Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Ansietas<br />Kelompok II :<br />Hendri Syafrisno<br />Ririn Asri Vania<br />Risna Yenti<br />Ruri<br />Vivi Kurniati Prat...
1. Defenisi<br />Kecemasan mengandung arti sesuatu yang tidak jelas dan berhubungan dengna perasaan yang tidak menntu dan ...
2. Tingkat kecemasan<br />1. Ansietas ringan<br />	Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari; ansietas ini...
3. Ansietas berat<br />	Sangat mengurangi lapang persepsi individu. Individu cenderung berfokus pada sesuatu yang rinci da...
Rentang respon Ansietas<br />Respon adaptif			Respon maladaptif<br />Antisipasi  Ringan  Sedang        Berat       Panik<b...
Ansietas dapat di ekspresikan langsung  melalui perubahan fisiologis dan prilaku, dan secara tidak langsung melalui timbul...
Penyebab<br />A.Faktor predisposisi :<br />Dalam pandangan psikoanalitik<br />Dalam pandangan interpersonal<br />Menurut p...
Ancaman terhadap sistem diri</li></li></ul><li>Selain faktor predisposisi dan presipitasi, masih ada faktor yangberhubunga...
3. Maturasi<br />Bayi/ anak-anak<br />	 Berhubungan dengan dengan perppisahan, lingkungan atau orang asing, perubahan dala...
Mekanisme koping<br />Reaksi orientasi tugas<br />	upaya yang disadari dan berorientasi pada    tindakan untuk memenuhi tu...
Mekanisme pertahanan ego<br />Kompensasi<br />Penyangkalan<br />Pengalihan<br />Disosiasi<br />Identifikasi<br />Intelektu...
Pengkajian dapat dilakukan pada 3 aspek<br />1. Aspek fisiologis<br />	- Mengidentifikasi respon sistem saraf<br />		Nadi ...
2. Aspek kognitif ( pikiran)<br />	Susah konsentrasi<br />	Lapangan pandangan menurun<br />	Perhatian kurang<br />3. Aspek...
Masalah Keperawatan <br />1. Ansietas tingkat panik<br />2. Ansietas tingkat berat<br />3. Ansietas tingkat sedang<br />
Tindakan Keperawatan<br />Prinsip :<br />	Menolong mengembangkan kemampuan mentoleransi ansietas ringan dan menggunakan me...
1. Pada klien Ansietas berat-panik<br />Membina trust<br />	mengurangi ancaman dari orang lain <br />b. Menyadari dan meng...
d. Mengidentifikasi dan berusaha menurunkan situasi yang dapat menimbulkan ansietas<br />	prilaku klien mungkin dapat dimo...
f. Tingkatan kesehatan fisik dan kesejahteraan<br />	untuk dapat mengendalikan ansietas sehingga<br />	klien merasa nyaman...
2. Pada klien ansietas sedang<br />a. Membina trust<br />b. Menyadari dan mengendalikan perasaan sendiri<br />c. Membantu ...
e. Membantu klien menyadari repons koping yang adaptif.<br />	- menganalisa mekanisme koping masa lalu, menilai kembali pe...
Terapi ansietas<br />Teknik relaksasi<br />	- latihan napas dalam<br />2. massage.<br />3. Mengendalikan situasi<br />
Evaluasi <br />Pada tahap evaluasi, perlu di jawab beberpa pertanyaan :<br />Sudahkah ancaman integritas fisik atau system...
3. Sudahkah sumber koping klien dikaji dan dikerahkan dengan adekuat?<br />4. Apakah klien mengenali kecemasannya sendiri ...
Terima kasih....<br />
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ansietas ppt

