SlideShare a Scribd company logo
1 of 20
0 
ANALISIS STRUKTURAL 
DALAM DRAMA KEJAHATAN MEMBALAS DENDAM 
KARYA A. IDRUS 
Oleh 
Oki Feri Juniawan 
NIM 120210402021 
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 
Universitas Jember 
2014
1 
I. PENDAHULUAN 
A. Idrus adalah salah seorang sastrawan yang berperan sebagai pelaku sejarah. 
Ia ikut merasakan masa-masa penjajahan Jepang sampai masa setelah Indonesia 
merdeka. Ia menuangkan segala peristiwa sejarah yang dialaminya dalam cerpen-cerpennya. 
Tapi yang menarik adalah Idrus menceritakan sejarah bukan seperti 
pengarang lainnya. Ia menceritakan sejarah dengan mengkriktik bangsanya sendiri. Ia 
menyuguhkan kebenaran dengan cara mengungkap keburukan dari bangsanya. Salah 
satu karya Idrus yang demikian ialah drama Kejahatan Membalas Dendam dalam 
romannya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.. 
Selain itu, di dalam drama Kejahatan Membalas Dendam, Idrus juga banyak 
menyuntikan semangat perubahan, khususnya bagi para sastrawan. Karena drama ini 
sendiri lahir pada saat revolusi kemerdekaan, yakni pada periode Angkatan ’45 yang 
memiliki ciri revolusioner dalam sikap dan visi, artinya membuang tradisi lama dan 
menciptakan bentuk baru sesuai dengan getaran sukmanya yang merdeka. 
Oleh karena itu, drama Kejahatan Membalas Dendam ini sangat menarik 
untuk dikaji. Khususnya dalam hal struktur ceritannya yang meliputi tema, alur, dan 
penokohan. Selain itu, kode budaya dalam drama ini juga layak untuk dikaji. 
II. LANDASAN TORI 
2.1 Tema 
Tema merupakan ide pokok atau gagasan utama yang mendasari suatu 
jalan cerita dari drama. Nasution (1963:62) berpendapat bahwa tema memiliki 
dua jenis, yakni tema mayor dan tema minor. Tema mayor merupakan tema 
pokok atau tema dasar dari sebuah cerita, sedangkan tema minor merupakan 
bagian dari tema mayor. Keduanya saling membangun dalam suatu karya 
sastra. Esten (1990:92) mengemukakan cara menentukan tema, antara lain: 
1) Persoalan mana yang paling menonjol; 
2) Persoalan mana yang paling banyak menimbulkan konflik. Adapun 
konflik tersebut merupakan penyebab terjadinya peristiwa-peristiwa; 
3) Menentukan atau menghitung persoalan mana yang membutuhkan 
banyak waktu penceritaan. 
2.2 Alur 
Alur atau plot dalam drama merupakan rangkaian atau urutan cerita 
dalam suatu drama. sebuah drama disusun secara urut melalui alur/plot,
misalnya diawali dengan kejadian A yang mempengaruhi kejadian B dan di 
akhiri dengan penyelesaian masalah atau konflik dalam cerita drama. Adapun 
tahapan alur sebagai berikut: 
2 
d 
c 
e 
b 
a f 
Keterangan: 
a. Eksposisi 
b. Insiden permulaan 
c. Pertumbuhan laku 
d. Krisis/titik balik 
e. Penyelesaian 
f. Catastrope 
Jenis alur dapat dikelompokkan dengan menggunakan berbagai 
kriteria. Berdasarkan kriteria urutan waktu, yaitu: 
1. Alur maju 
Alur maju disebut juga alur kronologis, alur lurus atau 
alur progresif. Peristiwa-peristiwa ditampilkan secara 
kronologis, maju, secara runtut dari awal tahap, tengah hingga 
akhir. 
2. Alur mundur 
Alur mundur disebut juga alur tak kronologis, sorot 
balik, regresif, atau flash-back. Peristiwa-peristiwa ditampilkan 
dari tahap akhir atau tengah dan baru kemudian tahap awalnya 
(Hariyanto, 2000:39).
3 
Berdasarkan kriteria jumlah, alur dibagi menjadi: 
1. Alur tunggal 
Dalam alur tunggal biasanya cerita drama hanya 
menampilkan seorang tokoh protagonis. Cerita hanya 
mengikuti perjalanan hidup tokoh tersebut. 
2. Alur jamak 
Dalam alur jamak, biasanya cerita drama menampilkan 
lebih dari satu tokoh protagonis. Perjalanan hidup tiap tokoh 
ditampilkan (Hariyanto, 2000:39). 
Berdasarkan kriteria hubungan antar peristiwa, alur dibagi menjadi: 
1. Alur erat 
Alur erat disebut juga alur ketat atau padat. Dalam 
drama yang beralur cepat, susul menyusul, setiap bagian terasa 
penting dan menentukan. 
2. Alur longgar 
Alur longgar berbanding terbalik dengan alur ketat. 
Hubungan antarperistiwanya longgar, tersajikan secara lambat, 
dan diselingi berbagai peristiwa tambahan. Pembaca atau 
penonton dapat meninggalkan atau mengabaikan adegan 
tertentu yang berkepanjangan dengan tanpa kehilangan alur 
utama cerita (Hariyanto, 2000:39). 
Berdasarkan kriteria cara pengakhirannya, alur dibagi menjadi: 
1. Alur tertutup 
Dalam drama yang beralur tertutup, penampilan 
kisahnya diakhiri dengan kepastian atau secara jelas. 
2. Alur terbuka 
Dalam drama yang beralur terbuka, penampilan 
kisahnya diakhiri secara tidak pasti, tidak jelas, serba mungkin. 
Jadi akhir ceritanya diserahkan kepada imajinasi pembaca atau 
penonton (Hariyanto, 2000:39).
4 
2.3 Penokohan 
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan atau melukiskan 
tokoh dalam cerita yang ditulisnya. Dalam penokohan, watak atau karakter 
seorang tokoh dapat dilihat dari tiga segi, yaitu melalui: 
a) Dialog tokoh 
b) Penjelasan tokoh 
c) Penggambaran fisik 
Berdasarkan wataknya, tokoh dapat dibedakan menjadi tiga, yakni: 
a) Protagonis, yaitu tokoh utama yang berperan sebagai orang baik 
b) Antagonis, yakni tokoh utama yang berperan sebagai orang jahat 
c) Tritagonis, adalah tokoh penengah 
Sedangkan dimensi tokoh dalam drama, dibagi menjadi 3, yaitu: 
a) Dimensi fisik 
b) Dimensi sosial 
c) Dimensi psikologis 
2.4 Kode Budaya 
Kode budaya adalah pemahaman terhadap latar kehidupan, konteks, 
dan sistem sosial budaya. Menurut Chapman (1980: 26), kelahiran karya sastra 
diprakondisikan oleh kehidupan sosial budaya pengarangnya. Karena itu, 
sikap dan pandangan pengarang dalam karyanya mencerminkan kehidupan 
sosial budaya masyarakatnya. Sejalan dengan itu, Rachmat Djoko Pradopo 
(2001: 55- 56), menyatakan bahwa karya sastra sebagai tanda terikat pada 
konvensi masyarakatnya, karena merupakan cermin realitas budaya 
masyarakat yang menjadi modelnya. 
III. PEMBAHASAN 
3.1 Tema dalam drama Kejahatan Membalas Dendam 
Pada drama berjudul Kejahatan Membalas Dendam karya A. Idrus, 
dapat dianalisis temanya dengan cara sebagai berikut:
5 
1. Persoalan mana yang paling menonjol 
Dalam drama tersebut yang menjadi persoalan utamanya ialah 
tokoh yang bernama Ishak, seorang pengarang/sastrawan muda pada 
jaman jepang yang mendapatkan kritikan dan penolakan dari 
pengarang tua atas karyanya. Ishak ingin membela tanah air dengan 
karyanya tapi justru romannya tidak diterima oleh pengarang tua 
karena dianggap karyanya dapat berdampak buruk pada generasi 
muda, tidak mendorong para generasi muda untuk berjuang. Data yang 
membuktikan persoalan tersebut adalah sebagai berikut: 
(Babak pertama, adegan ketiga) 
SATILAWATI. Bahaya apa? 
ISHAK. Aku mungkin dipandang penghianat oleh rakyat. 
SATILAWATI. Karena apa? 
ISHAK. Karena karanganku. 
.......... 
SATILAWATI. Tapi mengapa engkau akan dipandang 
Penghianat? 
ISHAK. Perasaanku saja begitu. Setelah membaca keritik Pak 
Orok dalam suatu majalah. 
SATILAWATI. Pak Orok itu siapa? 
ISHAK. Pengarang kolot. ... 
... 
ISHAK: Engkau selalu menimbulkan semangatku untuk 
berjuang, berjuang mati-matian untuk memahamkan pengarang 
kolot akan cara baru. Cerita semangat juga, tapi dengan cara 
baru. Tapi sekarang ini aku mesti pergi, jauh, jauh sekali. 
(Babak pertama, adegan kedelapan) 
SUKSORO. Tentang Satilawati. Ia keras kepala benar. 
...... 
SUKSORO. (kesal) Bukan keras kepala begitu, bi. Ia kena 
hatinya kepada seorang anak muda, Ishak namanya. 
PEREMPUAN TUA. Apa salahnya?
SUKSORO. Tidak ada salahnya. Tapi pemuda itu tidak ada 
yang dapat diharapkan dari dia. Ia mengarang, sangkanya ia 
sudah bisa mengarang, tapi sebenarnya ia tak mempunyai bakat 
sama sekali. ... 
Dari data tersebut dapat disimpulkan, bahwa persoalan yang 
menonjol perihal Ishak sebagai pengarang muda yang karyanya ditolak 
seorang pengarang tua, yakni Sokroso. 
6 
2. Persoalan yang paling banyak menimbulkan konflik 
Persoalan yang menyebabkan banyak konflik dan peristiwa 
ialah karya Ishak yang ditolak dan dikritik Sokroso, sehingga 
menyebabkan peristiwa-peristiwa berikut: 
 Ishak menjadi seorang pengecut. Ia kemudian berencana pergi 
jauh ke tempat orang-orang bisa menerima dan memahaminya. 
(Babak pertama, adegan ketiga) 
ISHAK. Karena mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Aku 
pergi, jauh, jauh sekali. 
SATILAWATI. Ke mana? 
ISHAK. Ke tempat aku dipahamkan orang. 
 Rencana kepergian Ishak tak lain karena bujukan dari Kartili, 
teman Ishak yang juga mencintai Satilawati. Kartili 
memanfaatkan kritikan dari Pak Suksoro untuk memisahkan 
Ishak dengan Satilawati. Kartili menipu Ishak dengan 
mengatakan bahwa Ishak depresi dan sedang sakit otak. 
(Babak ketiga, adegan ketujuh) 
ISHAK. Tahu. Tahu. Setiap hari dokter Kartili datang ke 
rumahku dan katanya aku sakit, sakit otak. Aku harus pergi 
ke gunung. Dokter Kartili teman sejatiku. Aku percaya 
kepadanya. Dan kau sakit, pergi ke gunung, ke alam luas.
7 
(Babak keempat, adegan pertama) 
ISHAK. Dan waktu romanku dikeritik ayah Satilawati, 
Kartili datang pula kepadaku. Dikatakannya aku dalam 
bahaya akan dipandang penghinat. (sesak bernafas) Aku 
sendiri belum membaca keritik itu sama sekali. Dan kata 
dokter Kartili pula, urat syarafku akan bertambah 
terganggu. Aku harus melarikan diri. Dan aku tiba di sini. 
 Karena Pak Suksoro tidak menyukai karya Ishak, ia pun tidak 
merestui hubungan anaknya, Satilawati, dengan Ishak. Ia 
kemudian meminta bibinya yang seorang dukun termasyur 
untuk menceraikan cinta mereka. Namun sang bibi 
menolaknya. 
(Babak kedua, adegan kesebelas) 
PEREMPUAN TUA. Engkau tahu, di mana letak 
kelemahanku. Silahkan, Sukroso. Adukanlah pada 
