Pembelajaran pemanfaatan teknologi

970 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
970
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
339
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pembelajaran pemanfaatan teknologi

  1. 1. C. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Orientasi • pengenalan jenis dan ragam teknologi informasi • orientasi pemanfaatan TI untuk pembelajaran Re-kreasi • Merangkum o Menyusun strategi pemanfaatan TI dalam pembelajaran Contoh aplikasi dan situs internet Eksplorasi dan Interpretasi • Strategi pemanfaatan TI dalam pembelajaran • Identifikasi pemanfaatan TI dalam rancangan pembelajaran (untuk dosen, sumber belajar, interaksi pembelajaran, wadah pembelajaran), • Contoh beragam aplikasi dan situs internet Peningkatan Kualitas Pembelajaran 67
  2. 2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Tujuan Melalui pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. menjelaskan beragam jenis teknologi informasi untuk pembelajaran (computer assisted instruction, computer managed learning, computer mediated communication, dan e-learning); 2. menjelaskan beragam strategi pemanfaatan TI dalam pembelajaran 3. mendemonstrasikan pemanfaatan TI sebagai sumber belajar 4. mendemonstrasikan pemanfaatan TI dalam interaksi pembelajaran, 5. mendemonstrasikan pemanfaatan TI sebagai wahana materi pembelajaran Orientasi TI menawarkan beragam bentuk pemanfaatan dalam sistem pembelajaran pada khususnya dan pembelajaran pada umumnya, yaitu Computer Assisted Instruction (CAI), Computer Managed Learning (CML), dan Computer Mediated Communication (CMC). CAI atau pembelajaran berbantuan komputer biasanya merupakan aplikasi program komputer yang sudah dirancang khusus untuk pembelajaran. CAI dirancang berdasarkan “programmed instruction” dari Skinner. CAI memiliki karakteristik yang berbasiskan komputer, sehingga program dapat berbentuk disket atau CD yang dapat dibawa kemana-mana oleh mahasiswa. CAI sangat tepat untuk simulasi dan drill and practice. Sementara itu, CML memberikan kemudahan kepada dosen/guru untuk mengelola data perkuliahan menggunakan komputer dan program aplikasinya. Dengan CML, dosen/guru dapat merancang basis data yang dapat memperlihatkan “track record” mahasiswa (misalnya menggunakan program MS Excell atau MS Access), seperti kemajuan skor mahasiswa dari waktu ke waktu. CMC sudah berbasis jaringan, artinya jika ingin menggunakan CMC, maka komputer guru/dosen harus sudah terkoneksi pada jaringan internet. CMC biasa digunakan untuk komunikasi, yaitu e-mail, chatting, atau browsing. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 68
  3. 3. Contoh Data Nilai Mahasiswa menggunakan CML (Aplikasi PARScore): Bentuk pemanfaatan TI yang mutakhir dalam pembelajaran adalah proses pembelajaran maya atau yang dikenal dengan istilah virtual learning (dikenal juga sebagai e-learning). Proses pembelajaran maya terjadi pada kelas maya (virtual classroom) dan atau universitas maya (virtual university) yang berada dalam cyberspace (dunia cyber) melalui jaringan internet. Proses pembelajaran maya berintikan keterpisahan ruang dan waktu antara mahasiswa dan dosen, serta sistem belajar terbuka – yang berintikan akses yang terbuka dan kebebasan memilih ragam sumber belajar serta alur proses belajar oleh mahasiswa. Pembelajaran maya yang memanfaatkan the world wide web (WWW) pada prinsipnya memberikan apa yang diinginkan setiap orang (dalam beragam bentuk), di tempat yang diinginkannya, pada saat yang diinginkannya ( to give what people want, where they want it, and when they want it – www). Pembelajaran maya juga berbasis jaringan, serta jauh lebih canggih dari CMC, karena memiliki fitur CAI, CML, dan CMC sekaligus dalam bentuk e-text, e-test, e-interaction, e-assignment, e-track record, atau dalam bentuk e-course (dikenal juga sebagai “web- based course” atau “online course”) sebagai suatu mata kuliah utuh berbasiskan jaringan dan multimedia. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh bahan ajar yang sudah dirancang dalam paket-paket pembelajaran yang tersedia dalam situs maya. Biasanya bahan ajar disediakan dalam bentuk multimedia terpadu, dengan kemungkinan untuk mencetak bagian-bagian tertentu pada printer seseorang. Mahasiswa dapat mempelajari bahan ajar tersebut sendiri, tanpa bantuan belajar apapun atau dari siapapun. Jika diperlukan, mahasiswa dapat memperoleh bantuan belajar dalam bentuk interaksi yang difasilitasikan oleh komputer, yaitu belajar berbantuan komputer (computer assisted learning, atau interactive web pages), belajar berbantuan teanga pengajar secara synchronous (dalam titik waktu yang sama), maupun asynchronous (dalam titik waktu yang berbeda), dan atau belajar berbantuan sumber belajar lain seperti teman dan pakar melalui surat elektronik (e-mail), diskusi (chat-room), perpustakaan (melalui kunjungan ke situs-situs basis informasi yang ada dalam jaringan internet). Di samping itu, Peningkatan Kualitas Pembelajaran 69