6,056 views

Published on

Published in: Business, News & Politics
  • Be the first to comment

Ansietas ppt

  1. 1. Ansietas<br />Kelompok II :<br />Hendri Syafrisno<br />Ririn Asri Vania<br />Risna Yenti<br />Ruri<br />Vivi Kurniati Pratama<br />Vonniati Susmendara<br />
  2. 2. 1. Defenisi<br />Kecemasan mengandung arti sesuatu yang tidak jelas dan berhubungan dengna perasaan yang tidak menntu dan tidak berdaya (stuart & sundeeen,1995).<br />Kecemasan adalah respon emosi tanpa objek yang spesifik yang secara subjektif dialami dan dikomunikasikan secara interpersonal.<br />
  3. 3. 2. Tingkat kecemasan<br />1. Ansietas ringan<br /> Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari; ansietas ini menyebabkan individu menjadi waspada dan meningkatkan lapang persepsinya. Ansietas ini dapat memotivasi belajar dan mengahasilkan pertumbuhan serta kreativitas.<br />2. Ansietas sedang<br /> Memungkinkan individu untuk berfokus pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. Ansietas ini mempersempit lapang persepsi individu. Dengan demikian, individu mengalami tidak perhatian yang selektif namun dapat berfokus pada lebih banyak area jika diarahkan untuk melakukannya<br />
  4. 4. 3. Ansietas berat<br /> Sangat mengurangi lapang persepsi individu. Individu cenderung berfokus pada sesuatu yang rinci dan spesifik serta tidak berpikir tentang hal lain. Semua prilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Individu tersebut memerlukan banyak arahan untuk berfokus pada area lain.<br />4. Tingkat panik dan ansietas berhubungan dengan terperangah, ketakutan, dan teror. Hal yang rinci terpecah dari proporsinya. karena mengalami kehilangan kendali, individu yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan arahan.<br />
  5. 5. Rentang respon Ansietas<br />Respon adaptif Respon maladaptif<br />Antisipasi Ringan Sedang Berat Panik<br />
  6. 6. Ansietas dapat di ekspresikan langsung melalui perubahan fisiologis dan prilaku, dan secara tidak langsung melalui timbul nya gejala atau mekanisme koping sebagai upaya untuk melawan ansietas.<br />Respon fisiologis terhadap ansietas:<br />
  7. 7.
  8. 8.
  9. 9. Penyebab<br />A.Faktor predisposisi :<br />Dalam pandangan psikoanalitik<br />Dalam pandangan interpersonal<br />Menurut pandangan prilaku.<br />Kajian keluarga.<br />Kajian biologis.<br />B. Faktor pencetus :<br /><ul><li>Ancaman terhadap integritas fisik
  10. 10. Ancaman terhadap sistem diri</li></li></ul><li>Selain faktor predisposisi dan presipitasi, masih ada faktor yangberhubungan dengan kecemasan, antara lain :<br />1. Faktor patologi<br />Setiap faktor yang menganggu kebutuhan dasar manusia atau makanan, air, kenyamanan, dan keamanan.<br />2. Situasional (orang, lingkungan)<br />Ancaman aktual yang dirasakan terhadap konsep diri, sekunder terhadap : perubahan status dan prestise, kegagalan, kehilangan benda-benda yang dimilki, kurang pengahargaan dari orang lain, dilema etik.<br />
  11. 11. 3. Maturasi<br />Bayi/ anak-anak<br /> Berhubungan dengan dengan perppisahan, lingkungan atau orang asing, perubahan dalam hubungan sebaya.<br />Reamaja<br /> Berhubungna dengan ancaman terhadap diri sekunder terhadap : perkembangan seksual, perubahan hubungan dengan teman sebaya.<br />Dewasa <br /> Berhubungan dengnan konsep diri, sekunder terhadap : kehamilan, menjadi orang tua, efek penuaan. <br />Lansia<br /> Berhubungan dengna anacaman terhadap konsep diri, sekunder terhadap : kehilangan sensori, motorik, masalah finansial, perubahan pensiun.<br /> <br />
