan Rofi Rofaida,SP,M.Si.( Jurnal Nasional,ppt )

×