Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

CTA vs SAP berbasis akrual

5,481 views

Published on

Konsep LKPD berbasis cash toward accrual dan berbasis accrual

Published in: Business
  • Dating for everyone is here: ❤❤❤ http://bit.ly/39mQKz3 ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ❤❤❤ http://bit.ly/39mQKz3 ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

CTA vs SAP berbasis akrual

  1. 1. CTA vs SAP BERBASIS AKRUAL 1
  2. 2. Pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya diakui pada saat terjadinya aliran kas atau setara kas Pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya diakui pada saat transaksi dan peristiwa tersebut terjadi BASIS KAS BASIS AKRUAL 2 KONSEP BASIS AKUNTANSI
  3. 3. DASAR HUKUM PENERAPAN BASIS AKRUAL • Pendapatan negara/daerah adalah hak pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih • Belanja negara/daerah adalah kewajiban pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih Psl 1 UU17/2003 • Ketentuan mengenai pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual dilaksanakan selambat-lambatnya dalam 5 (lima) tahun Psl 36 ayat (1) UU 17/2003 • Ketentuan mengenai pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual dilaksanakan selambat-lambatnya tahun anggaran 2008 Psl 70 ayat (2) UU 1/2004 3
  4. 4. lanjutan • Entitas Pelaporan dapat menerapkan PSAP Berbasis Kas Menuju Akrual paling lama 4 (empat) tahun setelah Tahun Anggaran 2010 • Tahun 2015 PSAP Berbasis Akrual harus diterapkan PP No. 71 Tahun 2010 4
  5. 5. 5 PERBEDAAN CTA DAN AKRUAL CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL Basis Akuntansi Basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam LRA Basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca (Par 39) Basis Akuntansi Basis akrual untuk pengakuan pendapatan- LO, beban, aset, kewajiban, dan ekuitas (Par 42) Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasar basis kas, maka LRA disusun berdasarkan basis kas. Bilamana anggaran disusun dan dilaksanakan berdasarkan basis akrual, maka LRA disusun berdasarkan basis akrual. (Par 44)
  6. 6. 6 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL Pengakuan Unsur Laporan Keuangan Pengakuan Pendapatan (Par 88) Pendapatan menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut atau ada aliran masuk sumber daya ekonomi. Pendapatan menurut basis kas diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan. Pengakuan Belanja (Par 89) Belanja menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya kewajiban atau pada saat diperoleh manfaat. Belanja menurut basis kas diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan Pengakuan Unsur Laporan Keuangan Pengakuan Pendapatan (Par 95) Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut atau ada aliran masuk sumber daya ekonomi. Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan Pengakuan Belanja dan Beban (Par96-97) Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya konsumsi aset, atau terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa. Belanja diakui berdasarkan terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan
  7. 7. 7 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL Unsur Laporan Keuangan a. LRA -Pendapatan -Belanja -Transfer -Pembiayaan b. Neraca -Aset -Kewajiban -Ekuitas Dana (Ekuitas dana lancar, investasi dan dana cadangan) (Par 57-77) Unsur Laporan Keuangan Laporan Pelaksanaan Anggaran a. LRA -Pendapatan-LRA -Belanja -Transfer -Pembiayaan b. Laporan Perubahan SAL Laporan Finansial a. Neraca -Aset -Kewajiban -Ekuitas (Par 60-83)