  12. 12. Mekanisme koping<br />Reaksi orientasi tugas<br /> upaya yang disadari dan berorientasi pada tindakan untuk memenuhi tuntutan situasi stres secara realitis<br />2. Mekanisme pertahanan ego membantu mengatasi ansietas ringan dan sedang. Tetapi karena mekanisme tersebut. Berlangsung secara relatif pada tingkat tidak sadar dan mencakup penipuan diri dan distorsi realitas, mekanisme ini dapat menjadi respons maladaptif terhadap stres.<br />
  13. 13. Mekanisme pertahanan ego<br />Kompensasi<br />Penyangkalan<br />Pengalihan<br />Disosiasi<br />Identifikasi<br />Intelektualisasi<br />Introyeksi<br />Isolasi<br />Proyeksi<br />Rasionalisasi<br />Formasi reaksi<br />Regresi<br />Represi <br />Splitting<br />Sublimasi<br /> Supresi<br /> Undoing<br />
  14. 14. Pengkajian dapat dilakukan pada 3 aspek<br />1. Aspek fisiologis<br /> - Mengidentifikasi respon sistem saraf<br /> Nadi meningkat <br /> Tekanan darah meningkat<br /> Susah bernapas<br /> Rasa tercekik<br /> Mulut kering <br /> berkeringat pada telapak tangan<br />
  15. 15. 2. Aspek kognitif ( pikiran)<br /> Susah konsentrasi<br /> Lapangan pandangan menurun<br /> Perhatian kurang<br />3. Aspek emosi / prilaku<br /> Mudah tersingung<br /> Menarik diri<br /> Mudah menangis <br /> Rasa tidak berdaya<br />
  16. 16. Masalah Keperawatan <br />1. Ansietas tingkat panik<br />2. Ansietas tingkat berat<br />3. Ansietas tingkat sedang<br />
  17. 17. Tindakan Keperawatan<br />Prinsip :<br /> Menolong mengembangkan kemampuan mentoleransi ansietas ringan dan menggunakan mekanisme enyelesaian masalah yang kontruktif<br />
  18. 18. 1. Pada klien Ansietas berat-panik<br />Membina trust<br /> mengurangi ancaman dari orang lain <br />b. Menyadari dan mengendalikan perasaan sendiri<br /> Ansietas dapat dikomunasikan secara interpersonal<br />c. Menyakinkan klien manfaat mekanisme koping<br /> Memberikan kesempatan pada klien untuk mengenali ansietas<br />
  19. 19. d. Mengidentifikasi dan berusaha menurunkan situasi yang dapat menimbulkan ansietas<br /> prilaku klien mungkin dapat dimodifikasi dengan mengurangi interaksi klien dengan lingkungan<br />e. Menganjurkan klien melakukan kegiatan yang menarik baginya <br /> Membatasi waktu klien untuk koping destruktif sambil menolong meningkatkan peran serta dalam menikmati hidup<br />
  20. 20. f. Tingkatan kesehatan fisik dan kesejahteraan<br /> untuk dapat mengendalikan ansietas sehingga<br /> klien merasa nyaman<br />
  21. 21. 2. Pada klien ansietas sedang<br />a. Membina trust<br />b. Menyadari dan mengendalikan perasaan sendiri<br />c. Membantu klien mengenal ansietas<br />d. Memperluas kesadaran klien terhadap perkembangan ansietas dan Membantu klien mengatasi pencetus timbul nya ansietas.<br />
  22. 22. e. Membantu klien menyadari repons koping yang adaptif.<br /> - menganalisa mekanisme koping masa lalu, menilai kembali penyebab ansietas<br />f. Meningkatkan respon relaksasi<br /> - mengatasi ansietas dengan mengatur tekanan emosi<br />
  23. 23. Terapi ansietas<br />Teknik relaksasi<br /> - latihan napas dalam<br />2. massage.<br />3. Mengendalikan situasi<br />
  24. 24. Evaluasi <br />Pada tahap evaluasi, perlu di jawab beberpa pertanyaan :<br />Sudahkah ancaman integritas fisik atau system diri klien berkurang dalam sifat, jumlah, asal dan waktunya?<br />Apakah prilaku klien mencerminkan kecemasan tingkat ringan/ lebih ringan?<br />
  25. 25. 3. Sudahkah sumber koping klien dikaji dan dikerahkan dengan adekuat?<br />4. Apakah klien mengenali kecemasannya sendiri dan mempunyai pandangan terhadap perasaan tersebut?<br />5. Apakah klien sudah menggunakan respon koping yang adaptif?<br />6. Sudahkah klien belajar strategi adaptif baru untuk mengurangi kecemasannya?<br />
  26. 26. Terima kasih....<br />

×