Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bussiness plan 2016

1,339 views

Published on

planing bisnis adalah bagaimana kita merencanakan usaha kita

Published in: Business
  • Login to see the comments

Bussiness plan 2016

  1. 1. Oleh: Dinar Wirantika
  2. 2.  Analisa SWOT:  Strength (Kekuatan) - Bahan baku Klappertaart mudah didapat - Bajan baku relatif murah - Proses pembuatannya mudah.  Weakness (Kelemahan) - Tidak tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet - Porsi tidak terlalu besar karena menggunakan bahan-bahan berkualitas - Proses penyimpanannya membutuhkan suhu yang dingin agar tidak mudah basi. Hasilnya pun tergantung dari ketelitian dan ketelatenan saat mengaduk bahan isian agar tidak berkerak dan gosong.
  3. 3.  Opportunity (Kesempatan) - Dapat melayani pesanan snack box atau katering. - Dapat membuka gerai toko kue yang menjual Klappertaart sendiri  Threat (Ancaman) - Adanya pesaing yang muncul jika Klappertaart laris - Penyimpanan yang salah dapat menyebabkan Klappertaart mudah basi dan tidak dapat dikonsumsi
  4. 4. 1. Nama Perusahaan 2. Lokasi Perusahaan 3. Jenis Usaha 4. Perizinan Usaha 5. Sumber Daya Manusia 6. Aspek Produksi 7. Aspek Pemasaran
  5. 5.  Setiap perusahaan harus memiliki nama dan pendiri sebagai identitas perusahaan.  Contoh: Nama perusahaan adalah Nerro Pattiserie, dengan pendiri perusahaan terdiri dari 2 orang.
  6. 6.  Lokasi usaha ditentukan di daerah yang dekat dengan bahan baku, tidak jauh dari lokasi pengelola, dan tidak terlalu jauh dari jangkauan pasar atau tempat membeli bahan yang akan dituju.  Tahap awal ini bisa menggunakan salah satu ruangan di rumah atau menyewa rumah di sekitar tempat tinggal.
  7. 7.  Izin usaha yang diperlukan: - NPWP dari kantor pajak - Akte Notaris dari kantor notaris - SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)/TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dari Dinas Perindustrian Kota/Kabupaten - Izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten
  8. 8.  Sumber Daya Manusia terdiri dari 3 orang pendiri yang mempunyai tugas sebagai berikut: 1. Penanggung Jawab Produksi 2. Penanggung jawab Pemasaran 3. Penanggung Jawab Administrasi Keuangan
  9. 9.  Dalam usaha produk Klappertaart, selain menggunakan Kelapa Muda sebagai bahan utamanya, juga diperlukan alat-alat dalam proses pembuatannya. Berikut adalah biaya yang diperlukan dalam proses pembuatan Kalppertaart dengan asumsi Kelapa Muda yang digunakan sebanyak 3 buah per produksinya.
  10. 10. No Jenis Alat Jumlat (Unit) Harga (Rp.) Jumlah (Rp) 1. Timbangan 1 0 0 2. Baskom 2 0 0 3. Sendok 4 0 0 4. Whisker 1 0 0 5. Panci 1 0 0 6. Kompor 1 0 0 7. Saringan 1 0 0 Jumlah 0
  11. 11. No Bahan Baku Jumlah Harga (Rp) 1. Tepung Terigu 75 gr 1000 2. Teoung Custard 25 gr 3500 3. Telur 6 buah 8750 4. Air ½ gelas 0 5. Susu cair 1 Liter 12000 6. Butter atau Margarin 150 gr 6000 7. Gula Pasir 150 gr 2400 8. Kelapa Muda 3 buah 20000 53560
  12. 12. Jumlah Tenaga Kerja Administrasi 1 Produksi 1 Pemasaran 1 4. Harga hasil produksi No Satuan Harga (Rp) 1. Kemasan 1 cup alumunium foil 5000
  13. 13.  Diasumsikan dalam satu kali proses produksi digunakan 1 Liter susu yang akan menghasilkan sekitar 40 cup Klappertaart. Perhitungan biaya produksi dan keuntungannya adalah sebagai berikut:  1. Biaya Variabel No Bahan Jumlah Harga 1. Tepung Terigu 75 gr 1000 2. Teoung Custard 25 gr 3500 3. Telur 6 buah 8750 4. Air ½ gelas 0 5. Susu cair 1 Liter 12000 6. Butter atau Margarin 150 gr 6000 7. Gula Pasir 150 gr 2400 8. Kelapa Muda 3 buah 20000 9. Alumunium Foil cup 40 buah 28000 10. Kemasan 40 buah 30000 Jumlah 111560
  14. 14. 2. Biaya Tetap Rp. Tenaga Kerja (3 orang) 30000 Penyusunan Alat 10000 Total 40000 3. Total Biaya -Total biaya = Biaya variabel + Biaya tetap = Rp. 111560 + 40000 = Rp. 151560 4. Penerimaan Kotor: -Penerimaan kotor = Jumlah produksi x Harga Produksi Jumlah (bungkus) Satuan (Rp.) Total (Rp.) 40 5000 200000
  15. 15. 5. Pendapatan Bersih (Laba) - Pendapatan= Penerimaan kotor – Total biaya bersih = Rp. 200000 – 151560 = 48440 Jadi, perkiraan pendapatan untuk satu kali produksi, yaitu sebanyak 1 L susu, akan mendapatkan laba/keuntungan sebesar Rp. 48440
  16. 16.  Gunakan strategi promosi yang sudah dijelakan oleh guru pada pertemuan sebelumnya ditambahn dengan penjelasan dari buku di halaman 163.
  17. 17.  BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau investasi suatu kegiatan usaha atau sebagai penentu batas pengembalian modal.  BEP adalah suatu keadaan dimana usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian.  BEP adalah alat analisis untuk mengetahui batas nilai produksi suatu usaha untuk mencapai nilai impas yang artinya tidak mengalami kerugian ataupun keuntungan.  Suatu usaha dikatakan layak jika nilai BEP produksi lebih besar daripada jumlah unit yang sedang diproduksi saat ini dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini.
  18. 18.  BEP Produksi = Total Biaya Harga Penjualan  BEP Harga = Total Biaya Total Produksi Jika biaya produksi yang dikeluarkan untuk pembuatan Klappertaart sebesar Rp. 151560,-/sekali pembuatan, sedangkan total produksi menghasilkan 40 bungkus per produksi, dan jika harga Klappertaart dihargai Rp. 5000 per cup maka: BEP Produksi = Rp. 151560 = 30 bungkus Rp. 5000 BEP Harga = Rp. 151560 = Rp. 3789 Rp. 40 bks
  19. 19.  Buatlah Bussiness Plan tentang produk Makanan Khas Daerah yang akan kalian produksi untuk kegiatan Bazaar pada tanggal 5 November sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan.  Laporkan bussiness plan produkmu dalam sebuah presentasi Produk yang akan disajikan pada tanggal 14 Oktober 2016

×