  4. 4. mahasiswa juga memiliki catatan-catatan pribadi dalam note-book. Penilaian hasil belajar mahasiswa (web-based evaluation) juga dapat dilakukan secara terbuka melalui komputer – kapan saja mahasiswa merasa siap untuk dinilai (atau embedded/terintegrasi dalam virtual course). Secara umum, proses pembelajaran maya dapat menjadi sistem pembelajaran mandiri (instructor independent), atau juga digabungkan dengan proses pembelajaran langsung (tatap muka di kelas) yang mengandalkan kehadiran dosen (instructor dependent). Apapun bentuknya, pemanfaatan TI dalam pembelajaran membawa perubahan tradisi atau budaya pembelajaran. Dalam pembelajaran berbasis TI, peran dosen sebagai “the sole authority of knowledge” berubah menjadi fasilitator bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan berbagai sumber belajar dan bersama mahasiswa menemukan berbagai sumber belajar dan informasi terkini dalam bidang ilmunya. Dalam hal ini, dosen dan mahasiswa tidak mungkin lagi untuk bergantung hanya pada satu sumber belajar saja. Sumber belajar dalam pembelajaran berbasis TI tidak hanya terbatas pada ruang kelas, satu orang dosen, satu buku teks, atau sumber yang terdapat di lingkungan institusi pendidikan itu sendiri, melainkan terbuka lintas institusi, lintas negara, dan lintas waktu. Teacher is … a guide on my side. Teacher is … a sage on the stage. Dalam pembelajaran berbasis TI, teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran tematik atau pembelajaran terpadu lintas beberapa bidang studi. Misalnya, dalam pembelajaran fisika untuk topik Gaya, Tegangan, dan Beban, informasi tentang “jembatan” dapat digunakan sebagai contoh. Di samping dikaji dari sisi fisika, jembatan juga dapat dikaji dari berbagai perspektif lain dan dalam bentuk beragam media dan teknologi informasi sebagaimana tergambar dalam diagram 1. Dengan demikian, ketika seorang mahasiswa mempelajari jembatan, ia belajar fisika, dan juga mata pelajaran lain yang berkenaan dengan jembatan, antara lain sejarah jembatan, tinjauan sosial terhadap jembatan, program televisi tentang jembatan, permainan (matematika) tentang jembatan. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 70
  5. 5. Internet Search Google: Bridges Jembatan (salah satu contoh untuk belajar topik Gaya, Tegangan dan Beban dalam pembelajaran Fisika) Tokoh Pembuat Jembatan Program TV (dan video): Bridges – Public Broadcasting Services Jenis-jenis Jembatan di dunia Rencana Pembelajaran Tentang Jembatan Encyclopedia Jembatan Linkages: situs- situs lain tentang jembatan Penjelasan umum tentang jembatan Cara pembuatan jembatan Simulasi tentang jembatan – gaya, tegangan, beban Permainan/game tentang jembatan Diagram 1: Pembelajaran Tematik tentang Jembatan (untuk mata pelajaran fisika). Jelaskan ragam dan jenis teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. ? Jelaskan fungsi dan sifat masing-masing ragam dan jenis teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Bagaimana dampak pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran? Peningkatan Kualitas Pembelajaran 71
  6. 6. Eksplorasi dan Interpretasi Secara umum, TI dalam pembelajaran memiliki potensi untuk memberdayakan mahasiswa, yaitu mendorong tumbuhnya keterampilan belajar mahasiswa (learning to learn), keterampilan bernalar mahasiswa (higher order thinking skills), keterampilan berkomunikasi (secara tertulis ataupun lisan), dan juga kemampuan mahasiswa untuk menemukan beragam sumber belajar. Pemanfaatan TI yang dirancang dengan cermat dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran, serta kemandirian mahasiswa untuk menginisiasikan kontak, diskusi, dan refleksi untuk memperbaiki hasil belajarnya. Oleh karena itu, pemanfaatan TI juga dipercaya dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk bekerja secara kelompok, dan meningkatkan keterampilan sosial mahasiswa. Keterampilan sosial mahasiswa dalam pemanfaatan TI bukanlah keterampilan sosial dalam definisi tradisional, tetapi keterampilan sosial dalam era TI – misalnya pemanfaatan telepon genggam, short message services, dan palm notebook. Sekarang ini seseorang memiliki keterlibatan sosial yang jauh lebih tinggi daripada sebelum ada TI (misalnya e-mail, atau telepon genggam). Secara operasional, TI dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sebagaimana media pembelajaran lain. Presentasi menggunakan powerpoint dan LCD (liquid crystal display) dapat digunakan oleh seorang dosen dalam menyajikan materi pembelajaran. Begitu juga dengan video atau kaset audio. E-mail dapat digunakan untuk dosen mengirimkan tugas individual kepada mahasiswa, dan digunakan mahasiswa untuk memasukkan tugasnya kepada dosen atau berdiskusi dengan temannya tentang tugasnya. Jaringan internet juga dapat digunakan untuk mencari informasi yang terdapat di berbagai situs institusi ataupun publikasi ilmiah. Secara khusus, TI dalam pembelajaran dapat dimanfaatkan untuk mencari beragam sumber belajar, sebagai alat bantu interaksi pembelajaran, sebagai wahana penyediaan materi pembelajaran, mengakomodasikan produk hasil belajar mahasiswa, dan berkomunikasi (mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan beragam sumber), serta untuk pengembangan profesionalitas dosen. Eksplorasi Beragam kemungkinan ditawarkan oleh TI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Di antaranya ialah: (1) TI untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan profesional dosen (2) TI sebagai sumber belajar dalam pembelajaran (3) TI sebagai alat bantu interaksi pembelajaran (4) TI sebagai wadah pembelajaran, termasuk juga perubahan paradigma pembelajaran yang diakibatkan oleh pemanfaatan TI dalam pembelajaran. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 72