  8. 8. 8 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL Unsur Laporan Keuangan (lanjutan) c. Laporan Kinerja Keuangan Laporan realisasi pendapatan (basis akrual) & belanja (basis akrual) – bersifat OPTIONAL d. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) Kenaikan dan penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan tahun sebelumnya - bersifat OPTIONAL e. Laporan Arus Kas -Penerimaan Kas -Pengeluaran Kas f. CaLK Unsur Laporan Keuangan (lanjutan) b. Laporan Operasional (LO) -Pendapatan-LO -Beban -Transfer -Pos Luar Biasa c. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) Kenaikan dan penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan tahun sebelumnya d. Laporan Arus Kas -Penerimaan Kas -Pengeluaran Kas e. CalK
  9. 9. 9 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL LAPORAN REALISASI ANGGARAN Diperlukan dalam rangka memenuhi kewajiban pemerintah yang diatur dalam peraturan perundangan (statutory) LAPORAN REALISASI ANGGARAN Tetap diperlukan untuk memenuhi kewajiban pemerintah yang diatur dalam peraturan perundangan (statutory)
  10. 10. 10 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL LAPORAN PERUBAHAN SAL Tidak ada laporan tersendiri LAPORAN PERUBAHAN SAL Laporan Perubahan SAL menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya pos- pos berikut: a. Saldo Anggaran Lebih awal; b. Penggunaan Saldo Anggaran Lebih; c. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran tahun berjalan; d. Koreksi Kesalahan Pembukuan tahun Sebelumnya; dan e. Lain-lain; f. Saldo Anggaran Lebih Akhir. (Par 41)
  11. 11. 11 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL NERACA Ekuitas Dana terbagi; • Ekuitas Dana Lancar: selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek, termasuk sisa lebih pembiayaan anggaran/saldo anggaran lebih • Ekuitas Dana Investasi: mencerminkan kekayaan pemerintah yang tertanam dalam investasi jangka panjang, aset tetap, dan aset lainnya, dikurangi dengan kewajiban jangka panjang • Ekuitas Dana Cadangan: mencerminkan kekayaan pemerintah yang dicadangkan untuk tujuan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (Par 78-81) NERACA Hanya Ekuitas, yaitu kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah pada tanggal laporan. Saldo ekuitas di Neraca berasal dari saldo akhir ekuitas pada Laporan Perubahan Ekuitas (Par 84-85)
  12. 12. 12 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL LAPORAN ARUS KAS • Disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan (Par 15) • Arus masuk dan keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset non keuangan, pembiayaan, dan non anggaran (Par 86) LAPORAN ARUS KAS • Disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum (Par 15) • Arus masuk dan keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris (Par 90)
  13. 13. 13 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL LAPORAN KINERJA KEUANGAN • Bersifat optional • Disusun oleh entitas pelaporan yang menyajikan laporan berbasis akrual • Sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos : a) Pendapatan dari kegiatan operasional; b) Beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi; c) Surplus atau defisit. (Par 20 & 86) LAPORAN OPERASIONAL • Merupakan Laporan Keuangan Pokok • Menyajikan pos-pos sebagai berikut: a) Pendapatan-LO dari kegiatan operasional; b) Beban dari kegiatan operasional ; c) Surplus/defisit dari Kegiatan Non Operasional, bila ada; d) Pos luar biasa, bila ada; e) Surplus/defisit-LO. (Par 14 & 92)
  14. 14. 14 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS • Bersifat optional • Sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos: a) Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran; b) Setiap pos pendapatan dan belanja beserta totalnya seperti diisyaratkan dalam standar-standa lainnya, yang diakui secara langsung dalam ekuitas; e) Efek kumulatif atas perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang mendasar diatur dalam suatu standar terpisah . (Par 20 & 95) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS • Merupakan Laporan Keuangan Pokok • Sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos: a) Ekuitas awal; b) Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan; c) Koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas, misalnya: koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap. d) Ekuitas akhir. (Par 14 & 101)