polisi.jangan engkau menghendaki yang bukan-bukan dari 
padaku. Bahkah sekarang ini telah kuputuskan, hendak 
menolong mereka. Dan aku dapat menolong! 
SUKSORO. (dengan suara keras) Pergi dari sini! Aku akan 
mencari dukun lain! 
PEREMPUAN TUA. Engkau tiada berhati! (berdiri) 
Anakmu sendiri hendak engkau celakakan. Hatimu busuk! 
Engkau hanya memikirkan dirimu sendiri. Krena bencimu 
kepada Ishak itu engkau hendak mencelakakan anakmu! 
 Asmadiputera, seorang hakim dan sahabat Ishak yang setia, 
membela Ishak atas kritikan yang diberikan oleh Pak Suksoro. 
Ia datang ke rumah Pak Suksoro untuk berdebat, membela 
karya sahabatnya. 
(Babak kedua, adegan kesembilan) 
ASMADIPUTERA. Tapi sudah agak lama juga 
waktunya itu. Pada pendapat saya, yang harus dianjur-
anjurkan sekarang, ialah cara berjuang sekarang, memakai 
alat-alat modern. Dengan itu dapat kita menanam 
kepercayaan kepada diri sendiri pada pemuda-pemuda kita. 
......... 
ASMADIPUTERA. Kalau sudah, saya kira 
perselisihan ini hanya terletak dalam cara berceritera saja. 
Aku berani mengatakan, bahwa roman ini (mengeluarkan 
sebuah buku dari dalam tasnya) ialah roman semangat 
perang. Dan Ishak ialah orang yang suka berpijak di atas 
tanah. Perkataaannya dalam romannya tidak tergantung 
antara bumi dan langit, di awang-awang, dibelai-belai arus 
aether. 
 Namun dibalik pelariannya ke gunung. Ishak justru tambah 
bersemangat. Ia kembali menulis sebuah buku yang ia kerjakan 
tanpa mengenal lelah. Di gunung pun, tepatnya di dekat 
Cianjur, Ishak mengobarkan semangat kepada para petani 
untuk ikut serta membantu perang, dengan menyumbangkan 
hasil panen padi kepada pemerintah. 
(Babak ketiga, adegan ketujuh) 
ISHAK. Seminggu? (berpikir) Ya, aku baru seminggu di 
sini. Tidak pernah keluar rumah. Mengarang, mengarang 
buku tebal (menunjuk ke tumpukan kertas di atas meja). 
Sekarang telah selesai. Setiap pagi kubuka jendela, angin 
masuk. Badanku merasa sehat kembali. Petani bernyanyi 
sedih pergi ke sawah. 
PEREMPUAN TUA. Sekarang tidurlah anakku. Kemarin 
semalam-malaman menulis. Anakku mungkin letih. 
8 
(Babak ketiga, adegan keempat belas) 
ISHAK. Tentang penyerahan padi. Mengapa mereka harus 
menyerahkan padi kepada pemerintah, bahwa mereka harus 
bergiat menanam padi dan menyerahkannya. Untuk perang,
untuk kemenangan akhir, kataku. Hanya perkataan yang 
penghabisan ini yang dapat mereka pahamkan. Mereka 
bertepuk . . . Sayang, aku tidak bisa berbahasa Sunda dan 
mereka tidak bisa berbahasa Indonesia 
Dari data-data tersebut, dapat disimpulkan bahwa setelah 
menerima kritikan dari Pak Suksoro, Ishak pada awalnya menjadi 
seorang pengecut dengan pergi jauh meninggalkan daerahnya. Hal itu 
dilakukannya karena hasutan dari Kartili. Namun pada akhirnya, Ishak 
tetap berjuang menjadi pengarang roman demi cita-citanya membela 
tanah air. 
3. Menentukan atau menghitung persoalan yang membutuhkan banyak 
9 
waktu penceritaan 
Setelah dihitung, ternyata persoalan-persoalan yang 
membutuhkan banyak waktu penceritaan ialah tentang proses 
perjuangan Ishak sebagai pengarang muda dalam memperjuangkan 
romannya agar mendapat penghargaan dimata pengarang-pengarang 
sebelumnya. 
Dari uraian di atas dapat ditentukan bahwa drama Kejahatan 
Membalas Dendam karya A. Idrus mengandung tema sosial dengan tema 
mayornya ialah: Perjuangan pengarang muda dalam menggapai cita-cita. 
Sedangkan tema-tema minor yang dapat mendukung tema mayor adalah: 
1. Pengorbanan cinta demi cita-cita 
2. Penghargaan untuk sesuatu yang baru 
3. Persahabatan dan permusuhan 
3.2 Alur dalam drama Kejahatan Membalas Dendam 
3.2.1 Berdasarkan kriteria urutan waktunya, alur dalam drama ini ialah alur 
maju, karena peristiwa kronologisnya disampaikan secara runtut dari awal 
hingga akhir.
3.2.2 Berdasarkan kriteria jumlahnya, alur dalam drama ini ialah alur jamak, 
karena menampilkan perjalanan hidup lebih dari satu tokoh protagonis, 
yakni Ishak dan Satilawati. 
3.2.3 Berdasarkan kriteria hubungan antar peristiwa, alur dalam drama ini ialah 
alur erat, karena setiap bagian dalam drama ini terasa penting dan 
menentukan. 
3.2.4 Berdasarkan kriteria cara pengakhirannya, alur dalam drama ini ialah alur 
10 
tertutup, karena penampilan kisahnya diakhiri secara jelas. 
3.2.5 Tahapan alur dalam drama ini adalah sebagai berikut: 
3.2.5.1 Eksposisi 
Perkenalan dalam drama ini dimulai dari babak pertama pada 
adegan 1 – 3. Bagian ini memperkenalkan kepada penonton tokoh 
Ishak dan tunangannya, Satilawati. 
3.2.5.2 Insiden permulaan 
Insiden permulaan pada drama ini terdapat pada babak pertama 
adegan ketiga: 
SATILAWATI. Bahaya apa? 
ISHAK. Aku mungkin dipandang penghianat oleh rakyat. 
SATILAWATI. Karena apa? 
ISHAK. Karena karanganku. 
.......... 
SATILAWATI. Tapi mengapa engkau akan dipandang 
Penghianat? 
ISHAK. Perasaanku saja begitu. Setelah membaca keritik Pak 
Orok dalam suatu majalah. 
SATILAWATI. Pak Orok itu siapa? 
ISHAK. Pengarang kolot. ... 
... 
ISHAK. Karena mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Aku 
pergi, jauh, jauh sekali. 
SATILAWATI. Ke mana? 
ISHAK. Ke tempat aku dipahamkan orang.
11 
3.2.5.3 Pertumbuhan laku 
Pertumbuhan laku pada drama ini terletak pada babak pertama, 
adegan kedelapan: 
SUKSORO. Tentang Satilawati. Ia keras kepala benar. 
...... 
SUKSORO. (kesal) Bukan keras kepala begitu, bi. Ia kena 
hatinya kepada seorang anak muda, Ishak namanya. 
PEREMPUAN TUA. Apa salahnya? 
SUKSORO. Tidak ada salahnya. Tapi pemuda itu tidak ada 
yang dapat diharapkan dari dia. Ia mengarang, sangkanya ia 
sudah bisa mengarang, tapi sebenarnya ia tak mempunyai bakat 
sama sekali. ... 
PEREMPUAN TUA. Jadi? ... Engkau suruh datang aku ini 
untuk mengalangi itu? (berdiam diri sejurus). Kadang-kadang 
kukutuki aku pandai menjadi dukun ini. Selalu merusakkan dan 
tidak pernah membangunkan, memperbaiki. 
3.2.5.4 Krisis/titik balik 
Krisis dalam drama ini terdapat dalam babak ketiga, adegan 
kesebelas : 
PEREMPUAN TUA. Satilawati! 
KARTILI. Satilawati! 
SATILAWATI. (menentang mata Kartili, Kartili menekur) Ia 
hendak membunuh nenek! Ia hendak meracuni nenek! 
PEREMPUAN TUA. (heran) Satilawati! 
SATILAWATI. Dari tadi aku tiba di sini. Semuanya kuintip 
dari sela dinding. Ia hendak meracuni nenek, karena nenek 
tidak mau menolongknya. 
PEREMPUAN TUA. (tertawa keras-keras) Hi, hi, hi, hi.dan 
oleh karena itu engkau mengejut-ngejutkan aku Satilawati? 
SATILAWATI. Nenek tidak percaya? 
PEREMPUAN TUA. Kaukira aku tidak tahu? Bayangan kopi 
yang berisi dengan yang tidak berisi lain, anakkku (Kartili 
hendak lari ke luar). Nanti, nanti sebentar tuanku. Jangan pergi
dulu (sambil menunjuk kepada Ishak yang masih bingung 
kelihatan). Ini siapa? 
KARTILI. (memandang kepada Ishak, terkejut) Ishak! 
PEREMPUAN TUA. Ya, Ishak. Seorang korban tuan. 
ISHAK. (berdiri) Kartili! (memandang kepada Satilawati) 
Satilawati! 
KARTILI. (lari ke pintu, ke luar). 
12 
3.2.5.5 Penyelesaian 
Penyelesaian dalam drama ini terdapat pada babak keempat, 
adegan keenam, ketika Suksoro menyadari kesalahannya dan 
meminta maaf kepada Ishak: 
SUKSORO: (Seperti ketakutan) Ishak, sekarang baru aku tahu, 
apa sebenarnya yang dicita-citakan pengarang muda. Maafkan 
aku, Ishak. 
ISHAK: Tidak ada yang harus dimaafkan, tuan Suksoro. Tuan 
telah banyak berjasa . . . 
3.2.5.6 Catastrope 
Cerita dalam drama ini berakhir dengan happy ending, dibuktikan 
dengan sadarnya Suksoro atas kesalahannya sehingga Ishak merasa 
karyanya diterima dan mendapat penghargaan dari Suksoro. Selain 
itu, kisah cinta Ishak dengan Satilawati dapat berlanjut. Di akhir 
cerita pun Kartili menjadi gila. Ia mendapat balasan atas 
kejahatannya. 
3.3 Penokohan dalam drama Kejahatan Membalas Dendam 
3.3.1 Tokoh protagonis 
Ishak dan Satilawati sebagai tokoh protagonis. Frekuensi 
muncul kedua tokoh utama ini bisa dikatakan sangat sering sekali dalam 
setiap bagian. Bahkan dari bagian awal hingga akhir cerita, keberadaan 
keduanya tidak pernah lepas sebab kedua tokoh ini merupakan sumber 
cerita.
Ishak, seorang pengarang muda berumur 29 tahun, dengan 
semangat yang tinggi mewakili watak dan jiwa para muda, berpola pikir 
maju meski dalam perjalanan hidupnya sempat menjadi pengecut dan 
pesimis demi mencapai cita-citanya. Sebagai seorang pengarang lulusan 
sekolah menengah, Ishak juga lebih menyukai kesendirian sebab dengan 
kesendirian dan rasa sepi dia bisa menikmati hasrat menulisnya yang 
memuncak. 
Sementara Satilawati, merupakan seorang perawat yang berhati 
tulus, terlebih dalam hal cinta dan kasih sayangnya kepada orang yang dia 
sayangi. Dari sisi fisik, Satilawati juga digambarkan sebagai seorang gadis 
muda yang berparas cantik. 
13 
3.3.2 Tokoh antagonis 
Kartili dan Suksoro, sebagai tokoh antagonis, kemunculanya 
selalu menciptakan permasalahan/konflik baru bagi tokoh utama dalam 
cerita. Kartili yang merupakan seorang dokter terus memberikan konflik-konflik 
hingga klimaksnya dia berencana membunuh perempuan tua 
karena menolak untuk membantunya. Watak Kartili picik, pembohong, 
dan selalu berpikir bahwa uang adalah segalanya. 
Sedikit berbeda dengan Kartili, Suksoro yang juga merupakan 
tokoh antagonis dalam cerita ini pada akhir cerita menjadi tokoh yang baik 
seiring dengan selesainya konflik yang dialaminya dengan tokoh utama 
atau protagonis. Suksoro yang merupakan seorang pengarang kolot lulusan 
sekolah desa memiliki watak egois, keras, beridealisme kuat dan tidak 
berperasaan. 
3.3.3 Tokoh tritagonis 
Asmadiputera dan Perempuan Tua, sebagai tokoh tritagonis. 
Asmadiputera yang merupakan seorang Maester in de rechten (sarjana 
