Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Politik indonesia era revolusi

1,328 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Politik indonesia era revolusi

  1. 1. Wira Hospita, S.IPPEMIKIRAN POLITIK INDONESIA PADA MASA PERGERAKAN 1945-1965
  2. 2. CRITICAL REVIEW Herbert Feith dan Lance CastlesIndonesia Berpikir Politik : 1945-1965
  3. 3. Awal Mula Tumbuhnya PemikiranPolitik Indonesia 1945-1965 Media massa memegang peranan besar . Banyak pemikir politik menjadi sadar karena pengaruh media massa . Mulai lahir organisasi-organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, Partai Komunis Indonesia, dan lain-lain. Selain itu muncul juga para pemikir seperti Tjipto Mangunkusumo, Tjokroaminoto, Ki Hajar Dewantara, Soekarno, Hatta, Natsir, Sjahrir, dan Alijahbana.
  4. 4. Konsekuensi dari PerkembanganPemikiran Politik Untuk mengkristalisasi perbedaan laten dalam pandangan politik dan filosofis, dan untuk memulai periode perdebatan ideologi dan konflik. Seperti pada tahun 20an perdebatan antara komunisme dan Islam. Dan pada tahun 30an antara nasionalisme sekular dan Islam Perdebatan ini dibumbui oleh pihak yang tertarik pada dinamisme budaya barat dan mereka yang ingin menghidupkan dan mengembangkan kembali tradisi politik dan filosofis yang bertentangan dengan barat.
  5. 5. Herbert Feith dan Lance Castlesdalam Bukunya “Indonesia BerpikirPolitik : 1945-1965” Membagi Periode Politik di Indonesia Menjadi Tiga Periode Revolusi Bersenjata (1945-1949). Periode Kedua atau “Liberal” (1950-1959). Periode Demokrasi Terpimpin (1959-1965).
  6. 6. Politik Pemikiran MengantarkanIndonesia pada Perubahan PendekatanPerjuangan Dari perjuangan yang semata-mata mengandalkan pertempuran fisik menjadi perjuangan wacana dan pemikiran melalui organisasi-organisasi yang terstruktur dan modern. Modernisasi pemikiran yang muncul dan berkembang dengan sangat cepat pada awal abad XX telah menyulut semangat nasionalisme masyarakat untuk melakuan gerakan melawan tirani pemerintahan Hindia Belanda.
  7. 7. Lima Aliran Pemikiran1959-1965 Tradisi Jawa  PNI dan NU Islam  NU dan Masyumi Nasionalisme radikal  PNI Komunisme , dan  PKI Sosialisme Demokratis  Masyumi dan PSI
  8. 8.  Feith dalam bukunya mengatakan bahwa: PKI dan PSI adalah partai yang paling sukses dalam berbicara atau menyuarakan pendapatnya. Mengenai sumbu kiri kanan politik di Indonesia Feith meletakkan: PKI, jauh disebelah kiri Masyumi. PNI di tengah dan sedikit ke kiri, dan NU di kanan namun agak ke pusat. Salah satu kontribusi paling penting Feith adalah identifikasi tentang Tradisi Jawa sebagai aliran politik yang mempunyai peran penting di Indonesia.
  9. 9. Kegagalan Feith dalamMenjastifikasi Pemikiran politik Mendasarkan Tradisi Jawa sebagai aliran yang terpisah Menggolongkan sosialisme demokratis sebagai aliran yang terpisah Padahal pada kenyataannya arus lain dapat mempengaruhi kelompok politik tertentu, seperti: Nasionalis Radikal  PKI Marxisme  PNI
  10. 10.  Kelemahan lain dari Feith adalah kurang menghargai arus dan kekuatan politik lain dan juga tidak dapat menjelaskan posisi Pancasila yang sebenarnya. Feith mengakui bahwa ia tidak dapat menempatkan militer pada peta, sementara ia dapat menemukan presiden Soekarno dapat digolongkan menjadi nasionalis radikal, disisi lain ia tidak dapat menempatkan para pemimpin lain seperti Hatta dan Jenderal Nasution.
  11. 11. Keunggulan Feith Buku karya Feith dan Castles merupakan buku yang komprehensif dalam membahas politik periode 1945-1965 Feith dapat menunjukkan beberapa karakteristik umum oleh arus-arus yang berbeda.

×