  15. 15. 15 lanjutan CASH TOWARDS ACCRUAL ACCRUAL CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN • Disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam LRA, Neraca, LAK harus mempunyai referensi silang dengan informasi terkait dalam Catatan atas Laporan Keuangan. • CaLK meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA, Neraca, dan LAK (Par 98 & 99) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN • Disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam LRA, Laporan Perubahan SAL, Neraca, LO, LAK, dan LPE harus mempunyai referensi silang dengan informasi terkait dalam Catatan atas Laporan Keuangan. • Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA, Laporan Perubahan SAL, Neraca, LO, LAK, dan LPE. (Par 105 & 106)
  16. 16. KOMPONEN LK (Lampiran I.02 PSAP 01 paragraph 14 ) 1. Laporan Realisasi Anggaran; 2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih; 3. Neraca; 4. Laporan Operasional; 5. Laporan Arus Kas; 6. Laporan Perubahan Ekuitas; 7. Catatan atas Laporan Keuangan. 16
  17. 17. PENDAPATAN BEBAN Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali. JENIS-JENIS PENDAPATAN LO: PAD Pendapatan Transfer Lain-lain Pendapatan yang sah Beban-LO adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban. Jenisnya: Beban pegawai Beban persediaan Beban jasa Beban pemeliharaan Beban Perjalanan Dinas Beban Bunga Beban subsidi Beban hibah Beban bantuan sosial Beban penyusutan AKUN-AKUN DALAM LAPORAN OPERASIONAL 17
  18. 18. • Pendapatan/Beban yg bukan merupakan operasi biasa • Tidak diharapkan sering/rutin terjadi • Di luar kendali/ pengaruh entitas ybs • Sifat & jumlah diungkap dalam CalK • Sifatnya tidak rutin, termasuk surplus/defisit dari penjualan aset non lancar dan penyelesaian kewajiban jangka panjang • Penurunan manfaat ekonomi/potensi jasa dalam periode pelaporan • menurunkan ekuitas • berupa pengeluaran/ konsumsi aset atau timbulnya kewajiban • Hak pemerintah • Diakui sebagai penambah ekuitas • Dalam periode tahun anggaran yg bersangkutan • Tidak perlu dibayar kembali Pendapatan-LO (dari kegiatan operasional) Beban (dari kegiatan operasional) Pos Luar Biasa Kegiatan Non Operasional STRUKTUR LAPORAN OPERASIONAL Surplus/Defisit LO Selisih lebih/kurang antara pendapatan dan beban selama satu periode pelaporan 18
  19. 19. • Pendapatan LO dan beban dalam bentuk barang/jasa harus dilaporkan berdasarkan nilai wajarnya pada tanggal transaksi dan diungkap dalam CaLK • Transaksi pendapatan dan beban dalam bentuk barang/jasa antara lain hibah dalam wujud barang, barang rampasan, dan jasa konsultasi • Pembiayaan tidak diperhitungkan dalam perhitungan surplus/defisit LO karena transaksi pembiayaan tidak terkait dengan operasi pada periode pelaporan. KONSEPSI BASIS AKRUAL DAN FEATURE LAPORAN OPERASIONAL 19
  20. 20. • Pada saat timbul hak atas pendapatan (hak untuk menagih) atau • Pada saat pendapatan direalisasi . . .. AKUNTANSI PENDAPATAN PADA LAPORAN OPERASIONAL Pengakuan Pencatatan Pengungkapan Klasifikasi Menurut sumber pendapatan Rincian lebih lanjut sumber pendapatan disajikan dalam CaLK Berdasarkan azas bruto 20
  21. 21. TRANSAKSI PENDAPATAN AKRUAL - LO 1. Telah terbit Surat Ketetapan Pajak (SKP) di tahun 2009 sebesar Rp500 Dicatat sebagai pendapatan pajak pada periode dikeluarkannya SKP Jurnal: Piutang Pajak 500 Pendapatan Pajak 500 2. Pajak diterima oleh kas negara Rp300 Dicatat sebagai pelunasan piutang Jurnal: Kas 300 Piutang Pajak 300 3. Pada tanggal neraca terdapat SKP yang belum dibayar oleh Wajib Pajak Rp200 Tidak ada jurnal CONTOH TRANSAKSI PADA LAPORAN OPERASIONAL 21