hukum) sangatlah setia kepada Ishak, sahabatnya. Sementara Perempuan 
tua dalam cerita ini yang awalnya seperti dimunculkan untuk mengiringi 
tokoh antagonis ternyata selanjutnya dijadikan tokoh yang berdiri sendiri 
yakni sebagai tokoh pelerai yang pada akhirnya terlibat dalam 
penyelesaian konflik cerita. Perempuan tua yang merupakan seorang
dukun miskin ini digambarkan sebagai seseorang yang berhati nurani 
dengan menolak untuk diminta memisahkan Ishak dan Satilawati namun 
justru menolong keduanya. 
14 
3.4 Kode Budaya dalam drama Kejahatan Membalas Dendam 
Kejahatan Membalas Dendam menyingkap sebuah realitas pada saat 
karya ini dibuat yaitu adanya sebuah perbedaan yang terjadi antara para 
pengarang tua dan pengarang muda. Para pengarang tua yang digambarkan 
Idrus menjadi sosok Suksoro tetap berkeras pada aturan 
kesastraan/kepenulisan yang mereka pegang. Sedangkan pengarang muda 
menginginkan sesuatu yang baru yang bisa mengekspresikan jiwa mereka. 
Melalui dramanya ini Idrus ingin membela angkatan baru termasuk dirinya, 
agar jangan takut dimusuhi oleh angkatan lama. Sejalan dengan pemikiran 
Chairil Anwar yang menganggap sajak-sajak Sutan Takdir Alisjahbana 
ketinggalan zaman. Ia bersama dengan Charil Anwar seolah ikut mengobarkan 
semangat untuk menciptakan suatu kebaruan dalam kesusateraan Indonesia. 
Aspek lain yang kiranya penting untuk mendapat perhatian adalah 
ekspresi kepercayaan Idrus kepada pemerintah Nippon yang dilukiskan dalam 
drama ini. Idrus benar-benar menganggap bahwa Nippon datang ke Indonesia 
sebagai saudara yang akan membawa bangsa ini menuju zaman yang terang. 
Padahal telah tertulis di buku-buku sejarah, tentang penderitaan rakyat 
Indonesia di bawah penjajahan Jepang yang hanya 3,5 tahun tidak kalah 
pedihnya dibandingkan penderitaan dijajah Belanda selama 3,5 abad. Data 
yang membutikannya adalah sebagai berikut: 
(Babak ketiga, adegan keempat belas) 
ISHAK. Tentang penyerahan padi. Mengapa mereka harus 
menyerahkan padi kepada pemerintah, bahwa mereka harus 
bergiat menanam padi dan menyerahkannya. Untuk perang, 
untuk kemenangan akhir, kataku. Hanya perkataan yang 
penghabisan ini yang dapat mereka pahamkan. Mereka bertepuk 
. . . Sayang, aku tidak bisa berbahasa Sunda dan mereka tidak 
bisa berbahasa Indonesia.
Selain itu ada penyingkapan realitas lainnya yang diungkap di drama 
ini. Ternyata korupsi memang telah terjadi sejak zaman dahulu. Dalam drama 
ini ditunjukkan dengan terbongkarnya kejahatan Kartili yang suka mencatut 
obat. 
15 
(Babak ketiga, adegan kedelapan) 
PEREMPUAN TUA. Rahasia tuan ialah: tuan mencatutkan 
obat-obat rumah sakit. 
KARTILI. (terkejut, marah) Itu tidak benar. 
IV. KESIMPULAN 
Drama Kejahatan Membalas Dendam karya A. Idrus ini merupakan drama 
yang bertemakan kehidupan sosial pada saat revolusi kemerdekaan, yakni pada 
periode Angkatan ’45. Drama ini mengandung tema mayor: Perjuangan pengarang 
muda dalam menggapai cita-cita. Serta beberapa tema minor yang mendukung tema 
mayor. 
Alur dalam drama ini meliputi alur maju, alur jamak, alur erat, dan alur 
tertutup. Sedangakan dalam penokohannya sendiri terdiri atas 2 tokoh protagonis, 2 
tokoh antagonis, dan 2 tokoh tritagonis. Lewat tokoh-tokohnya, A. Idrus melakukan 
suatu pembelaan terhadap karya pengarang muda yang pada waktu itu dianggap tidak 
sesuai oleh pengarang tua. Oleh karena itu, lewat drama ini, A. Idrus mengobarkan 
semangat untuk menciptakan suatu kebaruan dalam kesusateraan Indonesia.
16 
DAFTAR PUSTAKA 
Esten, Mursal. 1990. Sastra Indonesia dan Tradisi Sub Kultur. Bandung: Angkasa. 
Idrus, A. 1978. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Jakarta: Balai Pustaka 
www. adiwidia.wordpress.com 
www.fidanaza.blogspot.com 
www. miung.com 
www.pine2.blogspot.com 
www.wikipedia.org 
www.winawimala.wordpress.com
17 
Lampiran 
Sinopsis Kejahatan Membalas Dendam 
Karya A. Idrus 
Drama Kejahatan Membalas Dendam yang diambil dalam roman Dari Ave Maria Ke 
Jalan Lain Ke Roma ini menceritakan tentang kisah seorang pengarang muda yang bernama 
Ishak. Ishak rela mengorbankan segalanya termasuk cinta demi cita-citanya. Hal itu 
dibuktikan dengan ia pergi meninggalkan Satilawati yang merupakan tunangan Ishak. 
Satilawati menganggap Ishak pengecut karena lari dari kenyataan. 
Ishak pergi karena kritikan Pak Orok (Suksoro) yang dianggap akan menjauthkan 
reputasinya. Suksoro (ayah Satilawati) sangat membenci Ishak, Ia menganggap bahwa Ishak 
tidak bebakat menjadi pengarang. Karena ketidaksukaannya terhadap hubungan anaknya, 
Suksoro berniat untuk memisahkan Satilawati dengan Ishak yaitu dengan meminta bantuan 
bibinya seorang perempuan tua yang datang dari Cianjur. 
Perempuan tua tersebut adalah seorang dukun masyhur dalam menceraikan orang. Namun, 
perempuan tua itu menolak untuk memisahkan Satilawati dari Ishak, karena ia tau cucunya 
(Satilawati) sangat mencintai Ishak. 
Suatu hari saat Satilawati sedang bercakap-cakap dengan neneknya tentang Ishak, ia 
meminta neneknya tersebut untuk menyatukan kembali hubungannya. Namun, neneknya 
tidak bisa karena itu bukan pekerjaannya. Meskipun Kartili (dokter, teman Ishak) telah 
menyatakan bahwa Ishak memiliki penyakit keturunan yaitu gila, tetapi Satilawati tetap 
mencintai Ishak. 
Di hari yang sama Kartili dan Asmadiputera (meester in de rechten, teman Ishak) 
datang ke rumah Satilawati untuk mempertahankan roman Ishak dan memperbaiki nama baik 
Ishak. Setelah Asmadiputera bertemu dengan Pak Orok yang ternyata dia itu Suksoro 
menyatakan bahwa Suksoro harus mau menerima roman Ishak dan menerima kenyataan yang 
sebenarnya terjadi, namun Suksoro tetap menolak. Ia tetap pada pendiriannya. 
Setelah Asmadiputera pulang, Sukroso dan perempuan tua bercakap-cakap. Suksoro 
menanyakan jawaban tentang permintaannya, namun perempuan tua tetap pada pendiriannya. 
Ia tidak mau memisahkan Satilawati dengan Ishak. Mendengar hal tersebut Suksoro marah 
dan mengusir perempuan tua tersebut dari rumahnya. 
Setelah pulang ke rumahnya kembali, perempuan tua menemukan seorang pemuda 
sedang menunggui rumahnya. Pemuda tersebut adalah Ishak, namun perempuan tua tidak
mengetahuinya. Perempuan tua memberikan semangkuk kopi dan makanan, namun tak ada 
yang dimakan oleh Ishak. Ishak terus menulis dan menulis sampai akhirnya tertidur. 
Pagi harinya Ishak baru mengetahui kalau di rumah tersebut ternyata ada seorang nenek. Ia 
bersujud dan meminta maaf karena semalaman ia terus menulis. Ishak pun tidur terlelap di 
bangku luar rumah. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, yang datang ternyata Kartili. 
Perempan tua kaget, Kartili datang untuk meminta tolong kepada perempuan tua. Katanya ia 
sedang berkesusahan dan meminta perempan tua membinaskan seseorang. Namun, 
perempuan tua menolak karena Kartili telah berbohong kepadanya. 
Saat perempuan tua pergi keluar, Kartili menuangkan isi dari bungkusan kecil ke dalam kopi 
perempuan tua tersebut lalu lekas kembali seperti tidak tahu apa-apa. Setelah perempuan tua 
kembali masuk dan berkata bahwa ia tidak bisa menolong Kartili, Kartili memberikan uang 
dan bergegas akan pergi. 
Saat akan bertolak keluar, tiba-tiba pintu ditolakkan orang dengan keras dan ternyata 
yang datang adalah Satilawati. Perempuan tua sangat terkejut melihat Satilawati, ia 
menghampiri neneknya sambil menepuk mangkuk yang dipegang oleh perempuan tua. 
Mangkuk jatuh. Satilawati berkata kalau Kartili hendak bermaksud membunuh perenpuan tua 
tersebut. Ternayata Satilawati sudah datang dari tadi dan mengintip. Saat Kartili hendak 
keluar, perempuan tua menahannya dan menunjukkan Ishak kepada Kartili dan Satilawati. 
Satilawati dan Kartili terkejut. Perempuan tua menjelaskan pada Satilawati bahwa Ishak sakit 
karena Kartili. 
Satilawati datang ke rumah neneknya karena bertengkar dengan Suksoro. Ia telah 
mengetahui semuanya. Namun, neneknya menyuruh Satilawati untuk kembali pada ayahnya. 
Satilawati menolak. Namun karena bujukan dari neneknya akhirnya Satilawati mau menuruti 
neneknya. 
Setelah sailawati pergi, Ishak datang dengan bercucuran keringat. Ia mengeluh kepada 
perempuan tua. Ia menyesal karena para petani yang mendengarkan pidatonya tidak mengerti 
bahasa Indonesia dan Ishak tidak bisa bahasa Sunda. 
Sebulan kemudian, saat Ishak dan perempuan tua sedang di tepi sawah Ishak melihat 
para petani dengan girang bekerja dan menyerahkn padinya kepada pmerintah. Ternyata 
perempuan tua telah memberitahukan kepada masyarakat tentang yang selama ini 
dipidatokan oleh Ishak. Perempuan tua tersebut menyalinnya kedalam bahasa Sunda. 
Di tepi sawah itu Ishak mengenang masa lalunya dan menceritakannya kepada perempuan 
tua. Ishak terlihat sangat gembira, namun setelah ia mendengar bahwa Suksoro dan satilawati 
akan datang hari itu ia langsung termenung dan pergi. 
18
Tak lama kemudian Suksoro, Satilawati dan Asmadiputera datang ke sawah. 
Satilawati melihat ishak bekerja dengan giat, sedangkan Asmadiputera pergi ke rumah 
perempuan tua untuk melihat tulisan Ishak selama ini. 
Satilawati dan Suksoro mendekati Isahak yang sedang bekerja. Setelah melihat Satilawati dan 
Suksoro, Ishak bergegas bersalaman pada Suksoro. Setelah lama berbincang-bincang, 
perempuan tua dan Asmadiputera pun datang menghampiri Ishak. Asmadiputera berniat 
untuk menerbitkan buku yang ditulis oleh Ishak. 
Ketika sedang berbincang perempuan tua membakar azimat yang ia miliki dengan 
maksud untuk memusnahkan ilmu hitamnya. Sementara itu Asmadiputera melihat Kartili 
dengan rambut yang acak-acakan, ternyata Ia gila. 
19