  7. 7. (1) TI untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan profesional tenaga pengajar TI memiliki peran penting dalam pengembangan profesional dosen. Melalui pemanfaatan TI, dosen dapat menjadikan internet sebagai perpustakaannya, menjadikan e-mail sebagai alat komunikasi antarsejawat, menjadikan bulletin board sebagai sarana untuk memperoleh informasi mutakhir tentang bidang ilmunya, dan menjadikan kesempatan chatting untuk mengobrol (atau berdiskusi) dengan santai tentang bidang ilmunya. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 73
  8. 8. (2) TI sebagai sumber belajar dalam pembelajaran TI dapat digunakan untuk mencari beragam sumber belajar yang ada di jaringan internet. Sumber belajar yang ada di jaringan internet memiliki ruang lingkup yang sangat luas berasal dari berbagai jenis informasi – misalnya surat kabar, majalah ilmiah, catatan pribadi, kutipan, peribahasa, buku, dan iklan. Selain itu, sumber belajar yang ada di jaringan internet relatif bersifat mutakhir, sehingga mahasiswa dan dosen dapat mengikuti perkembangan bidang ilmu dengan baik. Mengingat ruang lingkupnya yang luas, mencari sumber belajar di jaringan internet memerlukan keterampilan tersendiri. Dosen dan mahasiswa perlu menguasai keterampilan temu kembali informasi (information retrieval skills) menggunakan mesin- mesin pencari informasi (search engine) di jaringan internet. Keterampilan temu kembali informasi dapat membantu dosen dan mahasiswa untuk membatasi ruang lingkup sumber belajar yang dibutuhkannya. (3) TI sebagai alat bantu interaksi pembelajaran Memanfaatkan TI sebagai alat bantu interaksi pembelajaran memerlukan perancangan pembelajaran yang sistematik. Perlu dihindarkan pemanfaatan TI yang bersifat sekadar suplemen atau bagian tambahan yang tidak bermakna bagi proses pembelajaran. Oleh Peningkatan Kualitas Pembelajaran 74
  9. 9. karena itu, sejak awal, perlu ada kejelasan tentang keterampilan atau kompetensi yang hendak dicapai melalui pemanfaatan TI. Berturut-turut kemudian perlu dipertimbangkan dampak pengiring (nuturant effect) dan nilai tambah (added value) yang diperoleh dari pemanfaatan TI (dibandingkan pemanfaatan media lain), jangka waktu interaksi, bagaimana interaksi akan dilaksanakan (Kontak dengan siapa? Strategi?). Dalam pembelajaran Sejarah – tentang Borobudur, misalnya, interaksi dapat dilakukan oleh mahasiswa kepada peneliti-peneliti Borobudur dari berbagai negara. Mahasiswa dapat bertanya kepada peneliti tersebut, berdiskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Borobudur. Dosen kemudian juga dapat berpartisipasi dalam interaksi tersebut. Namun demikian, hasil diskusi dan interaksi tersebut perlu dirangkum dalam sebuah makalah oleh mahasiswa. Makalah tersebut kemudian dinilai oleh dosen, dan menjadi bagian dari tugas yang harus diselesaikan mahasiswa dalam mata kuliah Sejarah. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, misalnya, interaksi untuk keterampilan membaca, menulis, menyimak dapat diakomodasikan melalui pemanfaatan TI dan sumber belajar di internet. Namun, interaksi untuk keterampilan berbicara sampai saat ini masih memerlukan pemanfaatan TI yang berbasis komputer dalam bentuk computer assisted instruction, dan program simulasi yang lebih menekankan pada latihan berbicara (drill and practice). Peningkatan Kualitas Pembelajaran 75
  10. 10. Sementara itu, untuk unsur bahasa seperti kosakata, tata bahasa, kesusasteraan, dan kebahasaan, interaksi berbasis TI dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk kosakata, di jaringan internet terdapat berbagai kamus, termasuk tesaurus. Mudah-mudahan Kamus Umum Bahasa Indonesia sudah masuk dalam internet, begitu juga brosur perkembangan bahasa Indonesia. Untuk kesusastraan dan kebahasaan, analisis dan kajian berbagai karya dapat ditemukan di internet, sehingga diskusi dan analisis lebih lanjut (perbandingan, argumentasi, dll.) dapat difasilitasi. (4) TI sebagai wadah pembelajaran TI dapat digunakan sebagai bagian terintegrasi dalam materi pembelajaran. Beragam sumber belajar yang dapat ditemukan di jaringan internet melalui pemanfaatan TI. Disamping itu, TI juga membantu dosen yang mau dan ingin mengembangkan program pembelajarannya di internet. Dosen dapat merancang suatu program pembelajaran yang sistematis, kemudian dilengkapi dengan beragam komponen, seperti komponen e-text, e- video, e-audio, sumber belajar lain (URL addresses), e-test, e-exercises/ assignment. Setelah itu, dosen dapat membuat rancangan pembelajaran atau SAP untuk semua materi tersebut, sehingga mahasiswa kemudian dapat melakukan pembelajaran mandiri dengan menggunakan beragam komponen pembelajaran berbasis TI yang telah dirancang oleh dosen. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 76