  22. 22. • Menurut klasifikasi ekonomi • Penyusutan dapat dilakukan dengan metode garis lurus, saldo menurun, dan unit produksi • Beban Persediaan dicatat berdasarkan pemakaian persediaan pada satu periode berkenaan • Saat timbul kewajiban • Terjadinya konsumsi aset • Terjadinya penurunan manfaat ekonomi/potensi jasa . . .. AKUNTANSI BEBAN PADA LAPORAN OPERASIONAL Pengakuan Pencatatan Pengungkapan KlasifikasiBeban berdasarkan klasifikasi organisasi dan klasifikasi lain yang dipersyaratkan menurut ketentuan perundangan disajikan dalam CaLK 22
  23. 23. TRANSAKSI BEBAN AKRUAL-LO 1. Satuan Kerja menerima tagihan listrik sebesar Rp200 pemakaian bulan Desember 20xx Dicatat sebagai beban Jurnal: Beban langganan daya dan jasa 200 Utang Belanja 200 2. Pada tanggal 31 Desember 20xx belum dilakukan pembayaran tagihan listrik Tidak ada jurnal CONTOH TRANSAKSI PADA LAPORAN OPERASIONAL TRANSAKSI NON OPERASIONAL AKRUAL-LO 1. Satker menjual aset non lancar pada Desember 20xx sebesar Rp 150, dengan harga perolehan Rp 90 Dicatat sebagai Surplus penjualan aset non lancar. Jurnal: Kas 150 Aset tetap 90 Surplus penjualan aset non lancar 6023
  24. 24.  Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan sekurang- kurangnya pos-pos: a) Ekuitas awal b) Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan; c) Koreksi-koreksi yang langsung menambah/ mengurangi ekuitas, yang antara lain berasal dari dampak kumulatif yang disebabkan oleh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan mendasar, misalnya: (1) koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya; (2) perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap. d) Ekuitas akhir. 24 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
  25. 25. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Ekuitas akhir Ekuitas awal Surplus/defisit LO pada periode bersangkutan Dampak kumulatif perubahan kebijakan/kesalahan mendasar PP 71/2010 AKRUAL Melaporkan perubahan ekuitas dan surplus/defisit PP 24/2005 CTA Opsional PERANAN LAPORAN OPERASIONAL DALAM PERUBAHAN EKUITAS 25
  26. 26.  Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih menyajikan informasi kenaikan atau penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya pos-pos berikut: a) Saldo Anggaran Lebih awal; b) Penggunaan Saldo Anggaran Lebih; c) Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran tahun berjalan; d) Koreksi Kesalahan Pembukuan tahun Sebelumnya; dan e) Lain-lain; f) Saldo Anggaran Lebih Akhir. 26 LAPORAN PERUBAHAN SALDO ANGGARAN LEBIH
  27. 27. • Pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh dan dapat diukur dengan andal • Pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikannya dan atau kepenguasaannya berpindah . . .. AKUNTANSI PERSEDIAAN Pengakuan Pencatatan Pengungkapan Pengukuran • Biaya perolehan • Harga pokok produksi • Nilai wajar • Kebijakan akuntansi dalam pengukuran; • Penjelasan tentang jenis persediaan • • Catatan persediaan disesuaikan dengan hasil inventarisasi fisik pada akhir periode akuntansi; • Pencatatan beban persediaan dalam rangka penyajian LO. 27
  28. 28. 28 PERBANDINGAN ANTARA CTA DAN AKRUAL KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik (par 16, PP 24/2005) Pada akhir periode akuntansi catatan persediaan disesuaikan dengan hasil inventarisasi fisik (par 14, PP 71/2010) Nilai pembelian yang digunakan adalah biaya perolehan persediaan yang terakhir diperoleh (par 20, PP 24/2005) Persediaan dapat dinilai dengan menggunakan : -Metode sistematis (FIFO atau rata-rata tertimbang) -Harga pembelian terakhir (par 17 PP 71/2010)
  29. 29. 29 lanjutan KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL Pengukuran Persediaan yang diproduksi sendiri (par 18 (b) dengan biaya standar Pengukuran Persediaan yang diproduksi sendiri (par 15 (b) dengan harga pokok produksi