More Related Content

What's hot

Makalah masuknya budaya india ke indonesia
Makalah masuknya budaya india ke indonesiaMakalah masuknya budaya india ke indonesia
Makalah masuknya budaya india ke indonesiaSeptian Muna Barakati
 
PPT IV SENI BUDAYA KB 1: KONSEP SENI TEATER: UNSUR, JENIS, DAN ESTETIKA
PPT IV SENI BUDAYA KB 1: KONSEP SENI TEATER: UNSUR, JENIS, DAN ESTETIKAPPT IV SENI BUDAYA KB 1: KONSEP SENI TEATER: UNSUR, JENIS, DAN ESTETIKA
PPT IV SENI BUDAYA KB 1: KONSEP SENI TEATER: UNSUR, JENIS, DAN ESTETIKAppghybrid4
 
PPT TEKS ANEKDOT SMA KELAS X
PPT TEKS ANEKDOT SMA KELAS XPPT TEKS ANEKDOT SMA KELAS X
PPT TEKS ANEKDOT SMA KELAS XIndra Nurdianto
 
Materi Teks Cerpen Bahasa Indonesia Kelas XI
Materi Teks Cerpen Bahasa Indonesia Kelas XIMateri Teks Cerpen Bahasa Indonesia Kelas XI
Materi Teks Cerpen Bahasa Indonesia Kelas XIMaulana Husada
 
Bahasa Indonesia - Pengertian Novel
Bahasa Indonesia - Pengertian Novel Bahasa Indonesia - Pengertian Novel
Bahasa Indonesia - Pengertian Novel hanakamilah4
 
FUNGSI RAGAM BAHASA
FUNGSI RAGAM BAHASAFUNGSI RAGAM BAHASA
FUNGSI RAGAM BAHASAEDIS BLOG
 
Menyimak (Bahasa Indonesia)
Menyimak (Bahasa Indonesia)Menyimak (Bahasa Indonesia)
Menyimak (Bahasa Indonesia)Agnesia Grace
 
sejarah sastra balai pustaka pend,.bahasa dan sastra Indonesia
sejarah sastra balai pustaka pend,.bahasa dan sastra Indonesiasejarah sastra balai pustaka pend,.bahasa dan sastra Indonesia
sejarah sastra balai pustaka pend,.bahasa dan sastra IndonesiaNailun Najah
 
ANALISIS WACANA KOHESI DAN KOHERENSI
ANALISIS WACANA KOHESI DAN KOHERENSIANALISIS WACANA KOHESI DAN KOHERENSI
ANALISIS WACANA KOHESI DAN KOHERENSIArief Kurniatama
 

What's hot (20)

tindak tutur
tindak tuturtindak tutur
tindak tutur
 
Pendekatan mimetis kel 1
Pendekatan mimetis kel 1Pendekatan mimetis kel 1
Pendekatan mimetis kel 1
 
Linguistik sinkronik dan linguistik diakronik
Linguistik sinkronik dan linguistik diakronikLinguistik sinkronik dan linguistik diakronik
Linguistik sinkronik dan linguistik diakronik
 
Makalah masuknya budaya india ke indonesia
Makalah masuknya budaya india ke indonesiaMakalah masuknya budaya india ke indonesia
Makalah masuknya budaya india ke indonesia
 
PPT IV SENI BUDAYA KB 1: KONSEP SENI TEATER: UNSUR, JENIS, DAN ESTETIKA
PPT IV SENI BUDAYA KB 1: KONSEP SENI TEATER: UNSUR, JENIS, DAN ESTETIKAPPT IV SENI BUDAYA KB 1: KONSEP SENI TEATER: UNSUR, JENIS, DAN ESTETIKA
PPT IV SENI BUDAYA KB 1: KONSEP SENI TEATER: UNSUR, JENIS, DAN ESTETIKA
 
PPT TEKS ANEKDOT SMA KELAS X
PPT TEKS ANEKDOT SMA KELAS XPPT TEKS ANEKDOT SMA KELAS X
PPT TEKS ANEKDOT SMA KELAS X
 
Naskah drama 7 orang
Naskah drama 7 orangNaskah drama 7 orang
Naskah drama 7 orang
 
linguistik historis komparatif
linguistik historis komparatiflinguistik historis komparatif
linguistik historis komparatif
 
Teori Resepsi Sastra
Teori Resepsi SastraTeori Resepsi Sastra
Teori Resepsi Sastra
 
Makalah Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia
Makalah Analisis Kesalahan Berbahasa IndonesiaMakalah Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia
Makalah Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia
 
Materi Teks Cerpen Bahasa Indonesia Kelas XI
Materi Teks Cerpen Bahasa Indonesia Kelas XIMateri Teks Cerpen Bahasa Indonesia Kelas XI
Materi Teks Cerpen Bahasa Indonesia Kelas XI
 
Perkembangan Drama
Perkembangan DramaPerkembangan Drama
Perkembangan Drama
 
Teori drama
Teori dramaTeori drama
Teori drama
 
ppt drama
ppt dramappt drama
ppt drama
 
Tahapan apresiasi Drama
Tahapan apresiasi Drama Tahapan apresiasi Drama
Tahapan apresiasi Drama
 
Bahasa Indonesia - Pengertian Novel
Bahasa Indonesia - Pengertian Novel Bahasa Indonesia - Pengertian Novel
Bahasa Indonesia - Pengertian Novel
 
FUNGSI RAGAM BAHASA
FUNGSI RAGAM BAHASAFUNGSI RAGAM BAHASA
FUNGSI RAGAM BAHASA
 
Menyimak (Bahasa Indonesia)
Menyimak (Bahasa Indonesia)Menyimak (Bahasa Indonesia)
Menyimak (Bahasa Indonesia)
 
sejarah sastra balai pustaka pend,.bahasa dan sastra Indonesia
sejarah sastra balai pustaka pend,.bahasa dan sastra Indonesiasejarah sastra balai pustaka pend,.bahasa dan sastra Indonesia
sejarah sastra balai pustaka pend,.bahasa dan sastra Indonesia
 
ANALISIS WACANA KOHESI DAN KOHERENSI
ANALISIS WACANA KOHESI DAN KOHERENSIANALISIS WACANA KOHESI DAN KOHERENSI
ANALISIS WACANA KOHESI DAN KOHERENSI
 

Similar to Analisis struktural dalam drama kejahatan membalas dendam karya A. Idrus

periodisasi sastra Indonesia
periodisasi sastra Indonesiaperiodisasi sastra Indonesia
periodisasi sastra IndonesiaRifqannisa Divaby
 
Karya sastra klasik
Karya sastra klasikKarya sastra klasik
Karya sastra klasikaadhe11
 
KAJIAN DRAMA ABSURD & REALIS DENGAN MODEL PENGKAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
KAJIAN DRAMA ABSURD & REALIS DENGAN MODEL PENGKAJIAN SOSIOLOGI SASTRAKAJIAN DRAMA ABSURD & REALIS DENGAN MODEL PENGKAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
KAJIAN DRAMA ABSURD & REALIS DENGAN MODEL PENGKAJIAN SOSIOLOGI SASTRADedi Irawan
 
Kabaretisasi cerpen
Kabaretisasi cerpenKabaretisasi cerpen
Kabaretisasi cerpenDHEluvELI
 
3.6 ANALISIS KRITIK ESAI bind.doc
3.6 ANALISIS KRITIK ESAI bind.doc3.6 ANALISIS KRITIK ESAI bind.doc
3.6 ANALISIS KRITIK ESAI bind.docChelly35
 
Pengertian karya sastra
Pengertian karya sastraPengertian karya sastra
Pengertian karya sastraNanda Ananda
 
MAKALAH analisis ayahku pulang.docx
MAKALAH analisis ayahku pulang.docxMAKALAH analisis ayahku pulang.docx
MAKALAH analisis ayahku pulang.docxMellyArdiesty
 
Unsur Konflik dalam Cerpen
Unsur Konflik dalam CerpenUnsur Konflik dalam Cerpen
Unsur Konflik dalam Cerpensasindo be
 
