Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Journal reading

1,447 views

Published on

journal reading

Published in: Science
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Journal reading

  1. 1. Bologna guidelines for diagnosis and management of adhesive small bowel obstruction (ASBO): 2013 update of the evidence-based guidelines from the world society of emergency surgery ASBO working group Oleh Aida Ayu Chandrawati C 111 10 256 Pembimbing: Dr. Asyuddin Supervisor: Dr. Mappincara, Sp.B-KBD
  2. 2. Pedoman Bologna untuk Diagnosis dan Manajemen Adhesi obstruksi usus halus (ASBO): pedoman update 2013 berbasis bukti dari Asosiasi Grup Kerja Bedah Emergensi ASBO Salomone Di Saverio, Federico Coccolini, Marica Galati, Nazareno Smerieri1, Walter L Biffl4, Luca Ansaloni,Gregorio Tugnoli, George C Velmahos, Massimo Sartelli, Cino Bendinelli, Gustavo Pereira Fraga,Michael D Kelly, Frederick A Moore, Vincenzo Mandalà, Stefano Mandalà, Michele Masetti, Elio Jovine, Antonio D Pinna, Andrew B Peitzman, Ari Leppaniemi, Paul H Sugarbaker, Harry Van Goor, Ernest E Moore, Johannes Jeekel and Fausto Catena
  3. 3. Latar Belakang Sejauh ini perkembangan laparoskopi telah menimbulkan pertanyaan tentang pemilihan pasien yang tepat dengan dugaan ASBO untuk pemeriksaan laparoskopi. Tidak ada konsensus dalam mendiagnosis dan mengobati pasien dengan ASB, Pedoman spesifik juga masih kurang. Masalah bagi dokter bedah menimbulkan morbiditas bagi pasien harus menjalani operasi laparotomi untuk dilakukan adhesiolisis.
  4. 4. Definisi Adhesi intraperitoneum adalah perlengketan fibrosa (jaringan ikat) yang abnormal diantara permukaan peritoneum yang berdekatan, baik antara peritoneum visceral, maupun antara peritoneum visceral dengan parietal. Adhesi merupakan hasil dari kerusakan peritoneum yang dapat disebabkan karena proses trauma dan inflamasi
  5. 5. Obstruksi usus halus oleh karena Perlengketan atau adhesi pasca operasi ditandai dengan adanya Nyeri perut Muntah Distensi Abdomen Obstipasi SBO dibagi menjadi Berdasarkan Letak Low Grade (Parsial) High Grade (Total) Adhesi Non Adhesi Berdasarkan Etiologi Berdasarkan waktu Early (<30hari) Late (>30hari)
  6. 6. FAKTOR RESIKO Open Laparoskopi Jenis operasi dan tingkat kerusakan peritoneal Dalam sebuah review retrospektif sebanyak 446,331 operasi abdomen, Galinos et al 7,1 % 0,2% 23,9% 0,0% open cholecystectomies open hysterectomy Kejadian Adhesi
  7. 7. Reshef et al. membandingkan risiko ASBO pada 205 pasien yang menjalani bedah laparoskopi kolorektal dan 205 yang menjalani operasi terbuka, keduanya tidak memiliki riwayat operasi terbuka sebelumnya Open Laparoskopi kebutuhan untuk perawatan dengan ASBO 8% 2% Faktor risiko terbanyak lainnya : - Operasi colectomy - Multiple lapatomi - Operasi ginekologi - Usia < 60 tahun - Riwayat laparotomi sebelumnya dalam waktu 5 tahun terakhir - Peritonitis, - Reseksi omentum, - Trauma tembus abdomen, terutama luka tembak meningkatkan terjadinya ASBO.
  8. 8. Rekomendasi Pedoman Diagnosis ASBO -Pemeriksaan fisik -Pemeriksaan laboratorium (WBC, laktat, Elektrolit); -Riwayat Operasi Foto polos abdomen posisi supine dan tegak dapat memperlihatkan gambaran air fluid level, distensi loop usus kecil dan tidak adanya distribusi udara hingga bagian distal USG Abdomen Distensi Abdomen, Perbedaan lipatan mukosasekitar titik transisi, Cairan bebas (iskemik usus) Suspek ASBO Anamnesis
  9. 9. CT scan abdomen dengan kontras: -mengkonfirmasi adanya total obstruksi , -untuk mencari penyebab SBO, -dapat menilai terjadinya strangulasi MRI Terbatas untuk pasien memiliki kontraindikasi CT atau kontras yodium Water soluble contrast following through Pasien yang ditangani dengan konservatif untuk menentukan ASBO Total dan prediksi kebutuhan operasi
  10. 10. -Tidak ada tanda strangulasi atau peritonitis -Riwayat operasi>6 minggu sebelum ASBO -Parsial ASBO -Terdapat tanda-tanda perbaikan saat masuk -Ada tanda strangulasi atau peritonitis -Riwayat operasi<6 minggu sebelum ASBO -Karsinomatosis atau irredusibel Hernia -Tidak terdapat tanda-tanda perbaikan <72jam Managemen Non Operatif -NGT dekompresi -Infus cairan -Observasi klinis Managemen Operatif -Laparoskopi Eksplorasi -Operasi terbuka Water Soluble Medium Contrast Management Gambaran kontras sampai di kolon <24jamResolusi ASBO kontras tidak sampai di kolon <24jam Indikasi lainnya -Envolving peritoneal sign -Ileus persisten>72jam -Volume drainase >500mL pada hari III -Nyeri perut selama paling kurang 4 hari atau lebih -CRP >75mg/L --WBC >10.000 -Cairan bebas intraperitoneal>500ml pada CT scan -Gambaran CT scan kontras :dinding usus halus menitipis Rekomendasi Pedoman Managemen ASBO