  30. 30. 30 lanjutan KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL Tidak ada Terdapat bagian yang mengatur mengenai beban persediaan : -Dicatat sebesar pemakaian persediaan -Dalam rangka penyajian LO -Pengukuran persediaan secara perpetual dan periodik (par 22 s.d. 25, PP 71/2010)
  31. 31. TRANSAKSI PEMBELIAN Neraca 1. RSUD membeli persediaan obat sebesar Rp200 pada bulan Maret 20xx Dicatat sebagai persediaan obat Jurnal: Persediaan obat 200 Kas 200 LRA Dicatat sebagai belanja Jurnal: Belanja Barang dan Jasa 200 Estimasi Perubahan SAL 200 TRANSAKSI PEMAKAIAN Neraca – Akrual LO 2. RSUD memakai persediaan obat sebesar Rp100 pada bulan April 20xx Dicatat sebagai pengurang persediaan Jurnal: Beban Persediaan 100 Persediaan 100 CONTOH TRANSAKSI PERSEDIAAN 31
  32. 32. . . .. AKUNTANSI PIUTANG Pengakuan Pencatatan Pengungkapan Pengukuran • Nilai yang belum dilunasi; • Nilai bersih yang dapat direalisasikan. • Metode penyisihan piutang; • Penjelasan tentang jenis piutang Dicatat sebesar nominal 32 Pada saat hak klaim untuk mendapatkan arus kas masuk atau manfaat ekonomi lainnya dari entitas lain dan dapat diukur dengan andal
  33. 33. 33 PERBANDINGAN ANTARA CTA DAN AKRUAL KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL sama Piutang diakui ketika hak klaim untuk mendapatkan arus kas masuk atau manfaat ekonomi lainnya dari entitas lain telah atau tetap masih terpenuhi, dan nilai klaim tersebut dapat diukur atau diestimasi. (PSAP 01, par 91. PP 71/2010)
  34. 34. 34 PERBANDINGAN ANTARA CTA DAN AKRUAL KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL sama, namun sebagian besar pemda belum menerapkan Metode penyisihan terhadap piutang yang tidak tertagih terdiri atas taksiran kemungkinan tidak tertagih pada setiap akhir periode. Penyisihan tersebut dapat dilakukan berdasarkan umur piutang atau dari jumlah yang ditetapkan. (Bultek 16))
  35. 35. No. Uraian Umur Piutang Jumlah 1 s/d 2 thn 2 s/d 3 thn > 3 thn 1 Piutang 5.000 2.000 1.000 8.000 % Penyisihan 5% 10% 20% Penyisihan PTT 250 200 200 650 ILUSTRASI DAFTAR DAN PENCATATAN PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH (PTT) 35 No. Kode Akun Uraian Debet Kredit 1 XXX Beban Penyisihan PTT XXX XXX Penyisihan PTT XXX
  36. 36. . . .. AKUNTANSI INVESTASI Pengakuan Pencatatan Pengungkapan Pengukuran Invetasi Permanen: - Nilai perolehan; - Nilai nominal; - Nilai wajar Investasi Non Permanen: Nilai Bersih yang Dapat Direalisasikan (NRV) • Kebijakan akuntansi untuk penentuan nilai; • Penjelasan tentang jenis persediaan; • dll Dicatat sebesar nilai perolehan, nominal, atau wajar 36 • Pada saat terdapat kemungkinan manfaat ekonomi/sosial di masa datang; • Saat diperoleh; • Saat serah terima.
  37. 37. 37 PERBANDINGAN ANTARA CTA DAN AKRUAL KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL Tidak ada Paragraf 34 : Paragraf 35 : Tidak ada Penyajian sebagai keuntungan/rugi atas selisih pelepasan investasi dalam laporan operasional (par 41 s.d. 42, PP 71/2010) sama, namun sebagian besar pemda belum menerapkan Dana bergulir disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan
  38. 38. . . .. AKUNTANSI ASET TAK BERWUJUD Pengakuan Penyajian Pengungkapan Pengukuran Nilai perolehan • Kebijakan amortisasi; • Jenis-jenis; • dll Disajikan dalam nilai netto 38 Pada saat terdapat kemungkinan untuk menghasilkan barang dan jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual
  39. 39. 39 PERBANDINGAN ANTARA CTA DAN AKRUAL KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL sama, namun sebagian besar pemda belum menerapkan Aset tak berwujud harus diperhitungkan penyusutan/amortisasi baik akumulasi penyusutan/amortisasi dalam neraca maupun beban penyusutan dalam LO.