Potret Bali dalam Kumpulan Cerpen Sagra karya Oka Rusmini
Potret Bali dalam Kumpulan Cerpen  Sagra  karya Oka RusminiPotret Bali dalam Kumpulan Cerpen  Sagra  karya Oka Rusmini
Potret Bali dalam Kumpulan Cerpen Sagra karya Oka Rusminiahmad bahtiar
 
Pengenalan Menganalisis Cerpen
Pengenalan Menganalisis CerpenPengenalan Menganalisis Cerpen
Pengenalan Menganalisis CerpenMomee Rain
 
Macam-Macam Karya Ilmiah Populer
Macam-Macam Karya Ilmiah PopulerMacam-Macam Karya Ilmiah Populer
Macam-Macam Karya Ilmiah PopulerAdellia Putri
 
Materi M5KB1 - Nihon Bungaku
Materi M5KB1 - Nihon BungakuMateri M5KB1 - Nihon Bungaku
Materi M5KB1 - Nihon BungakuPPGHybrid1
 
Drama dan pementasan drama
Drama dan pementasan dramaDrama dan pementasan drama
Drama dan pementasan dramaRakyatCerdas
 

Similar to Analisis struktural dalam drama kejahatan membalas dendam karya A. Idrus (20)

Cerpen
CerpenCerpen
Cerpen
 
periodisasi sastra Indonesia
periodisasi sastra Indonesiaperiodisasi sastra Indonesia
periodisasi sastra Indonesia
 
Karya sastra klasik
Karya sastra klasikKarya sastra klasik
Karya sastra klasik
 
Makalah drama1
Makalah drama1Makalah drama1
Makalah drama1
 
Pengertian karya sastra
Pengertian karya sastraPengertian karya sastra
Pengertian karya sastra
 
KAJIAN DRAMA ABSURD & REALIS DENGAN MODEL PENGKAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
KAJIAN DRAMA ABSURD & REALIS DENGAN MODEL PENGKAJIAN SOSIOLOGI SASTRAKAJIAN DRAMA ABSURD & REALIS DENGAN MODEL PENGKAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
KAJIAN DRAMA ABSURD & REALIS DENGAN MODEL PENGKAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
 
Kabaretisasi cerpen
Kabaretisasi cerpenKabaretisasi cerpen
Kabaretisasi cerpen
 
3.6 ANALISIS KRITIK ESAI bind.doc
3.6 ANALISIS KRITIK ESAI bind.doc3.6 ANALISIS KRITIK ESAI bind.doc
3.6 ANALISIS KRITIK ESAI bind.doc
 
Tugas 4 tik makalah lisa 2 a
Tugas 4 tik makalah lisa 2 aTugas 4 tik makalah lisa 2 a
Tugas 4 tik makalah lisa 2 a
 
Pengertian karya sastra
Pengertian karya sastraPengertian karya sastra
Pengertian karya sastra
 
MAKALAH analisis ayahku pulang.docx
MAKALAH analisis ayahku pulang.docxMAKALAH analisis ayahku pulang.docx
MAKALAH analisis ayahku pulang.docx
 
Unsur Konflik dalam Cerpen
Unsur Konflik dalam CerpenUnsur Konflik dalam Cerpen
Unsur Konflik dalam Cerpen
 
Membangun karakter yang membawa cerita
Membangun karakter yang membawa ceritaMembangun karakter yang membawa cerita
Membangun karakter yang membawa cerita
 
Potret Bali dalam Kumpulan Cerpen Sagra karya Oka Rusmini
Potret Bali dalam Kumpulan Cerpen  Sagra  karya Oka RusminiPotret Bali dalam Kumpulan Cerpen  Sagra  karya Oka Rusmini
Potret Bali dalam Kumpulan Cerpen Sagra karya Oka Rusmini
 
Esai Novel - Layar Terkembang
Esai Novel - Layar TerkembangEsai Novel - Layar Terkembang
Esai Novel - Layar Terkembang
 
Bahasa indonesia
Bahasa indonesiaBahasa indonesia
Bahasa indonesia
 
Pengenalan Menganalisis Cerpen
Pengenalan Menganalisis CerpenPengenalan Menganalisis Cerpen
Pengenalan Menganalisis Cerpen
 
Macam-Macam Karya Ilmiah Populer
Macam-Macam Karya Ilmiah PopulerMacam-Macam Karya Ilmiah Populer
Macam-Macam Karya Ilmiah Populer
 
Materi M5KB1 - Nihon Bungaku
Materi M5KB1 - Nihon BungakuMateri M5KB1 - Nihon Bungaku
Materi M5KB1 - Nihon Bungaku
 
Drama dan pementasan drama
Drama dan pementasan dramaDrama dan pementasan drama
Drama dan pementasan drama
 

More from Oki Feri Juniawan

Analisis Wacana Iklan TV Pepsodent Versi Ayo Perbaiki
Analisis Wacana Iklan TV Pepsodent Versi Ayo PerbaikiAnalisis Wacana Iklan TV Pepsodent Versi Ayo Perbaiki
Analisis Wacana Iklan TV Pepsodent Versi Ayo PerbaikiOki Feri Juniawan
 
Cerpen Sura & Baya Karya Oki Feri Juniawan (2013)
Cerpen Sura & Baya Karya Oki Feri Juniawan (2013)Cerpen Sura & Baya Karya Oki Feri Juniawan (2013)
Cerpen Sura & Baya Karya Oki Feri Juniawan (2013)Oki Feri Juniawan
 
Analisis tematik cerpen siti mahiya karya Gunawan Maryanto
Analisis tematik cerpen siti mahiya karya Gunawan MaryantoAnalisis tematik cerpen siti mahiya karya Gunawan Maryanto
Analisis tematik cerpen siti mahiya karya Gunawan MaryantoOki Feri Juniawan
 
Apresiasi pementasan Musuh Masyarakat & Laras
Apresiasi pementasan Musuh Masyarakat & LarasApresiasi pementasan Musuh Masyarakat & Laras
Apresiasi pementasan Musuh Masyarakat & LarasOki Feri Juniawan
 
Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)
Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)
Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)Oki Feri Juniawan
 
Motif Tokoh Dalam Cerita Rakyat Madura "Ke'lesap"
Motif Tokoh Dalam Cerita Rakyat Madura "Ke'lesap"Motif Tokoh Dalam Cerita Rakyat Madura "Ke'lesap"
Motif Tokoh Dalam Cerita Rakyat Madura "Ke'lesap"Oki Feri Juniawan
 
Esay Cerpen Mbak Mendut Karya Gunawan Maryanto
Esay Cerpen Mbak Mendut Karya Gunawan MaryantoEsay Cerpen Mbak Mendut Karya Gunawan Maryanto
Esay Cerpen Mbak Mendut Karya Gunawan MaryantoOki Feri Juniawan
 

More from Oki Feri Juniawan (12)

Analisis Wacana Iklan TV Pepsodent Versi Ayo Perbaiki
Analisis Wacana Iklan TV Pepsodent Versi Ayo PerbaikiAnalisis Wacana Iklan TV Pepsodent Versi Ayo Perbaiki
Analisis Wacana Iklan TV Pepsodent Versi Ayo Perbaiki
 
Outline Cerpen Sura & Baya
Outline Cerpen Sura & BayaOutline Cerpen Sura & Baya
Outline Cerpen Sura & Baya
 
Cerpen Sura & Baya Karya Oki Feri Juniawan (2013)
Cerpen Sura & Baya Karya Oki Feri Juniawan (2013)Cerpen Sura & Baya Karya Oki Feri Juniawan (2013)
Cerpen Sura & Baya Karya Oki Feri Juniawan (2013)
 
Analisis tematik cerpen siti mahiya karya Gunawan Maryanto
Analisis tematik cerpen siti mahiya karya Gunawan MaryantoAnalisis tematik cerpen siti mahiya karya Gunawan Maryanto
Analisis tematik cerpen siti mahiya karya Gunawan Maryanto
 
Apresiasi pementasan Musuh Masyarakat & Laras
Apresiasi pementasan Musuh Masyarakat & LarasApresiasi pementasan Musuh Masyarakat & Laras
Apresiasi pementasan Musuh Masyarakat & Laras
 
Saintifik
SaintifikSaintifik
Saintifik
 
Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)
Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)
Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)
 
Motif Tokoh Dalam Cerita Rakyat Madura "Ke'lesap"
Motif Tokoh Dalam Cerita Rakyat Madura "Ke'lesap"Motif Tokoh Dalam Cerita Rakyat Madura "Ke'lesap"
Motif Tokoh Dalam Cerita Rakyat Madura "Ke'lesap"
 
Esay Cerpen Mbak Mendut Karya Gunawan Maryanto
Esay Cerpen Mbak Mendut Karya Gunawan MaryantoEsay Cerpen Mbak Mendut Karya Gunawan Maryanto
Esay Cerpen Mbak Mendut Karya Gunawan Maryanto
 
Tahap persiapan pidato
Tahap persiapan pidatoTahap persiapan pidato
Tahap persiapan pidato
 
Sistem Ketatanegaraan
Sistem KetatanegaraanSistem Ketatanegaraan
Sistem Ketatanegaraan
 
Sistem Ketatanegaraan
Sistem KetatanegaraanSistem Ketatanegaraan
Sistem Ketatanegaraan
 

Recently uploaded

Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Fathan Emran
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptxyeniyoramapalimdam
 
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar MengajarVariasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar MengajarAureliaAflahAzZahra
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.pptAnalisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.pptRahmaniaPamungkas2
 
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptxMateri Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptxAvivThea
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Power point materi IPA pada materi unsur
Power point materi IPA pada materi unsurPower point materi IPA pada materi unsur
Power point materi IPA pada materi unsurDoddiKELAS7A
 
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdfAKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdfyulizar29
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdfAndiCoc
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?AdePutraTunggali
 
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfssuser29a952
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramMateri Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramTitaniaUtami
 

Recently uploaded (20)

Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
 
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar MengajarVariasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 6.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.pptAnalisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
Analisis Regresi Analisis Regresi dan Korelasi.ppt
 
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptxMateri Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Power point materi IPA pada materi unsur
Power point materi IPA pada materi unsurPower point materi IPA pada materi unsur
Power point materi IPA pada materi unsur
 
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdfAKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
 
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramMateri Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
 