  11. 11. TI sebagai wahana materi pembelajaran juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memuat hasil karyanya (produk dalam bentuk apapun) di jaringan internet. Mahasiswa dapat secara kreatif membuat situsnya sendiri yang berisi hasil-hasil karyanya selama mengikut proses pembelajaran. Dengan demikian, situs mahasiswa akan menjadi portofolio yang menunjukkan hasil karya dan kompetensi yang dicapainya. Interpretasi TI merupakan alat bantu yang dapat membantu untuk memperkaya, mempermudah, dan mempercepat pembelajaran yang selama ini sudah dilaksanakan berdasarkan tradisi akademiknya. Dengan beragam kemudahan yang dijanjikan TI, pemanfaatan TI dipercaya akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembelajaran berbasis TI juga menyebabkan terbukanya akses terhadap informasi bagi semua orang secara luas. Lebih jauh lagi, informasi yang dapat ditemukan di internet sangat beragam dan sangat besar jumlahnya. Dituntut kejelian dan kecermatan dosen dan mahasiswa untuk dapat mencari, menseleksi, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari internet sesuai dengan rancangan pengalaman belajar yang telah dirancang, serta upaya pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Seringkali, sistem “free language” dalam search engine menyebabkan penemuan informasi menjadi tidak tepat dan atau terlalu banyak. Rambu-rambu untuk menseleksi informasi yang diperoleh dari internet telah banyak diperkenalkan. Namun demikian, rambu-rambu berikut ini cukup sederhana untuk dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam menseleksi informasi dari internet: 1. Waktu Informasi yang dicari dari internet biasanya merupakan informasi yang paling mutakhir yang sukar didapat. Dengan demikian, perlu dilihat dengan cermat, waktu publikasi dari informasi tersebut. Kadang-kadang, ada informasi yang sudah dipublikasikan (posted) di salah satu situs sejak beberapa tahun yang lalu, dan tidak pernah dimutakhirkan. Padahal, perkembangan topik tersebut sangat pesat, dan informasi yang lebih mutakhir tentang topik tersebut telah dipublikasikan oleh situs lain. Dalam hal ini, dosen/mahasiswa diharapkan tidak hanya terpaku pada satu situs saja untuk mencari informasi, tetapi juga melakukan browsing ke situs-situs lain. Selain informasi mutakhir, ada juga situs-situs yang menawarkan informasi- informasi kuno (back issue) yang mungkin masih diperlukan, misalnya untuk keperluan penelusuran sejarah. Berjalan-jalan di dunia maya (surfing) sangat diperlukan untuk mengenal berbagai jenis informasi yang dapat diperoleh – sesuai dengan periodisasi waktu yang diperlukan. 2. Reliabilitas (authority) Sumber informasi di dunia maya juga memiliki tingkat keterpercayaan. Ada situs-situs yang memang cukup dikenal dan dipercaya sebagai sumber informasi yang handal. Di samping situs, penulisnya pun memiliki tingkat keterpercayaan Peningkatan Kualitas Pembelajaran 77
  12. 12. tersendiri. Ada tokoh-tokoh bidang ilmu yang memang sudah dikenal, ada juga tokoh-tokoh yang baru muncul. Untuk informasi dan literatur klasik dalam bidang ilmu, nama-nama tokoh bidang ilmu yang cukup dikenal dapat menjadi andalan. Untuk informasi terkini, maka tulisan-tulisan tokoh-tokoh baru dapat dicoba untuk dicermati. Selain dengan situs, dan penulis (atau pengembang, pencipta informasi), tingkat keterpercayaan juga dikaitkan dengan jenis informasi yang dipublikasikan, misalnya informasi hasil penelitian, opini, kajian teoritis, jurnalistik, pidato, dan materi promosi; atau juga dikaitkan dengan institusi asal informasi tersebut, misalnya perguruan tinggi ternama, atau badan pemerintah/internasional. 3. Validitas Informasi yang diperoleh hendaknya merupakan informasi yang memang diperlukan dan relevan dengan kebutuhan. Untuk memperoleh informasi yang tepat dan relevan, penggunaan search engine yang tepat sangat diperlukan. Jika sudah memiliki alamat situs, maka pencarian informasi yang tepat dapat dilakukan lebih cepat dan mudah. Perlu diperhatikan bahwa seringkali judul informasi menunjukkan adanya relevansi yang tinggi dengan informasi yang kita perlukan, namun setelah kita download, ternyata informasi tersebut sama sekali tidak sesuai dengan yang diperlukan. Dalam hal ini, dosen/mahasiswa diharapkan terlebih dahulu melakukan proses “membaca/mengkaji/menelaah” isi informasi dalam bentuk full text sebelum memutuskan untuk men-download informasi tersebut. Setelah membaca informasi yang diperoleh, pada akhirnya, dosen/mahasiswa sebagai pencari informasi perlu bertanya: “Benarkah informasi ini bermanfaat dan dapat menjawab kebutuhan saya?” 4. Keselarasan (bias, menyimpang dari norma, dll.) Informasi yang valid dan berasal dari sumber yang terpercaya, belum tentu selaras dengan norma dan sistem nilai yang berlaku. Misalnya, apakah informasi tersebut bias dan diskriminatif terhadap perempuan (gender bias), atau SARA? Apakah informasi tersebut sesuai dengan norma yang berlaku dalam komunitas bangsa Indonesia? Dalam komunitas profesi? Dalam komunitas ilmiah? 5. Menarik Kemenarikan tampilan dan bahasa biasanya menjadi daya tarik utama bagi pencari informasi pemula. Tampilan yang menarik mencerminkan rancangan yang bagus, namun belum tentu dapat memberikan informasi yang tepat dan relevan. Begitu juga dengan masalah bahasa. Seringkali materi promosi ditampilkan dengan sangat menarik dan bahasa yang sangat lugas serta mudah dimengerti, sementara materi ilmiah (teori, hasil penelitian, opini, dll.) ditampilkan dengan kurang menarik, dan menggunakan bahasa ilmiah yang relatif kurang menarik. Dosen/mahasiswa perlu jeli melihat dan membedakan isi informasi, bukan semata-mata berdasarkan tampilan dan bahasanya saja. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 78
