Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PENYAKIT PARU OBSTRUKTIFMENAHUN (PPOM)<br />Disusun oleh :Astri Nurlaela Siam<br />05200ID10008<br />2-A<br />
Pengertian PPOM <br />Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan suatu is...
Etiologi<br />Ada 2 (dua) penyebab dari penyumbatan aliran udara pada penyakit ini, yaitu emfisema dan bronkitis kronis.<b...
Pengertian Emfisema <br />Emfisema  kerusakan permanen akibat pembesaran ruang udara distal sampai<br />bronkiolus termina...
Pengertian Bronkitis Kronis<br />Bronchitis kronis  yaitu batuk berdahak produktif yang bukan karena sebab lain selama pal...
Manifestasi Klinik<br />1. Batuk yang sangat produktif, puruken, dan mudah memburuk oleh iritan-iritan inhalan, udara ding...
Patofisiologi<br />Faktor – faktor resiko yang telah disebutkan diatas akan mendatangkan proses inflamasi bronkus dan juga...
Diagnosa Keperawatan<br />Diagnosa keperawatan yang lazim pada lansia dengan PPOM, antara lain :<br />1. Ketidakefektifan ...
Sumber : Doenges, EM(2000). Rencana Asuhan Keperawatan.    Jakarta. EGC.<br />
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Penyakit paru obstruktif copy

4,320 views

Published on

ppom

Published in: Education
  • Be the first to comment

Penyakit paru obstruktif copy

  1. 1. PENYAKIT PARU OBSTRUKTIFMENAHUN (PPOM)<br />Disusun oleh :Astri Nurlaela Siam<br />05200ID10008<br />2-A<br />
  2. 2. Pengertian PPOM <br />Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya. Ketiga penyakit yang membentuk satu kesatuan yang dikenal dengan COPD adalah : bronchitis kronis, emfisema paru-paru dan asthma bronchiale.<br />
  3. 3. Etiologi<br />Ada 2 (dua) penyebab dari penyumbatan aliran udara pada penyakit ini, yaitu emfisema dan bronkitis kronis.<br />Emfisema adalah suatu pelebaran kantung udara kecil (alveoli) di paru-paru, yang disertai dengan kerusakan pada dindingnya.<br />
  4. 4. Pengertian Emfisema <br />Emfisema kerusakan permanen akibat pembesaran ruang udara distal sampai<br />bronkiolus terminal tanpa fibrosis yang nyata & disertai kehilangan gambaran normal anatomisnya.<br />
  5. 5. Pengertian Bronkitis Kronis<br />Bronchitis kronis yaitu batuk berdahak produktif yang bukan karena sebab lain selama paling tidak 3 bulan dalam 2 tahun.<br />
  6. 6.
  7. 7.
  8. 8.
  9. 9. Manifestasi Klinik<br />1. Batuk yang sangat produktif, puruken, dan mudah memburuk oleh iritan-iritan inhalan, udara dingin, atau infeksi.<br />2. Sesak nafas dan dispnea.<br />3. Terperangkapnya udara akibat hilangnya elastisitas paru menyebabkan dada mengembang.4. Hipoksia dan Hiperkapnea.5. Takipnea.6. Dispnea yang menetap( Corwin , 2000 : 437 )<br />
  10. 10. Patofisiologi<br />Faktor – faktor resiko yang telah disebutkan diatas akan mendatangkan proses inflamasi bronkus dan juga menimbulkan kerusakan pada dinding bronkiolus terminal.Akibat dari kerusakan yang timbul akan terjadi obstruksi bronkus kecil atau bronkiolus terminal, yang mengalami penutupan atau obstruksi awal fase ekspirasi.Udara yang pada saat inspirasi mudah masuk ke dalam alveoli, saat ekspirasi banyak yang terjebak dalam alveolus dan terjadilah penumpukan udara atau air trapping. Hal inilah yang menyebabkan adanya keluhan sesak nafas dengan segala akibat – akibatnya.Adanya obstruksi dini saat awal ekspirasi akan menimbulkan kesulitan ekspirasi dan menimbulkan pemanjangan fase ekspirasi ( Dharmojo & Martono,1999 : 384 )<br />
  11. 11. Diagnosa Keperawatan<br />Diagnosa keperawatan yang lazim pada lansia dengan PPOM, antara lain :<br />1. Ketidakefektifan jalan nafas berhubungan dengan tertahannya sekresi.<br />2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kurangnya suplai oksigen.<br />3. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan in adekuat pertahanan primer dan sekunder, penyakit kronis.<br />4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan disprisa, kelemahan, efek samping obat, produksi sputum, anoreksia, mual / muntah.<br />5. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplay dan kebutuhan oksigen, kelemahan, dispnea.<br />6. Defisit pengetahuan tentang PPOM berhubungan dengan kurang informasi, salah mengerti tentang informasi, kurang mengingat / keterbatasan kognitif ( Doenges, 2000).<br />
  12. 12. Sumber : Doenges, EM(2000). Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta. EGC.<br />

×