Analisis struktural dalam drama kejahatan membalas dendam karya A. Idrus

  • 1. 0 ANALISIS STRUKTURAL DALAM DRAMA KEJAHATAN MEMBALAS DENDAM KARYA A. IDRUS Oleh Oki Feri Juniawan NIM 120210402021 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember 2014
  • 2. 1 I. PENDAHULUAN A. Idrus adalah salah seorang sastrawan yang berperan sebagai pelaku sejarah. Ia ikut merasakan masa-masa penjajahan Jepang sampai masa setelah Indonesia merdeka. Ia menuangkan segala peristiwa sejarah yang dialaminya dalam cerpen-cerpennya. Tapi yang menarik adalah Idrus menceritakan sejarah bukan seperti pengarang lainnya. Ia menceritakan sejarah dengan mengkriktik bangsanya sendiri. Ia menyuguhkan kebenaran dengan cara mengungkap keburukan dari bangsanya. Salah satu karya Idrus yang demikian ialah drama Kejahatan Membalas Dendam dalam romannya Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.. Selain itu, di dalam drama Kejahatan Membalas Dendam, Idrus juga banyak menyuntikan semangat perubahan, khususnya bagi para sastrawan. Karena drama ini sendiri lahir pada saat revolusi kemerdekaan, yakni pada periode Angkatan ’45 yang memiliki ciri revolusioner dalam sikap dan visi, artinya membuang tradisi lama dan menciptakan bentuk baru sesuai dengan getaran sukmanya yang merdeka. Oleh karena itu, drama Kejahatan Membalas Dendam ini sangat menarik untuk dikaji. Khususnya dalam hal struktur ceritannya yang meliputi tema, alur, dan penokohan. Selain itu, kode budaya dalam drama ini juga layak untuk dikaji. II. LANDASAN TORI 2.1 Tema Tema merupakan ide pokok atau gagasan utama yang mendasari suatu jalan cerita dari drama. Nasution (1963:62) berpendapat bahwa tema memiliki dua jenis, yakni tema mayor dan tema minor. Tema mayor merupakan tema pokok atau tema dasar dari sebuah cerita, sedangkan tema minor merupakan bagian dari tema mayor. Keduanya saling membangun dalam suatu karya sastra. Esten (1990:92) mengemukakan cara menentukan tema, antara lain: 1) Persoalan mana yang paling menonjol; 2) Persoalan mana yang paling banyak menimbulkan konflik. Adapun konflik tersebut merupakan penyebab terjadinya peristiwa-peristiwa; 3) Menentukan atau menghitung persoalan mana yang membutuhkan banyak waktu penceritaan. 2.2 Alur Alur atau plot dalam drama merupakan rangkaian atau urutan cerita dalam suatu drama. sebuah drama disusun secara urut melalui alur/plot,
  • 3. misalnya diawali dengan kejadian A yang mempengaruhi kejadian B dan di akhiri dengan penyelesaian masalah atau konflik dalam cerita drama. Adapun tahapan alur sebagai berikut: 2 d c e b a f Keterangan: a. Eksposisi b. Insiden permulaan c. Pertumbuhan laku d. Krisis/titik balik e. Penyelesaian f. Catastrope Jenis alur dapat dikelompokkan dengan menggunakan berbagai kriteria. Berdasarkan kriteria urutan waktu, yaitu: 1. Alur maju Alur maju disebut juga alur kronologis, alur lurus atau alur progresif. Peristiwa-peristiwa ditampilkan secara kronologis, maju, secara runtut dari awal tahap, tengah hingga akhir. 2. Alur mundur Alur mundur disebut juga alur tak kronologis, sorot balik, regresif, atau flash-back. Peristiwa-peristiwa ditampilkan dari tahap akhir atau tengah dan baru kemudian tahap awalnya (Hariyanto, 2000:39).
  • 4. 3 Berdasarkan kriteria jumlah, alur dibagi menjadi: 1. Alur tunggal Dalam alur tunggal biasanya cerita drama hanya menampilkan seorang tokoh protagonis. Cerita hanya mengikuti perjalanan hidup tokoh tersebut. 2. Alur jamak Dalam alur jamak, biasanya cerita drama menampilkan lebih dari satu tokoh protagonis. Perjalanan hidup tiap tokoh ditampilkan (Hariyanto, 2000:39). Berdasarkan kriteria hubungan antar peristiwa, alur dibagi menjadi: 1. Alur erat Alur erat disebut juga alur ketat atau padat. Dalam drama yang beralur cepat, susul menyusul, setiap bagian terasa penting dan menentukan. 2. Alur longgar Alur longgar berbanding terbalik dengan alur ketat. Hubungan antarperistiwanya longgar, tersajikan secara lambat, dan diselingi berbagai peristiwa tambahan. Pembaca atau penonton dapat meninggalkan atau mengabaikan adegan tertentu yang berkepanjangan dengan tanpa kehilangan alur utama cerita (Hariyanto, 2000:39). Berdasarkan kriteria cara pengakhirannya, alur dibagi menjadi: 1. Alur tertutup Dalam drama yang beralur tertutup, penampilan kisahnya diakhiri dengan kepastian atau secara jelas. 2. Alur terbuka Dalam drama yang beralur terbuka, penampilan kisahnya diakhiri secara tidak pasti, tidak jelas, serba mungkin. Jadi akhir ceritanya diserahkan kepada imajinasi pembaca atau penonton (Hariyanto, 2000:39).
  • 5. 4 2.3 Penokohan Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan atau melukiskan tokoh dalam cerita yang ditulisnya. Dalam penokohan, watak atau karakter seorang tokoh dapat dilihat dari tiga segi, yaitu melalui: a) Dialog tokoh b) Penjelasan tokoh c) Penggambaran fisik Berdasarkan wataknya, tokoh dapat dibedakan menjadi tiga, yakni: a) Protagonis, yaitu tokoh utama yang berperan sebagai orang baik b) Antagonis, yakni tokoh utama yang berperan sebagai orang jahat c) Tritagonis, adalah tokoh penengah Sedangkan dimensi tokoh dalam drama, dibagi menjadi 3, yaitu: a) Dimensi fisik b) Dimensi sosial c) Dimensi psikologis 2.4 Kode Budaya Kode budaya adalah pemahaman terhadap latar kehidupan, konteks, dan sistem sosial budaya. Menurut Chapman (1980: 26), kelahiran karya sastra diprakondisikan oleh kehidupan sosial budaya pengarangnya. Karena itu, sikap dan pandangan pengarang dalam karyanya mencerminkan kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Sejalan dengan itu, Rachmat Djoko Pradopo (2001: 55- 56), menyatakan bahwa karya sastra sebagai tanda terikat pada konvensi masyarakatnya, karena merupakan cermin realitas budaya masyarakat yang menjadi modelnya. III. PEMBAHASAN 3.1 Tema dalam drama Kejahatan Membalas Dendam Pada drama berjudul Kejahatan Membalas Dendam karya A. Idrus, dapat dianalisis temanya dengan cara sebagai berikut:
  • 6. 5 1. Persoalan mana yang paling menonjol Dalam drama tersebut yang menjadi persoalan utamanya ialah tokoh yang bernama Ishak, seorang pengarang/sastrawan muda pada jaman jepang yang mendapatkan kritikan dan penolakan dari pengarang tua atas karyanya. Ishak ingin membela tanah air dengan karyanya tapi justru romannya tidak diterima oleh pengarang tua karena dianggap karyanya dapat berdampak buruk pada generasi muda, tidak mendorong para generasi muda untuk berjuang. Data yang membuktikan persoalan tersebut adalah sebagai berikut: (Babak pertama, adegan ketiga) SATILAWATI. Bahaya apa? ISHAK. Aku mungkin dipandang penghianat oleh rakyat. SATILAWATI. Karena apa? ISHAK. Karena karanganku. .......... SATILAWATI. Tapi mengapa engkau akan dipandang Penghianat? ISHAK. Perasaanku saja begitu. Setelah membaca keritik Pak Orok dalam suatu majalah. SATILAWATI. Pak Orok itu siapa? ISHAK. Pengarang kolot. ... ... ISHAK: Engkau selalu menimbulkan semangatku untuk berjuang, berjuang mati-matian untuk memahamkan pengarang kolot akan cara baru. Cerita semangat juga, tapi dengan cara baru. Tapi sekarang ini aku mesti pergi, jauh, jauh sekali. (Babak pertama, adegan kedelapan) SUKSORO. Tentang Satilawati. Ia keras kepala benar. ...... SUKSORO. (kesal) Bukan keras kepala begitu, bi. Ia kena hatinya kepada seorang anak muda, Ishak namanya. PEREMPUAN TUA. Apa salahnya?
  • 7. SUKSORO. Tidak ada salahnya. Tapi pemuda itu tidak ada yang dapat diharapkan dari dia. Ia mengarang, sangkanya ia sudah bisa mengarang, tapi sebenarnya ia tak mempunyai bakat sama sekali. ... Dari data tersebut dapat disimpulkan, bahwa persoalan yang menonjol perihal Ishak sebagai pengarang muda yang karyanya ditolak seorang pengarang tua, yakni Sokroso. 6 2. Persoalan yang paling banyak menimbulkan konflik Persoalan yang menyebabkan banyak konflik dan peristiwa ialah karya Ishak yang ditolak dan dikritik Sokroso, sehingga menyebabkan peristiwa-peristiwa berikut:  Ishak menjadi seorang pengecut. Ia kemudian berencana pergi jauh ke tempat orang-orang bisa menerima dan memahaminya. (Babak pertama, adegan ketiga) ISHAK. Karena mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Aku pergi, jauh, jauh sekali. SATILAWATI. Ke mana? ISHAK. Ke tempat aku dipahamkan orang.  Rencana kepergian Ishak tak lain karena bujukan dari Kartili, teman Ishak yang juga mencintai Satilawati. Kartili memanfaatkan kritikan dari Pak Suksoro untuk memisahkan Ishak dengan Satilawati. Kartili menipu Ishak dengan mengatakan bahwa Ishak depresi dan sedang sakit otak. (Babak ketiga, adegan ketujuh) ISHAK. Tahu. Tahu. Setiap hari dokter Kartili datang ke rumahku dan katanya aku sakit, sakit otak. Aku harus pergi ke gunung. Dokter Kartili teman sejatiku. Aku percaya kepadanya. Dan kau sakit, pergi ke gunung, ke alam luas.
  • 8. 7 (Babak keempat, adegan pertama) ISHAK. Dan waktu romanku dikeritik ayah Satilawati, Kartili datang pula kepadaku. Dikatakannya aku dalam bahaya akan dipandang penghinat. (sesak bernafas) Aku sendiri belum membaca keritik itu sama sekali. Dan kata dokter Kartili pula, urat syarafku akan bertambah terganggu. Aku harus melarikan diri. Dan aku tiba di sini.  Karena Pak Suksoro tidak menyukai karya Ishak, ia pun tidak merestui hubungan anaknya, Satilawati, dengan Ishak. Ia kemudian meminta bibinya yang seorang dukun termasyur untuk menceraikan cinta mereka. Namun sang bibi menolaknya. (Babak kedua, adegan kesebelas) PEREMPUAN TUA. Engkau tahu, di mana letak kelemahanku. Silahkan, Sukroso. Adukanlah pada polisi.jangan engkau menghendaki yang bukan-bukan dari padaku. Bahkah sekarang ini telah kuputuskan, hendak menolong mereka. Dan aku dapat menolong! SUKSORO. (dengan suara keras) Pergi dari sini! Aku akan mencari dukun lain! PEREMPUAN TUA. Engkau tiada berhati! (berdiri) Anakmu sendiri hendak engkau celakakan. Hatimu busuk! Engkau hanya memikirkan dirimu sendiri. Krena bencimu kepada Ishak itu engkau hendak mencelakakan anakmu!  Asmadiputera, seorang hakim dan sahabat Ishak yang setia, membela Ishak atas kritikan yang diberikan oleh Pak Suksoro. Ia datang ke rumah Pak Suksoro untuk berdebat, membela karya sahabatnya. (Babak kedua, adegan kesembilan) ASMADIPUTERA. Tapi sudah agak lama juga waktunya itu. Pada pendapat saya, yang harus dianjur-