  13. 13. 6. Adakah sumber lain yang lebih berkualitas (alternatives)? Internet memberikan akses yang begitu luas terhadap informasi yang kita perlukan. Dengan keluasan tersebut, kita bebas untuk bergerak dari satu situs ke situs lain, dari satu sumber ke sumber lain. Terpesona terhadap seorang tokoh, atau satu situs, atau satu sumber informasi saja akan menyebabkan kita tidak dapat memanfaatkan internet secara optimal. Yang seharusnya menjadi tantangan bagi dosen/mahasiswa adalah mencari sumber informasi lain yang lebih berkualitas, yang dapat menyajikan informasi yang lebih lengkap, akurat, dan lebih relevan terhadap kebutuhan kita. Dengan surfing seluas-luasnya, kita juga akan menambah pengetahuan, bertemu dengan berbagai informasi baru, dan pada akhirnya membuka wawasan kita seluas-luasnya. Pemanfaatan TI dipercaya akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, dengan terbukanya akses informasi secara luas bagi dosen dan mahasiswa, dan pemanfaatan TI juga dapat menjadikan pengalaman belajar yang menarik bagi dosen dan mahasiswa. Namun demikian, kehadiran TI tidak dapat menggantikan kehadiran guru/dosen dalam interaksi pembimbingan (scaffolding) untuk penciptaan makna. Selanjutnya, TI juga efektif untuk presentasi atau penyajian informasi, pengumpulan informasi (melalui browsing), interaksi (melalui navigasi, drill and practice, simulasi), komunikasi (melalui e-mail, chatting). Namun, masih belum terlalu efektif untuk keterampilan produktif – terutama keterampilan berbicara, karena memerlukan bandwidth yang besar. Marilah kita menerima kehadiran TI dengan mata yang terbuka, tetapi tidak menjadi buta karena TI atau dibutakan oleh TI; dengan pikiran terbuka sehingga kita dapat mempelajarinya dan mengkaji keuntungannya secara mendalam, dan dengan hati yang terbuka sehingga kita dapat membantu mereka yang belum dapat menerima TI, atau belum memiliki akses terhadap TI. Jelaskan beberapa strategi pemanfaatan TI dalam pembelajaran. ? Identifikasi pemanfaatan TI dalam rancangan pembelajaran (untuk dosen, sumber belajar, interaksi pembelajaran, wadah pembelajaran). Gunakanlah rancangan pembelajaran mata kuliah Anda, kemudian identifikasi untuk setiap bagian atau komponen rancangan, pemanfaatan TI yang mungkin dilakukan. Cobalah melakukan internet search, dan berikan contoh beragam aplikasi dan situs internet Peningkatan Kualitas Pembelajaran 79
  14. 14. Re-kreasi Pemanfaatan TI dalam pembelajaran dapat dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu pemanfaatan TI sebagai core technology (teknologi utama), dan pemanfaatan TI sebagai complementary technology (teknologi pendukung). Teknologi utama dalam sistem pembelajaran adalah interaksi antara mahasiswa dengan dosen atau nara sumber, dengan bidang ilmu dan sumber belajar, dan dengan sesama mahasiswa. Dalam sistem pembelajaran tatap muka, teknologi utama berbentuk pertemuan tatap muka antara mahasiswa dengan dosen dalam perkuliahan. Sementara itu, dalam sistem pembelajaran jarak jauh, ada beragam teknologi utama, yaitu tutorial tatap muka, bahan ajar cetak dan non-cetak, interaksi berbasis jaringan. Jika TI digunakan oleh dosen sebagai teknologi utama, berarti tanpa TI maka proses pembelajaran tidak akan berlangsung. Jika TI digunakan sebagai teknologi pendukung, maka TI berperan sebagai media pembelajaran yang digunakan sebagai alat atau wahana untuk menyajikan materi pembelajaran dan untuk mencapai kompetensi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam sistem pembelajaran jarak jauh, seringkali TI menjadi teknologi utama yang harus ada untuk menjamin terjadinya interaksi antara mahasiswa dengan dosen, bidang ilmu dan sumber belajar, serta sesama mahasiswa. Collis dan Jung (2003) menggambarkan pemanfaatan TI sebagai berikut: Teknologi Utama TI digunakan sebagai materi pembelajaran TI digunakan sebagai media pembelajaran TI sebagai teknologi utama untuk i pembelaja nteraksi ran TI digunakan untuk memfasilitasi terjadinya interaksi pembelajaran Teknologi Pendukung Belajar dengan dan melalui TI Belajar bagaimana menggunakan TI Selain itu, banyak lagi ahli-ahli lain yang merangkum pemanfaatan TI dalam pembelajaran dalam berbagai diagram dan bentuk yang lain. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 80
  15. 15. Penilaian Pemanfaatan TI dalam pembelajaran ditujukan agar mahasiswa LPTK dapat memanfaatkan TI secara kreatif dalam pembelajaran. Penilaian diberikan atas kinerja mahasiswa LPTK dalam praktek untuk mendemonstrasikan pemanfaatan TI secara kreatif dalam pembelajaran berdasarkan sebuah rancangan pembelajaran yang dilengkapi dengan program aplikasi dan situs yang diperlukan. Dengan demikian, kompetensi yang telah ditetapkan dalam rancangan pembelajaran menjadi kriteria utama untuk menilai kinerja mahasiswa: apakah kompetensi yang ditetapkan – demonstrasi pemanfaatan TI secara kreatif dalam pembelajaran – telah dicapai oleh mahasiswa? Di samping itu, ada beberapa kriteria lain yang dapat digunakan untuk menilai kompentensi mahasiswa untuk memanfaatkan TI secara kreatif dalam pembelajaran, yaitu: Manfaat (relevance) Pemanfaatan TI hendaknya benar-benar digunakan untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang memerlukan dukungan pemanfaatan TI, bukan sekedar tambahan tugas yang tidak jelas manfaatnya bagi siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan TI perlu dirancang secara cermat dan kreatif, sehingga tidak menjadi beban tugas bagi siswa, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, dan siswa secara nyata dapat merasakan bantuan TI bagi proses belajarnya. Berdasarkan hal tersebut, keterkaitan yang sangat erat antara pemanfaatan TI dengan pencapaian tujuan pembelajaran merupakan kriteria utama dalam menilai kemanfaatan. Di samping itu, kecermatan, kreativitas, dan pengalaman belajar yang menyenangkan yang ditimbulkan