  11. 11. -Tidak ada tanda strangulasi atau peritonitis -Riwayat operasi>6 minggu sebelum ASBO -Parsial ASBO -Terdapat tanda-tanda perbaikan saat masuk -Ada tanda strangulasi atau peritonitis -Riwayat operasi<6 minggu sebelum ASBO -Karsinomatosis atau irredusibel Hernia -Tidak terdapat tanda-tanda perbaikan <72jam Managemen Non Operatif -NGT dekompresi -Infus cairan -Observasi klinis Managemen Operatif -Laparoskopi Eksplorasi -Operasi terbuka Water Soluble Medium Contrast Management Gambaran kontras sampai di kolon <24jamResolusi ASBO kontras tidak sampai di kolon <24jam Indikasi lainnya -Envolving peritoneal sign -Ileus persisten>72jam -Volume drainase >500mL pada hari III -Nyeri perut selama paling kurang 4 hari atau lebih -CRP >75mg/L --WBC >10.000 Cairan bebas intraperitoneal>500ml pada CT scan -Gambaran CT scan kontras :dinding usus halus menitipis peningkatan asam laktat dapat mengindikasikan iskemia usus penulis menyarankan untuk dilakukan eksplorasi segera pada pasien dengan tanda-tanda strangulasi dalam waktu 8 pertama jamadministrasi jika timbul demam dan leukositosis lebih dari 15 000 / mm3, maka NOM harus dihentikan dan operasi dianjurkan.
  12. 12. Pengobatan konservatif dan waktu operasi Penanganan ASBO masih kontroversial karena operasi dapat menginduksi terjadinya adhesi baru, sedangkan konservatif pengobatan tidak menghilangkan penyebab obstruksi Bila setelah 48 jam ternyata tidak ada perbaikan dengan terapi KONSERVATIF maka sebaiknya dilakukan terapi operatif segera karena dengan memperpanjang terapi non-operatif akan meningkatkan lama rawat inap di rumah sakit, meningkatkan biaya dan meningkatkan risiko morbiditas perioperatif.
  13. 13. Managemen menggunakan Water Soluble Medium Contrast (Gastrografin) Gastrografin dapat diberikan pada dosis 50-150 ml, baik secara oral atau melalui NGT dan dapat diberikan segera saat masuk atau 48 jam setelah upaya awal pengobatan konservatif. kontras tidak mencapai usus besar dalam waktu <24 jam obstruksi usus total Kontras yang mencapai usus besar <24jam obstruksi usus parsial
  14. 14. Operasi terbuka vs laparoskopi (1)nyeri yang minimal pascaoperasi, (2) fungsi usus kembali lebih cepat, (3) masa rawat inap di rumah sakit yang singkat, (4) mengurangi masa pemulihan, (5) komplikasi minimal (6) dan mengurangi kejadian adhesi setelah operasi (7)durasi operasi yang singkat, (8) baik dari segi kosmetik Menurut beberapa ahli edah , open surgery masih pendekatan operasi paling efektif Kriteria eksklusi mutlak untuk laparoskopi pada obstruksi usus halus adalah pneumoperitoneum (yaitu ketidakstabilan hemodinamik atau gangguan kardiopulmonari)kriteria pemilihan untuk laparoskopi yaitu: (1) stabilitas hemodinamik dan pasien tidak shock, (2) tidak adanya peritonitis atau intraabdominal sepsis (3) obstruksi usus halus proximal, (4) lokal distensi pada radiografi, (5) tidak adanya distensi perut yang parah, (6) skor PAI di kuadran abdomen <= 3, (7) pengalaman dan keterampilan dari ahli bedah laparoskopi
  15. 15. Indikasi Penundaan Operasi Jika tidak ada tanda-tanda strangulasi atau peritonitis, penanganan konservatif dapat diperpanjang sampai 72 jam Dengan pemantauan ketat, dan tidak ada tanda-tanda komplikasi setelah >10 hari intervensi bedah, maka bisa dikatakan telah dalam keadaan aman. Namun sewaktu-waktu, jika timbul demam dan leukositosis lebih dari 15 000 / mm3, maka managemen konservatif harus dihentikan dan operasi dianjurkan
  16. 16. PENCEGAHAN-Hyaluronic acid- carboxycellulose membrane -icodextrin -Saat laparoskopi menggunakan barier bioabsorbable Teknik Intraoperatif 1. menghindari diseksi peritoneal yang tidak perlu 2. menghindari tumpahan isi usus dan empedu 3.Penggunaan sarung tangan bebas tepung Infus Peritoneal dengan saline dingin
  17. 17. TERIMA KASIH

×