  40. 40. . . .. AKUNTANSI ASET TETAP Pengakuan Penyajian Pengungkapan Pengukuran - Biaya perolehan; - Nilai wajar saat perolehan. • Dasar penilaian; • Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode; • Informasi penyusutan; • dll Dicatat sebesar nilai perolehan dan disandingkan dengan akumulasi penyusutan 40 • Pada saat manfaat ekonomi masa depan dapat diperoleh dan dapat diukur dengan andal; • Saat diterima; • Hak kepemilikan diserahkan; • Penguasaan berpindah
  41. 41. 41 PERBANDINGAN ANTARA CTA DAN AKRUAL KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL Perolehan suatu aset tetap yang memenuhi kriteria perolehan aset donasi, maka perolehan tersebut diakui sebagai pendapatan pemerintah dan belanja modal dalam jumlah yang sama dalam LRA (par 49, PP 24/2005) Perolehan suatu aset tetap yang memenuhi kriteria perolehan aset donasi, maka perolehan tersebut diakui sebagai pendapatan operasional (par 48, PP 71/2010)
  42. 42. 42 lanjutan KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL sama, namun sebagian besar pemda belum menerapkan Aset tetap harus diperhitungkan penyusutannya baik akumulasi penyusutan dalam neraca maupun beban penyusutan dalam LO. Metode penyusutan terdiri dari: - Garis lurus - Saldo menurun ganda - Unit produksi (par 52-54, PP 71/2010)
  43. 43. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUTAN ASET TETAP 43 Untuk menghitung penyusutannya, pertama ditetapkan sisa masa manfaat pada saat penyusunan neraca awal Selanjutnya dihitung masa antara neraca awal dengan saat penerapan penyusutan Untuk aset-aset yang diperoleh lebih dari 1 tahun sebelum saat penyusunan neraca awal, maka aset tersebut disajikan dengan nilai wajar pada saat penyusunan neraca awal tersebut. PENYUSUTAN ASET TETAP PEROLEHAN LEBIH DARI 1 TAHUN SEBELUM SAAT PENYUSUNAN NERACA AWAL
  44. 44. lanjutan 44 Selanjutnya dihitung masa manfaat antara saat pelaksanaan IP dengan saat penerapan penyusutan Perhitungan masa manfaat untuk hasil IP berdasarkan tabel masa manfaat dikurangi dengan jangka waktu perolehan s.d. pelaksanaan hasil IP Untuk aset-aset hasil IP dicatat berdasarakan nilai wajar PENYUSUTAN ASET TETAP HASIL IP
  45. 45. . . .. AKUNTANSI KEWAJIBAN Pengakuan Penyajian Pengungkapan Pengukuran • Nilai nominal; • Kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. • Klasifikasi kewajiban berdasarkan pemberi pinjaman, jenis sekuritas dan jatuh temponya; • Bunga pinjaman terutang • dll Dicatat sebesar nilai nominal 45 Pada saat dana pinjaman diterima oleh pemerintah atau dikeluarkan oleh kreditur sesuai dengan kesepakatan, dan/ atau pada saat kewajiban timbul
  46. 46. 46 PERBANDINGAN ANTARA CTA DAN AKRUAL KAS MENUJU AKRUAL AKRUAL Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima dan/atau pada saat kewajiban timbul (par 21, PP 24/2005) Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima oleh pemerintah atau dikeluarkan oleh kreditur sesuai dengan kesepakatan, dan/atau pada saat kewajiban timbul (par 21, PP 71/2010) Belum ada pengukuran untuk utang transfer Utang Transfer adalah kewajiban suatu entitas pelaporan untuk melakukan pembayaran kepada entitas lain sebagai akibat ketentuan perundang-undangan. Utang transfer diakui dan dinilai sesuai dengan peraturan yang berlaku (par 38-39, PP 71/2010)
  47. 47. KOREKSI KESALAHAN, PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, DAN PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI 4747 PSAP 10 Kesalahan dalam penyusunan LKPD periode sebelumnya yang baru ditemukan pada periode berjalan Perubahan dalam perlakuan, pengakuan, atau pengukuran akuntasi sebagai akibat perubahan kebijakan akuntansi Perubahan estimasi akuntansi seperti perubahan estimasi masa manfaat aset tetap
  48. 48. AKUNTANSI KOREKSI DAN PENGEMBALIAN PENDAPATAN 48 Pengurang pendapatan Pengurang pendapatan Pengurang ekuitas pada periode ditemukan Pengurang pendapatan Normal dan Berulang/ Recurring Tidak berulang/ Non-recurring Periode Penerimaan Periode Sebelumnya 48