  • 9. anjurkan sekarang, ialah cara berjuang sekarang, memakai alat-alat modern. Dengan itu dapat kita menanam kepercayaan kepada diri sendiri pada pemuda-pemuda kita. ......... ASMADIPUTERA. Kalau sudah, saya kira perselisihan ini hanya terletak dalam cara berceritera saja. Aku berani mengatakan, bahwa roman ini (mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya) ialah roman semangat perang. Dan Ishak ialah orang yang suka berpijak di atas tanah. Perkataaannya dalam romannya tidak tergantung antara bumi dan langit, di awang-awang, dibelai-belai arus aether.  Namun dibalik pelariannya ke gunung. Ishak justru tambah bersemangat. Ia kembali menulis sebuah buku yang ia kerjakan tanpa mengenal lelah. Di gunung pun, tepatnya di dekat Cianjur, Ishak mengobarkan semangat kepada para petani untuk ikut serta membantu perang, dengan menyumbangkan hasil panen padi kepada pemerintah. (Babak ketiga, adegan ketujuh) ISHAK. Seminggu? (berpikir) Ya, aku baru seminggu di sini. Tidak pernah keluar rumah. Mengarang, mengarang buku tebal (menunjuk ke tumpukan kertas di atas meja). Sekarang telah selesai. Setiap pagi kubuka jendela, angin masuk. Badanku merasa sehat kembali. Petani bernyanyi sedih pergi ke sawah. PEREMPUAN TUA. Sekarang tidurlah anakku. Kemarin semalam-malaman menulis. Anakku mungkin letih. 8 (Babak ketiga, adegan keempat belas) ISHAK. Tentang penyerahan padi. Mengapa mereka harus menyerahkan padi kepada pemerintah, bahwa mereka harus bergiat menanam padi dan menyerahkannya. Untuk perang,
  • 10. untuk kemenangan akhir, kataku. Hanya perkataan yang penghabisan ini yang dapat mereka pahamkan. Mereka bertepuk . . . Sayang, aku tidak bisa berbahasa Sunda dan mereka tidak bisa berbahasa Indonesia Dari data-data tersebut, dapat disimpulkan bahwa setelah menerima kritikan dari Pak Suksoro, Ishak pada awalnya menjadi seorang pengecut dengan pergi jauh meninggalkan daerahnya. Hal itu dilakukannya karena hasutan dari Kartili. Namun pada akhirnya, Ishak tetap berjuang menjadi pengarang roman demi cita-citanya membela tanah air. 3. Menentukan atau menghitung persoalan yang membutuhkan banyak 9 waktu penceritaan Setelah dihitung, ternyata persoalan-persoalan yang membutuhkan banyak waktu penceritaan ialah tentang proses perjuangan Ishak sebagai pengarang muda dalam memperjuangkan romannya agar mendapat penghargaan dimata pengarang-pengarang sebelumnya. Dari uraian di atas dapat ditentukan bahwa drama Kejahatan Membalas Dendam karya A. Idrus mengandung tema sosial dengan tema mayornya ialah: Perjuangan pengarang muda dalam menggapai cita-cita. Sedangkan tema-tema minor yang dapat mendukung tema mayor adalah: 1. Pengorbanan cinta demi cita-cita 2. Penghargaan untuk sesuatu yang baru 3. Persahabatan dan permusuhan 3.2 Alur dalam drama Kejahatan Membalas Dendam 3.2.1 Berdasarkan kriteria urutan waktunya, alur dalam drama ini ialah alur maju, karena peristiwa kronologisnya disampaikan secara runtut dari awal hingga akhir.
  • 11. 3.2.2 Berdasarkan kriteria jumlahnya, alur dalam drama ini ialah alur jamak, karena menampilkan perjalanan hidup lebih dari satu tokoh protagonis, yakni Ishak dan Satilawati. 3.2.3 Berdasarkan kriteria hubungan antar peristiwa, alur dalam drama ini ialah alur erat, karena setiap bagian dalam drama ini terasa penting dan menentukan. 3.2.4 Berdasarkan kriteria cara pengakhirannya, alur dalam drama ini ialah alur 10 tertutup, karena penampilan kisahnya diakhiri secara jelas. 3.2.5 Tahapan alur dalam drama ini adalah sebagai berikut: 3.2.5.1 Eksposisi Perkenalan dalam drama ini dimulai dari babak pertama pada adegan 1 – 3. Bagian ini memperkenalkan kepada penonton tokoh Ishak dan tunangannya, Satilawati. 3.2.5.2 Insiden permulaan Insiden permulaan pada drama ini terdapat pada babak pertama adegan ketiga: SATILAWATI. Bahaya apa? ISHAK. Aku mungkin dipandang penghianat oleh rakyat. SATILAWATI. Karena apa? ISHAK. Karena karanganku. .......... SATILAWATI. Tapi mengapa engkau akan dipandang Penghianat? ISHAK. Perasaanku saja begitu. Setelah membaca keritik Pak Orok dalam suatu majalah. SATILAWATI. Pak Orok itu siapa? ISHAK. Pengarang kolot. ... ... ISHAK. Karena mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Aku pergi, jauh, jauh sekali. SATILAWATI. Ke mana? ISHAK. Ke tempat aku dipahamkan orang.
  • 12. 11 3.2.5.3 Pertumbuhan laku Pertumbuhan laku pada drama ini terletak pada babak pertama, adegan kedelapan: SUKSORO. Tentang Satilawati. Ia keras kepala benar. ...... SUKSORO. (kesal) Bukan keras kepala begitu, bi. Ia kena hatinya kepada seorang anak muda, Ishak namanya. PEREMPUAN TUA. Apa salahnya? SUKSORO. Tidak ada salahnya. Tapi pemuda itu tidak ada yang dapat diharapkan dari dia. Ia mengarang, sangkanya ia sudah bisa mengarang, tapi sebenarnya ia tak mempunyai bakat sama sekali. ... PEREMPUAN TUA. Jadi? ... Engkau suruh datang aku ini untuk mengalangi itu? (berdiam diri sejurus). Kadang-kadang kukutuki aku pandai menjadi dukun ini. Selalu merusakkan dan tidak pernah membangunkan, memperbaiki. 3.2.5.4 Krisis/titik balik Krisis dalam drama ini terdapat dalam babak ketiga, adegan kesebelas : PEREMPUAN TUA. Satilawati! KARTILI. Satilawati! SATILAWATI. (menentang mata Kartili, Kartili menekur) Ia hendak membunuh nenek! Ia hendak meracuni nenek! PEREMPUAN TUA. (heran) Satilawati! SATILAWATI. Dari tadi aku tiba di sini. Semuanya kuintip dari sela dinding. Ia hendak meracuni nenek, karena nenek tidak mau menolongknya. PEREMPUAN TUA. (tertawa keras-keras) Hi, hi, hi, hi.dan oleh karena itu engkau mengejut-ngejutkan aku Satilawati? SATILAWATI. Nenek tidak percaya? PEREMPUAN TUA. Kaukira aku tidak tahu? Bayangan kopi yang berisi dengan yang tidak berisi lain, anakkku (Kartili hendak lari ke luar). Nanti, nanti sebentar tuanku. Jangan pergi
  • 13. dulu (sambil menunjuk kepada Ishak yang masih bingung kelihatan). Ini siapa? KARTILI. (memandang kepada Ishak, terkejut) Ishak! PEREMPUAN TUA. Ya, Ishak. Seorang korban tuan. ISHAK. (berdiri) Kartili! (memandang kepada Satilawati) Satilawati! KARTILI. (lari ke pintu, ke luar). 12 3.2.5.5 Penyelesaian Penyelesaian dalam drama ini terdapat pada babak keempat, adegan keenam, ketika Suksoro menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada Ishak: SUKSORO: (Seperti ketakutan) Ishak, sekarang baru aku tahu, apa sebenarnya yang dicita-citakan pengarang muda. Maafkan aku, Ishak. ISHAK: Tidak ada yang harus dimaafkan, tuan Suksoro. Tuan telah banyak berjasa . . . 3.2.5.6 Catastrope Cerita dalam drama ini berakhir dengan happy ending, dibuktikan dengan sadarnya Suksoro atas kesalahannya sehingga Ishak merasa karyanya diterima dan mendapat penghargaan dari Suksoro. Selain itu, kisah cinta Ishak dengan Satilawati dapat berlanjut. Di akhir cerita pun Kartili menjadi gila. Ia mendapat balasan atas kejahatannya. 3.3 Penokohan dalam drama Kejahatan Membalas Dendam 3.3.1 Tokoh protagonis Ishak dan Satilawati sebagai tokoh protagonis. Frekuensi muncul kedua tokoh utama ini bisa dikatakan sangat sering sekali dalam setiap bagian. Bahkan dari bagian awal hingga akhir cerita, keberadaan keduanya tidak pernah lepas sebab kedua tokoh ini merupakan sumber cerita.
  • 14. Ishak, seorang pengarang muda berumur 29 tahun, dengan semangat yang tinggi mewakili watak dan jiwa para muda, berpola pikir maju meski dalam perjalanan hidupnya sempat menjadi pengecut dan pesimis demi mencapai cita-citanya. Sebagai seorang pengarang lulusan sekolah menengah, Ishak juga lebih menyukai kesendirian sebab dengan kesendirian dan rasa sepi dia bisa menikmati hasrat menulisnya yang memuncak. Sementara Satilawati, merupakan seorang perawat yang berhati tulus, terlebih dalam hal cinta dan kasih sayangnya kepada orang yang dia sayangi. Dari sisi fisik, Satilawati juga digambarkan sebagai seorang gadis muda yang berparas cantik. 13 3.3.2 Tokoh antagonis Kartili dan Suksoro, sebagai tokoh antagonis, kemunculanya selalu menciptakan permasalahan/konflik baru bagi tokoh utama dalam cerita. Kartili yang merupakan seorang dokter terus memberikan konflik-konflik hingga klimaksnya dia berencana membunuh perempuan tua karena menolak untuk membantunya. Watak Kartili picik, pembohong, dan selalu berpikir bahwa uang adalah segalanya. Sedikit berbeda dengan Kartili, Suksoro yang juga merupakan tokoh antagonis dalam cerita ini pada akhir cerita menjadi tokoh yang baik seiring dengan selesainya konflik yang dialaminya dengan tokoh utama atau protagonis. Suksoro yang merupakan seorang pengarang kolot lulusan sekolah desa memiliki watak egois, keras, beridealisme kuat dan tidak berperasaan. 3.3.3 Tokoh tritagonis Asmadiputera dan Perempuan Tua, sebagai tokoh tritagonis. Asmadiputera yang merupakan seorang Maester in de rechten (sarjana hukum) sangatlah setia kepada Ishak, sahabatnya. Sementara Perempuan tua dalam cerita ini yang awalnya seperti dimunculkan untuk mengiringi tokoh antagonis ternyata selanjutnya dijadikan tokoh yang berdiri sendiri yakni sebagai tokoh pelerai yang pada akhirnya terlibat dalam penyelesaian konflik cerita. Perempuan tua yang merupakan seorang