melalui pemanfaatan TI juga merupakan kriteria dalam penilaian. Sesuai dengan siswa (intended audience) Pemanfaatan TI hendaknya dilakukan tidak serta merta dan semena-mena, tetapi sesuai dengan tingkat kompetensi siswa. Tingkat kesukaran pemanfaatan TI perlu disesuaikan secara bertahap mulai dari pengenalan TI (ICT literacy), pengoperasian TI, pemanfaatan TI sebagai alat presentasi, alat komunikasi, alat eksplorasi, dan alat produksi, sampai dengan pemanfaatan TI sebagai bagian dari budaya belajar (ICT culture). Jika pemanfaatan TI menjadi terlalu sukar bagi siswa, siswa mungkin menjadi tidak berhasil mencapai kompetensi semata-mata hanya karena frustasi tidak dapat memanfaatkan TI. Kesesuaian tingkat kesukaran dan tahapan pemanfaatan TI dengan siswa merupakan kriteria penilaian dalam hal ini. Ruang lingkup (coverage) Ruang lingkup pemanfaatan TI tergantung pada kompetensi yang akan dicapai, tingkat kesukaran yang sesuai, serta pengalaman belajar yang dirancang untuk siswa tertentu. Ruang lingkup pemanfaatan TI dapat dibatasi hanya untuk mata pelajaran tertentu, namun juga dapat dijadikan ruang lingkup terpadu (tematik) melintasi beberapa mata pelajaran. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 81
  16. 16. Karena ruang lingkup informasi dan perjalanan di dunia maya adalah tidak terbatas, pembatasan ruang lingkup berdasarkan kompetensi, tingkat kesukaran, dan pengalaman belajar perlu dilakukan oleh dosen. Dengan demikian, mahasiswa tidak menjadi “lost in space”. Panduan dari dosen dalam pembatasan ruang lingkup sangat diperlukan, misalnya dengan memberikan search engine, kata kunci (keywords), tahun informasi, atau alamat situs tertentu. Etika & hak cipta (authorship) Pemanfaatan TI sangat erat hubungannya dengan etika dan hak cipta. Dalam pemanfaatan TI sebagai wadah materi pembelajaran, maka materi pembelajaran akan dipublikasikan secara luas, dan menjadi milik publik (public domain). Dalam hal ini, bagian-bagian materi pembelajaran yang berasal dari sumber lain, misalnya foto, kutipan teks, simulasi (hasil download), perlu diberi kredit secara benar sesuai dengan etika akademik. Ketika TI dimanfaatkan untuk memproduksi materi pembelajaran atau suatu produk akademik sebagai hasil belajar mahasiswa, kepemilikan produk akademik dan materi tersebut juga menjadi isu yang harus diselaraskan dengan etika dan aturan tentang hak cipta. Jaringan/network (URL affiliation) Pemanfaatan TI juga dinilai dari jaringan/network yang dipilih dosen dan atau mahasiswa. Sebagaimana di dunia nyata, dalam dunia maya pun, ada jaringan- jaringan yang dikategorikan “tidak baik”. Penjelajah dunia maya yang sudah piawai akan mampu dengan jelas melihat jaringan atau network yang baik dan tidak baik. Di samping itu, keluasan jaringan dalam pemanfaatan TI juga memiliki nilai sendiri, karena pemanfaatan TI seyogyanya akan memperluas jaringan tentang topik atau pokok bahasan tertentu, bukan malah mempersempit. Dengan demikian, siswa dapat memahami keterkaitan antara topik yang sedang dipelajari dengan topik-topik lainnya dan atau objek pembelajaran lainnya dalam dunia maya. Kemutakhiran (currency) Pemanfaatan TI dipercaya dapat mempermudah akses terhadap informasi yang paling mutakhir. Dengan demikian, pemanfaatan TI hendaknya mencakup akses informasi mutakhir oleh siswa, mahasiswa, dan juga oleh dosen. Hal ini juga berarti, bahwa pengalaman belajar yang dirancang perlu selalu diperbaharui dengan berbagai informasi mutakhir yang dapat diakses melalui pemanfaatan TI, serta berbagai alamat situs yang paling mutakhir. Ketepatan (accuracy) Pemanfaatan TI dalam pembelajaran menuntut kecermatan dalam seleksinya, sehingga diperoleh informasi dan pemanfaatan yang tepat untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan, serta memperkaya pengalaman belajar yang telah dirancang. Seringkali, sistem free language dalam search engine menyebabkan penemuan informasi menjadi tidak tepat, terutama ketika digunakan kata kunci yang bersifat “ambigu” atau memiliki makna ganda. Penilaian ketepatan hendaknya tidak Peningkatan Kualitas Pembelajaran 82
  17. 17. dilakukan oleh dosen/guru seorang diri, namun juga melibatkan persepsi dosen/guru lain, serta mahasiswa/siswa. Tidak bias (objective) Seleksi yang cermat dalam pemanfaatan TI perlu dilakukan berdasarkan kriteria yang objektif, sehingga diperoleh pemanfaatan TI yang juga objektif. Karena luasnya dunia maya, dan banyaknya informasi yang ada dalam dunia tersebut, akan mudah sekali dosen/guru untuk memilih informasi, misalnya, yang dilandaskan pada isu SARA, dll. Hal ini tentunya sangat tidak tepat, karena menyebabkan perspektif mahasiswa/siswa yang tidak setimbang atau tidak objektif. Pemanfaatan TI dan akses informasi juga diharapkan tidak membedakan gender – tidak terbatas pada mahasiswa/siswa laki-laki atau mahasiswa/siswa perempuan saja, atau tidak juga membedakan berdasarkan karakteristik lainnya dari mahasiswa/siswa. Kesimpulan Pada dasarnya, pemanfaatan TI dalam pembelajaran ditujukan untuk mempermudah dan membantu dosen/guru dan mahasiswa/siswa untuk belajar. Beragam jenis TI, cara dan strategi pemanfaatan TI dalam pembelajaran dapat dipilih oleh dosen, sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, kemanfaatan, siswa yang akan terlibat dalam pengalaman belajar, serta ruang lingkupnya. Pemanfaatan TI akan menjadi sangat efektif dan memperkaya pengalaman belajar, jika dirancang secara cermat dan sistemik. Pemanfaatan TI oleh Siswa siswa e-assignment e-text e-audio/videoe-teste-library e-teachers siswa lain siswa lain url address Peningkatan Kualitas Pembelajaran 83