  49. 49. AKUNTANSI KOREKSI DAN PENERIMAAN KEMBALI BEBAN 49 Pengurang beban pada periode yang sama Penambah beban pada periode yang sama Pendapatan lain-lain Koreksi atas akun ekuitas Menambah beban Mengurangi/ penerimaan kembali beban Periode beban dibukukan Periode sebelumnya 49
  50. 50.  Contoh perubahan kebijakan akuntansi: perubahan di dalam perlakuan, pengakuan, atau pengukuran akuntansi sebagai akibat dari perubahan atas basis akuntansi, kriteria kapitalisasi, metode, dan estimasi.  Perubahan kebijakan akuntansi harus disajikan pada Laporan Perubahan Ekuitas dan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 50 PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
  51. 51.  Pengaruh atau dampak perubahan estimasi akuntansi disajikan pada Laporan Operasional pada periode perubahan dan periode selanjutnya sesuai sifat perubahan. Sebagai contoh, perubahan estimasi masa manfaat aset tetap berpengaruh pada LO tahun perubahan dan tahun-tahun selanjutnya selama masa manfaat aset tetap tersebut.  Pengaruh perubahan terhadap LO periode berjalan dan yang akan datang diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Apabila tidak memungkinkan, harus diungkapkan alasan tidak mengungkapkan pengaruh perubahan itu. 51 PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI
  52. 52. Pada TA 2015, Pemda mencatat Piutang PBB yang telah diterbitkan ketetapannya pada bulan Maret 2012 sebesar Rp50jt. Piutang tersebut baru ditemukan atau diidentifikasi setelah pemda melakukan inventarisasi dokumen Piutang PBB pada TA 2015. BAGAIMANA PERLAKUAN ATAS PERISTIWA TERSEBUT? 52 HAL YANG PERLU DIDISKUSIKAN
  53. 53. ANGGARAN AKUNTANSI BASIS AKRUAL BASIS KAS LO Surplus/ Defisit-LO Laporan Perubahan Ekuitas Ekuitas Neraca LRA SILPA/SIKPA Laporan Perubahan SAL LO disusun untuk melengkapi pelaporan dan siklus akuntansi berbasis akrual sehingga penyusunan LO, Laporan perubahan ekuitas dan Neraca mempunyai keterkaitan yang dapat dipertanggungjawabkan KONSEPSI AKRUAL BASIS DAN KETERKAITAN ANTAR LAPORAN 53
  54. 54. 54 NO Akun Anggaran Realisasi I. Pendapatan-LRA 140 160 II. Belanja (100) (90) III. Transfer (15) (15) IV. Surplus/Defisit (I - II - III) 25 55 V. Penerimaan Pembiayaan: - Penggunaan SAL/SiLPA Tahun Sebelumnya 10 10 - Pencairan Dana Cadangan 5 5 Jumlah Penerimaan Pembiayaan 15 15 VI. Pengeluaran Pembiayaan (40) (35) VII. Pembiayaan Netto (V - VI) (25) (20) VIII. SAL/SiLPA (Tahun Berjalan) (IV + VII) 0 35 I. SAL/SiLPA (Awal) 10 II. Penggunaan SAL/SiLPA Tahun Sebelumnya (sebagai penerimaan pembiayaan tahun berjalan) (10) III. SAL/SiLPA (Tahun Berjalan) 35 IV Koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya 1 V Lain-lain 0 IV. SAL/SiLPA (Akhir) (I - II + III +IV+V) 36 a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) b. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL)
  55. 55. 55 I. Pendapatan-LO 145 II. Beban 75 III. Surplus/Defisit Operasional (I - II) 70 IV. Kegiatan Non Operasional 20 V. Pos Luar Biasa (5) VI. Surplus/Defisit - LO (III + IV + V) 85 I. Ekuitas Awal 350 II. Surplus/Defisit - LO 85 III. Ekuitas Akhir (I - II) 435 I. Aset 515 II. Kewajiban dan Ekuitas 515 1. Kewajiban 80 2. Ekuitas 435 I. Arus Kas dari Aktivitas Operasi (Arus Masuk Kas - Arus Keluar Kas) xxx II. Arus Kas dari Aktivitas Investasi (Arus Masuk Kas - Arus Keluar Kas) xxx III Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (Arus Masuk Kas - Arus Keluar Kas) xxx IV Arus Kas dari Aktivitas Transitoris (Arus Masuk Kas - Arus Keluar Kas) xxx V Kenaikan/Penurunan Kas (I + II + III + IV) xxx VI Saldo Awal Kas di BUN/BUD, Bendahara Pengeluaran, dan Bendahara Penerimaan xxx VI Saldo Akhir Kas di BUN/BUD, Bendahara Pengeluaran, dan Bendahara Penerimaan (V + VI) xxx a. Laporan Operasional (LO) b. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) c. Neraca d. Laporan Arus Kas (LAK)
  56. 56. SEKIAN TERIMA KASIH 56

×