  • 15. dukun miskin ini digambarkan sebagai seseorang yang berhati nurani dengan menolak untuk diminta memisahkan Ishak dan Satilawati namun justru menolong keduanya. 14 3.4 Kode Budaya dalam drama Kejahatan Membalas Dendam Kejahatan Membalas Dendam menyingkap sebuah realitas pada saat karya ini dibuat yaitu adanya sebuah perbedaan yang terjadi antara para pengarang tua dan pengarang muda. Para pengarang tua yang digambarkan Idrus menjadi sosok Suksoro tetap berkeras pada aturan kesastraan/kepenulisan yang mereka pegang. Sedangkan pengarang muda menginginkan sesuatu yang baru yang bisa mengekspresikan jiwa mereka. Melalui dramanya ini Idrus ingin membela angkatan baru termasuk dirinya, agar jangan takut dimusuhi oleh angkatan lama. Sejalan dengan pemikiran Chairil Anwar yang menganggap sajak-sajak Sutan Takdir Alisjahbana ketinggalan zaman. Ia bersama dengan Charil Anwar seolah ikut mengobarkan semangat untuk menciptakan suatu kebaruan dalam kesusateraan Indonesia. Aspek lain yang kiranya penting untuk mendapat perhatian adalah ekspresi kepercayaan Idrus kepada pemerintah Nippon yang dilukiskan dalam drama ini. Idrus benar-benar menganggap bahwa Nippon datang ke Indonesia sebagai saudara yang akan membawa bangsa ini menuju zaman yang terang. Padahal telah tertulis di buku-buku sejarah, tentang penderitaan rakyat Indonesia di bawah penjajahan Jepang yang hanya 3,5 tahun tidak kalah pedihnya dibandingkan penderitaan dijajah Belanda selama 3,5 abad. Data yang membutikannya adalah sebagai berikut: (Babak ketiga, adegan keempat belas) ISHAK. Tentang penyerahan padi. Mengapa mereka harus menyerahkan padi kepada pemerintah, bahwa mereka harus bergiat menanam padi dan menyerahkannya. Untuk perang, untuk kemenangan akhir, kataku. Hanya perkataan yang penghabisan ini yang dapat mereka pahamkan. Mereka bertepuk . . . Sayang, aku tidak bisa berbahasa Sunda dan mereka tidak bisa berbahasa Indonesia.
  • 16. Selain itu ada penyingkapan realitas lainnya yang diungkap di drama ini. Ternyata korupsi memang telah terjadi sejak zaman dahulu. Dalam drama ini ditunjukkan dengan terbongkarnya kejahatan Kartili yang suka mencatut obat. 15 (Babak ketiga, adegan kedelapan) PEREMPUAN TUA. Rahasia tuan ialah: tuan mencatutkan obat-obat rumah sakit. KARTILI. (terkejut, marah) Itu tidak benar. IV. KESIMPULAN Drama Kejahatan Membalas Dendam karya A. Idrus ini merupakan drama yang bertemakan kehidupan sosial pada saat revolusi kemerdekaan, yakni pada periode Angkatan ’45. Drama ini mengandung tema mayor: Perjuangan pengarang muda dalam menggapai cita-cita. Serta beberapa tema minor yang mendukung tema mayor. Alur dalam drama ini meliputi alur maju, alur jamak, alur erat, dan alur tertutup. Sedangakan dalam penokohannya sendiri terdiri atas 2 tokoh protagonis, 2 tokoh antagonis, dan 2 tokoh tritagonis. Lewat tokoh-tokohnya, A. Idrus melakukan suatu pembelaan terhadap karya pengarang muda yang pada waktu itu dianggap tidak sesuai oleh pengarang tua. Oleh karena itu, lewat drama ini, A. Idrus mengobarkan semangat untuk menciptakan suatu kebaruan dalam kesusateraan Indonesia.
  • 17. 16 DAFTAR PUSTAKA Esten, Mursal. 1990. Sastra Indonesia dan Tradisi Sub Kultur. Bandung: Angkasa. Idrus, A. 1978. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Jakarta: Balai Pustaka www. adiwidia.wordpress.com www.fidanaza.blogspot.com www. miung.com www.pine2.blogspot.com www.wikipedia.org www.winawimala.wordpress.com
  • 18. 17 Lampiran Sinopsis Kejahatan Membalas Dendam Karya A. Idrus Drama Kejahatan Membalas Dendam yang diambil dalam roman Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma ini menceritakan tentang kisah seorang pengarang muda yang bernama Ishak. Ishak rela mengorbankan segalanya termasuk cinta demi cita-citanya. Hal itu dibuktikan dengan ia pergi meninggalkan Satilawati yang merupakan tunangan Ishak. Satilawati menganggap Ishak pengecut karena lari dari kenyataan. Ishak pergi karena kritikan Pak Orok (Suksoro) yang dianggap akan menjauthkan reputasinya. Suksoro (ayah Satilawati) sangat membenci Ishak, Ia menganggap bahwa Ishak tidak bebakat menjadi pengarang. Karena ketidaksukaannya terhadap hubungan anaknya, Suksoro berniat untuk memisahkan Satilawati dengan Ishak yaitu dengan meminta bantuan bibinya seorang perempuan tua yang datang dari Cianjur. Perempuan tua tersebut adalah seorang dukun masyhur dalam menceraikan orang. Namun, perempuan tua itu menolak untuk memisahkan Satilawati dari Ishak, karena ia tau cucunya (Satilawati) sangat mencintai Ishak. Suatu hari saat Satilawati sedang bercakap-cakap dengan neneknya tentang Ishak, ia meminta neneknya tersebut untuk menyatukan kembali hubungannya. Namun, neneknya tidak bisa karena itu bukan pekerjaannya. Meskipun Kartili (dokter, teman Ishak) telah menyatakan bahwa Ishak memiliki penyakit keturunan yaitu gila, tetapi Satilawati tetap mencintai Ishak. Di hari yang sama Kartili dan Asmadiputera (meester in de rechten, teman Ishak) datang ke rumah Satilawati untuk mempertahankan roman Ishak dan memperbaiki nama baik Ishak. Setelah Asmadiputera bertemu dengan Pak Orok yang ternyata dia itu Suksoro menyatakan bahwa Suksoro harus mau menerima roman Ishak dan menerima kenyataan yang sebenarnya terjadi, namun Suksoro tetap menolak. Ia tetap pada pendiriannya. Setelah Asmadiputera pulang, Sukroso dan perempuan tua bercakap-cakap. Suksoro menanyakan jawaban tentang permintaannya, namun perempuan tua tetap pada pendiriannya. Ia tidak mau memisahkan Satilawati dengan Ishak. Mendengar hal tersebut Suksoro marah dan mengusir perempuan tua tersebut dari rumahnya. Setelah pulang ke rumahnya kembali, perempuan tua menemukan seorang pemuda sedang menunggui rumahnya. Pemuda tersebut adalah Ishak, namun perempuan tua tidak
  • 19. mengetahuinya. Perempuan tua memberikan semangkuk kopi dan makanan, namun tak ada yang dimakan oleh Ishak. Ishak terus menulis dan menulis sampai akhirnya tertidur. Pagi harinya Ishak baru mengetahui kalau di rumah tersebut ternyata ada seorang nenek. Ia bersujud dan meminta maaf karena semalaman ia terus menulis. Ishak pun tidur terlelap di bangku luar rumah. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, yang datang ternyata Kartili. Perempan tua kaget, Kartili datang untuk meminta tolong kepada perempuan tua. Katanya ia sedang berkesusahan dan meminta perempan tua membinaskan seseorang. Namun, perempuan tua menolak karena Kartili telah berbohong kepadanya. Saat perempuan tua pergi keluar, Kartili menuangkan isi dari bungkusan kecil ke dalam kopi perempuan tua tersebut lalu lekas kembali seperti tidak tahu apa-apa. Setelah perempuan tua kembali masuk dan berkata bahwa ia tidak bisa menolong Kartili, Kartili memberikan uang dan bergegas akan pergi. Saat akan bertolak keluar, tiba-tiba pintu ditolakkan orang dengan keras dan ternyata yang datang adalah Satilawati. Perempuan tua sangat terkejut melihat Satilawati, ia menghampiri neneknya sambil menepuk mangkuk yang dipegang oleh perempuan tua. Mangkuk jatuh. Satilawati berkata kalau Kartili hendak bermaksud membunuh perenpuan tua tersebut. Ternayata Satilawati sudah datang dari tadi dan mengintip. Saat Kartili hendak keluar, perempuan tua menahannya dan menunjukkan Ishak kepada Kartili dan Satilawati. Satilawati dan Kartili terkejut. Perempuan tua menjelaskan pada Satilawati bahwa Ishak sakit karena Kartili. Satilawati datang ke rumah neneknya karena bertengkar dengan Suksoro. Ia telah mengetahui semuanya. Namun, neneknya menyuruh Satilawati untuk kembali pada ayahnya. Satilawati menolak. Namun karena bujukan dari neneknya akhirnya Satilawati mau menuruti neneknya. Setelah sailawati pergi, Ishak datang dengan bercucuran keringat. Ia mengeluh kepada perempuan tua. Ia menyesal karena para petani yang mendengarkan pidatonya tidak mengerti bahasa Indonesia dan Ishak tidak bisa bahasa Sunda. Sebulan kemudian, saat Ishak dan perempuan tua sedang di tepi sawah Ishak melihat para petani dengan girang bekerja dan menyerahkn padinya kepada pmerintah. Ternyata perempuan tua telah memberitahukan kepada masyarakat tentang yang selama ini dipidatokan oleh Ishak. Perempuan tua tersebut menyalinnya kedalam bahasa Sunda. Di tepi sawah itu Ishak mengenang masa lalunya dan menceritakannya kepada perempuan tua. Ishak terlihat sangat gembira, namun setelah ia mendengar bahwa Suksoro dan satilawati akan datang hari itu ia langsung termenung dan pergi. 18
  • 20. Tak lama kemudian Suksoro, Satilawati dan Asmadiputera datang ke sawah. Satilawati melihat ishak bekerja dengan giat, sedangkan Asmadiputera pergi ke rumah perempuan tua untuk melihat tulisan Ishak selama ini. Satilawati dan Suksoro mendekati Isahak yang sedang bekerja. Setelah melihat Satilawati dan Suksoro, Ishak bergegas bersalaman pada Suksoro. Setelah lama berbincang-bincang, perempuan tua dan Asmadiputera pun datang menghampiri Ishak. Asmadiputera berniat untuk menerbitkan buku yang ditulis oleh Ishak. Ketika sedang berbincang perempuan tua membakar azimat yang ia miliki dengan maksud untuk memusnahkan ilmu hitamnya. Sementara itu Asmadiputera melihat Kartili dengan rambut yang acak-acakan, ternyata Ia gila. 19