  18. 18. Walaupun manfaat TI sangat beragam, pemanfaatan TI sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggantikan kehadiran dosen/guru dalam interaksi scaffolding (pembimbingan) untuk penciptaan makna. Namun demikian, pemanfaatan TI yang kreatif dan tepat dalam pembelajaran merupakan contoh aplikasi pendekatan pembelajaran berfokus pada siswa (student’s centered learning), karena siswa menjadi pusat dan inisiator dari segala proses interaksi yang memanfaatkan TI, yaitu mencari sumber belajar, berinteraksi, menjadikan TI sebagai wadah pembelajaran, serta belajar sepanjang hayat. ? Berdasarkan penjelasan dan latihan yang diberikan melalui Orientasi, Eksplorasi dan Interpretasi, buatlah rangkuman pemanfaatan TI dalam pembelajaran. Rangkuman dapat berbentuk makalah dan poster yang dibuat secara kelompok untuk kemudian disajikan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan rancangan pembelajaran yang dimiliki, identifikasi kemungkinan pemanfaatan optimal TI dalam pembelajaran tersebut, kemudian memberi contoh aplikasi serta situs dari setiap pemanfaatan TI yang diidentifikasi. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 84
  19. 19. Contoh Pemanfaatan TI untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Contoh program CAI untuk Bahasa Indonesia: Alamat situs beberapa perpustakaan digital, asosiasi profesi, jurnal, perguruan tinggi yang menawarkan program studi lanjut dalam bidang pendidikan BI. No. Jenis Informasi Alamat Situs Informasi yang Disampaikan 1 Perpustakaan On-line http://www.lib.uum.edu.my/ Koleksi buku on-line (berbahasa Inggris) 2 Asosiasi Profesi http://www.dewankehormatanpwi.com/ aktivitas.php?Subjek=1/ Kode etik insan pers 3 Jurnal PT yang menawarkan beasiswa, termasuk jurusan bahasa Indonesia http://www.dikti.org/linkPT.html/ Link perguruan tinggi se- Indonesia yang menawarkan beasiswa BPPS, termasuk BI Peningkatan Kualitas Pembelajaran 85
  20. 20. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 86
  21. 21. Dalam hal Bahasa Indonesia, sumber belajar Bahasa Indonesia yang tersedia di jaringan internet belumlah terlalu banyak. Pada umumnya, sumber belajar yang tersedia pada jaringan internet dapat dikelompokkan menjadi dua. Pertama adalah sumber belajar yang dapat digunakan dalam konteks belajar bahasa untuk belajar (memperoleh pengetahuan. Sumber belajar jenis pertama ini relatif cukup banyak, termasuk jurnal, berita, opini, dll. Kedua, sumber belajar untuk perluasan wawasan kebahasaan dari linguistik, sastra, hingga keterampilan berbahasa. Di antara berbagai sumber belajar BI yang tersedia di internet adalah sebagai berikut. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 87
  22. 22. Sumber Belajar Bahasa Indonesia di Internet No. Aspek Pembelajaran BI Alamat Situs Informasi yang Disampaikan 1 Keterampilan Menulis http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/wahya.doc Makalah keterampilan menulis 2 Ketarmpilan Berbicara http://www.damar.or.id/artikel/keterampilandasarfasilitator.p hp Berbicara sebagai Keterampilan Dasar Fasilitator 3 Keterampilan Menyimak http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/IimRochima.doc Artikel tentang pentingnya menyimak 4. Keterampilan Membaca http://www.itb.ac.id/Ip3/aa/bab03.doc Keterampilan Membaca dan Belajar 5. Tata Bahasa http://www.seasite.niu.edu/Indonesia/TataBahasa/Default.h tm Tata Bahasa Indonesia (Berbahasa Inggris) 6. Kosakata http://www.mail- archive.com/i18n@linux.or.id/msg.00119.html Kosakata bahasa Indonesia (Berbahasa Inggris) 7. Kesusastraan http://www.cybersastra.net Perkembangan Sastra Terkini 8. Kebahasaan http://www.bahasa-sastra.web.id Perkembangan Bahasa dan Makalah Bahasa Indonesia (sastra) 9. Pengajaran Bahasa Indonesia http://www.dikdasmen.depdiknas.go.id/html/plp/kompetensi _guru_bahasa_in.htm/ http://www.pdk.go.id/Jurnal/32/pelaksanaan pengajaran_bahasa_in.htm/ Kompetensi guru bahasa Indonesia Peningkatan Kualitas Pembelajaran 88
  23. 23. Untuk keterampilan berbahasa, sumber belajar di jaringan internet serta TI dapat dimanfaatkan sebagai berikut: Membaca Keterampilan membaca cepat, membaca bermakna, inferensi, skimming dan scanning, analisis wacana Menulis Keterampilan menulis beragam jenis tulisan: surat, sinopsis, karya ilmiah, rangkuman, argumentasi, puisi, cerita pendek, dll. Menyimak Keterampilan mendengarkan – dari berbagai situs radio, televisi. Berbicara Latihan (drill and practice), diskusi, pengambilan keputusan, mengobrol. Interaksi untuk keterampilan membaca, menulis, menyimak dapat diakomodasikan melalui pemanfaatan TI dan sumber belajar di internet. Namun, interaksi untuk keterampilan berbicara sampai saat ini masih memerlukan pemanfaatan TI yang berbasis komputer dalam bentuk computer assisted instruction, dan program simulasi yang lebih menekankan pada latihan berbicara (drill and practice). Sementara itu, untuk unsur bahasa seperti kosakata, tata bahasa, kesusasteraan, dan kebahasaan, interaksi berbasis TI dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk kosakata, di jaringan internet terdapat berbagai kamus, termasuk tesaurus. Mudah-mudahan Kamus Umum Bahasa Indonesia sudah masuk dalam internet, begitu juga brosur perkembangan bahasa Indonesia. Untuk kesusastraan dan kebahasaan, analisis dan kajian berbagai karya dapat ditemukan di internet, sehingga diskusi dan analisis lebih lanjut (perbandingan, argumentasi, dll.) dapat difasilitasi. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 89
  24. 24. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 90
  25. 25. Peran TI sebagai wahana materi pembelajaran ini memudahkan diseminasi pembelajaran BI ke berbagai penjuru dunia. Terutama dalam rangka menyambut AFTA dan APEC, bukan tidak mungkin BI menjadi salah satu bahasa yang diminati oleh banyak orang asing untuk dipelajari. Hal ini terlihat dari banyaknya lowongan pekerjaan di Indonesia yang dibuka bagi orang asing. Materi pembelajaran BI yang ditempatkan di jaringan internet dapat menjadi materi pembelajaran BI yang bersifat global dan terbuka untuk diakses siapa saja di mana pun mereka berada. Bahkan, negara-negara seperti Belanda, Australia, dan Malaysia telah memiliki situs-situs khusus tentang BI, misalnya. Alamat Situs Insternet Bahasa Indonesia di Belanda, Malaysia, dan Australia No. Negara Alamat Situs Informasi yang Disampaikan 1 Belanda http://www.edvos.demon.nl/bahasa-indonesia/ Bahasa dan budaya Indonesia 2 Australia http://www.expat.or.id/info/bahasa/html/ Bahasa Indonesia 3 Malaysia http://tatabahasa.tripod.com/ Tata Bahasa Melayu (Indonesia) Peningkatan Kualitas Pembelajaran 91
  26. 26. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 92
  27. 27. Melalui perancangan yang sistemik, kreatif, dan tepat, TI merupakan alat bantu yang dapat membantu untuk memperkaya, mempermudah, dan mempercepat pembelajaran BI yang selama ini sudah dilaksanakan. Dengan beragam kemudahan yang dijanjikan TI, pemanfaatan TI akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran BI. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 93
  28. 28. Contoh Pemanfaatan TI untuk Pembelajaran Fisika Pembelajaran Fisika dengan topik Gaya, Tegangan, dan Beban dapat diajarkan melalui penggunaan contoh jembatan. Berikut ini adalah hasil dari internet search yang menggunakan search engine Google dengan kata kunci (keyword) bridges (jembatan). Cara pembuatan jembatan Linkages: situs- situs lain tentang jembatan Internet Search Google: Bridges Jembatan (salah satu contoh untuk belajar topik Gaya, Tegangan dan Beban dalam pembelajaran Fisika) Rencana Pembelajaran Tentang Penjelasan umum tentang jembatan Permainan/ game tentang jembatan Simulasi tentang jembatan – gaya, tegangan, beban Program TV (dan video): Bridges – Public Broadcasting Services Tokoh Pembuat Jembatan Encyclopedia Jembatan Jenis-jenis Jembatan di dunia Dari hasil internet search tersebut diperoleh hasil yang cukup banyak untuk menjelaskan berbagai aspek tentang jembatan, mulai dari definisi, teori dasar, cara pembuatan, jenis jembatan, tokoh pembuat jembatan, program televisi tentang jembatan, rencana pembelajaran (SAP) tentang jembatan, dan juga situs-situs lain yang mengulas tentang jembatan. Hasil ini dapat dimanfaatkan oleh dosen dalam pembelajaran, sekaligus menerapkan strategi pembelajaran terpadu berdasarkan tema jembatan. Mahasiswa dapat juga dimintakan untuk melakukan proses yang sama yang sudah dicontohkan dosen. Kegiatan ini bukan hanya ditujukan agar mahasiswa mampu melakukan internet search, namun juga memicu mahasiswa untuk belajar secara mandiri dengan menggunakan TI secara efektif. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 94
  29. 29. Gaya, Tegangan, Beban Contoh: Jembatan Peningkatan Kualitas Pembelajaran 95
  30. 30. Program TV (dan video): Bridges – Public Broadcasting Services Peningkatan Kualitas Pembelajaran 96
  31. 31. Permainan/game tentang jembatan Tokoh Pembuat Jembatan Peningkatan Kualitas Pembelajaran 97
  32. 32. Rencana Pembelajaran Tentang Jembatan Peningkatan Kualitas Pembelajaran 98
  33. 33. Simulasi tentang jembatan – gaya, tegangan, beban Peningkatan Kualitas Pembelajaran 99
  34. 34. Cara pembuatan jembatan Peningkatan Kualitas Pembelajaran 100
  35. 35. Contoh Pemanfaatan TI untuk Pembelajaran Geografi Beragam sumber belajar dapat diperoleh dalam cyberspace untuk pembelajaran geografi. Berikut ini adalah contoh-contoh situs serta sumber belajar yang tersedia dalam situs internet untuk digunakan dosen/guru secara kreatif dalam pembelajaran geografi. Aktivitas mahasiswa: menjelaskan tempatnya Deskripsi: Greatest Places Online Rencana Pembelajaran Simulasi dan aktivitas Tokoh/peneliti geografi Geografi: People and Places Buku bacaan lanjut Media : foto, film, musik Penjelasan tentang tempat di dunia Internet Search Yahoo: Geography Hasil Internet Search: Geography Peningkatan Kualitas Pembelajaran 101
  36. 36. Deskripsi: Greatest Places Online Peningkatan Kualitas Pembelajaran 102
  37. 37. Penjelasan tentang tempat dan bangsa di dunia Media : foto, film, musik Peningkatan Kualitas Pembelajaran 103
  38. 38. Media : foto, film, musik Peningkatan Kualitas Pembelajaran 104
  39. 39. Simulasi dan aktivitas Peningkatan Kualitas Pembelajaran 105
  40. 40. Penjelasan tentang tempat di dunia oleh nara sumber Peningkatan Kualitas Pembelajaran 106
  41. 41. Aktivitas mahasiswa: menjelaskan tempat yang disukainya Peningkatan Kualitas Pembelajaran 107
  42. 42. Tokoh/peneliti geografi Buku bacaan lanjut Peningkatan Kualitas Pembelajaran 108
  43. 43. Rencana Pembelajaran Peningkatan Kualitas Pembelajaran 109
  44. 44. Peningkatan Kualitas Pembelajaran 110

×